Yunie 'Otaku' Bear

.

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka hanya milik Tuhan dan Cho hanya meminjam nama mereka

Cast : DBSK dan yang lain

Pairing : Yunjae

Rate : M-

Genre : Romance, School Life (untuk Yunho dan Junsu), Little bit humor

Alur kadang cepet kadang lama dan yang pasti bakal banyak typos

Enjoy it ^o^

Peringatan!

FF Cho yang ini lebih ke Jepang, walaupun ada unsur Koreanya. Ada hal yang harus dipahami sebelum membaca FF Cho.

Otaku : Secara garis besar, otaku itu golongan pencinta anime yang ga bakal segan ngeluarin uang buat beli apapun yang menjurus ke anime ataupun komik. Biasanya mereka punya obsesi sendiri sama barang - barang anime. Juga, otaka biasanya koleksi komik Jepang yang biasa disebut MANGA. Sekian penjelasan dari Cho, maaf kalo salah :)

.

.

.

.

.

~ Chapter 1 ~

.

.

.

.

.

.

Jaejoong menghela nafasnya, dia terlihat sangat kelelahan dan lemas. Dia tidak mencapai klimaksnya saat di kamar mandi tadi paggi.

Masih ingat chap kemarin kan? Dimana Yunho masuk ke dalam kamar mandi dan juniornya berada tepat dibelahan bokong sang namja cantik? Ya... Mereka memang tidak melakukan apapun karena Yunho terlalu polos untuk berpikir ke arah sana.

Sedangkan Jaejoong? Juniornya itu sudah terangsang namun tidak bisa mengeluarkan intinya sebab tidak ada yang merangsangnya lebih jauh, jadilah setengah hari di kantor ini dihabiskan Jaejoong dengan mood yang bisa dibilang buruk.

" Ugghh..."

Jaejoong menyandarkan tubuhnya pada kursi kerjanya yang tinggi itu. Dia kemudian menoleh dan menatap pinggir mejanya, disana terdapat sebuah bingkai ukuran kartu pos dengan motif pokemon. Yunho meletakkan bingkai itu agar Jaejoong selalu mengingatnya.

Jaejoong mengambil bingkai itu dan menatapnya dalam. Tak lama sebuah senyum terukir dibibirnya, foto itu diambil saat dirinya dan sang tunangan datang pada salah satu festival anime di Seoul.

Yunho saat itu menggunakan kaos bergambar idolanya -Yui Hirasawa- dari anime K-On sedangkan Jaejoong bergaya stylist dengan kaos v-neck berwarna hitam serta skinny jeans yang memperlihatkan keseksian kakinya, dia juga memakai kacamata hitam dalam foto itu. Yunho tersenyum riang dan tangannya menggandeng Jaejoong dalam foto itu.

" Bocah..." Gumam Jaejoong

Masih ingat dalam otaknya bagaimana pertemuan pertama mereka. Saat itu Jaejoong yang memiliki janji dengan gebetannya harus mengantarkan eommanya untuk arisan bersama teman - temannya.

.

- FLASHBACK -

.

Dia mengantarkan eommanya kesebuah restoran di dalam sebuah hotel yang sangat mewah milik salah satu teman eommanya. Mengantarkan sang eomma ke dalam dan diajak untuk berkenalan dengan teman - teman eommanya.

Tentu dia sangat menarik perhatian teman - teman eommanya, bahkan ada yang langsung ingin meminang Jaejoong untuk anaknya namun sayang Jaejoong menolak. Saat akan pergi, ketua grup arisan itu datang dengan menggandeng seseorang.

Mrs. Jung itu datang bersama ada semata wayangnya dan meminta maaf atas keterlambatannya. Dia juga mengenalkan anaknya yang saat itu menggunakan seragam sekolah.

Jaejoong sendiri tersenyum melihat betapa imutnya anak yang dibawa oleh Mrs. Jung. Bahkan anak itu memiliki gigi gingsul dan pipi cabi yang menggemaskan. Dan senyuman itu tak luput dari pandangan namja itu.

Sang namja berjalan mendekat dan berhenti tepat dihadapan Jaejoong, Jaejoong mengerutkan keningnya dan merasa bingung sampai sang namja memandangnya dengan mata berbinar.

" Whhhooaaa! Kau mirip sekali dengan tokoh manga yang dibaca oleh Suie!" Pekik sang namja kemudian mengedipkan matanya

" Y-ye?"

" Yunho... Kenapa kau tidak sopan eoh?" Sang eomma datang dan berdiri disamping anaknya, Yunho

" Eomma! Dia sangat mirip dengan tokoh yang ada di manga Suie yang tidak boleh Yunie baca!" Ucap Yunho kemudian mempoutkan bibirnya

" M-mwo?!"

" Meng-Ge-Mas-Kan!" Yunho, nama namja itu... Dia menekankan setiap suku kata yang keluar dari mulutnya

Jaejoong hanya cengo melihat namja bernama Yunho itu dan menatap eommanya.

" Eomma, aku harus pergi. Jin Hee menungguku" Ucap Jaejoong

" O-oh ne, pergilah. Gomawo sudah mengantar eomma" Balas sang eomma

" Ne eomma"

Jaejoong membungkukkan tubuhnya memberi hormat dan kemudian berjalan meninggalkan ruangan itu sampai dia mendengar suara Yunho.

" Eomma! Yunie ingin menikah dengannya!"

Jaejoong yang baru saja akan melangkah keluar langsung menoleh dan menatap horor namja yang mengeluarkan perrkataany itu.

" Yunho! Apa yang kau katakan eoh?!" Pekik sang eomma tidak terima

" Yunie ingin dia!" Ucap Yunho dengan menunjuk kearah Jaejoong

Jaejoong menggelengkan kepalanya dan berjalan keluar hotel karena dia akan berkencan hari ini. Sedangkan Mrs. Jung menenangkan Yunho yang tidak rela Jaejoong pergi dan seringaian tipis itu muncul dari Mrs. Kim.

Beberapa hari kemudian, atas rengekkan dan air mata buaya yang Yunho keluarkan, sang eomma dan Mrs. Kim membawa namja kekanakan itu menuju kantor dimana Jaejoong bekerja.

Tentu Jaejoong kaget saat melihat eommanya, Mrs. Jung dan Yunho masuk ke dalam kantornya. Dia berdiri untuk menyambut ketiganya dan membawa mereka duduk pada sofa yang ada didalam ruangannya.

" Yah Yunie! Kenapa kau bersembunyi dibelakang eomma eoh! Kau yang meminta kemari bukan?!" Pekik sang eomma saat mendapati anak semata wayangnya menyembunyikan kepalanya dibelakang tubuhnya

" Y-yunie malu eomma" Ucap Yunho gugup, jujur saja jantungnya berdetak dengan kencang saat ini

" Kau kan yang minta bertemu! Bahkan merengek dan menangis un-"

" Eomma! Jangan ceritakan hal itu! Yunie malu!" Yunho memotong ucapan eommanya dan akhirnya dia duduk tegap

Jaejoong memandang eommanya untuk meminta bantuan dan eommanya hanya bisa menatapnya tajam seakan berkata 'ajak dia bicara pabbo'. Dan itu membuat Jaejoong menghela nafasnya kasar.

" Hmm... Yunho annyeong" Sapa Jaejoong akhirnya

Yunho mengedipkan matanya saat mendengar suara lembut dan halus itu. Mungkin Jaejoong lebih baik dari tokoh dalam manga yang Suie miliki itu!

" Suaramu sungguh indah" Ucap Yunho membuat Jaejoong terkekeh

" Terima kasih Yunho" Balas Jaejoong

" Omo! Kau tahu namaku?!"

" Tentu. Bukankah kau memperkenalkan diri saat arisan kemarin?"

" Oh! Benar juga, siapa namamu?"

" Kim Jaejoong dan kau bisa memanggilku hyung"

" Jaejoongie..."

Jaejoong mengerutkan keningnya, anak kecil di depannya ini sungguh tidak sopan! Tanpa ada panggilan hyung dibelakangnya? Ck... Bocah.

" Nah, eomma tinggalkan kalian ne? Eomma akan ada di cafe dibawah okay?" Ucap Mrs. Kim

" Eomma tap-"

" Jaga Yunie baik - baik Jaejoongie" Ucap Mrs. Kim dengan senyum yang menurut Jaejoong sangat aneh

Terjadilah keheningan setelah orangtua mereka pergi, Yunho sendiri asyik memperhatikan Jaejoong yang sepertinya masih salah tingkah di depan namja yang berseragam anak sekolah itu.

" Apa tidak apa - apa aku bekerja?" Tanya Jaejoong, pekerjaannya masih banyak saat ini, hey... Dia bahkan belum skripsi tapi sang appa sudah menyerahkan sebagian perusahaan padanya!

" Hmm? Ne"

" Baiklah" Jaejoong kemudian bangkit " Kau ingin minum apa?"

" Apa ada coklat dingin? Yunie ingin coklat dingin dan beberapa marshmallow rasa strawberry" Ucap Yunho dengan senyum lebarnya

" Y-ye?"

Walaupun tidak biasa, Jaejoong akhirnya memesankan apa yang diinginkan oleh Yunho. Dia kemudian duduk dibelakang meja kerjanya dan mulai memeriksa laporan bulanan yang dibuat oleh karyawannya.

Yunho memperhatikan bagaimana Jaejoong bekerja dan jantungnya berdetak kencang. Dia meminum coklat dinginnya yang baru datang sembari menatap Jaejoong, sesekali Yunho tersenyum saat melihat bibir Jaejoong yang terpout lucu.

Drrttt... Drttt...

Drrtttt...

Jaejoong menoleh dan melihat ponselnya, Jin Hee.

" Yeobosseo Jin Hee ya?" Jaejoong tersenyum manis saat menerima telepon itu membuat Yunho mengerutkan keningnya tanda tidak suka " Oppa sedang bekerja, tidak... mungkin nanti malam bisa. Otte? Baiklah. Oppa tutup eoh? Ne... Oppa juga merindukanmu"

Pik

Yunho berdiri dan menghampiri Jaejoong dengan bibir terpout, rasa marah tiba - tiba menghampirinya saat Jaejoong bertelepon ria tadi. Dia kemudian duduk disebrang meja kerja dengan membawa coklat dinginnya.

" Siapa Jin Hee?" Tanya Yunho dengan nada kesal

" Eoh?" Jaejoong mendongak dan menatap Yunho " Temanku"

" Kenapa Joongie terdengar mesra?"

" M-mwo? Memangnya kenapa?" Jaejoong menutup laporan yang ada di hadapannya dan kembali menatap Yunho

" Yunie tidak suka! Joongie itu tunangan Yunie! Jadi jangan dekat - dekat dengan yang lain"

" Tunangan..." Lirih Jaejoong dan otaknya segera mencerna ucapan Yunho " MWO?!"

" Wae?"

" Kau pasti bercanda!"

" Ani! Yunie tidak bercanda! Eomma dan eomonim sedang membicarakannya dibawah" Jawab Yunho dengan nada riangnya

" Mwo?! Jinjja! Aku tidak mau!"

" Wae?"

Degh

Jantung Jaejoong berdetak tak nyaman melihat namja di depannya itu menatapnya dengan pandangan sendu. Dalam pandangannya bahkan ada telinga kucing yang muncul diatas kepala Yunho.

" Wae Joongie? Wae?" Tanya Yunho dengan nada sedihnya tidak lupa matanya berkaca - kaca

" Y-ya... It-itu karena kita tidak saling kenal! Kita juga baru bertemu beberapa hari lalu dan... Kau bilang apa? Kau dekat denganku karena aku mirip dengan tokoh dalam manga? Hey! Berapa usiamu Jung!"

" Yunie?" Yunho menunjuk dirinya sendiri " Enam belas tahun. Kalau diperhatikan memang mirip sekali tapi... Ternyata berbeda! Joongie lebih jjang!" Pekik Yunho senang

Plakk

Jaejoong memukul kencang dahinya, aigo... Anak labil di depannya ini benar - benar membuatnya merasakan pusing tujuh keliling.

" Pokoknya! Joongie harus bertunangan dengan Yunie!" Pekik Yunho membuat Jaejoong kaget setengah mati

" Mwo? Andwe!"

" Mau!"

" Tidak!"

" Mau!"

" No!"

" Maauuu~~" Rengek Yunho

" Ani dan tidak akan pernah!"

" Waeee~~?"

" Kau dan aku tidak saling mencintai"

" Cinta?"

" Ne"

" Yunie tidak mau tahu! Pokoknya Joongie harus jadi tunangan Yunie titik!"

Tap

Tap

Tap

Tap

Brakkk

" Omo!" Pekik Jaejoong kaget

Jaejoong menatap cengo pintu yang tadi dibanting oleh Yunho kemudian mengelus dadanya, dia harus segera meminta penjelasan eommanya!

.

- FLASHBACK OFF -

.

Jaejoong terkekeh mengingat bagaimana susahnya dia menolak keinginan Yunho sampai saat itu tiba, saat Yunho terbaring lemah karena dia tidak mau makan selama dua hari.

Mrs. Jung yang kalang kabut langsung menelepon Mrs. Kim dan meminta Jaejoong untuk datang ke rumahnya karena Yunho tidak mau dibawa ke rumah sakit.

Jaejoong? Tentu saja menolak tapi dengan ancaman mengerikan (read : tidak bisa belanja seumur hidupnya) Jaejoong akhinya menurut dan masuk ke dalam kamar Yunho.

.

- FLASHBACK -

.

Jaejoong mengangakan mulutnya saat memasuki kamar Yunho, terlihat beberapa rak kaca yang dikunci. Di dalamnya berisi anime figure, mulai dari naruto, bleach, death note sampai anime wanita yang tidak Jaejoong ketahui.

Disebelah rak itu ada sebuah pintu bertuliskan 'Yunie's lovely room' dengan gambar chibi anime dibawahnya. Jaejoong melangkahkan kakinya menuju tempat tidur Yunho. Dia melihat namja itu tengah menutup matanya dan bibirnya terlihat pucat, Jaejoong menaruh mangkuk bubur yang dibawanya dimeja nakas sebelah tempat tidur Yunho sedangkan dirinya duduk dipinggir tempat tidur Yunho.

" Hey, bagunlah... Semua orang khawatir denganmu" Ucap Jaejoong lembut

" ..."

" Yunho ah..." Jaejoong mencoba mengguncangkan bahu Yunho

" Eo-eomma... Yunie ingin Joongie"

Yunho mengigau dan memeluk guling bergambar karakter anime-nya makin erat. Jaejoong menghela nafasnya dan duduk dipinggir tempat tidur Yunho. Dia sedikit menyingkap selimut bermotif K-on itu dan menyentuh tangan Yunho.

" Yun... Ini aku, Jaejoong" Ucap Jaejoong sembari menggoyangkan tubuh Yunho " Aku membawakan bubur untukmu"

Perlahan mata musang itu terbuka, dia mengedipkan matanya untuk melihat sekitar. Dan pandangannya berhenti saat dia melihat seseorang duduk dipinggir tempat duduknya.

" Joongie..." Panggil Yunho dengan lirih

" Ne, ini aku. Bangunlah dan makan bubur ini"

" Ani" Yunho menggelengkan kepalanya pelan dan membalikkan tubuhnya hingga membelakangi Jaejoong " Jika Yunie makan buburnya, Joongie tetap tidak mau jadi tunangan Yunie. Yunie mau tidur saja"

" Yah! Mana bisa begitu?!" Pekik Jaejoong

Ceklek

Pintu kamar itu terbuka dan terlihat Mrs. Kim dan Mrs. Jung masuk ke dalamnya, Mrs. Kim memandang sengit pada Jaejoong dan menghampiri Jaejoong.

Srett

" Akh! Appo eomma! Ya! Appo..."

Mrs. Kim menjewer telinga anaknya yang berusia dua puluh dua tahun itu.

" Omo! Chullie ah!" Pekik Mrs. Jung kaget

" Yah! Kenapa malah membuat Yunie ngambek eoh! Anak nakal!" Ucap Mrs. Kim kemudian menarik lebih kencang telinga anaknya

" Eo-eomma! Aaww! Ya-yah! Yunie bantu aku eoh! Akhh!"

Yunho menoleh dan melihat kejadian itu, dia menatap eomma dari Jaejoong dan membuka mulutnya.

" Eomonim..."

" Ne?"

" Jewer saja Joongie atau pukul pantatnya karena sudah nakal pada Yunie! Joongie napuen sudah menolak Yunie" Ucapnya kemudian kembali membalikkan tubuhnya

" Mwo?!" Pekik Jaejoong " Eommaa~ Eomma tidak bisa lakukan hal ini padaku! Aku tidak mengenalnya"

" Kau harus melakukannya Joongie, eomma sudah setuju"

" Tapi..."

" Mau menolak?" Tanya Mrs. Kim kemudian mengeluarkan senyum anehnya kembali

" Akkhh... Aww! Arasseo arasseo! Ne ne! Aku akan menurut! Lepaskan tangan eomma dari telingaku"

" Bagus!" Mrs. Kim melepaskan tangannya dan menatap Yunho " Yunie ah, Joongie mau menjadi tunanganmu"

Srett

" Jinjja?" Lirih Yunho dengan mata penuh harap

Mrs. Kim mencubit lengan Jaejoong hingga terpekik dan menjawab Yunho dengan nada jutek.

" Joongie masih tidak mau?" Tanya Yunho

" A-ani... Ne, mari bertunangan" Jawab jaejoong dengan nada pasrahnya

" Jinjja?" Mata Yunho melebar dan senyum membingkai pada wajahnya

" Ne"

" Whoooaaaa~ Gomawo!"

Srett

Greeppp

Yunho mendudukkan dirinya dan menarik Jaejoong dalam pelukannya. Dia memeluk erat pinggang Jaejoong yang dirasanya pas dengan lengannya itu.

" Gomawo Joongie... Gomawo... Yunie sangat senang!" Pekik Yunho

Degh Degh Degh

Detakan yang cepat itu dirasakan oleh Jaejoong, dia merasakan jantungnya berdebar kencang sekali. Dan langsung bertanya - tanya kenapa pelukan namja yang usianya tujuh tahun dibawahnya ini begitu membuatnya nyaman.

Perlahan Jaejoong menaikkan tangannya dan membalas pelukan Yunho.

.

" Kenapa kau ngotot sekali bertunangan sih?" Tanya Jaejoong yang penasaran dengan Yunho

Sekarang dia tengah menyuapkan bubur yang dibawanya pada Yunho.

" Kata Suie, biar Joongie tidak kabur dan menikah dengan orang lain"

" Lalu memangnya aku mirip tokoh manga yang mana? Aku perhatikan tidak ada yang mirip denganku" Ucap Jaejoong dengan mata menjelajah di ruangan Yunho

" Yunie tidak punya manga itu. Suie melarang Yunie membacanya!"

" Lalu?"

" Yunie hanya diberitahu nama tokoh itu, namanya Towa Aikawa"

Jaejoong mengingat nama itu, dia akan mencarinya nanti di rumah menggunakan internet.

" Lalu siapa itu Suie?"

" Suie itu teman sebangku Yunie, dia suka sekali membaca manga seperti Yunie. Yunie juga sering meminjamkan manga Yunie pada Suie tapi... Suie pelit sekali tidak meminjamkan manga-nya pada Yunie. Joongie tahu alasannya?"

Jaejoong menggelengkan kepalanya.

" Kata Suie, Yunie belum cukup umur untuk membaca manga yang dibaca oleh Suie! Padahal umur kami sama" Jawab Yunho kemudian mempoutkan bibirnya

Jaejoong terkekeh mendengar kepolosan yang diperlihatkan oleh Yunho. Dan, ah! Kalau dia bertemu dengan Suie dia akan memarahinya karena membuatnya jatuh pada pertunangan bodoh ini.

Cup

" Eoh?"

" Selamat tidur Joongie cantik"

Jaejoong mengedipkan matanya beberapa kali, dia melihat Yunho sudah membalikkan tubuhnya setelah tadi mencium pipinya.

" Bocah nakal!" Pekik Jaejoong

Namun hanya kekehan yang diterima dari Yunho, Jaejoong menggelengkan kepalanya dan dia memutuskan keluar dari kamar itu. Setelah pulang, Jaejoong langsung mencari tahu tentang Towa Aikawa dan matanya membulat setelah tahu.

" Mwo? Aish! Bu-bukankah ini Ma-manga Yaoi eoh!" Pekik Jaejoong tidak percaya

Pada layar laptopnya menunjukkan gambar - gambar hasil pencarian Towa Aikawa. Berambut pirang kecokelatan, tubuhnya langsing dan terlihat manis. Belum lagi ada anting yang bertengger manis pada telinganya.

Jaejoong mengambil kaca ehem kramatnya ehem (read hello kitty) dan melihat wajahnya, rambutnya pirang, langsing dan memakai anting pada telinga kanannya. Dia juga terlihat er... Manis?

" Yah! Andwee!"

.

- FLASHBACK OFF -

.

Seminggu setelahnya, pertunangan terjadi. Dia pun bertemu dengan Suie atau Kim Junsu yang menjadi sahabat dekat Yunho. Wajahnya kekanakkan dan menggemaskan hingga Jaejoong tidak tega untuk membully-nya saat itu. Dia hanya belum tahu bagaimana perilaku Junsu yang sebenarnya.

Ceklek

Jaejoong menoleh dan melihat asisten serta sahabatnya itu masuk ke dalam ruangannya. Dia duduk dihadapan Jaejoong.

" Bagaimana laporan bulan ini? Kau sudah membacanya?" Tanya sang asister

" Ne, omset perusahaan naik sepuluh persen dari bulan kemarin. Kita harus tetap tingkatkan agar tidak merugi"

" Ne! Aku setuju. Kau sedang mengenang masa pertunanganmu eoh?" Tanya sang asisten saat dirinya melihat Jaejoong memegangi bingkai foto yang biasa bertenger pada meja kerjanya itu

Jaejoong tersenyum tipis dan menaruh bingkai itu kembali ke tempatnya.

" Itu saat yang sulit untukku" Ucap Jaejoong

" Ya, aku ingat bagaimana hyung selalu mengeluh tentang namja itu"

" Ne Chunnie"

" Tapi ku lihat hyung sudah mulai membalas perasaannya?"

" Mwo? Aku... Aku hanya akan berada disisinya sampai dia menemukan orang yang benar - benar dia cintai. Bukankah aku hanya disamakan dengan tokoh manga yang dibaca sahabatnya itu?"

" Tapi yang kulihat bukan begitu, dia tulus mencintaimu hyung"

" Ck, cinta? Apa dia bahkan tahu kata itu Chunnie?"

" Hyung ah... Jangan sampai hyung menyesal dengan kata - kata hyung"

" Kenapa?"

" Ani, hanya sa-"

Ceklek

" Joongggiiieeee!"

" Omo!" Kaget Jaejoong dan sang asisten

" Hahaha... Joongie pasti kaget! Eoh? Yoochunie hyung disini juga? Pantas saja tadi Yunie tidak melihat hyung ditempat hyung" Ucap Yunho kemudian melangkah maju

Yunho berjalan kearah sofa dan duduk disana, dia meletakkan apa yang dia bawa dimeja dan mulai menatanya.

" Sepertinya kau harus makan dulu hyung" Ucap sang asisten, Park Yoochun

" Ne, tolong bawa laporan keuangan bulan sebelumnya dari sini"

" Oke!" Yoochun kemudian mengambil map di depan Jaejoong dan berdiri " Yunie ah, hyung keluar eoh?"

" Tidak makan bersama?" Tanya Yunho

" Memang kau bawa untukku?"

" Tidak sih! Ya sudah, hyung makan saja di kantin"

" Aish..."

" Kau pesan saja, kita makan bertiga disini" Ucap Jaejoong

" Tidak hyung! Aku akan makan di kantin saja bersama yang lain. Annyeong"

Setelah Yoochun keluar dari ruang Jaejoong, Jaejoong berjalan menghampiri Yunho yang sudah menatapnya penuh binar. Dia tahu, apa yang harus dilakukannya selanjutnya.

Saat Jaejoong mendekat, Yunho melebarkan kedua kakinya. Jaejoong duduk diantara kedua kaki itu dan melihat apa yang dibawakan yunho untuknya.

" Masakan Jepang?" Tanya Jaejoong

" Ne! Eomma sedang senang memasak makanan Jepang" Jawab Yunho

" Oh... Ini buatan eomonim?"

" Ne, rasanya tidak kalah enak dengan masakan Joongie kok"

" Kau sudah makan?"

" Sebelum ke sini Yunie sudah makan" Ucap Yunho kemudian melingkarkan tangannya pada pinggang Jaejoong

Yunho kemudian menaruh dagunya pada bahu Jaejoong yang sudah mulai menyumpit spring roll yang ada di depannya. Yunho sendiri sekarang menghirup wangi yang menguar dari leher Jaejoong, wangi vanilla seperti es krim kesukaan Jaejoong.

" Joongie makin harum saja eoh" Ucap Yunho makin menyelusupkaan wajahnya pada leher Jaejoong

" Y-ya! Ak-aku sedang makan mmhh..." Jaejoong menggigit bibir bawahnya saat Yunho malah menggigir lehernya

" Hehehehe... Habis Yunie gemas dengan Joongie"

Jaejoong menggelengkan kepalanya, dia benar - benar dibuat pusing dengan ulah sang tunangan yang memang kadang aneh itu.

Setengah jam kemudian Jaejoong menyelesaikan makannya dan dia berpindah tempat duduk. Dia sekarang duduk dihadapan Yunho, membereskan bekas makannya.

" Joongie bisa antar Yunie kan?"

Jaejoong menatap Yunho sebentar kemudian menganggukkan kepalanya.

" Kita berangkat setelah jam makan siang ne? Aku harus bilang pada Yoochun terlebih dahulu"

" Oke!"

Jaejoong kembali fokus pada meja kaca itu untuk menata kembali rantang yang dibawa oleh Yunho.

" Joongie ah..."

" Ne? Kenapa?" Tanya Jaejoong tanpa menatap Yunho

" Joongie! Lihat Yunie!"

" Aish! Wae Yunie?" Tanya Jaejoong kali ini dengan menatap Yunho

" Minggu nanti ada festival anime"

Degh

Perasaan Jaejoong mulai tidak enak ketika mendengar hal itu.

" Di stadium Seoul..."

Kedip

Kedip

Kedip

Kedip

Kedip

" Lalu?" Tanya Jaejoong lalu ikut mengedipkan matanya

Kedip

Kedip

Kedip

Kedip

" Temani Yunie ne?"

Kedip

Kedip

Kedip

Kedip

Ceklek

Yoochun masuk kedalam ruangan dan melihat bosnya tengah berkedip - kedip ria bersama sang tunangan yang duduk dihadapannya. Ada apa lagi ini?

Yoochun mendekat dan menggaruk lehernya yang tidak gatal melihat kelakuan aneh bosnya itu.

" Maaf mengganggu acara kedipan kalian, tapi hyung ada tamu untukmu"

" Ne?"

Jaejoong langsung tersadar dan menoleh kearah Yoochun, dia tersenyum kikuk karena Yoochun lagi - lagi melihat tingkah laku anehnya bersama sang tunangan.

" Siapa?" Tanya Jaejoong

" Seung Hyun sshi"

" Mwo?" Jaejoong mengerutkan keningnya

" Dia ingin mengajukan proposal kerjasama"

Jaejoong menoleh dan menatap Yunho.

" Bisa aku terima tamu sebentar Yunie ah?" Tanya Jaejoong

" Huh" Yunho mempoutkan bibirnya namun kemudian mengangguk

" Gomawo" Ucap Jaejoong pada Yunho kemudian memandang Yoochun " Suruh dia masuk"

" Ne"

Tak lama muncul seorang namja yang terbilang tampan dengan setelan jas yang membuatnya terlihat cool. Yunho kemudian melirik pakaian yang dipakainya, hanya celana jeans selutut dipadu dengan kaos v neck berwarna putih.

" Hallo Joongie baby"

Seung Hyun atau yang lebih akrab dipanggil TOP itu mendekat dan memeluk Jaejoong yang sudah berdiri untuk menyambutnya. Jaejoong dengan cepat mendorong namja itu, selain tidak nyaman dia tidak mau Yunho berpikiran yang tidak - tidak tentangnya.

" Langsung saja TOP" Ucap Jaejoong

" Astaga, kenapa kau dingin sekali hmm?"

" Aku sudah ada janji, aku akan baca proposalmu setelah kembali ke kantor" Ucap Jaejoong mengambil sebuah map dari tangan TOP

Yunho berdiri dan berjalan mendekat kearah Yoochun, dia kemudian mendekatkan bibirnya pada telinga Yoochun.

" Siapa dia? Kenapa memeluk Joongie?" Tanya Yunho

" Hmmm" Yoochun menyunggingkan senyum jahilnya " Mantan kekasih Jaejoong hyung"

" Mwo?!" Pekik Yunho membuat Jaejoong dan TOP menoleh

" Yunie wae?"

Dengan kaki dihentakkan Yunho berjalan kesamping Jaejoong dan menggandengnya.

" Joongie kajja" Ajak yunho

" Ne, sebentar Yunie" Ucap Jaejoong

" Nugu?" Tanya TOP

" Jung Yunho, tunangan Kim Jaejoong" Jawab Yunho tegas

" Mwo? Pfftt..." TOP menahan tawanya " Kau menyukai anak kecil sekarang eoh? Aigo... Banyak yang berubah ternyata... Harusnya aku tidak meninggalkan Korea terlalu lama" Ucap TOP

" Aish! Sudah, kalau tidak ada keperluan lagi aku akan pergi. Kau bisa membicarakan sisanya pada asistenku. Annyeong!" Pamit Jaejoong

Jaejoong menyeret Yunho dari hadapan TOP, dia memberikan map merah itu pada Yoochun dan membawa Yunho pergi dari sana setelah Yunho mengambil rantang milik eommanya itu.

.

.

" Wooyoungie hyung! Ada manga apa bulan ini?" Tanya Yunho pada pemilik toko manga disalah satu mall terbesar di Seoul

" Kau bisa melihatnya disana Yun, cari saja sesukamu" Ucap sang pemilik, Wooyoung. Kemudian namja itu tersenyum lebar pada Yunho

" Gomawo!" Yunho berbalik hendak menghampiri rak yang ditunjuk oleh Wooyoung tapi kemudian dia berbalik lagi dan merogoh kantong celananya " Ini, dari Suie. Tolong siapkan ne?" Ucap Yunho memberikan sebuah amplop kecil kepada Wooyoung

" Beres"

Yunho akhirnya membalikkan tubuhnya dan berjalan kearah rak bertuliskan 'New Release'. Jaejoong sendiri berdiri dekat kasir dimana Wooyoung berada. Jaejoong melirik Wooyoung yang tengah membuka amplop yang diberikan oleh Junsu.

" Ck, bocah ini benar - benar..." Keluh Wooyoung

" Apa yang dipesan Suie?" Tanya Jaejoong penasaran

" Seperti biasa"

" Manga Yaoi?"

" Ne, aku siapkan dulu"

" Oke"

Wooyoung berjalan memasuki sebuah pintu gudang, dia akan mengambil komik yang dipesan Junsu lewat secarik kertas yang dimasukkan kedalam amplop kecil itu. Jaejoong hanya bisa menggelengkan kepalanya kembali, untung saja Yunie-nya tidak membaca komik - komik macam Yaoi, kalau tidak sudah bisa dipastikan Yunho akan memakannya setiap malam.

Eoh? Walaupun Yunho sudah sering hisap menghisap milik tunangannya bukan berarti mereka melakukannya. Yunho tidak akan mengerti itu semua jika Junsu tidak mengajarkan yang tidak - tidak padanya.

Yunho tidak membaca lewat internet? Eommanya berkata bahwa hal itu ilegal dan tidak boleh dilakukan. Yunho hanya boleh membaca manga yang dibelinya saja dan tara~ Yunho menurut. Hal itu dilakukan Mrs. Jung sebenarnya agar tetap bisa memantau apa saja yang dibaca oleh Yunho.

Bagaimana bisa Yunho yang polos itu bisa hisap menghisap bagian inti Jaejoong?

.

- FLASHBACK -

.

" Ya! Suie! Yunie sudah bertunangan dengan Joongie masa belum boleh baca manga Suie eoh?!" Jengkel Yunho, ini sudah jam pulang sekolah dan Yunho langsung merasa iri lantaran manga yang dipegang oleh Junsu

" Komik ini bukan untukmu" Jawab Junsu dengan santai

" Lalu? Yunie mau baca! Baca baca baca baca BACA!"

" Baiklah, aku akan mengirimkan lembar halaman manga itu melalui pesan. Kau baca setiap hari ne?"

" Kenapa?"

" Aku hanya akan memberikan selembar untuk satu hari"

" Mwo?! Pelit! Andwwee!"

" Mau tidak?! Kalau tidak mau ya sudah..." Ucap Junsu kemudian hendak bangkit namun Yunho menariknya kembali

" Oke! Oke! Kirimkan ne! Jangan lupa!"

" Baiklah"

Dan mulailah hari - hari bahagia Yunho karena sudah diizinkan membaca manga itu walaupun hanya selembar untuk satu hari. Sampai dia menemukan gambar yang tidak dia mengerti. Dia memperlihatkannya pada Jaejoong yang sedang main ke kamarnya dan Jaejoong yang saat itu sedang meminum air langsung memuncratkan isinya dan terbatuk

" Ya! Darimana kau dapatkan foto ini eoh?" Tanya Jaejoong

" Sesuai perjanjian, Suie mengirimkan foto manga yang dibacanya selembar sehari dan Yunie bingung dengan foto yang ini"

" Y-ya!"

" Kenapa kita tidak melakukannya Joongie? Yunie penasaran! Ne?"

" Mwo? Andwe!"

" Wae?! Kenapa Joongie menolak?!" Tanya Yunho bingung

" It- itu... Ka-kau belum dewasa"

" Tapi Mikado dan Towa masih berseragam"

" Itu be-beda!"

" Beda apanya? Memang ada apa diantara kedua kaki sih? Kenapa Mikado senang sekali disana?"

" Ya! Kenapa kau pindah tempat duduk?!" Pekik Jaejoong saat Yunho duduk disampingnya

" Yunie hanya penasaran"

" Andwee!" Teriak Jaejoong saat tangan Yunho ada dipahanya

" Jo-joongie wae? Kenapa berteriak pada Yunie? Hiks... Yunie salah apa eoh? Huwwaaaa"

" Ya-yah! Yunie! Ke-kenapa menangis eoh?!"

" Joongie napuen huuwwaa!" Teriak Yunho

" Yah!"

" Huwwaaaa"

Jaejoong menggigit bibir bawahnya, bisa gawat kalau sampai eommanya tahu! Bisa - bisa mobil sport barunya itu diambil kembali oleh eommanya!

Sekarang sang eomma sedang shopping bersama eomma dari Yunho daan hanya ada para pelayan yang ada dirumah. Haruskah Jaejoong menuruti keinginan sang tunangan yang memiliki rasa ingin tahu sangat tinggi?

" Hikss... Jo-joongie memang tidak menyayangi Yunie! Huwaaa! Eommaa... Huuw-mmmhhh!"

Jaejoong langsung membekap mulut Yunho dan menatapnya tajam.

" Aish! Jangan menangis"

" Mmmhh!" Yunho menganggukkan kepalanya

Jaejoong melepaskan dekapan tangannya dan menghapus airmata Yunho dengan tangannya. Tidak tega juga melihat airmata Yunho yang keluar karenanya.

" Baiklah, kau boleh melakukannya"

" Jinjja?"

" Ne" Jaejoong menghela nafasnya kasar

Ini bukan kali pertama Jaejoong melakukan hal ini, dulu mantan - mantan kekasihnya juga melakukan hal ini dengannya. Tapi, bukankah Yunho masih terlalu muda untuk melakukannya?

" Joongie? Joongie?"

" Eh? Ne?"

" Kenapa melamun eoh? Ayo..."

" Aish!"

.

.

.

.

" Mhhhmmh... Yuunnhh... Aahhhh.. Lebih kencangg..."

Desahan itu keluar dari namja yang sedang bersandar pada pinggir tempat tidur Yunho, dia membaringkan kepalanya pada tempat tidur itu sesekali memejamkan matanya erat saat kenikmatan itu datang padanya.

" Aaahh~ Good boy... mmhh..." Jaejoong, namja yang sedang membuka kakinya lebar - lebar itu mengelus pelan atau bahkan menjambak - jambak halus rambut sang tunangan yang sedang memberikan kenikmatan padanya

" Mmhhh..."

" Aaakkhh... Yun... Yunniee... Mhhhmmm"

Jaejoong membuka matanya, tubuhnya mulai membungkuk kearah Yunho saat sesuatu akan keluar dari tubuh intinya.

" Aaakkkhhhh!" Jaejoong meletakkan kepalanya tepat diatas kepala Yunho yang masih menghisap kecil juniornya itu, tangannya pun masih menjambak Yunho kali ini lebih keras

Yunho agak tersentak juga saat junior Jaejoong yang dianggapnya manis itu mengeluarkan sesuatu yang kental kedalam mulutnya. Sedikit kesulitan dia menelannya namun setelahnya malah ada rasa nikmat yang dia rasakan.

" Hosh..."

Jaejoong menjauhkan kepalanya daan kembali bersandar, dia heran sekali dengan namja yang masih dianggapnya bocah itu. Bagaimana bisa bocah itu memberikan kenikmatan yang tidak pernah diterimanya dari para sang mantan?

" Yunh... Sudah, lepaskan... Mmmhh..."

Plop

Suara kencang itu terdengar saat Yunho menjauhkan mulutnya dari bagian inti sang tunangan, Yunho kemudian memberikan senyuman cerahnya yang selalu bisa membangkitkan mood Jaejoong akhir - akhir ini.

" Rasa Joongie sangat manis..." Ucap Yunho dan mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir Jaejoong

Namun dengan cepat Jaejoong menaruh telapak tangannya pada mulut Yunho. Jaejoong sangat yakin jika Yunho pasti mencoba mencium bibirnya.

" Kau ingat apa yang aku katakan tentang ciuman bukan?"

Yunho terlihat kesal dengan Jaejoong, dia memundurkan wajahnya dan melipat tangannya sembari menatap Jaejoong kesal.

" Yunie tahu! Tidak ada ciuman tanpa ada rasa saling mencintai. Tapi... Yunie mencintai Joongie" Ucap Yunho

" Tidak Yun" Ucap Jaejoong sembari memakai celananya kembali dan kemudian dia duduk " Kau hanya menganggapku tokoh manga yang kau baca itu"

" Ani! Yunie mencintai Joongie! Jinjja"

Jaejoong tersenyum dan menangkup pipi Yunho dengan tangan kanannya, dia maju dan mencium pipi kiri Yunho.

" Saat ini, hanya ini yang boleh kita lakukan. Arasseo?" Ucap Jaejoong

" Huh! Joongie pelit"

" Tapi kau sukakan?"

" Ne! Tentu saja!"

" Hahahahaha, kau ini!"

Yunho akhirnya ikut tersenyum saat melihat sang tunangan tertawa lepas, inilah yang sangat disukai Yunho dari Jaejoong. Suara Jaejoong saat tertawa membuatnya damai dan tenang serta nyaman. Belum lagi, dia ingin selalu menatap wajah Jaejoong saat tertawa. Begitu menggemaskan.

.

- FLASHBACK OFF -

.

Braakk

" Omo!"

Jaejoong terkaget saat tumpukan buku - buku itu ada didepan wajahnya, dia melihat Yunho tersenyum lebar disamping tumpukan yang sudah ditaruhnya tadi.

" Banyak sekali?" Tanya Jaejoong

" Ne! Banyak manga yang keluar bulan ini"

" Ya sudah, bayarlah" Ucap Jaejoong kemudian memberikan kartu unlimited-nya pada Yunho

" Yunie diberikan kartu oleh eomma kok"

" Biar aku yang bayar, anggap saja hadiah karena kau mendapatkan nilai delapan puluh dalam pelajaran matematika kemarin"

" Whoooaaaa! Gomawo Joongie!"

Greepp

Yunho memeluk Jaejoong dengan erat dan tak lama dia mendaratkan ciuman pada pipi kanan Jaejoong.

" Joongie yang terbaik"

" Ne, aku tahu"

Selagi kasir memasukkan manga - manga yang dibeli oleh Yunho, Jaejoong melihat manga - manga itu. Jaejoong hanya menggelengkan kepalanya saat melihat manga serial cantik. Ya... Yunho tidak hanya mengoleksi manga yang biasa dibaca oleh pria tapi dia juga mengoleksi manga yang dibaca oleh para wanita.

Yunho bahkan memisahkan manga itu, ada dua rak dalam ruang manga-nya. Rak manga wanita dan rak untuk manga pria, jumlahnya mungkin sudah tidak bisa dihitung lagi. Belum lagi manhwa (komik buatan Korea), bagi Yunho membaca sesuatu yang bergambar bisa meningkatkan mood-nya.

" Joongie kajja!" Ajak Yunho

Jaejoong melihat kebelakang Yunho, dia melihat sepuluh plastik berisikan manga sudah siap dibawa. Tapi biasanya Jaejoong meminta jasa delivery yang disediakan toko buku karena Jaejoong tidak ingin menenteng plastik yang banyak itu menuju mobilnya. Jadi, nanti manga - manga itu akan dibawa oleh pihak toko buku ke rumahnya.

Yunho menggandeng tunangannya itu keluar dari toko buku, mereka berjalan - jalan disekitar mall itu sampai di depan sebuah toko Yunho menghentikan langkahnya.

" Wae?"

" Whoooaaa! Nendoroid Yui! Ayo kesana!" Pekik Yunho sembari menarik tangan Jaejoong menuju toko anime figure (Nendoroid : sejenis figur anime yang tingginya 6,5cm - 10cm dibuat dari ABS dan PVC. Muka, tangan dan kakinya bisa dibongkar pasang dan biasanya disedia in tiga macam wajah. Cho punya yang sebastian dari Blackbutler dan wah... Cho sampe sekarang masih seneng maenin na hahahaa) #pllaakkk lanjut

Jaejoong hanya pasrah menuruti tunangannya yang memang girang jika melihat anime figure kesukaannya itu. Yunho meminta Jaejoong agar membelikannya dan Jaejoong kembali mengeluarkan kartunya untuk mainan yang harganya lumayan itu ( satu nendoroid biasanya 300 - 500rb). Tapi kadang Jaejoong mengeluarkan lebih dari itu karena Yunho membeli yang limited edition.

Tidak masalah untuk Jaejoong, toh dia orang kaya dan mampu membelikan Yunho mainan itu. Hanya saja, kadang Yunho melupakan keberadaan Jaejoong jika sudah bermain dengan koleksinya itu. Hey? Sejak kapan Jaejoong merasa terganggu dengan semua itu? Bukankah dia tidak mencintai Yunho?

.

" Jja, kita sudah sampai" Ucap Jaejoong yang mengantarkan Yunho sampai depan rumahnya

" Joongie tidak mampir?"

" Tidak bisa, aku harus kembali ke kantor karena ada meeting"

" Oh, ya sudah. Apa Joongie menginap malam ini?"

" Aku tidak bisa"

" W-wae?"

Oh tidak... Yunho menunjukkan wajah sendu serta mata berkaca - kacanya. Jaejoong mulai melihat telinga anak kucing ada di atas kepala Yunho.

" Aku harus pulang ke rumah hari ini, eomma dan appa ingin bertemu. Besok aku juga harus bangun pagi karena Yoochun akan menjemput pukul enam pagi karena ada meeting di Chungnam. Kemungkinan tiga hari lagi aku baru ke Seoul"

" Ugghh.."

" Jangan merajuk, saat aku kembali aku akan mengajakmu makan siang diluar. Otte?"

" Ani! Yunie ingin Joongie menginap!" Ucap Yunho keras kepala, dia memalingkan wajahnya keluar jendela

" Makan siang dan anime figure yang kau inginkan?" Rayu Jaejoong, hanya ini yang bisa dia lakukan agar Yunho tidak merajuk saat dia pulang nanti

" Yang mana?"

" Tadi, kau lihat iklannya ditoko anime figure itu bukan?"

" Tapi itu hanya ada di Jepang dan jumlahnya sedikit"

" Aku akan mendapatkannya untukmu, jadi berhenti ngambek dan tersenyumlah untukku"

Yunho melirik Jaejoong, Jaejoong yang merasa berhasil mencolek - colek lengan Yunho hingga akhirnya Yunho menoleh padanya.

" Baiklah, makan siang, menginap, anime figure dan Joongie menemani Yunie untuk datang ke festival anime minggu depan"

" Aish! Aku hanya pergi tiga hari Yunie" Keluh Jaejoong

" Tidak mau tahu!"

" Ya ya ya ya! Oke! Kau mendapatkannya"

" Jinjja?!" Yunho menaikkan salah satu alisnya

" Ne"

" Yayy! Dan ah! Yunie mau itu" Ucap Yunho kemudian menunjuk bagian tubuh Jaejoong dengan bibirnya

" Apa?" Tanya Jaejoong ikut melihat kearah yang ditunjuk oleh Yunho

" Ituu~~"

" Apa sih?" Tanya Jaejoong kemudian menghadapkan tubuhnya kearah Yunho

" Itu lho Joongie! Ugghh, begitu saja tidak tahu!" Jawab Yunho dengan jari telunjuk menuju bagian inti Jaejoong

" Mwo?!" Pekik Jaejoong kemudian menutup selangkangannya dengan kedua tangannya

" Ne! Setelah pulang, Yunie ingin junior manis Joongie! Hahaha"

Cup

" Annyeong Joongie, gomawo, saranghae!"

Ceklek

Yunho keluar dari mobil Jaejoong membawa paper bag dari toko anime figure-nya. Jaejoong tersenyum dan menyentuh pipinya yang tadi dicium oleh Yunho. Dadanya bergemuruh saat Yunho menciumnya, astaga...

Dan apa tadi katanya? Yunho menginginkan juniornya? Omo?

" Kau mesum Yun"

.

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

.

.

Annyeong? Ada yang nunggu ff Cho yang ini? Ga ada? Ya udah end! Hahahahahaha

Tunggu, ini ff YunJae ape JaeHo? Omona... Yunpa, nista kali sifatmu disini... ckckckkcck #dibakarberuang

.

Special Thanks :

.

Guest Misa (hahahaha, anu"an apa? #mukapolos), AprilianyArdeta (hmmm... artinya udh dijelas in di atas pair? Hmmm), NaeAizawa (wkwkwkwk, kan semua komik dia koleksi), mad vii chan (hmm, beneran kyk na), Jiyeon Park (sip ^^), boobearchangkyu, GaemGyu92 (sip^^ makasih udh baca), Rly. C. JaeKyu (wkwkwk, ga lah... Yunpa na kan udh 17thn), danactebh (hahaha, bayangin aja sebisa mungkin kkkk), Yoonjae BooBear (ia, tapi kan... kkkkk... liad chap selanjutnya ne?), ShinJiWoo920202 (kan, dia mah insting mesum na udah ada), Mrs. EvilGameGyu,

Cloudyeye (ne^^), adityaaja (hehehe^^), aismamangkona (ia, kita bikin dia jadi imut disini hahaha), DasyatNyaff (sip deh hehehe), vampireyunjae (ia, Jaemma udh kerja disini) hehehe), joongmax (kkkkk, udah mulai terjawab ne?), Vans Voldamin (panggil Cho aje! Hehehehe... Ne, Cho bakal bikin Yunpa kelimpungan disini hahahahahaa), snow. drop. 1272 (ia, kan diawasin sama eomma na hahaha), Xiahtic4Cassie (maklum, dia kan koleksi semua jenis komik hahahaha), Yuu (maacih hehe), cha yeoja hongki (hehehehe #ketawanista), dheaniyuu, cinddyshim07 (ne, kamsahamnida ^^),

SungminSemok, JeniDaniel (biasa in ne? Kkkkk), manize83 (kyk na gt?), Jung Sister (Nado hwaiting. Makasih udah nunggu?), dienha (wkkwkwkw, tuh dikasih sama oom bebek), jingle bubble (Nado hwaiting! Kkkk), MyBabyWonKyu (baru tahap awal aja... kkkkk), GOMCHI (hahahahaha, masa?), Dhea Kim (tul! Itu tau?), choco jin (Nado hwaiting!), RAinaa1 (maacih ^^), 5351 (sip, udah dilanjut), Mickeyrang (maacih^^), Bera (udh dilanjut), min (sip makasih udh nunggu Cho hahaha), kimura. shiba (ne, Cho pan seneng nyiksa Jaemma hahaha), littlecupcake noona (ia eonn, Cho jg seneng Yunpa kyk gini hahahaha),

BabyBuby (sip deh, dilanjut), misschokyulate2, YunJae (Nado hwaiting), Reanelisabeth (hahahaha, ia ne... Cho seneng Yunpa polos), shipper89 (hmm... Cho lg bikin kebalikannya nih?), alby. Chun (Yunpa donk, hahaha), Dipa Woon (arigatou! Hahahaha), dims (ia ne, tabok aja biar sadar hahaha), ClouDyRyeoRez (Now udah end yaps hahaha sip, ini lagi nyicil utang ff na kkkkk), metacho137 (sip, bisa kok), cOwCuTe936 (hahahahaha, ini udh Cho lanjut ^^), Yunjae Heart (ya nih, Cho sibuk sana sini #plaakkkk sok sibuk kkkkkk), akiramia44 (yadong? Tunggu chap depan hahahahaa),

Makasih juga buat para Guest, SiDer, yang udah follow dan yang udah fav ff Cho

.

Sekali lagi gomawo dan maaf kalo ada yang ga kesebut #bow

Yang cho ga blz in ripiu na, itu... Cho udah jelas in otaku apa di atas... Hehehehe.. Klo cho jelasin di setiap yang nulis ripiu nanti panjang bgt donk? Hahahaha mianhae #bow

Hmmm... Cho ambil TowaxMikado karena buat Cho Towa Aikawa itu beneran mirip sama Jaemma yang polos - polos ga jelas itu kkkkk...

Pas lagi mandi, tiba - tiba kebayang mukanya Jaemma n Towa trus... Jadi deh ff ini hahahahaha^^

Cari di internet aja kalo mau liad wujud dari Towa. Tapi nanti Cho bikin sampul ff ini pake si Towa n Mikado dah hahahaha...

.

See u next chap

Cuuupppp~~

.

Senin, 13 April 2015

.