Title : Lets Get a Child

Pair : Yunho, Jaejoong and other

Author : Nekun

Genre : Romance

Rate : M

Warning : Yaoi,Mpreg,typo,bahasa tidak baku

Disclimer : yang jelas bukan milik saya

PART 2

Setahun yang lalu saat Yunho menyetujui usulan Jaejoong untuk menikah kontrak yang ada di kepala namja tampan itu adalah jalan keluar. Jalan keluar satu-satunya agar terlepas dari desakan sang ibu untuk segera mencari pendamping hidup. Toh pada saat itu dia tidak merasa keberatan, karena menurutnya Jaejoong adalah pribadi yang baik, sesuai dengan kriterianya yang tidak suka direpotkan orang lain jika menyangkut tentang kehidupan pribadi.

Mereka sepakat untuk tidak mencampuri privasi masing-masing. Mereka memang tinggal di bawah satu atap setelah menikah. Tapi intensitas pertemuan mereka bisa dihitung dengan jari, dengan kata lain sangat jarang. Seingat Yunho, selain membantu perusahaan Jaejoong yang hampir bankrut yang diketahui menjadi salah satu alasan kenapa Jaejoong mau menikah dengan Yunho, namja bermata musang itu tidak pernah memberi Jaejoong nafkah lahir dan batin

Pagi ini di meja makan, tidak biasanya Yunho memperhatikan Jaejoong dengan sangat intense. Oh jangan lupa, mendapati kedua makluk itu duduk di meja makan sambil berhadapan sudah termasuk hal yang luar biasa. Jaejoong yang sedang membubuhkan gula kedalam tehnya itu sedikit membungkuk,menunjukkan bulu matanya yang panjang dan terlihat cantik. Jantung Yunho berdesir sedikit saat melihat Jaejoong mnjilat bibirnya sendiri, kebiasaan namja bermata doe itu yang tidak diketahui Yunho tentunya.

Jaejoong hyung itu cantik sekali ya?

Kata-kata Changmin tadi malam terngiang lagi di benaknya. Yunho menggelengkan kepalanya cepat 'Apa yang kau pikirkan Jung Yunho?!' rutuknya dalam hati

'GRETEK !'

Suara kursi digeser, Jaejoongpun berdiri dan meraih jas serta tas kerjanya lalu berjalan menjauh tanpa meninggalkan kata atau seucap salam untuk suaminya. Itu adalah hal yang wajar terjadi di rumah memandang kepergian Jaejoong dengan pikiran menerawang.

Jaejoong hyug masih virgin kan?

Lagi-lagi perkataan Changmin muncul, "Shit! Bocah itu benar-benar sialan!" Umpat Yunho yang ditujukan pada Changmin," Tak akan aku biarkan bualan bocah itu membuat konsentrasiku hancur,"

JAEJOONG POV

Aku menghempaskan tubuhku di bangku belakang meja kerja, mencona mencerna apa yang dikatakan Junsu tadi malam

●Flasback●

"Apa hyung bahagia?" Tanya Junsu serius

"K-kau bicara apa Junsu-ah?" Kuakui aku sedikit terkejut dengan pertanyaanya.

"Hyung, aku tahu perasaanmu. Aku tahu bahwa hyung tidak bahagia dengan pernikahan ini"

Bahagia? Aku memang tidak pernah mengharapkan kebahagiaan dari pernikahanku dengan Yunho

"Hyung, walaupun sesempurna apa pasangan kita, tapi jiks kita tidak bahagia menjalaninya apa gunanya semua ini diteruskan?"

"A-aku.."aku mengutuk mulutku yang tergagap

Junsu menggenggam jemariku dengan kedua tangannya"Hyung, kau juga berhak untuk bahagia..."

Aku memandang Junsu sayu, apa benar aku terlihat tidak bahagia?

●endflashback●

JAEJOONG POV END

Jaejoong keluar dari ruangannya " Hyo Rin tidak masuk, kenap dia?" Tanya Jaejoong mencari sekretaris pribadinya itu

"A-ah Sajangnim, Hyo Rin sekarang sedang berada di rumah sakit" jawab Ga eun,salah satu staffnya

"Rumah sakit? Sakit apa dia?" Selidik Jaejoong " Bukannya kemarin dia masih baik-baik saja?"

Ga Eun terlihat sulit untuk menjelaskan"Emm...dia mencoba untuk bunuh diri Sajangnim,"

"Apa? Bunuh diri?!"namja berkuli seputih susu itu tak kuasa menyembunyikan keterkejutannya

"Ne, yang saya dengar dia mencoba bunuh diri karena tidak mau dijodohkan dengan namja pilihan orang tuanya," jelas Ga Eun menerangkan

"Dijodohkan?!" Ada nada geli di suara Jaejoong. Bunuh diri hanya karena dijodohkan? Hahh yang benar saja. Begitu pikir Jaejoong

Ga Eun hanya mengangguk "Yah kalau dipikir lagi Sajangnim, yeoja mana yang mau hidup bersama dengan orang yang tidak dia cintai. Kita juga tidak tahu bagaimana sifat asli orang itu, bagus jika yang bersangkutan baik, kalau tidak bagaimana? Hidup kita pasti akan menderita selamanya. Hidup bahagia dengan orang yang terkasih adalah impian semua orang, kalau tidak bisa memang lebih baik kita mati saja.." cerocos Ga Eun yang tidak menyadari Jaejoong begitu menyimak kata-katanya.

"Lagipula..ups!"Ga Eun secara refleks membungkam mulutnya dengan tangannya sendiri, menyadari dia terlalu banyak bicara "M-maafkan saya Sajangnim,"Ga Eun melakukan bow beberapa kali dengan wajah menyesal, lalu bergegas duduk di meja kerjanya dengan tenang

Jaejoong mendesah pelan, ada perasaan hampa menghampiri hatinya. Kata-kata Junsu semalam terngiang lagi dibenaknya

Hyung, kau juga berhak untuk bahagia..

Malam itu Jaejoong menghampiri Yunho yang sedang bersantai di ruang tengah. Dia hanya berdiri mematung memandang Yunho yang duduk santai di atas sofa. Namja yang berstatus sebagai suaminya itu memandang Jaejoong aneh. Tidak biasanya Jaejoong bersikap begini.

"Ada yang ingin kau katakan?" Tanya Yunho memulai

Jaejoong menahan nafas,kedua tangannya mengepal mencoba menguatkan diri sendiri " Yunho-shi, aku ingin bercerai!" Tegas Jaejoong

Yunho hanya memandang datar ke arah Jaejoong,sebisa mungkin dia tidak ingin menunjukkan reaksinya atas pernyataan istrinya barusan

"Boleh saja..tapi sebelum itu aku ingin kau memenuhi permintaanku sebagai syarat perceraian" jawab Yunho akhirnya

"Hah, syarat?" Jaejoong mengngernyitkan dahi

Yunho tertawa mengejek, "Aku tidak menyangka kau sepicik ini Jae, setelah kau mendapatkan apa yang kau mau kau ingin pergi begitu saja?"

"A-apa maksudmu Yunho-shi, aku tidak mengerti," jujur saja Jaejoong memang tidak mengerti arah pembicaraan Yunho

Yunho menatap Jaejoong tajam,"Dengar Jae, uang yang kuinvestasikan pada perusahaanmu tidak aku berikan secara cuma-cuma. Sudah jelas dari awal jika kau mengambil keuntungan dari pernikahan ini. Jadi aku akan melakukan hal sama padamu, mengambil keuntungan yang seharusnya aku dapatkan .."

"Keuntungan? Sepertinya kau lupa satu hal Yunho-shi, selama ini aku telah membantumu keluar dari jeratan ummanim, dan kau mendapatkan kebebasanmu dan segala privasi yang kau inginkan!" Apa suara Jaejoong meninggi? dia harap tidak

Tawa Yunho pecah, tapi justru terdengar menyeramkan di telinga Jaejoong,"Kau lucu sekali Jae, apa kau pikir semua itu sebanding dengan apa yang telah aku lakukan pada perusahaanmu? Aku bisa saja mencari orang lain untuk berpura-pura menjadi istriku, aku merasa iba saja padanmu, makanya aku menerima tawaranmu saat itu,"

Jaejoong terdiam, dia kehilangan kata-kata. Lagipula sosok Yunho itu terlalu mengintimidasi, membuatnya sulit bernafas. Jaejoong akui Yunho memiliki arua berkuasa yang begitu kuat"L-lalu, apa yang harus aku lakukan agar kau mau menceraikanku?"

Yunho menyeringa dalam hati,"Mudah saja, kau hanya perlu memberiku keturunan maka setelah itu aku akan menceraikanmu,"

Jaejoong terperangah, bohong kalau dia tidak terkejut akan perkataan Yunho. Dari sekian banyak kemungkinan yang dia pikirkan tadi, Yunho justru memintanya memberikan anak? what the hell

"A-apa?" Sepertinya ada yang salah dengan Jaejoong, kenapa akhir-akhir ini dia sering tergagap

"Ne, beri aku seorang anak, maka aku akan menceraikanmu. Seperti kau tahu, aku tidak akan terlibat pernikahan lagi setelah ini. Alasannya kau pasti sudah tahu, aku adalah pribadi ysng tidak cocok dengan hubungan mengikat seperti pernikahan. Tapi aku tetap membutuhkan seorang penerus, keturunan keluarga Jung tidak boleh berhenti sampai disini. Masalahnya aku menginginkan anak yang sah menurut hukum dan itu hanya bisa aku dapatkan darimu..."terang Yunho

"Kau gila..."desis Jaejoong

"Wae, kau keberatan?"sentak Yunho,"Aku pikir permintaanku cukup setimpal jika dibandingkan apa yang telah aku berikan padamu. Perusahaanmu selamat dan aku mendapatkan seorang penerus"

"Tapi itu butuh waktu-"

"Ya, butuh waktu sekitar satu tahun"potong Yunho cepat,"Itu syarat yang ku berikan padamu, aku tidak akan memaksamu jika kau tidak mau. Tapi..tentu saja tidak akan ada perceraian,"

Sudah tidak ada pilihan lagi untuk Jaejoong, jika dia ingin terlepas dari Yunho maka hanya itu jalan satu-satunya. Hell dia tidak mau menghabiskan sisa hidupnya dirumah ini, dia ingin menjalani kehidupan secara normal. Menemukan cinta sejatinya dan membangun rumah tangga yang bahagia dengan didasari cinta, seperti Yoochun dan Junsu.

"Baiklah, aku menyetujuinya. Lagipula melahirkan seorang anak bukan hal yang sulit"

Yunho tersenyum puas, semua akan berjalan di bawah kendalinya

"Aku permisi dulu Yunho-shi," dan Jaejoongpun pergi meninggalkan ruangan itu

Yunho terdiam memandang kepergian Jaejoong,"Kau pikir semudah itu pergi dari sini istriku tersayang? Heh, jangan bermimpi!" Yunhopun menyeringai setan.

TBC