DISCLAIMER :RO bukan punya ane,tapi GRAVITY
Chapter 2 : a fate in deathnote
.
.
Di dasar dungeon ,pulau Nameless,seseorang berpakaian layaknya seorang pangeran tengah duduk di singgasananya,kepalanya berhias sebuah mahkota,salah satu dari crown of seven sins,mengenakan jubah berwarna biru dengan bulu-bulu halus lunatic ditepinya,dan di tangan kanannya terdapat sebuah buku bersampul hitam dengan halaman-halaman yang tampak kosong tengah ia baca dengan seksama seolah terdapat tulisan-tulisan disana yang tak ada seorangpun yang bisa melihatnya selain dirinya. Sesekali ia membalik halaman buku itu dengan jari-jarinya yang terselubung kaus tangan putih,dan tak jarang membetulkan mini glasses yang bertengger dihidungnya ataupun menguap. Sesaat kemudian,pria berambut pirang lurus panjang itu akhirnya menutup buku yang ia baca,menyelipkannya dibalik jubah yang membungkus tubuh dan melepas mini glasses yang dipakai. Setelah diam sejenak,pria itu menghela nafas,"Fyuh,sepertinya sudah waktunya",gumamnya menatap kosong aula besar didepannya.
"Gug?",gonggongan kecil seekor hell poodle yang sejak tadi tiduran di dekat kakinya mengalihkan pandangan orang itu padanya.
"Bukan apa-apa",ujarnya pada anjing itu sambil mengelus-elus kepalanya,lalu ia mulai berdiri dari singgasananya dan mulai berjalan melalui aula besar di ujung aula tampak sosok pria yang tak asing baginya,pria paruh baya berambut jabrik keunguan dengan makhluk-makhluk aneh terlihat seperti jiwa melekat di tubuhnya.
"Hibram,rawat anjing itu selama aku pergi",perintahnya pada orang itu.
"Baik pangeran Beelzebub",jawab sosok bernama Hibram yang ia panggil pangeran Beelzebub itu pun perlahan menghilang dalam kegelapan.
Beelzebub,satu dari Seven Prince of Hell,pemegang deathnote,sebuah buku catatan kehidupan manusia,sangat jarang bahkan tidak pernah sama sekali meninggalkan Nameless Island sebelumnya,kali ini melangkahkan kakinya keluar dari teritorialnya,entah apa yang tengah terjadi."Tidak seperti biasanya",gumam Hibram sambil bermain dengan hell poodle kesayangan sang pangeran,"Tangkap!",teriaknya sambil melempar sebuah tulang,anjing berwarna merah darah itupun berlari mengejarnya.
Sementara itu,di puncak Endless Tower,sesosok makhluk dengan tubuh tinggi besar berselimut api biru di bagian kiri tubuh dan api merah di bagian yang lain,menampakkan dirinya.
Sebuah pedang legendaris,Violet Fear,bertengger di punggungnya menebarkan aura kengerian sesuai namanya. Wajah makhluk itu yang berupa tengkorak tengah menatap jauh keujung cakrawala yang saat ini berselimut awan badai,flame manteau yang ia kenakan pun mulai mengembang tertiup angin laut yang berhembus kencang di puncak tower itu,"Waktunya telah tiba,dimanakah para pangeran yang lain?",sebuah suara yang ia kenal menyapanya dari balik bayangan dinding,membuka pembicaraan.
"Belum bangkit seluruhnya,Crothen",jawab makhluk tinggi besar itu pada sosok misterius di belakangnya,"Tapi tidak akan lama lagi".
Angin berhembus semakin kencang menerpa Endless Tower,awan badai pun tak terasa telah melahap langit yang menaungi mereka,petir mulai menyambar-nyambar di angkasa,kilatan-kilatan cahayanya memperlihatkan sosok yang sejak tadi tersembunyi di baling bayangan dinding. Tengkorak manusia tengah terikat dengan ranting berduri yang seolah hidup pada sebuah tiang kayu dengan seekor ular mengalungi lehernya,"Aku tak sabar melihat akhir dari semua ini,naght",gumam sosok bernama crothen itu diantara gemuruh halilintar diiringi tawa cekikikan.
Selain itu,di dalam sealed shrine,"Wah wah wah,segelnya belum rusak sampai setengahnya",gerutu Beelzebub sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal di depan sebuah segel suci.
"MANUSIA MENYEDIHKAN! LEPASKAN AKU,AKAN AKU BALAS KEKALAHANKU DI MASA LALU,AKAN KUBUAT KALIAN MENYESAL",terdengar suara penuh amarah dari balik segel yang kini tak utuh lagi.
"Sabarlah tuanku,membuka segel tak semudah membuka kaleng sarden",celetuk Beelzebub.
"LAWAKAN MU TIDAK LUCU SAMA SEKALI,BEELZEBUB! LEPASKAN AKU!,CEPAT!",bentak suara dari balik sana sambil mengguncang segel itu.
"Aih,bagaimana aku bisa membukanya kalau anda terus mengguncangnya seperti itu?",ucapnya tanpa memperdulikan kata-kata sarkastik yang meluncur dari balik sana,guncangan itupun segera berhenti,dan Demon itupun mulai merapal mantra pelepas segel,ia letakkan telapak tangannya pada segel itu,lalu terdengar suara retakan yang semakin lama semakin keras dan akhirnya...
"PYAAA~~~RRR!",suara seperti pecahnya cermin menggema ke seluruh penjuru Sealed Shrine,asap debu berterbangan kemana mana,"Uhuk-uhuk,apa pengurus tempat ini tidak pernah membersihkannya,aku benci sekali peran ini",Beelzebub kembali menggerutu ketika debu masuk ke kerongkongannya,di depannya kini berdiri sosok demon yang lain,salah satu dari Seven Prince of Hell,matanya berpendar merah menyala diantara debu-debu yang berterbangan mengaburkan wujud aslinya.
"HUA HA HA HA HA... HUA HA HA HA HA...",gelegar tawa demon itu. Perlahan,ia berjalan kearah yang lebih terang,suara benda berat yang bergesekan dengan lantai dan gemericik rantai besi terdengar seiring langkah iblis yang kini terbebas dari penjaranya,dari kepulan debu yang berterbangan,sebuah sabit raksasa menjulur keluar,diikuti tubuhnya yang perlahan terlihat seiring menipisnya debu di udara,dan setelah semua debu benar-benar menghilang,seekor baphomet tampak dengan jelas berdiri disana,dengan tangan menggenggam crescent scythe dan bloodied shackle ball terpasang di kedua kakinya. Aura yang terpancar dari tubuhnya pun berbeda dari baphomet biasa,"KAU TETAP SAJA SEPERTI DULU,PENGGERUTU DENGAN LAWAKAN TAK BERMUTU,BEELZEBUB",sindir demon yang menjadi symbol paganis itu.
"Anda juga,kata-kata pedas anda masih menusuk telinga sama seperti dulu,mendengarnya serasa gendang telinga di tusuk dengan Endless Tower,tuan Great Demon Baphomet",sindiran balik demon berpenampilan ala bangsawan abad pertengahan didepannya dengan tenang sambil menghela nafas panjang dan membersihkan sisa-sisa debu yang menempel di pakaian kebesarannya.
"BAIKLAH,AKU ANGGAP ITU PUJIAN",ucap Great Demon Baphomet datar.
"Tidak lucu ya? Selera humornya benar-benar di bawah standart universal",gumam Beelzebub.
Setelah sejenak saling menyindir,Great Demon Baphomet mulai terlihat seperti mencari-cari sesuatu,"DIMANA DIA?"
Beelzebub berpikir sejenak,"Maksud anda... dia?",sambil menunjuk sang fallen knight yang kini benar-benar terjatuh (fallen) kali ini. Ia terbaring dengan matanya yang sayup-sayup dan terlihat tak sadarkan diri dengan luka di sekujur tubuh serta darah segar mengucur dimulutnya,"Tak perlu khawatir lagi ia akan menjebol sihir 'invincibility' anda,aku sudah membungkam mulutnya untuk selamanya",sambil menunjukkan potongan lidah yang terbungkus kain putih yang kini penuh dengan noda darah.
Senyum menyeringai nampak di wajah demon itu,"BAGUS BEELZ...",lalu ia mengayunkan sabit besarnya ke udara dan sebuah celah menganga lebar membujur diagonal muncul,di dalamnya gelap gulita,"KITA PERGI DARI SINI,ADA SESEORANG YANG HARUS MEMBAYAR HUTANGNYA PADAKU",mereka berdua pun lalu melangkahkan kaki kedalam celah itu sebelum menutup kembali. Meninggalkan Sealed shrine yang telah porak poranda.
Dan jauh di dasar Thor volcano,"Sudah waktunya…",gumam makhluk dengan tubuh berselimut api yang menyala-nyala,ifrit,iblis api yang telah lama bersemayam di perut gunung thor,salah satu dari Seven Prince of Hell,pemimpin infernal army. Tubuhnya yang terbuat dari api abadi membuatnya memperoleh julukan,Embodiment of Hell.
Kekalahannya di masa lalu membuatnya terkurung beserta bala tentaranya,namun kebangkitan Morroc berhasil melemahkan segel yang mengurungnya,kini ia terbebas dari belenggunya,sama seperti yang lain. Disampingnya tergeletak sebuah lampu minyak kuno bergaya ala timur tengah,setelah cukup puas menghirup udara bebas,ia pungut benda itu,"Akan aku balas perlakuan manusia yang dengan beraninya mengurungku selama ini!",lampu usang itu lalu ia lelehkan dalam genggamannya,kemudian ia berjalan ketepi sebuah kerak dengan senyum menyeringai perlahan merekah di bibirnya,dan dengan kekuatannya,iapun mulai membangkitkan pasukannya yang tertidur.
"Bangkitlah pasukanku! Tidak lama lagi,kita semua akan membumi hanguskan dan merebut permukaan,ha ha ha ha… ha ha ha ha",tawanya menggelegar,merambat melalui dinding-dinding goa Thor Dungeon,di ikuti kerak yang mulai berguncang dan berpijar,dan dari sana,beratus-ratus Fire Imp,Salamander dan Kasa bermunculan dan dari dinding dinding goa,pasukan Bow dan Sword Guardian bermunculan dengan jumlah yang tidak kalah fantastis,hingga akhirnya tampak bagai lautan api dengan bintik bintik hitam di beberapa sudutnya yang mana itu adalah para Bow Guardian dan Sword Guardian. Gemuruh sorak sorai terdengar dari sana. "Kita akan mempersembahkan neraka pada manusia yang telah mengurung kita disini!",teriaknya lantang didepan infernal army yang mengaum-ngaum dengan buas.
Dan di tempat yang lain,"Tempat apakah ini tuanku?",Tanya Beelzebub sambil celingukan dengan muka kikuk melihat sekeliling,ia benar-benar tidak mengenali tempat itu karena tak pernah sama sekali menginjakkan kakinya lagi disana setelah sekian lama,semua Prince bisa mengingat tempat itu,kecuali dia,memalukan untuk demon bergelar Prince of Hell.
"CELAH DIMENSI...",jawab Great Demon Baphomet singkat,tak jauh dari mereka,sebuah potongan tubuh melayang kearah mereka,"APA SAJA YANG KAU LAKUKAN DI SINI?KAU TIDAK MELEPAS SEGELKU DENGAN BENAR",ucapnya pada potongan itu yang ternyata Satan Morroc,ia selamat dari pertempuran.
"SEENAKNYA SAJA KAU BILANG SEPERTI ITU,KAU KIRA MUDAH MELAWAN MANUSIA SETINGKAT 7th PRINCE KETIKA BARU DI BANGKITKAN DENGAN LUKA YANG BELUM PULIH SELURUHNYA?",emosi demon itu meledak-ledak,ia tidak bisa menerima kekalahan telaknya melawan Necro beberapa waktu lalu,adu mulut dua demon berukuran tak jauh beda itupun pecah.
"RUPANYA TUBUH BESARMU ITU HANYA BERISI LEMAK SEMUA,MELAWAN MANUSIA YANG UKURAN TUBUHNYA JAUH LEBIH KECIL SAJA KAU TAK MAMPU",kata kata sarkastik menyembul dari mulut Great Demon Baphomet diiringi senyum sinis yang menghias wajahnya.
"KAMBING KURANG AJAR,AKAN AKU JADIKAN KAU MENU MAKAN MALAMKU!",ucap Morroc dengan suara yang menggelegar. Kesembilan mata yang tersisa menatap tajam demon berbentuk kambing didepannya. Gigi tajamnya yang bergemeretak terdengar sampai ketelinga Beelzebub.
Suasana pun jadi terlihat seperti Godzilla melawan King Kong yang keduanya saling mengaum siap menerkam satu sama lain dan Beelzebub terapit diantara mereka,"Sudah tuan-tuan,kita selesaikan ini dengan baik-baik",Beelzebub mencoba mendinginkan suasana yang mungkin atau pasti bisa membuatnya terkena pukulan nyasar. "Aku benci acara reuni yang selalu kacau seperti ini",gumamnya,dan tentu saja dengan mengeluh dan menggerutu. Ketegangan diantara kedua demon berukuran besar itupun mereda,"Kita akan membawa anda pada Entweihen Crothen,sepertinya ia bisa memperbaiki spare part anda yang hilang selama pertempuran",lanjut Beelzebub pada Satan Morroc.
Great Demon Baphomet tak bisa menahan rasa gelinya mendengar kata-kata Beelzebub kali ini,tawanya pun pecah,"HUA HA HA HA HA... HUA HA HA HA HA...".
"KALAU SAJA TUBUHKU UTUH,AKAN KUHAJAR MULUT PALING PEDAS YANG PERNAH MENUSUK TELINGAKU ITU!",gumam Satan Morroc,"DAN KAU!",bentaknya,pandangan Morroc beralih pada Beelzebub yang mulai 'sweatdropped' melihat tatapan Morroc,"SEKALI LAGI KAU MEMBUAT LAWAKAN TENTANGKU,AKAN AKU HANCURKAN TUBUHMU SEPERTI "SERANGGA",PANGERAN MUDA",ancamnya dengan intonasi lebih pada kata serangga.
Kali ini Beelzebub mendapat masalah besar karena lawakannya,"Selera humornya lebih parah dari tuan Great Demon Baphomet",ucapnya dengan tertunduk bertekuk lutut di tanah dengan wajah murung,sepertinya ia tidak suka dengan panggilan serangga,aura suram menyelimutinya.
Sejauh ini Enam Prince of Hell telah bangkit,namun bagaimana dengan yang ketujuh? siapa dan dimanakah dia sekarang berada?
.
.
To be continued...
