Tittle : Fluster Love ( Part 2 )

Author : Park Shita a.k.a Park Shita

Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun and other

Warning : Yaoi

"Mwo Chanyeol berkelahi lagi?" seru Luhan.

"Ssstt.. pelankan suaramu, nanti yang lain mendengar, terutama si Tao itu." Ucap Kyungsoo.

"Lalu? Lalu? Apa kakekmu melihatnya?"

"hhmm.. aku rasa tidak, karena saat itu dia duduk disebelahku jadi tak bisa melihatnya."

"Apa hanya dia sendiri?"

"Molla, aku hanya melihat dia."

"Kau tak melaporkannya pada kepala sekolah?" tanya Luhan.

"Ani... itu bukan urusanku." Ucap Baekhyun acuh.

GREEEKK..

Pintu kelas terbuka, nampak Chanyeol masuk dengan seragam yang berantakan seperti biasa, dan kini wajahnya penuh dengan babak belur. Semua teman-teman nampak melihat kearahnya.

"Benarkan yang aku katakan." Bisik Baekhyun, dan sedetik kemudian Baekhyun bangkit lalu berjalan kearah Chanyeol.

"Yaak! Park Chanyeol. Kau harus membayar uang denda."ucap Baekhyun.

"Mwo?"

"Ne.. kau tak tahu kau sudah terlambat jadi kau harus membayar uang denda sebesar 3 Won."

Chanyeol segera merogoh saku celananya, dan ia meletakan beberapa lembar uang yang lecek, dan beberapa uang koin.

"Ini semua uang yang kumiliki saat ini, ambilah."

Baekhyun mengambil, lalu menghitungnya.

"Kenapa 13 won?"

"Itu untuk membayar denda ketiga temanku, dan sisanya sebagai uang muka untuk dendaku besok." Ucap Chanyeol.

"Mwo? jadi kau berencana datang terlambat besok? Jangan bilang kau memang sengaja datang terlambat!"

"Bukan urusanmu,pergilah!"

...

Baekhyun nampak memperhatikan Chanyeol yang sedang duduk dikantin sekolah bersama Kris dan Kai tanpa si bungsu Sehun.

"Yaak! apa kalian menyadari sesuatu?" tanya Baekhyun pada kedua temannya.

"Mwo?"

"Apa kalian sadar kalau dari tadi Chanyeol, Kris dan Kai diam terus. Ada apa dengan mereka ya?"

"Oh iya benar, aku juga tak melihat ada Sehun" sahut Kyungsoo.

"Benar, ada apa dengan mereka. Aku sedikit cemas." Ucap Luhan.

Baekhyun dan Kyungsoo menolehkan kepala mereka pelan ke arah Luhan, dengan tatapan –mwo? apa aku tak salah dengar?-

"Siapa yang kau cemaskan?" tanya Baekhyun.

"Ani bukan siapa-siapa"

"Bohong!"

"Benar Soo-ah, aku tak bohong."

"Ayolah Hanni, kau kan paling tak bisa berbohong." Goda Baekhyun.

"Apa kau menyukai salah satu dari mereka?" tanya Kyungsoo.

Luhan menganggukan kepalanya malu.

"Apa itu Kris?" tanya Kyungsoo.

"Ani.."

"Kai?"

"Ani.."

Kyungsoo nampak sedikit lega, tanpa ia sadari.

"Apa Chanyeol?"

"Aniya."

"Lalu? Sehun?"

"Ne.." sahut Luhan malu-malu.

"Jinja? Kalau begitu kenapa kau tak tanya pada mereka kemana Sehun." Baekhyun nampak sedikit bersemangat.

"Ani, aku tak berani Baekkie."

"Apa kau sungguh ingin tahu?"

"Ne.."

..

..

Kini semua siswa sedang belajar di dalam kelas, dan beberapa menit kemudian terdengar bel istirahat kedua.

"Chanyeol, aku ingin bicara padamu." Ucap Baekhyun membuat Chanyeol terkejut namun tetap mengikuti Baekhyun.

"Aku diminta wali kelas untuk menanyakan tentang Sehun. Kau tahu dia dimana?" tanya Baekhyun.

".." Chanyeol nampak diam.

"Jawab aku!"

"Mian.. aku tak bisa memberitahumu."

"Katakan saja dia dimana! Apa ini ada hubungannya dengan kau berkelahi kemarin?"

"Darimana kau tahu?"

"Heuh bodoh, apa kau tak bisa mencari tempat berkelahi yang lebih sepi?"

"Kau.."

"Aku tahu Sehun terlibat perkelahian itu kan? jika kau tak mau mengatakannya jangan salahkan aku jika Sehun sshi mendapat hukuman karena berkelahi."

"Andwe.. Baiklah.."

.

.

.

Baekhyun turun dari taksi, dan disusul Luhan dan Kyungsoo. Mereka masuk ke sebuah gedung besar dengan plat rumah sakit.

"Apa benar dia masuk rumah sakit?"

"Ne.. Chanyeol tak berbohong kurasa." Sahut Baekhyun.

Mereka berjalan menuju kamar yang telah diberitahu resepsionis, dan saat membuka pintu nampak Sehun sedang terduduk di ranjang dan disampingnya ada Chanyeol, Kai dan Kris.

"Annyeong, kami diutus kelas untuk menjengukmu Sehunie." Bohong Baekhyun seperti yang telah direncanakannya dengan Chanyeol.

"Heuh.. tumben sekali." Sehun mendengus sambil memutar matanya malas.

"Sehun sshi, ini aku bawakan beberapa buah-buahan." Ucap Luhan malu-malu. Sehun melirik sebentar lalu, kembali membuang wajah.

"Yaak! kau tak tahu terima kasih, sudah bagus Luhan membawakanmu buah, sudah kukatakan padamu Luhan, tak usah memberikan orang ini apa-apa." Ucap Baekhyun.

"Hei cerewet! Apa kau tahu keadaan temanku masih belum membaik, cukup perutnya saja yang sakit, jangan sampai telinganya juga karena mendengar ocehanmu." Kesal Kai.

"Yaak! diam kau Kai!"

"Sudah..sudah. Baekkie, bukankah tujuan kita kemari untuk menjenguk Sehun?" ucap Kyungsoo membuat Baekhyun diam.

"Dengarkan temanmu, dia saja malas mendengar ocehanmu."

"Kai!" bentak Chanyeol sedikit halus (?)

"Luhan, aku minta tolong jaga Sehun ." ucap Chanyeol.

"Eih?" semua nampak kaget, minus Baekhyun.

"Kalian memangnya mau kemana?" tanya Sehun.

"Ada hal penting yang harus aku bicarakan. Ayo!" ucap Chanyeol memimpin yang lain.

Kini mereka berlima berdiri di depan kamar inap Sehun.

"Baekhyun, aku harap kau tak memberitahukan hal ini ke pihak sekolah." Ucap Chanyeol.

"Itu sulit." Sahut Baekhyun ketus.

"Wae? Kau kan cucu kepala sekolah, pasti sangat mudah menyembunyikannya." Ucap Kai dan mendapat death glare dari yang lain minus Kyungsoo.

"Menyembunyikan ketidakhadiran siswa, itu tak mudah."

"Aku mohon padamu, kasihan Sehun." Mohon Chanyeol lagi tapi tetap dengan gayanya yang keren.

"Mian, tapi aku tak bisa." Ucap Baekhyun, lalu masuk ke dalam ruangan Sehun untuk memanggil Luhan dan setelah itu mereka bertiga pergi.

..

..

Baekhyun memilih untuk berjalan pulang, ia tak ingin supir pribadinya mengetahui kalau dia berkunjung kerumah sakit. Saat perjalanan menuju rumahnya, ia merasa seperti ada yang mengikutinya. Ia menoleh, namun kosong.

Seseorang dengan jubah serba hitam dan mengenakan masker berjalan mengendap-endap di belakang Baekhyun, ia juga membawa sebuah kantung plastik. Namja itu memanggil Baekhyun, saat Baekhyun menoleh sebuah bungkusan melayang ke arahnya, karena tak bisa menghindar Baekhyun hanya menutup matanya.

BRUS..

Kantung berisi cairan merah seperti darah itu pecah dan membasahi pakaiannya, namun bukan pakaian Baekhyun. Baekhyun membuka matanya perlahan saat sebuah sosok mendekapnya.

"Chanyeol?" tanya Baekhyun dalam dekapan Chanyeol.

"Gwenchana?" tanya Chanyeol.

"Ne. Kenapa kau bisa ada disini?"

"Itu tak penting."

"Sepertinya ada yang ingin menyakitimu." Ucap Chanyeol.

"Eih, apa ini?" tanya Baekhyun saat tangannya mendapati sesuatu yang basah di tangannya saat meraba pundak Chanyeol.

"Molla."

"Ini saos tomat. Apa-apaan orang itu."

"Ayo kita segera pergi." Ajak Chanyeol sambil menarik tangan Baekhyun.

..

..

Mereka nampak duduk disebuah ayunan di taman bermain dekat rumah Baekhyun, nampaknya namja manis ini enggan untuk pulang.

"Ini sudah malam, kenapa tak langsung pulang?"

"Ani.. aku memang biasa duduk disini hingga larut dan setelah bosan baru aku pulang. Kalau kau mau pulang, pulang saja!" usir Baekhyun.

"Ani.. aku akan menunggumu." Sahut Chanyeol pelan.

Baekhyun nampak terkejut mendengar ucapan Chanyeol.

"Chanyeol apa kerjamu hanya berkelahi saja hah?"

"Ani.. apa kau fikir aku tipe orang seperti itu?"

"Hmm.. kurasa. Lalu apa yang kau lakukan sepulang sekolah?"

"Aku bekerja di sebuah kedai makanan kecil."

"Jinja? Apa pekerjaan orang tuamu?"

"Hhmm.. itu.. mereka adalah seorang pedagang."

"Oohh.. begitu."

"Wae? Apa kau mau merendahkanku? Karena aku miskin dan tidak sekaya kau?"

"Ani.. bukan begitu. Memangnya aku ini tipe orang seperti itu?"

"Terlihat jelas."

"Mwo? apa aku ini sombong?"

"Hhmm.. dari seluruh siswa disekolah yang kau tanya, hanya 1 yang menjawab tidak."

"Mwo?"

"Hahahahaha.." Chanyeol tertawa saat melihat ekspresi marah Baekhyun yang baginya lucu.

"Yaak! apa yang kau tertawakan Park Chanyeol? Dasar berandalan."

DEG..

Mendadak senyuman Chanyeol hilang, ia menatap Baekhyun tajam membuat Baekhyun sedikit bergidik. Chanyeol bangkit dan berdiri di depan Baekhyun.

"M..mwo?" tanya Baekhyun gugup.

"Berapa kali aku katakan jangan mengataiku berandalan!"

"Tapi kau kan_"

Ucapan Baekhyun terputus karena Chanyeol menyumbatnya dengan bibirnya.

"Sepertinya bibirmu harus ditutup." Ucap Chanyeol lalu tersenyum penuh kemenangan.

Berbeda dengan Chanyeol, Baekhyun masih nampak shock. Ia sama sekali tak bergerak bahkan berkedip.

"Kka, aku antar kau pulang. Ini sudah larut." Ucap Chanyeol.

Baekhyun nampak terkejut saat ia melihat Chanyeol yang datang bersamaan dengan dirinya. Ia tak menyapa hanya segera menundukan kepalanya, dan berjalan mendahului Chanyeol.

"Heuh, sepertinya ini lebih baik." Batin Chanyeol.

..

..

Saat ini Baekhyun dan Luhan sedang berjalan menuju loker mereka. Saat Baekhyun membuka lokernya.

BRAAAKK..

Loker itu basah dipenuhi air, bahkan airnya keluar.

"Aigoo, apa-apaan ini?" ucap Luhan terkejut.

"Huuhh.." Baekhyun hanya menghela nafas.

"Lihat bukumu basah, ayo kita laporkan ini." Ucap Luhan lagi.

"Ani.."

"Wae?"

"Biarkan, aku ingin melihat si pelaku tertawa senang dulu."

"Tapi ini sudah keterlaluan, ini sudah yang kesekian kalinya."

..

..

"Gwenchana?" tanya Kyungsoo saat Baekhyun siuman.

"Ne.."

"Kenapa aku bisa ada disini?"

"Tadi kau pingsan, saat pelajaran olahraga."

"Untung ada Chanyeol yang membawamu kesini." Ucap Luhan.

Baekhyun mencari sosok Chanyeol di ruangan itu, dan mendapati Chanyeol sedang duduk di sofa.

"Baekhyun, aku rasa kau dalam bahaya. Tadi ada yang melemparmu dengan bola makanya kau pingsan." Ucap Chanyeol.

"Ne.. Baekki." Sahut Luhan dan Kyungsoo penuh semangat.

"Biarkan saja."

"Mwo? apa kau tak akan melaporkannya?" tanya Chanyeol

"Ani."

"Selalu saja seperti itu, ini sudah kesekian kalinya kau di teror dan ini sudah keterlaluan Baekki, lama-lama nyawamu terancam." Ucap Kyungsoo.

"Arra, biarkan saja, biarkan ini menjadi urusanku."

"Heuh lucu sekali." Ucap Chanyeol.

"Bukankah kau terkenal dengan 'si tukang pengadu' ? kenapa sekarang gelar itu hilang? Bahkan hal kecil saja kau adukan."ucap Chanyeol lagi.

"Kau salah Chanyeol sshi, selama ini yang mengadu pada kepala sekolah bukan Baekki, tapi_"
"Sudah! Jangan dibahas lagi Soo-ah." Ucap Baekhyun. Chanyeol mengerutkan alisnya, ia nampak mencium sesuatu yang salah.

..

..

Chanyeol berjalan di koridor rumah sakit, ia hendak menjenguk Sehun. Namun ia mengerutkan dahinya saat melihat Kai sedang duduk di bangku depan kamar Sehun.

"Yaak! apa yang kau lakukan disini? Kenapa tak masuk?" tanya Chanyeol.

"Jangan masuk Yeol-ah."

"Wae?" tanya Chanyeol sambil mengintip dari pintu. Chanyeol nampak terkejut saat melihat Sehun sedang tertawa bersama seorang namja manis, yaitu Luhan.

"Kenapa mereka bisa?"

"Entahlah.. aku juga tadi terkejut. Sepertinya mereka menyimpan sesuatu, tak biasanya Sehunie bersikap ramah pada seseorang." Ucap Kai.

Chanyeol tersenyum lalu menepuk pundak Kai.

"Yaak! jangan sedih begitu. Itu artinya Sehun telah berkembang."
"Tapi ia tak biasanya seperti itu, selama ini ia hanya dekat denganku, tapi sekarang ia malah dekat dengan orang lain, bahkan tertawa bersama."

"Yaak! Kai-ah, apa kau cemburu hah? apa kau menyukai Sehun?"

"Ani..ani.. kenapa kau bilang begitu?"

"Kalau begitu tersenyumlah,kau seharusnya senang. Dan kau sebaiknya mencari pacar juga!"

"Ani.. tak akan ada yang bisa mencuri hatiku." Ucap Kai sombong.

"Aisshh.. nanti kau juga akan merasakannya sendiri. Kka!"

"eih? Kemana?"

"Kemana saja, yang penting tak mengganggu kegiatan mereka berdua." Ucap Chanyeol yang berjalan lebih dulu.

...

" Apa kau mau ini Sehun sshi?" tanya Luhan.

"Ah? Ne.. tolong." Ucap Sehun.

"Ternyata kau orang yang menyenangkan Sehun sshi, aku fikir kau adalah orang jahat yang kerjanya hanya memukul orang."

"Mwo? hehehehehe.. kami ini bukannya senang memukul orang, kami hanya membela diri. Kami tak pernah memulai duluan, namun saat kami terdesak kami baru memukul orang, itu pun atas izin dari Chanyeol-ah."

"Hhmm.. sepertinya kau sangat takut pada bosmu itu."

"Ani, dia bukan bos kami, kami berempat adalah teman. Hanya saja sifat Chanyeol-ah lebih sedikit keras makanya kami lebih sering mengalah. Aku bukannya takut padanya, hanya saja kami ini saling mengerti. Kalau kau kenal dia lebih dekat, maka kau akan tahu seberapa baiknya dia."

"Jinja? Aku ragu kalau dia orang sebaik yang kau bilang."

"Kau hanya perlu mengenalnya lebih dekat. Dia itu sering berkorban demiku, Kai dan juga Kris. Dulu saat aku SMP aku nyaris putus sekolah, karena orang tuaku miskin, tapi tiba-tiba kepala sekolah memberi tahuku kalau aku bisa kembali bersekolah, itu semua berkat Chanyeol-ah yang berlutut di depan rumah kepala sekolah selama 3 hari, lalu ia juga bekerja paruh waktu untuk membiayai keperluanku yang lain. Semenjak itu aku sudah putuskan untuk mengorbankan seluruh hidupku demi dia."

"Huwwaaa.. jinja? Apa benar dia sebaik itu? Lalu bagaimana dengan Kris dan Kai apa Chanyeol berlutut juga di depan rumah kepala sekolah demi mereka?"

"Hehehehe..ani. Kalau Kai, hhmm.. sebenarnya Kai dan Chanyeol pernah bermusuhan dulu, suatu hari mereka berkelahi, dan tertangkap. Entah mengapa Chanyeol dibebaskan tapi Kai tidak, akhirnya Chanyeol menukar dirinya dengan Kai. Jadi Chanyeol yang ditahan selama seminggu. Kalau Kris kami berdua tak tahu kenapa mereka bisa dekat, karena setahu kami mereka memang dekat sejak kanak-kanak."

"Ohh seperti itu kah? Berarti selama ini orang-orang telah salah menilai Chanyeol. Sepertinya kasus Chanyeol sama seperti kasus Baekki."

"Maksudmu Luhan sshi?"

"Orang-orang yang hanya melihat Baekhyun dari luar pasti berfikir kalau dia itu namja yang sombong, angkuh, keras kepala, ingin menang sendiri, dan bla..bla..bla.. yang lainnya. Tapi sebenarnya dia itu sangat baik dan polos. Dia itu sangat memprihatinkan, kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan pesawat saat ia masih kecil, dan ia tumbuh besar bersama seorang kakek yang menomer satukan martabat dan harga diri. Sebenarnya Baekhyun tak ingin hidup dibayang-bayangi kakekknya, namun mau bagaimana lagi."

"Tapi selain itu Baekhyun itu adalah tipe pengadu, menurutku itu juga yang menjadikannya dibenci orang."

"Pengadu? Heuh.. kau salah. Dia bukan orang seperti itu."

"Apanya yang salah. Saat aku dan ketiga temanku merokok di atap sekolah, dialah yang mengadukan kami, saat kami berkelahi dialah yang mengadukan kami."

"Darimana kau yakin kalau itu dia?"

"Karena dialah yang ada saat kejadian itu."

"Apa kau yakin? Asal kau tahu itu bukan dia."

"Lalu siapa?"

"Maaf aku tak bisa mengatakannya. Tapi yang jelas Baekki kami bukan orang yang suka mengadukan orang. Sama seperti saat kau yang tak sekolah tanpa alasan sekarang, dialah yang berusaha mati-matian untuk menyembunyikannya dari wali kelas."

"Mwo jinja?"

"Ne.."

Sehun nampak terkejut mendengar penuturan Luhan. Ia sedikit ragu, apakah namja manis, cantik baik yang mencuri hatinya ini berbohong demi menjaga nama baik sahabatnya, atau itu semua memang kenyataan. Sulit baginya untuk percaya, tapi sulit juga baginya untuk tak percaya.

..

..

"Aahh.. rasanya segar sekali berjalan-jalan ditaman." Ucap Kai sambil meletakan tangannya dibelakang kepalanya.

"Hhmm.. sudah lama kita tak bermain ditaman." Sahut Chanyeol.

"Ne.. ini bukan lagi tempat bermain kita. Chanyeol-ah tak terasa sudah 5 tahun kita berteman dan sebentar lagi kita akan berpisah. Kau mau melakukan apa setelah lulus nanti?"

"hhhmm.. molla, aku belum memikirkannya." Ucap Chanyeol, namun tersirat di wajahnya ada hal yang sedang ia pikirkan.

Bruk..

"Mianhe.." ucap seorang saat tak sengaja menabrak tubuh Kai, walaupun tak terjadi hal yang serius namun Kai nampak tak terima. Seorang dengan jaket hitam dan mengenakan topi serta masker menabraknya. Namun orang itu segera berlalu.

"Chakkaman!" ucap Chanyeol. Orang itu menghentikan langkahnya.

"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" ucap Chanyeol.

"Maaf aku rasa kau salah orang." Ucap orang itu.

"Ani.." kini Chanyeol membalik tubuh orang itu, lalu melepaskan topinya dengan paksa.

"Do Kyungsoo sshi?" seru Chanyeol terkejut.

Kyungsoo hanya menundukan kepalanya.

"Jadi kau yang_"

TBC