## CHAPTER 2 ##

"ya henry cepat kau bangun" teriak wanita paruh baya yang sangat keras hingga membuat kegadugan di mansion yang sangat mewah dan besar ini. Sang nyonya besar dengan tidak sabarannya ia naik kelantai dua mansionnya untuk membangunkan sang bungsu yang maih betah berada dialam mimpinya. Sesampainnya didepan pintu kamar anaknya nyonya besar itu lagsung mendobrak paksa pintu tersebut sangat keras.

*BRAK* "ya henry-ya bangun kau" teriaknya sangat keras, sambil menarik selimut.

"ya eomma bisakah diam aku sangat lelah" jawab henry kepada eommanya sambil menarik kembali selimut yang tadi ditarik oleh eommanya.

"aigoo, apa kau bilang, kau lelah?" "apa kau tidak ingat hari ini adalah hari pertama kau masuk kerja" katanya yang kesaal dengan perilaku anaknya.

"cepat bangun dan bersiaplah karena kau sudah ditunggu oleh hyungmu kasian dia" katanya lagi dan berlalu dari kamar henry. Dengan terpaksa henry menuruti ucapan sang umma, meskipun ia masih mengantuk dan terus mengumpat kelakuan ummanya yang tidak pernah berubah itu.

Ditempat lain sang umma masih saja memasang muka masamnya akibat ia masih kesal dengan sang bungsu yang tidak pernah bisa diatur tidak seperti kedua kakanya yang penurut dan sopan itu. Ia terus mengumpat sambil terus menuruni tangga dan melangkahkan kakinya keruang makan yang berada disebelah kiri. sesampainya diruang makan ia langsung duduk di tempatnya, sang anak yang melihat wajah ibunnya seperti itu mengerutkan keningnya karena bingung kenapa ibunya memasang wajah seperti itu.

"eomma kenapa dengan wajahmu sepertinya kau sedang kesal?" tanya sang anak pada eommanya

"kau tanyakan saja pada adik bungsumu itu kalau sudah ada disini" jawabnya dengan kesalnya. "maksud eomma henry?"tanyanya memastikannya.

"memannya adik bungsumu siapa lagi kalau bukan henry, wookie-ya" wookie atau Cho Ryeowook ini hanya membalas dengan anggukan sambil melanjutkan tugasnya menuangkan susu kegelas yang tersedia.

"kau tak makan kyu?" tanya ryeowook kepada adiknya yang sibuk dengan handphonenya, karena dari tadi makanannya tak pernah tersentuh sedikit pun.

"tidak" jawabnya dengan singkat sambil terus memainkan handphonennya tanpa menoleh sedikitpun kerah noonanya. Ryeowook yang mendapat respon tersebut biasa saja karena ia sudah terbiasa dengan sikap adiknya yang seperi itu. Tak lama Kyuhyun berdiri dari duduknya, ya nama laki-laki adik Ryeowook adalah Kyuhyun lebih tepatnya Cho Kyuhyun, dan pergi dari ruang makan tersebut.

"ya, kyuhyunnie kau tidak menunggu adikmu?" kata nyonya cho yang melihat anak kesayangannya pergi begitu saja tanpa menunggu adiknya yang belum keluar dari kamarnya sedari tadi.

"tidak" jawabnya drngan terus berjalan keluar menuju pintu utama mansion mewah itu.

"HYEONG.. TUNGGUU" teriak henry yang melihat kyuhyun akan keluar dari rumah ia langsung berlari dari tangga menuju pintu untuk mengejar kyuhyun karena kyuhyun tetap berjalan tanpa menoleh karena teriakan henry tersebut.

"YA HENRY KAU TAK SARAPAN DAHULU" teriak nyonya cho yang melihat henry berlari melewati ruang makan.

"NANTI SAJA EOMMA AKU SUDAH TELAT" jawab henry terus berlari menyusul kyuhyun yang sudah berada luar. "ya hyeong kau tega sekali sih meninggalkanku padahal kita satu tempat kerja"umpat henry yang baru sampai didepan mobil yang akan megantarkan mereka ke tempat kerja, henry kesal pasalnya kyuhyun meninggalkannya dan memilih berangkat awal tanpa menunggu henry yang jelas – jelas mereka berada ditempat kerja yang sama.

"kau lambat" jawab kyuhyun singkat dan masuk kedalam mobil tepat dibelakang supir. Henry yang mendapat jawaban itu hanya bisa melongo karena ia merasa sudah sangat cepat ia dari biasanya, karena tak mau dibilang lamabt oleh hyungnya ia segera masuk kedalam mobil dan pergi dari halaman masion keluarga cho menuju tempat mereka berkerja. Tak ada percakapan dari keduanya selama perjalan mereka sibuk dengan kegiatan masing – masing.

Tak butuh empat puluh lima menit mereka memasuki gedung yang menjulang tinggi itu dengan banyak ambulans yang berlalu lalang membawa pasien dengan cepat. Mereka berdua bekerja di Asan Medical Center sebuah rumah sakit internasional terbesar di kota seoul, mereka berhenti di depan pintu Unit Gawat Darurat, kyuhyun langsung keluar dari mobil dan melangkah masuk kedalam rumah sakit menuju ruang Unit Gawat darurat, henry yang melihat itu ia langsung menyusul kyuhyun. Sampainya di ruang Unit gawat Darurat kyuhyun disambut oleh beberapa staf dan para perawat. "selamat datang kembali dokter cho" ucap salah satu staf kepada Kyuhyun

"terimakasih, tolong kerja samanya kembali" kata kyuhyun dan berjalan menuju ruangannya, sesampainya diruangan ia mengganti jasnya dengan jas dokternya itu, tak lama ada seseorang yang mengetuk pintunya

*TOK.. TOK..*

"masuk"perintah kyuhyun kepada orang yang mengetuk pintu tersebut. Tak lama pintu itu dibuka dan masuklah seseorang berseragam perawat itu, dan menyerahkan file, "ini data staf dan perawat kita yang baru, dokter" kata seseorang menjelaskan maksudnya kesini "jumlahnya ada 2 staf bagian obat dan 3 perawat, dokter"jelasnya lagi, kyuhyun terus membalikan dan melihat data diri dari semua anggota barunya itu lalu menutupnya dan menyerahkannya kembali kepada perawat itu lagi

"baiklah, kau boleh pergi" kata kyuhyun kepada perawat itu untuk meniggalkan ruanganya, dengan patuh perawat itu pergi.

Ditempat lain di ruang UGD lee sungmin sedang memeriksa perkembangan pasien yang kemarin datang karena kecelakaan, setelah selesai ia menaruh laporan perkembangan pasien di tempatnya yaitu diantara kasur dan sandaran kaki tmpat tidur pasien saat ingin membalik dan berjalan menuju meja para perawat ia tak sengaja menabrak seseorang membuat ia terjatuh dan terduduk dilantai ruang UGD tersebut.

"aww" rintih sungmin

"maaf aku tak sengaja, biar kuba-" ucap henry telah menabrak sungmin terputus terganti dengan mereka berdua saling menatap satu sama lain.

TRANFORMED OF LOVE

Author : Oh Yoo Ra

Genre : romance, drama, hurt/

Rate : M

Cast : Lee Sungmin a.k.a Lee Sungmin

Cho Henry a.k.a Henry Lau

Cho Kyuhyun a.k.a Cho Kyuhyun

Cho Ryeowook a.k.a Kim Ryeowook

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sungmin langsung memutuskan pandangan mereka dan pergi begitu saja tanpa memperdulikan bokongnya yang sakit, untungnya keadaan disekitar mereka cukup lengang jadi tak ada orang yang memperhatikan mereka berdua. Henry terus diam memperhatikan gerak gerik sungmin. "kenapa aku jadi begini" gumam henry pasalnya ia merasakan ada yang aneh dalam dirinya.

"ah tidak mungkin, bahkan aku tak tahu namanya siapa" sangkal henry karena ia berfikir ia jatuh cinta dengan sungmin bahkan henry baru hari ini mulai bekerja sehingga ia tak tahu nama gadis itu. "sudahlah lagipula hanya tambrakan saja kenapa aku harus memusingkannya" kata henry dan melanjutkan niat awalnya untuk memeriksa pasien yang lainnya.

** KYUMIN **

Jam makan siangpun tiba semua staf bergantian untuk istirahat makan siang, tidak dengan sungmin ia masih sibuk memeriksa pasien yang belum sadarkan diri dari kemarin ia memilih untuk istrahat nanti karena baginya pasien adalah peoritas utamanya.

Saat sedang memeriksa pasien beberapa petugas kesehatan dengan perawat yang lain masuk dengan mendorong ranjang pasien dengan sangat cepat dan memindahkan pasien keranjang rumah sakit, sungmin yang melihat itu langsung berlari menghampiri pasien tersebut banyak sekali darah di bagian perutnya dan pelipis korban sepertinya pasien adalah korban kekerasan, kyuhyun yang baru saja keluar dari ruangannya langsung berlari menuju pasien semua yang melihat itu langsung minggir sehingga kyuhyun dapat leluasa memeriksa pasiennya.

"tolong pasang infusnya" kata kyuhyun pada sungmin yang terus memeriksa pasien dan mengobati luka yang berada ditubuh pasien tesebut dengan patuh sungmin langsung memasang infus ketangan kanan pasien, kyuhyun terus mengobati dan memberi cairan untuk meredakan luka pasien, setelah infus itu terpasang dengan baik sungmin segara membantu kyuhyun membersihkan darah disekitar luka pasien agar mempermudahkan kyuhyun untuk mengobatinya

"tolong ambilkan alkohol, perban dan plester" kata kyuhyun.

"ne dokter" jawab sungmin lalu melangkah ke lemari tempat menyimpan semua obat – obatan dan menyari semua yang dikatakan kyuhyun tadi setelah menemukan semua barang tersebut sungmin segera kembali ketempatnya semula dan menyerahkannya ada kyuhyun

"ini dokter" kata sungmin "terimakasih" ucap kyuhyun dan melanjutkan kembali kegiatannya itu, tak lama akhirnya kyuhyun selesai mengobati pasien dengan memasang perban pada kepala pasien dan beberapa jahitan diperut korban dengan dililitkan perban untuk menutupi jahitan tersebut.

"kau periksa kembali pasien ini lalu laporkan padaku dua jam lagi jika tak ada perubahan" kata kyuhyun pergi dari ranjang pasien menuju meja perawat perawat untuk mencatat masalah pasien yang baru ia tangani. Sungmin segera mencatat semua yang dialami pasien tersebut kedalam papan catatan yang berada di sandaran kaki ranjang tersebut, dan melang kahkan kakinya ke meja perawat untuk mengambil data semua pasien yang perlu ia periksa lagi.

"kau tak istirahat untuk makan siang seperti yang lain" tanya kyuhyun pada sungmin yang sedang mencatat pasien dan menandatanganinya, sungmin yang mendapat pertanyaaan itu kaget dan melihat kearah kyuhyun untuk memastikannya.

"tidak dokter"jawab sungmin singkat sambil terus memeriksa data pasien, kyuhyun yang mendengar jawaban iu hanya mengangguk sebagai jawabannya, tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengahampiri mereka

"kyu" kata seseorang yang berasal dari belakang, kyuhyun yang merasa namanya dipanggil itu segera meneengok kebelakang untuk memastikan siapa yang memanggilnya itu.

"oh noona, untuk apa kau kesini?" kata kyuhyun penasaran karena tidak biasanya ryeowook kerumah sakit. "apa.. noona sakit?" tanya kyuhyun lagi, tetapi bukannya mendapat jawaban dari noonanya ia hanya mendapat senyuman yang manis dari noonanya.

"tidak, aku tidak sakit" jawab ryeowook sambil tersenyum "memangnya kenapa kalau aku kesini untuk melihat namdongsaeng ku yang sangat tampan ini, eoh?" kata ryeowook sedikit kesal pasalnya ia hanya ingin melihat adik kesangannya saja kenapa harus ada alasannya.

"ya bukannya begitu noona aku hanya sedikit heran saja kenapa kau tiba – tiba ingin menemuiku, kita bisa setiap hari bertemu dirumah nanti" kata kyuhyun sedikit merasa bersalah karena membuat sang noona kesal

"ya tapikan kau jarang sekali pulang kalau sudah bekerja sekalinya kau pulang kau akan sibuk dengan urusanmu yang lain" kata ryeowook "lagipula aku hanya ingin membawakan makanan untukmu karena tadi pagi kau belum makan apapun, jadi tujuanku kesini untuk membawa makanan untukmu" kata ryeowook lagi menjelaskan maksud yang sebenarnya kenapa ia datang kerumah sakit ini.

Kyuhyun yang mendapat jawaban itu benar benar merasa bersalah pada noona kesangannya itu, karena harus merepotkan noonanya untuk membawa makan ke rumah sakit hanya karena ia tak makan tadi pagi, noonanya adalah salah satu wanita sangat sibuk mengurus semua bisnisnya dan belum lagi ia harus megurus persiapan pernikannya dengan sang tunangannnya itu.

"mianhae noona aku tak tahu, lagipula sebentar lagi aku juga akan kekantin untuk makan siang" sesal kyuhyun

"ah sudahlah, aku tahu kau tak pernah makan siang kalau sedang bekerja, karena aku tahu itu, sebaiknya kau segera makan" kata ryeowook yang sudah mengetahui sifat kyuhyun jika sedang bekerja, lalu ryeowook menarik kyuhyun untuk menuju ruangan kyuhyun untuk memakan makanan yang dibawanya.

Sungmin yang menyaksikan kejadian itu dari awal hanya bisa diam, jujur dalam hati kecilnya ia ingin sekali seperti dokter cho, mempunyai sebuah keluarga yang penuh dengan kasih sayang dan kebahagian tidak seperti dirinya yang hanya hidup sebatang kara tak memiliki siapa – siapa lagi, sebenarnya jika ia ingin untuk mencari keberadaan ibunya saat ini dan hidup bersama tetapi karena sikap dan perilaku ibunya lah yang membuat sungmin enggan untuk mencari ibunya, ia pikir ibunya saja tak pernah mencari tahu keberadaanya atau bahkan menanyakan keadaannya saja saat ini, ibunya entah dimana keberadaannya seakan sudah ditelan bumi.

** KYUMIN **

Jam makan siangpun telah selasai, semua staf dan perawat telah kembali ketempatnya masing – masing untuk memulai bekerja kembali seperti biasanya, diruangan pribadinya kyuhyun masih betah untuk sekedar mengobrol dengan noonanya itu.

"kau tak menyuruh henry kesini kyu?"tanya ryeowook kepada kyuhyun yang menyuapkan makanannya kedalam mulutnya

"tidak usah, dia pasti sudah makan bersama teman barunya"kata kyuhyun sambil mengunyah makanannya

"kau masih kesal ya dengan adikmu?"tanya ryeowook kepada kyuhyun lagi

"untuk apa aku kesal dengannya, toh ia akan tetap masuk kesini" jawab kyuhyun dengan acuh

"nde kau benar, tapikan yang memaksa ia masuk dan bekerja bersamamu adalah eomma"kata ryeowook "dan kau tahu eomma tak bisa dilawan" lanjutnya lagi

"ya mau bagaimana lagi, aku hanya bisa menuruti semua perkataan eomma, bukannya dulu appa selalu mengajarkan kita untuk menurut kepada orang yang lebih tua dari kita" kata kyuhyun

"kau benar kyu, kau memang adik yang pintar" kata ryeowook dengan senyum yang mengembang "dan kau tau kyu kau adalah adik yang selama ini noona banggakan" kata ryeowook dengan bangganya mengatakan itu karena selain pintar dan cerdas kyuhyun adalah anak yang selalu dibanggakan oleh keluarga cho.

Kyuhyun hanya membalasnya dengan senyumanya, jujur selama ini ia hanya menjadi anak kecil yang biasa saja ia tak merasa paling berhasil dari yang lainnya sampai ia harus dibanggakan seperti itu, dan jika ingin jujur kyuhyun tak mau ia dbanggakan seperti itu karena ia belum merasa berhasil menjadi manusia yang benar.

Ditempat lain henry sedang memeriksa pasien dan matanya tak sengaja melihat sungmin yang sedang memeriksa pasien juga yang tidak jauh darinya, henry terus memerhatikan sungmin sampai sungmin selasai memeriksa pasien dan melangkah kepasien berikutnya untuk diperiksa kembali, karena terus ada yang memperhatikannya sungmin langsung melihat sekitarnya dan melihat kearah henry, benar dugaanya bahwa henry lah yang memperhatikannya sedari tadi. Henry yang ketahuan memerhatikan sungmin bersikap seperti biasanya dan kembali mengecek pasien yang sempat tertunda itu.

Tak mengambil pusing sungmin melanjutkan kembali kegiatannya itu, tanpa sungmin sadari ada yang berjalan kearahnya. "ya sungmin-ssi kenapa kau mengambil bagian ku eoh" kata seseorang dengan dinginnya

"aku tak mengambil bagianmu, aku hanya menjalankan tugasku saja, perawat kim" jawab sungmin tak kalah dingin

"lalu ini apa kau memeriksa hampir semua pasien yang ada disini?" kesal perawat kim yang mendapat jawaban dingin dari sungmin

"kalau memang aku tidak boleh memeriksa pasien yang lain, kenapa kau tidak dari tadi saja memeriksa semua pasien yang kau tangani, dan bersantai – santai seperti yang kau lakukan tadi" kata sungmin dengan dingin dan berlalu begitu saja, perawat kim yang mendapatkan jawaban yang seperti itu dari sungmin semakin kesal dan membenci sungmin.

Henry yang melihat kejadian itu langsung menghampiri sungmin yang berjalan menuju meja perawat, "hey kau tak apakan?" tanya henry kepada sungmin yang sedang mencatat semua perkembangan pasien, sungmin tak menjawab pertanyaan henry tersebut.

"kau tak perlu menunggunya karena ia tak akan menjawabnya henry-ssi" kata perawat im kepada henry yang terus menunggu sungmin untuk menjawab pertanyaannya itu, dengan penasarannya ia mencoba sekali lagi, kali ini tak boleh gagal "sungmin-ssi, kau baik baik saja kan?" tanya henry sekali lagi, tapi bukannya menjawab sungmin pergi menuju tempat pasien yang lainnya.

"see, kau percayakan padaku sekarang" kata perawat im kepada henry dengan ucapannya tadi.

"pasti ada sesuatu dibalik semua ini" guman henry merasa penasaran dengan sikap sungmin yang dingin dan angkuh itu "aku harus mencari tahu semuanya" tekad henry ingin mengenal lebih dekat lagi dengan sungmin dan penyebab sungmin jadi seperti itu, karena menurutnya wajah sungmin yang cantik dan manis itu tak pantas mempunyai kepribadian yang seperti itu, akhirnya ia putuskan untuk menyusul sungmin yang entah kemana perginya gadis itu.

** KYUMIN **

Saat ini sungmin sedang duduk sendirian di taman rumah sakit dengan kepala yang menunduk, entah mengapa sejak kejadian ia melihat kehangatan keluarga dokter cho ia jadi seperti ini, ia ingin sekali merasakan yang seperti itu disayang dan dikasihi oleh orang yang ia sayangi dan ia rindukan selama ini, sungmin sama halnya dengan anak gadis yang lain yang masih butuh kehangatan dan cinta dari sebuah keluarga yang utuh seperti yang lainnya.

Tapi itu hanya sebuah mimpi yang tak pernah nyata kembali karena kenyataannya sungmin tak akan merasakannya lagi yang pernah ia rasakan dahulu. Ia hanya bisa berharap dan berharap pada kenyataanya ia tak bisa berbuat apa – apa lagi karena ini adalah takdir yang tuhan berikan padanya dan tidak ada seorangpun yang bisa mengubahnya termasuk sungmin sendiri.

"UGD sedang ramai kenapa masih ada perawatnya yang berkeliaran dan bersantai – santai seperti ini ya?"kata henry yang langsung duduk disamping sungmin yang masih kosong "apa mereka memakan gaji butanya" katanya lagi sambil membetulkan posisi duduknya menjadi menyandar pada sandaran bangku taman itu dan menyilangkan tangannya didadanya. Sungmin sempat terkaget karena kedatangan henry yang tiba – tiba, ia tetap pada posisinya ia tak berniat menjawab perkataan henry yang tak ada gunanya itu. Henry yang tak mendapatkan jawaban apapun dari orang disebelahnya itu, henry terus memerhatikan wajah sungmin dengan intens, ada raut kekecewan dan sedih dari wajah sungmin 'pasti ada sesuatu yang ia sembunyikan selama ini' kata henry dalam hati ia semakin penasaran dengan sungmin sebenarnya seperti apa kepribadian yang sebenarnya itu, kenapa setiap saat raut wajah sungmin selalu berubah – ubah, henry ingin sekali mencari tahu itu semua tetapi ia masih merasa ragu untuk melakukannya ia takut sungmin akan marah kalau ia ingin tahu lebih dalam seorang lee sungmin itu.

Sudah dua hari ini henry terus mendekati sungmin dan sekedar mengobrol sedikit walaupun sebernya usaha henry saat ini adalah sia – sia karena sungmin tetap saja tak akan membuka mulutnya untuk berbicara satu hurufpun, tetapi henry tak pernah pantang menyerah dengan semua itu.

Saat ini sedang jam makan siang seperti biasanya sebagian perawat menggunakannya untuk beristirahat, sungmin yang tak pernah mempergunakan waktu istirahatnya itu sedang mengecek semua data pasien di monitor yang berada di meja perawat, saat sedang seriusnya ada yang menghapirinya "kau tak makan sungmin-ssi?" kata henry yang muncul dari belakang sungmin, itulah salah satu usaha henry, bukannya mnjawab sungmin pergi dengan membawa catatan medis salah satu pasien disini.

"ya sungmin-ssi kau mau kemana?" kata henry dengan meraih pergelangan tangan sungmin untuk mencegah sungmin pergi, lalu henry membalikkan badan sungmin agar berhadapan dengannya, dan henry juga memegang bahu sungmin dengan erat, sebenarnya sungmin sangat risih ia merasa tak nyaman dengan tindakan henry seperti ini.

"bisakah sekali saja kau menganggapku ada sungmin-ssi?" kata henry penuh penekanan, sejujurnya ia sudah lelah diperlakukan oleh sungmin, ia juga ingin mengobrol dengan sungmin ia ingin menjadi tempat curahan hati sungmin karena henry yakin sungmin mempunyai masalah yang selama ini ia sembunyikan dan menyimpannya sendiri tanpa ada seorangpun yang mengetahuinya.

"kenapa kau diam saja sungmin-ssi?" kata henry sambil mengoyangkan tubuh sungmin, ia benar – benar tak tahan dengan sikap sungmin seperti ini

"lalu aku harus bagaimana lagi, agar kau puas, eoh?" jawab sungmin dengan dingin, ia juga sudah habis kesabarannya menghadapi henry yang seperti ini padanya.

"tak puaskah kau turus menggangguku setiap hari, sebenarnya apa yang kau cari padaku?" tanya sungmin dingin, ia sudah terbiasa jika sehabis ini ia tak akan pernah diganggu lagi orang yang ingin tahu hidupnya. Setelah mengatakan itu sungmin pergi untuk menengkan dirinya yang sangat kacau. Henry hanya diam dan tak melakukan apapun karena ia merasa kaget dengan yang sungmin lakukan padanya, apakah sungmin kesal dengannya, atau sungmin tak suka dengannya, berbagai pertanyaan muncul dibenak henry tak berpikir panjang lagi ia menyusul sungmin.

Henry terus mencari sungmin ke semua sudut rumah sakit tetapi ia tak kunjung juga menemukannya, satu – satunya tempat yang belum ia datangi adalah atap rumah sakit ia yakin sungmin ada disana, ia segera berlari menuju atap rumah sakit sesampainya disana dengan dugaan yang benar ia menemukan sungmin sedang berdiri didepan pembatas atap dengan pandangan kebawah, henry melangkahkan kakinya dan berhenti beberapa meter dibelakang sungmin.

"jadi sampai disini saja seorang lee sungmin melarikan diri?" kata henry, merasa namanya dipanggil ia segera menengok kebelakang tepat suara tadi berasal, sungmin menatap henry dengan tidak percaya karena ia tak menyangka bahwa henry bisa menyusulnya sampai kesini.

"untuk apa kau kesini?" kata sungmin dengan dingin karena ia sudah malas untuk menanggapi manusia didepannya.

"aku hanya ingin meminta maaf kepada kekasihku" kata henry dengan santainya, sungmin yang mendapat jawaban seperti itu membulatkan matanya kaget

"mwo, memangnya siapa yang kau anggap kekasihmu itu?" tanya sungmin kepada henry

"ya tentu saja kau siapa lagi yang berada disini selain kita berdua?" ucap henry dengan yakin, sungmin segera melihat sekeliling mereka untuk meyakini ucapan henry itu.

"tetapi aku bukan kekasihmu?" jawab sungmin dengan dinginya

"aku tak perdulikan itu, mau kau tidak suka aku, aku akan tetap menjadikan mu sebagai kekasihku" kata henry dengan tegas dan memaksa "dan tak ada penolakan titik" kata henry lagi saat sungmin ingin membuka mulutnya untuk menolak pernyataan henry itu

"dasar egois" kata sungmin dingin sambil berlalu begitu saja dari hadapan henry.

"ya kau mau kemana?" tanya henry yang melihat sungmin pergi bgitu saja, sungmin terus melangkahkan kakinya menuju pintu yang menghubungkan tangga untuk turun kelantai berikutnya tanpa mendengarkan teriakan henry yang menyebalkan.

** KYUMIN **

Sejak kejadian diatap itu henry terus menempel dengan sungmin, kemanapun sungmin pergi henry selalu mengikutinya dan dimana ada sungmin disitu pasti ada henry, saat pertama kalinya mereka selalu bersama semua orang yang mengenal mereka merasa bingung dengan hubungan mereka semua orang merasa aneh dengan kedekatan mereka, walaupun sebenarnya henry lah yang selalu mengikuti sungmin, bahkan berita ini sudah sampai ketelingan kyuhyun awalnya kyuhyun biasa saja mendengar henry sudah mempunyai kekasih karena adiknya ini adalah seorang playboy yang terkenal dengan banyaknya wanita yang ia jadikan kekasihnya tetapi saat ia dengar bahwa kekasih barunya itu adalah lee sungmin ia sangat kaget karena yang ia tahu sungmin adalah wanita yang sangat dingin sehingga tak ada yang mau berteman dengannya.

Saat ini kyuhyun sedang memeriksa pasien yang baru saja datang karena jatuh dikamar mandi sehingga membuat pasien tersebut tak sadarkan diri, dibagian kepala pasien terus mengeluarkan darah akibat benturan yang sangat keras, kyuhyun masih berusaha mengobati luka pasien dan measangkan alat – alat medis dibantu oleh para perawat. Akhirnya setelah beberapa kali pasien mengalami kejang – kejang kini sudah selesai dengan berhasil pasien tidak lagi kejang – kejang lukanya juga sudah diobati dan diperban dengan baik. Setelah itu kyuhyun melanjutkan lagi tugasnya yang sempat tertunda itu untuk mengecek kemajuan pasiennya.

Malam pun tiba kyuhyun bersiap – siap untuk pulang, kyuhyun jarang pulang kerumah ia lebih suka kalau ia tidur diasrama rumah sakit ia beralasan lebih dekat dan jika ada hal yang darurat ia cepat sampai dirumah sakit kembali, ia segera keluar dari ruangannya dan melangkahkan kakinya menuju asrama khusus dokter tepat dibelakang gedung rumah sakit itu, asrama yang disediakan oleh rumah sakit ada dua gedung, gedung pertama menghadap arah timur sedangkan gedung kedua menghadap kearah selatan berbentuk leter L tidak terpisah, asrama kyuhyun tepat berada di gedung satu lantai dua, ia segera mencari kartu ID nya ketika ia sudah berada didepan pintu asramanya, setelah ketemu ia menempelkan kartu di gagang pintu secara otomatis pintu itu terbuka dan kyuhyun segera masuk kedalam untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah karena seharian ini banyak sekali pasien sehingga kyuhyun harus mengontrol semua pasien yang ada di UGD, stelah membersihkan badannya kyuhyun segera mengecek makanan yang ada dikamranya itu, ia selalu makan ramen pada malam hari seperti ini karena ia tak pernah mau untuk sekedar memesan makan dan juga ia tak bisa memasak selain memasak ramen tentunya.

Dan ternyata ia sudah tidak mempunyai persedian ramen satupun, ia baru ingat bahwa kemarin ramennya sisa satu dan sudah ia masak dan ia belum sempat membelinya lagi mau tak mau kyuhyun harus membelinya dahulu di minimarket dekat dari asrama, ia segera mengambil jaket yang tergantung dekat ranjang dan melangkahkan kakinya keluar menuju minimarket, sesampainya di minimarket ia segera mengambil barang yang ia butuhkan setelah semuanya cukup kyuhyun segera membayarnya dan pergi, saat dalam perjalanan pulangnya menuju asrama sayup sayup ada seseorang yang meminta tolong awalnya kyuhyun membiarkannya tetapi semakin lama suara itu semakin kencang dan memilukan tanpa berpikir panjang lagi ia segera mencari sumber suara itu berasal, semakin jelas suara itu ia yakin pasti dekat dari sini kyuhyun terus melangkah dan ia bisa melihat bahwa didepan sana banyak sekali laki – laki mabuk yang sedang mengelilingi seorang perempuan dengan paksa, ia segera menghampiri sekelompok laki – laki mabuk tersebut

"ya sedang apa kalian disana?" ucap kyuhyun setengah berteriak kepada laki – laki mabuk itu. Sekelompok laki – laki itu langsung menghentikan kegiatannya dan menoleh ke arah kyuhyun.

"ada urusan apa kau bocah?" kata laki – laki yang paling besar dari teman – teman yang lainnya

"aku hanya ingin menyelamatkan wanita itu dari tangan ajussi mesum seperti kalian" jawab kyuhyun dengan santai sambil melangkahkan kakinya mendekati laki – laki tersebut

"mwo tak semudah itu kau menyelamatkan wanita itu dari kami, bocah" kata seorang laki – laki yang kali ini lebih pendek dari laki – laki pertama tadi

"lalu aku harus bagaimana, apa aku harus melawan kalian semua,eoh?" tanya kyuhyun dengan meremehkan mereka

"kau rupanya cukup punya nyali juga ya, baiklah jika itu yang kau inginkan" kata laki – laki yang berbadan besar lagi dan sekelompok laki-laki tadi mulai maju untuk menyerang kyuhyun

*BUGH*

*BUGH*

*BUGH*

Kyuhyun terus melawan para laki – laki itu walaupun sempat beberapa kali ia terkena pukulan dari salah satu dari mereka, kyuhyun terus memberi mereka perlawanan seperti mekul mereka untung saja ia dahulu ikiu kelas taekondow walaupun secara diam – diam, satu persatu para laki- laki itu kalah dengan kyuhyun yang terus melawan mereka dengan ilmu bela diri yang ia milik, akhirnya sekelompok laki-laki itu menerah dan melarikan diri menjauhi mereka berdua, setelah laki laki tadi kabur kyuhyun segera menghampiri gadis yang meringkuk dengan bersandar dibawah pohon, ada ketakutan dalam diri gadis itu dengan keberaniannya ia menyentuh tangan gadis itu untuk memberitahu keadaanya sekarang sudah aman

"agassi, kau tak apa?" tanya kyuhyun kepada gadis itu karena ia merasa khawatir dengan keadaan gadis didepannya itu, gadis itu segera mengangkat kepalanya

"sungmin-ssi?" ucap kyuhyun dengan membulatkan matanya, ia kaget saat gadis yang didepannya adalah sungmin

*SUNGMIN POV*

Jam pergantian shift tiba, saatnya berganti shift dengan perawat yang mendapat jadwal shift siang, rumah sakit kami dibagi menjadi 2 shift, shift pagi mulai pekerja mulai pukul 08.30 sampai 20.30 dan pada shift malam kebalikannya dari shift pagi. Saat ini aku sedang mendapat shift pagi, dan waktunya kembali keasrama, setelah mengganti seragam perawatku dengan pakaian biasa aku segera bergegas meninggalkan gedung rumah sakit ini menuju asrama yang berada dibelakang gedung rumah sakit, setelah sampai didepan kamar asramaku yang berada dilantai tiga aku segera masuk kedalam kamarku, aku segera menaruh tasku diatas meja rias dan menuju kitchenette yang berada di pojok ruangan untuk mengecek bahan masakan yang ku punya ternyata hanya ada telur saja dalam lemari es, kulirik jam diding yang ada dikamarku masih ada waktu untuk berbelanja bahan makanan. Aku segera mengambil dompet dan bergegas kesupermaket dekat sini, dalam perjalananku menuju supermarket aku bertemu dengan sekelompok laki – laki yang sedang mabuk aku terus melangkah tanpa memperdulikan mereka, tiba – tiba mereka semua menghadangku dari depan

"mau kemana kau gadis manis?" tanya laki – laki itu kepadaku

"mau apa kalian?" tanyaku dengan dingin

"wow santai saja nona manis kami hanya ingin bersamamu malam ini" ucap salah satu dari mereka sambil mencolek dagu, langsung kutepis tangan itu dari daguku

"tidak mau, pergilah dari hadapanku" kataku menolaknya

"kami tidak akan pergi sebelum kau bersedia nona manis" kata salah satu dari mereka, aku berusaha untuk melarikan diri dari mereka semua tetapi mereka semua seprtinya tahu niatku ingin kabur mereka berusa menahanku dan memaksa untuk aku ikut dengan merek, aku berusahan dengan sekuat tenagaku untuk lepas dari mereka tetapi mereka terlalu kuat menahanku sampai aku meresakan sakit pada tangandan pundakku, aku tak tahan lagi dengan semua ini aku takut sangat sangat takut dan tanpaku sadari aku menangis aku merasa takut dengan mereka aku berusaha melepaskan diriku dari mereka aku terus memohon pada mereka untuk melepaskanku tetapi mereka semakin kuat menahanku

"Tolong.. tolong" kataku berusa berteriak meminta tolong siapa saja, aku berusaha menahan air mataku supaya tak jatuh dan membuatku lemah didepan laki – laki mesum ini

"percuma saja kau meminta tolong nona, tak akan berhasil" kata orang dibelakangku, aku yakin ada orang menolongku

"ya sedang apa kalian disana?" ucap seseorang kearah kami, termakasih tuhan telah menghadiri malaikat penolongku, ternyata tuhan mendengar doaku.

"ada urusan apa kau bocah?" jawab laki – laki yang memegang tanganku sangat erat, aku meringis menahan sakit yang mereka perbuat pada tubuhku, tak bisa ku tahan lagi aku mengeluarkan air mata yang selam ini aku tahan aku sudah tak sanggup lagi

"aku hanya ingin menyelamatkan wanita itu dari tangan ajussi mesum seperti kalian" jawab seseorang yang sepertinya tak jauh dari kami, aku tak bisa melihat siapa orang itu yang aku tahu dia adalah seorang laki - laki

"mwo tak semudah itu kau menyelamatkan wanita itu dari kami, bocah"

"lalu aku harus bagaimana, apa aku harus melawan kalian semua,eoh?" kata orang yang ingin menolongku dan seketika mereka melepaskan ku, aku terjatuh karena kakiku lemas sekali membuatku tak sanggup berdiri aku segera mendudukan diriku dibawah pohon dengan bersandar dan memeluk lulutku, jujur aku masih sangat takut sekali aku menagis sejadinya aku berusaha untuk tidak mengeluarakan suara

"kau rupanya cukup punya nyali juga ya, baiklah jika itu yang kau inginkan" kata laki – laki itu dan segara menghajar seseorang diikuti dengan aggotanya yang lain, aku tak mau melihat perkelahian mereka, aku segera menenggelamkan kepalaku diatara dua lututku aku terus menangis meluapkan ketakutanku

*BUGH*

*BUGH*

*BUGH*

Aku hanya bisa mendengar pukulan demi pukulan dari mereka semua. Tak lama sudah tak ada suara orang berkelahi lagi, tetapi ada seseorang yang menghampiriku dan menyentuh tanganku, jujur aku takut tanpa saja aku bergetar tanda bahwa aku benar benar takut

"agassi, kau tak apa?" tanya seseorang didekatku itu, ia terus mengguncang tubuhku, apa dia khawatir padaku, dengan memberanikan diri segeraku angkat kepalaku dan menghadap orang yang berada disampingku itu, saat aku melihat sipa orang itu aku langsung membulatkan mataku kaget, teryata orang yang menyelamatkanku adalah dokter cho

"sungmin-ssi?" ucap dokter cho yang sama kaget dengan ku "kau tak apa sungmin-ssi?" tanya dokter cho lagi

*NORMAL POV*

"kau tak apa sungmin-ssi?" tanya kyuhyun pada sungmin yang masih diam saja, kyuhyun bisa lihat ada jejak airmata dipipi sungmin dan keringat di seluruh tubuh gadis itu kyuhyun menyimpulkan bahwa sungmin pasti merasa ketakutan. Dengan keberaniannya ia menghapus air mata sungmin di pipi gadis itu menggunakan ibu jarinya dan menyeka keringat didahi sungmin menggunkan tangannya juga, sungmin yang mendapat perhatian itu dari kyuhyun hanya bisa diam tanpa melakukan penolakan sama sekali.

Kyuhyun tersenyum melihat wajah polos dari seorang lee sungmin. "kenapa kau terus memandangiku terus?" kata kyuhyun dengan lembut, karena sadar serdari tadi ia memandangi kyuhyun, ia segera membetulkan duduknya dan mengalihkan pandangannya kearah lain yang penting tidak memandang kyuhyun. Kyuhyun yang melihat itu terkekeh dengan tingkah sungmin yang menurutnya sangat lucu itu.

Udara malam yang semakin dingin membuat sungmin harus merasakan dinginnya malam yang sampai menusuk ketulang, ia menyesal karena harus keluar dengan kaos yang tipis sehingga membuatnya kedinginan, tanpa sungmin sadari ada sesuatu dibahunya, ia arahkan tangannya kebahunya ada sebuah kain yang melingkar di bahunya, lalu ia arahkan pandanganya kebahunya ada jaket yang cukup tebal berwarna coklat ia melirik kyuhyun yang masih setia memandanginya sambil tersenyum padanya, dan ternyata jaket tu adalah milik kyuhyun karena kyuhyun hanya menggunakan kaos berwarna abu-abu.

Sungmin berniat untuk melepas jaket itu dari bahunya namun ditahan oleh kyuhyun "pakai saja, aku tahu kau kedingan" kata kyuhyun sambil memasangkan kembali jaketnya dengan benar agar sungmin merasa hangat, sungmin hanya bisa pasrah.

*KRIUK*

Sangat kyuhyun sedang membetulkan jaketnya itu tiba-tiba bunyi yang berasal dari perut sungmin "kau lapar?" tanya kyuhyun kepas sungmin yang memegangi perutnya dan menahan malu karena bunyi yang keluar begitu saja tanpa seizinnya.

"baiklah ayo, aku punya dua ramen yang tadi aku beli cukup untuk kita berdua" kata kyuhyun lalu berdiri saat ia sudah berdiri ia melihat kebawah tepatnya kearah sungmin, ia bingung kenapa sungmin masih diam saja akhirnya kyuhyun berjongkok didepan sungmin

"wae, kenapa kau tak berdiri" tanya kyuhyun yang melihat sungmin diam saja mata kyuhyun menelusuri setiap tubun sungmin dan berhenti di kaki sungmin yang terus dipegang sungmin dan akhirnya kyuhyun berbalik memunggungi sungmin

"naiklah aku akan menggendongmu" perintah kyuhyun yang tahu bahwa kaki sungmin tidak kuat untuk berdiri, merasa sungmin tak naik kepunggungnya ia menoleh kebelakang ternyata sungmin masih saja diam sebenarnya ia kesal dengan sungmin saat seperti ini masih saja mengedepankan harga dirinya, dengan sabar kyuhyun menarik tangan sungmin untuk naik keatas punggungnya, mau tak mau sungmin akhirnya naik keatas punggung kyuhyun dengn tangannya yang melingkar dileher laki – laki itu.

"pegangan dengan erat" kata kyuhyun agar sungmin tak jatuh, kyuhyun melangkahakan kakinya ke minimarket, sesampainya diminimarket kyuhyun mendudukin sungmin dikursi yang sudah disediakan setelah itu kyuhyun bergegas masuk kedalam mini market untuk membuat mie ramen.

"cha, makanlah selagi masih hangat"kata kyuhyun sambil menaruh ramen itu didepan sungmin dan segelas teh hangat untuk sungmin, kyuhyun segera duduk didepan sungmin dan memakan ramen yang ia buat karena ia sudah sangat lapar saat sedang menyantap ramennya kyuhyun melirik sungmin yang tidak menyentuh ramen sama sekali

"kau tak menyukainya?" tanya kyuhyun kepada sungmin yang melamun sedari tadi "baiklah kalau kau tak suka biar aku saja yang memakannya" kata kyuhyun lagi dengan kecewa karena sungmin tak mau memakan ramen yang ia sudah buat bahkan tehnya pun tak ia minum sama sekali. Sungmin segera tersadar ketika kyuhyun hendak mengambil ramennya itu.

"tidak, mianhae dokter cho aku akan memakannya" cegah sungmin yang menahan ramennya untuk tidak diambil oleh kyuhyun, ia jadi merasa tak enak hari dengan dokter cho karena sedari tadi dokter cho selalu menolongnya dan memperiakukannya dengan sangat sabar menghadapi sikap yang cuek itu. Sungmin terus memakan ramen dengan lahap, tanpa sungmin sadari sedari tadi kyuhyun terus menatapnya secara diam – diam.

"cha masuklah" kata kyuhyun yang menyuruh sungmin masuk kekamarnya, ya mereka saat ini sedang berada didepan kamar sungmin, setelah makan tadi kyuhyun mengantarkan sungmin ke asramanya sebenarnya sungmin menolaknya karena kyuhyun telah banyak menolongnya dan hari juga semakin larut tetapi kyuhyun bersikeras untuk tetap mengantar sungmin kekamarnya dan mau tak mau sungmin mengalah dan membiarkan kyuhyun mengantarkan ia kekamarnya. Dengan menurutnya sungmin masuk kedalam kamarnya setelah sungmin benar benar masukk kekamarnya kyuhyun berbalik dan melangkah meninggalkan kamar sungmin

"dokter cho" merasa ada yang memanggilnya ia menoleh kebelakang guna memastikan siapa yang memanggilnya tadi ternayata yang memanggilnya tadi adalah sungmin "gomawo" kata sungmin lagi dan menghilang dibalik pintu kamarnya, kyuhyun yang mendapat ucapan itu tersenyum dan melajutkan pejalanannya kembali kekamarnya yang berada dilantai dua.

** KYUMIN **

Pagi ini Unit Gawat Darurat dibuat ramai oleh pasien korban kecelakaan lalu lintas mereka adalah rombongan wisatawan yang inigin berkunjung ke Tongyeong namun ditengah perjalanan bus rombongan itu mempunyai masalah pada remnya sehingga mengakibatkan tabrakan yang mengakibatkan banyak yang menjadi korban dalam kejadian tersebut, ada puluhan lebih korban yang memenuhi ruang UGD sehingga semua perawat dan dokter lainnya terus mondar – mandir mengobati pasien korban kecelakan tersebut.

Sudah empat jam berlalu namun hanya beberapa pasien lagi yang membutuhkan penanganan khusus karena mereka mengalami luka yang parah dan diantara mereka harus menjalankan operasi kecil.

"siapkan berkas untuk pasien yang harus dioperasi" kata kyuhyun pada perawat kim.

"nde, dokter" kata perawat kim dan melangkah menuju meja perawat. Kyuhyun melangkahkan kakinya keruangannya guna mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah karena korban kecelakaan itu datang pada waktu subuh ia ditelpon oleh perawat UGD untuk datang karena keadaan darurat.

Ditempat lain sungmin masih sibuk mengecek data pasien tiba – tiba henry datang dan langsung berdiri disamping sungmin dengan tangan bersandar pada meja perawat "hai, butuh bantuan, nona manis?" kata henry sambil tersenyum bahagia "tidak" jawab sungmin singkat tanpa menatap henry.

"wae, kau tak boleh lelah sungmin-ssi" kata henry dengan lembut

"memangnya siapa kau?" tanya sungmin dengan ketus

"kau masih tak mengagapku sebagai kekasihmu, eoh?" Tanya henry kepada sungmin yang masih saja mendiaminya itu apalagi selama ini henry kira sungmin sudah mengagapnya sebagai kekasih tetapi nyatanya sungmin masih saja tak menggapnya siapa – siapa. Sungmin tak menjawab pertanya henry tetapi memilih pergi untuk mengerjakan hal yang lain daripada harus melayani pria aneh macam henry.

"sungmi-ssi ada yang mencarimu didepan" kata perawat lee saat sungmin sedang memeriksa pasien dan langsung pergi pergi kemeja perawat. Sungmin menaruh catatan pasien itu lalu melangkahkan kakinya kepintu utama UGD untuk melihat siapa yang mencarinya itu, karena belum ada yang mencarinya saat ia sedang bekerja seperti saat ini.

"sungmin-ssi" panggil seseorang yang melihat sungmin baru keluar dari ruang UGD, ketika sungmin menoleh asal suara itu berasal ia membulatkan matanya

"eoh-"

TBC

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Annyeong Chingu-dul saya datang lagi di Chap 2 ini, maaf ya updetnya lama karena saya harus menyelesaikan Chap selanjutnya dan juga sibuk menyelesaikan tugas sekolah saya.. ^^

Oh ya bagaimana kelanjutan di chap 2 ini tidak sesuai dugaan ya? Hehehe. Maaf ya jika dichap ini atau sebelumnya ceritanya sangat membosankan dan kurang menarik, sekali lagi mohon maaf.. thanks juga yang udah review, dan DM nanyain kapan updet lagi hehe. Saya janji jika view dan review bertambah banyak saya akan updet cepat karena satu review yang kalian berikan sangat berharga bagi saya... And see you next chap, byee!

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

Keep Support and Love Kyumin

And I'm JOYers...