Disclaimer : Tentu saja bukan milik saya
Rating : M (Dengan bahasa kasar dan tidak baku)
Pairing : Naruto x
Genre : Fantasy, Sport, Adventure, Family
Warning : Segala kekurangan baik bahasa, alur yang bersifat menjiblak anime, cerita atau film mungkin bisa salahkan Author yang penuh akan kekurangan ini.
Inspirasi : Basketball and Romance by Jellal-kun
Chapter 2 : Bergabungnya Naruto dan Pelatihan sebelum Turnamen musim dingin.
"Uzumaki Naruto. Orang Amerika lebih sering menyebutnya sebagai Miraculous Child, Golden Child, Yellow Flash, Michel Jordan Junior, bahkan beberapa lagi menaruh gelar spesial untuk Uzumaki dengan gelar sedikit berlebihan, yaitu Field Ruler Absolution, dengan kemampuannya sangat menabjubkan." Kagami berkumpul dengan pemain Basket Seirin mulai bercerita mengenai debut Naruto di Amerika. Ia menghela nafas sebentar sebelum melanjutkan cerita.
"Selama debutnya sebagai pemain Basket Junior, Uzumaki sudah menandatangi kontrak pemain uji coba selama setahun di liga profesional Euro dan berhasil membawa timnya meraih kemenangan bagi Amerika beberapa bulan yang lalu sekaligus bulan terakhir Uzumaki bermain di liga Professional." Sontak semua orang di sana bahkan Kuroko terkejut mendengar Naruto berhasil memenangkan liga elite dalam dunia basket di tahun pertama Naruto memulai debutnya. "Uzumaki memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak di liga Profesional untuk lebih fokus ke sekolahnya, itulah yang Uzumaki katakan di banyaknya paparazi lokal." Lanjut Kagami
"Bukan hanya berhasil membuat nama Amerika harum saja waktu itu, Uzumaki yang menggunakan nama Menma ketika Euro berlangsung, berhasil meraih juara satu di tingkat basket SMP ketika Uzumaki duduk di kelas tiga waktu itu. Untuk alasan Uzumaki mengganti nama Menma, mungkin hanya dia yang tahu karena saat paparazi menanyai itu, Uzumaki hanya mengatakan, semua orang tentu memiliki rahasia yang tidak seharusnya orang tahu." Semua Kecuali Kuroko mengangguk. 'Naruto-kun masih memendam perasaannya, bahkan setelah jauh dari kami!' Batin Kuroko, mengenai alasan kenapa Naruto bisa menghilang, Kuroko juga tahu, satu satunya alasan Naruto menghilang waktu itu mungkin karena suatu insiden menyangkut perasaan Naruto hanya Kuroko mengerti.
"Memang harus ku akui permainan Uzumaki di lapangan seperti melihat Kiseki no Sedai bermain, aku merasakan itu ketika menghadapi Kiseki no Sedai waktu itu. Mereka kumpulan monster menyebalkan!" Ucap Kagami tidak tahu bahwa Naruto merupakan anggota Kiseki no Sedai yang terlupakan.
"Selain berhasil memenangkan dua Turnamen Elite di usianya yang ke 14 tahun, Uzumaki bahkan meraih gelar sebagai Point Guard terbaik di Amerika ketika kemenangan SMP nya di tahun terakhir." oke, kali ini seluruh anggota Club Basket Seirin sepakat ini berlebihan, namun apa yang keluar dari mulut Kagami tidak mungkin bumbu bumbu yang bersifat melebih lebihkan kemampuan Naruto, apalagi Kagami berasal dari negara yang sama dengan Naruto.
"Ano boleh aku menjelaskan sedikit mengenai, Naruto-kun?" Kuroko membuka suara. Ia sudah memutuskan untuk memberi tahu segalanya, untuk Club Basket Seirin saja. "Emang apa yang belum di ketahui mengenai Uzumaki, Kuroko?" Kagami memandang Kuroko penasaran.
"Benar memang apa yang kurang, bukanlah ini sudah cukup membuat kita jantungan?"
"Jelaskan lah Kuroko."
"Sebenarnya, sebelum Naruto-kun memilih pindah ke Amerika di masa masa terakhir SMP, Naruto-kun adalah temanku di SMP Teikou dan menjadi pemain inti Club Basket Teiko dengan gelar Seventh Player Kiseki no Sedai. Ada rumor aneh mengenai Naruto-kun hanya sekedar alibi untuk menutupi kekurangan tim, seharusnya rumor ini sangat terkenal, tak ada satu orangpun mengetahui wajah Naruto-kun jika tidak melihatnya langsung sendiri, sama seperti denganku, Naruto-kun hanya bermain 15 menit pertandingan entah karena apa yang menyebabkan Naruto-kun sebagai Seventh Player Kiseki no Sedai. Sampai sekarang, aku tidak mengetahui batas kemampuan dari Naruto-kun!".
"NANI!" Jerit Shock seluruh gym mengetahui fakta terlupakan yang hanya bisa di dapatkan dari beberapa informan masa lalu. "Ki-Kiseki no Sedai, sekuat apa dia?" Tanya Riko. Ia terkejut bukan hanya karir Naruto yang gemilang di Amerika, tapi di balik masa lalu tidak pernah tersorot media tersembunyi rahasia mengerikan di dalamnya.
"Si-Sial! Darahku mendidih hanya mendengarnya." Oke ini Kagami yang memiliki pendirian agak aneh. Kali ini Kagami bukan hanya memiliki satu rival di lapangan, tapi bertambah dengan adanya Naruto. Ia bertekad untuk mengalahkan kedua rivalnya suatu saat nanti.
"Dengan adanya pemain seperti dia, kita pasti akan bisa memenangkan Winter cup nanti." Kata Riko berbinar binar. "Hoi Riko, memang nya dia berniat bergabung apa?" Tanya Hyuuga merasa kepercayaan diri Riko sudah terlanjur mengkhawatirkan.
"Naruto-kun akan bergabung dengan Club Basket Seirin, tapi bukan sekarang karena aku masih mengingat mimpi Naruto-kun." Kata Kuroko. "Kau yakin, Kuroko?" Tanya Kiyoshi tidak yakin.
"Mimpi Naruto-kun tidak jauh berbeda dengan mimpi kita semua. Menjadi pemain terbaik di Jepang." Riko memegang dagunya, "Bukankah sudah menjadi pemain terbaik di Amerika sudah lebih dari cukup memuaskan hasratnya? Lagipula dengan bakat seperti tadi, dia bisa dengan sangat mudah meraih mimpinya, kan?"
"Tidak, Coach! Sekuat kuatnya Naruto-kun, pasti memiliki musuh yang sampai sekarang belum bisa dia kalahkan." Ujar Kuroko memberitahu satu hal mengenai Naruto. "Oii Kuroko, pemain sehebat apa yang bisa mengalahkan Uzumaki ini?" Tanya Izuki.
"Benar, seharusnya pemain sehebat bahkan hingga mengungguli bakat Uzumaki-kun akan sangat terkenal, bukan!" Riko mengeluarkan unek-unek nya. Ia tidak pernah bertemu pemain yang Kuroko maksud selain Kiseki no Sedai atau mantan pemain Raja Tanpa Mahkota, Kiyoshi salah satunya.
"Kalian akan mengerti. Musuh terbesar Naruto-kun, adalah bakatnya sendiri! Bakat yang terlalu besar akan menjadi boom waktu untuk Naruto-kun dan itu sudah terjadi ketika Naruto-kun mengangkat penghargaan 1 ½ tahun yang lalu." Ucap Kuroko serius, sangat serius hingga membuat semua orang di gym menatap Kuroko tidak biasa.
.
Next Time on
"Uzumaki Naruto, kita sudah berkenalan sebelumnya. Semoga kita bisa menjadi tim yang baik." Kata Naruto tersenyum lebar. Ia sudah memutuskan untuk bergabung dengan Tim Basket Seirin setelah Seirin gagal dengan kekalahan tim Seirin di kesempatan kedua untuk meraih tiket menuju perempat final. Siapa yang menyangka Seirin akan benar benar kalah, mungkin faktor kekalahan dengan Touou Academy menghancurkan kerja sama mereka, siapa tahu kan?
"Yosh Karena semua sudah berkumpul, ayo berangkat!" Ujar Riko. Sebelum penyisihan Winter cup di mulai, Riko sudah memutuskan untuk melatih Club Basketnya di penginapan Kyoto kebetulan Final Interhigh di adakan di sana.
"Yaaaaaa!" Teriak semua bersemangat kecuali Kuroko yang hanya diam dan Naruto cuman tersenyum. Mereka berniat menggunakan kereta untuk perjalanan ke Kyoto. Hingga beberapa hari, Naruto sama sekali tidak mengunjungi atau memberikan kabar dengan keluarganya, bukan karena tidak ingin, ia hanya belum siap.
.
"Baiklah kita akan melakukan latihan di sini. Abaikan para Senpai yang di sana!" Kata Riko keras menunjuk anak kelas 2 sedang berbincang yang pasti bukan topik mengenai basket. "Yoo Riko, kau terlalu kejam terhadap kami. Bisakah kau tidak bersikap begitu." Ujar Kiyoshi menyahut. Ia sama sekali tidak di hargai walaupun ia tahu segala firasatnya berisikan penuh candaan.
'Meskipun dia sudah mengetahui seberapa kuatnya diriku, tapi tetap saja dia tidak membiarkanku bersantai atau melihat lihat. Baru kali ini aku tidak mendapatkan kebebasan ketika berlatih.' Batin Naruto tercengang. Ia berkata seperti itu bukan tanpa alasan, bahkan ketika Naruto bermain di liga profesional seperti Euro sekaligus Naruto memiliki banyak waktu untuk bersantai santai oleh pelatihnya dulu.
Kemudian dia melanjutkan membatin, 'Aku sangat menyukai pelatih yang seperti ini, mereka memandang ku sama.' Tanpa di sadari, sebuah lubang hitam di hati remaja ini berlahan tertutup seakan sebuah ramuan ajaib baru saja ia minum.
"Baiklah, latihan di mulai prittt!" Teriakan Riko memulai seluruh orang di gym camp untuk berlari mengelilingi lapangan namun tidak untuk Naruto memiliki latihan khusus dari Riko. Naruto harus berlari di pasir pantai hingga mencapai batasnya lalu shit up 50x dan Push up 50x perhari. Sempat ada teriakan protes dari Naruto, tapi dengan tampang masam, akhirnya Naruto menuruti dengan hati yang berat ketika senyuman iblis terlihat di bibir Riko membuat Naruto menengguk ludah nya keras.
Batin Naruto berteriak, 'Latihan ini sangat cocok dengan namanya, Camp Neraka!' Kuroko hanya bisa menatap Naruto kasihan. Jika begini, mungkin saja Coach-nya akan memberikan jus buah segar setelah Naruto selesai latihan nya dengan rasa yang sangat tidak enak. Hei ini vitamin tahu.
Sedangkan pemain lain hanya bisa membatin, 'Kau mencoba membunuh Uzumaki, Coach!' dengan ekspresi sweatdrobe tanpa bisa meneriaki nya langsung karena bagaimanapun juga, mereka tidak ingin bernasib sama dengan mantan pemain Kiseki no Sedai ini.
.
Malam harinya di camp latihan. Kagami yang memiliki latihan sendiri sama seperti Naruto harus kembali mengasah setinggi mana kekuatan lompatannya dengan melompat tanpa bola, bahkan lompatan terakhirnya berhasil membuat ring rubuh tak mampu menahan kekuatan tangannya.
Dan sekarang lihatlah. Karena suatu alasan yang jelas, Kagami harus kembali melawan salah satu pemain Kiseki no Sedai, Midorima Shintaro. Kagami offence dan Midorima Defence, satu kali saja bola masuk ke ring, maka Kagami menang. Namun kenyataanya berbeda, tak ada satu bolapun masuk berhasil Midorima Block dengan baik.
"Sudah cukup!"
"Apa katamu!" Ujar Kagami tidak menerima. Ini pertandingan belum selesai, masih ada beberapa serangan lagi sebelum menyentuh angka 10.
Midorima membenarkan letak kacamatanya. "Dengan kemampuan seperti, kau ingin mengalahkan Aomine dalam duel udara?" Ucap Midorima menambah kekesalan bagi Kagami.
"Kau sialan." Raung Kagami tidak terima. "Sadarlah bodoh! Setinggi apapun kau melompat, menghentikanmu adalah hal yang mudah, karena aku tahu kau akan dunk." Setelah mengatakan itu, Midorima melangkahkan kakinya untuk berniat meninggalkan Kagami yang sepertinya menyadari sesuatu.
Greb
"Maa maa Shin, kata katamu untuk menyadarkan temanku terlalu kejam tahu, kau tidak berubah ya." Itu Naruto, tidak tahu dari mana datangnya remaja ini merangkul pundak Shintaro yang baru saja beberapa langkah berjalan.
"Na-Naruto?" Ujar Midorima seakan menentang kenyataan. Hei Midorima sudah sangat lama tidak mendengar kabar sahabat kuningnya ini, pemain paling di hormati oleh Kiseki no Sedai, bahkan menurut Midorima, hanya Narutolah satu satunya orang berhasil mengimbanginya dalam duel tembakan jarak jauh.
Naruto tertawa masam. "Melupakan temanku dengan sengaja, kau benar benar buruk, Shin. Aku jadi merasa harus pulang dan mengambil bantal untuk meredam tangisanku." Kata Naruto mempraktekan bagaimana dia menangis. Tentu saja itu membuat Midorima kembali kaget dengan perubahan sifat remaja ini.
Karena, selama Naruto bermain basket di Teikou, Naruto tidak pernah menunjukan ekspresi seperti sekarang. Ia terlalu serius untuk sekedar bercanda, Midorima ingat itu.
"Kau bercanda? Maksudku, setelah menghilang bagaimana bisa aku melihatmu di sini?" Tanya Midorima bertubi tubi, ia masih belum ngeh posisi Naruto di sini. "Jadi tim yang menjadi lawan tanding kami adalah Tim mu, Shin?"
"Oh Souka, jadi kau anggota Basket Seirin terbaru ya? Kedatanganmu yang tiba tiba setelah menghilang lebih dari satu tahun adalah pertemuan tak terduga hari ini, pada kenyataannya sosok paling ku hormati harus menjadi musuhku di lapangan." Ujar Midorima kembali membenarkan kacamatanya yang sempat turun.
"Ayolah Shin, ku harap kau tidak mengambil hati karena ini. Lagipula, selama seseorang mau berusaha, Tuhan pasti akan menghendakinya. Semoga kita bisa bertanding sehat di lapangan ya, Shin." Bukan tanpa alasan Midorima mengatakan itu, sejujurnya Midorima juga takut untuk menjadi lawan Naruto, tapi kalau sudah begini, ya jalanin aja.
"Hn, aku yang akan menang." Naruto tersenyum mendengar itu. Naruto tidak akan membiarkan musuhnya patah semangat, Naruto melakukan ini agar julukan yang public berikan dulu kepadanya tidak kembali. "Aku senang mendengarnya. Kita bertemu di Winter cup." Dengan ini, Naruto melepaskan rangkulannya ketika Midorima sudah kembali melangkah.
"Ayo Takao."
"Hehe kau mengetahuinya?" Ujar Takao itu yang sedari tadi bersembunyi di balik semak semak bersama Kuroko. Midorima mengabaikan itu, ia lebih memilih menatap Kuroko yang kebetulan juga sedang menatapnya.
"Di penyisihan Winter cup nanti, jangan membuat cahayamu kecewa, Kuroko." Lalu melangkah pergi bersama Takao mengintili dari belakang. Kuroko terdiam sejenak, ia tahu maksud dari kata kata Midorima, ia harus bisa mengimbangi cahaya nya, itu pasti.
"Ya."
"Pemuda pirang tadi, siapa?" Tanya Takao bingung, bagaimana Midorima yang terkenal tidak memiliki kawan selain Club Basket dan Kiseki no Sedai memiliki teman seperti tadi.
"Seseorang paling ku hormati, Kartu Truff Kiseki no Sedai."
"Kiseki no Sedai? Emangnya ada, bukankah pemain Kiseki no Sedai hanya ada 6 termasuk Kuroko bayangan?"
"Dia spesial." Ujar Midorima seadanya.
"Kuroko, Kagami, sudah waktunya istirahat, ayo masuk." Kata Naruto menyadari keberadaan Kuroko. Ia memiliki insting tajam, hawa keberadaan Kuroko yang rendah bukanlah masalah bagi Naruto, tapi tidak untuk Kagami yang kaget dengan kemunculan Kuroko secara tiba tiba.
.
"Akhirnya aku merasa hidup." Kata Kogane bersemangat dengan merentangkan tangannya ke atas. Ini sudah 1 bulan menjalani pelatihan macam Neraka.
"Benar, ku pikir aku akan mati berkali kali."
"Akhirnya aku akan tidur di kasurku. Aku tidak bisa dengan bantal yang berbeda."
"Tapi tidurmu pulas."
"Benar, tidur dalam tumpukan bantal dan dalam kegelapan kasur."
"Izuki diamlah."
"Haaaa aku sempat berpikir tulang tulang ku rontok semua. Badanku sangat sakit." Naruto berjalan lunglai dengan memijit pelan tengkuknya. Jika bukan karena Coach 'tersayangnya' menjelaskan semua tujuannya supaya Naruto melakukan ini, ia tidak akan bertahan 30 hari sungguh.
"Tunggu, kalian pikir kalian mau kemana?" Tanya Riko di pertigaan kepada seluruh anggota Basket Seirin.
"Nani? Ke stasiun tentu saja kan?" Balas Hyuuga, ia sendiri heran dengan Ruko, apa masih ada yang perlu di kerjakan lagi?
"Apartemen ku pasti sudah menjadi tempat rumah debu debu kotor. Aku ingin segera pulang dan bersih bersih." Timpal Naruto, 1 bulan tanpa perawatan Apartemen pasti sudah sangat berdebu atau paling parah ada maling masuk ke apartemen nya.
"Matte Naruto-kun, kau tidak langsung pulang ke keluargamu?" Tanya Kuroko, ia berpikir Naruto sudah pulang. "Mana mungkin aku bisa pulang setelah menghilang begitu saja, Tetsuya. Begini begini aku mempunyai harga diri tinggi."
"Hn Souka?." Balas Kuroko monoton seperti biasa.
"Ara sepertinya bersih bersih mu harus di tunda dulu, Uzumaki-kun." Ucap Riko berkacak pinggang. "Eh kita sudah selesai berlatih, bukan?" Tanya Naruto mewakili semuanya.
"Memang nya kenapa kau pikir kita melakukan camp di sini? Tahun ini, mereka mengadakan di sini." Riko bersemangat menjelaskan. "Oh begitu." Izuki yang satu satunya sadar langsung mengambil Telepon genggamnya lalu mengetik beberapa tombol di hpnya.
"Quarter Final Interhigh antara... Ehh—"
"—Kaijo vs Touou." Ujar Hyuuga dan Izuki berbarengan ketika dengan keponya Hyuuga mengintip isi ponsel Izuki.
"Ayo kita lihat perebutan Final, Interhigh."
.
"Uwoo sugoii ini kah Interhigh?" Sesampai mereka di studion tempat Interhigh berlangsung. Kogane dengan pandangan berseri seri menatap seluruh penjuru studion dengan pandangan kagum.
"Ini baru Interhigh, belum Winter cup kan?"
'Kaijo melawan Touou, artinya ini pertandingan dua mantan anggota Kiseki no Sedai Kise Ryota vs Aomine Daiki. Mn seingatku, Ryota tidak pernah menang dalam duel one on one kan?' Naruto menatap lapangan di mana masing masing Tim sudah memasuki lapangan dengan hawa persaingan sudah sangat terasa hingga ke tribun penonton.
"Kuroko, antara Kise dan Aomine, kira kira siapa yang akan menang?" Tanya Kagami kemudian. Jujur, ia ingin sedikit spoiler mengenai pertandingan perempat Final ini dari mulut mantan anggota Kiseki no Sedai seperti Kuroko.
Kuroko menjawab, "di Teikou dulu. Kise-kun sering sekali menantang Aomine-kun dalam duel one on one meskipun di setiap duel tidak ada perubahan." Kuroko mencoba menerawang masa masa di mana Kise dan Aomine sering bertanding.
"Kise-kun tidak pernah menang melawan Aomine-kun. Tapi untuk pertandingan sekarang, kemungkinan besar akan sedikit ada perubahan, aku yakin Kise-kun sudah berkembang sangat pesat untuk menang melawan Aomine-kun di pertandingan ini." Jelas Kuroko.
"Tapi jika itu duel one on one bukan? Ada kemungkinan Kaijo memenangkan pertandingan ini, semua tidak bisa di ukur dengan masa lalu seseorang, Manusia adalah makhluk yang berkembang. Ini akan menjadi pertandingan sangat menarik." Ucap Teppei menatap lurus ke lapangan. Pertandingan akan segera di mulai beberapa menit lagi.
"Humhn tatapan Ryota lebih menakutkan dari biasanya. Kali ini, Ryota benar benar ingin menang." Naruto tersenyum. Ia lebih tidak menyangka ini. Demi Tim, Kise mulai berhenti untuk menganggumi Aomine dan lebih memilih melampauinya hingga Kise merasakan perasaan belum pernah di rasakan sebelumnya. Perasaan mengatakan jangan pernah untuk mengalah kepada siapapun.
Prittt
"Pertandingan antara SMA Kaijo vs SMA Touou segera di mulai berikan salam!"
"Mohon bantuannya."
Kedua Ace dari kedua tim tampak maju untuk berjabat tangan. Kise tersenyum kecil, "Aku tak akan kalah Aominecchi, kau bisa pegang ucapanku."
"Khhe apakah kau pernah menang melawanku?" Ujar Aomine menjabat tangan Kise di sertai senyuman menunjukan kepercayaan diri yang tinggi, lagipula sekuat apapun musuhnya, hanya ada satu prinsip Aomine, 'Orang yang mengalahkanku, hanya diriku sendiri.'
"Tapi kali ini aku benar benar tidak ingin kalah." Kedua Ace lalu kembali ke posisi masing masing. Quarter pertama akan segera di mulai, bola sudah di siapkan wasit untuk perebutan bola di antara kedua tim ini.
Prittt!
Dengan peluit berbunyi. Bola melayang ke udara dengan satu pemain dari masing masing Tim berusaha meraih bola. Namun sepertinya, Koji Konori pemain no punggung 8 dari Kaijo Academy memiliki keunggulan tersendiri.
Plak!
"Bola pertama untuk Kaijo."
Bola langsung di tangkap oleh Kasamatsu yang sedang di jaga kapten Touou Academy, Imayoshi. "Lupakan sesuatu yang tidak penting— karena Ace kami, Kise!" Kasamatsu mengoper menggunakan teknik Chest Pass kepada Kise yang kebetulan sedang dalam penjagaan Aomine.
Tap.
"One on one pertama Aomine dan Kise." Ucap Kagami tidak menyangka duel maut antara mereka bisa secepat ini. "Jika ku lihat dari pertandingan Seirin melawan Touou, aku hanya bisa berkata Ryota jauh lebih lemah dari pada Daiki. Namun tidak menutup kemungkinan Ryota menyimpan sesuatu untuk mengalahkan Daiki." Komentar Naruto di samping Kagami.
Kise bergerak ke arah kanan lalu mengubah gerakannya ke arah sebaliknya dengan kecepatannya sendiri. Ia melewati Aomine membuat seluruh penonton berdiri tegang.
"Kise melewati Aomine."
Plak!
Belum satu meter bagi Kise mendribble bola, tangan Aomine sudah terlebih dahulu mem-block membuatnya bebas dari tangan Kise. "Kau sama sekali tidak berubah Kise, kau masih lemah. Jangan berpikir kau bisa melewatiku hanya dengan ini."
"Tidak, Steal."
"Touou menyerang balik!"
Imayoshi dengan cepat langsung mengambil bola bebas lalu mendribble bolanya menuju ring Kaijo, namun satu pemain Kaijo yang memiliki posisi Canter tidak membiarkan Imayoshi untuk bergerak lebih jauh.
"Sakurai!"
Imayoshi mengoper bola kepada teman setimnya sedang berdiri di luar garis Three Point. Imayoshi tidak mungkin memaksakan diri untuk menerobos masuk melewati Kobori defense terlihat lemah namun sulit di tembus.
"Summimasen."
"Quick-Release macam apa itu."
"Three Pointer" Komen Izuki. Ia lebih tidak menyangka akan ada angka pertama Touou dari tembakan seseorang yang dia beri julukan Jamur minta maaf. "Poin pertama di ambil Touou."
Blush.
Usaha pemain Kaijo untuk memblokir tembakan Three Point dari Sakura sia sia. "Jangan seolah olah hanya dengan ini membuat kalian unggul, jangan bercanda!" Kasamatsu meraih bola yang baru saja masuk lalu melakukan Baseball Pass kepada Kise yang berada di luar garis Three Point
"Wow Pass terlalu cepat. Aku tidak tahu Kaijo memiliki kapten seperti dia." Puji Naruto melihat serangan balik di lakukan Kaijo begitu instan.
"Itukan!"
"Eehhh—apa."
"Quick-Shoot milik Sakurai, jangan jangan dia ingin menirunya."
"Ryota lagi. Jangan jangan mereka ingin menyerahkan semuanya pada Ryota." Ucap Naruto sedikit bingung kenapa pemain Kaijo hanya memanfaatkan bagian Offence kepada Kise padahal bisa di lihat Aomine menjaganya sangat ketat.
"Duel kedua antara Kise vs Aomine." Tanggap Kagami memincingkan mata.
"Huhhhh"
Wuss
Tembakan Three Point yang Kise tiru dari Sakurai dengan bebas meluncur dengan ketinggian yang sama. "Kau masih hebat meniru teknik orang lain he." Komentar Aomine beberapa langkah di samping Kise.
"Ya maaf saja. Aku tidak akan membiarkan Tim mu berbuat seenaknya, Aominecchi."
Blush!
"Selain itu, kami juga tidak sebaik yang kalian pikirkan dengan menyerahkan penguasaan bola di Quarter pertama." Ujar Kasamatsu berdiri tidak jauh dari Imayoshi. Kapten Touou itu tersenyum tipis sambil memperbaiki letak kacamatanya. "Hoo menarik."
"Penguasaan hancur. Waktu pertandingan adalah 40 menit dengan masing masing Quarter 10 menit. Dengan adanya alur seperti ini, seharusnya penguasaan pertandingan akan berubah lebih dari tiga kali, bukan?" Kata Naruto, ia masih mengamati dua temannya ini untuk berjaga jaga jika suatu saat nanti mereka berhadapan oleh salah satu dari Aomine ataupun Kise.
"Kami akan mengikutimu sebanyak yang kau mau, Kise. Ayo terus maju." Kata Kasamatsu memberikan dukungan mental kepada Ace mereka. "Senpai..."
"AKU TIDAK BILANG KAU BISA MEMBIARKAN MEREKA MENGHENTIKANMU, BAKA!" Teriak kesal Kasamatsu, sedangkan Kise mendapatkan imbas dari kekesalan kapten Tim basketnya hanya tertawa garing dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
.
Teeeeetttt
"Pertandingan berakhir, 110 dengan 96, Touou menang!"
"Arigatou Gozaimazu."
"Ya aku tidak menyangkal apapun ini pertandingan menarik. Tapi sekuat kuat Ryota, selama ia tidak memiliki senjatanya sendiri masih memiliki kelemahan yang begitu terlihat." Pertandingan penuh akan dramatis telah selesai. Kise harus merelakan kaki nya tidak bisa berdiri harus di bantu dengan Kasamatsu setelah memaksakan diri mengcopy seluruh permainan Aomine.
Jujur, Naruto terkejut melihat Kise melakukan itu. Karena apa yang Naruto tahu, Kise mampu meniru permainan musuhnya tapi tidak untuk anggota Kiseki no Sedai, apalagi permainan Aomine terkesan kasar. Kise, temannya sudah berkembang sangat pesat.
"Ngomong ngomong, aku masih heran kenapa kalian bisa menang melawan Kaijo, gak mungkin dengan semangat aja kan?" Tanya Naruto polos, ia masih bingung.
"Uzumaki, bisakah kau tidak menanyakan ini lagi, kau harus tau mengurus senpai di sana sangatlah sulit." Hyuuga menepuk pelan bahu Naruto, ia hanya ingin Naruto berhenti menanyakan itu. Ia juga bingung harus menjawab apa mengenai pertandingan mereka melawan Kise waktu itu untuk menjawab pertanyaan Kiyoshi tadi.
"Naruto-kun. Seperti kata Kiyoshi-senpai tadi, Manusia adalah makhluk yang berkembang, mungkin Kaijo tidak sekuat ini. Kekalahan Kaijo waktu itu pasti menjadi pembelajaran." Jawab Kuroko, ia juga yakin dengan temannya, Kise.
"Naruhodo, kalau begitu, Kita pulang."
########
"Halo paman Edward? Ada apa menghubungiku?"
"..."
"Ku pikir ini sudah lebih dari cukup. Kabarku baik, terima kasih sudah menghawatirkanku."
"..."
"Apartemen ini terlalu mewah untuk di tinggali oleh murid SMA kelas satu oke. Aku tidak mau dengan rumah kau janjikan itu, ku pikir harganya sangat mahal hehe."
"..."
"Tentu saja aku sangat yakin."
"..."
"Tabunganku masih cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan hidup selama 5 tahun mendatang. Hasil dari Transfer Pemain tahun lalu, uang penghargaan dan uang setiap bulan paman transfer sangatlah besar. Aku bisa membeli 5 mobil Lamborghini dengan uang ini."
"..."
"Hahaha iya nih. Aku belum cukup nyali untuk pulang ke rumah kedua orang tuaku. Biarkanlah mereka mengetahui sendiri aku ada di Jepang."
"..."
"Aku selalu ingat dengan nasehatmu kok. Setelah Turnamen Winter cup berakhir dan liburan sekolah. Mungkin aku akan kembali ke Amerika dan berlatih beberapa hal yang belum ku pelajari darimu. Atau setelah penyisihan Winter cup selesai."
"..."
"Aku sudah menemui assisten mu. Dia bersedia mengurus segala kebutuhanku di sini. Lagipula, ia masih membutuhkan pekerjaan haha. Walaupun sebenarnya aku tidak semanja itu."
"..."
"Huwa benarkah? Kalau begitu aku akan menunjukan sesuatu yang menarik ketika di Winter cup nanti."
"..."
"Kau tahu kan seberapa hebatnya diriku? Aku takan pernah kalah dengan yang lainya."
"..."
"Baiklah, selamat malam, terima kasih paman Edward. Mungkin jika aku tidak bertemu denganmu di Amerika dulu, aku hanya akan menjadi gelandangan dan tidak menjadi sekarang."
"..."
"Bosan? Haha tentu saja tidak. Aku tidak akan pernah bosan mengucapkan terima kasih atas segala kebaikanmu. Telfon boleh ku tutup?"
"..."
Lalu telfon Naruto tutup. Sosok yang Naruto panggil Paman Edward ini bisa di katakan pengantar Naruto menjadi atlet hebat di Amerika. Kedatangan Naruto ke Amerika tanpa bekal apapun merupakan tindakan bodoh, Naruto sempat merutuki kebodohannya, namun berkat dua orang yang ia temui di Amerika. Tindakan bodohnya menjadi pengantar Naruto sebagai pemain basket paling berbakat di tingkat SMP Amerika.
"Tetsuya mengundangku untuk bermain Street Basket. Sebaiknya ku tolak atau tidak ya? Tubuhku masih sakit gara gara camp Neraka Riko-senpai." Beberapa jam yang lalu. Kuroko memberikan pesan untuk Naruto melengkapi Tim Basket Seirin dalam Turnamen Street Basket.
"Aku akan tidur. Aku tidak ingin di cekik Riko-senpai gara gara terlambat besok." Masih fress di ingatan Naruto. Ketika di pelatihan neraka, ada satu momen di mana Naruto datang terlambat untuk latihan lalu dengan tampang sangar, Riko mencekik Naruto hingga kehabisan nafas dan anggota Basket Seirin hanya bisa diam di saat Naruto mencoba mencari bantuan.
.
Chapter 2 selesai. Maaf kalau banyak kesalahan, Sayonara.
Profil Author
Nama : Elly Septi Aderiani.
Gender : Laki-laki
Usia : 14 tahun
Sekolah : SMP Bina Bangsa Mandiri, Cikeas.
Alamat : Cibubur, Bogor.
Hobby : Tidur, Nonton Anime, Baca Novel, Main PUBG dan Melakukan hal yang tidak berguna lainya.
Chara Anime Favorite : Uchiha Sasuke, Uzumaki Naruto, Kuroko Tetsuya, Akashi Seijuro, Aomine Daiki, Yukihira Soma, Nakiri Erina, Hayama Akira, Usui Takumi, Arthuria Pendragon, Modred, Karna, Gilgamesh, Shiba Tetsuya, Sora dan Shiro.
Anime Fav: Naruto, Fairy Tail, One Pieces, Kiss x Kiss, Fate Series, God Eater, Assasaintion Classroom, No Game no Life, Shokugeki no Soma, Rosario + Vampire, Rakudan Kishi no Cavalry, Re:Zero, Chivalry of a Failed Knight, Nisekoi, Sekirei, Tate no Yusha, Akame ga Kiru, Mahouka Koukou no Rettouse, dan lain sebagainya.
Bad Pairing : Yaoi, Yuri, Sasuke x FemNaru.
