Prince Hadhi ESP

Presents

Side Story of "60 Days"

.

.

.

"HURT 2 HEART"

.

.

.

A ChanBaek, KaiSoo and HunHan fanfiction

.

.

.

This is a Beginning Story

.

.

.

Setahun berlalu, kehidupan rumah tangga Baekhyun dengan Chanyeol berjalan dengan bahagia. Kebahagiaan mereka bertambah dengan kehadiran Chanhyun—anak mereka—yang kini genap berusia dua tahun. Chanhyun kini bisa berjalan dan pastinya merepotkan kedua orang tuanya.

"Sudah tidak ada yang lupa. Yeol?" seru Baekhyun dari arah meja makan,yang sibuk menyuapi Chanhyun

"Hmm, aku rasa tidak, Baek" jawab Chanyeol, dia mendorong sebuah koper besar berwarna hitam. Minggu ini dia ditugaskan perusahaannya untuk dina diluar kota. Awalnya Chanyeol menolak, karena dia tidak ingin meninggalkan Baekhyun dan Chanhyun berdua dirumah selama seminggu. Namun, Baekhyun yang memaksa Chanyeol agar mau melakukan perjalanan bisnis itu.

Karena perjalanan bisnis itu adalah bentuk kerja sama perusahaan asing dengan perusahaan Chanyeol, yang nantinya akan menaikkan sahan perusahan Chanyeol. Otomatis perusahaan Chanyeol pun reputasinya akan baik dimata perusahaan lainnya.

Baekhyun membersihkan sisa bubur yang ada ditepian bibir Chanhyun, setelah dirasa bersih dia menghampiri suaminya itu, membenarkan dasi yang dipakai Chanyeol. "Jaga diri baik-baik"

"Iya sayang"

"Jangan lupa makan"

"Siap"

"Jangan lupa istirahat, kalau badanmu sudah lelah lebih baik istirahat. Jangan memaksakan diri untuk bekerja terus"

"Oke"

"Jangan lupa menghubungi kami"

Chanyeol tersenyum menatap Baekhyun, dia mendekatkan wajahnya kearah Baekhyun dan mengecup lembut bibir Baekhyun. "Kau itu cerewet sekali, Baek. seperti aku akan pergi dan tak pernah kembali lagi."

Baekhyun merona mendapat perlakuan seperti itu, dia memukul lengan Chanyeol. "Dasar tukang mencuri, seenaknya saja menciumku. Hey tuan Park, kau itu mudah lupa, jadi kau itu memang harus selalu diingatkan"

Chanyeol mengecup kembali bibir candu itu, "Iya suamiku, terima kasih banyak atas segala perhatian dan cinta yang kau berikan padaku. Aku mencintaimu, Baekhyun-ah"

Baekhyun tersenyum membalas senyuman yang diberikan Chanyeol padanya, "Aku juga mencintaimu suamiku, Park Chanyeol. Jaga diri baik-baik"

"Kau juga, Baek" Chanyeol mengecup kening, kedua kelopak mata, hidung, kedua pipi dan yang terakhir hidung Baekhyun. "Ahh, aku juga ingin pamit dengan anak kita."

Chanyeol mendekati Chanhyun yang sedangang asik menghambur-hamburkan bubur miliknya. Chanyeol menggendong bayi itu, "Anakku, Appa pergi dulu ya. Jangan nakal, jaga Eomma baik-baik ya"

"Ta ta ta ta" respon Chanhyun. Chanyeol tersenyum, dia mengecup Chanhyun berulang kali.

Chanyeol memberikan Chanhyun pada Baekhyun, "Aku pamit dulu."

"Hati-hati"

"Iya sayang"

.

.

.

"Kau jangan menggodaku terus, Kai" Kyungsoo mencoba menahan tangan Kai yang sedaritadi tak hentinya menggelitiki perut Kyungsoo.

"Kau itu menggemaskan Baby"

"Sudah .. Hahhaha ... geli ... geli .. hahahahahha"

Baekhyun yang sedaritadi sudah berada dimeja kerjanya hanya memasang senyuman pada dua pasangan itu, bahkan saat Baekhyun memasuki ruangan mereka berdua tidak menyadarinya., saking asyiknya mereka dengan dunia mereka.

"Serunya" gumam Baekhyun, seketika membuat candaan Kai dan Kyungsoo terhenti seketika.

"Eh, Baekhyun, kapan kau datang?" Tanya Kai dengan santainya.

"Emmm .. " Baekhyun melihat jam tangan miliknya, "10 menit yang lalu"

"O—oh, maaf kami tidak melihatmu datang, Baek" seru Kyungsoo yang merasa malu, sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

Baekhyun kembali tersenyum, "Tidak apa, Soo. Aku maklum kok, kalian kan baru beberapa bulan menikah. Jadi wajar saja masih mesra-mesranya"

Kai dan Kyungsoo mendekat kearah Baekhyun, mengambil bangku dan duduk didekatnya.

"Kau dan Chanyeol apa kabar, Baek?"

Baekhyun yang ingin memulai pekerjaannya, menghentikannya. "Hmmm, baik-baik saja, Kai. Sekarang dia sedang diluar kota"

"Untuk?"

"Urusan kantor katanya"

"Kau percaya?—Aw" Kai mengaduh sambil mengusap kepalanya yang terasa agak sakit karena dipukul dengan pena oleh Baekhyun.

Baekhyun tersenyum, "Tentu saja, dia itu suamiku. Aku sebagai pasangan hidupnya, seharusnya memang harus mempercayainya."

"Sakit sayang?" tanya Kyungsoo sambil membantu mengusap lembut kepala Kai.

"Iya sayang sakitnya disini" Jawab Kai manja, Baekhyun hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah pasangan itu. dia kembali melanjutkan pekerjaannya.

Drrttt drrttttt drttttt

"Baby, ponselmu bergetar" Seru Kai saat ponsel milik Kyungsoo bergetar dimeja kerjanya. Kyungsoo mengambil ponselnya, dilihatnya layar ponsel itu. ada sebuah panggilan masuk dengan nomor internasional.

"Halo ... Ahh, kapan kau sampai? Oke, aku akan menjemputmu" Kyungsoo mengakhiri panggilannya.

"Siapa?" Tanya Kai yang sedaritadi memperhatikan percakapan Kyungsoo bersama Baekhyun.

"Sahabatku dari China, dia sudah ada dikorea sekarang. Ayo sayang kita jemput dia" Jawab Kyungsoo antusias.

"Jemput dia?"

"Iya, untuk beberapa hari dia akan menginap dirumah kita, setelah itu dia sudah menyewa sebuah kondominium dikawasan seoul"

"Hmmm, oke ayo"

"Baek, kami tinggal dulu ya"

"Oh, oke. Hati-hati ya"

Kai dan Kyungsoo melambaikan tangan mereka sambil melemparkan senyuman kearah Baekhyun, tentu saja Baekhyun membalasnya.

"Sahabat Kyungsoo? Dari China? Selama ini aku tidak pernah tahu Kyungsoo mempunyai sahabat dinegara lain" Gumam Baekhyun sendirian, "Entahlah, mungkin dia memang punya"

.

.

.

"Hai, Lu" pekik Kyungsoo dari kejauhan sambil melambaikan tangan pada seorang berambut blonde dengan kacamata hitam yang bertengger diwajah manisnya.

"Hai" balasnya

"Maaf lama"

"Tidak apa-apa, Soo. Tidak apa kan aku sementara dirumahmu, Soo?"

Kyungsoo melirik Kai sejenak, "Suamiku bilang dia setuju-setuju saja, Lu"

Luhan mengerutkan keningnya, "Suami?"

Kyungsoo menepuk keningnya, "Ahh, aku lupa. Kenalkan pria disampingku ini suamiku, namanya Kim Jongin"

"Kau itu kebiasaan, Soo" Luhan tersenyum kearah Kai, dia menjulurkan tangannya, "Hai aku Xi Luhan"

Kai tersenyum dan memjabat tangan Luhan, "Aku Kim Jongin biasa dipanggil Kai dan aku ini Suami dari Kyungsoo"

Netra itu saling berpandangan satu sama lainnya, semilir angin memperkenalkan sebuah getaran hangat diantara mereka.

"Senang berkenalan denganmu, Kai"

"Senang berkenalan denganmu juga, Luhan"

"Ayo kita pulang, pasti kau sangat Lelah kan Luhan?" Pertanyaan Kyungsoo membuyarkan pandangan mata Kai dan Luhan. Mereka berdua dengan cepat melepas jabatan tangan mereka.

"Ah benar" Luhan mengangkat koper biru muda miliknya. Namun, dengan cekatan Kai yang mengambil alih koper itu.

"Sepertinya Kau sangat lelah karena perjalanan jauh, lebih baik aku saja yang membawakan kopermu ini."

"O—oh, terima kasih banyak Kai"

Kai berjalan terlebih dahulu diiringi Kyungsoo, Luhan melihat keduanya berjalan mendahuluinya didepan. Kedua matanya hanya fokus pada orang yang tengah membawakan koper miliknya.

"Pria yang menarik"

.

.

.

Seminggu berlalu, Chanyeol sudah kembali dari perjalanan bisnisnya dan kembali bekerja dikantornya seperti biasanya. Chanyeol berangkat terburu-buru pagi ini, dia bilang ada rapat mendadak sampai dia melupakan sarapannya.

Tentu saja Baekhyun memakluminya, suaminya itu akhir-akhir ini sangat sibuk sekali. Sampai jarang bermain dengan Chanhyun. Baekhyun pun menyiapkan bekal untuk Chanyeol, untuk bisa dimakan Chanyeol nantinya.

"Nah sudah selesai, sayang Eomma pergi dulu ya, kau jangan nakal dengan Halmeoni, okeh?" tanya Baekhyun pada Chanyun yang sedang asik memakan biskuit bayi dipangkuan Sooyoung.

"Eomma, aku titip Chanhyun ya"

Sooyoung mengangguk, "Iya, kau jangan khawatir, biasanya juga kau menitipkan pada Eomma"

Baekhyun mengangguk, di mengecup kening Chanhyun, "Eomma pergi dulu sayang"

Chanhyun melihat Baekhyun, "Ma ma ma, da da da"

Baekhyun tersenyum sambil mengusap kepala Chanhyun, "Dadah"

.

.

.

"Oppa, ini minumanmu" seorang gadis dengan pakaian minim yang dikenakannya sedang membawakan segelas kopi kearah seorang pria yang sedang fokus dengan laptop miliknya.

"Letakkan saja disana, Hye Jin" tukas Chanyeol tanpa melepas pandangannya dari layar Laptop.

Tiba-tiba laptop itu ditutup oleh gadis itu,"Sudah, Oppa tampak sangat lelah lebih baik istirahat sejenak"

"Hye Jin-ah, sudahlah jangan mengganggu pekerjaanku. Kau pergi saja dan terima kasih atas kopinya"

Gadis itu tertawa kecil, dia perlahan mendekati Chanyeol. Dia adalah rekan kerja dari Chanyeol, bisa dibilang dia adalah bos dari atasan Chanyeol yang juga masa lalu Chanyeol. Ya, dia adalah mantan kekasih Chanyeol saat Chanyeol duduk dibangku SMA dulu sebelum dirinya bertemu dengan Baekhyun.

"Oppa tidak pernah berubah, kau selalu saja serius pada sesuatu sampai menyita perhatianmu begitu"

Chanyeol mengusap wajahnya sejenak, menahan amarah hatinya. "Hye Jin, sudahlah kau kembali kerja sana. Aku ingin menyelesaikan pekerjaanku"

Hye Jin mencondongkan dadanya kearah Chanyeol, Chanyeol dengan jelas melihat belahan dada milik Hye Jin.

"Kenapa? Oppa ingin ini?" Hye Jin makin mencondongkan dadanya.

"He.. hentikan Hye Jin, Jebbal"

Hye Jin menarik dasi milik Chanyeol, "Oppa, aku tau kau menginginkannya bukan?

Satu kenangan yang kembali melempar jauh Baekhyun pada masa dimana pertaa kalinya dia melihat suaminya berciuman dengan sahabat baiknya, Kyungsoo. Namun kali ini berbeda, Baekhyun benar-benar ditampar untuk kesekian kalinya oleh sesuatu yang dilihatnya saat ini. Suaminya berciuman dengan seorang wanita.

"Kau lebih baik tidak melihatnya" Seseorang menarik tubuh Baekhyun, membawanya masuk kedalam dekapannya. "Akan terasa sakit jika kau terus melihatnya"

Baekhyun tentunya terkejut bukan main saat tiba-tiba ada seseorang yang memeluk dirinya menghalangi matanya melihat pemandangan yang kembali melukai hatinya, "Kau ... "

"Jika kau ingin menangis, menangislah, Baekhyun-ah. Pundakku selalu ada untuk menjadi sandaranmu"

.

.

.

© Prince Hadhi ESP

TO BE CONTINUED

.

.

.

Annyeong Readers,

Aku balik lagi ...

Ahhh, sudah lama ya aku nggak nulis FF lagi ...

Aku sekarang lagi sibuk mengejar gelar keduaku, hehehe

Jadi maaf ya kalo Up date-annya suka lama ... maklum waktuku habis untuk mengurus pasien pasienku ...

Okehh, ini First Story dari Side Story 60 Days ...

Soalnya banyak banget yang minta dibuatkan Side Story-nya ...

Gimana?

Seru gak?

Apa kurang menyakitkan?

Apa mau lebih menyakitkan dari 60 Days?

Oke udah ya cuap cuapnya,,,

Sampai bertemu kembali di Chapter depan ya ...

Annyeong ...