Part 1:

Mister Anonymous

xxx

Daftar ke-2 urutan terbaik SMA se-Seoul. Siapa yang tidak tahu tentang SM SHS? Mereka berpengaruh besar dalam meluluskan generasi-generasi penerus yang kompeten. Tenaga pendidiknya super handal, sekolah membuat program-program belajar yang menarik, fasilitas super memadai dan murid-murid cerdas entah itu di bidang akademik, non-akademik maupun kesenian.

Tapi dari seluruh kesempurnaan SM SHS, rasisme sangat terasa disini--jika kalian ingat kata-kata Kyungsoo, pria bermata bulat itu mengatakannya benar.

Ada tiga kasta tertinggi di SM SHS. Dari yang paling bawah ada kasta dimana kumpulan para anak-anak berprestasi yang selalu menyumbangkan berbagai macam penghargaan sekolah. Kasta menengah, mereka menggunakan kemampuan sinkronisasi otak dengan otot mereka dengan super baik. Tonjokkan dan tendangan adalah senjatanya, kasta preman. Dan kasta yang tertinggi, berisi siswa-siswa dengan latar keluarga orang hebat dengan kekayaan melimpah. Membuat mereka berkuasa karena derasnya aliran uang.

Tapi, diatas 3 kasta tertinggi itu ada satu lagi yang teratas. Mereka tidak menyebut diri mereka dengan sebutan kasta. Mereka menyebut diri mereka Ex'Act.

Kumpulan siswa super berprestasi dengan IQ diatas rata-rata, latar belakang keluarga hebat serta kemampuan bela diri super tak terkalahkan.

Mereka sempurna. Mereka penguasa. Mereka adalah Ex'act.

Paling ditakuti, selalu tawuran dengan SMA-SMA tetangga, membuat masalah adalah pekerjaan mereka. Urakan dan berandalan. Tapi sekolah tidak bisa apa-apa selain berlapang dada. Ingat jika mereka berpengaruh akan prestasi sekolah juga latar belakang keluarga yang tidak main-main.

Jangan lupakan wajah tampan mereka, membuat siapa saja terpesona dan bertekuk lutut. Memang terdengar berlebihan dan seperti cerita drama picisan, tapi itu benar adanya.

"Sehun, ambilkan aku soda dikulkas kumohon~" Rengek Jongin dengan aegyo menjijikannya.

"Ah kaki Sehun sakit Jongin~ kau ambil sendiri ya?" Balas Sehun dengan aegyo yang sama menjijikannya.

"Ah kalian sangat menjijikan. Rasanya aku ingin menguliti kalian~" Yang ini Suho dengan suara lembutnya, tapi tidak dengan mata pembunuhnya dan tangan yang sudah ancang-ancang akan menjambak Sehun juga Jongin.

"Aku akan mentraktirmu ramen instan jika kau benar-benar membotaki mereka," Timpal Chanyeol, memberikan dukungan sepenuhnya kepada Suho yang sudah mulai menjambaki Sehun dan Jongin. "Kenapa teman-temanku tidak ada yang waras?" Ujar Chanyeol lagi, mendesah kasar melihat kelakuan absrud para teman-temannya yang sedang berada di basecamp mereka. Atau lebih tepatnya bangunan perpustakaan setengah jadi yang pembangunannya dihentikan. Tepat berada di sisi belakang luar sekolah yang sunyi. Dirombak sedemikian rupa hingga terlihat seperti apartemen pribadi mereka.

Mungkin, anggota Ex'act tidak semenakutkan seperti rumor yang beredar.

"Yak! Ini sakit, bilang saja tidak tahan dengan keimutanku saat meminta minum pada Sehun tadi!" Suara Jongin terdengar, tapi Suho tidak melepaskan jambakannya.

Namanya Kim Jongin. Kelas 12-C, sekertaris kelas walau tulisannya jauh dari kata rapih. Anak dari kepala departemen kepolisian Seoul, tapi tingkahnya tak jauh berbeda dengan narapidana yang selalu ditangkap ayahnya. Selera humor yang sangat rendah, mudah baper, dan pecinta ayam goreng. Tapi super tampan dengan kulit eksotisnya, apalagi sikap ramahnya membuat ia yang paling mudah membuat orang terpesona.

"Tidak, Suho begitu karena keimutanku. Thethun itu telimut tiada taya!" Perkataan Sehun tidak hanya membuat Suho mual, tapi seluruh orang yang ada di ruangan itu.

Oh Sehun namanya. Kulit albino, bibir tipis, hidung mancung dan tatapan super datar menyerupai vampirenya membuat orang-orang berpikir bahwa ia adalah seseorang yang dingin, jutek, cuek atau semacamnya. Tapi salah besar, ia sangat kekanak-kanakan. Paling manja dan bawel serta yang paling melakonis. Patner in crimenya Jongin. Ayahnya seorang Presdir Hotel terbaik di Korea. Sekelas dengan Jongin, dan lebih anehnya lagi ia terpilih sebagai ketua kelas.

"Sudahlah, aku capek. Bedebah sialan dasar," Ujar Suho menyerah menghadapai tingkah bebal Sehun dan Jongin. Memilih tiduran di atas sofa, dengan kepala diatas paha Chanyeol.

Kata anak-anak, Kim Suho ini adalah black card berjalan. Orangtuanya adalah salah satu dari 5 orang terkaya di Korea. Kebanggan siswa kelas 12-A mengingat ia tak pernah absen dalam memberikan prestasi dalam bidang matematika dan fisika. Walau tubuhnya pendek jangan remehkan kemampuan taekwondo nya. Cerewet tapi super pengertian.

"Kalian berisik, aku sedang tidak dalam mood yang baik. Hari ini, ada 3 orang yang menyatakan cintanya padaku. Teman sekelas, adik kelas dan anak sekolah sebelah. Kenapa mereka tidak henti-hentinya datang kepadaku?!" Seru Chanyeol frustasi.

Dan yang terakhir, yang sering disebut sebagai ketua nya anggota Ex'Act, ialah Park Chanyeol. Kelas 12-B, ketua klub radio serta menjadi drummer di dalam band sekolah yang sudah bolak-balik memenangkan perhargaan. Anak dari direktur rumah sakit serta keturunan konglomerat. Selalu tertarik dengan hal seni, dianggap yang paling tampan tapi memiliki sedikit 'alergi' yang namanya pernyataan cinta.

Sungguh, Chanyeol muak dengan semuanya ini. Bahkan saat ia sudah mencoba menjadi berandalan yang menakutkan, orang-orang gila itu tetap akan mengejar Chanyeol seakan sesaeng fans. Mengerikan, membuat Chanyeol sedikit paranoid.

"Astaga, begitu larisnya ketua kita," Ucap Jongin jenaka. Lalu kembali fokus pada layar ponselnya yang menampilkan pengumuman pertandingan basket. Ia dan Sehun akan hadir--tentu saja mengingat mereka yang terbaik dalam basket. Astaga, Sehun dan Jongin benar-benar tak terpisahkan.

"Kenapa tidak pacari saja salah satu dari mereka, dengan begitu yang lain akan berhenti begitu menyadari kau ada yang punya," Saran Sehun, terlihat ada benarnya.

"Masalahnya tidak ada salah satu dari mereka yang normal. Mereka semuanya maniak!" Seru Chanyeol kesal. Astaga, dimana sikap dingin dan penuh wibawanya pergi?

"Pacari saja Sehun atau Jongin. Selesaikan? Tapi jangan pacari aku, standarku tinggi." Chanyeol langsung memukul pelan jidat Suho yang ada dipangkuannya. Suho tertawa terbahak.

"Sejomblo-jomblonya aku, aku tidak mungkin pacaran dengan mahluk tiang yang pernah menangis dua hari dua malam karena anjingnya menghilang," ujar Sehun, mengingat rupa hancur Chanyeol karena Toben menghilang 2 hari.

"Dan sejomblo-jomblonya aku, tidak mungkin aku pacaran dengan orang yang lari terbirit dikejar kecoak terbang," timpal Jongin lagi. Tak lama setelahnya, ia dan Sehun bertosan.

"Oke, kalian resmi berjodoh," Ujar Suho datar menatap Jongin dan Sehun.

"Lalu, aku harus bagaimana?" Chanyeol mengerang frustasi.

"Santai, kulihat banyak bibit-bibit unggul diantara anak kelas 10 yang baru. Yeah mereka cukup imut." Akhirnya Suho prihatin dengan kondisi Chanyeol. Para fans Chanyeol memang sedikit anarkis.

"Serius? Memangnya ada yang kira-kira cocok denganku?" Tanya Chanyeol.

"Entah. Tapi jika kau akhirnya mendaparkan kekasih, sebagai orang pertama yang berstatus taken di Ex'act kau harus mentraktir kami Pizza," Usul Jongin tak tahu diri.

"Setuju!" Sehun berseru.

"Sialan kalian."

xxx

"Aku bakal mati Kyung, gimana ini?"

"Baru beberapa jam kau sekolah dan baru dua hari aku mendarat di Jepang. Aku bahkan belum mencoba sepotong takoyakipun disini, dan kau sudah membuat masalah?"

"Iya, masalah yang sangat besar!"

Sekarang, Baekhyun sedang berada di dalam toilet laki-laki. Segera menelpon Kyungsoo dan mengadu panik.

"Apa kau berhasil masuk kelompok anak SMA keren?" Tanya Kyungsoo diujung sana.

"Kabar baiknya, aku masuk kedalam kelompok anak SMA super keren dikelasku. Mereka benar-benar keren dan aku merasa bangga. Tapi ada kabar buruk." Baekhyun mendesah lemah diakhir kalimatnya.

"Apa itu?"

"Mereka semua memiliki pacar atau setidaknya gebetan. Jika aku tidak punya, bukankah kelihatan payah? Jadi aku berpura-pura mengatakan jika diriku punya pacar yang sangat tampan. Mereka percaya tapi kabar buruknya, besok masing-masing dari kami harus menbawa foto wajah pacar kita sendiri!" Baekhyun menjelaskan, terlihat seperti mengadu sebenarnya.

"Astaga, terus sekarang apa yang akan kau lakukan? Bagaimana jika kau ketahuan?"

"Aku ada satu ide."

"Apa?"

"Kyung, jadi pacarku mau? Ku mohon hanya sebuah foto!"

"Apa-apaan, tidak ah. Lagi pula apa mereka percaya jika aku ini sangat tampan? Kita sama-sama pihak bawah, Byun. Hanya foto kan? Apa susahnya memotret sembarang orang yang kau anggap cukup tampan. Entah itu pejalan kaki kek atau tetanggamu. Mereka juga tidak akan mencarinya kan?"

"Eh iya benar juga sih."

"Baekhyun-Baekhyun, bagaimana nasibmu tanpa diriku?"

"Hehehe cinta kamu Kyung. Baiklah, terimakasih untuk semuanya ya, dadah!"

Diujung sana, Kyungsoo merasa bangga. Lagi-lagi ajarannya berguna bagi Baekhyun. Dan ia lagi-lagi tak menyadari ajarannya adalah sebuah malapetaka.

xxx

Baekhyun menyipitkan matanya. Menatap jeli kaleng-kaleng ikan sarden yang ibunya titip tadi sore.

Yang mana yang paling enak, murah dan banyak?

Keranjang belanjaanya sudah penuh dengan selai cokelat, buah strawberry, keripik dan minuman soda. Rencananya setelah makan malam, ia dan kakaknya--Baekbom akan menonton film IT di laptop. Mumpung besok masuk siang karena paginya sekolah akan mendata murid-murid yang baru masuk dulu.

"Aku mau yang itu." Baekhyun mendongak, menatap jejeran kaleng sarden yang enak, murah juga banyak tapi terdapat dirak teratas. Dimana rak itu tidak bisa dijangkau oleh Baekhyun.

Baekhyun berjinjit, mencoba meraih kaleng sarden itu walau tak bisa. Tetap berusaha hingga sebuah suara berat terdengar ditelinganya.

"Butuh bantuan?"

Baekhyun refleks berbalik dan mendapati sebuah dada bidang tepat dihadapannya. Tubuh laki-laki itu tinggi dan tegap. Bau sabun lemon segar menguar kuat. Baekhyun perlahan mendongak, terkesiap mendapati wajah rupawan dengan telinga lebar tengah mengambilkan kaleng sarden untuknya.

'CKREK'

Tanpa sadar, Baekhyun mengangkat ponselnya dan memfotonya.

"Huh?" Laki-laki itu tampak Bingung. Sadar, Baekhyun segera memasukkan ponselnya, memgambil kaleng sarden dari tangan laki-laki itu. Membungkuk terima kasih dan langsung lari meninggalkan laki-laki yang masih diam karena kebingungan.

"Yang barusan itu paparazi ya?"

Setidaknya hari ini, Baekhyun mendapatkan foto pacar super tampannya.

xxxyeay i'm back with first chap!jujur kayaknya semua drama bergenre school life yang pernah kutonton jadi inspirasi di ff ini lolkalian boleh anggap Ex'Act itu kek F4 XD /almost paradise~~.gudh nebak pair siapa lg selain chanbaek disini? YAP Sehun and Jongin ofc. Tapi karena aku menganut Kaihun juga Hunkai aku bingung disini seme siapa uke siapa :)),Udhlah ya sekian bacotkumakasih bnyk yg udh review walaupun follow stories ini!/walo dikit bat :#)tengs jg yg udh bacanomu nomu lobeu!