That Darkness got me
Disclaimer :
Katekyo Hitman Reborn itu punya Amano Akira. Kalo KHR punya saya, saya pasti nggak bakal bikin chara yang namanya Chrome Dokuro. Terus saya pasti langsung banyakin adegan 6927, 8018, DeG. Dan saya bakal bikin 6927 sebagai pair canon. Namun, maaf itu hanya angan-angan author semata.
Warning :
OOCnes, 6927, 1827, AG, DeG, De27, etc. Shounen-ai, BL. No Incest. Don't like don't read
Rate :
T to M
Enjoyy…..
Chapter 2 : I'm not a human
…sejak awal, aku bukanlah manusia, melainkan hanya makhluk yang haus akan darah…
Reborn duduk diatas tempat tidur Giotto. Memandangi lima wajah yang ada diruangan itu.
"Reborn-san kenapa anda memanggil kami secara tiba-tiba? Apakah ada hal penting yang harus dibicarakan?" Tanya seseorang berambut merah dengan tato api dibagian kanan wajahnya.
"Ya, ada sesuatu yang harus kita bicarakan. Mengenai Tsunayoshi," jawab Reborn. Semua orang diruangan tersebut kaget namun terkecuali Alaude yang berdiri menyendiri diujung ruangan.
Giotto memicingkan alisnya. Heran dengan apa yang baru saja dikatakan tutornya itu. "Reborn apa maksudmu? Apa hubungannya Tsunayoshi dengan pertemuan ini? Dia bahkan tidak tahu sebenarnya Vongola itu apa," jelas Giotto panjang lebar.
"Kalian tahu Sawada Tsukiyomi, kan?" Tanya Reborn kepada enam orang pemuda yang ada diruangan itu. Mereka ber-enam mengangguk pelan.
"Dia…ayah kandungnya Tsunayoshi," ucap Reborn dan membuat semuar orang diruangan itu kaget.
.
.
Perlahan Tsuna membuka kedua matanya. Ia melihat sekelilingnya. Ruangan yang sedang ditempatinya itu besar dan gelap. Dan lagi mimpinya tadi aneh. Ia memanggil seseorang dengan sebutan 'papa'. Setahunya ayahnya itu bernama Sawada Iemitsu, bukan Aeriol Tsukuyomi. Namun, sesuatu didalam dirinya merasa bahwa ia mengenal pria yang bernama Aeriol Tsukuyomi. Air mata mulai mengalir dari pelupuk matanya. Ia tidak tahu harus berbuat apa.
Ada sensasi lain yang Tsuna rasakan. Ia merasa sangat haus. Namun bukan haus akan air putih, the atau semacamnya. Melainkan hal lain. Ia duduk diatas ranjang dengan sepray berwarna biru indigo dengan bed cover berwarna aqua.
"Oya oya, rupanya Tsuna-hime sudah bangun dari tidur panjangnya," ucap seseorang dengan nadanya yang meremehkan.
Tsuna mengalihkan pandangannya pada orang itu kemudian membelalakan matanya.
"Da – Daemon-nii," ucap Tsuna yang kaget melihat seseorang yang sudah lama dikenalnya ada dihadapannya.
"Oya, oya ternyata ingatan Tsunayoshi-hime sudah kembali ya?" tebak pemuda yang dikenal dengan nama Daemon Spade itu.
Tsuna masih menatap Daemon tidak percaya. Mata caramelnya membesar dan mata kananya berubah warna menjadi merah.
"Daemon-nii masaka…" ucap Tsuna namun menghentikan kalimatnya.
"Ya, aku merubahmu kembali menjadi vampire," jawab Daemon masih dengan seringaiannya.
"So-sonna…" Tsuna tidak percaya dengan apa yang diucapkan Daemon. Ia berubah kembali menjadi vampire. Namun ingatannya tidak sepenuhnya kembali. Ia juga mengingat siapa yang menculiknya kemaren.
Daemon membalikkan badannya kearah pintu. Ia membuka pintu tersebut ingin beranjak keluar.
"Matte!" teriak Tsuna.
"Nufufufu ada apa, Tsunayoshi-hime?" Tanya Daemon sambil tersenyum kearah Tsuna dan Tsuna tahu itu hanya senyum buatan Daemon.
"Izinkan aku keluar. Aku belum memberi tahu keluarga – " "Buat apa?" Daemon memotong kalimat Tsuna dengan cepat. "Bukankah mereka bahkan menganggapmu tidak ada, buat apa member tahu mereka. Lagipula, kau belum bisa keluar di pagi hari," jelas Daemon sebelum akhirnya keluar dan menutup pintu dan menguncinya dari luar.
Tsuna terdiam. Ia bukannya hanya ingin mengunjungi keluarganya, ia ingin bertemu dengan Hibari. Namun ia teringat kalau Hibari membenci vampire karena ibunya mati dibunuh oleh vampire saat ia berumur 7 tahun.
Tapi Tsuna tetap ingin bertemu dengan Hibari. Tsuna melihat jendela besar yang ada dikamar itu yang menghubungkan dengan balkon diluar. Ia memutuskan untuk keluar lewat jendela. Tsuna sempat mengurungkan niatnya karena hujan sedang deras-derasnya. Namun ia tidak mempedulikannya dan akhirnya ia membuka jendela dan berjalan di balkon. Ia melihat ke bawah dan sedikit ngeri untuk melompat. Ia membuang jauh-jauh pikiran anehnya dan akhirnya Tsuna melompat ke bawah dari lantai 2 dan mendarat dengan selamat.
Tanpa berpikir lagi ia langsung berlari menjauhi mansionnya menuju kediaman Hibari dengan hanya mengenakan kemeja putih yang sedikit kebesaran dan celana jeans yang sama besarnya dengan kemejanya.
Di sisi lain, di dalam mansion, Daemon berjalan menelusuri koridor yang panjang, melihat seseorang dengan wajah yang hampir mirip dengannya dengan model rambut yang sama hanya tidak memakai poni dan ia hanya mempunyai satu zigzag sedangkan Daemon mempunyai dua zigzag.
Pemuda berambut biru indigo itu bersandar di dinding koridor dan melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Dia kabur…" komentarnya.
"Nufufufu aku tahu Mukuro," jawab Daemon singkat. Rokudo Mukuro, adik dari Daemon yang juga merupakan vampire keturunan darah murni sama seperti Tsuna dan Mukuro jugalah yang menangkap Tsuna.
"Lalu kenapa kau membiarkannya kabur?" Tanya Mukuro sedikit menatap Daemon geram.
"Oya oya, tidak perlu menatapku seperti itu Mukuro. Tsunayoshi-hime akan kubawa kembali kok, tenanglah" ucapnya santai.
Mukuro hanya diam dan masih menatap geram kakaknya itu.
"Lagipula…" ucapnya lagi sebelum berjalan meninggalkan Mukuro. Mukuro hanya ber-'hm' saja merespon ucapan Daemon yang belum diselesaikannya.
"…Tsunayoshi-hime hanya mengunjungi kediaman skylark," sambungnya kemudian berjalan meninggalkan Mukuro.
Seringaian terpampang diwajah rupawan Mukuro sebelum akhirnya melepaskannya dalam sebuah tawa singkat.
"Kufufufu~~ sepertinya menarik. Aku tidak sabar menunggu apa reaksi darimu mengetahui your little Tsunayoshi turned into something that you hate to the core…" ucap Mukuro kemudian diam sejenak sebelum menyebut sebuah nama.
"…Hibari Kyoya," sambung Mukuro, menyebut nama sang pemuda yang paling ditakuti se-seantero Namimori itu.
Tsuna, berdiri didepan pintu masuk sebelum memencet bel. Namun ia menghentikan niatnya karena ia tahu orang yang dicarinya tidak ada dirumah.
Alaude dan Hibari sedang sekolah. Akhirnya Tsuna memutuskan untuk menunggu sampai Hibari atau Alaude pulang dari sekolah. Tsuna duduk didepan rumah Hibari sambil memeluk kedua kakinya agar dapat sedikit menghangatkan tubuhnya.
Saat ia masih kecil ayah dan ibunya sering kali memeluknya saat ia kedinginan, dan saat ia sedang demam, Mukuro dan Daemon lah yang menemaninya.
Entah semenjak ia kembali lagi menjadi vampire semua ingatan itu muncul bagaikan air yang mengalir walaupun ada beberapa yang belum dapat diingatnya.
"Tsunayoshi?" ucap seseorang memanggil namanya saat dia nyaris saja tertidur pulas. Tsuna sudah mengenal suara orang itu dan juga ia mencium dari aroma tubuhnya. Tsuna mengangkat kepalanya melihat pemuda yang berada didepannya.
"Hibari-san!" ucap Tsuna kaget melihat Hibari yang basah kuyup terkena guyuran hujan yang deras.
"Apa yang kau lakukan duduk disini? Aku dengar kemarin kau tidak pulang? Kemana kau?" Hibari menanyakan sederet pertanyaan. Namun, Tsuna tidak dapat menjawabnya malah ia hampir saja menitikkan air matanya.
Hibari kemudian membuka kunci pintu rumahnya dan mempersilahkan Tsuna masuk. Tsuna kemudian akhirnya masuk kedalam kediaman Hibari.
Hibari menyadari gerak-gerik aneh dari Tsuna dan ia juga melihat ada keanehan dengan matanya.
Kemudian Hibari membalikkan badan Tsuna sehingga mata mereka bertemu dan Hibari bisa melihat mata kanan Tsuna yang berwarna merah.
"Matamu…ada apa dengan matamu?" Tanya Hibari. Tsuna tidak mampu menjawab apa-apa sampai akhirnya kemudian ia bersin tepat didepan wajah Hibari.
"A-ah gomen aku tidak…" ucapa Tsuna mencoba meminta maaf kepada Hibari. Walaupun ia vampire keturunan darah murni, Tsuna mempunyai tubuh yang lemah dan saat ia hidup dengan keluarga Sawada juga ia sering sakit-sakitan dan Giotto tidak menyukai hal itu karena Tsuna tampak sangat lemah dimatanya.
"Aku akan menyiapkan baju ganti kau dapat berendam dulu di dalam air panas," ucap Hibari sebelum akhirnya berjalan menuju kamarnya.
"Arigatou," ucap Tsuna pelan.
.
.
.
Giotto duduk sambil menopang dagu dengan tangan kirinya sambil memandangi layar handphonenya. Ia memutuskan untuk tidak masuk sekolah karena hujan yang mengguyur sejak pagi tadi. Moodnya berubah drastis kalau sedang hujan.
Ia terus memandangi handphone sampai akhirnya terdengar suara ketukan dari arah jendela kamarnya dan ia melihat seseorang berada di balkon kamarnya. Giotto sedikit kaget dengan keberadaan orang itu karena sudah beberapa hari tidak terdengar kabarnya.
Dia bagaikan iblis yang turun dari surga.
.
.
"Daemon…" ucap Giotto pelan.
.
.
"Nufufufu, I missed you my precious Giotto"
Okeyyy minna setelah sekian lama akhirnya apdet ini fic juga. Mungkin reader bakal mikir kalau plotnya berputar 180o. Ya…awalnya saya bingung dengan gimana alur fic ini berikutnya dan akhirnya memutuskan untuk bikin Vampire fic aja.
Dan juga mohon maaf atas keterlambatan update ini fic karena kebanyakan mikir dan ternyata ngetiknya cuma membutuhkan waktu 1 malam saja, mikirnya berbulan-bulan, hadeehh.
Chapter 4nya juga lagi in-process dan mungkin chapter 3 bakal update lebih cepat \^O^/
