Warning: kerenyes kranci, OOC, genre berbeda tiap chap mungkin, IMAJINASI HARUS TINGGI! AWAS TYPO! CERITANYA MAKIN LAMA MAKIN ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH, gaya ngetiknya jadi beda.

Genre: Humor, Family, Supernatural, keknya nyerempet Fantasy

Rate: T

Disclaimer: WO punya Koei

Note:

Nu Wa = 35 tahun

Shennong = 21 tahun

Taigong Wang = 17 tahun

Sterkenburg Cranach = 12 tahun

Sima Shi, dan Sima Zhao = 18, dan 16 tahun

Jiang Wei, dan Xiahou Ba = 18, dan 16 tahun

Susano'o, dan Nezha = 1990, dan 300 tahun

Daqiao, dan Xiaoqiao= 15 tahun

Sun Bersaudara = 22, 17, dan 12 tahun

Kaihime, dan Kaguya= 18 tahun

Cao Pi, dan Ishida Mitsunari = 20 tahun

Kanbei Kuroda, dan Takenaka Hanbei = 25, dan 19 tahun

Mystic Kos

Chapter 2: Penghuni Kamar Nomor 12

Selamat Membaca

Uh… Woh, Yeah

GURANJI BIITO no BORYUUMU motto agete

(Wanna Forget The Past)

machi no NOIZU wo kakikeshite hashitta

(The Sky Above, It Was So Beautiful)

Lagu Not Bad milik Ranmaru Utapri menggelegar dengan volume max di kamar ,tanda alarm sudah berbunyi dari hape asus milik Taigong Wang. "Hngg?" mendengar alarmnya berbunyi Taigong Wang menegakkan badannya, dan mematikan alarmnya itu, Taigong Wang mengusap-usap kepalanya, rasanya tidur cuman 10 menit. 1 menit Taigong Wang terduduk di kasurnya untuk mengumpulkan energinya, selagi mengumpulkan energi Taigong Wang melirik jam di hapenya, jam 5 pas, mandinya bentar lagi aja.

Tok tok tok

Taigong Wang melirik ke arah pintu. "SIAPA?" tanyanya agak keras. "Mau bareng ga ke sekolahnya?" tanya balik dari pemilik suara di luar. "Hmm?" Taigong Wang mengangkat sebelah alisnya terus ngeliat badannya yang masih pake piyama, "ELU DULUAN AJA! GUE BELUM MANDI!" lalu orang yang diluar membalas, "Baiklah."

30 menit berlalu, Taigong Wang baru meniatkan diri untuk berdiri dari kasurnya, lalu berjalan ke arah kamar mandi tak lupa mengambil handuk yang masih tergantung di rak handuk di teras. 2 menit Taigong Wang habiskan untuk mandi, 1 menit untuk berpakaian, dan 1 menit Taigong Wang habiskan untuk merapihkan diri, gue udah kembali ganteng, batinnya narsis di depan cermin. Taigong Wang mengambil tas selempang berwana hitamnya, lalu keluar kamar, saat keluar kamar bertepatan dengan Kakaknya yang sudah rapih keluar kamar. "Tumben pergi jam segini, kalo gitu-" ucapannya diputus oleh Kakanya "Pasti mau minta Kakak anterin kamu ke sekolah dulu ya?" Taigong Wang ngangguk cepet, bahagia akan kepekaan Kakaknya. Shennong memutar kedua bola matanya. "Iya-iya, lebih baik kamu sarapan dulu sana, Kakak tunggu di parkiran motor." mendengar pernyataan Kakanya Taigong Wang loncat bahagia, lalu langsung berlari menuruni tangga. Shennong menghela nafas, kelakuan adek gue emang selalu ajaib.

Dap dap dap

Taigong Wang berlari menuju dapur. "Anakku, pelan-pelan." Taigong Wang membalas. "Iya Bu, abis takut telat ke sekolah plus ditinggal pergi sama Kakak." Taigong Wang mengambil selembar roti, dan mengoleskan selai strawberry ke rotinya. "Shi, tumben masih nyarap biasanya udah berangkat sekolah." Shi menyesap tehnya, "Nungguin adek gue." jawab Shi datar, Taigong Wang menggigit rotinya, lalu salim ke Ibunya. "Shi gue duluan bubay, Bu, Aku berangkat sekolah dulu."

Taigong berlari ke parkiran motor, Kakaknya sudah menunggu. "Nih, pakai." Shennong memberikan helm kepada Taigong. Taigong Wang memakai helm itu, lalu menaiki jok belakang motor. Saat di perjalanan menuju sekolah, Taigong Wang melihat Jiang Wei memasuki sebuah kafe sekilas, itukan Jiang Wei? Kenapa jam segini ke kafe? JANGAN-JANGAN?! Pikiran Taigong ngelantur, cepat-cepat Taigong Wang menggelengkan kepalanya, dan menepuk-nepuk kedua pipinya, virus gila Kai nular ke gue, HILANG! HILANGKAN PIKIRAN TADI!

"Udah sampe nih, turun, nanti Kakak telat rapat."

"Eh? I-iya," Taigong Wang turun dari motor Shennong, lalu melepaskan helm dari kepalanya, dan memberikan helm itu pada Kakaknya. "kak, nanti mau jemput ga? Soalnya gue bakal pulang malem gegara eskul hari ini."

"Eskul atau mancing di danau belakang sekolah kamu?"

"Hehe," Taigong Wang senyum lebar. "eskul mancing, Kak." Shennong menatap adiknya datar. "Setau Kakak di sekolah kamu ga ada eskul begituan, langsung pulang jangan ngehobi mulu, nanti kamu di sebut ho(mo)bi(sex) sama Ibu." Taigong Wang agak kaget sama perkataan Kakaknya, homo bisex? Jahat amet gue normal. Yakin situ normal?

"Iya, iya langsung pulang." Taigong Wang berjalan malas ke arah gedung sekolahnya, hah.. semoga aja besok gue kagak diculik sama adek-

"SENPAIII!" teriak seseorang dari laki-laki berseragam merah.

Ugghh, manusianya datang.. Taigong Wang mulai berlari orang yang berteriak padanya pun ikut berlari. "SENPAAIII! TUNGGU!"

Taigong Wang mempercepat larinya, menaiki tangga sampai ke lantai 3, dan 4 menit sebelum bel, Taigong Wang berhasil masuk ke dalam kelas. "Pagi.." sapanya pada teman sekelasnya. "Pagi~" balas teman sekelasnya. Taigong menghela nafas berat. "Haaahh.."

"Di kejar sama fans lagi ya?" tanya Da Ji dengan nada mengejek.

"Diem lu, kan elu kaga ngerasain derita gua tiap minggu."

"Gue emang kaga ngerasain penderitaan lu tapi gue juga suka kok dikejar sama anak SD sebelah," Da Ji mengelus rambut Taigong Wang pelan. "btw, di apartemen ada yang aneh ga?"

"Kenapa lu kepo sama kos Ibu gua?" tanya Taigong Wang. "Emang kenapa kalau gue penasaran sama mantan apartemen gue." jawab Da Ji, Taigong Wang agak terkejut dengan perkataan Da Ji. "Mantan apartemen gue?" tanya Taigong Wang lagi. "Iye, gue kan anak angkat Tuan Orochi mantan pemilik apartemen itu." jawab Da Ji dengan nada agak sombong, Taigong Wang mengangkat sebelah alisnya. "Yakin anak angkat bukan babu Orochi?"

"ANAK." kata Da Ji dengan penuh penekanan. "Jangan lupa pakai tuan, bocah." lanjutnya. Taigong Wang menggerakan kepalanya ke kanan, dan ke kiri. "Iya-iya, Tuan Orochi, PUAS?" Da Ji tersenyum puas.

Cklek pintu kelas terbuka, Kanbei guru matematika memasuki kelas, Da Ji kembali ke bangkunya, sementara Taigong Wang membalikkan badan melihat siapa yang datang ke kelas. "Lho? Pa Kanbei ternyata ngajar disini." karena perkataan Taigong Wang tadi, dia di pelototin sama Kanbei. "Maaf Pak, saya lupa."

"Kamu cepat kembali ke bangku."

"Iya Pak," Taigong Wang cepat-cepat ke bangkunya yang berada di baris kedua dari kanan sambil menyeret tas slempangnya.

Kanbei berjalan ke tengah-tengah. "Anak-anak, sekarang buka halaman 35, kita akan belajar deret geometri."

Membosankan~ batin Taigong Wang, duk dahi Taigong Wang menubruk meja, beberapa menit kemudian Taigong Wang teridur di meja.

.

2 jam kemudian.

"Hoaaamm.." Taigong Wang terbangun dari tidurnya, lalu meregangkan badannya. "Enak tidurnya?" tanya Sanzang dari bangku sebelah. "Enak dong, nyenyak," Taigong Wang melihat ke arah Sanzang, "udah istirahat?" Sanzang mengangguk, Taigong Wang diam membeku, gawat?!

"TAI! Ada yang nyariin elu!" teriak Zhou Yu dari depan pintu kelas. "BILANGIN KAGA ADA!" teriak Taigong Wang, begonya Zhou Yu bilang. "Ga ada Xun, lagi di kantin kali."

"Oke," Lu Xun pun pergi.

Sanzang yang menyimak kejadian tadi bengong, sebenernya ini yang bego siapa?

"Fuhh.. terbebas." Taigong Wang berdiri lalu membuka jendela kelas.

"Kamu mau kemana? Abis ini pelajaran Pa Huang Zhong." kata Sanzang sambil menarik-narik tangan kanan Taigong Wang untuk mencegahnya dari perbuatan maksiat.

"Bilang aja gue sakit, gue mau mancing."

"Jangan, kamu udah kelas 3."

"Lu kaga tau ya? Betapa membosankan pelajaran sejarah, terus Pa Huang Zhong kalo ngomong banyak jeda."

"Tidur lagi juga gapapa, asalkan jangan bolos,"

Tiba-tiba ide nista muncul di kepala Taigong Wang, "Bilangin gue izin," Sanzang melepaskan tangan kanan Taigong Wang. "Izin kemana?" tanya Sanzang. "Izin mengungkap rahasia penghuni kos yang disimpen sendiri sama Ibu gue."

"Kalo gitu gue ikut!"

"Enggak bisa, lu bukan penghuni kos, gue kagak mau ngelanggar peraturan tidak tertulis."

Sanzang cemberut. "Yaudah, tapi bawain oleh-oleh ya?"

"Ikan gurame,"

"YEAAH!"

Taigong Wang berlari ke bangkunya kembali mengambil tas slempangnya, lalu loncat dari lantai 3 lewat jendela, pertama mengungkap rahasia tentang penghuni kamar nomor 12.

TBC

btw, soal kata hobi itu aslinya dari guru PKN :v tapi cepat- cepatlah untuk melupakan singkatan gila itu.

Terima kasih sudah membaca chap ini

see you next chapter~