Terima kasih pengarang kmk Naruto yang membuat characternya...

Gw pinjam di fanfic gw...


"Naruto tumben pagi sudah datang?" Tanya Kiba yang menghampiri Naruto yang sudah ada ditempat duduknya.

"Iya soalnya aku takut diomelin Kakuzu sensei" jawab Naruto ngasal.

Kiba pun mengangguk dan berjalan menuju kursinya karena bunyi bel sekolah menandakan pelajaran sekolah dimulai.

Saat itu juga Narutopun mengikuti pelajaran dengan tenang, bahkan dirinya hanya kekantin sekolah untuk membeli roti lalu kembali kekelas untuk makan dikelas.

Hingga pelajaran berakhir saat itu Naruto pun beranjak, bingung antara langsung pulang keflatnya atau berjalan – jalan. Hingga akhirnya memutuskan untuk langsung menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Iruka sensei.

Saat itu Perpustakaan cukup ramai pengunjung termasuk Naruto meski sudah jam pulang sekolah, awalnya Naruto ingin Kiba menemaninya. Tapi keinginannya tidak terlaksana karena Kiba ada latihan sepak bola.

Saat sedang sibuk membaca dan menulis untuk menyelesaikan tugas tersebut dibelakanganya ada yang berbicaranya.

"Apa kau sedang membuat tugasmu?" Tanya Sasuke.

Naruto yang mengenal suara itu membuat dirinya berdiri tiba – tiba hingga menimbulkan suara yang menarik perhatian pengunjung lain.

"Tolong kau tenang didalam perpustakaan, duduklah" kata Sasuke pelan didekat Naruto dan mencengkram salah satu tangan Naruto untuk kembali duduk dikursinya.

Mengapa aku bertemu dengan dia lagi pikirnya didalam hati.

"Maaf, kemarin aku menikmati sendiri" kata Sasuke pelan namun masih bisa didengar oleh Naruto.

Lalu dengan tangan satunya menopang mukanya yang dimiringkan untuk melihat Naruto secara jelas.

Tangan satunya lagi menuju ke arah diantara selangkangan Naruto, dibelai pelan lalu tangannya berusaha membuka resleting Naruto.

Naruto yang menyadari tindakan Sasuke berusaha melepaskan tangan Sasuke dari kejantanan Naruto yang digenggamnya.

"Diamlah" kata Sasuke kemudian menatap langsung kemata Naruto.

Naruto yang melihat mata Sasuke langsung terdiam, dirinya mengetahui apabila dirinya yang berteriak maka orang hanya mengira Naruto mencari perhatian dan dengan kondisinya akan sangat memalukan bahkan akan jadi pembicaraan disekolah meski dirinya adalah korban posisinya itu yang tidak menguntungkan.

"Aku tidak bisa melupakan tentang dirimu" kata Sasuke pelan hingga yang terdengar hanya mereka berdua.

"Rasanya sangat hangat didalam dirimu" lanjut Sasuke mulai memainkan kejantanan Naruto.

Naruto hanya mampu menggigit bibirnya untuk menahan dirinya untuk tidak mengeluarkan suara aneh. Meski dirinya tidak menginginkannya namun kenikmatan yang dirasakan saat itu pula menyebabkan kejantanannya sudah berdiri sempurna.

"Dan disaat milikmu menghimpit dengan erat kejantananku" kata Sasuke.

Lalu Sasuke diam seolah sedang membaca buku yang ada didepannya, padahal tangannya sibuk memainkan Kejantanan Naruto hingga akhirnya Naruto mengeluarkan cairannya mengenai tangan Sasuke maupun celana Naruto.

Sasuke lalu mengeluarkan tisu dari kantongnya dengan menggunakan tangannya satu lagi yang tidak kotor ditaruh dimeja.

Naruto yang menahan suara akibat klimaks yang dirasakan tanpa menyadari menggigit bibir bawahnya membuat sudut bibir bawahnya berdarah.

Sasuke yang melihat lalu membersihkan darahnya yang ada di sekitar mulut dengan tangannya yang tidak kotor.

Tangan yang kotor akibat darah Naruto dijilatnya hingga bersih.

Lalu Sasuke beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan sambil menjilati cairan – cairan yang ada ditangannya.

Naruto menengok mengikuti arah gerak Sasuke yang berjalan menuju pintu keluar.

Sasuke berhenti sebentar kemudian berkata " Kau masih terluka maka aku akan tidak akan melakukan lebih hari ini dan kuharap kau cepat mengingatnya" kemudian berjalan keluar dari perpustakaan.

Naruto segera membereskan kekacauan yang ada, keinginannya untuk mengerjakan tugas lenyap saat itu juga. Kemudian Naruto segera keluar dari perpustakaan dengan terburu – buru menuju flat tempat tinggalnya.

Kenapa dirinya selalu mengganggu aku? Tanya Naruto dalam hati.

Cuma itu yang dipikirannya, dirinya tidak mengerti apa yang salah dengan dirinya.

Naruto pun segera tidur tanpa melepaskan seragamnya saat sudah dikamarnya.

Selama itu pula dirinya bermimpi, seperti malam kemaren. Ada seseorang yang membuka pintu, orang itu memakai topeng setan. Sosok dirinya yang tadi duduk segera berlari dan langsung memeluk orang yang memakai topeng setan tersebut. Orang yang memakai topeng setanpun membalas memeluk dengan erat namun lembut. Naruto tidak mengerti apa namun hanya tetap diam,

"Kau terlambat datang teme" katanya sambil merajuk

"Maaf aku harus menunggu semua orang tidur terlebih dahulu" jawab dari seseorang yang masih memakai topeng setan tersebut yang dipanggil teme oleh sosok lain diriku.

Mereka tetap berpelukkan dengan erat kemudian mereka duduk diranjang dimana sosok diriku tadi duduk sambil bergelayut manja.

#####

"Naruto hanya kau yang belum menyelesaikan tugas laporan yang diberikan" kata Iruka sensei memanggilnya saat pulang sekolah.

Naruto hanya mampu diam kemudian melihat kemata Iruka sensei.

"Maaf Iruka sensei, aku tidak bisa kosentrasi membuat pr" kata Naruto

"Memang apa yang menyebabkan kau tidak kosentrasi" Tanya Iruka sensei

Naruto diam dihatinya bimbang apakah dirinya akan memberitahu apa tidak.

"Sasuke membullyku sensei" kata Naruto akhirnya memutuskan mengatakan kepada Iruka sensei.

"Sasuke Uchiha adalah murid berprestasi disekolah ini, mengapa murid seperti dia harus membullymu?" Tanya Iruka sensei

Saat itu Naruto terdiam dirinya mengetahui meski dirinya bercerita kelakuan apa yang dilakukan Sasuke tidak akan dipercayanya.

" Kamu dapat surat peringatan dari Sasuke?" Tanya Iruka sensei

"Iya Iruka sensei , aku dapat surat peringatan karena warna rambutku" kata Naruto pelan karena hanya alasan ini yang ada dipikirannya.

"Sudah tidak usah dipikirkan nanti aku akan bilang kepada Sasuke bahwa rambutmu ini memang warna alami bukan karena dicat" Kata Iruka sensei kemudian menyuruh Naruto meninggalkan ruang guru.

Saat Naruto menutup ruang guru , Sasuke sudah ada disana mendengar percakapan Naruto dengan Iruka sensei.

"Buruk untukmu" kata Sasuke

"Aku lebih cermelang daripada kau disekolah ini" kata Sasuke

"Kau hanya perlu menjadi anak baik dengarkan dan turuti kata – kataku" kata Sasuke kemudian pergi meninggalkan Naruto.

Dia benar pikir Naruto

Aku haruslah menjadi budaknya jika aku ingin sekolah disini dengan tenang membenarkan ucapan Sasuke.

Sasuke adalah murid yang dipuja – puja oleh murid perempuan disekolahnya , dikagumi dan dihormati oleh murid sekolah maupun murid sekolah lain dan dibanggakan oleh guru sekolahnya. Tidak akan ada yang mempercayai perkataannya malah dirinya akan memperburuk keadaanya.

Kemudian Naruto menjalani kehidupan smu yang dianggapnya seperti neraka, tahun depan sibrengsek akan lulus selama itu pula dirinya harus bertahan yang membuatnya bertahan bahkan dirinya mulai menghitung hari hingga menandai tanggal yang sudah dilewatinya.

Selama hari – harinya mimpi – mimpi yang dialami Naruto selalu berulang, dimana dirinya berada didalam sel penjara. Dan setiap malam Seseorang dengan memakai topeng setan akan datang dan Mereka berdua akan berpelukan, bercumbu dan kadang berhubungan intim

Selama itu pula Naruto menjadi pelampiasan nafsu Sasuke, kapanpun Sasuke melihat menginginkan maka dirinya akan memanggil Naruto seperti saat ini belum lagi mimpinya yang selalu berulang - ulang dimana dirinya sedang dipeluk oleh seseorang namun orang tersebut masih menggunakan topeng, hingga Naruto tidak bisa melihat siapa yang memeluknya.

Seperti saat ini Naruto melihat sms yang berisi dimana Sasuke ingin bertemu sekarang hingga menyebabkan Naruto membatalkan janjinya dengan Kiba.

Naruto berjalan menuju tempat dimana Sasuke telah menunggu lalu menyuruh Naruto mengikutinya menuju ruangan ysng pernah digunakan mereka beberapa kali.

Setelah mereka berdua ada didalam Sasuke segera mengunci lalu segera memeluk tubuh Naruto dari belakang kemudian mulai membuka seragam Naruto lalu Sasuke mulai mencium bibir Naruto.

Sasuke mulai melumat bibir Naruto hingga merah membengkak. Kemudian menggigit bibir bawah Naruto menyuruhnya membuka mulut . Saat Naruto membuka mulutnya segera Sasuke memasukkan lidahnya kedalam mulut Naruto.

Dieksplore lidah Naruto hingga mengajak lidah Naruto bermain bersama lidahnya. Hingga mereka berdua kehabisan napas.

"Kau tidak apa – apa dobe?" Tanya Sasuke

"Jangan bersikap seolah kamu cemas denganku, lakukan apa yang ingin kamu lakukan " kata Naruto

Lalu lidah Sasuke turun dari bibir kedagu hingga berada dileher Naruto dijilat perlahan leher Naruto kemudian dihisap lalu digigit hingga meninggalkan redmarks disekitar lehernya dilakukan kegiatan itu berulang – ulang didaerah leher Naruto.

Setelah puas menjelajah di leher Naruto, kemudian menuju sasaran berikutnya dua tonjolan kecil di dada Naruto. Sama seperti yang dilakukan pada bibir Naruto dipraktekkan kembali pada tonjolan sebelah kiri Naruto sedangkan tonjolan sebelah kanan dilakukan dengan tangan kiri Sasuke dengan dibelai, dicubit kemudian ditarik hingga membuat dua tonjolan didada Naruto berwana merah dan mengeras. Membuat Naruto mengalami kenikmatan hingga tanpa sadar Naruto mulai mendesah.

"Ngghhh…"

Sasuke pun tersenyum lalu berkata "Sikapmu masih sama, tapi tubuhmu mulai menjadi sensitive" kemudian tangannya mulai memainkan kembali pada kedua tonjolan didada Naruto yang suda ereksi.

Lalu Sasuke pun memasukkan jarinya didalam tubuh Naruto untuk mempersiapkan yang lebih besar untuk masuk. Sementara tangan lainnya digunakan untuk memainkan kejantanan Naruto.

Bibir Naruto dikunci rapat dengan bibir Sasuke menyebabkan Naruto semakin kehilangan kontrol pada dirinya.

Kemudian Sasuke segera menghentakan kejantannya langsung memasukan seluruhnya dalam hentakan pertama. Hal itu membuat Naruto mengeluarkan klimaksnya yang pertama.

"Kau ternyata tidak sabaran " kata Sasuke namun kata – katanya tidak didengar oleh Naruto karena kenikmatan yang didapatkan saat Sasuke menghentakan kejantanannya didalam tubuh Naruto dan pikiran yang berkecamuk.

Naruto tidak mengerti sejak kapan dirinya menikmati bermain seks dengan Sasuke, mengapa bahkan dirinya begitu membenci Sasuke. Tubuh Naruto saat ini mengkhianati pikirannya.

Hingga tanpa disadari Naruto melingkarkan kedua tangannya pada leher Sasuke untuk memperdalam apa yang dilakukan Sasuke.

Sasuke cukup kaget pelukan tiba – tiba yang dilakukan Naruto, karena itu pertama kalinya Naruto memeluknya.

Sasukepun mempercepat gerakannya hingga Naruto mengalami klimaks lagi yang menyebabkan tubuh Naruto menghimpit kejantanan milik Sasuke yang ada didalam, saat itu pula Sasuke mengalami klimaks kemudian diam menunggu hingga keluar semua memenuhi dalam tubuh Naruto.

Setelah mengeluarkan semua Sasuke menarik keluar kejantanannya, Sasuke pun merapikan dirinya begitupun Naruto yang membersihkan cairan miliknya maupun Sasuke yang ada didalamnya.

Disaat Naruto mengkancingkan seragamnya tiba – tiba Sasuke memberikan kunci kepadanya.

"Apa ini?" Tanya Naruto saat mengambil kunci tersebut kemudian melihat ke Sasuke.

"Kunci apartemenku" jawab Sasuke.

Naruto hanya menatap diam melihat ke Sasuke maksud dari pemberian kunci ini.

"Ayo kita tinggal bersama" kata Sasuke

"APA!" teriak Naruto yang terkejut dengan maksud pemberian kunci tersebut.

"Aku harus mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian dan aku tidak bisa bertemu denganmu disekolah setiap hari. Jadi, aku berharap kau mau tinggal bersama denganku" kata Sasuke menerangkan maksud pemberian kunci itu.

"Kau!" kata Naruto dengan suara tinggi.

"INI SEBUAH LELUCON!" teriak Naruto sambil melemparkan kunci yang langsung mengenai pipi Sasuke hingga menyebabkan luka.

"SIAPA PULA YANG MAU TINGGAL DENGAN ORANG BRENGSEK SEPERTI KAU!" teriak Naruto lagi.

Sasuke memandang Naruto kemudian berkata "Kau membutuhkan aku" dengan datar namun terlihat yakin.

"TERSERAH! AKU TIDAK AKAN PERNAH MAU!" teriak Naruto lalu berjalan meninggalkan ruangan tersebut dan Sasuke.

Ini makin buruk kupikir hanya bertahan selama setahun tapi dia mengajak tinggal bersama. Pikiran Naruto berkecamuk.

Selama 3 minggu Sasuke tidak pernah memanggil Naruto bahkan saat mereka bertemu, Sasuke hanya diam melewatinya.

Tidak hanya itu mimpinya pun membuat dirinya sendiri gelisah seperti malam ini,

Dirinya yang masih dalam pelukannya sosok laki – laki didalam topeng tidak lama kemudian pintu terbuka disana. Saat itu juga mereka pun melepaskan pelukan dan memisahkan diri namun terlambat orang – orang bertopeng yang tadi membuka pintu sudah melihat.

"Apa yang kau lakukan, kau sebagai penerus kedua keluarga Uchiha ada disini malah sedang bermesraan!" kata salah seorang bertopeng yang tadi membuka pintu.

"Aku mencintainya kumohon lepaskan dia kak." Kata pria disamping sosok yang lain.

"Itu tidak mungkin, dia yang sudah dipilih sejak dilahirkan, tadinya aku ingin menunda tapi melihat ini. Aku memutuskan akan melakukan upacara malam ini juga." Kata orang yang didepan pintu.

Saat itu juga orang – orang dibelakangnya segera berjalan dan mengambil sosok diriku yang lain. Mereka berusaha melawan namun kalah julah dan tenaga.

"Lepaskan!" Teriak Sasuke

Kemudian Sasuke diseret ketempat terpisah dan dirinya ditarik dimana orang – orang dengan topeng setan yang dipakai sudah berkumpul mengelingi satu tempat .

Dirinya ditarik kesebuah tempat dimana meja datar tempat upacara tersebut diadakan.

Naruto yang melihat ini hanya berjalan pasrah, karena dirinya tahu takdir setelah kelahirannya.

Disaat dirinya sudah berbaring di meja datar pusat upacara tersebut pria disampingnya memegang pisau.

Saat itu juga Naruto membuka matanya dengan dirinya dibasahi oleh keringat, kemudian Naruto bangun dan segera mandi menghilangkan keringat dibadannya.

Sialan apaan sich dengan diriku renung dirinya.

Hal ini membuat dirinya tidak pernah tenang, saat ini Naruto ada dikamarnya.

Harusnya aku lega tapi kenapa dadaku sesak tidak karuan seolah ada lubang besar disana.

Kemudian Naruto mulai membelai kejantanannya yang ada masih di dalam celananya.

Tak lama kemudian Naruto melepaskan seluruh celananya lalu mulai memainkan kejantanannya awalnya perlahan makin cepat tempo yang dimainkan, Naruto menunggu hingga keluar namun apa yang diharapkan tidak keluar .

Hingga Naruto mencoba meraba lubang bawahnya kemudian tangan kirinya dimasukan terlebih dahulu kemulutnya hingga jari – jarinya basah.

Secara perlahan dimasukan satu jari kedalamnya tidak mendapatkan kepuasan segera dimasukkan ketiga jarinya sekaligus memberi tambahan kenikmatan bagi Naruto. Naruto terus melakukan kegiatan tersebut dengan tangan kanan tetap memainkan kejantanan miliknya.

Namun kejantanannya tidak juga mengalami klimaks yang didinginkannya meski dirinya mulai menikmati gerakan kedua tangannya pada posisi masing – masing.

Naruto mulai melihat sekeliling kamarnya, kemudian mata tertuju pada spidol marker yang ada dimeja dimejanya.

Ini gila pikir Naruto namun tetap mengambil spidol marker tersebut, kemudian dimasukan kedalam mulutnya maju mundur dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya yang sudah dilumuri salivanya dimasukan kembali.

Saat itu pula bayangan Sasuke yang menyentuhnya membuat tubuhnya memberikan reaksi hingga desahan kenikmatan keluar dari mulutnya.

Kemudian Naruto kembali membayangkan spidol marker itu adalah kejantanan Sasuke, lalu dimasukan dengan sekali hentakan memberi kenikmatan yang diinginkannya.

" Nghhh….Sasuke… Sasuke…ah…ah" panggil Naruto saat menghentakan berkali -kali spidol marker kedalam lubang miliknya sambil memikirkan bahwa itu kejantanan Sasuke.

"Sasukeeeeeeee…." Teriak Naruto saat mengalami klimaks.

Ini gila kata Naruto sambil mengatur napas.

Bagaimana mungkin tubuhnya bereaksi karena membayangkan Sasuke menyentuhnya memikirkan kembali.

Tiba – tiba pikirannya kembali teringat akan ucapan Sasuke kepadanya Kau membutuhkan aku hal ini membuat tubuhnya kembali bereaksi.

Tidak lama dirinnya kembali tertidur,

Dan didalam mimpi dirinya melihat tubuh yang ada di meja batu sedang dipeluk erat oleh topeng setan. Tidak lama orang tersebut membuka topeng tersebut dan terlihat wajah diam namun tidak lama air mata keluar mata onyx.

Sasuke! Teriak Naruto kepada dirinya.

Ini gila apa aku stress sampai – sampai dalam mimpi ini pun aku memimpikan dirinya.

Aku berjanji Dobe kita akan bertemu lagi dikehidupan selanjutnya, dan aku akan segera mengenalimu pada pandangan pertama. Kemudian Sasuke mengeluarkan pisau lalu menusuk dirinya dan mati sambil memeluk kekasihnya.

Kemudian Naruto terbangun dari mimpinya, Setelah beberapa saat terdiam merenungi mimpi-mimpi yang menghantuinya beberapa lama kemudian ini membuat Naruto mengerti akan maksud Sasuke, kemudian Naruto tidur karena kelelahan akan kegiatan yang tadi dilakukan dan dadanya kembali tenang karena telah menerimanya meski hatinya masih takut akan keputusannya.

Keesokkan harinya Naruto menemukan Sasuke sendiri sedang sibuk membaca buku.

"Teme" panggil Naruto

Sasuke yang mengetahui siapa yang memanggilnya memandang Naruto dalam diam, menunggu apa maksud kedatangannya.

"Kunci" kata Naruto yang kemudian terdiam.

Sasuke hanya menaikkan satu alisnya sambil menunggu lanjutan Naruto.

"Berikan kunci itu padaku, aku setuju" kata Naruto kemudian menunduk karena malu dan menunggu reaksi apa yang akan diberikan Sasuke.

Sasuke yang memahami maksud Naruto menutup bukunya dan menaruh sembarang lalu berjalan menuju Naruto kemudian mengangkat muka Naruto agar kedua mata mereka bisa saling bertemu.

Akhirnya diriku mengerti apa maksud perkataan – perkataannya bahwa aku tidak bisa hidup tanpa dirinya. Kata Naruto kepada dirinya sendiri.

"Naruto, kamu akan tinggal bersamaku selamanya" kata Sasuke langsung mencium Naruto.

Lalu Naruto membalasnya dengan pelukan yang sangat erat dipinggang Sasuke.

-Selesai-

Ok sudah selesai proses pembetulannya , selama 1 -2tahun vakum dikarenakan beberapa kejadian tidak terduga.

Selamat menikmati ….