.
.
.
.
.
.
Kehidupan Yang Sama Akan Tetapi Berbeda
.
Gintama milik Sorachi Hideaki
.
Pairing : Okikagu atau SouKagu(?)
.
Genre : Fantasi, Romance, Action(?)
.
.
.
.
.
.
.
.
Untuk Minna-San yang telah membaca fanfition Author dimana saja, Author sangat-sangat-sangat bertrima kasih karena sudah membaca Author.
Sekali lagi Hontou ni ARIGATOU GOZAIMASU :D
Nah sekarang kita memasuki Chapter kedua. Seperti yang Author janjikan, Pemeran Utama Pria akan muncul di chapter ini. Yeayy..Horee..
Jujur sedikit curhatan, sebenarnya Author sudah dua kali menulis chapter dua cerita ini, tapi dua-duanya kehapus, itu kenapa Author jadi malas melanjutkan cerita keduanya. Tetapi, saat Author melihat bahwa fanfic Author ternyata sudah ada yang meng follownya dan malahan sudah ada yang mengfavoritenya, Author kembali lagi bersemangat untuk melanjutkannya. Hountou ni Arigatou Gozaimasu.
Dan untuk balasannya, Author membuat Chapter keduanya menjadi lebih seru dan lebih panjang dari chapter pertamanya.
Jadi, Author sangat berharap Minna-San dapat menikmati yang Author buat ini.
Selamat Membaca ^.^
.
.
.
.
.
.
.
.
Sesuatu yang sama tapi berbeda ..? Mencari arti KEHIDUPAN dan CINTA SEJATI yang SEBENARNYA(?)
Itulah yang dialami oleh kedua manusia yang sama tetapi berbeda(?) itu.
Dimana mereka harus terbangun ditempat yang mereka tidak tahu dan bertemu dengan orang-orang yang mereka kenal tetapi tidak mereka kenal(?)
Apa yang harus mereka lakukan ..?
"dasar nenek sialan" "nenek aneh sialan" "saat ketemu lagi akan keremukkan semua tulangnya"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bruukkk ...
.
.
Tap..tap..tap..
.
"BUNYI APA ITU ..!?" tanya dengan 'sedikit' teriak dari Sosok(?) berambut gimbal ubanan(?) dan Shinpachi. Bagaimana enggak 'sedikit' teriak, saat mereka tengah santai-santai diruangan yang menjadi kantor mereka (yang satu lagi membaca buku yang katanya buku itu adalah kitab suci yang sengat keramat (bagi dia) yang bernama 'JUMP' dan yang satu lagi mendengar single terbaru dari idol nomor satu (bagi dia) yang bernama Otsu) tiba-tiba terdengar suara gebrakkan yang sangat besar(?) dan kuat(?) dari pintu muka rumah mereka.
Dengan segera pun (walaupun dengan berat hati) mereka cepat-cepat pergi meninggalkan kegiatan suci(?) mereka dan menuju tempat suara itu berasal, yaitu pintu muka rumah mereka.
.
"APA YANG SEDANG TERJADI DISINI ...!?" mereka kembali berteriak saat melihat bencana(?) dipintu muka rumah mereka.
.
Bagaimana tidak kembali berteriak, mereka sangat terkejut saat melihat ruangan tempat mereka menaru sendal/sepatu mereka sangat berantakkan. Pintu rumah mereka yang tidak berdosa(?) telah hancur tergeletak dilantai rumah mereka yang juga tidak berdosa(?) dengan kondisi yang sangat mengasihankan.
Ditengah-tengah bencana(?) tersebut, terdapat gadis kecil yang memakai pakaian China(?) sambil memagang payung(?) ungu kesayangannya dengan erat sambil menundukkan kepalanya yang membuat mereka berdua tidak bisa melihat muka dari gadis kecil yang memakai pakaian China(?) tersebut.
.
"Kagura/Kagura-Chan ..?" tanya bingung dari Sosok(?) rambut gimbal ubanan(?) dan Shinpachi. Pasalnya mereka baru menyadari bahwa gadis kecil yang berpakaian China(?) yang ternyata bernama Kagura itu berdiri ditengah-tengah bencana(?) tersebut. Mereka bertanya-tanya sekaligus bingung kenapa Kagura berdiri ditengah-tengah bencana(?) tersebut sambil menundukkan kepalanya, mereka menyadari ada yang tidak beres dengan Kagura dan sekaligus mereka akhirnya mengetahui apa penyebab dari bencana(?) yang menimpa pintu muka rumah mereka.
.
" ... " Kagura yang sedari tadi hanya berdiri diam tidak menjawab panggilan mereka (entah karena tidak mendengar panggilan mereka atau mungkin karena enggan membalas panggilan mereka) mulai berjalan meninggalkan tempat yang sedari tadi dia berdiri dengan langkah yang 'lumayan' cepat yang sampai-sampai membuat sosok(?) rambut gimbal ubanan(?) dan Shinpachi jatuh karena Kagura melewati samping kanan dan kiri mereka yang berarti tepat ditengah-tengah mereka.
.
"Kagura/Kagura-Chan" tanya lagi mereka saat mereka melihat Kagura berjalan menuju ruangan yang terdapat tempat tidur diadalam lemarinya(?) yang seperti di Anime tetangga, yaitu Dareomin.
.
Bruukk..
.
" ichhh... " sosok(?) rambut gimbal ubanan(?) dan Shinpachi hanya bisa meringis saat mendengar suara gebrakkan pintu lagi dari dalam ruangan tersebut. Mereka hanya bisa pasrah sambil berdoa didalam hati supaya pintu yang didalam ruangan tersebut tidak bernasib sama seperti teman(?) pintu rumah mereka yang bernasib mengenaskan. Semoga.
.
"Kagura-Chan .." Shinpachi yang masih mengkhawatirkan Kagura yang entah kenapa sudah aneh dari pagi berusaha menyusul Kagura ke ruangan tempat gadis itu berada.
.
Saat Shinpachi mulai melangkah kakinya untuk meyusul Kagura, sosok(?) berambut gimbal ubanan(?) langsung memengang pundak Shinpachi untuk menghentikan Shinpachi yang berusaha menyusul Kagura.
.
"Lebih baik kita biarkan dia dulu supaya dia bisa menenangkan dirinya sendiri .." Sosok(?) rambut gimbal ubanan(?) menatap Shinpachi dengan serius dan mulai meninggalkan tempat yang sedari tadi dia berdiri. Dia berjalan menuju ruangan kerjanya(?) dan melanjutkan membaca kitab suci keramatnya(?) yang sempat tertunda tadi.
.
"Tapi Gin-San ..!" Shinpachi belum menyerah dengan keputusannya untuk menyusul menemui Kagura yang menurut dia sudah betingkah aneh dari tadi pagi.
.
"Lebih baik jangan menggangu dia atau kau ingin mendapatkan 'ciuman mesra' dari telapak tangannya dan bernasib sama seperti pintu muka rumah kita .." Sosok(?) rambut gimbal ubanan(?) yang dipanggil Gin-San atau lebih tepat yang bernama lengkap Sakata Gintoki kembali menghadap belakang sambil menunjuk pintu muka mereka yang tidak berdosa(?) dan bernasib mengenaskan itu.
.
Setelah selesai meyakini Shinpachi, Sakata Gintoki kembali berbalik belakang dan kembali berjalan menuju ruang kerjanya(?) sambil berpikir untuk mengganti pintu muka rumah mereka yang tidak berdosa(?) itu dengan pintu rumah yang baru.
.
"Mungkin aku harus membeli pintu rumah anti bangsa Yato supaya bencana(?) seperti ini tidak terjadi lagi .." batin Sakata Gintoki yang sudah meninggalkan Shinpachi yang sedari tadi masih berdiri diam di tempatnya.
.
" ... " Shinpachi hanya bisa berdiam mendengarkan perkataan Gintoki. Pasalnya, apa yang dikatakan Gintoki semuanya itu betul adanya. Walaupun dia sangat khawatir dengan Kagura yang dimatanya sudah bertingkah aneh dari tadi pagi, tapi dia masih menyayangi nyawanya bila gadis tersebut tiba-tiba mengamuk dan malah memberikan "ciuman mesra" kepadanya yang bisa membuatnya bernasib sama seperti pintu muka rumah mereka yang tidak berdosa(?) itu.
Shinpachi yang masih sayang nyawa itu pun langsung menyusul Gintoki ke ruangan kerja(?) mereka dan kembali melanjutkan mendengarkan single terbaru dari idol nomor satu (bagi dia), Otsu.
.
" ... " tanpa mereka berdua sadari, sebenarnya Kagura mendengarkan pembicaraan mereka, hanya saja dia terlalu malas untuk berbicara dengan mereka yang sudah dia angkat sebagai keluarganya.
.
Kagura yang sedari tadi murung tersebut, kembali mengingat kejadian yang dialaminya tadi saat dirinya berjalan-jalan mengelilingi "dunia barunya" dengan harapan dia bisa menemukan petunjuk supaya dia kembali ke "dunia sebenarnya".
Tapi ditengah jalan-jalan di "dunia barunya" itu, dia bertemu dengan sosok(?) brengsek(?) yang membuat hidupnya yang sudah kacau semenjak berada "didunia barunya" , lebih bertambah kacau saat bertemu dengan sosok(?) brengsek(?) tersebut.
.
"Cihh..." Kagura yang kembali mengingat kejadian yang dialaminya saat bertemu dengan sosok(?) brengsek(?) tersebut, hanya bisa mengepal tanganya kesal dan berusaha untuk menghilangkan kejadian yang dialaminya barusan untuk menghilang dari pikirannya.
.
"baka .."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Flasback On
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Kagura-Chan Ohayou .."
.
"Ohayou Kagura-San .."
.
"China-San Ohayou .."
.
"Gadis China Yorosuya Ohayou .."
.
"Ohayou .." sambil tersenyum, Kagura membalas semua sapaan yang ditunjukkan oleh dia.
.
"China ..?" Kagura bertanya bingung dibatinnya saat mendengar kata sapaan 'china' . Pasalnya, hanya satu orang yang di 'dunia sebenanya' yang memanggi Kagura dengan sebutan 'China' hanyalah satu orang, orang yang sangat Kagura benci sekaligus diam-diam Kagura rindukan(?).
Tapi orang-orang yang menyapa Kagura dengan sebutan 'china' tidak ada yang Kagura kenal, kecuali sosok(?) yang sama seperti si wakil komandan polisi pencinta mayones yang 'sangat akrab' dengan Ginpachi-Sensei dan sosok(?) yang sama seperti Gorila(?) yang menjabat sebagai komandan polisi di 'dunia sebenarnya' .
Tapi juga anehnya si kedua sosok(?) yang Kagura kenal itu memakai seragam hitam yang sama seperti orang-orang yang memanggilnya dengan sebutan 'china-san' , walaupun kedua sosok(?) tersebut memakai seragam yang sedikit berbeda.
.
'china yah..' jika Kagura mengingat-ngingat kembali, orang-orang tersebut memaggilnya 'china' dengan ada tambahan di belakang, seperti 'china-san' atau 'gadis china yorozuya' , tidak ada yang memanggilnya dengan sebutan 'china' biasa.
.
"aneh ..." jika Kagura mengingat-ingat kembali, memang cukup aneh buat dia.
.
"bodo amat .." Kagura pun kembali menggerakkan kakinya untuk berjalan mengelilingi 'dunia barunya' . Menurutnya, enggak penting juga memikirkan hal yang menurutnya tidak penting itu.
.
Kagura kembali mengamati 'dunia barunya' yang menurutnya 'aneh' tersebut. Bagaimana tidak 'aneh' , sepanjang perjalanan yang dia lewati, orang-orangnya aneh semua !?
Ada orang yang berpakaian norak(?), berpakaian samurai(?) , yukata, dan malahan ada laki-laki yang memakai pakaian perempuan sambil berdandan seperti perempuan(?).
Dan yang paling aneh diantara teraneh yang Kagura lihat adalah sosok(?) yang mirip alien(?) atau memang alien(?) yang berjalan-jalan, nongkrong, atau berbicara dengan orang-orang lain di 'dunia barunya' ini .
Dan yang paling membuat Kagura bingung sambil merasa aneh adalah orang-orang di 'dunia barunya' bukannya terkejut, takut atau melarikan diri, malahan mereka terlihat sangat santai dan seperti menganggap hal yang menuruk Kagura 'aneh' itu seperti hal yang 'sangat wajar' bagi mereka.
Ayolah, apakah mereka tidak merasa terkejut, takut atau merasa jijik dengan sosok alien-alien(?) tersebut.
Bentuk-bentuk dari sosok(?) alien-alien(?) tersebut bermacam-macam. Ada yang sedikit menjijikan, hampir setengah menjijikan, setenga menjijikan, hampir sagat menjijikan , sangat menjijikan dan yang sangat-sangat menjijikan semuanya ada di 'dunia barunya' . Yang pasti semuanya sangat menjijikan dimata Kagura (yang tanpa dia menyadari bahwa dia salah satu dari alien-alien(?) yang menurutnya menjijikan tersebut.
Kagura yang merasa ingin muntah saat melihat-lihat alien-alien(?) yang menjijikan tersebut pun ingin cepat-cepat kembali ke 'rumah barunya' di "dunia barunya' untuk menenangkan dirnya yang merasa lelah melihat hal-hal yang aneh dan menjijikkan tersebut.
Saat Kagura berjalan dengan sangat cepat supaya dia bisa cepat pulang ke 'rumah barunya' itu, tiba-tiba dia melihat sosok(?) berambut berwarna pasir atau kecoklat mudaan yang keluar dari sebuah kios dimukanya.
Kagura yang entah kenapa merasa kenal dengan sosok(?) tersebut, tapi karena perutnya yang sudah mulai mual akibat melihat hal-hat baru(?), aneh(?), dan menjijikan(?) bagi dia, Kagura yang tanpa berpikir panjang pun langsung melewati sosok(?) tersebut tanpa memperdulikan ekspresi datar yang 'sedikit' tercampur terkejut itu.
Kagura yang tanpa memperdulikan tatapan dari sosok(?) itu tetap terus berjalan meninggalkan sosok(?) tersebut.
Saat Kagura sudah mulai menjauh dari sosok(?) tersebut, tiba-tiba Kagura merasakan bajunya ditarik kebelakang seperti menahan Kagura untuk berjalan lebih jauh lagi.
.
" China .."
.
deg.. jantung Kagura entah kenapa tiba-tiba berdetak lebih kuat dan cepat saat mendengar suara dari sosok(?) itu yang menahan bajunya itu.
.
"suara itu.." Kagura mengenal suara itu, Kagura mengenal cara memanggilnya itu, dan Kagura mengenal sebutan untuk dirinya itu.
.
"jangan-jangan dia .." Kagura ingin berbalik belakang tapi entah kenapa hatinya belum siap.
.
Dia belum siap jika sosok(?) dibelakangnya adalah sosok(?) yang 'sangat' dia kenal.
Sosok(?) yang dia kenal, sosok(?) dia rindu, sosok(?) yang membuatnya senang, sosok(?) membuatnya gembira, sosok(?) membuat hidupnya berwarna, sosok(?) yang mengajarkan apa artinya kehidupan, dan sosok(?) yang sangat-sangat berarti bagi dirinya. Tapi itu dulu, semenjak peristiwa tersebut Kagura pun berusaha untuk melupakannya karena sosok(?) tersebut juga mengajarkannya dan membuatnya merasakkan sakit hati yang mendalam, pengkhianatan yang tidak ada dua, kehampaan yang tidak ada ujung, dan kebencian yang tak pernah Kagura rasakan sampai tidak ada duanya.
Kagura sangat benci semua yang berhubungan dengan sosok(?) itu karena sosok(?) yang sudah masuk didalam dirinya, didalam hatinya dan tiba-tiba menghancurkan, memporak-porakkan dirinya, isi hatinya dari dalam tanpa satu pun tersisa.
Kagura yang sibuk dengan pikirannya tanpa menyadari bahwa dirinya sudah mengepalkan tangannya dengan sangat erat seperti ingin meninju seseorang dengan seluruh tenaganya.
Luka lamanya yang sudah mulai tertutup kembali terbuka saat kembali mendengarkan suara dan panggilan dari sosok(?) brengsek(?) yang masih memegang bajunya tersebut.
.
" ...? " Sosok(?) brengsek(?) yang masih memegang bajunya Kagura memandang bingung sambil bertanya-tanya kenapa gadis yang dia panggi 'china' tersebut tidak membalas panggilannya. Biasanya gadis tersebut jika bertemu dengannya tanpa ba-bi-bu langsung memukulnya dan mengajaknya berkelahi. Tentunya dengan senang hati sosok(?) brengsek(?) tersebut menerimanya ajakkan tersebut . Tapi entah kenapa hari ini gadis itu tidak memulai ritual(?) mereka dan tidak mempedulikannya, dan itu membuat sosok(?) brengsek(?) tersebut bingun dan merasa aneh dengan kelakuan dari gadis yang dipanggilnya 'china' tersebut.
.
" ... " merasa tidak ada reaksi dari sang lawan jenis(?) tersebut. Sosok(?) brengsek(?) tersebut melepaskan gegamannya dari baju Kagura dan itu membuat Kagura lega dan langsung berencana untuk meninggalkan tempat tersebut supaya tidak berhadapan dengan sosok(?) brengsek(?) yang sangat dibencinya dan dianggap brengsek baginya.
Sebelum Kagura melangkah kakinya untuk menjalankan rencana meninggalkan sosok(?) brengsek(?) tersebut hanya bisa pasrah karena yang awalnya Kagura merasa dia bebas karena sosok(?) brengsek(?) tersebut yang dia kira sudah melepaskan dirinya tba-tiba memegang kedua bahunya dan memubuat Kagura berbalik belakang dan berhasil membuat Kagura menghadap sosok(?) brengsek(?) yang Kagura ingin hindari.
Manik biru langit dan merah darah bertemu saat Kagura menatap mata sosok(?) brengsek(?) tersebut.
Sosok(?) brengsek(?) di 'dunia barunya' tersebut benar-benar sangat mirip atau sama(?) dengan sosok(?) brengsek(?) di 'dunia sebenarnya' itu .
Tanpa Kagura sadari manik biru langitnya tiba-tiba mengeluarkan air mata(?) dan membuat sosok(?) brengsek(?) tersebut yang ternyata memiliki warna mata merah darah itu terkejut sekaligus bingung dan 'sedikit' menampakkan ke khawatiran di mata merah darahnya tersebut saat melihat biru langit yang menurutnya 'indah' tersebut mengeluarkan air mata.
.
"Woyy... China, kamu kenapa ..?" tanya sosok(?) brengsek(?) tersebut dengan nada 'sedikit' khawatir kepada gadis yang dia panggil 'china' yang sudah dia anggap rival nomor satunya.
.
" ... " bukannya menjawab dari sosok(?) brengsek(?) tersebut, Kagura pun melepaskan gegaman tangan dari sosok(?) bengsek(?) tersebut dari bahunya dan langsung berbalik untuk meninggalkan sosok(?) brengsek(?) yang membuat dirinya kembali mengingat 'masa lalunya' dan membuat luka lamanya yang sudah mulai menutup sempurna itu mulai kembali terbuka yang membuat perasaan Kagura campur aduk sekarang. Antara kesal dan benci melihat wajah sosok(?) brengsek(?) tersebut dengan tanpa Kagura sadari terbesit perasaan 'sedikit' rindu didalam hatinya tersebut.
Kagura yang sudah terlepas dari gegaman dari sosok(?) brengsek(?) tersebut di pundaknya dan sudah berbalik belakang untuk meninggalkan sosok(?) brengsek(?) tersebut, tiba-tiba tangannya dipegang oleh seseorang yang Kagura yakini oleh sosok(?) brengsek(?) tersebut.
Kagura yang memang awalnya tidak mau berhadapan dengan sosok(?) brengsek(?) tersebut, menghempaskan paksa tanganya supaya sosok(?) brengsek(?) tersebut melepaskan gengaman tangannya di tangan Kagura.
Merasa tidak mau kalah dari gadis yang dipanggilnya 'china' tersebut, yang diam-diam sudah mencuri 'hatinya' itu menggenggam kembali gadis itu dan kali ini dengan sangat erat supaya gadis itu tidak melepaskan lagi genggamannya.
Kagura yang merasa tanganya di 'genggam' lagi oleh sosok(?) brengsek(?) tersebut dan kali ini dengan sangat erat tetap berusaha melepaskan gegaman tersebut. Kagura yang sudah berusaha berapa kali untuk melepaskan genggaman dari sosok(?) brengsek(?) tersebut tapi tetap saja tidak bisa dilepaskan karena sosok(?) brengsek(?) tersebut memegang tangan Kagura dengan 'sangat' erat dan tidak membiarkan Kagura pergi melepaskan tangannya.
Kagura yang menyadari bahwa tanganya sudah bisa lagi dilepaskan hanya bisa pasrah tapi tetap tidak menghadap sosok(?) brengsek(?) tersebut. Bagi Kagura sosok(?) brengsek(?) tersebut bisa memporak-porakkan kehidupan Kagura hanya dengan melihat wajah sosok(?) brengsek(?) tersebut.
Sosok(?) brengsek(?) tersebut yang merasakkan bahwa Kagura tidak melawannya lagi dan hanya berdiam pasra ditempatnya itu, tanpa membuang-buang waktu sosok(?) brengsek(?) tersebut langsung membalikkan tubuh Kagura menghadap dirinya tersebut.
Kagura yang sudah kembali menghadap sosok(?) brengsek(?) tersebut hanya bisa memalingkan wajahnya supaya tidak berhadapan dengan wajah dari sosok(?) brengsek tersebut.
Merasa terabaikan sosok(?) brengsek(?) tersebut kembali merasa kesal dan memaksa wajah Kagura menghadap wajahnya dengan cara memegang dagu Kagura dan menarik paksa dagu Kagura supaya berhadapan dengan wajahnya.
Masih tidak menyerah, Kagura memalingkan mata biru langitnya ke sembarangan tempat supaya tidak menatap mata merah darah sosok(?) brengsek tersebut.
Merasa gadis 'china' dihadapannya masih belum menyerah hanya bisa menghela nafas pasrah melihat kelakuan keras kepala dari gadis tersebut.
.
" China.. Lihat kemari ...!" 'pinta' atau lebih tepat 'peritah' dari sosok(?) brengsek(?) tersebut yang tidak bisa di'bantahkan'.
.
Walaupun merasa di'peritahkan' oleh sosok(?) brengsek(?) dihadapannya, Kagura masih belum menyerah memalingkan matanya ketempat lain.
.
" CHINA ..!" 'peritah' yang lebih keras dari yang tadi yang benar-benar tidak bisa dibantahkan keluar lagi dari mulut dari mulut sosok(?) brengsek(?) tersebut.
.
Bukan Kagura namanya jika tidak keras kepala. Walaupun sudah di'pinta atau yang lebih tepat dengan 'perintah' yang sangat keras itupun masih tetap membuatnya goyah dengan pendiriannya untuk tidak menatap mata merah darah dari milik sosok(?) brengsek(?) tersebut.
Merasa Kagura masih belum menyerah dengan keras kepalanya, hanya bisa membuat sosok(?) brengsek(?) itu menghela nafas pasrah melihat Kagura masih tetap dengan pendiriannya..
.
"Kagura, lihatlah kemari. Aku mohon, Kagura .." Sosok(?) brengsek(?) tersebut yang sudah menyerah dengan tingkah Kagura yang menurutnya sangat aneh tersebut, hanya bisa memohon kepada Kagura untuk kembali menghadap sosok(?) brengsek(?) tersebut.
Merasa luluh dengan 'panggilan' 'permohonan' tersebut, Kagura akhirnya menatap mata merah darah dari sosok(?) brengsek tersebut. Pasalnya, 'didunia sebenarnya' jika sosok(?) brengsek(?) yang dia kenal didunianya jika sudah memohon apalagi memanggil namanya dengan nama aslinya itu, tandanya bahwa sosok(?) brengsek tersebut benar-benar sudah membuang jati dirinya yang 'sadist' itu, yang selama ini melindungi dirinya dan menunjukkan diri aslinya yang 'lemah' dan 'tidak berdaya' yang hanya dia tunjukkan kepada dua orang, yaitu kakaknya Mitsuba-San dan kepada 'dirinya'.
Merah darah dan biru langit kembali bertemu saat Kagura menatap mata dari sosok(?) brengsek(?) tersebut. Kagura bisa melihat sorot mata dari sosok(?) brengsek(?) tersebut tersirah permohonan, kebingungan, dan 'kekhawatiran' .
"kekhawatiran yah .." batin Kagura bertanya-tanya, apakah sosok(?) brengsek(?) di 'dunia sebenarnya' juga memandangnya khawatir seperti sosok(?) bengsek(?) di 'dunia barunya' yah ..?
.
'tidak munkin itu terjadi' Kagura tersenyum sedih sambil meragukan jika sosok(?) brengsek(?) di 'dunia sebenarnya' merasa khawatir juga kepada dirinya.
.
'mungkin Kagura di dunia ini sangat beruntung karena Okita Sougo di dunia ini masih mengkhawatirkannya dan tidak meninggalkannya' bantin Kagura yang merasa bahwa Kagura di 'dunia ini' lebih beruntung dari pada dirinya. (Dia tidak tahu bagaimana penderitaan Kagura 'dunia ini' dan tidak tahu bahwa dirinyalah yang lebih beruntung dari kagura 'dunia ini' )
Sosok(?) brengsek(?) yang ternyata bernama Okita Sougo itu, sedari tadi menatap wajah gadis dihadapannya. Sougo mengangkat alisnya bingung saat melihat senyum sedih diwajah gadis di hadapannya.
Sougo tidak suka dengan senyum yang ada di wajah gadis yang diam-diam telah mencuri hatinya itu. Sougo lebih menyukai senyuman gembira(sadist) saat gadis itu melawan dirinnya.
Sougo berpikir keras bagaimana caranya menghilangkan senyuman sedih itu dari wajah gadisnya. Gadisnya ..? Yah.. bagi Sougo, Kagura itu adalah gadisnya, tidak ada yang boleh merebut gadisnya dari dirinya. Tapi karena ego sadistnya yang tiada tara melebihi tingginya langit, dia tidak berani mengatakan bahwa dia menyu- bukan lebih tepatnya mencintai gadis tersebut.
Walaupun begitu, walau Sougo tidak berani bilang perasaannya yang sebenarnya, tapi dia selalu menunjukkan sambil mensein si gadis yorozuya itu supaya gadis yorozuya itu sadar tentang perasaannya.
Tapi, walaupun sudah banyak kali Sougo menunjukkan perasaannya dengan mencari perhatian gadis itu (bertengkar) , selalu mengiakan semua keinginan gadis itu (mengajak bertarung, dan dengan senang hati Sougo mengiayakan) , selalu ada di saat gadis itu membutukannya (bertarung) , dan masih banyak lagi keinginan dari gadis itu yang Sougo kabulin (dan semua itu hanya satu, yaitu bertarung). (Tanpa Sougo sadari , tidak ada satupun yang betul dari pendekatannya kepada gadis yang sudah Sougo anggap gadisnya -_-). Tetap saja gadis itu tidak peka dengan perasaannya. Dan hal itu membuat Sougo kesal.
.
" ... " Kagura yang masih diam walaupun sudah menatap mata merah darahnya, mengambil insiatif untuk membuka suara duluan sekaligus berusaha menghilangkan senyum sedih dari wajah gadisnya.
.
" Kagura .." dengan nada yang lembut , Sougo menatap Kagura dengan tatapan lembut walaupun masih terbesit rasa khawatir didalamnya.
.
" ... " Kagura hanya bisa diam mendengarkan panggilan tersebut. Pasalnya, saat Sougo memanggilnya dengan nada lembut, bukannya membuat Kagura tenang, malahan membuat perasaan Kagura yang sudah campur aduk dan kacau, menjadi lebih kacau, dan itu membuat Kagura kembali mengeluarkan air mata di mata biru langit nya yang indah itu.
Sougo yang melihat hal itu, tanpa berpikir panjang pun langsung memeluk dengan sangat erat. Sougo sudah tidak tahu apa yang harus dia perbuat, yang ada dipikirannya hanyalah memeluk 'gadisnya' supaya bisa kembali tenang.
Kagura yang mendapat pelakuan seperti itu, hanya bisa menenggelamkan kepalanya dipelukan Sougo. Biarkanlah mereka berdua menikmati 'posisi' mereka ini.
Tanpa mereka sadari, se sosok(?) tak terlihat memperhatikan mereka dari gang yang tidak dari tempat mereka itu . Sosok(?) yang tak terlihat itu, tersenyum penuh arti dan kembali memikirkan rencananya kepada dua muda-mudi tersebut, ohh atau yang lebih tepat empat muda-mudi tersebut.
.
"Sepertinya ini akan semakin menarik ." Sosok(?) tak terlihat itu pun tersenyum yang tak bisa di jelaskan.
.
Kagura dan Sougo masih bermesraan(?), masih menikmati posisi(?) mereka yang sebenarnya cukup berbahaya(?) itu. Kagura dan Sougo yang sudah melupakan sekitaran mereka dan merasa bahwa 'dunia' sudah seperti milik mereka berdua, Kagura akhirnya sadar bahwa ini tidak betul.
Sougo dihadapannya adalah Sougo milik Kagura 'dunia ini' bukan miliknya. Seharusnya dia tau itu.
Sebelum terlalu jauh dan sebelum ada orang yang mereka kenal melihat posisi(?) mereka, Kagura pun akhirnya memutuskan untuk melepaskan pelukan itu dan langsung melarikan diri dari Sougo. Saat dia sudah mau melepaskan dirinya dari pelukan Sougo, semuanya pun terlambat, yahh sangat terlambat.
.
" Okita-Taicho, Fukukaicho mencarimu dimana-mana. Fukukaicho bilang kalau Okita-Taicho tidak cepat kembali maka Fukukaicho akan- Ouwhh... Maaf menggangu kalian Okita-Taicho, China-San.. Silahkan lanjutkan kembali aktifitasnya.. Aku tidak melhat apapun kok Okita-Taicho, China-San.. haha.. Aku permisi dulu yah Okita-Taicho, China-San.. Bye .." sosok(?) berambut hitam dan membawa makanan kesukaannya yaitu apan(?).
.
Sosok tersebut yang memproitaskan nyawanya karena masih menayangi nyawanya pun langsung melarikan diri meninggalkan tempat yang baru saja dia melihat sesuatu yang tidak boleh, sangat tidak boleh dia lihat.
Kagura dan Sougo yang melihat sosok(?) berambut hitam yang membawa apan(?) itu yang melarikan diri dari mereka berdua, hanya bisa menatap datar sekaligus mengutuki sosok(?) tersebut. Apalagi Sougo, bukan hanya sosok(?) tersebut yang dia kutuki , tetapi seseorang yang dipanggil Fukukaicho oleh sosok(?) yang menggangu kegiatan(?) mereka. 'shine.. hijikata' doa(?) Sougo didalam hatinya.
Kagura yang awalnya masih terkejut karena kegiatan(?) mereka diganggu itu pun mulai sadar dari keterkejutannya dan memanfaatkan kesempatan yang ada.
Sougo yang masih mengutuki sosok(?) tersebut dan Fukukaicho nya, tiba-tiba merasakkan sesuatu(?) yang dipeluknya tiba-tiba melepaskan pelukannya dan mulai meninggalkannya.
Kagura yang sudah jauh dari pandangan Sougo, hanya bisa memandang datar saat Kagura benar-benar tidak terlihat dimatanya.
.
"Lihat saja, kalian benar-benar akan tamat ditanganku, Jimmy, Hijikata-San .." Sougo pun mulai meninggalkan tempat tersebut.
.
"Lihat saja China, Kau itu milikku, jadi akan aku buat kau mengatakan semua hal yang kamu rahasiakan itu dariku .."
.
"Lihat saja .." Sougo meninggalkan tempat tersebut dengan senyuman sadistnya yang mematikan itu .
.
.
.
,
,
,
,
Flasback Off
.
.
.
.
.
.
.
.
" Cihh..." Kagura yang kembali mengingat pertemuannya dengan Sougo, merasa kesal sendiri saat mengingatnya kembali. Ingin rasanya dia meremukkan semua tulangnya Sougo karena telah membuat dirinya merasakan perasaan campur aduk karenanya.
.
"Dasar sadist sialan" Siapa yang tidak kesal, dilihat oleh orang yang mengenal mereka dengan posisi yang sangat memalukan(?) seperti itu ..! Kagura benar-benar kesal sekaligus malu disaat bersamaan.
Tapi walaupun begitu, Kagura tidak bisa pungkiri betapa besar rindunya saat melihat Sougo. Walaupun yang Kagura temui bukan Sougo yang Kagura kenal, tetap saja membuat Kagura rindu akan sosoknya karena betapa mirip atau sama(?) nya mereka berdua sampai-sampai membuat Kagura hampir sulit membedakannya.
Tapi walaupun begitu, walaupun mereka hampir sulit dibedakan oleh Kagura. Kagura tetap akan tau yang mana Sougo 'didunianya sebenarnya' dan 'didunia barunya' ini jika suatu saat mereka bersama-sama. Tapi itu tidak mungkin terjadi karena mereka berdua hidup disunia berbeda.
.
Kagura pun keluar dari kasur didalam lemarinya(?) dan menuju kamar mandi.
.
"mungkin mandi air dingin bisa 'sedikit' membantu"Kagura pun berjalan menuju kamar mandi dengan harap bisa saat dia mandi air dingin bisa membantu mendingin kan kepalanya yang terasa panas akibat kejadian yang dialaminya tadi.
.
"semoga saja .."
.
.
.
.
.
.
.
DIDUNIA LAIN (?)
.
.
.
.
.
.
.
.
"KYAAAAAA..." Kagura yang sudah berada didalam kamar 'barunya' itu, berteriak tak karuan entah apa sebabnya.
.
"KENAPA HARUS JADI BEGINI SIHH ..!" Kagura yang histeris, kembali mengingat kejadian di sekolah 'dunia barunya' itu.
.
"DASAR SADIST NO BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BAKA BABA...AAARRRGGHHHHH... SIIAALAAAAAAANNNNNNNNNNNNNN..."
.
.
.
.
.
.
Flashback On
.
.
.
.
.
.
.
.
"Ohayou Kagura-Chan .."
.
"Kagura-Chan Ohayou .."
.
"Ohayou Gozaimasu Kagura-San"
.
"Ohayou Gozaimasu, Kagura-Senpai .."
.
"Kagura Ohayou"
.
"Ohayou" Kagura membalas satu persatu sapaan yang ditujukkan kepadanya. Kagura sangat senang karena orang-orang di 'dunia barunya' itu sangat ramah seperti 'dunia sebenarnya'.
.
Kagura yang sedari tadi memasang senyumannya yang cerah karena merasa sangat senang dari saat masuk sekolah 'barunya' itu tidak menyadari bahwa sedari tadi ada sepasang mata yang terus memperhatikan tingkah Kagura yang dari saat Kagura memasuki gerbang sekolah sampai Kagura yang sudah berada di muka pintu kelas.
Sepasang mata yang sedari memperhatikannya itu mulai melangkah pergi meninggalkan tempatnya yang digunakannya untuk memperhatikan Kagura dengan menampilkan seenyuman yang sulit di artikan itu.
.
Kagura telah berdiri didepan pintu kelas dengan papan yang bertuliskan 3-Z itu. Untung waktu Kagura berada di 'kamar barunya' , Kagura dengan niat baik hati(?) membersikan(menghancurkan) 'kamar barunya' itu dengan tujuan bisa menemukan petunjuk buat Kagura supaya Kagura tidak bingung menjalani aktifitas 'barunya' 'ddidunia barunya' itu. Dan saat Kagura mendapatkan petunjuk(?) yang dicarinya, yaitu Buku Harian, Kagura pun dengan cepat mempelajarinya dan langsung mempraktekkannya(?), itulah kenapa Kagura mengetahui letak kelasnya. Kalau letak sekolahnya sih, dengan baik hati(?) Bakamui tercintanya(?) dengan senang hati pergi sekolah bareng bersama Kagura (walaupun Kagura enggak rela sih).
Tapi ada yang membuat Kagura bingung ..? Kenapa buku hariannya ada dua ..? Ditambah lagi buku harian satunya itu dikunci pakai gembok dan seperti tidak pernah disentuh ..? Kagura menegetahui itu karena buku harian satunya itu tampak berdebu ..
Tanpa pikir panjang, Kagura pun tidak memperdulikan buku harian itu, dan lebih memlih membaca buku harian yang tampaknya sering digunakan oleh Kagura 'dunia ini' karena tampakknya masih bagus dan terlihat sering dipakai itu.
.
Kembali ke realita(?) yang Kagura ada didepan pintu kelas 3-Z itu. Kagura yang tanpa berpikir panjang, langsung membuka pintu kelas tersebut dan melangkah masuk dengan semangat.
.
"Ohayou Minna .." Kagura menyapa teman satu kelasnya dengan semangat karena Kagura sudah senang dan bersemangat dari masuk gerbang sudah banyak yang menyapanya.
.
"Ohayou Kagura/Kagura-San/Kagura-Chan" sapaan kompak dan kelas 3-Z itu. Mereka juga terlihat semangat saat Kagura memasuki kelas tersebut.
.
"Kagura-Chan kamu sudah menonton drama tadi malam nggak ..? Pemeran utama prianya ganteng amat kan. Kyaaa..."
.
"Kagura kamu sudah menonton anime terbaru musim ini ..? Keren amat yah anime-anime musim ini.."
.
"Kagura-San, sebentar ada pertemuan Ketua-ketua ekskul dengan osis membahas tentang ekskul-ekskul kedepannya .."
.
"Kagura, kamu sudah bermain game terbaru ini ..? Dijamin seratus persen keren banget ..! Coba deh ..!"
.
"Kagura-San, Kamu sudah selesai membuat tugas dari sensei ..? Hari ini terakhirnya membuat tugasnya loh, Sensei sudah menyuruh kita mengumpulkan hari ini kan ..?"
.
"Kagura-Chan, sebentar ajari aku judo yah.. Aku ingin beajar bela diri .."
.
"Kagura, berpacaranlah denganku .."
.
"Tidak.. denganku saja.."
.
"Enak saja.. Denganku saja Kagura-Chan, aku lebih keren daripada dia..!"
.
"Cari masalah yah .."
.
"iya, emangnya kenapa..!"
.
"taman belakang free. Ayo ..!"
.
"Ayo ..!"
.
"Dasar laki-laki, tidak tahu diri ..!"
.
"Mah..mah.. Kamu kan sudah tahu laki-laki gimana .."
.
"Cih .."
.
"Anoo... Minna..." Kagura yang melihat teman-teman "sekelasnya" yang memberikannya pertanyaan-pertanyaan yang menumpuk dan malahan ada yang sudah mulai ngaco pertanyaanya, membuat Kagura bingung bagaimana menghentikan pertanyaan-pertanyaan yang tidak ada henti itu.
.
"Minna-San.. Sebentar lagi kelasnya sudah bakalan mulai. Kalian tidak merasa kasihan dengan Kagura-Chan yang terlihat sangat kebingungan seperti itu. Mengertilah Minna-San .." terlihat seorang gadis berambut hitam panjang yang berusaha menghentikan teman-teman sekelasnya dan berusaha menolong Kagura yang sudah kelepotan menghadapi teman-teman sekelasnya itu.
.
"..." mereka hanya terdiam saat mendengar perkataan itu dan lebih memilih meninggalkan Kagura karena tidak mau berurusan dengan gadis berambut hitam tersebut.
.
"Fiuhh... Terima Kasih Soyo-Chan... Kalau kamu tidak ada, entah apa yang akan terjadi selanjutnya .."
.
"Tenang saja Kagura-Chan.. Aku pasti menolong sahabatku kok" gadis berambut hitam panjang yang dipanggil Soyo-Chan atau yang bernama lengkap Tokugawa Soyo , seorang kolongmerat dan adik dari direktur Tokugawa Corp itu.
.
"Kamu memang sahabat yang terbaik Soyo-Chan .." Kagura memberikan senyuman lima jarinya kepada Soyo dan dibalas dengan senyuman anggun dari Soyo.
.
"Ohh yah Kagura-Chan tadi-"
.
" Minna.. kembali ketempat duduk masing-masing.. Kelasnya sudah mau dimulai .." Sebelum Soyo menyelesaikan kalimatnya, sosok(?) rambut gimbal ubanan(?) masuk didalam kelas mereka sambil menyuruh murid-murid didalam kelas duduk di tempat(?) mereka masing-masing.
.
"Kita lanjutkan sebentar yah Kagura-Chan.." Soyo pun kembali ketempatnya(?) yang berada di barisan depan, berbeda jauh dengan Kagura yang berada di barisan belakang.
.
Kagura pun segera duduk di tempatnya yang berada di pojokkan samping jendela. Bagaimana Kagura bisa tahu itu tempatnya ..? Gampang saja, Kagura mengetahuinya karena Kagura sudah mempelajari Buku Harian milik Kagura 'dunia ini' dan setiap meja kelas tersebut pasti ada papan nama pemilik meja tersebut.
Walaupun kelas mereka sangat ribut, tapi kelas mereka adalah kelas terbaik dari kelas-kelas yang ada disekolah tersebut. Itu kenapa Soyo-Chan yang seorang gadis kolongmerat bisa dikelas itu. Walaupun kelas mereka bernama 3-Z karena disekolah itu Z dianggap huruf yang bagus dari A ataupun S . Mungkin sistem sekolah ini menerap kan huruf teakhir adalah yang terbaik.
Seperti moto sekolah mereka, yaitu "Yang terakhir bertahan, itulah yang terbaik" . Begitulah Motto sekolah mereka. Aneh bukan .?
.
Kembali lagi ke realita, sosok(?) rambut gimbal ubanan(?) yang berada di depan kelas yang sedang menghisap lolipopnya(?) yang seperti rokok(?) itu, hanya memandang bosan siswa-siswa yang ada di depannya. Entah bagaimana bisa sosok(?) rambut gimbal ubanan(?) itu bisa menjadi guru sekaligus walikelas dari kelas terbaik di kelas tersebut..?
.
"Sebelum kita memulai pelajaran, kita kedatangan murid baru. Kamu yang disana, ayo masuk .." terlihat sosok(?) lain memasuki kelas tersebut. Terlihat semua gadis dikelas tersebut melirik senang ke arah sosok(?) tersebut saat sudah berada di depan kelas itu.
Berbeda dengan gadis-gadis yang lain, Kagura hanya memandang luar jendela sambil berpikir apa yang akan terjadi kedepannya dia 'dunia barunya' dan bagaimana dia bisa pulang ke 'dunia asalnya' , tanpa menyadari sosok yang didepan kelas terus mempehatikan Kagura sambil menyerigai kecil yang membuat tidak ada yang menyadarinya.
.
"Jadi Souichiro-Kun, tempat(?)mu disamping gadis berambut orange yang berada belakang pojokkan itu. Berteman baiklah dengan dia.. Oke.. sekarang kita akan memulai pelajaan kita, buka halaman 123 di- bla..bla..bla.." sosok(?) itu sudah tidak lagi mendengar suara dari sosok(?) rambut gimbal ubanan(?) tersebut, dan mulai berjalan menuju tempat yang ditunjuk menjadi tempat(?)nya sambil memperhatikan Kagura yang maasih menatap keluar kelas.
.
" Boleh aku duduk sini ..?" tanya dari sosok(?) tersebut.
.
" ... " Kagura tidak menjawab pertanyaan dari sosok(?) tersebut. Bukan tidak mau menjawab, tapi karena Kagura tidak memperhatikan. Jangan kan tau kalau ada sosok(?) disampingnya, sosok(?) yang memasuki kelas saja Kagura tidak tahu karena sakin berpikirnya bagaimana kedepannya Kagura di 'dunia barunya' ini.
.
" ... " Merasa tidak ada jawaban, sosok itupun langsung duduk disamping Kagura dengan nyaman sambil memperhatikan Kagura yang masih ashik dengan lamunannya .
.
" Kagura.. bacalah halaman 321 .." ucap dari sosok(?) rambut gimbal ubanan(?) yang didepan kelas itu.
.
"..."
.
" Kagura .. Apa kau mendengarnya ..?!" Sosok(?) rambut gimbal ubanan(?) yang tadi sedang memperhatikan bukunya akhirnya memalingkan wajahnya untuk menghadap kearah Kagura.
.
" ... "
.
" Kagura ..!"
.
" ... "
.
" Ssttth ... Hei, China.. Cepat baca halaman ini, Ginpachi-Sensei memperhatikanmmu sedari tadi .." Akhirnya sosok(?) yang berada disampingnya Kagura merasa adanya ancaman(?) bahaya(?) dari sosok(?) rambut gimbal ubanan(?) yang dipanggil Ginpachi-Sensei atau yang bernama lengkap Sakata Ginpachi, akhirnya berusaha menyadarkan Kagura dari lamunannya.
.
"..." Kagura yang masih melamun, tidak menyadari ada yang memanggilnya.
.
" Heiii... China... Heyyy..." Sosok(?) tersebut yang merasa Kagura masih tidak memperhatikannya akhirnya sudah merasa kesal sendiri.
.
" WOYY.. CHINA MESUME.. SADAR WOY.. SADAR .." Akhirnya sosok(?) itu suah tidak bisa lagi mengendalikan emosinya karena sedari tadi merasa tidak diperhatikan oleh gadis tersebut.
.
"APAAN SIH...SAKIT TAU.. "Kagura merasa kesal karena telinganya diteriakin oleh seseorang disampingnya.
.
"EHH..SADIST .. SEJAK KAPAN KAMU ADA DISINI HAHH...!" Kagura yang 'akhirnya' menyadari sosok(?) yang dipanggilnya 'sadist' disampingnya hanya bisa kaget milihat kehadiran sosok(?) disampingnya.
.
"DARI TADI TAHU 'BAKA' " Sosok(?) yang dipanggil 'sadist' tersebut oleh Kagura menekan kata 'BAKA' dan hanya bisa menahan kesal dengan kelakuan Kagura yang menurutnya menyebalkan tersebut.
.
"JANGAN TERIAK-TERIAK JUGA.. 'BAKA' .. EMANGNYA AKU BUDEK HAHHH...!" Kagura yang juga merasa kesal dengan sosok(?) tersebut, juga menekan kata 'BAKA' untuk sosok(?) tersebut.
.
"EMANG ...!"
.
"NGAJAK BERKELAHI YAHH... SINI MAJU" Kagura yang sudah merasa 'sangat' kesal itu akhirnya mengajak sosok(?) itu berkelahi.
.
Tanpa disadari oleh sosok(?) itu, sosok(?) tersebt sudah menyerigai sadist(?) kepada Kagura, dan membalas perkataan Kagura.
.
" Dengan senang hati saya terima ajakannya .." Sosok(?) itu pun mulai mendekati Kagura dan sudah menyiapkan tinjunya untuk Kagura.
.
Kagura yang melihat hal itu, tanpa ba-bi-bu lagi langsung melayangkan tinjuannya kepada sosok(?) tersebut yang dengan 'senang hati' dibala oleh sosok tersebut
.
" Kalian ingin melanjutkan pertempurannya kan ..! Silahkan lanjut diluar Kagura, Souichirou-Kun " Entah gimana caranya, Ginpachi-Sensei sudah memegang kerah berlakang mereka, dan membawa(menyeret) mereka keluar dari kelas tersebut.
.
"Silahkan lanjutkan aktifitas kalian, dan jangan menggangu pelajarannya. Mengerti Kagura, Souichirou- Kun .." ucap Ginpachi-Sensei yang entah kenapa dibalas anggukkan dari dua pasangan sejoli(?) tersebut.
.
Brakkk...
.
" Ichhh... " Kagura dan sosok(?) yang dipanggil Souichirou-Kun oleh Ginpachi-Sensei hanya bisa meringis melihat pintu depan mereka ditutup(banting) keras oleh Ginpachi-Sensei.
.
" ... " Mereka berdua hanya bisa terdiam saat pintu didepan mereka tertutup dengan sempurna itu..
.
"Mau kemana, Sadist ..?" Kagura menatap bingung kearah sosok(?) tersebut yang berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut.
.
" Kantin .." Sosok(?) tersebut tetap terus berjalan tanpa berbalik menghadap Kagura.
.
Mendengar nama kantin di sebut sosok(?) tersebut, tanpa pikir panjang Kagura mengikuti sosok(?) tersebut.
.
"Heii.. Sadist.. Tunggu .."
.
.
.
.
.
Skip Time
.
.
.
.
.
" Hahh... Kenyangnya ..." Sosok(?) tersebut hanya memandang datar sekaligus ngeri melihat Kagura yang baru saja menghabiskan 15 porsi makan itu.
.
Kagura yang sebenarnya menyadari tatapan dari sosok(?) tersebut, tidak memperdulikannya. Fokus Kagura hanya kepada perutnya yang sedah buncit akibat kekenyangan itu.
.
"Kau mengerikan, China .."
.
" Bodoh amat .." Sosok(?) tersebut hanya memutarkan bola matanya bosan mendengar jawaban dari Kagura yang terdengar santai amat.
.
" China.. " Sosok itu memandang Kagura dengan sulit diartikan.
.
" Hmnn .." Kagura yang sedang memakan makanan penutup(?)nya (padahal dia sendiri bilang sudah kenyang, tapi masih makan makanan penutup -_- ) hanya membalas bosan panggilan dari sosok(?) tersebut
.
" Kau tidak rindu padaku ..?"
.
" Hu'uk ... Hu'uk... Hu'uk ...! " Sosok(?) tersebut yang melihat Kagura kesedek makanan penutup(?)nya, cepat-cepat memberikan minuman kepada Kagura.
.
" ... " Kagura yang tanpa pikir panjang pun langsung mengambil minuman dari sosok(?) tersebut dan langsung meminumnya.
.
" Hahhh .." Sosok(?) tersebut yang melihat Kagura yang sudah lega, ikut lega juga melihatnya.
.
" Jadi, China, apa kau tidak rindu padaku ..?" tanya lagi sosok(?) itu kepada Kagura.
.
" .. " Kagura yang belum menjawa pertanyaan Sosok(?) tersebut, terlihat menghela nafas dan mempersiapkan diri untuk berbicara.
.
" ... " Sosok(?) tersebut yang penasaran dengan apa yang akan dikatakan Kagura pun hanya bisa menunggu dengan sabar apa yang akan di katakan Kagura.
.
Kagura yang sudah mulai membuka mulut pun. sudah mulai bersuara...
.
"HAHAHAHAHAHAHA... RINDU KATAMU ... WKWKWKWKWK... SADIST KAMU KENAPA ...?! KEPALAMU TERBENTUR YAHH ..! DIMANA ..? HAHAHAHA... SUMPAH, AKU NGGAK BISA MENAHAN KETAWAKU... HAHAHAHAHAHA ..." Kagura yang sudah tidak bisa lagi menahan ketawanya, hanya bisa ketawa layaknya orang yang dirasuki(?) sesuatu.
.
Sosok(?) tersebut yang melihat Kagura yang tidak bisa menahan ketawanya, hanya bisa mendengus kesal melihatnya. Ayolah, dia sudah sangat serius mengatakan kata tersebut, tapi hanya dianggap lolucon dari Kagura, dan itu membuatnya sangat kesal.
.
Tanpa disadari Kagura, sosok(?) tersebut mendorongnya kebelakang dan membuat kepalanya bersentuhan dengan kursi kantin. (Tenang saja, Kanting sekolah mereka seperti restoran, jadi kursi mereka itu kursi sofa)
.
" ... " Kagura yang masih bingung dengan kelakuan sosok(?) tersebut, hanya bisa diam melihatnya. Kagura juga tidak menyadari posisi mereka yang bisa dikatakan cukup berbahaya(?) tersebut.
.
Sosok tersebut memandang tajam mata Kagura yang berwarna biru langit itu dengan mata merah darahnya itu. Tersirat keseriusan disorot mata merah darah tersebut yang membuat Kagura tahu bahwa sosok(?) yang berada di depannya itu lagi serius.
.
"Sekali lagi aku tanya. 'Apa' .. 'Kau' .. 'tidak' .. 'rindu' .. 'pada' .. 'ku' .. nee, China ..!?" tanya lagi sosok(?) itu kepada Kagura dan kali ini dengan penuh penakanan.
.
"Sekarang aku tanya.. 'Buat' ... 'apa' .. 'aku' .. 'rindu' .. 'pada' .. 'mu' .. nee, Sadist ..?!" bukannya menjawab, Kagura malah membalas pertanyaan sosok tersebut dengan pertanyaan.
.
"owhh .." Sosok(?) tersebut yang merasa tertantang oleh gadis yang berada dibawanya(?) itu, menampilkan seringai mematikannya untuk gadis yang berada dibawahnya itu.
.
"Kau ingin tau yah, kenapa kamu 'harus' 'rindu' padaku yah .. Karena .." sosok(?) tersebut menekan kata 'harus' 'rindu' itu sekaligus mengganungkan kalimatnya yang membuat gadis dibawahnya(?) penasaran itu, mendekatkan bibirnya ketelinga Kagura yang membuat Kagura risih karena nafas dari sosok(?) tersebut membuat Kagura geli sendiri.
.
"Karena.. Kau, Kagura.. adalah 'pacarku', 'milikku'. Milik seorang 'Okita' 'Sougo'. Jadi jelas 'kau' 'harus' 'rindu' 'padaku' . Karena seorang 'Yato' 'Kagura' hanyalah 'milik'nya 'Okita' 'Sougo' seorang. 'Okita' 'Sougo', 'milikku' .. Kau mengerti, nee 'China' .." jelas sosok(?) itu kepada Kagura yang ternyata bernama 'Okita Sougo' tersebut dengan beberapa kata yang sengaja dia tekankan.
Sougo yang melihat Kagura yang terdiam bingung sekaligus terkejut, hanya bisa menampilkan seringainya dan mulai memakang(?) telinganya Kagura.
.
Kagura yang awalnya diam karena sangat terkejut dan bingung dengan perkataan Sougo, akhirnya tersadar dari lamunannya berkat Sougo memakan(?) telinganya Kagura.
.
Merasa telinganya 'dijilat'(?) oleh sesuatu yang kenyal(?) , membuat Kagura merinding sendiri , tanpa berpikir panjang langsung menendang Sougo Junior(?) dengan keras, sampai membuat Sougo Senior(?) meringis kesakitan sambil memegang Sougo Junior(?) yang sedang kesakitan(?) akibat ciuman(?) kasih sayang(?) dari lututnya Kagura. (Benar-benar ciuman(?) kasih sayang(?) )
.
" 'Pacarmu' .. 'Milikmu' .. 'Aku' .. Hee, dalam 'mimpi'mu 'Kuso Gaki' .." Tanpa berpikir panjang, Kagura pun meninggalkan tempat tersebut setelah terbebas dari jeratan(?) maut(?) seorang Okita Sougo dan membiarkan 'seorang' Okita Sougo yang terbaring menyedikan(?) sambil masih memegang Sougo Junior(?)nya.
.
Sougo yang melihat Kagura yang sudah jauh dari pandangannya, hanya bisa menatap datar ke arah Kagura walaupun masih merasa sakit diselangkahan yang terdapat Sougo Junior(?) nya.
.
" Lihat saja, nee China .." Serigai mematikan muncul di wajah tampannya tersebut sambil memikirkan rencana apa saja yang akan dilakukan kepada Kagura.
.
Hahh... memikirkannya saja sudah membuat Sougo menyerigai sangat lebar. Sougo benar-benar tidak sabar menunggunya.
.
.
.
.
.
.
Skip Time
.
.
.
.
.
.
.
Kagura benar-benar sudah sangat kesal dengan tingkah Sougo yang menurut Kagura sangat berlebihan itu.
.
Ayolah.. Bagaimana Kagura tidak mau kesal .! Semenjak kejadian dikantin, Sougo menjadi lepas kendali dan terus mengikuti Kagura kemana pun Kagura pergi ..!
.
Jika, di kelas oke, karena mereka memang satu kelas, malahan satu meja (entah kenapa Kagura merasa dikutuk saat kembali mengingatnya). Tapi kalo sudah sampai di muka toilet 'khusus' perempuan gimana coba .! Malahan si 'sialan' Sougo hampir masuk toilet 'khusus' perempuan kalau tidak Kagura menghentikannya(meninjunya) supaya tidak masuk toilet 'khusus' perempuan itu.
.
Bukan hanya itu saja, semua orang yang berbicara dengan Kagura, mau itu laki-laki atau perempuan, selalu ditatapnya tajam seperti tatapannya bisa membunuh seseorang. Malahan ada seorang murid pria yang mau berbicara dengan Kagura karena mau membahas mengenai rapat Ketua-ketua Ekskul dengan pengurus OSIS tentang kemajuan Ekskul-ekskul kedepannya yang akan mereka ikuti sebentar, hanya bisa menggigil ketakutan dan (mungkin karena sakin ketakutannya) mengompol(?) ditempatnya berdiri, membuat celana murid pria tersebut basah akibat tatapan 'tajam' Sougo yang mematikan itu. (entah Kagura mau ketawa atau merasa kasihan kepada murid pria tersebut)
.
Dan bukan hanya itu saja ..! Laki-laki yang memegang Kagura , mau ditangan,pundak, kepala , atau dimana saja (kalau dimana saja jelaslah Sougo akan memukulnya) akan dipukul oleh si brengsek Sougo tanpa belas kasihan. Nanti berhenti saat Kagura menghentikan(menendang) Sougo yang rupa pembunuh haus darah tersebut.
.
Kagura juga harus menahan kesal sekaligus malu saat Sougo dengan seenaknya duduk disamping Kagura yang harusnya menjadi kursinya sang Ketua Karate dan memandang seseorang yang berdiri bingung di samping kursi tersebut, yang notebanenya adalah sang pemilik kursi tersebut (Ketua Karate) dengan tatapan tatapan tajam mematikannya yang mebuat Ketua Karate tersebut berpikir 'apa salahnya ..?'.
Kagura yang sudah kesal (sekaligus malu) tersebut hanya bisa minta maaf sebesar-besarnya kepada Ketua Karate yang berdiri seperti patung tersebut, dan menyuruh(menendang) Sougo dari ruang rapat tersebut.
.
Kagura tidak habis pikir, kenapa Sougo menjadi OOC begini ..!? Okita Sougo yang 'didunia ini' sangat berbeda dengan Okita Sougo yang dikenalnya 'didunia sebenarnya'.! Kagura benar-benar tidak mengerti bagaimana jalan pikiran Okita Sougo 'didunia ini' , Kagura benar-benar merindukan sosok(?) Okita Sougo 'didunia sebenarnya' .
.
"Merindukan ..?" Kagura yang menyebutkan kata tersebut dibatinnya, membuat wajah Kagura memerah malu sekaligu 'salting' (salah tingkah) dengan sendirinya.
.
Sougo yang melihat wajah Kagura yang memerah sekaligus salting tersebut, hanya mengerut tidak suka. Sougo tidak suka Kaguranya(?) bertingkah seperti itu akibat memikirkan orang lain selain dirinya.
.
"Dirinya ..!?" Entah kenapa Sougo menyerigai memikirkannya. Mungkin saja kan Kaguranya(?) bertingkah seperti itu karena sedang memkirkannya (pede amat) (tanpa Sougo menyadari apa yang dipikirkannya memang betul, hanya saja salahnya itu bukan dia 'diunia ini' tetapi dia 'dari dunia lain' )
.
"Lagi memikirkanku yah, China .." Dengan pedenya(!) Sougo berkata seperti itu (yang membuat Author mual) sambil menyerigai ke arah Kagura (yang juga membuat Kagura mual)
.
"Dalam mimpimu .." Kagura mulai berjalan meninggalkan gedung sekolah.
.
Sougo hanya berdecih kesal melihat ekspresi Kagura, sangat berbeda dengan ekspetensi(?) Sougo. Bukannya menunjukkan ekspresi malu seperti ekspetensi(?) Sougo, Kagura malahan menunjukan wajah masam dan meningggalkan Sougo.
Sougo yang melihat Kagura yang sudah semakin menjauh, akhirnya mulai mengejar Kagura.
.
" Kagura-San .." Sougo melihat Kagura didekat oleh seekor serangga(?) (bagi Sougo semua murid laki-laki adalah serangga dimatanya jika mendekati Kaguranya) itu, hanya menatap tajam serangga tersebut berharap tatapannya bisa membunuh serangga tersebut.
.
"Kumohon, jadilah pacarku .." Semua orang yang ada disitu menatap seekor serangga(?) tersebut dengan tatapan bermacam-macam. Ada yang tatapan kaget, aneh, takjub, dan malahan ngeri/kasihan (ngeri karena berani mengajak Kagura berpacaran di hadapan seorang Okita Sougo dan kasihan dengan nasib seekor serangga(?) tersebut ditangan seorang Okita Sougo). Tiba-tiba suasana disitu menjadi mencekam dan horor yang membuat semua orang disitu lebih memilih lari dari pada nyawa mereka terancam. Mereka semua tahu sumber dari susana mencekam dan horor itu dari mana .! Mereka hanya bisa berdoa semoga seekor serangga(?) itu bisa selamat dari amukan seorang Okita Sougo
.
" ... " Kagura hanya bisa terdiam saat mendengar ajakan tersebut. Bukan dia tidak mau menjawab, hanya saja dia tidak tau apa itu 'pacar' ..? Sedangkan si sialan Sougo yang tadi juga bekata 'pacar' dia tidak tahu. Dia mengira saat Sougo mengatakan 'pacar' tadi, Kagura kira itu aritnya 'Babu' karena 'kata' itu keluar dari mulut seorang Okita Sougo yang 'sadist' itu (entah ini polos atau bodoh). Tapi setalah kata 'pacar' keluar dari seekor serangga(?) ini, membuat Kagura kembali berpikir 'Apa arti pacar' itu.
.
" Dia 'PACARKU' 'MILIKKU' . Siapa mengijinkanmu berkata seperti itu kepada 'MILIKKU' ..!" Kagura yang sudah mau berkata(atau bertanya .?) pacar itu apa , tiba-tiba Okita 'brengsek' sAHOugo langsung 'memeluknya' dari belakang sambil menatap tajam mematikannya kepada seekor serangga(?) seolah tatapannya bisa 'membunuh' seekor serangga(?) tersebut. Seekor serangga(?) tersebut hanya bisa menggigil ketakutan dan entah sadar atau tidak, mengompol ditempatnya berdiri yang membuat celananya basah. Tanpa pikir panjangpun, seekor serangga(?) tersebut melarikan diri(?) dari tempat tersebut sambil menangis dan memanggil 'Okaa-san'nya.
.
" ... " Kagura dan Sougo hanya bisa memandang datar seekor serangga tersebut dan ilfeel melihat tingkah dari seekor serangga(?) tersebut.
.
"Menjijikan .." ucap mereka bersama-sama.
.
Kagura yang awalnya lupa dengan perkataan Sougo karena melihat tingkah seekor serangga(?) yang menurutnya menjijikan tersebut dan juga 'belum' menyadari posisi mereka yang berbahaya, akhirnya sadar dengan perkataan Sougo dan posisi mereka yang berbahaya(?), akhirnya mulai mengambil ancang-ancang berniat untuk membanting(?) Sougo ketempat yang empuk(?).
Sougo yang merasakan objek(?) yang dipelukannya yang tiba-tiba melakukan sesuatu mencurigakan, akhirnya tersadar dan mau melakukan antisipasi(?) jika sesuatu yang buruk(?) terjadi padanya. Tapi semuanya terlambat sebelum Sougo melakukan antisipasi(?).. Yahh, terlambat..
Tanpa Sougo sadari, Kagura sudah memegang tanganya dengan erat, mengambil ancang-ancang dan mulai mengangkat tubuh Sougo ke udara(?) dan dalam sekejap Sougo sudah berada di tempat yang empuk(?) yang artinya Kagura sukses membanting(?) Sougo ketempat yang empuk.
.
"Seperti yang kukatakan dikatin tadi. 'Pacarmu' .. 'Milikmu' .. 'Aku' .. Hee, dalam 'mimpi'mu 'Kuso Gaki' .." Sebelum Kagura meninggalkan tempat tersebut, Kagura masih sempat-sempatnya menginjak wajah tampan (entah masih tampat atau tidak sekarang) seorang Okita Sougo dan pergi meninggalkannya.
.
Sougo yang baru saja mendapatkan perlakuan(?) spesial(?) dari Kaguranya, hanya bisa memegang wajah tampan(?)nya dan memandang datar kearah Kagura yang sudah pergi meninggalkannya. Entah kenapa nasibnya hari ini sangat sial atau beruntung(?) karena mendapatkan perlakuan(?) spesial(?) dari Kagura yang pertama di Sougo Junior(?)nya dan sekarang di wajah tampan(?)nya.
.
"Lihat saja nanti China, akan kubuat kau klepek-klepek 'jatuh' 'cinta' kepadaku. Dan membuatmu minta maaf atas kelakuanmu kepada wajah tampan(?)ku dan junior(?) kecil(?)ku. Ohh.. tidak maksudku gede(?)ku. Akan ku buat kau memuja-muja(?) wajah tampan(?)ku dan membuat bibir(?) seksi(?)mu itu memanjakan(?) junior(?) gede(?)ku sampai membuatmu mengeluh(?) kenikmatan(?). Ohh.. yaa.. Baby.. Lihat saja ...!" Sougo yang telah mengakhiri kalimatnya yang (entahlah apa yang Author akan tulis) 'vulgar'(?) tersebut, menyerigai mesum(?) sambil memikirkan apa yang akan dia dilakukan kepada Kaguranya. (kenapa Sougo OOC begini..!)
Ahhh... memikirkannya saja sudah membuat Junior(?) gede(?)nya berdiri(?).
.
.
.
.
.
.
.
.
FLASHBACK OFF
.
.
.
.
.
.
.
"SADIST SIALAANNNN... AWAS SAJA KAU... AKAN KUREMUKKAN SEMUA TULANGMU SAMPAI KAU TIDAK BERDIRI LAGI... ohh.. tidak.. bukan kuremukkan tapi AKU AKAN MEMBUNUHMU...YAAA, AKU AKAN MEMBUNUHMU... SADIST NO BAKAYAROOOOOOOOOO..." Kagura sudah tidak bisa lagi menahan diri untuk teriak marah-marah kembali mengingat semua kejadian yang munurutnya 'sangat' menyebalkan itu.
.
"WOYY... CHINAAA..." Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari luar jendelanya. Kagura yang mendengar teriakkan tersebut hanya bisa kaget mendengarnya. Kagura yang masih kaget hanya terdiam mendengar suara teriakkan tersebut.
.
"jangan-jangan.." Didalam bantinnya, Kagura hanya bisa berdoa dan berharap apa yang dikiranya oleh suara itu adalah salah besar.
.
"WOOYYYY.. CHINA... BUKA JENDELANYA, CEPAT ..." Suara teriakkan itu terdengar kembali.
.
Kagura yang awalnya masih berdoa dan berharap didalam hatinya supaya dia salah dengar, atau halusinasi, atau untuk 'China' tetangga sebelah, atau apa yang dikiranya salah, atau apalah yang pesti bukan dia, tanpa pikir panjang dan ba-bi-bu lagi langsung cepat-cepat berlari kearah jendela dan membuka jendela kamarnya.
.
" ... " Kagura hanya bisa terdiam mematung saat melihat sosok(?) yang sangat tidak dia harapkan itu berdiri didepannya (atau lebih tepat koridor kamar disamping kamarnya) dan menujukkan serigai kemenangan yang membuat Kagura ingin merobek-robek wajah tampan(?) tersebut.
.
Sougo yang melihat Kagura yang terdiam mematung seperti mayat hidup , lebih melebarkan serigainya yang bisa membuat wanita-wanita klepek-klepek (masasih ..!) (tidak untuk Kagura dan Author) melihatnya (Author rasa mual).
.
" Kita tertanyata tetanggaan yah China. Mohon bantuannya .." Dan didetik itu, disaat itu, nyawa Kagura benar-benar meninggalkan tubuhnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Akhirnya kelar juga Chapter keduanya. Fiuhh... 5 hari Author membuat Chapter keduanya.. rasa-rasanya benar-benar lelah. Ditambah lagi Author kuliah, benar-benar harus membagi waktu. Dan juga demi Chapter dua ini, Author rela belum membuat tugas Author. Ini semua bagi para readers yang membaca dan mendukung Fanfiction Author. Hontou ni ARIGATOU GOZAIMASU.
Bagi affsaini , terima kasih telas membaca dan memfolow fanfiction Author. Hontou ni Arigatou Gozaimasu. :)
Bagi Syifa-chan , terima kasih telah membaca dan mereview Fanfiction Author. Dan.. Hahaha.. kayaknya Author ngga bisa deh menghancurkan 'dinding dengan vpn unlocked!' , bagaimanapun Author hanyalah manusia(?) dan harap maklum Author baru newbie menulis cerita di . :)
Bagi akinagnq , terima kasih telah membaca dan memfollow sekaligus favorite fanfiction Author. Hontou ni Arigatou Gozaimasu :)
.
.
Ohh.. iyaaa.. Karena di fanfiction ini Kagura ada dua dan Sougo juga ada dua, admin akan membedakan mereka dengan menulis Kagura!Edo, Kagura!3Z, Sougo!Edo dan Sougo!3Z. Untuk Kagura!Edo dan Kagura!3Z yang lagi bertukar tubuh, tetap Author akan menulis Kagura yang sama dengan jiwa mereka. Seperti, walaupun Kagura!Edo sekarang berada di tubuh Kagura!3Z tetap Author tulis Kagura!Edo dan juga Kagura!3Z berada didalam tubuh Kagura!Edo akn tetap Author tulis Kagura!3Z. Paham kan ..? Atau belum paham juga ..?
.
.
.
Kagura!Edo : Kok, Pemeran utama prianya muncul sih, Hanami-Chan. Kan sudah aku bilang dichapter pertama untuk tidak memunculkannya, kalau perlu MATIkan saja, aru. Setuju kan, Kagura!3Z ..!
Kagura!3Z : Setuju aru ..!
Sougo!Edo : Kalau tidak muncul artinya bukan pemeran utama pria , China dan China tiruan.
Sougo!3Z : Aku memang setuju denganmu , diriku yang lain. Tapi siapa yang kamu sebut dengan 'China' tiruan hahh.. Bagiku, 'China'mu lah yang tiruan ..!
Sougo!Edo : Hoo.. Tadi kamu bilang apa .? 'China'ku lah yang tiruan ..! 'China'mu lah yang tiruan .!
Sougo!3Z : Kamu ..!
Sougo!Edo : Tidak.. Kamu ..!
Sougo!3Z : Tidak..tidak... Kamu ..!
Sougo!Edo : Tidak .. tidak .. tidak .. Kamu ..!
Sougo!3z : Tidak..ti-
Kagura!Edo/Kagura!3Z : SIAPA YANG KALIAN PANGGI TIRUAN HAAA ..!(belum Sougo!3Z selesai bicara, duo Kagura langsung menghentikan(menendang) duo Sougo)
Sougo!Edo/Sougo!3Z : Chii.. SAKIT TAHU CHINA ..!
Kagura!Edo/Kagura!3Z : Biarin .. Wleee ...!
Sougo!Edo/Sougo!3Z : Cihhh..
Uzuki Hanami : Berhenti .! Atau tidak ada lagi Pairing SouKagu di fanfiction Author
Kagura!Edo/Kagura!3Z/Sougo!Edo/Sougo!3Z : ... *tiba-tibahening
Kagura!Edo/Kagura!3Z/Sougo!Edo/Sougo!3Z : Nah itu ide bagus Hanami-Chan/Itu ide buruk Uzuki-San ..!
Uzuki Hanami : KALAU BICARA SATU-SATU, BINGUNG TAU ..!
Kagura!Edo/Kagura!3Z/Sougo!Edo/Sougo!3Z : Bukannya Hanami-Chan/Uzuki-San yang malas ketik yah -_-
Uzuki Hanami : ...
Uzuki Hanami : Oke.. tidak ada jatah untuk Pairing SouKagu .!
Kagura!Edo/Kagura!3Z/Sougo!Edo/Sougo!3Z : YEEEEESSSSSSSS/TIIIIIDDAAAAAAKKKKKKKKKKKK ..!
Kagura!Edo/Kagura!3Z : Alay banget sih aru , sadist -_- . Hanya gitu aja sudah teriak histeris seperti Masokis aru .. Ehhh... Masokis ..? Cieee... Sadist sudah jadi masokis aru . Oke, mulai sekarang aku akan memanggil sadist sekarang bukan lagi sadist, tapi masokis aru. Hahahaha... Sadist sudah menjadi Masokis.. Masokis.. Masokis aru.. Okita Sougo sudah menjadi masokis aru.. Hahahahahahahaha...!
Uzuki Hanami : Kagura-Chan, kalau pairing SouKagu tidak ada, berarti kamu juga Kagura-Chan, tidak ada juga tahu. Mengerti, Kagura-Chan ..
Kagura!Edo/Kagura!3Z : ... *tiba-tibahening
Kagura!Edo/Kagura!3Z : TIIIDDAAAAAAAAAAKKKKKKKKKK
Sougo!Edo/Sougo!3Z : -_- .. Kau sudah berubah menjadi Masokis, nee China .. (Sougo menyerigai kemenangan)
(disini kita belajar bahwa senjata bisa memakan tuannya(?) )
Kagura!Edo/Kagura!3Z : Siapa yang Kau panggil 'masokis', sadist aru ..! ehh... masokis maksudnya aru .! Hanami-Chan, bilang kalau tadi hanya bohong aru, nee Hanami-Chan ..! Hanami-Chan yang, baik hati, cantik, pinter , tidak sombong, paling semua-muanya deh, aku rela melakukan apa saja untuk Hanami-Chan yang penting aku bisa tampil terus aru ..! Kalau aku tempil terus aku bisa menjadi artis aru ..! Aku ingin menjadi artis Aru ..!
Sougo!Edo/Sougo!3Z : -_- .. China, kau menjijikkan ..
Sougo!Edo/Sougo!3Z : Diam.. Kuso Gaki ..! Ini taruhannya nyawa(?) tahu ..!
Sougo!Edo/Sougo!3Z : -_-
Uzuki Hanami : Hmnn.. 'Rela melakukan apa saja' yah ..! Hmnn.. Oke, kalau gitu Cium Sougo sekarang
Kagura!Edo/Kagura!3Z : ...
Sougo!Edo/Sougo!3Z : Nice Uzuki-San (y)
Uzuki Hanami : Oke, tidak jadi. Ganti permintaan ..
Sougo!Edo/Sougo!3Z : ...
Kagura!Edo/Kagura!3Z : THANKS HANAMI-CHAN ..!
Uzuki Hanami : Permintaannya adalah bantu Author untuk membujuk para reders untuk mereview fanfition ini, ini juga berlaku untuk kalian berdua juga, duo Sougo (sambil menatap tajam kearah duo Sougo)
Sougo!Edo/Sougo!3Z : Glek .. (duo Sougo hanya bisa menelan ludah(?) saat melihat tatapan mematikan dari Author)
Sougo!Edo : Oyyy... Minna-San, jangan cuman tahu membaca gratis saja, jangan malas meriviewnya juga. Jangan jadi seperti Madao yang pengangguran.
Kagura!Edo : Sadist.. Ehh.. Masokis maksudnya aru. Jangan seperti itu kepada para riders, harus sopan sedikit tahu aru. Walaupun mereka hanya numpang baca gratisan yang tidak tahu jerih lelah Hanami-Chan yang menulis satu Chapter dengan waktu 5 hari ditambah lagi tugas-tugasnya juga menumpuk, tidak tau diri kan kalau mereka tidak meriviewnya aru . Tidak punya hati aru..
Sougo!Edo : " ... " "Kau juga satu China .." -_-
Kagura!3Z : Diriku yang lain. Jangan berbicara kasar juga kasihan kepada reders aru. Kau juga harus menjaga perasaan para riders aru. Mungkin saja mereka tidak tau cara menggunakan elektronik atau internet dan mungkin saja mereka tidak tahu cara meriview mungkin aru. Kasihan kan juga Hanami-Chan kalo tiba-tiba para riders meriview yang buruk bukan yang baik aru. Kalo mereka begitu berarti mereka tidak punya hati aru.
Sougo!3Z : Kau juga sama China -_-
Kagura!3Z : Ehh ..!
Sougo!3Z : Hehhh... Saya mewakili diri saya yang lain , China dan China tiruan, meminta maaf jika kami sudah kasar kepada riders. Mereka bukannya tidak ada hati, mereka hanya saja sadist. Yah.. sadist.. Jadi jika para riders masih punya hati, tolong riviewnya..
Kagura!3Z : Kau juga tidak punya hati aru ..!
Sougo!3Z : Masa kalian boleh sadist, trus aku tidak .. Pikir juga China ..!
Kagura!3Z : ... -_-
Kagura!Edo : SIAPA YANG KAU PANGGIL 'KAGURA TIRUAN' HAHHHH..."
Sougo!3Z : Auww.. (Sougo!3Z tiba-tiba ditendang oleh Kagura!Edo)
Sougo!Edo : Itu akibatnya kau memanggil Kaguraku dengan Kagura tiruan ..! (Sougo!Edo menatap sinis sekaligus menyerigai sadist kearah Sougo!3Z yang terbaring di tanah)
Kagura!Edo : SIAPA JUGA YANG KAU SEBUT DENGAN KAGURA'KU' HAHHHHH .!
Sougo!Edo : Uchh.. (Sougo!Edo akhirnya bernasib sama seperti Sougo!3Z)
Uzuki Hanami : Jika tidak ada yang meriview , itu semua karena ulang kalian. Dan jika tidak ada yang meriview, tidak ada lagi Pairing SouKagu. Pokoknya minimal harus ada 10 riview, kalau tidak 'kalian tahu kan apa yang akan terjadi' ..!
Kagura!Edo/Kagura!3Z/Sougo!Edo/Sougo!3Z : TIIIDDDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKK ...!
Kagura!Edo : Minna-san yang baik dan tidak sombong, mohon riviewnya yahh.. Aku akan melakukan apapun yang minna-san inginkan, tinggal bilang di riviewnya dan aku 'pasti' akan lakukan di chapter tiga nanti.
Sougo!Edo : Kalau gitu cium aku, di bibir...!
Kagura!Edo : TIIIDDAAAAAAKKKKKKKKK ...! EMANGNYA KAMU RIDERS HAHH...!"
Sougo!Edo : Berarti kalo riders yang meminta, kau akan melakukannya , nee China ..?!
Kagura!Edo : Ya..yah.. gi..gitu deh..
Sougo!Edo : Minna-San mohon riviewnya. Maaf jika tadi kelakuan saya tidak sopan. Saya sunggu minta maaf. Hontou ni Sumimasen desuta. Ohh yah.. mohon saat riview minta China dan saya ciuman. Dengan senang hati saya akan lakukang, nee China.
Kagura!Edo : TIIIDDDAAAAAKKKKKK ...!
Kagura!3Z : Kalian ribut aru ..!
Sougo!3Z : Hmnn.. -_-
Kagura!3Z : Mohon riview yah Minna-San . Maaf dengan kelakuan aku yang tadi aru :D
Sougo!3Z : Aku juga ingin minta maaf dengan kelakuan aku yang tadi. Seperti Kagura tiruan, aku akan melakukan apa saja yang Minna-San inginkan jika meriviewnya. Kalau perlu riviewnya ciuman dengan China. Dengan senang hati saya melakukannya.
Kagura!Edo/Kagura!3Z : SIAPA YANG KAU PANGGIL CHINA TIRUAN HAHH ARU/ SIAPA JUGA YANG MAU CIUMAN DENGAN KAMU ARU ...!
Sougo!3Z : -_-
Uzuki Hanami : Ehem ..
Kagura!Edo/Kagura!3Z/Sougo!Edo/Sougo!3Z : MOHON RIVIEW NYA MINNA-SAN ...
Uzuki Hanami : Hehh ...
.
.
.
.
.
.
.
.
