"Kau yang meminta." KyuHyun menyeringai menatap sosok manis yang kini tengah tersenyum kuyu di depannya. Sungguh wajah yang benar-benar menggoda dan rapeable. Tanpa menunggu jawaban YeSung. KyuHyun meraup tubuh eksotis itu dan menjatuhkannya ke atas tempat tidur untuk memulai sesi sebenarnya. Ya, sesi sebenarnya. Jangan kutuk dirimu setelah ini Mr. Kim, karena kau yang memintanya! Siapa suruh kau menggoda seorang Cho 'Player' KyuHyun!

.

.

.

.

.

.

YeSung mendesah keras. KyuHyun mengerang.

Wet sounds terdengar hingga ke sudut-sudut ruangan yang didominasi warna summer sky pada dinding dan langit-langitnya itu.

KyuHyun mengerang sekali lagi dengan suara bass-nya yang seksi. Manhole YeSung menjepit kejantanannya dengan erat. Terlalu erat. Sensasi nikmat yang berpusat dari ujung kejantanannya yang tengah memasuki YeSung secara bergantian dengan vibrator yang berada dalam kondisi hard mengalir ke seluruh tubuhnya. Menyentuh titik saraf-sarafnya. Bergerak seirama, menimbulkan nada-nada erotis yang memanja saraf auditori mereka.

YeSung sendiri yang kini tengah menungging di depannya tak membantu. Desahan erotis dari bibir seksinya justru semakin memperburuk keadaan KyuHyun. YeSung dan tubuhnya terlalu bersalah. Dan KyuHyun akan dengan senang hati untuk menghukumnya.

"Faster~ KyuHyun!"

YeSung mendesah. Tubuh polosnya menghentak-hentak keras seiring dengan keluar masuknya penis dan vibrator ke dalam lubangnya. Ini belum cukup. Ia ingin milik KyuHyun memenuhi setiap celah di lubangnya. "Lebih cepat atau aku tidak akan memaafkanmu, Kyu."

"Arghh!" KyuHyun berteriak. Tangannya yang bebas menampar pantat YeSung keras. Membuat dua bulatan yang berwarna pucat itu memerah. "Tubuhmu terlalu berdosa...Ugh."

KyuHyun menyodokkan penisnya. Sekali lagi. YeSung berteriak. Sodok lebih dalam. Setiap sodokan yang KyuHyun lakukan tepat mengenai satu titik kenikmatan di ujung anus YeSung. Sweetspot yang merengek untuk disentuh.

Dinding-dinding lubang YeSung menyempit dan mencengkram erat penis KyuHyun. Membuatnya terlempar dalam dunia yang begitu putih. Dan saat ia menarik keluar penisnya, vibrator yang ia masukkan terasa belum cukup. Lubang itu merengek meminta lebih.

KyuHyun nyaris keluar. Dengan gerakan cepat ia membalikkan tubuh YeSung dan mendorongnya agak kasar sehingga pemuda terduduk di depannya. Memaksa wajah yang telah memerah itu menemukan selangkangannya.

Wajah YeSung berada tepat di depan selangkangan KyuHyun. Napas terengah pemuda itu terasa hangat. YeSung memejamkan matanya dengan mulut terbuka dan sperma KyuHyun mengalir deras membasahi wajah YeSung di bawahnya.

"YeSung-ahhh..."

KyuHyun berani bersumpah jika YeSung telihat begitu seksi saat wajah yang tengah terengah itu berbalut cairan kentalnya.

"Telan."

YeSung tak memikirkan kata-kata penolakan dan memilih untuk menjilat aliran di sudut-sudut bibirnya. Belum cukup, ia merangkak, mengeliminasi jarak ke arah KyuHyun dan memasukkan kejantanan KyuHyun yang masih berkilat ke mulutnya. KyuHyun mendesah. YeSung seolah tak ingin menyiakan setiap mili benih KyuHyun.

"Kau benar-benar tumbuh menjadi pemuda yang nakal, Baby." Tangan KyuHyun meremas rambut YeSung dan kembali membuat YeSung memberi blowjob pada penisnya. Membuat YeSung dengan senang hati melakukan mouth fucking sekali lagi. Tubuh KyuHyun menghentak keras. Suara desahan YeSung saat penisnya keluar masuk di mulut mungil itu meningkatkan suhu ruangan secara signifikan.

.

.

.

.

.

.

"Fuck me hard, Cho KyuHyun!"

YeSung tak perlu meminta untuk ke dua kalinya ketika penis KyuHyun lagi-lagi memasuki lubangnya. "I want yours so bad, so deep. Faster, Kyu! Fuck me faster and deeper!"

"Argh!"

KyuHyun terengah. Kali ini ia memasuki YeSung sendiri, tanpa vibrator dan itu membuatnya seolah tak bisa menarik napas. YeSung dan kata-kata nakalnya meningkatkan nafsunya dalam titik tertinggi. YeSung benar-benar liar dan KyuHyun tak bisa menolak keliaran pemuda yang kini tengah mengerang erotis di depannya. Keliaran YeSung terlihat begitu indah. Miliknya terasa begitu pas di lubang YeSung. Dan KyuHyun merasa bodoh karena baru sekarang tahu jika YeSung akan senikmat ini. YeSung itu indah, nikmat, dan seksi.

Tak ingin tinggal diam, lidah KyuHYun jatuh di leher YeSung. Menjilat dan memberi gigitan di sepanjang garis leher pemuda itu. Menciptakan bercak keunguan yang terlalu indah. KyuHyun tak tahan. Ia membuat YeSung menoleh dan mempertemukan bibirnya dengan bibir yang telah bengkak dan menguarkan aroma sperma. Keduanya berciuman liar tanpa mengurangi tempo sodokan yang KyuHyun lakukan.

KyuHyun melepaskan ciumannya. Ia menengadah. Matanya terpejam.

"Fuck you and your fucking naughty hole, Baby!"

Tangan KyuHyun yang berada di selangkangan YeSung merasakan bahwa batang itu mulai membesar dalam genggamannya. KyuHyun tak ingin YeSung keluar begitu cepat. Jarinya menekan ujung kejantanan YeSung. Membuat YeSung mengerang di sela ciuman mereka.

"My whore ass wants your big co-ck so bad, Kyu! Please fuck meee..."

Tusukan untuk ke sekian kalinya. KyuHyun terlalu kuat untuk melakukan hal ini. Setiap tusukan yang ia lakukan membuat YeSung mengeluarkan rintihan nakal. Dan telinga KyuHyun sangat menyukainya. Tubuhnya menikmatinya.

"Di dalam atau di luar?" bisik KyuHyun seksi.

"Da-dalam... Fill my hole with yours, Kyu, please—Arghhh!"

KyuHyun melepaskan jemarinya dan cairan YeSung keluar membasahi tangannya bersamaan dengan tusukan terakhirnya sebelum cairan miliknya sendiri yang memenuhi lubang YeSung dan beberapa muncrat keluar.

KyuHyun mencabut miliknya. YeSung nyaris ambruk. Tapi, KyuHyun dengan sigap menahan tubuh itu dan membaliknya. Ia menjilat jarinya yang penuh dengan sperma YeSung di depan wajah sang pemiliknya yang kini matanya berkilat penuh kabut nafsu. YeSung terlihat lelah, tapi kilatan nafsu masih bermain-main di wajah manis itu.

"Kyu..."

"Kau mau merasakannya?"

Malu-malu YeSung mengangguk. KyuHyun menarik wajah kuyu itu mendekat dan membuat sang Super Model menikmati rasa cairannya sendiri dari bibir KyuHyun.

Sekali lagi mereka berciuman panas.

.

.

.

.

.

.

.

.

"CHO KYUHYUN!"

Cho 'player' KyuHyun tersadar—benar-benar tersadar.

Ia mengejapkan matanya sekali—dua kali dan baru bisa kembali terempas ke bumi. Ia menoleh dan menemukan YeSung yang masih berpakaian lengkap. Pemuda itu tengah berdiri seraya melipat tangannya, angkuh. YeSung sudah sadar dari mabuknya. Ia mencoba melempar pandangan mengintimidasi dari sepasang netra sipitnya untuk KyuHyun.

Dan kenyataan mengerikan mendadak muncul di otak 'Genius' Cho KyuHyun.

Apa? Apa?

Apa?

Apa?

Jadi, seks hebat yang barusan mereka lakukan tadi hanya bayangan bodoh KyuHyun yang muncul begitu dia melihat wajah tertidur YeSung? Seks tadi hanya imajinasi liar seorang Player! Sial. Sialan. Sialannn!

'Pluk.'

Sebuah bantal terlempar ke arahnya—tepatnya ke wajahnya. Tangannya menangkap bantal berwarna broken white dan netra beriris bistre-nya menatap YeSung di balik bantal yang kini berada di genggamannya.

"Jangan berdiri saja, Bodoh. Cepat ambilkan aku air putih dan keluar dari kamarku!" Bantal ke dua siap dilempar. Danger! Danger!

KyuHyun memilih tak ambil risiko dan segera berbalik untuk ke dapur setelah sebelumnya mengembalikan bantal yang barusan dilemparkan YeSung. Sungguh, jika saja dulu KyuHyun tidak pernah memandikan YeSung—sehingga ia tahu dengan baik bahwa sosok itu adalah pria, KyuHyun pasti berpikir bahwa sosok ganas di depannya memang benar-benar wanita. Atau, semua ini hanya karena YeSung terlalu menghayati peran cross dress-nya? Entahlah.

KyuHyun baru saja meniti anak tangga pertama ketika teriakan YeSung kembali terdengar dari kamarnya.

"Yah! Cho KyuHyun apa kau sedang datang bulan? Kenapa bantalku ada darahnya begini, Bocah Sialan?"

Apa? Datang bulan?

Otak KyuHyun bekerja. Pertama, apa YeSung lupa kalau KyuHyun itu pria sehingga tidak mungkin datang bulan. Ke dua, kalau ada yang pantas dicurigai soal ketidak jelasan gender itu sudah pasti YeSung sendiri. Jadi, darah apa itu?

KyuHyun meraba hidungnya dan menemukan alat respirasi itu mengeluarkan cairan merah berbau karat.

Sial, ia mimisan!

.

.

.

.

.

.

"Menjijikkan!"

KyuHyun menemukan YeSung yang tengah bersandar di pintu kamarnya. Netra bulan sabit milik sang Model itu menatap lurus ke arah KyuHyun yang tengah sibuk memanja bagian selatannya. Ia tengah bermain solo dan sialnya—lagi—ia lupa mengunci pintu. Tapi, ia tak peduli. Toh, mereka sesama pria. Sesama pria dewasa.

"Kau bisa bercinta dengan wanita atau pria dan kau masih juga memanja dirimu sendiri?" sindir YeSung kejam.

KyuHyun tak mengerti darimana YeSung belajar berkata-kata kejam seperti itu. Padahal sepuluh tahun yang lalu, ia adalah pemuda kecil yang manis dan polos. Terlalu polos, sampai-sampai KyuHyun harus menahan diri setiap memandikannya. Menahan miliknya yang mendadak bangun agar tidak menyodok punggung mungil YeSung. Dan ya, mungkin hal itulah yang membuat KyuHyun lupa jika dirinyalah yang secara tidak langsung menularkan kebiasaannya berkata tajam kepada pemuda polos itu.

"Ugh...diam."

"Menggelikan."

YeSung berjalan, mengambil kemejanya yang tertinggal di kamar KyuHyun dan langsung berbalik untuk keluar dari kamar pengasuhnya yang tengah mendesah-desah keenakan itu.

"Tapi, aku penasaran..." YeSung mendadak berhenti di depan KyuHyun. Model itu bertolak pinggang seraya mengelus dagunya, memasang pose berpikir. KyuHyun sesekali melirik ke arahnya. "Jadi, siapa yang kau bayangkan saat melakukan hal itu, Kyu?"

Gerakan tangan KyuHyun terhenti. Matanya menyipit seraya menatap YeSung tajam. Seketika sebuah seringai tercipta di sudut bibirnya.

"Kau..."

"Aku?" Alis YeSung sontak terangkat. Ia membatu. Untuk sesaat keheningan berpesta di dalam ruangan. KyuHyun menjadikan dirinya sebagai fantasi seksnya?

Keheningan itu terpecah ketika YeSung kembali melangkah menuju pintu. Tapi, KyuHyun merasakan dunia kiamat saat YeSung justru menutup pintu dan berbalik ke arahnya. Ia berjalan mendekat dan duduk di depan KyuHyun. Ia tak berbicara sepatah katapun, tapi pandangan matanya yang tengah menatap tajam ke arah junior KyuHyun yang tengah menegang sulit ditebak. KyuHyun menahan napas saat tangan YeSung yang berjemari mungil bergerak. Mengabaikan pandangan bertanya KyuHyun dan mulai mengocok kejantanan milik pemuda yang sepuluh tahun lebih tua darinya itu lembut.

"Ugh..." Desahan lolos dari bibir KyuHyun. Jemari YeSung benar-benar lembut. Bagaimana dengan mulutnya atau bahkan lubangnya nanti. Sial, dengan membayangkan kehangatannya saja sudah membuat cairan pre-cum KyuHyun keluar lebih banyak.

"Kau suka, Kyu?" suara YeSung terdengar begitu menggoda. Jemarinya bergerak, mengelus batang dengan urat-urat yang menonjol itu disertai telunjuknya yang sesekali menekan-nekan ujungnya, dan memainkan bola kembar yang menjadi tempat benih KyuHyun berada.

"A-aku ingin mulutmu, Baby," pinta KyuHyun parau. Tanpa mengeluarkan kata-kata penolakan YeSung menunduk dan memasukkan benda yang telah menegang sempurna itu ke mulutnya. Mulut YeSung benar-benar hangat.

"Kau benar-benar menginginkan ini 'kan, Kyu?" KyuHyun menengadah. Terlalu nikmat. Dan ia tak mengerti kenapa mulut YeSung seolah begitu elastis untuk menelan penis KyuHyun. Basah, sempit, dan hangat. Mulut YeSung benar-benar sempurna. "Aku terkesan, sepertinya milikmu benar-benar menginginkan kehangatan mulutku."

"Ahh~" KyuHyun tidak tahan untuk tidak menyusupkan jemarinya di kepala YeSung, mencengkram kepala bersurai ebony itu erat-erat. Memaksa pemuda itu menelan seluruh penisnya. Mulut YeSung begitu hangat. Sangat hangat. YeSung terlalu ahli dalam hal ini. Bagaimana otot-otot pipinya berdistraksi ketika menghisap penis dan bagaimana lidahnya menari memberi sentuhan yang menghasilkan getar aneh dari tumbukan saraf-saraf lidah dan penis KyuHyun. Kenikmatan ini terlalu kejam.

Apakah KyuHyun tengah bermimpi untuk ke dua kalinya?

"Plak!"

"Apa yang kaulakukan, Bodoh?" teriak YeSung ketika merasakan pantatnya mendadak ditampar KyuHyun dengan keras. KyuHyun nyengir di sela kegiatannya untuk meraih oksigen. Ternyata ia benar-benar tidak bermimpi.

Well, sepertinya seks sebenarnya baru saja akan dimulai.

YeSung terkesiap, ia tak sempat mengelak ketika KyuHyun dengan gerakan cepat mengunci pergelangan tangannya dan mengikatnya dengan borgol—yang entah sejak kapan sudah berada di sana.

KyuHyun memutar tubuh YeSung dan memeluk pemuda itu dari belakang. Bibirnya jatuh di ceruk leher YeSung. Pemuda berdosa itu berbisik rendah. Suara KyuHyun terlalu seksi dan menseduksi saraf organ auditori YeSung hingga ke seluruh tubuhnya.

"Seks pertama kita harus 'berkesan' bukan, Baby?"

YeSung mendesah. Kau benar-benar sialan Cho KyuHyun!

.

.

.

.

.

.

BERSAMBUNG...

A/N: Sorry for super late update T-T This is Anna btw (blame on Nathan yang sudah kabur(?) dari fanfiksi ini! Grrr!). And yeah, how about fluffy-BDSM(?) sex for next chappie? ;3 Atau lemon seperti biasanya saja? Gimme your opinion, well? Thankseu~ *v*

P.S: Maaf untuk konflik yang belum muncul. Lemon dulu baru konfliknya. Walau lemon-nya ga ada asemasemnya sama sekali. Dan ya, lemon di awal itu cuma imajinasi liar KyuHyun. (A: KyuHyun-sshi, control your damn wild imagination pls.) Lemon untuk fiksi ini ekplisit ya, juga ada dirty talk-nya. :lol

P.S.S: Informal Roman positif naik rate ya. Mumpung saraf pervert-ku sedang dalam panas-panasnya. Atau semua fiksi YeSung-ku naik rate saja? Becanda. :lol