CHAPTER 1

BROKEN HEART

Daejeon, 2009

Suara dering telepon memanggil pria lima puluh tahunan yang segera berlari mengangkatnya.

Sebuah berita penting yang diterimanya kembali membuatnya berjalan tergopoh menuju ruang kerja pemilik rumah mewah bergaya Eropa yang sedang duduk di kursi kerjanya menatap jendela dengan pandangan kosong.

"Tuan Soo, Tuan muda Sehun ditemukan"

Tatapan kosong itu dengan segera berganti binar kelegaan.

"Paman, Siapkan mobil ! Telepon Detektif Cha, tanyakan dimana anakku disekap. Kita menyusul kesana."

Mobil Eropa keluaran terbaru itu memasuki halaman kosong sebuah gedung tua yang sudah dipenuhi beberapa polisi dan sirine ambulan yang memekakkan telinga.

Detektif Cha segera menghampiri Tuan Soo yang tergesa keluar dari mobilnya.

"Mana anakku?! Kenapa ada ambulan? Dia baik sajakan? Cepat katakan, Hyung!"

Detektif Cha, Sahabat Tuan Soo itu menepuk bahu pria yang lebih tinggi darinya itu.

"Kami menemukannya pingsan di gudang. Tapi penculiknya berhasil kabur. Tak ada luka di tubuhnya. Tapi- Ahh, Cepatlah! Temani dia Ji-ah. Kita harus segera membawanya ke rumah sakit."

#Daejeon Hospital

"Dari hasil Rontgen dada, Ekokardiografi dan EKG, Aku menemukan kebocoran di jantung Sehun. ASD, Atrial Septal Defect kebocoran di sekat serambi jantung."

Tuan Soo untuk sesaat terpaku, mencerna penjelasan dokter spesialis jantung di hadapannya. Mata berembunnya terpejam menggulirkan kristal bening di pipinya.

"Apa bisa disembuhkan? Selama sepuluh tahun hidupnya dia sehat saja. Tidak ada keluhan saat dia berlatih atau melakukan aktifitas lainnya. Anakku juara beladiri, Paman. Bahkan ia tumbuh tinggi di banding teman sebayanya." Tangis Tuan Soo pecah tak terbendung. Jari tangannya bergetar menahan sesak beban hatinya.

"ASD, penyakit jantung bawaan sejak lahir. Tapi memang terkadang tidak dirasakan oleh penderitanya seperti yang dialami putramu. Diameter lubangnya kecil, dua ml. Kemungkinan untuk menutup sendiri dan sembuh cukup tinggi. Aku akan memberikan obat yang untuk mengurangi gejala yang muncul nantinya."

Dokter bermarga Kim itu menulis resep dan kemudian menjelaskannya pada Tuan Soo.

Obat ini sejenis Beta Blocker untuk menjaga detak jantungnya teratur. Dan yang ini Antikoagulan untuk mengurangi resiko pembekuan darah. Mulai saat ini, jaga pola makannya. Sehun masih boleh berolah raga ringan karena kuyakin dia tak akan tahan berdiam diri, tapi jangan terlalu menguras tenaga dan fisiknya. Jangan lupa rutin check up."

Dokter Kim mengehela nafas dan kemudian menggenggam erat tangan Tuan Soo.

"Ji-ah, aku menyayangi putramu seperti cucuku sendiri. Dia anak yang kuat. Percayalah, semua akan baik saja."

Tuan Soo berjalan gontai menuju kamar di mana buah hatinya dirawat. Kenyataan yang baru saja di dengarnya membuat hatinya hancur.

Baru setahun ini dia kehilangan istrinya dalam sebuah kecelakaan lalu lintas meninggalkannya dan Sehun dalam kesedihan mendalam.

Dan hari ini, setelah dua hari sebelumnya diselimuti kecemasan akibat penculikkan Sehun, Tuhan masih saja memberinya ujian.

Dalam keadaan sehat, perjuangan Hunnie ku dari ancaman di sekitarnya sudah terasa berat, apalagi dengan kondisinya sekarang ini. Apa yang harus kulakukan. TUHAN TOLONG AKU.

Tuan Soo memasuki kamar putranya yang sedang di temani pria berusia setengah abad yang tak lain pelayan setianya yang bermarga Ahn.

Terlihat seorang perawat menggeser sedikit Regulator Infuse untuk merubah kecepatan aliran cairan obat dan mengukur suhu tubuh Sehun dengan Termometer Infra Red.

Setelah menyelesaikan tugasnya, perawat itu berbalik menunduk hormat pada pelayan Ahn dan Tuan Soo.

"Min-ah", panggil Tuan Soo.

Merasa namanya dipanggil, perawat itu menatap Tuan Soo dan dengan terkejut menjawab

"Oppa"

Tuan Soo, Detektif Cha, Perawat MinAh dan suaminya Park MinHo adalah empat bersahabat yang dipertemukan saat mereka di bangku menengah keatas. Persahabatan mereka begitu erat saling menjaga melebihi ikatan saudara. Namun saat Park MinHo meninggal karena sakit, MinAh menghilang bagai ditelan bumi dan akhirnya mereka kembali dipertemukan dalam keadaan yang tak terduga ini.

"Oppa, Aku bersedia menolongmu. Apapun akan kulakukan sebagai balas budiku padamu. Akan kurawat dan kusayangi Sehun seperti anakku sendiri."

"MinAh, Terimakasih. Aku akan mengingat kebaikanmu ini. Aku sudah mengurus semuanya. Kepindahanmu ke Seoul, dan yang utama identitas Sehun sebagai putramu. Aku tempatkan orang terbaikku untuk menjaga kalian. Aku titipkan Sehun padamu, MinAh."

==========dby==========

Seoul 2016

Gelapnya malam tergantikan hadirnya kemuning sinar matahari yang berkilau di sela celah jendela. Udara pagi menyapa wanita cantik yang berdiri di depan pintu kamar dengan senyum hangatnya.

"Sehun-ah, bangun sayang. Channie hyung menunggumu di luar."

Merasa panggilannya tak di respon, MinAh mendekat ke ranjang membuka selimut bergulung yang menutupi sosok di dalamnya.

"HUN! HUN-AH!

Ijin TBC ya...

Story ini ZA publish juga di WATTPAD id MiracleZa dengan judul yang sama.

ZA tunggu koment n masukannya. Makasih