Hetalia punya om Himaruya Hikadez
Cerita milik Kopi and Co
saya tidak mengambil keuntungan apa pun dari karya traspormatif ini.
Malam ini diadakan pertemuan Kuparjo seperti biasanya. Yah apa boleh buat meski aku tak rela meninggalkan komik baruku yang baru separuh halaman terbaca, aku tetap saja ikut ke acara perkumpulan. Itung-itung buat ngusir bosan.
Padahal dah malam banget tapi semangat mereka kayak masih pagi, aku salut deh. Dari ruang tamu aku dari tadi dengar suara sepatu menapak lantai dan tangga, aku juga lihat penghuni kos kosan yang pada berlalu lalang di sekitaran lantai dua dan tangga. Menggedor- gedor pintu tetangga kamar, nyumpahin sesama anak kos, saling lempar barang dan lain-lain kegiatan geje. Ok lupakan aja kegiatan mereka.
Yang penting sekarang aku, Lukas dan Vladimir lagi nyiapin lilin lilin buat acara Kuparjo. Kenapa pake lilin? Maklum kos kosan kita ini amat sangat kere. Saking kerenya lampu di ruang tamu ini belum diganti baru meski dah mati sedari dua minggu lalu. Sungguh deh.
Sekarang lilin dah siap, cek
Korek, cek
Makanan ringan, cek
Ok! inilah saatnya (ahem)
" WOI YANG PADA DIATAS! CEPETAN TURUN !!! "
*Brum Bum Bum*
*Brak brok bruk*
"Aduh sakiit, pusing pala gue "
" Git! Sapa suruh lo buat dorong dorong gue?!"
" Waaa burger gue, Waaa soda gue! Iggiiiiie! pokok nya lo tanggung jawab atas burger n soda gue "
" Bloody Git! ngapain aku tanggung jawab? Salah lu bawa makanan banyak banyak!! "
'Ini nih yang bikin kesel, masa tiap hari kerjanya ribut mulu gak capek apa?! '
dan reader pasti tahu kan senjata apa yang akan aku keluarkan? Yak tepat sekali teplon penggorengan!( Dapat piring cantik bagi readers yang tahu. )
Aku menarik nafas dalam dan mengacungkan teplonku ke arah mereka
" WOI BISA BERHENTI GAK ATO ACARA GAK MULAI " Teriakku dari lantai bawah (baca ruang tamu)
Mereka seketika diam dan langsung mengambil tempat di tengah-tengah ruang tamu tentu saja mengelilingi lilin.
Lesehan saja tanpa kursi apalagi tikar. Kami semua duduk di atas lantai tegelan.
*Srek srek bum*
*Srek srek bum*
"Sudah da "
" (Ahem ) Baiklah... Perhatian saudara saudaraku sejomblo dan ternistah. Puji syukur kami panjatkan ke kehadirat Tuhan YME yang telah melimpahkan rahmatnya sehingga kami dapat berkumpul dan hadir pada acara mingguan tercintah kita KUPARJO! "
"Wuuuuuuuu YEAH !"
Semua orang plus aku bertepuk tangan atas pidato dadakan yang tumben-tumbennya dibawakan oleh Romano.
"...Dan turut BERDUKA CITA bagi mereka yang sudah tidak jomblo sebab apa Saudara saudara ???"
Dalam sekejap massa mulai riuh, Romano memang pandai dalam membakar semangat.
" SEBAB MEREKA MELEWATKAN EVENT YANG SUPER AWESOME INI !! WUUU" Sahut Mattias Køhler dengan pedenya tak lupa cengirannya yang udah menyainggi Guy sensei dari anime sebelah.
" Wuuuuu"
Massa kian riuh, terbawa euforia sampai-sampai si Gil-gil gak marah kata-katanya di copy paste se-enak jidat.
Alfred tiba-tiba berdiri " AKU SETUJU DENGANMU! 1000 PERSEN SETUJU!"Kata Alpret dengan 2 jempolnya terangkat.
"WUUUUUU"
Massa makin riuh, bung, aku dapat merasakannya. Semangat para jomblo sudah ditingkat maximal, bahkan kilatan mata mereka sudah tergambar kilau semangat. Romano sukses besar.
Romano pun duduk di tempat semula.
" KUPARJO!"
"JAYA! "
"KUPARJO! "
"JAYA!"
"KUPARJOO!? " Seru Arthur mengambil ancang ancang berdiri
" JAYA JAYA JAYA!! " sahut kami
(prok prok prok) "Good job, guys. " kata Arthur sambil tepuk tangan elegant.
" Terimakasih untuk Romano yang telah memberi sambutan. " kata Arthur sambil menoleh ke Romano.
" Berhubung saya yang sekarang kejatahan jadi MC jadi langsung saja tanpa berlama lama acara kita mulai! Baik kepada saudara Bernad be- (ahem ) maksud saya Berwald waktu dan tempat dipersilakan "
Arthur sekarang kembali duduk di posisi semula. Sepertinya ini bakalan bagus deh. Jarang-jarangkan Berwald story telling??
" Whaaat appoo? Berwald ??? "
"Yee aku dah kangen sama ceritamuu" Seru Matias n Lukas. Ini tentu saja menimbulkan tanda tanya bagiku. Emangnya Berward dulu suka story telling??
" Veee ayo gek ndang dimulaiii"
" Cepetan ato tak dor! "
Aku pun menyodorkan toples isi pertanyaan. Berward menggambil satu gulungan kecil.
" Sini aku baca pertanyaan." kataku menyodorkan tangan.
" Nih" Katanya singkat amat.
Pertanyaan : Jomblo ala... BERWALD!
" (Ahem) Saudara- saudaraku sejomblo dan sejones tercintah...
Kalian pasti tahu rasanya di tolak, di PHP, rasanya ditikung! Memendam rasa pada gebetan yang parahnya dah ada yang punya... ( menyeka air mata)
( huufp ) Sebelum aku mulai kisahku aku mau tanya, adakah diantara saudara sekalian yang pernah diputusin sepihak ? "
Aku mengankat tangan, aku lihat dalam lingkaran perkumpulan banyak juga yang angkat tangan.
Berwald mengangguk, pemuda Swedia itu memulai kisahnya.
" Untuk kisah ini aku beri judul..." Berward menulis sesuatu di kertas.
MALMING
" Sungguh sakit rasanya melihat cople2 pergi di malam minggu kayak begini...
Memang bener malming lebih horror dari malah jumat kliwon. Horrornya gak telulungan. Kalo gak percaya tanya rekan rekan ku yang pernah ikutan malmingan bareng aku. "
*Krik krik krik*
"Dulu gue terkenal se SMA sebagai Ketos yang ganteng. Tapi karena gue gak laku laku alias jones pamor gue sebagai murid tamvan pun turun...
Karena gua dah enek dapat julukan Jones, tiap hari gua pun sering ke perpus buat ngadem dikit. Eh gak tahunya malah ketemu en temanan ama dua orang yang senasip kayak gue SAlut brooo " kata si Berwald ngelirik Lukas ama Mattias.
" Ini mana serem nya? " Tanyaku langsung.
" Sabar kak... (ahem ) Pada suatu malming, Lukas ama Mattias ngajakin aku buat uji nyali ke sekolah. Berhubung kita dah bosen nonton film ato main game bareng, Aku setuju aja.
Malam itu banyak banget bersliweran cowok cewek yang pada gandengan. Itu baru di depan gerbang rumah loh!
Perjalanan ke sekolah itu harus ngelewati taman, harus kuat iman. Gue sebenarnya dah gak tahan, namun gengsi buat nunjukin kalau gue kepingin juga gua pun masang tampang poker face, Lukas juga sama masang poker face, Matthias lah yang jadi masalahnya. Dia dah gak kuat akhirnya kita belok ke tempat yang rada sepi buat nungguin Mattias selesai nanggis. Pa..." (tertawa)
pendengar ketawa bareng Berwald "
Ucapan Berward dipotong Mattias
" Woi Itu aib bang, A I B jangan di ceritain " Ucap Matthias, mukanya udah mewek.
" Idih Uweee Matthias diem diem cengeng" Godaku.
( pendengar makin riuh tertawa)
" Sorry bro, terlalu lucu buat gak diceritain. hehe "
" Lanjut, Lanjut bang" Ucap Emil antusias.
" Sampai deh disekolah. Gerbangnya di tutup, tapi karena gue ini mantan Nathan nya Sma Biru Langit, gue dkk bisa masuk sekolah lewat pintu belakang.
Sekolah malam itu sungguh gelap, kami pun langsung ngidupin senter, Eh pas mau bergerak dari lapangan upacara menuju hall, ada suara...
Cewek
Kami pun mengikuti suaranya dari mana dan ternyata berasal dari pohon Oak di tengah lapangan upacara. Matthias ragu- ragu nyenteri bagian atas pohon, eh pas kena sorot senter, ada suara gedebuk benda lumayan besar jatuh, ternyata...
Sebuah kelapa jatuh dari pohonnya.
kami takut dan mau pulang tapi si Lukas yang berdiri di belakang kita ngeluarin jeritan tertahan, pake narik narik jaket gua pulak, gua dan Matthias langsung nenggok. Ada dua tangan tangan nempel di pundaknya lukas, Lukas dah pucat banget mukanya.
Dingin* kata Lukas dalam ketakutannya yang setengah hidup, sambil dia berusaha menengok lewat pundaknya ke arah kiri belakang.
Kami bertiga terpaku gak bisa gerak, gak bisa bicara dan pucat pasi.
Mana tangan yang penuh dengan tonjolan urat itu bergerak dengan lambat dan horror.
( Berwald pake suara berat ) " Nak, sudah malam, ayo ikut bapak aja "
jujur kami dah serasa mau pingsan, rasanya kami kehilangan darah, di tambah jantung kami yang berdetak hebat.
" Nooooooo" Teriak gue dah kayak anak cewek yang liat tikus.
Kami pun sekuat menarik Lukas bebas dan lari. Tapi pas sampai gerbang Mattias jatuh dan bisa bisa nya dia sok HeRo! ("HEI!" Alfred protes) Dengan bilang gini...
( niruin suara mathias ) " Tinggalin aja akuuu, aku rela jika kalian selamat. "
Emang dia kira ini suting film apocalyp apa??
Dan gue pun memapah dia dan bersama sama lari keluar gerbang yang untungnya gak dikunci. Setelah keluar gerbang kita merasa lega dan saat kita mengintip perkarangan sekolah lewat gerbang
FU*K*G S*T !! Janc*k ! ! Anjerr!
Dibawah TKP horror tadi, bayangan hitam bergerak dan Ceklek dia menyalakan lampu LED kuningnya. Ternyata bayangan itu ORANG! tepatnya pak Satpam Sekolah! "
(massa tertawa)
" Jadi pesan moral nya adalah jadi jomblo jangan gampang parno. Ini mending masih jomblo, coba kalau didepan pacarnya kayak gini, Harga kita brooo...( hening) Ok sekian dari Gua, Gua Berwald Oxenstierna (bener gak nulisnya) undur diri.
*Prok prok prok *
"yeeee" *wiwit cuit cuit *
" Itu tadi pengalaman dari bang Berwald, selanjutnya siapa yang mau bercerita sebelum acara inti(bagi hadiah ) kita mulai ? " Tanya Arthur selaku MC.
Setelah tengok kanan, tengok kiri. (Bagus sekarang saatnya. ) Aku berdiri.
" Oh kau, Daniel Héderváry. Waktu dan tempat dipersilakan." Ucap Arthur
" Baik (ahem) sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas partisipasi kalian dalam acara ini WAHAI PARA JOMBLOOO!
" LANGSUNG SAJA KITA MULAIII...
SIAPA KITA ???! " Tanyaku sambil mengarahkan gulungan kertas sebagai penganti mic.
"JOMBLOOOO"
Pakai kertas gulungan sebagai mic " APA MAU KITAAAA??! " mengarahkan mic ke penonton
"HUJAN DI MALAM MINGGUUU!!! WUUUUU"
aku senang mereka masih antusias. Kali ini Alfred yang mengambil kertas pertanyaan. Aku lihat Alfred berdiri dan membacakan soal.
" Pertanyaan : Bangsawan (hening) Eh ? kok gini ? "
Aku bisa lihat kebingunggan yang tersirat dibalik kacamata itu.
" Oh, Aku paham kok. " kataku.
" Yakin nih, gak mau ganti? " Tanya pemuda Amerika itu.
" Yakin, Aku dah punya satu kisah kok. " Jawabku kalem.
" Ok" katanya selanjutnya dia duduk kembali.
