Naruto © Masashi Kishimoto
Basic idea : Devil Beside You
Warning : OOC, Alternative Universe.
Special Request for Maemi Ayabito
.
Enjoy yourself!
Chapter 2
"APA? GAGAL?" teriak Ino histeris. Baiklah, tidak se-histeris yang dikira, hanya saja gadis berambut blonde satu ini terlalu mendramatisirnya.
Sakura menganggukkan kepalanya lemas, kemudian ia menceritakan bagaimana kronologinya sehingga 'misi'-nya itu menjadi gagal dan dengan raut muka serius Ino dan Hinata mendengarkannya dengan seksama.
Sakura menghela napas setelah ia selesai menceritakan kronologi kejadiannya atau bisa disebut melapor kepada sang pemilik ide, Nona Yamanaka Ino.
"Tadi kau bilang pantat ayam?" tanya Ino.
Sakura menganggukkan kepalanya.
"Lho, memangnya Sabaku itu memberimu pantat ayam? Ya ampun, pantat ayam?" tanya Ino—lagi.
"Bukan, Ino! Ya ampun, kau itu tadi menyimak atau tidak? Aku bilang, aku dijadikan budak oleh pantat ayam. Orang, Ino! Orang! Bukan dagingnya," ucap Sakura kesal.
Ino terdiam sesaat lalu menoleh ke arah Hinata yang duduk di sebelahnya, yang dilirik hanya mengangkat kedua bahunya.
"Pantat ayam? Memangnya ada ya orang yang mirip pantat ayam?"
.
.
.
.
.
.
CTAK
.
.
Sakura mulai merasa kesal. Ayolah, Sakura tahu Ino itu penggosip dan informan numero uno di sekolah. Masa orang yang Sakura maksud saja tidak tahu? Sakura jadi agak meragukan title yang disandang sahabat blondie girl-nya itu.
"Bukan! Grr—Gaya rambutnya yang mirip pantat ayam. Mengerti?" serunya setengah menjerit, geram melihat sahabatnya yang satu ini mendadak telmi.
Kening Ino berkerut, sejurus kemudian ia menjentikkan jarinya dan tersenyum dengan wajah tanpa dosa pada kedua sahabatnya itu. "Hm, gaya rambut yang mirip pantat ayam ya," gumamnya. "Ah—memangnya ada?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
DUK
Kepala Sakura terbentur meja saat mendengarnya. Ia menggeram kesal. Ya ampun, apakah Ino terkena virus yang menyebabkan otaknya berpikir lama? Atau apa?
"Kau tak apa-apa, Sakura?" tanya Hinata.
Ino hanya menggelengkan kepalanya seraya berdecak kasihan pada Sakura dan kemudian ia terlihat mengingat sesuatu. Sementara itu Sakura tersenyum pada Hinata dan mengatakan bahwa ia baik-baik saja.
"Ah, iya. Aku baru ingat!" ucap Ino tiba-tiba.
Sakura mengangkat kepalanya dan menatap Ino dengan antusias, begitu pula dengan Hinata.
"Kurasa, pantat ayam yang kau maksud itu Uchiha Sasuke. Soalnya, cuman dia yang punya gaya rambut yang aneh tapi keren. Dan, pantat ayam? Siapa lagi yang punya gaya rambut aneh seperti itu di sekolah ini? Pantat ayam?"
Tak usah mengulang-ulang pantat ayamnya, rutuk Sakura sebal.
"Mungkin. Aku tak ingat apakah ia pernah mengatakan namanya atau tidak," ujar Sakura tak bersemangat. Matanya berkilat kesal dan ia mengerucutkan bibirnya, "Tadi kau bilang siapa? Ucing? Uchi—"
"Uchiha Sasuke," potong Ino.
"Ah iya, terserahlah namanya mau siapa. Tapi, benarkah si Uchi itu yang aku maksud, Ino?"
Ino mengangkat kedua bahunya.
"Apa Sakura ingat wajahnya?" tanya Hinata.
"Tentu saja. Wajah menyebalkan seperti itu," ucap Sakura dengan agak emosi. "Lalu, mengapa kau bertanya seperti itu, Hinata?"
"Ya, supaya mudah mengenalinya. Dan mencari informasi."
Sakura dan Ino menganggukkan kepalanya secara bersamaan.
"Aku mengerti. Jadi, kau mau membantuku kan, Ino?" tanya Sakura seraya tersenyum sangat manis pada sang blondie girl.
Ino meneguk ludahnya dan menyanggupinya.
"Bagus. Ah, kalian memang sahabatku yang paling baik."
.
.
Saat murid lain tengah berada di kantin dan menikmati makan siangnya, Sakura, Ino, dan Hinata malah tinggal di kelas. Ruang kelas memang sepi, dan mereka sangat bersyukur karena mereka dapat leluasa melakukan apa pun. Ino yang duduk di tengah-tengah Sakura dan Hinata dengan lincah menarikan jemari-jemari lentiknya di atas keyboard laptop putih miliknya. Bola mata sebiru lautan itu melirik dari kiri ke kanan, atas-bawah, dan ia sudah melakukan hal itu dalam dua puluh menit terakhir ini. Hingga ia bersorak senang saat ia mendapat hal yang dicarinya—oke, dicari Sakura maksudnya.
"Nah, ini dia. Kau lihat baik-baik fotonya. Orang ini yang kau maksud, kan?" tanya Ino seraya menunjukkan sebuah foto yang berada di layar laptop milik Ino.
Di sana terdapat sebuah foto seorang lelaki berwajah tampan, dengan iris obsidian-nya yang tajam, garis rahang yang tegas, kulitnya yang putih pucat, bibirnya yang tipis, gaya rambutnya yang err—bergaya aneh, dan raut wajahnya yang datar sedatar-datarnya.
Sakura membelalakkan matanya. Ia menunjuk-nunjuk layar laptop itu. "Ah, iya. Itu benar. Dia si pantat ayam yang menyebalkan itu!"
Ino menepukkan kedua telapak tangannya dan ia tersenyum senang.
"Yup. Aku mulai ya," ujar Ino bersemangat. "Kau tahu? Uchiha Sasuke, dia adalah anak bungsu dari keluarga Uchiha. Sangat populer dikalangan para gadis, berumur delapan belas tahun, sangat tampan—kau tahu, sekarang dia adalah senpai kita yang berarti murid tingkat tiga kelas khusus. Dan, sayangnya dia itu kelewat dingin dan menyeramkan. Karena itu, banyak para fans-nya yang hanya mengaguminya secara sembunyi-sembunyi, jika terang-terangan maka tamatlah riwayatnya. Ah, satu lagi, dia itu anak pemilik sekolah ini. Done," ucap Ino panjang lebar, ia tersenyum. "Ah, aku lupa lagi. Kau harus berhati-hati Sakura, karena Uchiha-senpai itu memiliki julukan."
"Julukan?"
Ino mengangguk, "Ya, dia dijuluki—Akuma."
Mendengar ucapan Ino itu, membuat kepalanya pusing. Bagaimana tidak? Ternyata orang yang dengan seenak jidatnya menjadikannya seorang budak (belum resmi) itu adalah seseorang yang menurutnya—oh, ia tak ingin mengatakannya. Sakura meneguk ludahnya. Aku benar-benar sial! batinnya.
.
.
Sakura menyandarkan tubuhnya di bangku taman sekolah dengan kaki terangkat ke atas dan kedua tangan terkait di lututnya. Sesekali ia mendesah. Bibirnya mengerucut sebal. Ia benar-benar merasa sial, mungkin bagi orang lain itu tidak sesial yang ia kira. Tapi, ia merasa hidupnya ke depan tak akan semudah yang ia bayangkan, itu hanya perasaannya. Dan ia berharap perasaannya itu akan salah. Siapa yang tahu, kan?
Langit siang hari ini cerah dengan sedikit awan yang melayang-layang di udara. Ia tersenyum kecut. Memikirkan pantat ayam itu membuat mood-nya menjadi jelek dengan sekejap. Ia tak habis pikir, hanya dengan memikirkan pantat ayam yang baru ia ketahui hari ini saja sudah membuatnya seperti ini. Apalagi nanti?
Ia membuang napas berat, semoga saja pantat ayam itu melupakan apa yang dia katakan. Lagipula, mereka tidak saling mengenal, kan?
Sakura tersenyum. Benar, lagi pula aku tak mengenalnya. Begitu pula dengan pantat ayam itu. Ya, ia pasti hanya bercanda, batinnya.
Semangatnya kembali lagi, ia menyambar tas punggung di sisinya dan menurunkan kedua kakinya. Baru saja ia akan beranjak dari duduknya, tiba-tiba seseorang menghalangi jalannya.
Seketika ia menahan napasnya, wajahnya menjadi pucat pasi, mulutnya melongo dan matanya melebar menatap seseorang di depannya yang tengah menyeringai.
Oh Tuhan, katakan padanya jika orang yang ada di hadapannya ini hanyalah bayangan imajiner liar miliknya. Ya?
Tapi, sayang Sakura. Ini nyata.
"Halo, permen kapas! Kau masih ingat aku, kan? Hei, budak!"
To be continued
Author Talk's:
*nyengir* hehe—pendek ya? Maaf! *ojigi* (bener gak itu, ojigi? yg bungkuk-bungkuk gitu?) yah, udah updatenya lama, pendek lagi. Maaf banget ya. Hoho... tapi, Insya Allah chap depan panjang. Hihi...
Terus, terus, scene SasuSakunya juga belum ada. Hoho...
Oh iya, promo ya? Ayo, ikutan Banjir TomatCherry, silahkan buka profile saya. ^^
Ehm... terus, di chap ini, dialognya banyak banget daripada deskripnya. Maaf lagi. Ah iya, Iik. Maaf ya, lamaaaaaa... ^^
.
.
Bales review anonymous yuk—
yola-chan: makasih. maaf ya gak update kilat. He? Request? Hehe... *ditempeleng* boleh minta fbnya?
Mika chan: iya, ini dari sana. Keinginan sang peng-request *lirik Iik* hehe... ini udah update. Maaf lama.
Chamber: oh... ya, hehe... mirip ya? ('·'˥) makasih. ^^
Fidya Raina Malfoy: makasih. maaf gak bisa kilat updatenya.
Thia: Ini udah update, kak. ^^ hehe...
Maya: makasih. ini udah.
yamada ryosuke: makasih. oh, liat aja nanti. *plak* yup, udah ini. Maaf gak kilat.
.
.
Thanks yg udah review chap 1:
Eky-chan, yola-chan, Mika chan, Maemi Ayabito, Chamber, Fidya Raina Malfoy, Rizuka Hanayuki, Thia, embun pagi, Maya, 4ntk4-ch4n, yamada ryosuke.
Feedback, please?
Terimakasih sudah meluangkan waktunya. ^^
