"Gaara, aku tidak perlu mengubah gender ku, atau pun mengubah namaku. Karena, itu tidak artinya. Yang harus kau tau adalah," ia mengecup lembut tanganku,
"Ti amo."
.
.
.
The Past And Future
Diclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : NaruGaa, SasuNaru, NejiGaa
Rate : T
Genre : Romance, Supernatural, Fantasy
Warning : OOC, Typo, Yaoi
This story was inspired by the comic"Angel Or Devil?" by Orie Moro
.
.
.
"Ti amo." Katanya melanjutkan, ia pun tersenyum hangat. Tidak, aku tidak percaya. Yang aku tau, Uzumaki Naruto terkenal suka memainkan perasaan wanita. Aku pun menggeleng tidak percaya, "Bohong, kau juga mengucapkannya dengan orang lain, kan?" tanyaku meragukan kata-katanya. Terlihat raut wajahnya yang terkejut, lalu ekspresinya kembali seperti semula, "Hanya dengan kamu, aku menyatakan 'Cinta'. Kalau dengan orang lain, aku hanya menyatakan 'Suka'." Katanya dengan lembut. Rasanya aku ingin menangis, aku senang ia mengatakan itu. Tapi, aku sedih karena aku sama sepertinya, seorang lelaki. "Tapi aku lelaki, Naruto! Kalau kita menjalin hubungan sesama jenis, berarti kita melanggar norma yang ada! Dan kita tidak dapat bersatu!" bentakku di depannya, aku mencoba menahan air mataku agar tidak mengalir di pipiku
"Ya, aku tau. Tapi, bagaimana kalau kita menentang takdir? Aku tidak perduli kalau akhirnya aku menjadi pendosa. Asalkan aku bahagia, aku tidak perduli." Katanya dengan lembut. Aku pun tertegun dengan kata-katanya.
Menentang takdir?
Menjadi pendosa?
Hanya demi aku?
Aku pun merasa air mataku tidak dapat di tahan lagi, akhirnya air mataku pun mengalir membasahi pipiku. Ia menghapus air mataku dengan ibu jarinya, ia pun tersenyum lembut. Ia mendekatkan wajahnya ke wajahku, kami pun saling menutup mata, dan bibir kami saling menyatu. Kami telah melakukan hal yang terlarang, hanya bulan purnama yang menjadi saksi bisu apa yang telah kami lakukan.
.
.
.
"Gaara, kami membawa berita baik untukmu, " kata Madre yang sedang tersenyum lembut ke arahku.
Berita baik? Berita apa?
"Berita apa?" tanya ku sambil mengangkat sebelah alisku.
Terlihat ia tersenyum, "Hari pernikahanmu dengan Putri Sakura Haruno sudah di tentukan. Besok malam kalian akan menikah," kata Madre dengan raut wajah yang bahagia.
Pernikahan?
Besok malam?
Tidak, aku tidak mau! "Tidak! Aku tidak mau menikah dengannya!" bentakku kepada kedua orang tuaku, aku sudah tidak bisa mengontrol emosi ku lagi, sudah cukup hidupku di kendalikan oleh kedua orang tuaku.
Aku pun melihat ekspresi sendu di wajah Madre, dan ekspresi murka di wajah Padre, tapi aku tidak perduli. Aku tetap memandang mereka dengan tatapan dingin, dan menusuk.
PLAK
Aku merasakan panas menjalar di pipiku. Ya, aku telah di tampar oleh Padre.
"Kau sudah bernai melawan kami?" bentak Padre dengan amarah yang memuncak.
"Aku tidak mau," kataku dengan suara parau, "Aku hanya ingin menikah dengan Uzumaki Naruto!" kataku dengan lantang, tanpa rasa takut sedikitpun.
"Dasar anak yang tak berbakti pada orangtua! Ia berasal dari keluarga Uzumaki! Dan ia lelaki! Kau ingin menentang takdir, dan menjadi pendosa di mata Tuhan, huh!" bentak Padre dengan murka.
"Aku tidak perduli, aku mencintainya! Aku rela menentang takdir, dan menjadi pendosa, asalkan aku bisa bersamanya! Aku bukan boneka yang seenaknya di kendalikan oleh keluarga ini!" aku pun mengeluarkan apa yang selalu ku rasakan. Aku hanya ingin kebebasan, apa aku tidak berhak menjalani hidup yang bebas?
"Kurang aja sekali kau! Kau menjijikan! Kalau kau tetap ingin bersamanya, kamu bukan anak kami lagi!" bentaknya tepat di wajahku. Terlihat kedua orang tuaku berjalan menuju pintu kamarku.
"Padre, Madre, tunggu!" aku bun berlari menyusul kedua orang tuaku.
BRAK
Terlambat, mereka sudah menutup pintunya. Aku pun menunduk, memandang lantai dengan tatapan dingin, tanganku terkepal menahan emosi yang ada.
Aku mendegar suara sepatu mendekatiku, lalu orang itu menepuk pundakku, "Gaara.." aku pun menoleh kearah sumber suara. Ternyata Temari –Kakak ku-
"Temari, aku harus bagaimana? Katakan sesuatu, aku tidak ingin menikah dengan Putri Haruno itu!" tanyaku dengan lirih. Terlihat ia tersenyum miris, "Menikahlah dengan Putri Sakura Haruno," katanya dengan lembut.
Kedua mataku terbelalak, "Apa? Tapi, kenapa?" tanyaku tidak terima. Terlihat ia menghela napas, "Itu menurut petunjuk bintang,"
Cukup! Aku tidak mau dengar apapun lagi, Temari sama sekali tidak membantu!
"Keluar," kataku dengan dingin sambil menujuk pintu kamarku, "Keluar, kau! Aku benci kalian semua!" teriakku dengan dingin, dan menusuk. Lalu ia berjalan menuju pintu kamarku, lalu ia membuka kenop pintu. Sebelum ia benar-benar pergi dari kamarku ia menoleh, "Maaf," katanya dengan penuh penyesalan. Lalu ia keluar dari kamarku.
Sekarang, apa yang harus ku lakukan? Apakah aku dapat mengubah takdir? Apakah aku dapat mengubah pandangan percintaan sesama jenis di dunia ini? Aku pun memejamkan mata untuk berpikir. aku harus meminta tolong bantuan iblis untuk membantuku? Haha, yang benar saja.
Tapi tunggu dulu
Meminta bantuan iblis tidak terlalu buruk juga
Ya, aku akan meminta bantuan iblis Neji Hyuuga untuk membantuku
Baiklah, aku akan meminta bantuan Neji Hyuuga, untuk membantuku.
.
.
.
Di sinilah aku sekarang, di depan kastil kerajaan iblis dari keluarga Hyuuga. Aku pun memasuki pagar yang menjulang tinggi itu. Aku pun berjalan menuju pintu, dan aku membuka kenop pintu. Aku memasuki kastil itu, dan aku menelusuri lorong-lorong yang gelap. Aku terus berjalan tanpa arah, aku pun mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru ruangan, terlihat patung iblis di lekungan lorong. Saat aku ingin mendekatinya, aku dikagetkan oleh suara seseorang, "Mau apa kau datang di sini, Tuan Sabaku?" kata seseorang dengan sinis, aku pun menoleh ke arah suara, "Neji Hyuuga," kataku dengan datar. Terlihat ia mendekat dengan seringai iblisnya.
"Tolong aku, bantu aku untuk menyelesaikan semuanya!" teriakku di depan wajahnya. Terlihat ia mengangkat sebelah alisnya, "Bantu apa?"
"Bisakah kau mengubah pandangan semua orang agar percintaan sesama jenis menjadi hal yang wajar?" tanyaku dengan nada yang memohon.
Terlihat ia menyeringai, lalu ia merogoh kantungnya dan memperlihatkan sebuah botol kecil. "Ini racun yang bisa membuat kita mati selama 24 jam, saat mereka melihatmu mati, mereka akan menyesal karena mereka telah melarang kamu, akan kuubah pandangan semua orang dengan alasan karena norma di dunia ini, kau mati. Malam ini, minumlah racun ini, dan semua orang akan mengira kau mati. Setelah kau sudah bagun, panggilah Naruto Uzumaki untuk meninggalkan kota ini bersamamu." Jelasnya dengan nada yang datar.
"Aku menginginkan itu!" kataku dengan spontan.
"Tapi, ini perjanjian dengan iblis, kamu akan mendapatkan tanda 'Ai di dahi mu setelah kau terbangun dari kematianmu. Tanda itu memperlihatkan kalau kau sudah meminjam kekuatan iblis," katanya menjelaskan.
"Ya, tidak apa. Aku menerimanya," lalu Neji pun memberikanku racun itu.
Dengan wajah yang berseri-seri aku mengucapkan terimakasih, "Terimakasih, Neji." Aku pun langsung pergi untuk kembali ke istanaku.
.
.
.
Sesudah Gaara pergi, Neji pun menatap punggung Gaara dengan nanar.
"Gaara, aku ini iblis. Dan apakah iblis akan berbuat kebaikan? Ya, aku memang akan mengubah pandangan orang, dan mengubah takdir. Tapi itu perbuatan buruk, kan? Jadi aku dapat melakukannya." Terlihat Neji menghela napas, lalu iblis yang lain pun muncul di belakang Neji.
"Kau yakin akan membantunya, Neji? Apa kau yakin untuk membantu semuanya?" tanya seseorang dari belakang dengan nada datar, dan dingin. Neji pun menoleh ke arah suara, "Uchiha Sasuke," kata Neji dengan sinis.
Terlihat iblis yang bernama Sasuke mendekat kearah Neji, "Kau memang bisa mengubah pandangan orang, dan mengubah takdir. Tapi, tidak akan kubiarkan Uzumaki Naruto bersatu dengan Sabaku No Gaara," terlihat Sasuke mengeluarkan seringai iblisnya, "Karena, Naruto adalah milik ku!" lanjut Sasuke dengan dingin.
Sepertinya Neji dan Sasuke mengubah takdir dan mengubah pandangan orang bukan karena permintaan Gaara. Tapi, untuk dirinya sendiri, sepertinya kedua iblis ini juga ingin menentang takdir karena mereka juga jatuh cinta dengan lelaki. Mereka tidak akan membantu sepenuhnya, karena mereka adalah iblis. Dan mungkin, ada suatu hal yang menarik yang tidak di ketahui oleh Gaara, maupun Naruto.
.
.
.
Aku mengambil botol kecil berisi cairan racun itu, aku pun membuka tutup botol itu, dan meneguk isi cairan itu. Aku merasakan pusing yang teramat sangat, aku merasa apa yang kulihat berputar-putar, aku pun terjatuh lemas di lantai, kepala ku pun semakin berat, aku pun menutup kedua kelopak mataku. Dan aku yakin, aku akan terbagun sesudah 24 jam nanti.
.
.
.
Naruto Pov
Malam ini, aku diam-diam menyelinap Istana Sabaku. Aku ingin bertemu dengan Gaara, aku sangat merindukannya. Sesampainya di pintu gerbang Istana Sabaku, aku melihat pengawal istana yang berbaris tegap di seluruh penjuru. Segera saja aku mengeluarkan busur panah ku yang beracun. Anak panah itu telah ku campurkan dengan obat tidur, seseorang yang terkena panah ku akan tertidur selama 32 jam. Aku memposisikan busur ku, dan..
SRAT
Aku meluncurkan anak panah ku, dan langsung saja anak panahku mengenai semua pengawal yang berada di seluruh penjuru. Melihat seluruh pengawal istana yang sudah tergeletak di lantai, aku mengeluarkan seringaiku.
Lalu, aku pun memanjat gerbang istana yang tinggi itu, dan aku berhasil. Aku pun turun dengan selamat. Aku pun berjalan menuju pintu masuk istana, aku pun membuka kenop pintu. Lalu, aku masuk kedalam.
Aku terus berjalan tanpa arah, aku hanya berpikir kenapa istana ini sepi sekali? aku pun terus berjalan mengikuti naluri ku. Lalu, aku memasuki lorong istana yang terdapat ukiran-ukiran indah di dindingnya. Aku terus berjalan sehingga aku melihat sebuah patung besar. Di belakang patung besar itu, terdapat pintu yang menghubungkannya dengan ruangan lain. Aku pun melangkah mendekati pintu itu. Semakin aku mendekat, aku merasakan hawa mencekam memenuhi lorong gelap ini. Aku mencoba mengabaikan hawa tidak nyaman ini, aku pun semakin dekat pintu itu, sehingga pintu itu terbuka secara otomatis. Aku terus melangkah kedalam ruangan itu.
Lalu, aku mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru ruangan ini. Ruangan ini terlihat aneh, ruangan ini gelap yang hanya di terangi oleh cahaya lilin. Di sekitar ruangan ini terdapat banyak kelopak bunga mawar. Aku semakin mengedarkan pandanganku sehingga mataku menangkap sebuah peti. Aku pun berjalan mendekati peti itu, peti itu di kelilingi oleh kelopak bunga mawar berwarna merah, ukiran-ukiran indah pun terlihat jelas di permukaan peti itu. Aku merasakan aura di sekitarku semakin dingin dan menusuk. Aku penasaran siapa yang berada di dalam peti itu. Perlahan-lahan aku membuka pintu peti itu, dan seketika kedua bola mataku terbelalak melihat siapa yang berada di dalam peti itu. Air mataku pun mengalir membasahi kedua pipiku, aku tidak bisa mempercayai apa yang aku lihat, karena lelaki yang aku cintai sedang tertidur dengan damai di dalam peti itu, Sabaku No Gaara. Aku pun terduduk, dan memandang nanar sosok itu.
Tunggu dulu, sejak kapan Gaara memiliki tatto 'Ai di dahinya?
Aku tidak perduli dengan tanda itu, air mata ku semakin deras mengalir. Lalu, aku memandang ke seluruh penjuru ruangan ini lagi, mataku menangkap sebuah meja kecil di sebelah peti itu. Aku pun berdiri, dan mendekati meja kecil itu. Dan terlihat sebuah botol kecil berbentuk persegi dengan ukiran berbentuk lambang yang aku pun tidak tau namanya, terletak di permukaan meja itu. Di sebelah botol kecil itu, terlihat sebuah pedang pendek.
Aku pun membuka tutup botol kecil itu, lalu aku meneguk carian di dalamnya. Saat itu, aku merasakan pusing yang teramat sangat menyerang kepalaku. Tanpa sadar aku menjatuhkan racun itu, sehingga hancur berkeping-keping. Aku pun terjatuh dan tergeletak di lantai. Aku merasa kepalaku semakin terasa berat, aku pun menutup kedua kelopak mataku, dan sesudah itu aku tidak mengingat apapun lagi.
.
.
Naruto Pov End
Tanpa Naruto sadari, botol kecil berbentuk persegi tiu adalah racun yang di letakan oleh iblis yang bernama Uchiha Sasuke. Lalu, pedang pendek itu diletakan oleh iblis yang bernama Hyuuga Neji. Racun itu membuat siapapun yang meminumnya tidak akan pernah bisa tua, mati, dan tidak dapat mengingat apapun lagi tentang apa yang terjadi sebelumnya. Tanpa Naruto sadari, cairan yang ia minum menetes ke pedang pendek yang terletak di sebelah nya.
.
.
.
TBC
42key : penjelajahan waktu? Saya tidak tau juga sih, hehe. Masalah tentang homoseks yang di anggap sampah tidak dibahas, mungkin. Terimakasih ya, sudah mau review fict ini :)
Maaf kalau fict ini banyak kesalahan, maaf kalau ada Typo, maaf kalau alurnya kecepetan. Jadi, saya minta kritik dan sarannya :)
Terimakasih yang sudah mau me review fict ini ^^
Review/Flame?
Terserah kalian ^^
