Disclaimer : Masashi Kishimoto

Author : Kazuma Big Tomat

Rated : T

Genre : Fantasy & Romance

Character : Sasuke.U & Sakura.H

Kazuma House Production Presents….

My Love In The Past

.

.

.

.

.

Chapter : 2

"Sakura!" seru Sasuke saat tubuh mungil Sakura jatuh dalam pelukkannya.

"Ada apa Sas- Sakura!" Mikoto yang baru saja akan melihat apa yang menyebabkan Sasuke teriak, ikut kaget karena melihat Sakura yang pingsan. "Bawa masuk dia, Sasuke!" perintah Mikoto.

Akhirnya Sasuke membawa Sakura ke kamarnya dengan gaya bridal style. Dibaringkannya Sakura di ranjangnya. Sasuke menunggi Sakura yang sedang pingsan di sebelah ranjangnya.

"Ada apa Sasuke? Kok Sakura bisa sampai pingsan begini?" tanya Mikoto.

"Aku gak tahu, tapi tadi saat di mobil dia terus memengangi dadanya. Saat ku tanya, dia malah bilang kau dia tidak kenapa napa," jelas Saskue.

"Ya sudah. Sasuke, kau tunggui dia Sampai dia bangun ya. Mama mau masak untuk makan malam." Akhirnya Mikoto turun ke dapur.

Sudah dua jam Sasuke menunggui Sakura yang pingsan. Dipandanginnya wajah Sakura. Wajahnya terlihat damai. Di singkirkannya helai rambut yang menutupi wajahnya itu. Sasuke tersenyum sendiri saat memandangi Sakura. Tanpa Sasuke sadari, sedari tadi ada seseorang yang memperhatikannya dari pintu. Orang itu senyum-senyum sendiri saat melihat Sasuke sebegitu perhatiannya pada Sakura.

"Hei! Sedang apa kau Itachi-kun?" tanya sebuah suara feminim sambil menepuk pundak orang yang mengintip Sasuke itu.

"Oh kau Hana. Lihat itu!" kata orang yang tadi pundaknya di tepuk yang ternyata adalah Itachi, sambil menunjuk kearah Sasuke.

"Apa sih?" tanya Hana, tunangan Itachi, penasaran. Saat dilihat, Hana dibuat tercengang-cengang oleh pemandangan itu.

"I-itachi-kun,"

"Hm?"

"I-itu benar-benar Sasuke adikmu?" tanya Hana tak percaya akn pemandangan dihadapannya.

"Benar kok!"

"Dia…Seperti bukan Sasuke yang biasanya saja," kata Hana lalu menoleh pada Itachi yang berada di belakangnya,"Tak pernah kulihat kalau Sasuke bisa sebegitu lembut tatapannya pada seorang wanita. Ya kecuali mama," kata Hana. Hana adalah tunangan Itachi, dia telah dianggap sebagai anak oleh Mikoto. Dan kabar bahagianya, tiga bulan lagi, tepatnya nanti pada bulan November, mereka akan menikah.

"Hm." Itachi mengangguk-anggukkan kepalanya,"Jadi itu bagus dong! Dia berarti menemukan cintanya. Hahaha" tawa Itachi yang keras itu menyebabkan Sasuke menyadari bahwa sedari tadi dirinya dan Sakura sedang dikuntiti oleh kedua orang yang ada di depan pintu. "Ouch!" Cubitan di pinggang Itachi oleh Hana seakan menyadarkan kalau tawanya tadi terlalu besar dan menyebabkan Sasuke sadar.

"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Sasuke saat sudah sampai di depan pintu kamar.

"A-aa..Ti-tidak kok. Tadi kami hanya lewat, dan Itachi-kun membuat lelucon yang garing tapi dianggap lucu olehnya," kata Hana yang diwajahnya sudah dialiri oleh keringat dingin.

"Aa…I-itu benar Sasuke." Itachi juga keadaannya sama dengan Hana. Keringat dingin juga mengalir dari pelipisnya. "Ka-kalau begitu, kami pergi dulu ya Sasuke!" Itachi pun meninggalkan tempat itu dengan menarik Hana agar ikut lari bersamanya.

"AWAS KAU ANIKI!" Amuk Sasuke saat Itachi dan Hana lari.

"Engh…" Sakura mendengung. Segera saja Sasuke kembali ke sisi ranjang Sakura. Perlahan tapi pasti, kelopak mata Sakura mulai terbuka menampakkan dua bola mata beriris emerald itu.

"Sakura, kau sudah bangun?" kata Sasuke.

"Hm…" Sakura mendawabnya dengan anggukkan kecil dari kepalanya. Matanya masih menyesuaikan dengan cahaya tempat itu. "Ini dimana Sasuke?" tanya Sakura seakan-akan dia amnesia.

"Ini di rumahku Sakura. Kamar yang kemarin kau tiduri," jelas Sasuke. Sakura mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar itu.

"Oh iya ya. Hehehe…" Sakura tertawa akan tingkah lakunya itu.

"Sasuke, Sakura sudah bangun?" tanya Mikoto yang masuk ke kamar dengan membawa segelas teh manis hangat.

"Sudah ma."

"Sakura, bagaimana keadaanmu?" tanya Mikoto sambil duduk disalah satu sisi ranjang dan menyodorkan segelas teh manis hangat itu pada Sakura.

"Sudah lebih baik kok tante," kata Sakura sambil menyeruput teh-nya. "Maaf ya, aku jadi merepotkan kalian," kata Sakura meminta maaf.

"Sudah tidak papa kok," kata Mikoto sambil memberikan sebuah senyuman untuk Sakura. "Kalau begitu, Sakura sekarang kamu mandi lalu turun ke ruang makan, kita makan malam." Lalu Mikoto berjalan menuju pintu keluar. Sebelum benar-benar keluar, Mikoto menghentikan langkahnya, "Kau juga Sasuke. Kau harus mandi!" lalu Mikoto keluar dari kamar itu.

Esoknya. Saat ini rumah keluarga Uchiha sangat sepi. Di rumah itu hanya terdapat satu orang. Atau dua orang? Seorang wanita berrambut pink sedang berusaha membangunkan sseorang laki-laki berrambut hitam yang sedang tertidur di kamarnya. Lelaki itu tidak sadar kalau sedari tadi, wanita itu berusaha untuk membangunkannya. 'Seperti ayam mati' batin wanita berrambut pink itu.

"Sasuke! Bangun! Ini sudah siang!" teriak wanita berrambut pink itu, yang ternyata adalah Sakura, di telinga Sasuke.

"Hmmm? Apa sih? Berisik tahu! Ini tuh masih pagi!" kata Sasuke sambil membenamkan kepalanya ke bantal.

"Pagi? Ini tuh sudah siang! Matahari sudah tinggi Sasuke!"

"Hmmm iya, lima menit lagi!" akhirnya Sakura membiarkan Sasuke tidur lagi selama lima menit.

Lima menit pun sudah lewat namun Sasuke tidak kunjung bangun, malah, Sasuke semakin terlarut dalam tidurnya. Sakura pun menjadi jengkel karena merasa dibohongi oleh Sasuke. "Sasuke! Kalau dalam tiga hitungan kau tidak bangun…" Sakura menggantungkan kalimatnya, "Ucapkan selamat tinggal pada tomat-tomatmu!"

"Satu… Dua… Ti-"

"Arrrrgh! Iya, iya, aku bangun!" teriak Sasuke gusar karena diancam Sakura tomatnya ingin dibuang oleh Sakura.

"Nah gitu dong! Ini baru namanya anak baik! Sekarang mandi, akau telah menyiapkan nasi goreng tomat!" perintah Sakura bagaikan ibu yang memerintahkan anaknya yang susah diatur.

"Ah, kau seperti ibuku saja. Kau berbakat menjadi seorang ibu!" kata Sasuke menanggapi perintah Sakura.

"Memang sudah tugas sebagai seorang perempuan yang suatu saat pasti akan menjadi seorang ibu! Sekarang cepat mandi!" Sasuke pun lari ke kamar mandi yang ada di kamarnya itu.

Setelah mandi, Sasuke langsung turun ke ruang makan. "Eh Sakura."

"Ya?"

"Tadi kalau tidak salah, tadi kamu bilang kalau kamu sudah menyiapkan aku nasi goreng tomat ya?" tanya Sasuke.

"Iya, ini aku sudah nyiapain."

"Memangnya kamu bisa masak?"

"Bisa dong! Di tahun 2999 semua orang harus bisa memasak sendiri. Dan makanan kami tidak ada yang menggunakan MSG," jelas Sakura.

"Tidak menggunakan MSG? Jadi rasanya tawar dong?" tanya Sasuke.

"Tidak, rasanya tidak akan tawar, karana cara memasak kami yang sudah lebih modern, cairan dari sayuran dapat diubah sebagai pengganti MSG." Lalu Sasuke mencoba nasi goreng buatan Sakura. Saat Sasuke mencoba suapan pertama, dia langsung ketagihan. "Hahahaha…," tawa Sakura

"Kenapa?" tanya Sasuke bingung.

"Di wajah mu ada nasi." Lalu Sasuke meraba-raba wajahnya.

"Mana?"

"Sini!" Lalu Sasuke mencondongkan tubuhanya kearah Sakura, dan Sakura mengambil nasi itu. "Nah sudah!"

"Trims."Sasuke pun melanjutkan makannya. Setelah selesai dia langsung menaruh piringnya ke tempat cuci piring. Saat akan mengambil minum, dia melihat sebuah notes yang ditempelkan pada kulkas

Sasuke, kalau sudah bangun segera mandi lalu makan

Makanannya sudah dibuatkan oleh Sakura

Setelah selesai, temani Sakura keliling Distrik Konoha.

With Love,

Mikoto

p.s : kalau kau mau, kau temani Sakura keliling Tokyo

Setelah membaca notes itu, Sasuke langsung mengambil kunci mobilnya. Saat akan mengajak Salura keliling Konoha, Sakura memanggilnya. "Sasuke! Ada temanmu!"

"Siapa?"

"Karin-san!" Mendengar jawaban Sakura tadi, Sasuke langsung bergeridik ngeri setelah tahu bahwa leader dari Fans Club-nya ada di rumahnya.

"Bilang saja aku tidur!"

"Sayangnya, Karin-san tadi mendengar teriakanmu," kata Sakura saat masuk ke mini bar sambil tersenyum innocent. Sasuke mengacak-acak rambutnya sendiri.

Akhirnya dia menemui Karin yang sudah duduk manis di ruang tamu. "Pagi Sasuke-kun!"

"Mau apa kau?" tanya Sasuke sinis.

"Ya kencan dong. Kan kemarin kita sudah janjian!" kata Karin ke pe de an.

"Hah?" Lalu Sasuke membuka pintu ruang tamu yang menuju ke teras depan. "Saya rasa anda salah alamat. Kalau mau mencari rumah Suigetsu Hozuki, dia ada dua blok ke kanan dari sini!"

"Aku sedang tidak mencari Suigetsu, Sasuke-kun!"

"Terserah! Sekarang, cepat keluar dari sini!" bentak Sasuke sambil memberikan deathglare andalannya. Karin yang takut pun langsung ngibrit keluar dari rumah itu.

"Loh? Sasu, Karin-san sudah pulang?" tanya Sakura yang baru saja datang dengan membawa nampan yang berisi dua gelas teh.

"Dia salah alamat!" kata Sasuke. Dia tidak peduli dengan tatapi dengan wajah penuh tanda tanya dari Sakura.

'Hah? Salah alamat? Perasaan tadi Karin-san bilang kalau dia mencari Sasuke,' batin Sakura. "Ya setidaknya sekarang kau minum dulu teh-nya. Sayang tahu!"

"Iya, iya." Akhirnya, Sasuke menghabiskan kedua gelas teh itu.

Sakura membelalakkan matanya. "Hey! Bukannya sisakan aku satu gelas!"

"Kalau begitu kenapa tadi tidak bilang?" Sasuke melangkahkan kakinya menuju garasi.

Sesampainya disana, dia memanaskan mobil Ferrari –nya. Lalu Sakura memasuki garasi dan melihat Sasuke yang sedang memanasakan mobil. "Sasu, kau mau kemana?"

"Tadi mama tulis note yang di tempel di kulkas. Mama menyuruhku untuk menemanimu keliling Konoha."

"Yey! Kalau gitu aku ganti baju dulu ya!" Sakura pun langsung berlari ke kamarnya di lantai dua. Di kamarnya, dia mengganti baju. Secepat kilat, sekarang dia sudah turun lagi. "Yak! Aku siap!"

Sasuke yang melihatnya berganti baju secara kilat itu pun langsung cengok. "Hei Sasu! Kau kenapa?" tanya Sakura sambil mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah Sasuke.

Sasuke pun akhirnya sadar. "Ti-tidak. Ayo kita pergi." Akhirnya mereka menaiki mobil Ferrari Sasuke.

Selama di perjalanan, Sakura tak henti-hentinya mengagumi setiap tempat yang menarik di Konoha. Tiba-tiba Sasuke menghentikan Mobilnya. "Ada apa Sasuke?" tanya Sakura yang bingung.

"Kalau mau ke sana harus jalan kaki. Jadi mobilnya di taruh di sini saja!" kata Sasuke sambil menunjuk jalan yang terbuat dari batu blok. Gedung-gedung disana adalah bangunan-bangunan tua. Pemerintah Konoha melestarikan tempat ini supaya orang-orang dapat melihat bentuk Konoha saat jaman dulu. Disini tidak boleh ada kendaraan bermotor yang melintas, hanya sepeda yang boleh.

Hari ini banyak orang yang mengunjungi tempat itu. Penyebabnya adalah, adanya festival musim semi. Biasanya kalau di Konoha, setiap pergantian musim pasti ada festival. Sasuke dan Sakura hanya melewati tempat itu. Penyebabnya karena Sasuke tidak menyukai keramaian.

"Sasu, kita ke sana yuk!" ajak Sakura.

"Gak!"

"Kenapa?"

"Panas," jawab Sasuke singkat.

"Ayolah, aku kan ingin tahu," kata Sakura sambil mengeluarkan puppy eyes –nya. Sasuke yang melihat puppy eyes milik Sakura pun menjadi luluh.

"Baiklah," kata Sasuke pasrah.

"Yey!" seru Sakura girang saat mendengat jawaban Sasuke. Tanpa sadar Sakura memeluk Sasuke dan menyebabkan Sasuke memiliki semburat merah di pipinya. "Ayo kita ke sana!"

Sakura dan Sasuke pun pergi ketempat festival itu diadakan. Disana terdapat banyak counter. Ada counter game, camilan, ramalan, dan lain-lain. Sakura main berbagai permaina yang ada di sana. Salah satunya adalah tangkap ikan Koi dengan jala yang terbuat dari kertas.

"Hahaha…" tawa Sasuke saat Sakura tidak bisa menangkap ikan Koi itu. Saat mendengar Sasuke menertawakannya, Sakura mengerucutkan bibirnya, membuat dia terlihat menggemaskan dihadapan Sasuke.

Saat melewat counter gulali, Sakura bertanya pada Sasuke. "Sasu, ini apa?" tanya Sakura sambil menunjuk sekantung gulali itu.

"Oh, itu. Itu tuh gulali. Kau mau?" tanya Sasuke dan dijawab dengan anggukkan kepala oleh Sasuke. "Pak, gulalinya Satu!" Penjual gulali itu pun memberikan sekantung gulali berwarna merah muda pada Sasuke, dan Sasuke pun menyerahkan uang pembayarannya.

"Trima kasih ya Sasu!" ucap Sakura girang saat Sasuke memberikan gulali itu pada Sakura. "Kau mau Sasu?" tanya Sakura menawarkan.

"Tidak, terima kasih." Sasuke menolak dengan halus.

"Kenapa?"

"Aku tidak suka makanan manis," jawab Sasuke singkat. Mereka pun berkeliling di tempat festival itu.

Saat ini Sakura dan Sasuke diliputi tawa. Tanpa mereka sadari bahwa orang-orang dari tahun 2999 sudah mulai bergerak.

Tahun 2999…

Ceklek…

Terdengarlah suara pintu terbuka. Saat pintu itu terbuka terlihatlah seorang laki-laki berrambut keperakkan yang menggunakan masker berwarna gelap di sana. Orang-orang yang berada di dalam ruangan itu langsung menoleh ke arah pintu yang terbuka itu.

"Kau terlambat lagi Kakashi!" kata seorang wanita yang terlihat masih muda yang sedang duduk di balik meja. Wanita itu berrambut pirang dan dikuncir dua di belakang.

"Aa… Maaf Tsunade-sama," kata laki-laki itu yang diketahui bernama Kakashi. "Jadi ada apa ini?" tanya Kakashi sambil melangkah memasuki ruangan itu.

"Haruno Sakura, seorang lulusan dari Japan University, melarikan diri dengan menggunakan mesin waktu," jelas Tsunade.

"Ja-jadi, maksud anda Sakura sahabat saya?" tanya seorang laki-laki berrambut hitam yang di kuncir seperti nanas.

"Benar Shikamaru."

"Ke tahun berapa dia pergi?" tanya seorang yang berrambut jabrik berwarna coklat gelap dan juga yang menggunakan besi yang seperti pelindung di sekeliling wajahnya.

"Setelah di lacak, dia pergi ke tahun 2010."

"Kalian harus cepat membawanya kemari. Manusia tahun 2999 tidak tahan dengan polusi udara. Terlebih lagi, tingkat polusi udara di tahun 2010 sanagatlah tinggi." Seorang wanita berrambut hitam pendek yang berdiri di samping Tsunade sambil menggendong seekor babi di pelukkannya, menjelaskan. Ia adalah Shizune, asisten pribadi Tsunade. Dia juga adalah keponakan dari suami Tsunade.

Lalu Tsunade bangkit dari duduknya. "Hatake Kakashi, Tenzou, Nara Shikamaru, kuperintahkan kalian untuk membawa Haruno Sakura kembali ke tahun 2999," perintah Tsunade.

To Be Continue…


HUAHAHAHAH- *dibekep karena ketawa keras-keras*

Halo semua… We meet again *sok Inggris*

Maap kalo lama update. Saya lagi kena virus.

Lisa : Virus apaan?

Kazu : Virus malas Shikamaru dan tukang telat Kakashi *senyum innocent* Saya mengakui, saya lagi males ngetik. Lagi pula saya males ngetik kan karena sebenarnya chapter 2 ini sudah setengah selesai, tapi karena my laptop kena virus, hiks…hiks… HUA… ceritanya jadi ilang.

Oh ya, sekedar pemberitahuan yang menurut saya mungkin kalian udah tahu. Tenzou itu nama asli dari Yamato

Hahaha, gak banyak cing cong, aye bales review dulu yaaa… (buat yang gak login)

Sakura Haruno 1995 : ini udah di update. Review lagi?

Icha yukina clyne : hehe, aye masih baru di sini, jadi jangan manggil dengan sebutan senpai ya. Kalo soal Sasuke cinta mati sama Sakura, saya gak bisa ngasih tahu. Itu rahasia perusahaan *plak*. Review lagi yaa…

4ntk4-ch4n : ini udah update. Review lagi?

Thanks buat yang udah baca dan review. Baca terus ya….

Read and review please?

Sign,

Uchiha Kazuma Big Tomat

August 20, 2010