Hot Recipe chapter 2

Darah lebih kental daripada air. Memang benar apa yang dikatakan banyak orang mengenai halitu. Kita satu darah. Satu susu ibu. Satu rahim dan satu tempat surga. Aku bisa merasakan bahagiamu. Aku bisa merasakan gundahmu. Bahkan aku bisa merasakan sakitmu. Tapi maaf, aku tak bisa melakukan hal sama denganmu. Untuk membuat orang lain terluka. Dan kehilangan orang yang mereka sayangi. Walaupun kita adalah saudara.

Tao POV

Seoul street, south korea

Aku berjalan dipelataran kota seoul. Masih sama seperti pertama kali aku tiba disini. Jalanan padat kendaraan dan orang berlalu lalang. Namun dari semua hal disini tak ada satupun yang aku ketahui. Entah alasan apa yang membuatku benar-benar kembali ke negeri ginseng ini. Ya, aku terlahir disini. Seoul, Korea Selatan. Walau di Akte lahirku tak tertulis hal karena kenangan terdahulu. Yang memnggores luka di banyak hati. Membuat aku terlupakan dan ditinggal. Aku terpisah dengan pinang dan lenteraku. Hyung dan eomma yang selalu kusayangi. Tapi aku kembali bukan karena mereka. Tentu karena Kris. Suami yang kucintai seumur hidupku. Dan entah mengapa hingga saat ini belum ada niatanku untuk bertemu dan bersua dengan mereka. Tidak siap? Mungkin atau entahlah akupun tak tahu

Drrt drtt ...

" yeobseyo ! Ne arasseo. Aku segera kesana"

Dan perjalanan ini berakhir ketika aku harus ke rumah sakit. Tempat suamiku bekerja. Dan tempat orang yang menarik perhatianku dirawat. Mereka baga alur. Yang mengalir dihidupku. Tak tahu kapan akan berhenti.

Seoul Hospital, South korea

" ada apa kris ?"

" apa kau bisa membantuku"

Kris. Suami ideal bagi setiap kaum hawa ataupun lelaki sepertiku. Terkadang aku merasa seperti orang asing. Jelas, bukankah ia tak perlu meminta izin ataupun takut sekedar meminta bantuan. Aku adalah pasangan hidupnya. Dan tentu akan kulakukan apapun banginya agar ia bahagia. Namu sulit bagiku untuk mengubahnya. Itu adalah karakter seorang kris. My Dragon Prince.

"sure. Everything for you babe "

Room 088

Aku ragu untuk membukan kamar inap ini. Bukan aku takut atau benci dengan pasien didalamnya. Tapi aku belum siap. Ia bagian dari memoriku. Kenangan buruk yang kembali hadir didepanku. Luhan. Ia tak benar-benar salah. Tapi ia adalah korban. Ia tak tahu apa-apa. Tapi ia harus menjadi tahanan disini. Aku yakin dia bisa kembali. Dan aku ingin menjadi jembatan itu. Ini bentuk rasa bersalahku. Walau aku tahu buka aku penyebab dia seperti ini. Tapi orang yang kusayangi. Dan ia benar-benar berhasil membuat luhan pergi dan terganti oleh jiwa lain. Terlihat kejam. Tapi aku tak bisa meyalahkannya. Karena ia tengah buta. Ia tengah sekarat. Akan tekanan hidup. Perasaan didalam hatinya. Dan cinta pertama tak pernah terbalaskan.

" Aniya. Jebal ka. Jangan sakiti aku"

Suara itu. Tidak teriakan itu. Benar-benar menyayat hati. Luhan, apa yang terjadi padamu. Segera kudorong pintu kamar. Dan aku terkejut dengan orang disisi Luhan. Dia, kenapa dia disini ?

Hospital Park

" Apa yang kau lakukan disini?"

Setelah melihat keadaan Luhan yang histeris aku membawa orang itu kemari. Ditaman rumah sakit yang rindang terselimuti udara sejuk. Tapi kami tak setenang angin. Mungkin hanya aku yang lebih dari normal sekedar bertemu dengannya. Tapi aku tak tahu dengannya. Bahkan raut wajahnya tak berubah. Tetap tenang dan menyimpan banyak rahasia. Tak ada senyuman. Tetapi sorot mata tajam yang mampu menembus jiwa dan merenggut nyawa.

" Bahkan kau lupa memanggilku Hyung, Tao "

" Apa masih bisa? Bahkan sepertinya kau benar-benar akan membunuhku saat itu."

" Kau dendam ? Ayolah itu hanya 10 tahun lalu."

" 10 tahun lalu. Dan membekas hingga kini"

" kau psikiater Luhan "

"..."

" Diam berarti benar"

" Berhentilah kumohon. Apa kau tak kasian melihatnya sekarang. Ia layak hdup bahagia"

" Hidup bahagia? Layak ? Lalu aku. Ini semua karena dia sendiri. Ia yang membunuh dirinya sendiri "

" jebal Hyung"

" Kau meminta? Benar-benar meminta. Aku mengenal mu Tao pasti kau iba dan merasalah bersalah kan ? Waw, bahkan kau masih memegang erat ikatan kita nae dongsaeng "

"Hyung kumoh-"

" apa kau takut akan suami mu ? Kau takut bahwa penyebab luhan gila adalah aku. Kakakmu. Eoh adikku seharusnya bila kau memang mencintainya kau harus membunuh luhan. Ia mrebut suamimu, adikku. Sama seperti ia merebut kekasihku. Dan aku berhasil membuat ia gila"

" Hyung aku memang adikmu tapi maaf. Aku bukan sepertimu"

" well, seprtinya kau memang teguh pendirian"

"Baekhyun hyung "

"Maaf Tao, tapi aku tak bisa mengubah pikiran "

Dan di sore itu, aku bertemu dengannya. Tak ada pelukan hangat. Tak ada kata-kata rindu. Ia tetap seperti dulu. Baekhyun hyung. Ia masih buta. Kapan ia akan kembali menjadi dirinya sendiri ?