Bubble love chapter 2
Author seneng banget di review. sampe jungkat chingu author "kamu aneh"..hehehe... author bakalan ngelanjutin chapter 2 nih... jadi semangat nulisnya! mumpung author lagi libur. Kalau author sibuk. tv aja gak kesentuh.
Kali ini kebanyakan Couple moment
Luhan gak selingkuh, hunnie .. Luhan sayang sama Hunnie -
gumawo..buat yang ngereview chapter 1
Jangan lupa ya .. chingu di review^^ chapter 2
#ini hanya imajinasi#
saran : bayangin aja kim nana diri kamu.
length : Romance,fun,friendsip,my dream.
Rating :15+
main cast: HunHan,Baekyeol,member EXO and yeppo yeoja "kim nana"
Not yaoi.
"hyung!.. temani Sehunnie beli bubble tea yuk!..." Luhan bertemu dengan Sehun.
"hah.. hmmm" luhan terdiam sejenak."ne hunnie" jawab luhan pelan.
"ne. gajja!" Sehun tersenyum lebar dan menarik tangan Luhan.
"hunnie.. pelan-pelan,sakit !" Luhan mempoutkan pipinya.
"hehehe.. mianhae" Sehun kembali tersenyum ala baby .
HunHan berjalan menuju ke toko bubble tea. Luhan masih saja tertunduk lesu. matanya mencari-cari sesuatu.
"hyung! gwencana?" Sehun menyentuh pundak Luhan dengan lembut.
"hahh.. any-eo. hunnie.. na gwencana,ayo cepat beli bubble tea. hannie tunggu di luar,ok!" Luhan mendorong Sehun masuk ke dalam toko.
"hannie,gak mau beli?" tanya Sehun menahan badannya.
"hah. Aku kenyang hunnie, Gajja. aku tunggu di luar" Luhan menjawab dengan senyum.
"arra. tunggu disitu ya hannie!" Sehun masuk kedalam toko.
Luhan tersenyum melihat tingkah Sehun. Yang kekanak-kanakan tapi imut. Luhan kembali memfokuskan matanya ke sekitar tempat Luhan berdiri. Dan mata Luhan terhenti pada pohon kecil di seberang jalan. Luhan segera berlari ketempat itu.
~)~(~)~
"ottokhae!" gerutu Nana sambil mengusap-ngusap dari tadi gak bisa diajak kerja.
"annyeong!" terdengar oleh Nana suara namja yang sepertinya ia kenal.
"Luhan..*_*" Nana terkejut saat menyadari orang itu adalah Luhan.
" tau namaku." Luhan tersenyum.
" , aku kan di suruh memotret Hunhan" jawab Nana.
"ah,ne ! aku lupa. Oh kamu siapa?" Luhan duduk disamping Nana.
"na Kim Nana, call me Nana" Nana mulai nyaman berbicara dengan Luhan.
"Nana nama yang indah untuk dinyanyikan #bakkul su itdago bakkumyeon dwendago malhaeyo Nana- Nana#" Luhan bernyanyi dengan suara yang lembut sambil memperagakan gerakan mama.
"itu mama bukan Nana" sambung Nana
"hahahaha :D , Suka-suka aku yang nyanyi :P" jawab luhan .
"huft" poni Nana terbang untuk 3 detik.
"ne..ne..ne.. buy the way. kok masih stay on di bawah pohon kecil ini? Gak kerja?" tanya luhan.
"menurutmu?" jawab Nana ketus.
"oh. Iya,Kakimu.. mianhae,ini salahku. Ok sebagai gantinya,aku mau jadi kakimu." Luhan tersenyum kecil.
"maksudnya?" Nana tidak mengerti.
Lalu luhan berdiri di depan Nana dengan arah membelakangi Nana.
"ayo ! naik.. aku gendong" Luhan menarik tangan Nana.
"yakin? Apakah itu tidak memberatkanmu?" tanya Nana ragu.
"aish, sudahkah naik saja. Kau kan ringan kayak ranting pohon" Luhan dengan paksa menggendong Nana.
"yak! neo!" Nana memukul pelan bahu Luhan.
"aw. sakit eh maksudnya enak. Pukul aja lagi aku suka" senyum Luhan bertambah lebar.
"jangan menggodaku!" Nana mempoutkan bibirnya.
"aku menggodamu? baru saja itu. Belum yang lain" Luhan tersenyum lagi sambil berjalan menggendong Nana.
"neo..." Nana jadi takut.
"aku bukan tipe cowok pervent kok.. tenang aja.. lagian aku bisa merasakan jantungmu yang deg-deg kan dari tadi. Bisa dikecilin gak?" Luhan membaca pikiran Nana.
"hmm.." Nana semakin salah tingkah.
~(~)~)~)~
Sehun keluar dari toko Bubble tea,membawa 2 bubble tea .
"hyung ! maaf sudah menuggu lam..." Sehun tidak menemukan Luhan di tempatnya dia berdiri.
"dimana hannie? kenapa belakangan ini hannie suka menghilang?" Sehun menggerutu.
Disisi lain..
"channie! kau sekali" Baek hyun tersenyum mencubit pipi Chan yeol.
" gitu, Chan yeol! Namja yang direbutin semua yeoja dan baekkie" Jawab Chan yeol berbangga hati.
"huft 'Dasar GR ! " Baek hyun menggerutu. Lalu mata Baek hyun tertuju pada toko bubble tea di pinggir jalan.
"channie! itu kan Sehun" tunjuk Baekhyun.
"ne. Gajja! kita samperin. kayaknya maknae lagi sedih tuh" Chan yeol menarik tangan Baek hyun.
"Sehun! gwencana?" tanya baekhyun.
"ah. hyung! kau melihat Luhan hyung tidak?" tanya Sehun.
"hmm.. any-eo. Sehun kesini sama Luhan? Tanya Baek hyun.
"ne. Tadi aku kesini bersama hannie. Tapi sekarang dia menghilang. Luhan kemana sih?" Sehun meneteskan air matanya.
"Sehun-ah. jangan menangis!" Chan yeol memeluk Sehun.
"hiks-hiks-hiks~~" Sehun malah semakin menangis.
"ah. ottokhae? Baekkie, Telfon Luhan." perintah Chan yeol.
"ne, Arra!" Baek hyun mengeluarkan hpnya.
"ah. Nomor Luhan gak aktif" Baek hyun menutup telfonnya.
"hiks-hiks-hiks~~" Sehun semakin terisak.
"aduh.. Sehunnie,sudahlah. kan Luhan bisa pulang sendiri. Gajja kita pulang!" Baek hyun berusaha menenangkan Sehun.
"ayo- Sehun. mending kita pulang ke dorm, Nanti aku minta D.O masak makanan enak buat kita" Sambung Chan yeol.
"hiks- Ne hyung. Gajja" Sehun menghapus air matanya.
Sehun berdiri di tengah-tengah Chan yeol dan Baek hyun.
Di tengah jalan...
Chan yeol melihat pemandangan yang indah di sisi lain jalan.
*wah.. romantis sekali Namja itu..dia menggendong yeoja itu. Tapi kayaknya pernah nampak deh. Tapi dimana ya? Kok kayak ... ah, pasti itu Cuma persaanku saja* pikir Chan yeol.
"Channie? Kok bengong? Baek hyun menyadarkan Chan yeol.
"ah.. any-eo" Jawab Chan yeol tersenyum.
"kasihan tuh Sehun, Pasti luhan sama yeoja yang kemarin deh" bisik Baek hyun.
" baekkie, ayo percepat jalan kita" Jawab Chan yeol melihat Sehun yang masih berjalan dengan lesu.
{
"Kami pulang!..." Teriak Baekyeol dan Sehun.
D.O segera membuka pintu "kalian sudah pulang"
Sehun langsung bergegas pergi kedapur, Dan menaruh bubble teanya di kulkas. Lalu mempercepat jalannya masuk ke kamar dan menguncinya.
"Baekyeol.. kenapa uri maknae?" tanya D.O
"gara-gara Luhan. entar kami ceritakan" jawab Baek hyun sambil melepas sepatunya.
~(~)~)~)~)~
" bagus, ayo ambil gambarnya" Tunjuk Luhan pada suatu sudut taman.
"ne..." Nana dengan cepat menjepret gambarnya.
"Luhan. istirahat dulu yuk!" ajak Nana.
"ne" Luhan menurunkan Nana.
" kurasa gambarnya sudah cukup, Gamsahabnida.. Luhan!" senyum Nana
"hmm...ne. ini aku ada minuman" Luhan menyodorkan minuman yang ada dalam jaketnya.
"gumawo! Hmmm... buy the way, neo mencariku ya? Kok bisa menemukanku?" Tanya Nana meneguk minumannya.
"any-eo! ngapain aku mencarimu? kebetulan saja aju bertemu denganmu tadi" Jawab Luhan.
"krea-o?" goda Nana.
"ne! end BTW kenapa semalam kau tidak menelfonku?" tanya Luhan.
"Aku tidak punya pulsa" Jawab Nana.
"hahhaha. kenapa kau tidak bilang? sini mana nomor HP mu? Aku isiin." Luhan menarik HP Nana dari tangannya.
" ! tidak usah" Nana berusaha mengambil HP nya.
Luhan semakin menjauhkan badannya.
" diisi! Entar malam kau harus menelfonku ya!.. awas!" sambung Luhan.
Lalu Luhan mengecek kontak nama di HP Nana. disana hanya tertera 4 nama: evil ajjushi, appa, umma dan Luhan.
"kau tidak punya kontak nomor yang lain?" tanya luhan.
"any-eo.. Tidak ada yang mau berteman denganku, mereka selalu menjahuiku" jawab Nana sedih.
"krea-o? Aku tau. Pasti mereka iri dengan mu!" Luhan berusaha menenangkan hati Nana.
"mungkin" jawab Nana pelan.
"hah. sudahlah, lain kali aku akan mengenalkanmu dengan member EXO lainnya. Pasti mereka mau berteman denganmu." Luhan lalu mengembalikan HP Nana.
"ne.. Gamsahibnidha.. emang siapa yang mau berteman denganku?" tanya Nana.
"banyak! Kriss,Suho,Xiumin,Baekhyun,Lay,Seh..uun" tiba-tiba luhan teringat dengan Sehun
"wae-o?" tanya Nana.
"ah. aku lupa! Hunnieku.. aduh aku harus menelfonnya" Luhan segera mengeluarkan Hpnya.
Titt~~titt~~titt~~
Hannie calling...
Sehun menutup HPnya dengan bantal. kali ini dia benar-benar kecewa dengan Luhan.
"ah. dia tidak mengangkat telfonku. Mianhae! Nana, kau bisa berjalan pulang kan? aku harus pulang. Besok kita bertemu lagi ya. Jangan lupa telfon aku" Luhan segera berlari meninggalkan Nana.
~(~))~)~)
Dorm EXO dari luar kelihatan sangat sepi.
"aku pulang!" teriak Luhan.
Xiumin membukakan pintu.
"Luhan. kemana saja kau? Sehun panas tinggi." Xiumin memasang muka cemas.
Sehun yang terbaring di kasurnya dengan bibir pucat. Luhan segera duduk di bibir kasur dan menyentuh tangan Sehun yang dingin.
" !Dari tadi Sehun gak mau makan. Aku sudah memaksanya,pintu kamarnya juga dikunci. Untung saja Suho cepat datang. Lalu aku dan Suho menemukan Sehun sudah terbaring lemas. Sekarang dia sedang tidur" Kata D.O panjang lebar sambil terus mengompres kenih Sehun.
Luhan merasa sangat bersalah dengan Sehun, Luhan mendekatkan bibirnya ke telinga Sehun lalu membisikkan "Hunnie"
Sehun mendengar suara lembut Luhan, Dengan pelan Sehun membuka matanya " Hannie!" Sehun melihat sekelilingnya. Dil lihatnya semua member EXO berdiri mengelilinginya.
"Hunnie, Sudah bangun? Maafkan hyung ya! Tadi hyung ada urusan mendadak" Luhan dengan segera menegakkan badan Sehun dengan tumpuan bantal di belakangnya.
"hyung.. Tega meninggalkan Hunnie sendirian!" Sehun mulai cemberut.
"Sehun-ah..Maafkan aku, Hannie sayang sama Hunnie!" Sambung luhan.
"hmmm.." Sehun melihat sekilas muka Luhan yang kelihatan sangat Khilaf itu "ne!.. aku maafkan" Sambung Sehun.
"krea-o?" Luhan memasang muka gembira "Saranghabnidha,hunnie!" Luhan memeluk Sehun, Tampak sekali Sehun yang gembira.
"Ah... So sweet!" sambung Tao sambil berusaha memeluk Kris. "aish.. Tao!" Kris menghindari pelukan Tao.
Luhan melepaskan pelukannya " Tapi, Hunnie.. janji ya! Gak boleh sakit lagi!" sambung Luhan.
Sehun mengangguk. " Ah.. ne, Hyung-hyung .. gumawo! Sudah merawatku. terutama D.O hyung" Sambung Sehun.
"ne!... Sehun-ah.. Kalau kau sakit, Semuanya pada sedih, Karena gak ada yang menunjukkan aegyonya sama kami semua" Jawab D.O
"ne.." sambung semua member EXO.
Sehun kembali tersenyum.
Tiba- tiba Chan yeol masuk ke dalam kamar Sehun dengan 2 botol Bubble tea yang tinggal setengah di tangannya.
"Yak!.. Chan yeol hyung.. itu kan bubble tea Sehun!" teriak Sehun shock.
"krea-o? Tadi aku menemukannya di kulkas, aku kira tidak ada yang memilikinya. Jadi aku ambil. Ini punya Sehun ya? Ah mianhae, Sehun-ah" Jawab Chan yeol dengan santai dengan suara ngebassnya.
"aku.. gak mau tau.. hyung! Harus menggantinya" Sehun mempoutkan pipinya.
"tenanglah Sehun.. besok Hyung beliin kamu bubble tae" Sambung luhan.
"Nado- Aku akan belikan magnae Sehun 3 bubble tea!" Sambung Chan yeol yang masih asik minum bubble tea.
"krea-o.. Yes!" Sehun semakin Senang.
"ne... Ok, sekarang waktunya, tidur! Besok kita mau consert." Suho menunjuk Jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11 malam.
"tapi.. hyung! Aku mau tidur sama Hannie!" rengek Sehun.
"hmm.. arra, Aku mau saja bertukar tempat tidur dengan Luhan. Luhan? Kau mau?" sambung Suho.
Luhan memandang muka Sehun sejenak "ne , aku mau!" senyum Luhan.
"Lay?" tanya Suho.
"ne.. aku juga sudah bosan. Tidur tiap hari memandang Luhan" sambung Lay.
"Ok.. Aku dan Luhan, tukar posisi tempat tidur. Luhan Kau tidur di kasurku sama Sehun, Dah.. Sehun-ah! Hyung mau pindah ya!" Suho mengambil HPnya di meja.
"ne~hyung!.. Hati-hati sama lay hyung!" Goda Sehun.
"huft" Lay segera menarik tangan Suho ke luar.
"kami juga mau tidur! Luhan jangan buat Sehun sakit lagi. Aku mau tidur" Baek hyun keluar di ikuti dengan Chan yeol.
"Ya.. kami juga" semua member EXO keluar dari kamar Sehun dan Suho menuju kamar masing-masing.
Luhan menutup pintu kamarnya, Lalu luhan tidur di kasur Suho.
"hyung, punya yeoja chingu ya?" tanya Sehun.
"Any-eo! Sehun-ah" Jawab Luhan agak sedikit gagap.
"krea-o? Kalau tidak, Kenapa Hyung, tadi meninggalkan Sehun tanpa kabar berita?" Sambung Sehun.
"kan, hyung sudah bilang. Tadi hyung, ada urusan mendadak. Hunnie sendiri, kenapa tadi di telfon gak diangkat?" Tanya Luhan.
"aku sebel sama hyung!" Jawab Sehun ketus.
"tuh kan! Ngambek lagi, Udahlah Sehun . tidur ya, Hyung, Nyanyiin..." Luhan tersenyum lalu mematikan lampu kamar dan bernyanyi pelan sambil memeluk Sehun.
Lying beside you, here in the dark
Feeling your heart beat with mine
Softly you whisper, you're so sincere
How could our love be so blind
We sailed on together
We drifted apart
And here you are by my side
Sehun memejamkan matanya, Merasakan pelukan hangat Luhan dan suara lembut Luhan *hyung.. Aku tau, Pasti hyung menyembunyikan sesuatu dariku* Pikir Sehun di dalam hatinya.
Luhan melihat mata Sehun yang sudah terpejam. Lalu Luhan menghentikan nyanyinya dan menarik selimut sehingga menutupi tubuhnya dan Sehun.
~(~)~)~)~
Sementara itu di kamar Baek yeol.
Chan yeol mencolok-colokan headsitenya ke Hpnya.
"aduh.. Bakkie, Headsite aku rusak, aku kekamar Luhan dulu ya, aku mau pinjam sama dia." Chan yeol meninggalkan Baek hyun yang lagi mengotak-atik HPnya.
Pintu kamar Hunhan tidak di kunci. Chan yeol membuka pintu kamar dengan pelan. Dilihatnya Hunhan sudah tertidur dengan nyenyak. Chan yeol mencari HP luhan di sekitar meja.
"ah.. Ini dia" Chan yeol menemukan HP Luhan dengan headsite yang masing tercolok dengan HPnya. Chan yeol mencabut headsitenya.
"Luhan, Pinjam ya!" bisik Chan yeol, Tidak sengaja tangan Chan yeol menggeser layar sentuh HP luhan. Dan dia melihat foto Nana yang diambil diam-diam oleh Luhan.
"wah, Ini kan foto yeoja yang yeppo itu, Kalau di lihat dia lebih cocok denganku." Lalu Chan yeol mengirimkan foto Nana ke dalam HPnya.
"gumawo, Luhan.. aku pinjam headsitenya sama minta foto yeppo ini ya" Chan yeol menaruh lagi HP luhan dengan pelan dan menutup pintu kamar HunHan dengan pelan.
Chan yeol masuk kembali ke kamarnya sambil senyum-senyum sendiri. Lalu merebahkan badannya.
"Channie? Kok senyum-senyum sendiri?" Tanya Baekhyun bingung dengan tingkah Chan yeol.
"any-eo" Lalu Chan yeol mematikan lampu kamar. Dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
Baek hyun mengeleng-gelengkan kepalanya. Lalu melanjutkan dengan HPnya lagi.
Chanyeol di dalam selimutnya senyum-senyum sendiri melihat kecantikan Nana. *ah,besok aku mau pergi ngeprint foto ini, sekalian mau beli headsite baru* Niat Chan yeol di dalam hatinya.
~(~)~(~)~
Morning.
Chan yeol sudah siap dengan bajunya yang rapi.
"Chan nie, mau kemana?" tanya Baek hyun yang baru bangun tidur.
"aku mau pergi, Ada urusan, Baekkie gak usah ikut ya, Channie gak lama kok" Chan yeol segera meninggalkan Baek hyun yang mau mengeluarkan kata-kata agar ia ikut.
Chan yeol berlari dan menabrak D.O yang sedang mencari buncis di kulkas.
"aish.. Chan yeol" gerutu D.O sambil mengusap bahunya.
Di lihatnya HunHan juga sudah rapi mau keluar.
"yak!.. tunggu!, Kalian mau kemana sih? Semua pada pergi." Teriak D.O menghentikan langkah Hunhan yang sedikit lagi menyentuh lantai luar.
"kami, mau pergi beli bubble tea, hyung!" jawab Sehun.
"Chan yeol? Juga ikut dengan kalian?" D.O masih mengusap-usap bahunya yang di tabrak Chan yeol.
"any-eo, Kami gak tau, dia mau kemana,sudahlah.. Kami pergi dulu ya!" Jawab Luhan segera menarik tangan Sehun.
"aish!.. dasar gak ada yang betah dirumah!" D.O lalu mengambil buncis.
"aku di rumah sama D.O" sambung Kai, tiba-tiba muncul di belakang D.O
"ne. Baguslah., ayo Kai, Bantuin aku masak" D.O menarik tangan Kai ke dapur. Padahal Kai belum mandi.
_Chapter 2 END_
Gimana? Chingu? Kepanjangan ya? Iya.. author lagi semangat nulis.
Jangan lupa di review ya!
Luhan sayang banget tuh sama Sehun.
Sekali lagi di review buat ngelanjutin chapter 3
Gamsahabnida
Tunggu Chapter 3
