Title : Aku Peri bukan Jin!
Author : sebongpuffin17
Genre : romance, fantasy and little humor.
Main cast : Kaihun, Markchan and Verkwan
.
"aku sudah bilang tidak ada alkohol dihadapanku, kalian lupa?"
Chanyeol dan Tao mengerling mata terheran-heran. "Aku tidak menawarkan ini padamu, sobat."Chanyeol menjawab santai sembari menegak cocktail digelas cantik yang tersemat diantara jemarinya.
"Dan kenapa ada para wanita diantara kita?"Jongin memekik risih sekarang, dia merasa terganggu akan kedatangan para wanita yang entah siapa yang mengundang dan bahkan sudah mulai memegang-megang kurang ajar setiap inchi tubuhnya. "Dont touch me, Lady. Bersikaplah sopan meskipun tugasmu untuk memuaskan nafsu orang."kalimat sarkas itu dihadiahi tawa ringan dari wanita seksi yang berhenti dari acara 'mari menjamah tubuh seksi, Jongin'.
"Baiklah, nak."Paparnya geli.
2 remaja lainnyapun tak suka akan kedatangan wanita itu. "sorry, ladies. Kami sudah membawa kencan kami sendiri."Chanyeol mengusir dengan lebih halus, para wanita itu mengangguk, mereka tak perlu sakit hati karena Jongin mengatakan sebenarnya dengan mata yang tulus.
Saat para wanita itu pergi tak lama datang dua orang lainnya. Satu pemuda berwajah chinese dan satu pemuda bermata bulat menggemaskan. "Hai, Chanyeol."sapa si pemuda Chinese mendekati Chanyeol memberi pelukan singkat pada Pemuda tampan berdimple menawan dipipi kirinya yang tirus.
Tao memundurkan tubuhnya, enggan menerima pelukan dari temannya yang memiliki senyum paling manis dan tampan yang pernah Ia lihat, "Go away, gege."tolakan itu mendapat cibiran dari pemuda chinese. "bilang saja kau gugup menerima pelukanku, Tao."
"hm."tanggap Tao tenang, saat si pemuda chinese duduk disampingnya dengan segera dipeluk erat pinggang itu dengan posesif. "I miss you, Ge."bisik Tao.
"stop it, Tao."sergah Lay a.k.a Zhang Yixing.
Chanyeol tertawa dengan suara bassnya, matanya melirik kepada pemuda bermata bulat yang masih berdiri dengan wajah Flatnya yang cute. "Duduklah, kau betah sekali berdiri disana. Tuan Do."
Kyungsoo berjengit, dia duduk dengan canggung disamping Chanyeol, menundukan wajahnya yang menawan. "Kau baru pertama kali, kesini?"tanya Chanyeol pada pemuda paling pendiam dikelasnya ini.
Kyungsoo hanya mengangguk. "kau benar Lay-hyung, Kyungsoo benar-benar irit bicara padahal suaranya merdu sekali."
"Aniki!"
Kai tak pernah sesebal ini, apa yang dilakukan Seungkwan disini, pemuda itu masih terlalu belia untuk masuk ke club dewasa seperti ini, well kalau ada Vernon dengan wajah Flatnya itu akan menjadi berbeda.
Walau sejak awal tidak pernah setuju akan hubungan keduanya toh Kai bisa apa saat Seungkwan telah berkaya 'ya', dia tak bisa berkata'jangan' apalagi pemuda bermarga Choi itu yang mendatangi dirinya dan tanpa basa-basi berkata akan menjaga Seungkwan selama Ia hidup, itu sudah cukup bagi Kai untuk tak bisa menolak, lagipula semenjak paman brengseknya menghilang entah kemana setelah menjual keponakannya dipasar gelap sebuah tempat pelelangan paling gelap yang pernah Kai tahu, sudah cukup bagi Kai untuk menjaga Seungkwan dari pria ataupun gadis mana saja. Bisa dibilang Seungkwan menjadi tanggung jawabnya semenjak Pemuda berwajah chubby tersebut mengalami hal kelam yang menyisakan trauma meski sekarang tak begitu parah.
"Kau mempengaruhi Seungkwan lagi."tuduh Kai jengah. Meskipun Dia sudah mempercayakan keselamatan Seungkwan pada Vernon tetap saja dia tidak akan pernah rela. Seungkwan menepuk pelan bahu Kai lalu tersenyum lebar, "Aku yang mengajaknya kesini, bukan dia yang mempengaruhi ku. Lagipula Vernonkan seumuran kalian, apa salahnya coba?"
"tidak ada salahnya, tapi kau yang menjadi masalah. Usiamu belum genap 16 tahun, bocah."
Vernon berdiri di depan Seungkwan ketika Kai berniat menjitak sadis pada kening Seungkwan seperti yang sering Vernon lihat dihari-hari sebelumnya, selama 2 bulan dia telah sah menjalin hubungan bersama pemuda berwajah chubby dengan suara merdunya yang membuat hati dingin Vernon jatuh hati.
"wuoh, kau gentle sekali sobat."puji Chanyeol tulus yang hanya diangguki Vernon, dia memeluk pinggang Seungkwan membawa pemuda itu untuk duduk dibagian sofa yang sedikit jauh dari Kai.
"Jangan ada alkohol, okay babe?"
Seungkwan mendengus, "Kau dengar itu aniki, di lihat dari sisi manapun. Kekasih ku ini lebih menyebalkan darimu."keluh Seungkwan.
Kai tersenyum menang sekarang, "putuskan saja dia, otouto."
"aku tidak mau, meskipun Seungkwan menginginkan hal tersebut -niisan."Vernon menjawab santai, matanya menyorot berani pada Kai, lalu beralih memandang Seungkwan yang termangu akan perkataanya barusan.
Kai menggerut, "Aku tidak sedang berbicara denganmu, flat boy."
"Hey, guys!"seruan itu menghentikan perseteruan dingin diantara Kai dan Vernon, dia adalah Junmyeon atau Suho, Dibelakangnya berdirilah Wu Yifan, pangeran paling didambakan setiap wanita yang mengidolakannya.
"Hei, dude. Dimana -hyungmu?"Kai bertanya tak sabaran. Dia memang ingin pergi sejak tadi.
"sebentar lagi, dude. Calon isterinya agak displin jadi aku yakin dia sedang merayu kekasih imutnya yang galak itu agar di izinkan ke sini."jawab Suho kalem, sebagai adik sah dari Kyuhyun , Yifan hanya mengangguk setuju akan penjelasan kekasih yang dikenal berhati malaikat itu.
"ini sudah jam 10, kalau kau tidak tahu."Tao memperingati dengan wajah kesal.
"Sabar 'kay. Hei, Yixing buat kekasihmu itu tak mengomel seperti mesin cerewet."kata Suho, mendudukan dirinya disamping Kyungsoo yang masih saja menunduk, Suho mengerjap. "Aku tahu kau, si silent boy itukan?"
"emm, ya."
"wuuu, aku tidak tahu kau mau datang dan bergabung bersama kami."
Lay mengangkat tangannya, "aku yang memaksanya datang -hyung. Kami tetanggaan."
Suho mengangguk paham, "nikmati suasana ini dengan caramu sendiri, buddy. Kau juga bagian dari kami karena kau satu kelas dengan kami."Suho memang seorang leader alias ketua kelas di kelasnya. Pembawaanya yang hangat dan pandai mempengaruhi orang untuk menjadi lebih baik menyebabkan pemuda bergaris wajah tampan itu menjadi ketua kelas, dimana isinya adalah murid-murid yang dianggap aneh di sekolahan bertaraf internasional yang dijadikan tempat belajar oleh mereka.
"Apa kau menyewa para ladies, huh?"tanya Tao.
Suho menukikan alis, "Nope. Ku rasa mereka tertarik dengan kalian saja."jawab pemuda berwajah charming itu malas.
"And Kris, Aku tau kau yang melakukan itu."
Kris yang asyik dengan mengecup kening Suho sejak tadi segera menghentikan tindakan mesumnya itu dan memandang Tao, "Memang aku."jawabnya datar.
"Kau menyebalkan Kris."umpat Kai sarat akan kekesalan.
"Santai saja, kalau tidak diminta oleh Gegeku, akupun tak mau menyewa mereka."jelas Kris lagi, kembali sibuk menjamah kening Suho tanpa lihat situasi.
"Oh, dammit Kris. Stop act like bastard!"risih Suho, tidak suka akan perlakuan Kris. "Ini didepan umum tau!"omelnya kemudian.
"pesan tempat lebih privasi saja kalau begitu -hyung?"saran Chanyeol disertai kerlingan genit.
"yeah, aku setuju denganmu. Sobat!"kemudian dua orang dengan tinggi tak berbeda jauh itu saling berhigh five mengabaikan Suho yang hanya mampu menggerutu.
.
Di waktu yang sama
Kerajaan Eshther
.
"Kakak ketiga akan pergi, aku ikut!"si bungsu bernama Mark tersebut mengeluh sebal saat kakak paling disayangnya itu akan pergi jauh darinya, meski tidak lama tetap saja dia tidak rela.
"Tidak bisa, ini bukan seperti kita berburu dihutan Evos, Adik bungsu."
"Aku tidak peduli."
"Ethlogan-Oh-Mark, dengarkan aku sebagai kakak ketigamu atau sebagai calon pangeran mahkota Ethlogan-Oh-Sehoon yang bila berhasil melakukan hukuman ini akan beralih menjadi Eshargon-Oh-Sehun menggantikan Paduka Ayahanda di singgasana."
(Ethlogan : gelar yang didapatkan sebagai Pangeran dari Kerajaan Eshther.)
(Eshargon : gelar bagi para Raja di Kerajaan Eshther).
Wajah Mark malah semakin tak suka, "Aku tidak mau dengar."
"Aku akan pergi ke dunia manusia."tegas Sehoon langsung pada inti permasalahannya.
Mark ternganga, Sehoon pikir pemuda belia ini akan mengurungkan niatnya ketika mendengar hal tersebut namun yang terjadi adalah hal sebaliknya. "ajak aku atau ku hancurkan hutan Evos hingga tak bersisa."
Sehoon menghela nafas, "kenapa kau keras kepala sekali, muncil."
(Muncil : peri muda, kisaran usia 1-16 tahun. Disini usia Mark masih 15 tahun)
Mark melipat tangannya, bibirnya tersenyum sinis."karena aku adikmu, munsor."
(Munsor : peri dewasa akhir, dari usia 30-100, umumnya sebutan bagi tetua desa)
Sehun membuka mulutnya lalu marah-marah"aku tidak setua itu, Muncil. Aku ini masih Munbar, sopanlah dengan orang yang lebih tua."nasehat Sehoon.
(Munbar : peri dewasa, dari usia 17 tahun hingga 25 tahun)
"kau mengatakan dirimu tua, Kak."Mark mengingatkan, "aku akan menghadap langsung pada paduka Ayahanda."sebelum Mark melangkah, jemari hangat milik Sehoon menghentikan langkah tegapnya yang selalu memancarkan aura berani dan berapi-api, sesuai kemampuan perinya.
"Aquos dan Aqiam, tidak akan pernah bersatu, mereka akan saling melukai. Biarkan aku yang menyampaikan niat terlarangmu ini, Muncil."
(Aquos : Air)
(Aqiam : Api)
(Aqion : Cahaya)
(Aquaroh : Angin/udara)
(Aqione : netral, biasanya dimiliki peri penyembuh, contoh sekarang adalah Sehoon sendiri)
Mark tersenyum sangat cerah dan senang, "Benarkah, Quiqui tidak berbohongkan?"
(Quiqui : kakak ketiga)
(Deidei : kakak kedua)
(Poiboi : adik bungsu)
(Giorion : Kakak pertama)
"iya, tapi berjanjilah untuk tetap mengunci mulut dan berdiri dengan tenang, jangan lakukan apapun walau Paduka Ayahanda berbicara kasar. Kau mengerti?"
"Baik, Quiqui."
.
Author note : Pendek y, hmm... Aku nggak mau panjang-panjang ahh.. Prcuma panjang kalo Gak ada yg review..
Thanks banget btw, udah ngasih review di Prolog...sbnernya chap. 1 prnah aku upload tpi acak adul jdinya aku ganti deh... Mksih banget buat salah satu "Review" udh ngsih tau kalo chapt itu kacau.
Dan terra janaa~...aku buat lagi dan jadilah chapter 1 yg sbnernya..
