Pairing : Narusaku(Naruto x Sakura)
ShikaIno(Shikamaru x Ino)
THE RED THREAD DESTINY
Wah makasih buat reviewnya iya ini aku emang terinspirasi sama Fanfictionnya Kak Night tapi aku usahain kebelakangnya bakalan beda kok.
Wah makasih yah dukungannya ni udah lanjut hehehe diusahain tetep happy ending semangat buat NaruSaku hohoho
Selamat membaca tetep author awam ini masih membutuhkan review agar lebih baik. (^-^)9
Chapter 3 : Like or Not It Is Destiny
Summary : Setelah pernikahan mereka diadakan, berarti sudah secara resmilah hubungan mereka menjadi sepasang suami istri. Sakura dan Ino mau tidak mau harus ikut tinggal di rumah orangtua suami mereka. Shikamaru yang masih mempunyai kekasihpun harus memutuskan kekasihnya tersebut, karena sekarang dia telah mempunyai istri yaitu Ino dan dia juga harus belajar mencintai istrinya tersebut. Begitu juga Naruto mulai sekarang dia juga harus menjaga jarak dengan Hinata, karena dia tidak ingin menyakiti hati istrinya yaitu Sakura.
Kediaman Namikaze
Mulai hari ini Sakura akan terus tinggal dirumah suaminya setelah kemarin dia resmi menikah dengan seorang Namikaze Naruto. Disinilah dia sekarang didepan pintu rumah mewah kediaman keluarga Namikaze bersama tou-san nya. Disaat pintu terrbuka nampaklah sepasang suami istri yang ia tafsir pasti mertuanya.
"Kyaaaaa, Saku-chan selamat datang dikeluarga Namikaze, ah kau pasti kaget yah bertemu aku lagi perkenalkan aku Kushina ibu Naruto, yang waktu itu terimakasih yah Saku-can aku senang kaulah yang jadi istri Naruto" jelas Kushina panjang lebar.
"I-iya bi sama-sama" jawab Sakura takut-takut
"Panggil aku kaa-san Sakura mulai sekarang kau juga anakku kan?"
"Iya kaa-san"
"Ayo Sakura-chan kuantar kau ke kamar" ajak Naruto ramah pada istrinya.
"Iya Naruto-kun, kami permisi dulu kaa-san,tou-san" pamit Sakura pada semua orangtuanya
"Sini Sakura-chan kubawakan tasmu" tawar Naruto
"Terimakasih Naruto-kun" jawab Sakura malu-malu
"Iya jangan sungkan lagi meminta bantuanku Sakura-can aku kan suamimu dan mulai sekarang ini juga rumahmu kan?"
"Iya Naruto-kun"
Naruto dan Sakura telah sampai didepan pintu kamar Naruto yang berada dilantai dua.
Kamar tersebut luas dengan dinding bercat putih ranjang king size dengan balkon disebelah kiri ranjang terdapat meja belajar dikanan ranjang menghadap tembok.
"Aku bantu menata bajumu ya Sakura-can?" tanya Naruto
"Iya terimakasih Naruto-kun" jawab Sakura pelan
"Setelah ini kebawah ya Sakura-can?"
"Iya Naruto-kun"
Kediaman Nara
Ino telah sampai dirumah mewah mertuanya, ibu dan ayah mertuanya telah menunggunya didepan pintu rumah. Shikamaru pun langsung menghampirinya untuk membawakan tas dan barang bawaannya yang berat masuk kerumah.
"Kyaaaa,menantuku memang cantik sekali kalau dari dekat" teriak Yoshino semanagat
"Iya terimakasih bibi" jawab Ino sungkan
"Panggil aku ibu Ino-chan karena kau mulai sekarang adalah putriku"
"Baik ibu"
"Ayo kuantar kau ke kamar" ajak Shikamaru pada istrinya dan memnggenggam tangan Ino menaiki tangga menuju kamarnya dilantai dua. Saat masuk kamar Shikamaru dada Ino masih berdetak kenxang karena ini pertama kali baginya masuk kekamar cowok kecuali kamar kakak laki-lakinya pasti.
"Semua yang ada disini juga milikmu sekarang,kalau ada apa-apa bisa kau tanyakan padaku karena kau juga bagian dari keluarga ini. jelas Shikamaru dari balkon kamarnya
"Baiklah Shika" jawab Ino singkat
"Besok kita akan berangkat kesekolah seperti biasa dan kamu juga masih memakai nama Yamanaka Ino seperti sebelumnya bukan sebagai Nara Ino karena seperti perjanjian awal dengan para orangtua kita masih harus menyelesaikan sekolah kita walau kita sekarang sudah menikah"
"Iya aku juga ingat itu Shika"
"Ck mendokusai"
Esok Paginya Konoha High School
Tidak seperti biasanya dua gadis cantik ini membawa mobil mereka sendiri karena memang mereka tak mau merepotkan mertua mereka juga tak tega dengan sopir mereka yang justru tambah kesulitan jika masih mengantar jemput mereka padahal mereka sudah tidak tinggal dirumah utama mereka lagi. Sakura berangkat pagi dengan Aston Maryin One merah kesayangannya dan Ino dengan Koenisegg Agera R abu-abunya. Sebenarnya mereka berdua sekarang bertetanggaan tetapi Sakura tak ingin merepotkan Ino begitupun sebaliknya karena mulai hari ini Ino akan mengikuti ekstra cheers dan juga Sakura telah menjadi anggota OSIS jadi mereka berdua sama-sama sibuk dengan kegiatan masing-masing. Suami mereka? sebenarnya Naruto dan Shikamaru telah memaksa istri mereka untuk berangkat sama-sama tetapi dua gadis itu punya seribu satu alasan hingga membuat suami mereka menyerah untuk membujuk mereka lagi.
"Sakura-chan hati-hati yah jangan mengebut kalau ada apa-apa langsung telpon aku" kata Naruto di jendela mobil Sakura cemas
"Iya Naruto aku sudah biasa menyetir sendiri jangan berlebihan dong kau ini, baka" jawab Sakura menenangkan suaminya
"Yasudah tuh mobil Ino menunggumu hatti-hati yah sampai nanti"
Para istri memang berangkat lebih pagi karena tidak ingin menimbulkan kecurigaan disekolah mereka nanti jika mereka berangkat bersama.
Setengah jam dua gadis cantik ini tiba disekolah dan telah berada di dalam kelas mereka. Datanglah 4 mobil pangeran sekolah.
Saat Istirahat Sekolah
Sakura dan Ino kembali mendatangi ruang musik untuk menyalurkan hobi keduanya yaitu bermain alat musik dan menari. Tak kalah ramai dengan pertunjukan sebelumnya hari inipun banyak pasang mata menyaksikan aksi duo gadis cantik ini tak luput juga dari dua pangeran sekolah ikut terpesona aksi mereka yaitu Uchiha Sasuke dan Shimura Sai yang sampai tak berkedip menyaksikan aksi dua gadis diruang musik tersebut.
"Mereka sangat cantik yah Sasuke?" bisik Sai pada Sasuke
"Hn" jawab Sasuke singkat
"Aku mengincar yang menari berambut pirang"
"pink"
Setelah mereka berdua menyelesaikan aksinya banyak tepuk tangan yang mereka dapat tak hanya itu bahkan 2 kakak kelas mereka yang tak lain pangeran sekolah menghampiri mereka.
"Maaf mengganggu nona, kalau boleh tau siapa nama mona dan temannya itu? aku Shimura Sai dan ini temanku Uchiha Sasuke aku ingin lebih mengenal kalian kalau kalian tak keberatan" jelas Sai panjang lebar dengan tersenyum dan mengulurkan tangan kearah Ino
"Ah iya kak, namaku Yamanaka Ino dan dia temanku Haruno Sakura salam kenal juga kak Sai" jawab Ino cepat menjabat tangan Sai
"Bisakah kita berteman?"
"Tentu bisa kak" Sakura menjawab tawaran Sai ramah
"Permainan pianomu hebat" ucap Sasuke menatap Sakura
"Terimakasih kak" jawab Sakura canggung
"Bukankah kau juga mahir bermain piano Sasuke sungguh hebat jika kalian berdua berduet lain waktu" sela Sai pada Sasuke
"Hn"
"Benarkah itu kak Sasuke?" tanya Sakura semangat dia memang selalu semangat jika ada orang yang berhobi sama dengannya
"Boleh dicoba" jawab Sasuke tersenyum kearah Sakura
"Jadi kalian sudah lama melihat latihan kami?" tanya Ino menatap 2 pemuda dihadapannya kini
"Yah bisa dibilang begitu, kami sungguh terkesan dengan kemampuan kalian" jawab Sai menatap mata blue sky milik Ino
"Jadi apa kalian ada waktu setelah ini? bagaimana kalau kita ke kantin bersama?" tawar Sasuke menatap hijau emerald milik Sakura
"Tentu. dengan senang hati anggap ini salam perkenalan kita" sahut Ino bersemangat
Di Lapangan Basket
Naruto sedang berlatih dengan tim basketnya Juugo,Suigetsu,Pein,dan Kankuro. Dia sangat lincah dan hebat dalam mendrible bola basket tersebut. Tak seorangpun teman berlatihnya itu berhasil merebut bunda bundar itu dari tangannya. Banyak fans wanita terus meneriaki namanya dari pinggir lapangan. Memang dengan keadaan Naruto sekarang akan banyak gadis yang langsung pingsan hanya dengan menatapnya. Berbeda dengan Naruto sahabatnya Shikamaru sedang berbaring disalah satu kursi dan disampingnya telah duduk Temari kekasihnya yang tak bosan memarahi kemalasan pemuda tersebut. Disamping Temari juga telah ada seorang gadis cantik berambut indigo yaitu Hyuuga Hinata yang terus menatap Naruto yang sedang berlatih.
"Hosh hosh hosh terimakasih Hinata-chan" ucap Naruto menerima handuk dan botol minum dari Hinata
"Sama-sama Naruto-kun" jawab Hinata menundukkan wajahnya
"Istirahat hampir habis ayo kembali ke kelas Hinata-chan, Shika ayo ke lelas" teriak Naruto
"Hn, ayo Temari ke kelas" ajak Shikamaru pada Temari
"Iya,eh tunggu aku Shika , kau ini suka sekali sih bertindak sesukamu!" protes Temari pada kekasihnya itu
"Ck mendokusei"
"Na-naruto-kun tunggu aku" teriak Hinata berlari mengejar Naruto
"Ah maaf Hinata-chan jalanku kecepetan yah?" ucap Naruto berhenti dan menunggu Hinata sejajar dengannya
"NARUTO" panggil Shikamaru dan berbisik pada Naruto untuk melihat kanan mereka dan ternyata disana ada 2 pangeran sekolah yang lain sedang lewat tetapi bukan itu yang Naruto dan Shikamaru perhatikan melainkan dua gadis cantik yang bersama mereka berambut pink dan pirang. Tak salah lagi dua gadis itu istri mereka dan sepertinya mereka dari kantin bersama. Kenapa bisa? itulah yang sekarang sedang menjadi pertanyaan didua kepala pemuda tampan ini.
"Jangan berbuat mencolok Naruto atau kita akan ketahuan" jelas Shikamaru
"Aku mengerti Shika" jawab Naruto menahan marah
"Kalian berdua kembali kekelas dulu ada urusan mendadak antara aku dan Naruto" jelas Shikamaru pada Temari dan Hinata
"Baiklah kalian juga cepat kembali kekelas yah, ayo Hinata" jawab Temari dengan menggandeng tangan Hinata
Atap Sekolah
"Cih sialan si brengsek Uchiha itu awas saja mendekati Sakura-chan" umpat Naruto kesal pada Shikamaru
"Kau mulai menyukai istrimu eh?" tanya Shikamaru sarkastik
"Tidak juga aku hanya tak suka istriku bersama pria lain apalagi dengan si brengsek playboy Uchiha itu memang kau tak kesal Ino dengan muka mayat itu Shika?"
"Entahlah aku juga bingung"
"Hah kau ini Shika kau belum memutuskan Temari juga?"
"Aku masih bingung Naruto satu sisi aku masih menyukai Temari tetapi sisi lain aku sudah punya istri entahlah ini sungguh merepotkan"
"Hahaha aku masih beruntung aku ini cuman teman dengan Hinata-chan"
"Cih mendokusei"
"Ah Sakura-chan memberiku kabar bahwa setelah rapat OSIS nanti dia ke caffe bersama Ino, aku suruh menyampaikannya padamu juga, bagaimana Shika?"
"Ijinkan saja Naruto mereka juga butuh waktu refresing, bilang ke Sakuramu itu Ino jangan sampai terlambat makan malam"
"hahaha kau ini lucu Shika sejak kapan kau perhatian dengan seorang gadis? Temari saja entah kau perhatikan atau tidak, mulai menyukai istrimu heh?"
"Cerewet kau, ayo ke kelas"
"Hahaha iya Shika"
Heaven Caffe
"Ne Ino pig" panggil Sakura
"kenapa forehead?" jawab Ino
"Menurutmu aneh tidak sih si Uchiha dan Shimura itu mendekati kita?"
"Entahlah yang pasti kita harus menjaga jarak dengan mereka karena status kita kan sekarang istri orang forehead"
Iya pig aku tahu itu aku juga gak mau melukai hati Naruto"
"Kau sudah mulai menyukainya eh?"
"Entahlah Pig ini rasa suka atau hanya menghargainya aku gak bisa menjelaskan"
"Aku juga forehead si pemalas itu sudah memutuskan hubungannya dengan kekasihnya Temari itu saja aku gak berani menanyakannya forehead"
"Aku juga pig gak berani bertanya pada Naruto kenapa si Hinata itu terus bersamanya"
"Ah kenapa kita yang memendam perasaan tidak nyaman ini sih forehead"
"Betul pig, ah topik yang tadi kita bicarakan ada disini pig"
"Ah apa sih forehead" melihat jendela kaca diluar caffe yang terparkir Hennesey Venom dan Mclaren F-1 milik Uchiha dan Shimura. Pemilik mobil tersebut langsung memasuki caffe dan terkejut saat menatap dua gadis cantik 2 meja didepannya. Tak mengjabiskan waktu lagi dua pemuda tampan tersebut menghampiri meja 2 gadis cantik tersebut.
"Wah kita bertemu lagi" sapa Sai ramah
"Iya Sai kebetulan sekali" jawab Ino tak kalah ramah
"Boleh kami bergabung dengan kalian?"
"Tentu kenapa tidak"
"Kalian membawa mobil sendiri?" tanya Sasuke menatap 2 mobil mewah disamping mobilnya yang terparkir rapi didepan caffe
"Ah iya Sasuke kami memang biasa membawa sendiri" jawab Sakura
"Hn, tidak keberatan kau nanti berkeliling daerah ini denganku sebentar Sakura?"
"Ah tentu pasti menyenangkan kebetulan aku belum sempat berkeliling"
"Kau sudah memesan makanan?"
"Ah aku sudah selesai kok"
"Kalau giti sekarang saja karena kita gak ingin pulang kemalaman kan?"
"Baiklah, aku duluan yah pig" pamit Sakura pada Ino
"Iya hati-hati forehead jangan sampai terlambat pulang dan ingat apa yang kita bahas tadi" jawab Ino
"Iya aku tau pig"
Setelah melihat kepergian sahabatnya Ino hanya berdua saja dalam caffe ini terjebak bersama pemuda tampan berkulit pucat,Sai.
"Jadi hanya tinggal kita berdua heh" sahut Sai mencaitkan suasana canggung diantara keduanya.
"Sapertinya begitu Sai"
"Jadi selain menari apa kegiatan yang kau sukai Ino-chan?"
"Hem sepertinya aku suka mengobrol"
"Kalau begitu aku bisa menemanimu mengobrolkan?"
Tentu saja, kudengar kau seorang pelukis yah Sai?"
"Ah bisa dibilang begitu"
Disebuah perkebunan bunga yang luas terparkirlah 2 mobil mewah Aston milik Sakura dan Hennesey milik Sasuke. Mereka berdua berdiri disamping menikmati kebun bunga didepan mata mereka.
"Wah kirei kebyn bunga disini aku baru melihatnya Sasuke, terimakasih yah membawaku kemari" ucap Sakura memandang bunga-bunga didepannya
"Hn lain kali kita kesini lagi kalau kau mau"
"Ah terimakasih"
"Sebentar lagi matahari tenggelam kita bisa melihat dari sini"
"Benarkah? ah indah sekali saat matahari terbenam disini"
"Aku harus pulang Sai, ini sudah hampir malam aku akan menelpon Sakura dulu"
"Iya baiklah Ino kalau begitu aku duluan yah"
"Iya terimakasih untuk hari ini Sai"
"Aku juga senang Ino bye"
"Moshi-moshi, Saku kau kemana saja ayo kita pulang kalau tidak kita terlambat pulang" ucap Ino di telepon
"hiks hiks hiks Ino-chaaaaan tolong aku aku tadi terpisah dengan mobil Sasuke sekarang aku di tengah kebun bunga sendiri Ino tolong aku,aku sangat takut hoks hiks hiks" jawab Sakura diseberang telepon
"APA? oke jangan panik aku akan mencarimu tunggu disana jangan kemana-mana"
"Iya Ino ah batereiku habis pig"
"Ah Sakura? duuuh kenapa ponselnya mati segala sih"
Ino mengemudikan mobilnya menuju lokasi yaang ditunjukan Sakura.
Dua jam sudah Ino berkeliling kebun bunga tetapi tak juga ditemukannya mobil Sakura, dia sudah mulai panik dan khawatir karena mengingat Sakura phobia dengan kegelapan dalam sendiri. Suaminya Shikamarupun berulang kali menelpon dia karena sedang sibuk mengemudi tak sempat dia terima telepon dari suaminya itu. Akhirnya dia menyerah dan menepi disalah satu sudut jalan guna menerima panggilan sang suami dengan menangis karena khawatir.
"Ino kau kema" ucap Shikamaru khawatir terputuskan teriakan isaaak tangis istrinya disebrang sana
"Shiiikkkaaaaaa hiks hiks hiks bagaimana ini aku sudah mencarinya dan berkeliling tapi belum kutemukan juga padahal haro sudah malam hiks hiks hiks"
"Ada apa sebenarnya jelaskan padaku pelan-pelan"
"Saku-Sakura tersesat ditengah perkebunan bunga sendiri dan ini sudah malam aku sudah 2 jam berkeliling mencarinya tapi tak kutemukan juga padahal Sakura punya phobia kegelapan kutakutkan dia akan histeris sama seperti dulu Shika.. bagaimana ini aku takut, aku takut Sakura kenapa-napa Shika hiks hiks hiks"
"Tenanglah aku akan segera menyusulmu kesana dengan Naruto sekarang dimana kau berhenti? baik aku kesana sekarang"
Secepat kilat Shikamaru mengambil jaket dan kunci Lykan kesayangannya ketempat Ino. Tak lupa dia mengajak Naruto yang juga khawatir dengan keadaan Sakura istrinya.
"Shika Ino sudah pulang? kenapa Sakura-chan belum pulang juga" ucap Naruto didepan gerbang menemui Shikamaru.
"Ikut aku Naruto cepat! akan aku jelaskan dalam mobil" bentak Shikamaru dan memaksa Naruto masuk mobilnya.
Dalam perjalanan Shikamaru mengebut dan menjelaskan keadaan kedua gadis yang mereka khawatirkan. Naruto tampak kalut dan langsung mengkhawatirkan keadaan istrinya.
"Ino, buka pintunya ini aku" ucap Shikamaru mengetuk jendela mobil Ino
"Shikaaaa hiks hiks hiks gimana ini?" jerit Ino dengan tangisnya"
Naruto sudah berkeliling dengan mobilku mencari Sakura kita juga bantu dia mencari"
Iya Shika maaf membuatmu khawatir"
"Dasar bodoh , kalau ada apa-apa kusuruh menghubungiku kan?"
"maaf aku tadi sangat kalut"
"Dasar cengeng"
"SAKURA-CHAN BUKA PINTUNYA INI AKU NARUTO" teriak Naruto dijendela mobil Sakura
"Na-Naruto" teriak Sakura dan membuka pintu Astonnya
"Sakura-Chan tenang tidak apa-apa ada aku sekarang"
"Hiks hiks hiks takut...aku takut Naruto... aku takut" tangis Sakura dalam pelukan Naruto badannya terus gemetar karena ketakutan..
"Tenang Sakura-chan aku ada disini sekarang tak usah takut lagi yah" ucap Naruto menenangkan istrinya yang rapuh itu
Sakura terus memeluk Naruto, dan Narutopun menyuruh Shikamaru membawa mobilnya kembali setelah Ino melihat keadaan Sakura yang sudah ditemukan dia merasa lega. Setelah itu Shikamaru dan Ino mengendarai mobil mereka masing-masing. Dan dibelakang mereka Aston Sakura dikendarai Naruto. Karena memang tak mungkin Sakura menyetir dengan keadaan seperti itu. Sakura tertidur dimobil setelah kelelahan menangis tapi gemetar ditubuhnya tak kunjung hilang. Inilah yang membuat Naruto khawatir.
TBC
