Serendipity
-Part Gakushuu-
.
.
.
Versi Revisi Indonesia dari Collab
bersama bakamurario (IG)
Fanfic © maoriryuu ft. bakamurario
Ansatsu Kyoushitsu © Matsui Yuusei
Serendipity © Park Jimin—Kim Namjoon (song writer)
WARNING: OOC(s), Typo(s), Alur kecepetan (maybe) etc
enjoy
…. …..
Dilahirkan di keluarga kaya, diberkahi ketampanan dan kecerdasan yang melebihi batas, itu adalah gambaran yang tepat untuk Asano Gakushuu,tetapi kehidupan SMPnya yang selalu penuh dengan harga diri membuatnya sulit mendapatkan 'teman' yang benar-benar teman.
Saat kecil ia bahagia—banyak sekali hal-hal yang membuatnya senang.
Tetapi semua itu berubah saat ayahnya berubah, dia bukanlah Asano Gakuhou yang penyayang seperti yang dikenalnya dulu, saat ayahnya berubah, siklus kehidupannya pun mulai berubah harga diri—semua itu, dia diajarkan ayahnya untuk memakai topeng—agar harga diri mereka tetap.
Gakushuu sekarang merupakan Gakushuu hasil 'revisi' ayahnya, namun ia juga bagaimanapun hanyalah manusia biasa, dia masih memiliki hati, maka ia tak membiarkan ayahnya sepenuhnya mengubah 'hati'nya.
-x
Upacara penyambutan kelas 1 berjalan lancar, Gakushuu yang saat itu memasuki kelas 2 mulai was was akan pengaruh cuci otak ayahnya, semua ini karena sebentar lagi ia akan lulus, dan ia pun tahu bahwa ayahnya menginginkannya berada di peringkat pertama, seperti yang biasa ia lakukan di semester –semester sebelumnya, meskipun dia lelah, namun itu semua ia lakukan demi mempertahankan 'hati'nya.
Jangan sampai terlihat, harus bergerak semulus mungkin, jika ayahnya tau, maka matilah dia.
Pulang sekolah selepas dari rapat OSIS, Gakushuu diam-diam bermain ke taman, bermain ayunan sendirian, atau malam-malam membeli makanan atau snack kesukaannya di supermarket, semua itu ia lakukan diam-diam, dan selalu berhasil, dia juga was-was akan adanya murid dari SMP Kunugigaoka.
Hingga pada sore itu, hujan.
Gakushuu menghela nafas, untung saja ayahnya ada urusan keluar kota, maka dia tidak akan mengecek keadaan Gakushuu, ibunya juga sedang ke rumah nenek, Gakushuu menenteng bahan masakan dan snack yang dia beli, matanya kemudian melihat dua orang gadis, sepertinya yatim-piatu, karena Gakushuu tak melihat satupun orang dewasa di dekatnya, ditambah bajunya agak berantakan.
Ia lupa mengecek sekeliling, tanpa pikir ia membeli sebuah payung dan beberapa snack hangat kemudian memberinya kepada kedua anak tersebut, anak itu berterima kasih pada Gakushuu sebelum berjalan—ke arah sebuah Panti Asuhan yang cukup jauh dari situ, Gakushuu tersenyum hangat pada mereka, ia terkekeh pelan sebelum akhirnya matanya bertemu dengan iris berwarna biru.
Nakamura Rio, ada disana sambil menatapnya.
Dia diam tak berkutik, bagaimana ini? Apakah ia akan memberi tau kepada Kepala Sekolah? Apakah ia akan mengejeknya? Menggosipnya? Atau bahkan yang lebih buruk, dia akan menyogoknya dengan itu?
Tidak!
…. – ….
Beberapa saat kemudian, beberapa pagi kemudian, Gakushuu merasa sangat mual, gelisah, dan ketakutan.
Ingin rasanya Gakushuu berteriak sekencang-kencangnya, atau bahkan menyogok gadis itu.
Tetapi tentu ia takkan lakukan itu—cukup di depan ayahnya saja, tidak di depan yang lain, cukup di sekolah saja, jangan di masyarakat, cukup, cukup itu saja, Gakushuu tak mau ia semakin melupakan jati dirinya dan menjadi seorang monster seperti ayahnya.
Gakushuu akhirnya memutuskan menggunakan jalan damai,dia akan memberi tau Rio untuk merahasiakannya, dan itu terjadi siang ini.
Masih diliputi kecemasan, Gakushuu menopang dagunya dengan kedua tangannya, berharap Rio mau mendengarkannya, berharap setidaknya Rio cukup baik untuk melepaskannya, berharap setidaknya dia lupa—dia bahkan berharap kalau Rio akan melupakan apa yang ia lihat.
Tetapi tentu saja, itu tak berjalan lancar.
Dilihat dari gaya berpakaian—dan kelakuannya di sekolah, Rio Nakamura bukanlah orang yang bisa diajak kompromi, dengan siapapun, termasuk, temannya apalagi Gakushuu yang tak dikenalnya—kecuali itu untuk kepentingan dirinya.
Gakushuu akhirnya menyerah—menyerah kepada takdir, itu adalah pertama kalinya ia mengakui kekalahannya, di depan seorang gadis bersurai pirang, yang pada akhirnya hal itu bekerja juga, dia hanya perlu jujur.
Setelah gadis itu pergi, Gakushuu menatapnya dari belakang.
"Terima Kasih," bisik Gakushuu
…. – ….
"Kau telat lagi ya?"
Gakushuu terdiam di tempat begitu menyadari hari ini Gakuhou pulang agak cepat, Gakushuu hanya menganggukan kepalanya sambil melepas sepatunya dan menaruhnya di rak sepatu tanpa menatap ayahnya, dia hendak berjalan ke atas, hingga ia mendengar suara dehaman ayahnya.
"Ya?"
"Aku dengar, kau membelikan payung untuk dua orang gadis kecil?"
Badan Gakushuu kaku, kenapa dia bisa tau? Apakah gadis Nakamura itu yang memberi taunya? Kenapa? Padahal Gakushuu mempercayainya.
"Apa? Tentu tidak, darimana kau mendapatkan berita itu, ayah?" tanya Gakushuu
"Seorang murid memberi tahuku, murid kelas 2,"
Deg.
"Namanya, Akabane Karma,"
Ah, Bukan Nakamura-san.
"Jangan konyol, untuk apa aku melakukan itu? Murid itu pasti hanya ingin dapat penghargaan darimu ayah," tawa Gakushuu "Atau jangan-jangan kau malah mempercayai kalimatnya? Kau mulai percaya pada kaum rendahan, ya, Ayah?" tanya Gakushuu lagi
Gakuhou terkekeh.
"Bagaimana ya, Gakushuu-kun? Dia itu sainganmu," senyum Gakuhou sinis.
Saingan?
"Tidak ada yang bisa membuatku berlutut atau mengaku kalah, ayah," kata Gakushuu, suaranya mejadi tajam.
Gakuhou hanya tertawa mendengar jawaban anaknya—tawa mengejek.
"Kau tau, siapa yang nyaris merebut posisimu di nomor 1 selama ini? Kalau saja bukan karena etikamu—karena topengmu itu didepan semuanya, dan untunglah sikap Akabane-kun belum bisa dikatakan baik.. Maka kau yang menjadi nomor 1 Gakushuu-kun," kata Gakuhou.
"cih!"
Gakushuu mendecih kemudian masuk kedalam kamarnya, kemudian ia menyadari.
Dia semakin mirip ayahnya.
-x
Kabut tebal menutupi jalanan. Diantara semua itu, Asano Gakuhou berjalan bersama istrinya, menatap nanar akan sesuatu.
"Jika saja,"
"Dulu…,"
- [end]
Mwehehehe XD Belum tau ini genrenya mau apah sih, tapi kita liat aja dulu
Chapter 3nya nanti abis Saku beres sidang TvT)b
Yak segitu aja dulu! Care for a Review? XD
-Sakurashadowsfc
