Silent!
Disclaimer : God and Themselves
Rate : T
Author : Jung Marni
Genre : Romance, Drama, Hurt and Comfort
Cast : Yunjae, Yoosu, Changkyu, Sichul and Other
Warning : OOC, Cerita pasaran, Alur kecepatan, Miss Typo, YAOI! BL
.
.
Pak Han mengambil posisi berdiri dihadapan Jaejoong tanpa duduk. Meskipun dia lebih tua diatas jauh dari Jaejoong tapi kedudukan dirinya sangat berada jauh dibawah dari Jaejoong.
"Kau ingin mulai darimana, Hero?" Tanya Pak Han sopan.
"Kurasa hanya namja bermarga Jung itu!"
"Baiklah, Jung Yunho adalah pewaris tunggal Jung Corp, kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan pesawat dua tahun yang lalu. Saat ini dirinya tinggal sendiri dalam mansion mewah milik keluarga Jung..
Perusahaan Jung Corp sementara dipegang oleh ketua pelayaan kepercayaan tuan Jung sampai umur Yunho 20 tahun baru perusahaan akan diambil alih oleh Yunho sendiri."
"Apakah Yunho tidak punya saudara?"
"Menurut data informasi, Jung Yunho satu-satunya putra keluarga Jung. Dia tidak memiliki sanak saudara mengingat nyonya dan tuan Jung keduanya anak tunggal. Nenek dan kakeknya dari kedua orang tuanya telah lama meninggal."
"Oke! Ku rasa Cukup." Jaejoong berdiri dan mulai mengambil kacamata nerdnya. Sebelum meninggalkan ruang kepala sekolah dilihat Pak Han membungkuk Hormat kepadanya.
.
.
Jaejoong memijit pelipisnya pelan ketika mengingat bayangan namja bermata musang bernama Jung Yunho. Sedikit menghembuskan nafas perlahan. Ternyata Yunho benar-benar tidak ada sangkut pautnya sama sekali dalam masa lalunya. Tapi kenapa tatapan mata itu terlihat begitu mirip? Dan jangan lupakan ekspresi kesakitannya terlihat sangat familiar. Karna Jaejoong sangat mengingat dengan baik ekspresi itu. Meskipun dia hanya sekali melihat ekspresi itu tapi dia mengenal baik.
Jaejoong menggenggam erat kalung yang melekat indah dileher jenjangnya. Dan mulai menutup kedua kelopak matanya.
Bayangan-bayangan masa lalu kembali berputar-putar dikepalanya.
#FlashbackOn
"J-Joongie.." Suara pelan seseorang memanggil nama Jaejoong dengan lembut. Jangan lupakan senyum lemah terpahat dibibir indah namja itu.
Jaejoong mengeratkan genggaman tangannya terhadap namja yang memanggilnya itu. Namja cantik itu terlihat sangat kacau. Matanya membengkak karna sudah menangis terlalu lama. Bibir cherrynya tidak merah merekah seperti biasanya.
"Semua akan baik-baik saja Hyunnie!" Meski sendu Jaejoong mencoba untuk tetap berbicara. Namja yang dipanggil Hyunnie tetap mempertahankan senyum lemahnya. Tangan satunya yang tidak digenggam Jaejoong mencoba menyentuh pipi namja cantiknya yang terlihat air mata mulai akan mengalir kembali.
"Mianhae baby!" Butiran keringat terlihat dari wajah tampan milik namja Hyunie tersebut. Terlihat dari wajahnya mencoba untuk menahan rasa sakit dihadapan kekasih cantiknya.
"Andwae! Kau harus bertahan Hyunnie. Kau sudah berjanji akan menjagaku!" Jaejoong menggeleng Hebat. Dia tidak mampu menahan laju air matanya melihat namja yang sangat dicintainya terbaling tak berdaya di ranjang rumah sakit. Ya, namja itu adalah Choi Seunghyun. Kekasih Kim Jaejoong yang sedang melawan keras penyakitnya.
Seunghyun tersenyum sendu. Dia tidak mampu melihat Jaejoong terpukul seperti ini. Nampaknya kali ini dia benar-benar mengutuk penyakit yang dideritanya. Dulu sekali dia nampak tidak peduli dengan penyakitnya. Tapi semua berubah. Berubah ketika dirinya mengenal Kim Jaejoong.
"Kenapa kau berbohong padaku? Hiks.. Kenapa tidak menceritakan sejak dulu jika kau menderita penyakit ini? Kenapa baru sekarang aku mengetahuinya, kenapa Hyunnie.. Hikss.." Isakan lirih terdengar dari bibir mungil milik Jaejoong. Setelah sebelumnya Jaejoong menangis histeris ketika melihat Seunghyun tiba-tiba Jatuh pingsan dalam pelukannya.
Butuh waktu lama untuk ketiga sahabat Jaejoong menenangkan namja cantik ini ketika tiba dirumah sakit.
"J-joongie.. Uljima baby!"
"Berjanjilah kau akan bertahan untukku!"
"Mian-hae.." Nafas Seunghyun terputus-putus. Tapi namja tampan ini mencoba untuk bertahan dengan mengucapkan kata-kata terakhir untuk kekasihnya.
"S-sarang-Hae K-kim J-jaejoong!" Senyum terakhir untuk Jaejoong sebelum Seunghyun menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya.
"ANDWAEEE! ANDWAEE! SEUNGHYUNNIE IRREONA! ANDWAE! HIKSS..."
#FlashbackOff
"Hero, Kita sudah sampai!" Suara seseorang menyadarkan lamunan Jaejoong. Saat ini penampilan Jaejoong sudah kembali seperti biasa. Bukan menjadi namja nerd lagi. Meskipun saat ini dirinya masih mengenakan seragam Tohoshinki High School tapi penampilan Jaejoong jauh berbeda dari sebelumnya. Semua temannya di Tohoshinki High School tidak akan menyangka jika itu adalah Kim Jaejoong. Salah satu namja nerd di sekolah terkenal seantero korea tersebut.
Jaejoong menampilkan gaya angkuhnya kembali. Gaya sang Hero.
Pintu mobil telah dibuka. Jaejoong keluar dengan wajah datar miliknya. Semua anak buahnya membungkuk hormat pada dirinya. Sekarang dirinya sudah tiba di Mirotic House. Mirotic House lebih mirip rumah biasa daripada sebuah markas mafia.
Ya.. Kalian jangan heran. Hero Jaejoong adalah ketua dari Mirotic House. Meskipun umurnya baru menginjak 18 tahun tetapi kehebatannya tidak dapat diragunakan lagi. Pemilik nama lengkap Kim Jaejoong lebih dikenal Hero dalam dunianya. Jaejoong dan ketiga sahabatnya menggunakan nama samaran mereka. Gaemgyu untuk Kyuhyun. Xiah untuk sang namja imut bernama asli Junsu. Dan Heenim untuk sang hyung tertua dia antara mereka, Heechul.
Meskipun Hero ketua mereka tapi ketiga sahabatnya itu juga bukan orang-orang yang dapat diremehkan. Semua anggota Mirotic tunduk kepada mereka berempat. Mayoritas anggota Mirotic berusia muda sekitar 16-18 tahun. Tapi jangan ragukan untuk kehebatan mereka semua.
Jaejoong langsung menuju ruangannya. Dia memerlukan waktu sejenak untuk beristirahat setelah memikirkan sang namja baru disekolahnya.
.
.
"Baiklah, Hero!"
KLIK..
Kyuhyun menutup sambungan ponselnya setelah Jaejoong menghubunginya.
"Ada apa?" Tanya Junsu penasaran.
"Hero, memintaku untuk menemui Shim Changmin!"
"Mwo? Untuk apa? Apa ada masalah? Dimana Hero sekarang?" Tanya Heechul khawatir.
"Gwaenchana, Heenim Hyung. Aku akan menemui namja jangkung itu terlebih dahulu. Setelah itu aku akan menjelaskannya!"
"Baiklah. Aku tunggu diruangan kita." Ucap Heechul.
Setelah sebelumnya Kyuhyun mengangguk akhirnya dirinya melesat pergi mencari namja tinggi bernama, Shim Changmin.
Mereka memang lebih sering menggunakan nama panggilan Hero, Heenim, Gaemgyu dan Xiah apabila sedang berkumpul. Karna memang itu nama mereka. Dalam dunia mereka, mereka tidak pernah memanggil dengan nama kelahiran mereka. Nama itu hanya berlaku ketika mereka berada disekolah.
Ke empat namja nerd itu memang memiliki ruangan khusus di sekolah. Ruangan yang tidak ada yang mengetahui kecuali mereka berempat dan petugas-petugas sekolah tentunya. Siapa sangka namja nerd seperti mereka memiliki fasilitas seperti itu? Jangan heran. Karna kalian sudah tau bukan siapa mereka sebenarnya.
Kyuhyun menepuk pelan namja dihadapannya. Shim Changmin menoleh dan mengerutkan dahinya.
"Apa?" Tanya Changmin dingin. Gaya khas seorang flower boy. Kedua temannya sontak ikut menoleh.
Kyuhyun berdengus pelan. Jika bukan perintah Hero mana sudi dia berhadapan dengan ketiga namja ini. Gaya mereka benar-benar sok. Menjijikan.
"Jung Yunho, memanggilmu. Toilet samping Cafetaria!" Ujar Kyuhyun sambil membenarkan kacamata nerd miliknya.
"Mwo? Apa maksud mu?" Tanya Yoochun.
"Ku bilang. Jung Yunho. Memanggil Shim Changmin!"
Ketiga namja tampan itu mencoba memproses apa maksud namja nerd dihadapannya. Sampai Siwon menyadari terlebih dahulu dan berlari kencang menuju toilet. Disusul oleh Yoochun. Keduanya nampak tergesa-gesa.
"Shit!" Ucap Changmin. Bergegas menyusul kedua sahabatnya. Meninggalkan Kyuhyun yang nampak mengerucutkan bibirnya karna diabaikan.
"Brengsek! Mereka tidak ada basa basinya." Desis Kyuhyun pelan. Dan mulai melangkah meninggalkan tempat itu.
.
.
"Kau sudah tiba, Gaemgyu?" Tanya Junsu disela-sela permainan PSP miliknya. Saat ini mereka sedang berada di ruangan khusus milik mereka. Karna bel usai istirahat masih 15menit lagi.
Kyuhyun segera menuju kulkas yang tersedia disudut ruangan dan mulai mengambil satu kaleng minuman bersoda.
"Kenapa wajahmu? Kusam sekali!" Ucap Heechul disela-sela sibuk dengan kaca miliknya.
"Kau tau. Namja-namja itu benar-benar menjengkelkan! Rasanya aku ingin menembaki kepalanya satu-persatu!" Kyuhyun menjatuhkan dirinya disamping Junsu.
"Waeyo?" Tanya Heechul tertarik dan mulai meletakkan kaca miliknya.
"Shim Changmin.."
"Wowowo Jangan bilang kau tertarik padanya, Gyu?" Junsu menyela pembicaraan Kyuhyun.
"Aku belum selesai, Pabbo!" Kyuhyun mendelik sebal. Dan Junsu hanya tertawa menanggapi perkataan Kyuhyun.
"Sopanlah sedikit terhadap yang lebih tua, Gyu!" Heechul mulai menasehati.
Kyuhyun mendengus.
"Cepat ceritakan, aku penasaran!"
Dan Kyuhyun mulai menceritakan dari sejak di telpon Jaejoong sampai dia ditinggalkan ketiga namja yang tidak tau diri.
"Lalu? Sekarang dimana, Hero?" Tanya Junsu
"Entahlah, setelah dia pergi ke toilet. Hero bilang ada urusan."
"Mungkinkah di Mirotic House? Coba kau hubungi Minho, Xiah!" Heechul bersuara menyuruh. Junsu mulai menghubungi seseorang yang dimaksud Heechul.
"Yeoboseoyo, Minho!"
"..."
"Hero disana?" Junsu to the point. Dirinya tidak suka berbasa basi.
"..."
"Arraseo." Junsu memutuskan sambungan ponselnya.
"Bagaimana?" Tanya Heechul.
"Iya dia disana. Baru tiba barusan!"
"Oh, baguslah. Itu anak suka sekali menghilang!" Ucap Heechul kembali sibuk dengan kaca miliknya.
Kyuhyun nampak sibuk dengan laptop miliknya. Dia mencoba melacak data milik Shim Changmin.
'Oh.. Ternyata itu yang bernama Max. Haha I got you max. Cih, aku tak menyangka sang pengacau selama ini masih ingusan sepertinya. Shim Changmin ne?!' Kyuhyun menyeringai dalam hati.
Kedua Hyungnya nampak tidak perduli dengan apa yang dilakukan Kyuhyun. Keduanya nampak sibuk dengan kegiatan Masing-masing.
.
.
Tap..
Tap..
Tap.
Langkah kaki terdengar bersautan. Ketiga namja tampan berlari kencang menimbulkan banyak tatapan kagum bagi yang dilintasinya.
CKLEK..
"YUNHO!" Pekik Siwon ketika mendapati sahabatnya sudah tidak sadarkan diri didepan wetafel.
Siwon langsung menghampiri Yunho. Dan memeluk tubuh rapuh milik Yunho. Yoochun yang tiba dibelakangnya tercekat. Mencoba menghampiri kedua sahabatnya.
"Yoochun cepat siapkan mobil! Kita bawa Yunho kerumah sakit sekarang!" Tanpa disuruh dua kali Yoochun lang melesat keluar.
Tak lama Changmin tiba..
"HYUNG! OMONA!"
"Berhenti berteriak, Shim! Bantu aku membawa Yunho kerumah sakit sekarang!" Meskipun Siwon memiliki tubuh sempurna tetapi dirinya tetap tidak akan sanggup menggotong (?) Yunho yang notaben memiliki bentuk tubuh sebelas dua belas dengan miliknya.
.
.
Ketiga namja tampan terlihat duduk gelisah didepan pintu kamar rumah sakit. Suasana nampak hening. Tidak ada yang berujar satu pun.
Tak lama seorang dokter keluar dari ruangan tersebut.
"Bagaimana dok?" Tanya Yoochun.
"Semua tidak baik. Nampaknya Yunho harus menerima transfusi darah dalam 1 bulan sekali mulai saat ini."
Ketiga namja tampan tersebut tercekat.
"Jangan biarkan Yunho terlambat meminum obatnya. Karna apabila itu terjadinya. Maka akan berakibat fatal untuk dirinya. Untung saja tadi kalian tidak terlambat membawanya kerumah sakit. Kalau tidak, aku tidak tahu kemungkinan buruknya." Dokter melanjutkan pembicaraannya.
"Jja, kalian silahkan masuk. Aku permisi dulu." Dokter meninggalkan ketiga namja tampan tersebut.
TBC
.
Thanks for:
Ichigo song, alvianaasih susanti, Silver Bullet 1412, Choi Min Gi, Andre Kang, Andreychoi, yunjae style, VoldeMIN vs KYUtie, nin nina, kimcaewon27, nataliahakim8624, Himawari Ezuki
.
.
Mind to Review?
.
.
SIDER = Slow update^^
