-_ Ui Present _-
000 Kiss The Rain 000
Pairing : SasuFemNaru
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Warning : AU, OOC maybe, FemNaru, serta kekurangan kekurangan lain yang tak bisa dihindarkan
Rated : T aja
READ N RIVIEW PLEASE
DON'T LIKE, DONT READ
/.
/.
Tak ada gelap lagi dilangit Konoha yang ada hanya cerah dan hangat seakan membuat para penduduknya merasa mendung dan hawa dingin yang kemarin mereka rasakan tak pernah ada dan hanya sebatas mimpi. Sebuah bis hitam melaju sedang membelah jalanan kota Konoha yang mulai padat karena memang waktu untuk para pekerja dan pelajar untuk memulai kewajiban mereka. Sepasang mata salah satu penghuni bis menatap seorang gadis yang duduk disampingnya, bibirnya ia kerucutkan bertanda kesal karena tak diperhatikan. Karena sosok disampingnya lebih memilih menatap kosong jalanan luar seraya menikmati music yang ia dengar dari earphone biru yang menempel cantik di telinganya. Padahal gadis yang memiliki rambut coklat sepunggung itu sangat ingin mengajaknya berbincang mengenai Jepang mengingat gadis berambut pirang disampingnya merupakan orang Jepang.
"Ya, Naruto-ah." Teriak gadis itu akhirnya rasa kesalnya sudah tak terbendung lagi, ia menggoyang-goyangkan tubuh Naruto untuk mendapat perhatian.
"Wae, So Young-ah ?" Tanya Naruto akhirnya mendengar teriakan serta gangguan dari sahabatnya itu yang kini tengah mengerucutkan bibirnya lagi.
"Huh." Tak ada jawaban dari gadis bernama So Young itu bertanda bahwa kekesalannya telah sampai puncak.
"Mianhe So Young-ah. Jeongmal Mianhae yo." Ucap Naruto namun entah mengapa kalimat maaf yang terakhir seakan bukan ditunjukkan untuk gadis disampingnya.
So Young menatap Naruto, gadis itu menyadari semenjak kedatangan mereka ke Jepang ia merasa ada yang berubah dari sahabatnya itu. Namun ia tak tahu apa atau mengapa ?
"Gwenchana yo, Naruto ah ?" Tanya So Young khawatir akan keadaan Naruto, seharusnya Naruto senang karena dapat bertemu dengan keluarganya namun mengapa tidak seperti yang ia bayangkan.
"Gwenchana." Naruto tersenyum tipis menjawab kekhawatiran sahabatnya itu, ia kembali menatap jalanan kota Konoha yang cukup lama ia tinggalkan. Ia memejamkan mata sejenak menenangkan diri berharap saat membuka matanya lagi rasa tak nyaman itu segera pergi.
So Young menatap Naruto yang kini tengah terlelap mungkin, ia mnghembuskan napas cukup keras. Sejak mengenal Naruto dan bersahabat baik hingga sekarang, ia merasa Naruto membangun benteng tak kasat mata yang membuatnya tak terjangkau. Mungkin ia tahu hal-hal yang disukai dan dibenci Naruto, bahkan kemanapun mereka selalu bersama, namun ia tetap merasa Naruto tetap tak terjangkau rengkuhannya ia merasa tak berguna sebagai seorang sahabat.
/..
/..
/..
/..
/..
Semarak aula Konoha High School sangat terasa, setelah melihat penampilan para pelajar Korea Selatan yang baru saja mempertunjukan kebolehannya dalam mengcover salah satu Girlband dan Boyband andalan mereka, SNSD dan Super Junior. Kini saatnya pertunjukkan yang nampaknya bersifat tradisional melihat berbagai alat music tradisional Korea Selatan telah berjajar rapi, setiap pemain memakai pakaian adat Korea yang bernama Hanbok dengan warna seragam putih.
Seragam music indah mulai dimainkan, serentak dengan gerakan indah yang diperagakan para penari yang juga memakai hanbok putih dengan sepasang kain tipis yang terikat pada kedua siku mereka membuat gerakan mereka semakin cantik dan anggun. Sebuah suara terdengar merdu dari seorang gadis yang muncul dari bawah panggung, ia memakai hanbok senada dengan penari hanya saja bagian luar yang yang lebih tipis dan rok yang berlapis. Dengan rambut pirang yang digerai membingkai wajah putihnya, Naruto tampak sangat cantik.
Sarangeun ajik nan mollaseo
Taeoneun gakkai mosgayo
Geundae wae jakkuman mosnen nae simjangeun
Dugeun georinayo
Naruto menatap tanya audiens sesuai lirik lagu yang ia bawakan dengan latar visual langit mendung dan hujan Naruto tampil memukau dengan suaranya yang merdu.
Nan dangsini jakkuman barbhyeoseo
Geunyang galsu do eobsneyo
Iru eojirsu do eobsneuni sarange
Nae maeumi neomu appayo
Haruga gako bami omyeon
Nam onttong dangsin saengkak ppunijyeo
Hansim seuropko pabo gatteun nal
Eotteohke haeya joheul ggayo
Naruto mulai ikut menari dengan anggun lambaian kain di bagian sikunya melambai-lambai mengikuti arah tangan yang bergerak lentik. Namun tampak sakit karena cinta yang membuatnya terluka, dan tak tahu harus berbuat apa.
Maeumi sarangeul ddaereuni
Naega mwo halsu issnayo
Iru eojil sudo eobsneuni sarange
Nae maeumi neomu appayo
Dubirubiruraffa Dubirubiruraffa
Dubirubiruraffa
Dubirubiru dubirubiru
Dubirubiruraffa
Dubirubiruraffa
Dubirubiru dubirubiru... ~
Naruto mulai memutar dirinya, merasakan seakan putaran cinta yang membuatnya sakit membelenggunya. Dan kembali menyanyikan bagian reff dengan bersimpuh dengan anggun merasakan kakinya tak dapat lagi berdiri karena cinta yang menyakitkan.
Haruga gago bami omyeon Nae apeumi mudyeojyeo beoril nari Dalbichi neomuna johaseo [X8]
Nan ontong dangsin saenggakppunijyo
Hansimseureopgo babo gateun nal
Eotteoke haeya hanayo
Eonjejjeum naege ogin halkkayo
Hansimseureopgo babo gateun nal
Eotteokhae haran maringayo
Geunyang gal suga eomneyo
Dangsin gyeote jamsi nuwo isseulgeyo
Jamsiman aju jamsiman
Dubirubiruraffa
Dubirubiruraffa
Dubirubiru dubirubiru
Dubirubiruraffa
Naruto kembali memutar tubuhnya disaat-saat terakhir dan menjatuhkan diri dengan anggun dibagian akhir yang memiliki nada tinggi.
Penonton berdiri dengan tepuk tangan gemuruh, terpukau akan perbaduan apik yang baru saja disuguhkan oleh pelajar Korea Selatan. Naruto dan teman-temannya membungkukkan diri sebelum kembali ke belakang panggung diiringi tepuk gemuruh para penonton. Namun ada sepasang mata hitam yang menatap tak percaya melihat Naruto yang kini telah kembali kebelakang panggung.
/..
/..
/..
/..
/..
Acara pertukaran pelajar berlangsung dengan meriah sebagian besar dari rombongan akan kembali ke Korea Selatan dan sisanya menjalani pertukaran pelajar hingga 3 bulan ke depan termasuk Naruto di dalamnya. Sebenarnya ia tidak menjadi peserta pertukaran pelajar tentu saja karena ia adalah warga Jepang, namun ia meminta pada sekolah untuk mengikutsertakannya untuk menghilangkan rasa rindunya pada keluarganya di Jepang.
Naruto melihat dirinya di kaca setelah berganti baju ia harus segera pulang, ia tidak seperti siswa Korea lain yang akan tinggal di Kedubes Korea Selatan tentu saja karena ia memiliki orang tua disini dan akan tinggal bersama mereka, Naruto bersiap keluar namun sebuah terjangan menyambutnya ketika baru saja membuka pintu ruang gantinya.
Naruto tersenyum dan membalas pelukan seseorang yang begitu ia kenal, Naruto melepaskan pelukan hangat itu menatap seorang yang memiliki rambut hampir sewarna dengannya.
"Menma-nii, apa kabar ?" Tanya Naruto, namun kembali pelukan yang ia dapatkan.
"Naruto sayang aku sangat merindukanmu." Ucap Menma yang kembali memeluk Naruto, Naruto tertawa di pelukan Menma mendengar panggilan sayang yang tak pernah berubah sejak dulu.
"Kau bisa membuatnya mati sesak Menma." Sebuah suara datar lain yang tentu familiar menyapa gendang telinga Naruto mengintrupsi kegiatan peluk kangen itu.
Seorang lelaki tampan berambut merah nampak di belakang tubuh Menma, menatap Naruto dengan senyumnya.
Naruto membalas senyum itu dan mendekati sosok itu dan memeluknya tak kalah erat.
"Sasori-nii."
"Senang melihatmu kembali Naruto." Ucap Sasori membalas pelukan adiknya itu.
"Sudah hentikan kegiatan kalian." Suara ketus Kyuubi terdengar, tak jauh dari mereka Kyuubi nampak bersandar pada tembok seraya memakan apel merahnya.
"Ayo pulang Naruto." Ajak Kyuubi yang mulai melangkah menuju keluar gedung menuju parkiran yang kemudian diikuti Sasori, Naruto dan Menma.
/..
/..
/..
/..
/..
"Naru Saranghae yo."
"Apa yang kau katakan ?"
"Kau harus berjanji selalu disisiku dan selalu mencintaiku, kau mengerti ?"
"Aku mengerti Naru-chan."
"Jangan panggil aku dengan embel-embel itu."
"Naru kau harus konsentrasi tak boleh lengah sedikitpun."
"Aku mengerti, aku akan baik-baik saja aku janji."
DOR..DOR..
"Bertahanlah aku mohon."
"Naruto, Naru ku. Kau harus baik-baik saja, Kau harus bahagia."
"Tidaaaak…."
"Tidaaak.." Naruto terbangun dari wajahnya, peluh nampak membasahi tubuhnya dan bulir-bulir air mata membasahi wajahnya dari matanya yang menatap kosong. Setelah kesadarannya terkumpul Naruto kembali memejamkan mata membiarkan dua bulir air mata kembali bergulir dari sepasang matanya, ia menarik napas dan menghembuskannya perlahan mencoba menenangkan pikirannya.
Ia menatap jamnya yang menunjukkan pukul 05.20 tak terlalu pagi seperti biasanya, ia melangkah menuju balkon kamarnya setelah lebih dulu membasuh mukanya dengan handuk basah yang memang selalu tersedia di setiap kamar di rumahnya. Matahari nampak mulai menampakkan cahayanya secara perlahan menebarkan kehangatan di pagi yang dingin dengan embunnya.
Naruto menatap sinar kekuningan yang nampak indah itu, jujur ia sangat menyukai pemandangan matahari terbit yang memberikan rasa hangat mengganti dingin, tidak seperti matahari terbenam yang memang sama indahnya tapi dinginlah yang menggantikan hangat matahari.
Sebuah suara ketukan terdengar, Naruto segera membuka pintu kamarnya yang menampakkan sosok sang ibu.
"Kaa-san"
"Kau sudah bangun ternyata, ayo cepat mandi dan bangunkan setan merah itu." Perintah Kushina kemudian meninggalkan Naruto menuju kamarnya sendiri mungkin membangunkan Minato Otousannya.
Naruto tertawa kecil seraya menutup pintu kamarnya, sungguh menggelikan ibunya memanggil Kyuubi dengan 'Setan Merah' lalu ibunya disebut apa owh tentu saja 'Ratu Setan Merah'. Naruto menggeleng pelan menyadari pemikiran bodohnya.
/..
/..
/..
Naruto keluar dari kamarnya dengan pakaian rapi yang kali ini bukan pakaian sehari-hari namun seragam siswa Konoha High School. Naruto melangkah pelan menuju kamar tak jauh dari kamarnya, membuka pintunya perlahan tak ingin membangunkan penghuninya sekarang, tidak sebelum ia beraksi.
Naruto menatap kamar itu tak banyak yang berubah sejak terakhir kali ia memasuki kamar ini 1 tahun lalu ketika libur musim panas. Naruto tersenyum menatap sesosok manusia yang tengah bergumul dengan selimut tebal berwarna merah dengan gambar Rubah berekor Sembilan, Naruto berjalan mendekat perlahan kemudian berjongkok disamping ranjang Kyuubi menatap wajah kakaknya yang tenang dan damai bahkan terlihat polos di mata Naruto.
Ia bangkit perlahan wajahnya ia dekatkan pada wajah Kyuubi namun belum sampai ia menjalankan aksinya sebuah tarikan mengagetkannya membuat ia sekarang berbaring diatas tubuh bagian atas kakaknya yang masih berselimut. Naruto mengerucutkan bibirnya ternyata Kyuubi telah mengetahui keberadaannya sejak tadi.
"Kyuu-nii tak asyik." Ucap Naruto kemudian menyamankan posisinya dan malah memeluk Kyuubi.
"Hei cepat menyingkir." Perintah Kyuubi.
"Aku tak mau." Balas Naruto semakin mengeratkan pelukannya dan menumpukan kepalanya pada dada bidang kakaknya.
"Naru baka cepat menyingkir, kita bukan Insect." Kyuubi mencoba mendorong tubuh Naruto namun tak berhasil karena pelukan Naruto yang kuat dan tentu saja karena Kyuubi tak memakai tenaganya yang sebenarnya. Kyuubi merasa ada yang aneh karena Naruto tak membantahnya seperti biasa, ia melihat wajah Naruto yang berada di dadanya tampak sendu dan kosong, sungguh Kyuubi tak menyukai adiknya seperti ini. Ini mengingatkannya akan Naruto 2 tahun lalu, Naruto yang tampak tak bernyawa hanya terbaring di rumah sakit dan tak kunjung bangun hingga akhirnya harus di bawa ke Korea Selatan tempat nenek mereka berada.
"Kyuu-nii aku rindu."
"Aku sangat rindu."
Mata indah itu mulai mengeluarkan linangannya meski mata itu hanya menatap kosong, Kyuubi menatap Naruto miris mulai membalas pelukan Naruto berharap pelukannya dapat menenangkan hati adiknya yang rapuh bukan rapuh lagi tapi sudah hancur.
/..
/..
/..
/..
/..
Naruto berdiri di depan ruang kelas yang akan di tempatinya mulai saat ini, jika bertanya apa ia merasa gugup jawabannya sedikit . ini bukan pertama kalinya, bukankah kepindahannya ke Korea justru lebih menyulitkan karena perbedaan bahasa dan budaya, seharusnya ini akan lebih mudah.
Naruto melihat perintah dari wali kelasnya untuk masuk, Naruto menarik napas dan membuangnya.
"Fighting." Ucap Naruto mencoba menyemangati dirinya.
Naruto melangkahkan kakinya perlahan ia menyadari sekarang ia tengah menjadi pusat perhatian di kelas ini. Ia tersenyum dan membungkuk sedikit.
"Perkenalkan nama saya Namikaze Naruto, salam kenal semuanya."
"Baiklah anak-anak seperti yang Sensei ucapkan tadi Naruto adalah salah satu dari rombongan dari Korea. Namun perbedaanya Naruto adalah penduduk Jepang yang tinggal di Korea, jadi Sensei harap kalian bisa berteman dengan baik dengannya. Baiklah Naruto kau boleh menempati bangku yang kosong."
"Arigatou Sensei."
Naruto berjalan menuju bangkunya yang terletak di pojok belakang kelas di samping jendela.
'Tempat yang nyaman.' Komentar Naruto, dari bangkunya ia bisa melihat lapangan belakang yang kelihatannya sudah jarang di paka.
Tak sengaja ia melihat sosok pemuda tengah menyamankan dirinya di bawah pohon sembari tidur, Naruto bisa melihat pemuda itu dengan jelas wajahnya yang putih dengan rambut hitam yang membingkai wajah tampannya.
'Apa yang tengah kau lakukan Naruto, isshh. Cepat menghadap ke depan dan perhatikan sensei yang tengah mengajar. ' Perintah Naruto pada dirinya sendiri dan segera mengalihka pandangannya dari pemuda itu dan menikmati pelajaran yang di berikan senseinya.
/..
/..
/..
/..
/..
Naruto menatap makanannya tak semangat padahal biasanya ia sangat bersemangat ketika melihat ramen namun sekarang agak berbeda, ia makan sendirian tidak ada So Young yang biasa menemaninya bahkan teman-teman Korea yang mengikuti pertukaran pelajar tak terlihat batang hidungnya satu pun. Sungguh hari yang menyebalkan bagi Naruto.
"Huh membosankan." Keluh Naruto mulai memakan ramennya.
"Sendirian manis ?" Tanya seseorang yang baru saja duduk di hadapannya di ikuti dengan beberapa orang yang lain dan satu disampingnya.
Naruto menatap mereka satu persatu, yang pertama adalah orang yang menggodanya dengan rambut pirang yang mengingatkan Naruto akan rambut Menma dan bermata biru, disamping kanannya seseorang dengan rambut laur biasa rapi tapi sayang sekali pakaiannya tak senada dengan rambutnya dan yang terakhir di sampingnya mengingatkannya dengan orang yang dilihatnya di kelas tadi namun rambutnya berbeda.
Setelah puas menatap mereka satu persatu Naruto kembali menekuni kegiatannya, menghabiskan ramen yang sangat jarang ia nikmati karena di Korea meski ada Ramyun namun tetap saja berbeda rasanya.
"Hei kau tuli ya." Sepertinya orang klimis yang sekarang ini berbicara. Naruto menatap mereka lagi namun kali ini lebih datar dan menusuk namun melihat taka da reaksi berarti Naruto lebih memilih sebuah tangan menghalanginya.
"Jawab pertanyaan teman-temanku." Ucap seseorang yang duduk di sampingnya.
"Aniyo." Jawab Naruto ketus.
"Itachi apa ia salah satu siswa Korea ?" Tanya lelaki klimis.
"Can you introduce your self sweety ?" Perintah laki-laki pirang yang duduk di hadapannya, Naruto melihat name tag Deidara terpasang di dada pemuda itu.
"Naruto." Jawab Naruto kemudian menyentakkan tangan Itachi berniat pergi.
"Wait." Kembali kini giliran Deidara menghalangi Naruto. Naruto mendecih perlahan ingin sekali ia memukul lelaki dihadapannya namun ia harus bersabar statusnya di sekolah ini berbeda.
"Apa lagi sekarang Senpai ?" Tanya Naruto kesal.
"Kau bisa bahasa Jepang ?"
"Tentu saja bodoh, aku ini orang Jepang. Heh, kalian bodoh sekali."
"Sialan." Deidara melayangkan tangannya namun tangan itu tak sampai menyentuh wajah putih Naruto.
"Jaga tanganmu ekor kuda." Menma mendorong Deidara menjauh dari Naruto.
"Kau tak apa Naru sayang ?" Tanya Menma yang di jawab anggukan oleh Naruto. Dapat dirasa sebuah pelukan protektif melingkar di leher Naruto dari kakaknya Kyuubi dan ada juga Sasori.
"Kalian tahu apa yang akan terjadi jika kalian memukul gadis ini heh ?" Kyuubi menatap geng Katon tajam.
"Kalian akan mati." Tandas Kyuubi kemudian beranjak pergi seraya menggandeng tangan Naruto di ikuti Sasori.
"Siapa dia ? apa gadis itu pacar si setan ?" Menma yang mendengar celetukkan Hidan membalikan badan menunda langkahnya.
"Kalian ingin tahu siapa gadis itu ? dia Namikaze Naruto adik dari Namikaze Kyuubi dan jangan berharap bisa menyentuhnya karena aku tidak akan tinggal diam. You understand, Bastard."
Menma kembali melanjutkan langkahnya, meninggalkan geng Katon yang sedang mencerna ucapannya mungkin. Namun tanpa ia sadari Itachi tengah tersenyum misterius.
"Namikaze Naruto ya ?"
/..
/..
/..
/..
/..
Naruto menghentak-hentakkan kakinya kesal , ia segera membanting pintu atap yang memang menjadi tempat tujuannya.
"Kyuubi cerewet." Teriak Naruto sekuat tenaga ia tak peduli orang-orang akan mendengar suaranya, karena mereka tak akan melihatnya disini.
Napas Naruto tersenggal ia masih sangat kesal, setelah menceramahinya tentang geng Katon yang merupakan lawan dari geng kitsune tak boleh dekat dengan daftar orang yang dituliskan Menma, ia masih terima karena Naruto tahu mereka ingin melindungi Naruto. Namun melarang Naruto memasuki club Kendo merupakan sesuatu yang sangat buruk, mereka tentunya tahu kalau Naruto sangat mencintai Kendo tak seharusnya Kyuubi melarangnya masuk club itu. Ia tahu kekuatan fisiknya tak lagi seperti dulu setelah kejadian 2 tahun silam namun tetap saja Naruto ingin bermain kendo meski hanya sebentar.
"Isshh, menyebalkan." Naruto menghentakkan kakinya kesal.
"Apa kau tak bisa diam Dobe ?" sebuah suara tak Naruto kenal memecahkan kekesalan Naruto. Ia segera menolehkan wajahnya ke sumber suara. Ternyata orang yang dilihat Naruto di taman belakang, namun tatapan mata yang terkejut terlihat sekilas di mata pemuda di hadapannya membuatnya aneh.
Tatapan Naruto berubah tajam dikala mengingat apa yang digunakan pemuda yang bersandar pada tiang tangki air untuk memanggilnya .
"Namaku Namikaze Naruto tuan tak punya sopan santun, bukan Dobe Teme." Balas Naruto.
Pemuda di depannya tersenyum remeh tak percaya.
"Uchiha Sasuke."
"Heh ?"
"Kau tak mengerti, dobe ?"
"Aku mengerti Tuan Uchiha." Naruto segera membuang muka ketika ketahuan kelolaannya.
Diam, sunyi tak ada suara lagi di antara mereka berdua meski hanya sebatas kata hinaan atau kata-kata tak berguna lainnya. Mereka masih bertahan di tempat masing masing tanpa kata.
"Dobe."
"Jangan panggil aku seperti itu Teme, seingatku aku tak bodoh. Tergolong pintar malah."
"Aku akan bertanya sesuatu tapi jangan marah." Naruto menatap Sasuke yang menurutnya aneh itu, kenapa harus izin terlebih dahulu sebelum bertanya, benar-benar aneh.
"Apa kau benar-benar seorang perempuan ?" Sasuke menatap Naruto tanpa emosi.
"Mwo ?"
"Kau sudah gila ya Teme, Apa kau tak bisa mebedakan laki-laki dan perempuan ?"
"Hah, semua orang disini membuatku gila." Naruto kembali menghentak-hentakkan kakinya dan berjalan menuju pintu tentu saja setelah memberikan tatapan tajam untuk Sasuke.
"Sial kau Uchiha." Kutuk Naruto sebelum ia membanting pintu tak berdosa itu.
Sasuke menatap kepergian Naruto, ia menghela napas pelan. Ia tahu akan seperti ini jadinya jika ia menanyakan hal aneh itu pada Naruto, tapi Naruto mengingatkannya pada seseorang yang telah menyelamatkan nyawanya beberapa tahun yang lalu.
Namun tak bisa dipungkiri semua yang ada pada diri Naruto layaknya orang itu, rambut pirangnya dan mata birunya bahkan suaranya pun mirip. Sasuke mengacak rambutnya pelan ia benar-benar akan gila sekarang. Naruto, sungguh ia berharap Naruto adalah sosok yang terus ia cari selama 4 tahun terakhir, karena jika ia itu merupakan bukti ia tak menyimpang. Sasuke menengadahkan wajahnya menatap langit biru yang mencerminkan mata sesosok orang yang membuatnya jatuh cinta.
/..
/..
TO BE CONTINUED
Akhirnya selesai juga setelah 5 jam di depan banget jika updatenya lama karena kesibukan Author yang telah menginjak kelas 3 SMA, membuat banyak waktu yang tersita. Belum mulai les aja udah bikin gila apa lagi udah les, jadi mohon pengertiannya jika updatenya super lelet. Untuk fic Akairo Hoshi akan segera menyusul di minggu ini, jadi yang sabar ya..
Buat yang sudah bersedia riview, terima kasih sekali telah mau meriview fic ini,dan tak lupa untuk silent reader juga terima kasih sudah mau membaca semoga tak mengecewakan kalian semua. Dan yang terakhir buat pertanyaan yang di ajukan di riview semua akan terjawab seiring berjalannya fic kalau udah di jawab gak jadi kejutan dong. He..he..
MIND TO RIVIEW
-_Uichan…..
