CERITA CINTA

Kuroko no basuke © Tadatoshi Fujimaki

Rate : T

Genre : Romance, Friendship

Pair(s) : AKAKURO, AOKISE, MIDOTAKA, MURAHIMU

Warning : Typo, EYD tidak sempurna, bahasa tidak baku, YAOI, OOC, AU, dll.

Tidak suka jangan baca OK!

Chapter 2

Pagi yang cerah menyelimuti Kota Kyoto, mentari pagi menerobos di celah jendela menyebabkan terusiknya tidur pemuda manis bersurai biru muda itu. Pemuda itu Kuroko Tetsuya membuka mata perlahan memperlihatkan manik sewarna langit musim panas miliknya. Tubuhnya menggeliat pelan dan mencoba bangun namun, sepasang lengan kekar melingkar dipinggang rampingnya. Mencoba menyingkirkan perlahan lengan itu perlahan tak ingin mengganggu tidur lelap pemuda disampingnya.

Gerakan pelan pemuda manis tersebut ternyata telah mengusik tidur lelap pemuda yang memeluknya tersebut. pemuda bersurai merah itu menggeliat pelan lalu membuka manik heterochromenya yang menawan. Pemuda merah Akashi Seijuurou mengerjapkan pelan untuk menfokuskan pandangannya yang sempat buram karena bangun tidur. Ia tersenyum lembut mendapati pemuda manis bersurai baby blue tengah menatap dirinya polos.

Kuroko Tetsuya dan Akashi Seijuurou telah tinggal bersama di sebuah apartemen mewah yang di beli pemuda Akashi tersebut. Sejak mereka berdua menjadi sepasang kekasih Akashi Seijuurou memaksa kekasihnya untuk tinggal di apartemen mewahnya, Kuroko Tetsuya hanya dapat pasrah menerima perintah absolut kapten bersurai merah tersebut. Sesuai dugaan sebelumnya selang beberapa jam setelah penembakan di atap sekolah SMA Teiko tersebut gempar mendengar bahwa malaikat manis bersurai baby blue menjadi kekasih kapten renkarnasi iblis dari neraka Akashi Seijuurou.

Hari pertama jadian pasangan merah biru ini semakin lengket saja, ketika para Kiseki no Sedai mendengar berita tersebut mereka hanya tersenyum tipis sebab mereka sudah mengetahui Sang kapten sudah menaruh perasaan khusus terhadap pemuda manis pemilik hawa keberadaan tipis tersebut. Hanya saja Kise Ryota masih belum ikhlas menerimanya, dia mewek tidak rela malaikat kesayangannya bersatu dengan iblis merah tukang nyiksa. Hal itu malah berakibat fatal Kise Ryota dihujani gunting merah kesayangan Akashi dan porsi latihan yang meningkat sepuluh kali lipat, akibatnya bisa di tebak Kise Ryota tepar di gym dengan peluh mengalir deras di sekujur tubuhnya.

Anggota Kisedai yang lain hanya dapat mendoakan semoga Kise Ryota di terima di sisi-Nya, karena telah menentang Raja iblis bergunting merah. Kuroko Tetsuya merasa perihatin melihat nasib Kise Ryota yang sedang disiksa kekasihnya, begitu pula dengan Aomine Daiki nampak tidak tega melihat sahabatnya disiksa sang kapten. Midorima Shintaro hanya menyatakan keberuntungan gemini ada di urutan terakhir dan jangan dekat-dekat dengan orang berzodiak aquarius.

Sejak saat itulah semua orang di sekolah tersebut tak berani dekat-dekat dengan pemain bayangan Kiseki no sedai bila tidak ingin terror gunting menemui mereka. Kuroko Tetsuya hanya bisa mengela napas lelah kekasih merahnya sangat overprotektif pada dirinya. Akashi Seijuurou menyeringai puas dengan reaksi siswa-siswi akan ancamannya jika berani mendekati Tetsuyanya.

Suasana kamar itu hening menyelimuti kedua pemuda tersebut, Si surai merah malah semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang ramping Tetsuya. Kuroko Tetsuya mencoba melepaskan kaitan lengan kekasihnya dari pinggangnya, namun bukannya terlepas malah sekarang tubuh mungilnya di tindih oleh Akashi. Dia enggan melepaskan pemuda baby blue tersebut, semakin mengeratkan pelukannya tidak mengizinkan pemuda manis itu menjauh darinya.

"Akashi-kun, tolong lepaskan aku!" Kata Tetsuya datar.

"Tetsuya, kau mau kemana?" Tanya Akashi manja.

"Mandi, Akashi-kun." Ucapnya datar.

"Kalau begitu kita mandi bareng saja!" katanya sambil menggendong Kuroko ala bridal style menuju kamar mandi.

"Tidak mau, Akashi-kun mesum." Teriak Kuroko sambil meronta.

Tak memakan waktu lama Kuroko keluar kamar mandi dengan seragam lengkap, dia tidak mau pagi-pagi jadi korban rape Akashi Seijuurou. Begitu sang surai biru muda kesayangannya keluar dari kamar mandi, giliran Si surai merah memasuki kamar mandi tersebut dengan muka cemberut karena tidak berhasil mengajak Kuroko Tetsuya mandi bersamannya. Sang kekasih hati mengusap surai birunya yang basah dengan handuk tidak memperdulikan kekesalan kekasih merahnya tersebut. Sejak mereka mejadi pasangan entah mengapa tingkat kemesuman Akashi meningkat drastis, Kuroko selalu protes dengan perubahan sikap kekasihnya tersebut. Bahkan, Akashi menjadi semakin posessive serta protektive dengan Kuroko sejak saat itu. Setelah kejadian menghebohkan tadi pasangan merah-biru ini berangkat ke sekolah dengan mobil mewah keluarga Akashi. Akashi Seijuurou masih memeluk pinggang pemuda manis di sampingnya seakan enggan melepaskan pemuda biru langit dari sisinya.

Pagi yang indah di warnai pertengkaran seperti suami-istri oleh pasangan merah-biru ini, setelah kejadian tidak terduga tadi mereka berdua duduk di sofa ruang tengah. Pemuda bersurai merah duduk tenang disampingnya Kuroko duduk menghadap televisi. Lengan kekar Akashi melingkar manis di pinggang ramping Kuroko, sebenarnya Kuroko ingin melepaskan lengan Akashi dipinggangnya namun, setiap berhasil lepas lengan tersebut kembali melingkar dipinggangnya. Kuroko Tetsuya duduk tenang di depan televisi seolah tidak menganggap Akashi ada disampingnya, hal itu membuat kekasihnya kesal dia tidak suka diabaikan.

Wajah mereka berdekatan hingga napas hangat Akashi menerpa wajahnya, muka Kuroko memerah melihat kedekatan mereka. Tersenyum lembut melihat tingkah menggemaskan Kuroko semakin mendekatkan wajah mereka lalu secepat kilat mengecup bibir plum yang sangat menggoda tersebut. Wajah Kuroko semakin merah sekarang hingga ke telinga dia menyembunyikan dirinya ke ceruk leher Akashi, membuat Akashi tertawa kecil melihat tingkah kekasihnya ini.

Akashi Seijuurou sangat senang melihat sang kekasih bermanja padanya, Kuroko segera beranjak meninggalkan ranjang ke kamar mandi. Akashi berniat menyusul Kuroko dia ingin mandi bersama sang kekasih namun, Kuroko telah mengetahui niat terselubung kekesih merahnya sontak menutup pintu kamar mandi dan menguncinya dari dalam. Akashi memcoba mengetuknya berkali-kali meminta pemuda manis bersurai biru langit tersebut membuka pintunya. Kuroko Tetsuya tidak menggubrisnya pemuda manis itu mandi dengan santai mengabaikan iblis merah (Akashi Seijuurou) kekasihnya.

Skip time!

Mobil mewah tersebut melaju dengan dengan kecepatan sedang menuju SMA Teiko, didalam mobil mewah tersebut tampak pasangan merah biru ini sedang berdebat. Pemuda manis itu melayangkan protesnya pada Sang kekasih yang duduk disampingnya namun, tampaknya protesannya tidak dihiraukan sama sekali oleh pemuda berambut merah tersebut. Kesal karena diabaikan Kuroko Tetsuya mengalihkan pandangannya keluar jendela berusaha mengabaikan eksistensi 'Iblis merah bergunting' Akashi Seijuurou.

Gerbang SMA Teiko semakin terlihat di kejauhan para siswa tampak memasuki gerbang tersebut santai, begitu pula dengan pemuda berkulit tan bersurai biru navy berjalan santai dengan kedua tangan dimasukan ke saku celana. Dibelakangnya mengikuti empat pemuda tampan dengan rambut warna-warni, dengan tingkah absrud tidak pernah tidak menarik perhatian orang-orang disekitarnya. Keempat pemuda warna-warni tersebut segera menghampiri mobil mewah yang terpakir disana, tampak pemuda baby blue keluar dari mobil dan segera meraih tangan pemuda bersurai pirang menjauh dari tempat mobil sang kekasih terpakir. Tidak memperdulikan delikan tajam menghujani punggungnya dari belakang, pemuda pirang hanya bisa pasrah saat di tarik oleh pemuda di depannya keringat dingin mengucur deras ketika menyadari tatapan tajam sang kapten menghujam punggungnya seraya merapalkan doa semoga Sang Raja Iblis tidak murka dan melipatgandakan latihan nerakanya.

Skip time!

Kiseki No Sedai sudah berkeringat dingin melihat aura kelam Sang Kapten, Kuroko Tetsuya hanya menatap polos sang kekasih di hadapannya. Mereka sekarang di dalam gym sekolah Teiko, entah sang kapten sedang PMS atau sedang badmood karena mengadakan latihan basket sepagi ini. Akashi Seijuurou tampaknya ingin menyiksa teman (budak) nya saat ini, manik heterochromianya menatap tajam setiap manusia di depannya, Kiseki no Sedai merasa merinding di tatap sangat intens nan tajam oleh kaptennya.

'Sepertinya neraka akan segera datang, nanodayo/ssu/chin!' Batin kelimanya serempak. (kompak amat -,-").

Tanpa membuang waktu lagi Akashi memerintahkan teman-temannya untuk memulai latihan, menu latihan kali ini sedikit berbeda menjadi lebih berat dari biasanya. Bahkan, Kuroko Tetsuya sudah terkapar di lantai gym begitu Sang Kapten meneriakkan kata istirahat setelah dua jam latihan pagi itu. Hal tak jauh berbeda dengan yang lain tenaga mereka sudah terkuras habis tak bersisa, begitu istirahat diucapkan tubuh-tubuh bergelimpangan di lantai dengan posisi absrud. Kise Ryota telentang menghadap langit-langit gym, Aomine Daiki berbaring di samping pemuda pirang dengan handuk menempel di wajahnya. Midorima Shintaro duduk bersandar di bench sambil meneguk air dengan brutal, Murasakibara Atsushi cepat-cepat mencari snacknya dan sibuk ngemil di pinggir lapangan. Hanya Akashi Seijuurou saja yang masih terlihat bugar tak tampak kelelahan sedikitpun, sang manajer tim Momoi Satsuki membagikan minuman dan handuk kepada seluruh tim kecuali Aomime Daiki yang terlebih dulu mengambil jatah handuk beserta minumannya.

Akashi Seijuuro dengan santainya menghampiri Kuroko Tetsuya yang tidak beranjak dari tidurannya di tengah lapangan. Kuroko Tetsuya tidak memerdulikan sang kekasih yang sekarang menghampirinya, terlalu malas untuk sekedar menolehkan kepalanya. Akashi Seijuurou berjalan ke tengah lapangan dengan santai, sedikit kesal dengan sikap pemuda yang berstatus kekasihnya. Kuroko Tetsuya dengan napas terengah-engah mengstabilkan napasnya yang hampir putus, menu latihan yang diberikan Sang kapten memang mematikan. Akashi telah sampai ke tempat Kuroko berbaring mendudukan dirinya di samping pemuda biru itu dan membelai lembut pipi kenyal sang kekasih.

Sedikit iba dengan kondisi Tetsuya-nya yang kepayahan mengambil napas setelah latihan neraka sekarang ini. Anggota tim yang lain memperhatikan interaksi pemuda merah biru tersebut dengan tatapan menarik. Aomine Daiki bahkan sudah berganti posisi duduk di samping pemuda bersurai kuning. Murasakibara Atsushi segera meraih snacknya tercinta dan memakannya dengan cepat, Midorima Shintaro menenggak minumnya cepat hingga tandas satu botol saking hausnya. Latihan pagi ini selesai karena sebentar lagi bel masuk berbunyi, Akashi menggendong kuroko menuju kelas karena sang babyblue tertidur pulas akibat kelelahan.

Suasana ruang kelas tempat para pelangi berada ramai luar biasa seketika hening melihat pasangan merah biru itu memasuki kelas dengan pemuda manis tertidur di punggung tegap Akashi muda tersebut. Akashi dengan santainya berjalan ke bangkunya barisan ketiga dari belakang. Akashi menurunkan Kuroko dengan lembut namun, gerakan pelan itu sedikit mengusik tidur nyenyak sang pemuda babyblue perlahan kelopak pucat itu terbuka memperlihatkan iris aquamarine yang menawan.

"Kau sudah bangun, Tetsuya?" Akashi menyadari uke kesayangannya terbangun.

"Ha'i, Akashi-kun." Balas Kuroko sedikit serak akibat baru bangun tidur.

"Tidurmu nyenyak, Tetsuya?"

"Ha'i, Akashi-kun."

"Kurokochi, apa kamu baik-baik saja-ssu?" Pemuda kuning itu menyanyakan keadaan pemuda manis berambut biru dengan kecemasan terpahat di paras manisnya.

"Aku sudah baik-baik saja, Kise-kun."

"Syukurlah-ssu."

Karena guru mata pelajaran pertama sudah datang, mereka menghentikan semua kegiatannya perhatian mereka tertuju ke depan dimana sang guru menerangkan pelajaran. Suasana kelas menjadi hening semua penghuninya berkonsentrasi penuh terhadap pelajaran sastra Jepang yang menjadi pelajaran pertama saat ini. Pemuda manis itu tampak terkantuk-kantuk di mejanya sepertinya tidurnya tadi belum terpuaskan hingga dirinya kurang fokus, segala tingkahnya diperhatikan dengan baik oleh sang Emperor disampingnya. Akashi Seijuurou mengusap lembut puncak kepala pemuda biru disampingnya ini memberikan kehangatan dan kenyamanan untuk sang kekasih terlelap damai disampingnya.

T.B.C

Review?

Kritik dan saran selalu di tunggu...

Semoga chapter ini nyambung dan ceritanya tidak membosankan, jika pembaca menemukan typo(s) kasih tahu di kotak review. Moga-moga tidak mengecewakan ya...

See you next chapter.

Sign,

Syabyaku

Balas review :

Guest : ini sudah lanjut rasa penasarannya udah berkurang tidak? Makasih sudah review. Maaf apdetnya lelet, chapter depan moga bisa apdet cepat.

Synstropezia : hehehe,,,, maaf feelnya memang tidak ada itu spontan melintas di otak langsung ku tulis takut ilang idenya. Jadi, jadiannya AkaKuro kurang ngena di hati. Yee bertambah akakuro shipper lagi terimakasih udah kasih komentar untuk fic abal ini. Saya bingung mau panggil Senpai apa, makasih udah sempetin review.