Ugly Girl And Sex God
Chapter 1
Yuna Mikuzuki
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rated : M
Here chap 2! klo cerita chap 1 Hope you like it!
Ugly Girl And Sex God
Chapter 1
Lelaki itu memasuki gedung Konoha Academy. Gedung sekolah itu sangat besar. Ditambah 2 gedung asrama, lebih besar lagi. Ditelusuri gedung sekolah itu untuk menemukan ruang Kepala Sekolah. Lorong gedung sekolah itu sepi, karena waktu sekolah sudah usai. Sesampainya di depan ruang Kepala Sekolah, dia mengetuk pintu dulu sebelum masuk.
Tok tok
"Masuk," ucap seseorang dari balik ruang kepala sekolah tersebut.
"Pasti dia," batin lelaki tersebut. Dia masuk dan seorang wanita cantik berambut pirang sedang duduk di kursinya sedang memegang kertas.
"Oh, sedang apa kau di sekolah ini? Kau tidak mencari 'mangsa' di sini, 'kan, Sasuke?" Tanya wanita itu dengan wajah tidak suka. Si lelaki yang dipanggil Sasuke itu hanya menyinggungkan senyum nakal di mulutnya.
"Itu sambutanmu terhadap anak Hokage, nona Tsunade?" Tanya Sasuke. Tsunade sedikit tersentak dan merapatkan genggaman tangannya sambil menghela napas. Dan Tsunade memberikan kertas kepadanya.
"Itu jadwal pelajaran kelasmu dan kamarmu di asrama pria. Kuharap kau tidak sampai salah kamar ke asrama wanita," kata Tsunade. Sasuke hanya menyengir dan meninggalkan ruang Kepala Sekolah. Tsunade menyenderkan badannya ke kursi sambil menghela napas.
"Kuharap anak itu tidak berbuat macam-macam..."
Sakura baru selesai membersihkan kelasnya dan mulai mengepak barang-barangnya. Dia keluar dari kelasnya dan menutup pintu kelasnya. Sakura melewati koridor sekolah yang panjang. Koridor itu panjang karena kelasnya ada 7 untuk kelas 2. Saat berjalan, ia mendengar suara. Meski samar-samar, namun cukup terdengar di telinganya. Karena penasaran, Sakura cari suara tersebut. Ternyata suara itu berasal dari ruang kelas 2-5. Kalau asal suaranya lebih dekat seperti ini, suaranya lebih jelas. Ternyata yang Sakura dengar adalah suara... desahan?
"Aah... Aaaaaahh..."
Begitulah yang Sakura dengar. Desahannya makin kencang dan mengencang. Saat Sakura makin penasaran, Sakura baru membuka pintu kelas itu, dan yang Sakura lihat...
Seorang laki-laki berambut jabrik berwarna biru dongker yang mencuat ke belakang sedang mencumbu dada perempuan yang diketahui dari seragamnya adalah murid sekolah ini...
Bisa dibilang
Mereka sedang
Bercinta...
Laki-laki itu menoleh wajahnya ke arah Sakura. Dan perempuan itu begitu sadar Sakura yang melihatnya langsung melepaskan diri dari laki-laki tersebut, meninggalkan mereka berdua.
Sakura yang masih terdiam di dekat pintu segera buru-buru kabur. Namun, laki-laki itu segera memegang pergelangan tangannya dengan kuat. Tubuh Sakura langsung dibanting ke atas meja. Dan laki-laki itu berada di atas tubuh Sakura. Tangannya berada di sebelah kanan dan kiri Sakura.
Sakura meronta-ronta di bawah tubuh lelaki itu. Namun apa daya tenaga seorang perempuan, melawan seperti apapun tetap saja tenaga perempuan kalah dari tenaga laki-laki. "Le-lepaskan aku!"
Lelaki itu hanya tersenyum nakal. Sedangkan Sakura tetap meronta-ronta. Dia langsung menyegel mulut Sakura dengan mulutnya. Sakura menutup mulutnya, sedangkan lelaki itu tetap melumat mulut Sakura tanpa henti. Dengan kekuatan Sakura yang tersisa, dia membuka mulutnya dan menggigit bibir bawah lelaki itu. Sasuke tersentak dan melepas bibirnya dari bibir Sakura.
"Aaww! Apa-apaan, kau!"
Sakura menggosok-gosok bibirnya dengan tangannya. Sedangkan lelaki itu masih memegang bibirnya yang masih nyut-nyutan karena digigit sampai sedikit berdarah.
"Kau yang apa-apaan! Berani sekali kau menciumku! Dasar SM!" Katanya sambil marah-marah. Sakura langsung kabur dari kelas itu meninggalkan laki-laki tersebut.
"Huh, Pinky-haired brat!"
Sakura berlari menjauhi kelas itu. Dia terus berlari sampai ke asramanya. Begitu sampai di depan kamarnya. Sakura membuka pintunya dengan mendobraknya. Sampai teman sekamarnya, Ino dan Hinata, dibuat kaget.
"Sa-Sakura-chan? Kenapa kau mendobrak pintunya?" Tanya Hinata yang kaget. Sakura terengah-engah cepat, sampai ada keringat mengalir dari sisi wajahnya. Dengan cepat, Hinata mengambil handuk kecil kepada Sakura. Sakura menerima pemberian handuk dari Hinata dan mengusap wajahnya. Sakura duduk di kasurnya dan melepas pita sekolahnya.
"Hei, kau habis dikejar hantu, ya? Kau terlihat ngos-ngosan begitu," tanya Ino sambil duduk di kasur seberang Sakura. Sakura hanya menggeleng dan bangkit dari kasurnya. Dia masuk ke kamar mandi.
Sasuke mencari kamarnya di asrama pria. Kamarnya bernomor 205. dan untuk Sasuke, dia hanya tinggal sendirian di asrama pria. Tak ada teman sekamarnya di kamarnya nanti, karena dia memang diberi hak khusus di sini. Makanya, kamarnya saja seperti hotel bintang 5. Konoha Academy dibangun oleh keluarga Uchiha, makanya dia bisa berbuat semaunya. Terlebih lagi, dia anak Hokage, malah bertambah keenakannya. Dan semua orang tidak bisa protes, bahkan Kepala Sekolah sekalipun.
"Ini dia," Sasuke menemukan kamarnya dan menyelipkan kunci kamarnya ke dalam lubang kuncinya. Dia masuk ke dalam kamar dan menaruh semua barang bawaannya. Dia menghempaskan tubuhnya di atas kasurnya, dan mulutnya membuat senyuman nakal.
"Heh, aku benar-benar akan menyukai sekolah ini,"
Seperti biasa, Sakura bangun lebih pagi dari yang lainnya dan segera pergi ke luar. Sakura pergi ke kelasnya dan kelas masih kosong. Sakura menaruh tasnya di atas mejanya dan membaca novel remaja yang dibawanya. Jam 06.45, murid-murid sudah banyak berdatangan ke kelas. Sampai jam 07.30, bel masuk berbunyi dan murid-murid masuk ke kelasnya masing-masing.
Sensei berambut perak yang menggunakan masker di wajahnya masuk ke kelas 3-1. Padahal sudah jam 08.15, dasar guru telat!
"Ah, maaf, ya. Karena aku tadi ada uru-"
"BOHONG!" adalah kata yang diserukan oleh semua murid di kelas itu, kecuali Sakura dan Hinata. Dan Kakashi berdehem pelan.
"E-ehem! Ya, hari ini ada murid pindahan dari Rairan Academy, dan dia akan masuk ke kelas ini," ucap Kakashi sambil membuka buku novel mesum 'Icha-Icha Tactics'.
"Ya, silakan masuk," suruh Kakashi pada murid yang menunggu di luar kelas. Pintu kelas pun dibuka dan masuklah sang murid pindahan.
Rambutnya jabrik ke belakang, berwarna biru dongker, kulitnya putih, baju seragamnya rapi, tapi 2 kancing atas kemeja sekolahnya dibuka, sehingga memperlihatkan sedikit dadanya.
Sakura terkejut saat melihat sang murid pindahan. Dari ciri-cirinya ia sangat mengingat jelas orang itu.
"Hn, namaku Sasuke Uchiha. Murid pindahan dari Rairan Academy. Mungkin dari kalian ada yang tahu julukanku, dan salam kenal," katanya dengan senyum manis. Semua siswi di kelas itu meledakkan jeritan mereka. Sedangkan Sakura hanya menutup kedua telinganya.
"KYAAAAAA! ITU SASUKE!"
"IYAA! SASUKE UCHIHA YANG 'ITU'!"
Jeritan para siswi membuat Sakura sedikit bingung. Yang 'itu'? Memang apaan?
"Ya, ya. Uchiha-san, tempat dudukmu di-"
"SEBELAHKU, SASUKE-KUUN!"
Lagi-lagi teriakan para siswi menggelegar. Ucapan Kakashi terpotong karena jeritan mereka. Dan Kakashi hanya memberi instruksi untuk mencari tempat duduk sendiri.
Pembagian tempat duduk di sekolah ini dibagi-bagi untuk 2 orang. Murid setiap kelas ada 40 orang, jadi bangku setiap kelas ada 20. Dan Sakura yang duduknya di pojok belakang sebelah kanan dekat jendela menurut pandangan Sasuke dan Kakashi di depan, merasa dirinya kena sial.
'Oh, tidak. Bangku sebelah kiriku kosong!' Batin Sakura berteriak. Begitu mata Sasuke menangkap bangku sebelah Sakura kosong, dia menyengir dan mengambil bangku sebelah Sakura.
'Oh, Kami-sama!'
Sasuke duduk dan dia melihat teman sebangkunya, Sakura, menunduk sehingga rambut pinknya menutup wajahnya. Sasuke tersenyum nakal kepadanya dan membisikkan sesuatu di telinga kirinya.
"Salam kenal, sayang..."
Bisikan Sasuke di telinganya sangat membuat bulu kuduk Sakura merinding. Dia tepis semua pikiran itu dan fokus terhadap pelajaran.
Bel jam istirahat telah berbunyi. Semua murid berhamburan keluar dari kelasnya. Sakura, Hinata dan Ino sedang ngobrol-ngobrol di koridor dekat jendela. Saat di tengah-tengah obrolan, mereka dikejutkan dengan laporan dari murid kelas lain, Matsuri.
"Ke-Ketua Komite Disiplin!"
Sakura yang terkejut langsung menoleh pada murid itu. Dia terlihat terengah-engah, seperti habis berlari jauh.
"Ada apa, Matsuri?" Tanya Sakura pada Matsuri yang ngos-ngosan. "I-itu, murid baru di kelas anda yang bernama Sasuke Uchiha di kantin membuat... " Matsuri kelihatannya kehabisan kata-kata. Sakura menenangkan Matsuri dengan mengelus pundaknya pelan. Setelah itu dia lari ke arah kantin. Setelah tiba di kantin, jawabannya sudah terjawab jelas.
Di bangku kantin, Sasuke dikelilingi banyak perempuan yang memeluknya. Ada yang memeluknya di belakang, kanan, dan kirinya. Pokoknya ada banyak yang memeluknya!
Tangan Sasuke merangkul 2 perempuan yang berada di sebelah kanan dan kirinya. Kedua perempuan yang berada di sebelah kanan dan kiri Sasuke memeluk Sasuke dengan erat sambil meraba-raba dada bidangnya. Sedangkan Sasuke malah tersenyum bangga sambil menutup matanya, seperti sangat menikmatinya.
Yah... Sasuke Uchiha bikin harem di kantin...
Sakura yang melihatnya langsung meneriaki Sasuke karena melakukan hal yang kelewat batas di sekolah ini. Sudah tahu ini sekolah, malah membuat harem dengan banyak perempuan. Di KANTIN, pula. "A-apa-apaan, kau! Kau tahu apa yang kau lakukan!"
Sasuke langsung menoleh ke arah Sakura yang meneriakinya. Dan dia langsung tersenyum nakal. "Hn, kenapa? Mau ikutan?" tanyanya sambil mengedipkan sebelah matanya. Sakura langsung tersentak dan kalut.
"I-ini bukan tempat gigolo atau pelacuran! Kau melanggar peraturan di sini! Kau apa-apaan, sih! Sebagai Ketua komite disiplin, akan kulaporkan ini pada Nona Tsunade!" Katanya dengan geram. Lalu Sakura pergi dari tempat itu dan segera ke ruang Kepala Sekolah.
"Heh, seperti kau bisa saja."
Sakura menggedor-gedor pintu ruang Kepala Sekolah. Dibuka oleh asisten Tsunade, Shizune, dan Sakura langsung ke meja kerja Tsunade dan menggebraknya.
"Nona Tsunade! Tentang murid baru yang bernama Sasuke Uchiha itu, kumohon, dia dikeluarkan saja! Dia berbuat harem di kantin dan melanggar peraturan di sekolah ini! Bisa-bisa di sekolah ini akan terjadi pergaulan bebas! Saya sebagai Ketua komite disiplin tidak bisa membiarkannya! Kumohon, nona Tsunade!" pinta Sakura sambil marah-marah. Tsunade hanya menghela napas dan berdiri dari kursinya. Dan dia memandang jauh ke jendela.
"Sakura, aku tahu kau murid yang sangat patuh dan teladan. Tapi, kalau soal permohonanmu yang ini, aku tidak bisa mengabulkannya."
Sakura terkejut mendengar perkataan Tsunade. Jadi, bahkan Kepala Sekolah pun tak bisa mengusir orang macam itu? "Ke-kenapa, Nona Tsunade?"
Tsunade menghela napas panjang lagi. "Kau tahu, 'kan. Sasuke Uchiha adalah anak dari Hokage. Dan sekolah ini adalah sekolah yang didirikan oleh keluarga Uchiha sendiri. Aku yang sebagai kerabat dari keluarga Uchiha tak bisa berbuat apa-apa, karena posisi keluargaku berada di bawah keluarganya," ucap Tsunade.
"Terlebih lagi, kelakuan anak kedua keluarga Uchiha, Sasuke, dia yang paling parah. Karena julukannya di Konoha tidak sedikit yang mengetahuinya. Karena apa yang dia lakukan selama ini bahkan tidak diketahui oleh keluarganya sendiri. "
Sakura kaget mendengar penjelasan dari Tsunade. Sasuke Uchiha, murid baru yang itu mempunyai julukan yang banyak orang sudah mengetahuinya. Dan lagi, julukannya, Sakura tidak tahu.
"Me-memangnya, apa julukan yang digelar oleh Sasuke Uchiha?" Tanya Sakura penasaran.
"Dia dikenal sebagai 'Sex God'. Karena tidak sedikit wanita yang sudah ditidurinya," jelas Tsunade.
Sakura terdiam sebentar, dan langsung berjalan ke pintu keluar. Sebelum keluar dari pintu keluar, dia mengatakan sesuatu.
"Nona Tsunade, aku akan membuat dia jera dan kapok. Kupertaruhkan reputasiku untuk membuat dia tak berkutik lagi di sini."
Sakura keluar dari ruang Kepala Sekolah dan menutup pintunya. Tanpa disadari, ada sepasang mata onyx yang mematainya di sisi lain.
"Aku yang akan membuatmu tak berkutik lagi, Pinky-haired brat..."
Sakura sedang membuat laporan di ruang kelasnya sendirian saat pulang sekolah. Yah, dia juga sebagai ketua komite disiplin, tak sedikit laporan tentang murid-murid yang sedikit kurang diatur. Dan lagi, Sakura sedang pusing-pusingnya karena laporannya bertumpuk. Keringat mengucur sedikit dari wajahnya.
Sasuke masuk ke dalam dan menghampiri Sakura. Dia memberikan jus jeruk kalengan yang masih dingin. Sakura menoleh pada Sasuke dan memberikan tatapan tidak suka. Sasuke hanya tersenyum manis dan duduk di sampingnya.
"Kau terlihat lelah. Ini kuberikan minuman. Aku yang membelinya," kata Sasuke dengan lembut. Sakura mengacuhkan Sasuke dan melanjutkan pekerjaannya. Sasuke merasa dilecehkan dan berniat membantu pekerjaan Sakura. Sakura yang melihat Sasuke mengambil secarik kertas dari tumpukan tersebut langsung merebut kertas itu dari tangan Sasuke.
"Hei-hei, kenapa kau tidak ramah begitu? Aku berniat membantumu, lho," katanya dengan nada yang kecewa. "Tch, seperti aku akan percaya saja. Kau yang kemarin bercumbu dengan siswi sekolah ini, 'kan? Dasar playboy!"
Sasuke menundukkan kepalanya sehingga wajahnya tertutup. Sakura menoleh dan bertanya kepadanya.
"Hei, kau... Baik-baik saja?" Sakura menyentuh pundak Sasuke dan Sasuke mulai berbicara.
"Maafkan aku..."
"Hah?" Sakura terkejut dan menatap Sasuke. "Sebenarnya, aku pindah ke sekolah ini karena aku ingin memperbaiki diriku, agar aku bisa lepas dari kebiasaanku. Dan saat istirahat tadi, aku terbawa nafsu karena kebiasaanku. Karena itu, maafkan aku..."
Sakura terkejut. Suara yang Sasuke keluarkan terlihat parau dan sedih. Sakura yang merasa iba langsung memegang tangan Sasuke.
"Meminta maaflah kepada Kami-sama, Sasuke..." Kata Sakura. Sasuke yang menunduk sebenarnya tersenyum nakal. Dan Sasuke perlahan mengangkat kepala.
Sasuke menawarkan bantuan pada Sakura. Kali ini Sakura menerima bantuan Sasuke dan menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.
"Huuft... Sudah selesai. Terima kasih, ya, Uchiha-san," kata Sakura sambil merenggangkan sedikit badannya. Sasuke menawarkan lagi minuman yang awalnya diberikan kepada Sakura. Namun kali ini Sakura menerimanya dan meminum serta meneguknya.
'Ayo, habiskan!'
Sakura menaruh lagi jus jeruknya dan membersihkan mulutnya dengan tangannya. Sasuke masih meminum minumannya, namun dia tersenyum penuh kemenangan.
"Uchiha-san, terima ka..."
Pandangan Sakura mengabur dan kepalanya pusing. Sakura ambruk di pelukan Sasuke. Sakura pingsan dan Sasuke menggendongnya dengan bridal style.
'Kau melewatkan 1 poin dariku, Pinky-haired brat. Kau telah menjadi milikku..."
Keesokan harinya, Sakura bangun di sebuah kamar mewah. Sinar matahari menerobos kaca kamar tersebut. Sakura mengucek-ngucek matanya dan membuka kedua matanya.
"Sudah bangun?"
DEG!
TBC
gimana?
UJIAN SUDAH SEMAKIN DEKAT! TPI PNGN BIQN FIC JUGAAAAA! dan aku biqn SuJu ff untuk blog en tmn, nnti pada baca y, klo dah selesei...!
REVIEW!
