Yap…Another Stories add up! Whieweewewew –nyuarain sirine ambulan-

Whieeew! I don't know but I feel like I am kinda imporving. Akhirnya aku bisa membuat cerita yang gak terlalu panjang buat. Whahahahahah!

Anyway, Yaay! Hanya 2 hari aku bisa menyelesaikan ini. Jadi kalau aku mau sekalipun, aku bisa ngebut ngerjain 2 chapter dalam 4 hari. Hahahahaha! Biasanya aku males banget sampe 2 ato 3 tahun aja mandek.

The blame is not all mine, but blame my situation. You know, aki ini bikin cerita nyambi sambil belajar. Aku kan masih SMA dan akan menghadapi UN. ( oke aku mulai curhat…lanjut lah ke cerita )

Hunter x Hunter and its characters…I wish it was mine. Tapi kalo iya, nanti bakalan di buat Hisoka having sex dengan Gon ntar dan itu bakalan jadi anime hentai dari pada anime teen.

Mind you this. This is Boys Love Fanfic. So...Both main character are Boys.

Oh and thanks for nida, my friend. She really helped me with characterization of Hisoka so far :p


My sensei is a Joker

First day is First

Gon's POV

Ini hari pertamaku berada di sekolah ini. Sekolah nya besar sekali, aku takut kalau kesasar. Sebetulnya Ging sudah memberi tahu ku seperti apa sekolahnya dan dia juga bilang kalau orang luar sering kesasar kalau tidak ada pemandunya atau yang mengiringi. Ging juga tadi menawarkan untuk menemani ku sampai ke ruang guru, tapi aku menolaknya.

" Tidak usah Ging, Aku akan baik-baik saja. Kalau kesasar pun aku tidak bakal sendiria. Aku akan tanya orang-orang yang ada di situ kalau aku kesasar ", Kataku seraya memberi senyum untuk memastikan aku akan baik-baik saja.

Ging sepertinya ingin mengatakan sesatu, namun tak jadi. Apa pun itu, aku pasti akan baik-baik saja.

Setelah Ging meninggalkan ku untuk kerja lagi, aku hanya bisa menghela nafas.

" Yak…ini dia "

Ku lihat banyak murid-murid yang sudah mengenal satu sama lain. Oh iya, aku baru ingat. Aku kan murid pindahan yang pindah di semester Ganjil, Pasti nya anak-anak disini sudah mengenal satu sama lain.

Masih 25 menit lagi sebelum bel masuk. Aku masih penasaran, ada apa saja di sekolah yang seluas ini. Tapi aku harus ke ruang guru dulu untuk mengetahui aku ada di kelas mana.

Di depan pintu masuk sekolah, ku dengar suara-suara ribut di dekat rak sepatu. Segerombalan anak-anak yang sedang mejeng sedang mem-bully dan menertawakan anak yang sedang di bully. Anak berambut panjang yang di ikat dua. Namun ikatannya sedikit aneh dan ingusan pula. Aku tidak bermaksud untuk menhina karena Mito-san pernah berkata padaku untuk tidak menuding orang dari kovernya saja.

Tak tahan aku melihat aksi bully tersebut, setelah aku menukar sepatu luar ku dengan sepatu ruanganku, aku langsung menuju segerombolan anak tersebut.

" hey! Jangan membully yang lain dong. Kan itu tidak baik! ", Kata ku seraya melindungi anak Perempuan tersebut. Anak perempuan yang ada di belakangku sekarang aku kira masih shock dengan apa yang aku lakukan padanya.

Kulihat satu-satu mata pembully anak perempuan ini. Ada tiga pembuli. Yang satu tinggi besar dengan topi biru dengan tampangnya yang mengatakan bahwa dia penguasa di sekolah ini. Lalu yang satunya lagi memakai topi cupluk merah dengan perawakan sedang namun tinggi. Akan tetapi tidak seperti yang bertopi merah, ia memilik badan lumayan berisi. Kemudian yang satunya lagi dengan perawakan kurus dengan topi berwarna hijau. Mungkin ialah yang paling kurus dari kedua pembuli. Sesaat aku melontarkan perkataan yang baru saja aku katakan, mereka terlihat mencibir ku.

" Siapa kamu? Aku tak pernah melihat mu disekitar sini ", kata anak yang memakai topi berwarna biru.

" Benar kak, Aku juga belum pernah melihat dia di sekitar sini. Mungkin anak baru. Aku dengar di kelas 10 E ada anak baru. Mungkin dia orangnya ", sahut anak yang memakai topi hijau.

Dengan minik muka mencibir, anak yang memakai cupluk merah berkata," Kalau memang benar, berani sekali kau menentang kami. Kami sudah lama disini. Anak baru harusnya tak usah ikut campur ".

" Junior menyusahkan! Harusnya kau patuh pada senior yang sudah lama disini!"

Dan dari situ kulihat tangan anak yang memakai topi biru malayang kearah mukaku, ingin meninju ku. Namun, sebelum pukulannya mengenaiku, ku lalu bergerak kebawah dan menyelengkat anak yang ingin meninjuku. Aku lalu bangun dan melihat anak tersebut terjatuh kemudian anak yang memakai topi hijau dan cupluk merah membantunya bangun.

" Sialan kau! Kau punya nyali ternyata. Ayo sini! ", teriak anak yang memakai topi biru.

Sebetulnya aku melakukan ini hanya untuk membela diri. Aku sudah tak mau mengundang mata penonton lebih dari ini. Aduh, gimana ini?

Akan tetapi, di tengah-tengah keadaan yang mulai mememanas ini, ku melihat ada sesosok lelaki bejalan menghampiri kami dari arah lobi seraya berkata, " Kalau kalian ingin bermain pukul-memukul, ini bukan waktunya. Kalian tahu kan aku yang piket hari ini? ", serata tersenyum licik. Mengingatkan ku pada rubah yang sering muncul di Whale Island.

Kulihat sosok lelaki tersebut menghampiri kami namun berhenti tak jauh dari tempat kami, bersandar ke dinding terdekat. Dan sesaat sosok lelaki tersebut berhenti berbicara, kulihat kembali ketiga anak pembuli itu sudah tak berkutik. Kaku bagaikan es. Raut wajah mereka menggambarkan ketakutan yang dan bisa kulihat mereka sudah mengeluarkan keringat dingin yang besarnya sama seperti gigi jagung.

" Kenapa diam saja? Bel masuk sudah berbunyi dari tadi dan sekarang hari senin. Harusnya kalian sudah berada di Assembly Hall…atau kalian mau main dengan ku? ", Kata sosok tersebut sampil mengocok kartu yang entah dari mana datangnya, layaknya pengocok kartu handal. Ini aku yang salah atau aku tadi mendengar saat ia bicara 'main' rasanya bulu kuduk ku sedikit merindinng?

Namun, dengan nada seperti itu, para pembully itu langsung lari terbirit-birit seraya berkata " Ampun Hisoka! ". Jadi namanya Hisoka toh.

Kulirik sosok lelaki tersebut dari ekor penglihatan ku. Bisa kulihat dia masih tersenyum licik seraya memainkan kartunya, mengocoknya dengan berbagai style yang unik. Tanpa kusadari, aku menatap sosok dengan poros tubuh tinggi dan rambut merahnya yang jatuh kebawah membuat ia seperti sosok siluman rubah yang berubah wujudnya ke wujud manusia. Senyumnya yang terkesan mencibir dan matanya yang terkesan seperti hanya segaris saja membuatku tambah berpikir kalau ini adalah siluman rubah yang mengklabui musuhnya dengan berubah menjadi manusia.

Tapi kalau dilihat-lihat, walau senyumnya seperti senyum maniak, tapi anehnya terkesan pas dengan wajahnya. Dan juga kalau dikihat lebih teliti lagi, warna mata sosok yang tadi dipanggil anak-anak Hisoka sungguh menawan. Warna amber, bagaikan warna batu permata Topaz. Bibirnya juga tipis dan senyumannya lebih menambah bibirnya makin tipis.

Ku terus memandangi sosok yang di panggil Hisoka tersebut dan tanpa kusadari, sang sosok juga memerhatikanku. Lalu…

Ctik! ctik!

Dan dari situ aku tersadar dari lamunan ku.

" Nak, apa kau sudah puas menatapi aku dari ekor penglihatanmu? ", tanya Hisoka.

Mendengar perkataan tersebut, aku tak bisa menahan rasa panas diwajahku. Apakah aku begitu terbacanya sampai-sampai aku bisa ketahuan? Padahal aku sudah berusaha menyembunyikannya dan hanya melihatnya pada saat dia tidak melihatku. Aduh! Aku malu banget. Kesan pertama sekolah sudah begini…

" Etoo…umnn..S-sensei aku tidak tahu jalan…ke arah mana Assembly Hall nya ", kata ku terbata-bata. Sial, aku jamin muka ku masih memerah karena kejadian tadi.

Mendengar reaksi yang kuberikan, Hisoka hanya tertawa. Duh, bagus banget sekarang aku ditertawai. Padahal ini hari pertamaku masuk sekolah ini, tapi sudah ditertawai orang. Oleh guru pula! Aduh, aku malu!

Karena saking malunya, kututup mukaku dengan tangan berharap dia tidak melihat rona wajahku tambah memerah. Sial, ini bakal jadi situasi janggal kalau tidak dihentikan. Akan tetapi, kulihat berjongkok dan memposisikan dirinya sederajat dan mata kami bertemu. Saat kuintip dari balik jari-jemari, kulihat dia tersenyum semakin lebar dan berkata, " Kamu ini anak yang lucu ya. Tenang, aku akan mengantarmu kalau kau tidak tahu jalan. Tapi kamu jangan menutup mukamu seperti itu, nanti aku tidak bisa melihat ekspresi mu yang lugu".

Aku jelas bingung dengan alasan yang ia berikan kepadaku. Mungkin dia hanya menggoda ku saja. Aku pun hanya mengangguk dan menurunkan tangan ku. Hisoka pun menyunggingkan senyum rubahnya lebih lebar. Sepertinya dia senang dengan apa yang lakukan. Setelah itu ia bangun dari posisi jongkoknya dan berjalan mendahului ku untuk menuju ke Assembly Hall.

Setelah sampai di Assembly Hall, semua sudah berada di tempat duduk masing-masing. Hisoka lalu meninggalkan ku menuju tempat duduk guru yang sudah tersedia. Kulihat sekitar, mencari tempat duduk yang masih tersedia. Tak lama setelah itu, ku menemukan tempat duduk yang dimana aku harus bersebelahan dengan anak berambut silver.

" Umnn…disini ada orang yang menduduki bangku ini? ", tanya ku kepada anak berambut silver. Dia lalu menoleh kearahku dan berkata, " tidak", seraya menggelengkan kepala. Sepertinya anak ini terlihat bosan dengan apa yang akan kepala sekolah katakana di pidatonya. Kulihat dia sepertinya sepantaran dengan ku, mungkin aku bisa mengenalkan diri kepadanya. Namun, sebeluum aku bisa berkata, ia sudah mendahuluiku.

" Aku belum pernah melihatmu sebelumnya. Kau pasti murid baru disini. Namaku Killua", katanya sambil tersenyum kepadaku dengan suara sedikit bebrbisik. Walau tangannya ia masih taruh di saku celananya, aku tidak terlalu peduli dengan itu.

" Nama ku Gon ", sahut ku ramah.

" Tadi aku lihat kamu bersama dengan Amori bersaudara dan tadi juga kamu diantar Hisoka kesini. Baru masuk kamu sudah dapat masalah, ya? " , Kata Killua dengan suara berbisik lalu merentangkan punggungnya.

Kalau dibilang masalah sih, tadi memang masalah. Kalau dilihat dari kesan pertama Hisoka denga Gon, mungkin di kemudian hari bakal akan terjadi sesuatu. " Sebetulnya, aku hanya ingin menolong anak yang dikuncir dua yang dari aku masuk dia di bully terus sama ketiga orang bertopi tadi. Aku tadi juga menyelengkat kaki anak yang bertopi biru sebelum memukulku. Tapi malah membawa penonton perkelahian. Setelah diselengkat, mereka menganggap aku jagoan dan punya nyali besar karena berani melawan mereka. Sebelum mereka bisa mengeroyok ku, Hisoka sensei muncul…", jelasku.

Pada akhirnya, aku tak bisa dan tak mau mencaeritakan kejadian setelah itu kepada Killua. Tapi sepertnya Killua mendapatkan gambaran tentang apa yang terjadi sebenarnya, namun tidak dengan kejadian dengan Hisoka sensei.

Setelah mendengar ceritaku, Killua langsung meluruskan cara duduknya dan sepertinya dia terkesan dengan apa yang aku ceritakan. Aku bisa melihat dari matanya.

" Wow, kau hebat. Anak-anak dikelas aku tidak berani melawan mereka. Dua dari mereka sudah menjadi kelas 8 dan kelas 9. Dan yang kau maksud dengan anak yang memakai topi biru, dia namanya umori. Dia kelas 9. Adiknya yang dikelas 8 itu Amori dan yang terakhir Imori, sekelas dengan anak yang memakai kuncir dua. Namanya Komugi. Dan Jangan terlalu dekat dengan Komugi. Pacarnya, Meryem bakal ngamuk habis-habisan kalau ketahuan ", Jelas Killua.

" Ooh, OK…tapi kalau memang Komugi dan Meryem pacaran, Lalu kenapa Meryem tidak menolongnya? Aku tidak melihat satu cowok yang menolong Komugi selain aku? "

Killua lalu hanya menggelengkan kepala. " Kamu benar Gon. Sebetulnya, Meryem sedang mengadakan studi banding ke luar negeri bersama ibunya. Dia kan penerus usaha keluarga, jadi dia harus menyiapkan diri lebih matang daripada yang lainnya".

Dari penjelasan itu, banyak pertanyaan yang bermunculan di kepalaku. Tapi Mito-san pernah bilang kalau terlalu banyak menanyakan pertanyaan tentang orang lain sama saja dengan bergosip dan itu tidak dibolehkan. Jadi aku menahan beberapa pertanyaan yang terkesan sedikit mengena ke privasi lalu menggantinya dengan pertanyaan lain.

Kami pun berbincang banyak hal dari sekolah dan teman-teman Killua yang nanti sewaktu istirahat bakal ia kenalkan. Killua juga berjanji akan memperkenalkan semua tempat yang ada di sekolah ini dan mengajakku berkeliling bersama teman-temannya.

Killua bilang kalau sekolah berakhir pada pukul 15.30 dan memiliki dua kali istirahat. Sekolah Seperti sekolah kebanyakan, sekolah mulai pada pukul 7 pagi. Killua juga menceritakan makanan apa saja yang dijual di kantin sekolah ini. Barang yang ia sering beli adalah coklat batangan. Killua juga bilang kalau aku punya waktu, ia akan mengajak dia mengelilingi Yorkshin City.

Sepertinya aku akan mendapatkan banyak teman disini. Aku senang sekali.


Yoho yoho yoho! Sail the boat! –nyanyi ala kapten perompak-

Anyway, gimana Hisoka x Gon nya? Pasti aneh deh. Hsioka nya keliatan OOC banget gak?

Well, Aku juga menambahkan Meryem x Komugi. Entah kenapa, aku liat mereka cannon banget. Jadi…kayaknya seru deh :p

Dan juga aku ingin membuat sedikit KilluGon.

Kurapika x Leorio? Hmnn…not sure about that. Tapi bisa dicoba. –wink-

Oh well…kalo ada saran atau apa yang dapat membantu aku meluruskan karakterisasi Hisoka dan Gon dan karakter lainnya. Dibantu ya…dibantu!

Sama aku pengen minta saran kalian dong. Kalo anggota Genei Ryodan itu cocok nya kerja apa kalo mereka normal dan bukan pernjahat.?

Sama anggota examiner enaknya dijadikan guru apa aja ya? ( kalau Netero sih so pasti jadi Kepsek )

Anyway…Kirim kritik dan saran ke review.

Dan aku gak berharap flame atau caci maki APA PUN!. REMIND YOURSELVES PEPOLE, THIS IS AN AU STORY! ALTERNATE UNIVERSE FOR LONG!

Aku akan membuat karakterisasinya yang sebisa mungkin sama dengan yang benerannya.

Jadi dibantu ya!

TERIMA KASIH KEPADA SEMUA REVIEWER DAN READER! I'll LOVE YOOU!