Aku melangkah perlahan-lahan menuju sebuah makam milik Ibuku yang berada di tengah-tengah pemakaman ini.

Cuaca panas menghujam bumi. Tanah kemarau dan daun-daun mapel kering berguguran, berserakkan di sekitar bangunan makam Ibuku yang lama sudah tak terawat.

Aku berjongkok di sisi kiri makam Ibuku. Kuletakkan sebuket bunga campuran favorit Ibuku di bawah salib yang bertuliskan nama Ibuku lantas mengusapnya lembut. Mataku langsung basah mengingat aku jarang sekali mengunjungi Ibuku, bahkan membersihkan tempat peristirahatan terakhirnya di sini. Rumput-rumput liar yang warnanya hampir menguning tumbuh di sekitar makam Ibuku. Salib yang bertuliskan namanya sudah ditumbuhi lelumutan hijau karena jarang terjamah sinar matahari.

Tanganku beralih mencabuti rumput-rumput kuning yang mengelilingi makam Ibuku. Berdo'a dalam hati semoga Ibuku baik-baik saja di sisi Tuhan dan diberikan tempat yang layak nan indah di Surga.

"Eomma, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan Eomma. Tidak ada yang tahu tentang hal ini sebelumnya, bahkan Appa sekalipun. Aku menyimpannya sejak tiga tahun yang lalu setelah aku lulus kuliah, dan aku sudah tidak tahan untuk menceritakan semuanya kepadamu." Aku menatap tulisan nama Ibuku di tengah-tengah salib yang berdiri tepat di hadapanku dengan sendu. "ada seseorang yang aku sukai, Eomma. Ia adalah gadis cantik yang sederhana. Hidupnya tidak pernah berlebihan dan ia tinggal bersama adik-adiknya di sebuah apartemen kecil di Seoul. Ia seringkali mampir ke Kafe tempatku bekerja. Kami berkenalan dan ia membiarkanku memanggilnya noona seperti kakak kandungku sendiri. Kami menjadi semakin dekat setelah pertemuan itu. Semua hal kami lakukan bersama-sama dan kami sering bercerita mengenai masalah kehidupan keluarga kami, lalu memecahkan masalah itu bersama-sama pula.

Tapi, Eomma. Belakangan ini aku merasa ada yang aneh di antara kami berdua. Entah kenapa, aku selalu merasakan jika jantungku berdebar lebih keras ketika kami sedang bersama-sama atau melakukan skinship yang mulanya terasa biasa saja. Aku bertanya kepada teman-teman di tempat kerjaku: 'apakah yang sedang aku rasakan saat ini?'. Tetapi jawaban mereka tetap sama, mereka menjawab jika aku sedang mengalami yang namanya jatuh cinta.

Benarkah, Eomma? Apakah benar aku mencintai gadis yang umurnya jauh lebih dewasa dari pada diriku sendiri? Tapi kenapa, Eomma? Kenapa aku bisa jatuh cinta pada sahabatku sendiri? Kupikir, tidak ada persahabatan antara pria dan wanita, karena keduanya pasti akan sama-sama merasakan jatuh cinta lalu melupakan persahabatan mereka. Apakah aku juga akan sama seperti itu, Eomma?

Aku memang menyukai gadis itu, Eomma. Tapi aku tidak pernah berpikiran sampai ke sana: mencintai orang yang selama ini sudah kuanggap sebagai noona-ku sendiri. Aku takut, Eomma. Aku takut jika ia juga sama sepertiku, menganggap aku ini hanyalah sebagai adik laki-lakinya.

Eomma, tolong bantu aku. Aku benar-benar tidak mengetahui bagaimana caranya untuk mengungkapkan perasaan ini pada noona. Tolong aku, Eomma."

Selesai bercakap-cakap dengan Ibu, aku langsung bangun. Aku menatap sebentar makam Ibuku lalu berbalik meninggalkannya.

Eomma, aku bersumpah akan memperjuangkan cintaku kepadanya. Bagaimanapun caranya.


Bisa nebak kali yaa itu sudut pandang siapa... Btw, ini masih teaser, yg kemarin itu versi ChanBaek dan sekarang versi pihak ketiganya. Dann.. Crazy in Love lagi masa pengetikkan, jadi sabar aja oke? Thanks buat yang sudah baca dan review... apalagi sampe follow sama nge-fav ff ini, makasih banyakk... Saranghamnida:*