All Cast belongs to GOD, but this story and 'Choco' belongs to ME.

Main Pairing: HaeHyuk (Lee Donghae X Lee Hyukjae)

Other Pairing: HanChul, SiBum, YunJae, KangTeuk

Supporting Cast: Choi Minho, Cho Kyuhyun, Kim Junsu, Henry Lau

Genre: Romance, Fantasy

Rated: T

Warning: YAOI, BL/Boys Love, typo(s) miss typo, Geje, EYD Failure, Out Of Character, Don't Like Don't Read


MIANHAE EOMMA!

.

.

Donghae menatap sosok yeoja yang kini berdiri sambil melempar sebuah gummy smile ke arahnya, yeoja itu mengenakan pakaian serba putih, berambut coklat sebahu, bermata bulat, mempunyai bibir berwarna merah cherry dengan belahan tipis di tengahnya dan memiliki kulit seputih susu.

"Hae ah! Kau merindukannya?" Tanya yeoja itu lembut, yeoja itu mendekat pada Donghae, merangkul lengan Donghae dan menyandarkan kepalanya pada pundak Donghae. "Appa mu besok akan pulang Hae ah, jangan bersedih lagi ne!" Lanjutnya.

Donghae menggangguk dan menggerakkan tangannya untuk membelai surai coklat yeoja itu. "Aku memang merindukan appa ku, tapi aku bersedih bukan karena itu! Tapi karena kau pasti akan segera meninggalkanku jika appa ku pulang." Ucap Donghae dengan nada sendu tanpa menatap sang yeoja.

Yeoja itu melepaskan rangkulannya kemudian mendongakkan kepalanya dan menatap Donghae dengan tatapan sendu, "Mianhae Hae ah! Tapi tugasku hanya sampai di situ, lagipula-" yeoja itu menangkup wajah Donghae dan mengarahkan wajah Donghae yang menatap hampa ke arah laut supaya mengalihkan pandangan dan menatapnya, "-akan ada orang lain yang akan menggantikanku." Lanjut sang yeoja.

Donghae mendongakkan kepalanya dan menatap yeoja itu dengan tatapan tidak percaya "Aku tidak mau orang lain! Aku hanya mau kau yang ada di sisiku HYUKKIE!" Ucap Donghae tegas dan setengah berteriak.

Yeoja yang dipanggil Hyukkie itu hanya bisa menghela nafas berat mendengar pernyataan Donghae, "Hea ah! ini semua sudah takdirmu, aku tidak bisa terus bersamamu, tugasku masih banyak." Ucap Hyukkie lembut, selembut belaiannya pada pipi Donghae.

"Tapi Hyukkie!" Donghae berusaha membantah, namun Eunhyuk menahan kata yang hendak keluar dari bibir tipis Donghae hanya dengan menatap mata Donghae.

Seperti tersihir, Donghae seketika itu juga mematung menatap mata Hyukkie.

"Kita masih bisa bertemu saat kau merasa kesepian." Ucap Hyukkie lirih.

"Yakso?" Donghae berusaha meminta konfirmasi dari perkataan Hyukkie dan tentu saja mendapat jawaban dengan anggukan dari Hyukkie.

"Sekarang pejamkan matamu!" Pinta Hyukkie.

Donghae menggeleng cepat "Jika aku menutup mataku, pasti kau akan segera pergi." Elak Donghae.

Tanpa membuang banyak waktu dan tanpa menunggu penolakan lain yang keluar dari bibir Donghae, Hyukkie segera menggerakkan tangannya ke arah kening Donghae dan menurunkannya perlahan, membuat kelopak mata Donghae turun seirama dengan tangan Hyukkie.

Hyukkie tersenyum manis saat mata Donghae telah terpejam sempurna "Sampai jumpa Hae ah!" Gumam Hyukkie lirih yang hanya bisa terdengar olehnya sendiri.

"Hae ah!" Seketika itu juga mata Donghae terbuka lebar mendengar sebuah suara teriakan merdu yang ternyata adalah milik Jung Junsu. Donghae menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, mencari sosok Hyukkie, namun tak ia temukan, bahkan Donghae tak menghiraukan sedikitpun Junsu yang saat ini telah berjalan menghampirinya.

"Apa yang sedang kau cari Hae ah?" Tanya Junsu bingung.

"Junsu ah, kau lihat seorang yeoja tadi? Dia pergi ke arah mana?" Tanya Donghae panik.

Junsu menautkan alisnya bingung, Junsu memang tak melihat ada yeoja di tempat itu, "Ayolah Hae ah, jangan mulai lagi, sebenarnya ada apa denganmu? kau selalu bertingkah seperti itu jika berada disini, kau selalu membayangkan seorang yeoja jika berada di tempat ini." Junsu mulai kesal dengan tingkah Donghae, Junsu tahu benar siapa yeoja yang dimaksud Donghae, perlahan Junsu mengedarkan pandangannya, mata Junsu akhirnya terhenti dan terfokus pada sebuah kanvas yang telah terisi penuh dengan goresan pensil dan menggambarkan sosok yeoja manis yang tak lain adalah Hyukkie. "Yeoja itu tidak nyata Hae ah!" Ucap Junsu.

"Dia nyata Junsu ah!" Elak Donghae.

"Sadarlah Hae ah! Dia itu hanya yeoja fantasimu." Sepertinya Junsu saat ini sudah terbawa emosi, terlihat dari nada bicaranya yang sedikir tinggi.

"Terserah kau mau berfikir seperti apa!" Donghae yang mulai kesal karena sahabatnya tidak mau mempercayai apa yang ia katakan segera membereskan peralatan lukisnya yang tergeletak diatas hamparan pasir dan pergi meninggalkan Junsu begitu saja.

"Pantas saja eomma mu selalu menghkawatirkanmu, tingkahmu itu masih sangat kekanak-kanakan." Junsu akhirnya ikut melangkah meninggalkan tempat itu, menyusul Donghae.

.

.

Henry nampak mengendap-endap berjalan menuju sebuah ruangan yang gelap dan sepi yang di yakini adalah sebuah gudang rumahnya, henry membuka pelan pintu gudang itu dan melangkah memasuki gudang dengan menolehkan kepalanya kekanan dan kirinya, memastikan tidak ada seorangpun yang melihat ataupun mengikutinya. Setelah merasa aman Henry mulai mengutak atik ponselnya, mencari sebuah kontak milik gege tersayangnya.

"Gege kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?" Henry terlihat mulai resah saat tidak ada nada sambungan dari ponsel Eunhyuk. Henry kemudian mencari aplikasi lain yang diyakini sebagai aplikasi pelacak, Henry memasukkan id ponsel Eunhyik namun tidak ada hasil untuk pencarian id tersebut. Henry benar-benar panik saat ini, pikiran yang bukan-bukan mulai muncul di benak Henry, "Ge apa kau baik-baik saja? Kau dimana sekarang?" Henry menyandarkan dirinya pada dinding dan perlahan menurunkan badannya, terbersit perasaan bersalah dalam hati Henry karena telah mengusulkan ide kabur pada Eunhyuk. "Gui Xian gege!" Tiba-tiba Henry teringat akan sosok Gui Xian -Kyuhyun-, sebuah ide pun terlintas, ia yakin Kyuhyun dapat membantu mencari Eunhyuk, mengingat Kyuhyun juga lah yang membantunya dalam misi pelan diri Eunhyuk. "Semoga dia bisa membantu." Henry kembali mengutak atik ponselnya mencari kontak Kyuhyun dan segera menghubungi Kyuhyun.

.

.

Masih di rumah yang sama namun di ruangan berbeda, tepatnya di sebuah ruang kerja, seorang namja tampan berwajah khas Cina nampak santai duduk di sebuah kursi kerjanya sambil memandangi lukisan pemandangan yang ada dihadapannya. Sebagian orang memang menganggap jika memandangi sebuah lukisan merupakan hal yang membosankan dan tidak berguna, namun berbeda untuk Hankyung, namja keturunan Cina sekaligus appa dari Tan Hyukjae ini sangat mengagumi seni visual yang bernama lukisan. Bahkan Hanggeng sangat mempercayai jika sebuah lukisan mampu membuat perasaan tenang hanya dengan melihatnya, seperti saat ini.

SREEET

Mata Hankyung yang tadinya terlihat penuh kedamaian kini berubah menjadi penuh kesuraman setelah istri tercintanya -Kim Heechul- menutupi lukisan yang tadi memanjakan matanya dengan sebuah kain.

"Waeyo chagi?" Hankyung masih berusaha berbicara selembut mungkin saat ini pada Heechul, pasalnya Hankyung benar-benar mengetahui suasana rumahnya masih sangat kacau setelah putra sulungnya kabur dari rumah dan Hankyung tidak berniat menambah masalah dengan menantang istri tercintanya.

"Kau masih bisa bertanya kenapa Hannie? Putramu kabur dari rumah dan kau tenang-tenang saja duduk di sini sambil memandangi lukisan konyol mu itu! Ish jinjja!" Heechul mulai memarahi Hankyung, nampaknya pasangan suami istri ini tidak saling memahami jika menyangkut lukisan, terlihat dari cara Heechul menyebutkan kata 'konyol' pada lukisan itu.

Huuuft, Hankyung hanya bisa menghela nafas berat menanggapi sikap istrinya. "Dia kabur kan gara-gara kau yang memaksanya untuk bertunangan dengan Minho, lagipula anak itu bisa kabur kemana?" Hankyung masih terlihat santai dan berjalan menuju lukisannya yang tadi ditutupi selembar kain oleh Heechul, menarik kain itu dan kembali menikmati keindahan yang ditawarkan oleh lukisan tersebut.

"Kelihatannya kau tidak menyukai Minho, benarkan Hannie?" Selidik Heechul.

"Aku bukan tidak menyukai Minho, aku hanya tidak suka perjodohan ini." Jelas Hankyung.

"Apa bedanya dengan kau tidak menyukai Minho?" Potong Heechul cepat.

"Aku tidak membenci Minho chagi, sungguh! Aku hanya tidak suka melihat Eunhyukkie kau jodohkan dengan orang yang tidak dicintainya. Lagipula-" Hankyung menjeda kalimatnya kemudian menatap kosong pemandangan yang ada di luar ruangan itu melalui sebuah jendela, membuat Heechul menautkan alisnya, bingung dengan sikap suaminya.

Heechul mengguncang tubuh Hankyung, seakan meminta Hankyung meneruskan perkataannya dan itu berhasil.

"-Yang terlihat lebih menyukai anak kita bukan Minho, tapi Appa nya Siwon."

"OMO!" Heechul memekik sangat kencang membuat Hankyung yang ada di sampingnya menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya. "Hannie, bagaimana kau bisa menyimpulkan Siwon juga menyukai Eunhyukkie? Lagipula apa mungkin seorang appa bersaing dengan putranya untuk mendapatkan Eunhyukkie?" Terlihat Hankyung hanya menggelengkan kepalanya pelan. "Inilah sebabnya aku tidak menyukaimu menjadi seorang kolektor, otakmu jadi sedikit bermasalah karena terlalu lama memandangi gambar abstrak yang bahkan tidak ada artinya." Lanjut Heechul.

"Ne ne, mungkin aku yang terlalu berlebihan dan tidak peka dengan Eunhyukkie kita, aku akan mencarinya sekarang, kau puas sekarang chagi?" Hankyung mulai berjalan menuju meja kerjanya menyambar ponsel dan mulai menghubungi seseorang.

Heechul bisa bernafas lega saat ini, Heechul segera berlari dan memeluk Hankyung dari belakang, "Gomawo Hannie! Aku melakukan ini juga untuk kebaikan kita semua." Bisik Heechul.

"Ne arrasseo!"

.

.

"Hyuk ah, kenapa kau tidak mau dijodohkan dan malah nekat kabur ke sini?" Tanya Junsu pada Eunhyuk yang kini tengah merebahkan tubuhnya d sebuah ranjang yang ada di kamar Junsu.

"Aku tidak menyukai namja katak itu Junsu ah!"jawab Eunhyuk singkat.

"Mwo? Namja katak?" Junsu mulai bingung dengan julukan yang diberikan Eunhyuk pada Minho-calon tunangannya-.

"Ne namja katak, dia mendapat julukan seperti itu karena dia sangat suka melompat-lompat seperti katak jika sedang senang." Jelas Eunhyuk panjang lebar.

"Seperti apa rupanya sampai kau menolaknya?" Junsu terus memberondong Eunhyuk dengan segala macam pertanyaan.

"Wajahnya tampan, badannya tinggi dan tegap, sikapnya sedikit posesive walaupun dia namja yang lembut."

"Lalu kenapa kau tidak mau dijodohkan dengannya?"

"Dia namja, aku juga namja, Aku masih normal Junsu ah!"

Junsu nampak mengeryitkan dahinya mendengar pernyataan Eunhyuk. "Hyuk ah, kita tidak pernah tahu hati kita di takdirkan untuk dimiliki oleh siapa, jadi sebelum terlambat tolong fikirkan lagi, apa kau menolak pertunangan karena tidak mencintai Minho atau hanya karena kau merasa canggung dengan hubungan sesama namja. Pikirkan baik-baik ne!" Junsu menepuk-nepuk pundak Eunhyuk sebelum akhirnya dia keluar dari kamarnya, meninggalkan Eunhyuk yang mencoba merenungi tiap kata yang terlontar dari mulut sepupunya.

"Aish! Apa yang harus ku lakukan sekarang?" Eunhyuk mengacak-acak rambutnya frustasi, hatinya masih berperang berusaha meyakinkan dirinya bahwa dia tidak menyetujui pertunangannya karena dia merasa canggung dengan pertunangan itu, namun sepertinya hatinya lebih mengarah pada perasaan Cinta bukan perasaan canggung.

Eunhyuk mulai gusar, Eunhyuk berdiri dan berjalan menuju tembok kamar Junsu yang sebagian besar terbuat dari kaca, dipandanginya pemandngan yang ada di luar kamar itu.

"Apa-apaan ini?" Eunhyuk menautkan alisnya bingung saat melihat pemandangan yang ada di luar kamar Junsu, bukan pemandangan, tapi lebih tepatnya sebuah kamar yang berhadapan dengan kamar Junsu, kamar itu nampak penuh terisi dengan lukisan-lukisan indah. "Itu rumah siapa?" Beberapa detik kemudian Eunhyuk segera mengingat jika rumah ahjumma nya itu bertetanggaan dengan rumah Leeteuk, seorang ahjumma yang ia temui tadi siang. "Jadi Leeteuk ahjumma juga seorang kolektor lukisan? Pasti kebiasaanya juga sama dengan appa." Eunhyuk menghembuskan nafas berat mengingat kebiasaan Hankyung yang bisa dibilang sangat tergila-gila dengan lukisan dan bahkan berani bertengkar habis-habisan dengan sang eomma jika sudah menyangkut sebuah lukisan, apalagi jika pelukisnya adalah pelukis nomor satu. "Eomma, Appa, Mianhae!" Ucap Eunhyuk penuh sesal.

.

.

Langit masih menunjukkan warna biru kehitam-hitaman, namun mata Eunhyuk sudah tidak bisa lagi terpejam, Eunhyuk melirih sebuah jam yang berada di atas meja nakas disamping ranjang Junsu, jam itu masih menunjukkan pukul 4.40 waktu setempat, Eunhyuk berusaha memejamkan lagi matanya namun tidak bisa.

Setelah beberapa lama Eunhyuk akhirnya menyerah, Eunhyuk segera bangkit dari ranjangnya dan berjalan keluar kamar Junsu. Sepi, hanya satu kata itu yang dapat menggambarkan situasi rumah Junsu saat ini. Eunhyuk kembali melangkahkan kakinya menjelajahi isi rumah namun tak ia temukan apapun yang bisa menghilangkan rasa bosannya, mungkin jika saat ini ponselnya masih ada, Eunhyuk tidak akan repot-repot untuk mencari hiburan guna mengusir rasa bisannya.

Menyerah, Eunhyuk akhirnya keluar dari rumah Junsu hendak berjalan-jalan di tepi pantai yang kebetulan tak jauh dari rumah sepupunya itu. Dan dengan bertelanjang kaki Eunhyuk segera berjalan sambil sesekali berlari kecil menuju pantai, sesekali hembusan angin pagi terasa lembut menyapa badannya, membuat pikiran beserta hatinya yang sempat gundah menjadi tenang, beban yang ia pikul seolah terjatuh begitu saja.

Tak lama kemudian Eunhyuk telah sampai di tepi pantai, direntangkannya kedua tangannya sambil mendongakkan kepalanya ke atas, membiarkan angin laut membelai tubuhnya dan mempermainkan surai redbrown nya.

Merasa puas Eunhyuk kemudian berjalan menyusuri tepi pantai memecah ombak yang berlomba menaiki pantai dengan kedua kaki jenjangnya.

"Eh?" Langkah Eunhyuk terhenti saat ia melihat seorang namja brunette tengah berdiri ditepi pantai sambil menatap kosong hamparan laut yang ada dihadapannya, terlihat jelas gurat kesedihan di wajah tampan namja itu. Merasa penasaran Eunhyuk segera menghampiri namja itu.

PLUK

"Hei Jangan melamun di tepi pantai! Kau tidak takut terbawa ombak jika kau melamun disini?" Ucap Eunhyuk ramah, membuyarkan lamunan namja itu.

Namja brunette yang ternyata adalah Donghae itu pun menoleh k arah Eunhyuk.

DEG

"Hyukkie!" Seru Donghae dengan mata berbinar.

'Kenapa dia bisa tau nama panggilan yang hanya digunakan oleh keluargaku?' Eunhyuk menautkan alisnya bingung dengan sikap Donghae.

"Kau sudah kembali rupanya." Donghae pun tersenyum manis pada Eunhyuk, sedangkan Eunhyuk hanya bisa tersenyum canggung pada Donghae pasalnya Eunhyuk masih heran karena namja yang ada dihadapannya itu mengenali namanya. "Eh?" Kali ini Donghae yang menautkan alisnya bingung saat menyadari penampilan Hyukkie –yeoja fantasinya- berubah "Hyukkie! Kemana rambut coklat sebahumu? Dan kenapa kau tidak mengenakan baju serba putih hari ini?" Mendengar pernyataan Donghae Eunhyuk semakin bingung.

"Mianhae, tapi aku benar-benar tidak tahu apa maksudmu!" Ucap Eunhyuk polos.

DEG

Sakit, keccewa, dan perih, seperti ada sebuah pisau tajam yang menghujam jantung Donghae saat ia mendengar perkataan Eunhyuk.

"Hyukkie, Kau tidak mengenaliku?" Donghae menatap Eunhyuk penuh harap, Donghae berharap bahwa yang dilakukan Eunhyuk saat ini adalah sebuah lelucon, namun Eunyuh terlihat serius tidak mengenali Donghae sama sekali.

"Kau ini siapa? Kenapa kau tahu nama yang bahkan hanya keluargaku saja yang biasanya memakainya untuk memanggilku?" Selidik Eunhyuk.

DEG

'Keluarga?' Lagi-lagi jantung Donghae terasa seperti terhujam pisau tajam mendengar perkataan Eunhyuk.

(T.B.C/DEL?)

Special thanks to: All Reviewers, Readers, Visitor and All of everyone who support this Fic.


Hahahahaaahaaa #tertawa EVIL ala bos Cho! :D

Mianhae readerdeul, tadinya mau bikin 2-Shot tapi malah jadi TBC di chap 2 ini, uda gitu pendek pula, ini semua karena saya habis nonton siaran radionya Hyukkie baby ma baby Kyu, jadinya saya ketularan jahilnya orang dua itu. Heheheeee.

Neomu-neomu-neomu mianhae karena updatenya lambreeeeet beudh, Rizuka lupa kalo Rizuka punya Fic ini. Heheheeee #dibantai.

And satu Lagi neomu1000x Mianhae coz Rizuka masih gak bisa bales Review buat Fic ini #nangis meluk Choco. Tapi jangan kapok ngereview ne! ^^

Semoga readers gak kecewa ne!

Akhir kata, masih berniatkah reader menantikan chapter berikutnya? Jika 'IYA' tolong segera tinggalkan jejak :D

Thankyou very much for reading, reviewing, and support this Fic.

#Deepbow bareng Choco.