Balas Review~ *smile*
Hikari-me
Hai jugaa! Iya ini sudah update! Arigatou review-nya! ^^
Liaalicious
Hahaha... Iya ini sudah update~
Author : annyeong~ ore(1)balik lagi~
Luka+Kaito : sudah-sudah, kau jangan banyak ngomong, mendingan cepet baca disclimer and warning-nya!
Author : Lennii! Rinnee! Helep donk!
Len+Rin : iya, iya thor sabar.. *siap-siap dulu*
Author+Readers : *nunggu*
Len+Rin : *keluar*
Rinto : mau kondangan mbak, mas?
Len+Rin : *jitak Rinto* lo gila ya? *ambil kertas disclimer and warning*
Len : Disclimer : Vocaloid gak akan pernah jadi milik Authoryang gajenya selangit. Vocaloid hanya milik Yamaha Corporation dan cabang-cabangnya. Author gajehanya memiliki OC dan ceritanya saja.
Rin : Warning : GaJe, Abal, Typo bertebaran ditiup angin, Author yang masih junior, Alur lawak dan gak bener, pokoknya bisa bikin sakit jiwa dan kanker deh (?), bahasa campur-campur, ada bahasa gaul dan bahasa formal.
Author dkk. : Check This Out, minna~
Lady Crime
a Vocaloid Fanfic
Chapter 2 : About 'Lady Crime' n' Panti Asuhan
Don't like, don't read
If you don't like, please push back button.
SeeU POV
Annyeong! Sekarang kalian sedang bersamaku! Kalian sudah tau 'kan namaku di chapter 1. Sekarang aku sedang berada di markasku, -ralat- markas kami. Kami berhasil mencuri perhiasan ditoko perhiasan terkenal di Seoul. Kami akan menjadi orang yang sangat kaya raya. Tapi sebenarnya, kadang-kadang kami menyumbangkan uang kami ke panti asuhan. Meskipun kami gak segan-segan membunuh siapa saja yang menghalangi kami, namun, kami masih punya hati. Seperempat penghasilan mencuri kami akan disumbangkan bagi yang tidak mampu.
Mereka sekarang ramai-ramai pada mau meeting. Kayak direktur aja, padahal bukan. Aku hanya memilih tidak ikut mereka karena, aku mungkin sedang tidak enak badan gara-gara kemarin setelah merampok, kami diguyur hujan yang deras, dan Gakupo Pangasudan, cowo blasteran Indonesia-Jepang ini memarkirkan mobil kami agak jauh jadi TKP jadi kami keguyur hujan deras. Aku sekarang hanya tidur-tiduran di atas ranjangku sambil mendengarkan lantunan lagu milik SNSD dari IPhone5, aku lupa judulnya, namun aku ingat lirik lagunya.
Jeomdeokakkaiwaesonareulkkokanajulla
(Come closer and hug me tightly)
Keudaelhyanghaettwineunnaemameuljeonhagopha
(I want to express my heart that beats for you)
Haruhandaljihagoilnyeonjinamyeon
(After one day, one month passes, after one year, two years pass)
Seorosinbikameuneopseojiljimollado
(There may not be any mysterious atraction between us)
Lirik lagu SNSD yang satu ini, emang keren banget. Wajar lagu ini menjadi salah lagu favoritku. Selain lagu dari tanah airku ini, aku juga suka lagu dari daerah lain. Seperti lagu Jepang, Inggris, dan Indonesia. Aku mengganti track laguku. Menjadi lagu, "Ayano's Theory of Happiness".
思い出してみよう
Omoi dashite miyou
(Please try to remember)
あの好きだった言葉
Ano sukidatta kotoba
(that word I loved)
「幸せ」ってなんだか不思議
"Shiawase" tte nandaka fushigi
("Happiness" is a curious thing,)
明日のこと、好きになれる
Ashita no koto, suki ni nareru
(So I hope you can love tomorrow)
Lirik lagu itu yang berada di bagian terakhir lagu, selalu sukses membuatku menangis. Lagu ini memang sedih, dalam segi lirik maupun segi nada. Author aja nyampe nangis denger lagu ini. Lagu yang mengisahkan tentang kekeluargaan. Kalian belum tahu tentang seluk beluk kehidupanku. Nanti ada saatnya, kalian (baca : readers) semua akan tahu. Lebih baik aku tidur sebentar untuk menjernihkan pikiranku dan merenggangkan tubuhku. Aku 'pun terbuai kedalam alam mimpi. Sayangnya, aku lupa mengunci pintu.
At Meeting Room (Author POV(?))
"Sekarang, target kita selanjutnya apa?" tanya Rin sambil mengasah katana klasik kesukaannya.
"Uang dan barang-barang kita juga sudah banyak," sahut Len.
"Hmm... Gue sih ingin refreshing dulu," sahut Miku.
"Call(2)," timpal Luka.
"Hhmm... gue sih ikut aja, tunggu keputusan Leader kita, Kim SeeU," kata Oliver, seorang kkotminam(3)kayak Len, pakai eyepatch karena kecelakaan saat berperang, umur 14 tahun.
"Gue mah ikut-ikut aja," ucap Kaito dengan malas.
"Coba gih, loe liat itu si Master lagi ngapain," suruh abang Gakupo yang muncul dari mana.
"Siapa yang disuruh abang Gakupo yang kecehnya kebangetan?" tanya Len dengan 4L4Y-nya.
"Abang memilih..." kata Gakupo ala presenter.
Semua yang sudah terpincut gilannya abang Gakupo, pada masang muka ketakutan dengan 4L4Y-nya. Entah kenapa aku (Author. Ingat ini POV-nya Author bukan Normal POV) suka banget manggil Gakupo dengan sebutan abang. Mungkin karena wajahnya yang mirip kayak tukang siomay di sekolahku #ditampolGakupoFG #dilemparinsiomay atau mungkin dia blasteran Indo-Jepang. Entahlah, sekarang si Abang Gakupo malah mendramatis suasana aja.
"Abang...gak milih siapa-siapa," kata Abang Gakupo. Yang lain sweatdrop.
"Ya elah abang," kata Luka sambil majang muka (-_-")
"Ya udah lah, abang aja yang liat," jawab Abang Gakupo sambil berjalan ke kamar Masternya (lah, ganti lagi?).
Abang Gakupo berjalan di lorong-lorong markas mereka yang besar. Sebelum Abang Gakupo mengenal dekat markas ini, dia pernah tersesat beberapa kali disini. Emang ini markas gedenya pake banget. Luasnya mungkin sebesar 5x lapangan sekolahku. Lapangan sekolahku lumayan juga besarnya. Eh?! Kok malah curcol gini sih? Sudah-sudah, mending kembali ke cerita! (Kok kayak presenter yang ada di Trans7 itu?)
Abang Gakupo mengetuk-ngetuk pintu kamar SeeU, namun nihil. Tidak ada jawaban sama sekali dari kamar itu. Wajar lah, orang SeeU-nya lagi tidur (-_-"). Abang Gakupo kemudian membuka pintu dan menemukan SeeU sedang tertidur pulas dengan headset yang masih menggantung di telinganya. Abang Gakupo lalu mendekati SeeU dan menatapnya dengan lama. Eh?! Lho? Kok jadi romance gini sih?
Abang Gakupo yang umurnya sekarang sudah 24 tahun ini masih menyandang status : jones a.k.a jomblo ngenes. Dia mulai menyandang status itu akibat ditinggal oleh kekasihnya, Akita Neru yang juga anggota organisasi ini. Akita Neru berusia 16 tahun. Neru dibunuh oleh anggota kepolisian saat mereka bertugas. Neru mendapatkan 2 tembakan didada dan satu headshot(4). Gakupo adalah orang yang paling kehilangan Neru. Padahal 2 hari lagi mereka akan menikah, tepat ditanggal ulang tahun Neru yang ke 17 tahun.
"SeeU-chan, bangun," ucapnya dengan lembut.
"Hngg... Nanti 5 menit lagi..." jawab SeeU.
"Hei, bangun ah!" Abang Gakupo berkata agak keras sedikit.
"Iya...iya..." SeeU 'pun bangun dengan muka malas.
SeeU melihat Abang Gakupo dengan tatapan aneh. Karena, Abang Gakupo 'pun menatap SeeU dengan tatapan err... coretmesumcoret. SeeU langsung meng-glare Abang Gakupo dengan tatapan 'ngapain-loe-liat-liat-gue-kayak-gitu'. Abang Gakupo langsung pasang muka horror.
"Itu, mereka mau jalan-jalan. Loe mau ikut?"
"Kemana?"
"Gak tau. Paling ke panti asuhan," jawab Abang Gakupo dengan santai.
"Hm.. Ok gue ikut."
SeeU turun dari ranjang dan mengambil handuk berwarna putih yang tergantung digantungan handuk yang menempel di dinding. Gakupo (lah? Berubah?) masih menatap SeeU dengan tatapan yang sama.
"Loe ngapain ngeliatin gue? Gue mau mandi," ucapnya dengan dingin.
"Gue mau disini aja deh~" jawab Gakupo dengan nada cowo yang coretmesumcoret.
"Loe keluar atau loe bakal terima akibatnya," ancam SeeU dengan nada dingin.
Ah, satu lagi yang belum kalian ketahui. Akibat kejadian disaat SeeU kecil, sifatnya berubah 180 derajat. Dari SeeU kecil yang periang, ceria, dan baik hati menjadi SeeU yang dingin, cuek, beringas, dan tidak mengenal ampun. Tentang ke panti asuhan atau mereka memberikan kekayaan mereka itu adalah kemaukan LenRin dkk. Karena SeeU malas mencampuri urusan mereka, jadi dia hanya mengiyakan saja.
"Tidak ah~ coba kalau berani~" ucap Gakupo dengan santai.
"..." Munculah perempatan berwarna merah dan hitam serta aura-aura gelap dari tubuhnya.
"SeeU-cha-"
Buagh! Brak!
"Awh..." rintih Gakupo kesakitan sambil berlutut dengan luka memar di jidat akibat terkena lemparan jam weker SeeU yang berwarna abu-abu tua.
"Hahahaha~ salah sendiri! Udah gue bilang keluar loe malah nge-bandel," kata SeeU.
"Iya..iya..gue keluar sekarang," kata Gakupo dan langsung ngacir keluar.
Ah, about 'Lady Crime'. Lady Crime adalah sebuah organisasi perampokan dan pembunuhan (mungkin tidak semua pembunuhan) terbesar didunia. Sudah terbentuk selama 8 tahun. Kekayaannya sudah tidak terhitung lagi. Organisasi ini mengambil orang-orang yang rata-rata masih berusia muda. Dididik dan disekolahkan (maksudnya dilatih) selama 1 tahun. Biasanya orang-orang yang dipungut itu berkisar usia 9 sampai 24 tahun.
Mula-mula, anak tersebut disuruh memilih senjata yang dia sukai. Kedua, dia diajarkan untuk berlari dengan cepat. Berguna untuk melarikan diri dari kejaran polisi. Ketiga, anak baik laki-laki maupun perempuan harus mengalami latihan fisik yang berat. Keempat, mereka akan dilatih untuk berperang. Tetapi, musuh yang digunakan adalah robot belaka. Jadi, mereka tidak akan mengalami cedera sama sekali. Kalau anak sudah mahir, dia sudah bisa melawan senior-seniornya.
Biasanya tidak semua anggotanya menjadi attackers, tetapi ada yang menjadi hackers. Seperti Gakupo dan Miku. Ada yang menjadi controller. Itu pekerjaan Gakupo (lagi) dan Kaai Yuki. Kaai Yuki adalah gadis cilik yang berumur 10 tahun. Yang hanya tinggal di markas dan mengotak-atik komputer.
Gakupo POV
'Gila tenaganya kuat juga,' batinku sambil sweatdrop.
Hei, aku Gakupo Pangasudan, 24 tahun, blasteran Indonesia-Jepang. Sebagai supir, eh? Ya gak supir juga sih. Aku yang mengendarai mobil (ya sama aja 'kan?) sama yang mengontrol pergerakan-pergerakan mereka. Aku juga sebagai pengintai, penyadap CCTV, dan hacker seperti Miku. Aku selalu menunggu mereka di Alphard milik SeeU yang digunakan untuk memasukkan barang curian kami.
Aku memiliki kekasih bernama Akita Neru, umurnya 16 tahun, namun 2 hari sebelum Neru merayakan sweetseventeen-nya, Neru meninggal akibat dua tembakan di dada dan satu dikepala. Aku sangat terpukul akibat kematiannya. Kami membawa mayat Neru dan kami kuburkan di sebuah lahan kosong yang SeeU beli untuk menguburkan mayat-mayat. Padahal 2 hari lagi, kami menikah.
Sekarang aku sudah mencoba untuk melupakannya. Namun, aku masih menyimpan barang-barang peninggalannya. Dia adalah gadis tsundere yang sangat jutek. Namun, disisi lain, dia bisa saja bersikap lucu dan konyol. Kami semua sangat menyayangi dia. Neru meninggal tertembak akibat dia ingin menyelamatkan Len dan Rin yang maju saat kami ingin kabur dari gedung sebuah perusahaan karena disana ada polisi yang menyergap kami. Len dan Rin yang hampir tertembak oleh 2 peluru panas di dada dan 1 peluru panas di kepala itu, didorong oleh Neru. Dan, alhasil dia yang terkena peluru-peluru panas itu.
Waktu itu, aku pernah mendengar suara tangisan Rin dari kamar yang ditempati oleh Neru. Aku tahu pasti Rin sangat amat sedih atas kehilangannya.
"Jalmothaessumida(5)," ucapnya disela-sela tangisnya.
A/N : Semua orang di Lady Crime, meskipun dia orang dari luar Korea, semuanya bisa ngomong bahasa Korea.
Dan, yah sekarang, akibat ulah konyolku, aku terkena lemparan weker abu-abu milik SeeU dan rasanya sakit. Aku menyeret (?) kakiku dengan malas kembali ke ruangan besar yang kami sebut ruangan meeting.
"Abang Gaku- eh?! Kenapa tuh?" tanya Rin dengan mimik kaget yang bisa membuat cowo-cowo nosebleed.
"Biasa lah, Rin. Pasti kena timpuk SeeU eonnie(6) 'kan?" tanya Len dengan sinis saat melihatku sedang menatap Rin dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Author.
"Iya, kamu betul sekali," ucapku dengan santai sambil mengusap dahiku yang merah kebiru-biruan.
Aku melihat Luka yang sedang menelepon seseorang. Pasti, pemilik yayasan panti asuhan. Lalu, tak lama kemudian, dia menutup telepon.
"Eh.. Kkeutnasseo(7)?" tanya Miku.
"Keurae(8)," jawabnya sambil tersenyum tipis.
"SeeU eonnie tadi lagi apa?" tanya Len.
"Dia abis tidur, udah bangun. Terus dia sekarang lagi mandi," jawabku lagi.
"Sekarang gue tahu kenapa Gakupo kena timpuk sama SeeU," ucap Kaito dengan nada agak err...mengejek?
"Kenapa emang?" Meiko nimbrung entah dari mana sambil membawa Sake yang adalah minuman kesukaannya.
"Sini-sini," kata Kaito. Aku 'pun bingung dan berjalan mendekati mereka.
"Eits! Shu..shu... Abang-kun enggak boleh tahu tebakan kami dan Kaito oppa(9)," kata IA.
"Hhhh... Keurae," ucapku dengan malas dan menjauh dari mereka.
IA POV
Hello! Namaku IA. Aku malas menyebutkan nama lengkapku. Kalian sudah tau biodata dan keahlianku 'kan? Hmm... mari kita langsung ketopik pembicaraan saja.
"Pasti ya Gakupo itu kena timpuk gara-gara dia itu ngegodain SeeU," bisik Kaito oppa.
"Iya, gue setuju banget," timpal Megpoidi Guminia, dia adalah sahabat terbaikku. Keahliannya adalah menembak jarak jauh seperti Luka eonnie. Suka mendampingi Luka eonnie dalam bertugas, umurnya 19 tahun.
Kami 'pun menatap Abang Gakupo sambil smirking. Abang Gakupo yang melihat kami, langsung memberikan tatapan ngapain-liat-liat-gue. Kami ngakak.
"Kenapa loe pada ketawa-tawa?" tanyanya.
"Hahaha..enggak 'kok, l-lucu aja," ucap kami bersama dan serempak.
"Ayo, kita segera berangkat," ucap Luka eonnie.
"Iya, mereka pasti sedang menunggu kita," sambungnya.
"Tapi, tunggu dulu. Kita harus menyiapkan senjata kecil agar kita tidak mengalami kejadian yang tidak diinginkan," ucap SeeU-ssi(10) yang tiba-tiba muncul.
'Astaga, cantiknya dia,' batin kami serempak.
Biar aku jelaskan apa pakaian yang dikenakan oleh SeeU-ssi yang terkenal tomboy banget sekarang.
Dia memakai setelah dress yang tidak panjang dan berlengan pendek berwarna pink-peach yang agak pucat, memakai celana panjang berwarna dark blue-black. Rambutnya diikat menjadi ponytail, memakai sepatu boots setinggi betis berwarna coklat tua. Memakai make up tipis yang membuatnya terlihat semakin cantik. Dia memakai tali pinggang berwarna putih yang sudah dilengkapi dengan sarung nighthauk, pelurunya, dan sebilah pisau.
"Keren..." ucap Kaito oppa sambil memegangi hidungnya yang mengeluarkan...darah?
BLETAK!
"Auch! S-sakit!" ucap Kaito oppa sambil megangin kepalanya yang kena pukul pakai sendal high heels-nya Luka eonnie yang tingginya 13 cm.
"Salah sendiri!" Luka eonnie berkata sambil cemberut. Kami ngakak dan mempersiapkan apa yang akan kami bawa nanti.
"Ya sudah, ya sudah, mending kita pergi deh sekarang," ucap SeeU-ssi sambil melangkah pergi.
"K-keurae!" ucap kami serempak dan langsung beres-beres kilat.
Author POV(?)
SeeU dkk.(?) sedang dalam perjalanan ke panti asuhan. Di mobil itu gupek dan sumpek(?) abis. Ada yang joget-joget gak jelas, ada yang nyanyi-nyanyi, karaoke-an, perang-perangan(?) lah, dan masih banyak lagi deh.
SeeU yang ngeliat mereka pusing sendiri dan memutuskan untuk mendengarkan lagu. SeeU duduk disebelah kanan Gakupo yang lagi nyupir. Mereka pake mobil Limousin-nya SeeU. SeeU ngelamun. Gakupo sekali-sekali melirik ke arah SeeU.
"Hoi!" Gakupo manggil SeeU.
"Ah! Apa?" tanya SeeU.
"Ngelamun aja loe ini," ucapnya.
"Ah... Memang gak boleh?"
"B-bukan gitu, mbak." Gakupo bercanda.
"E-eh?! Ampun mbak.." Gakupo berkata lagi karena melihat perempatan di kepala SeeU.
"..."
Terjadi keheningan. Semua yang lagi beraktifitas gaje langsung diam mendadak. Mereka semua gak ada yang berani ngomong. Inilah, kalo SeeU udah marah, bisa berkepanjangan deh urusannya. Waktu itu aja, pernah ada yang hampir meninggal gara-gara adu mulut dengan SeeU. Wihh ngeri~
Akhirnya mereka sampai ditempat yang mereka tuju. Mereka semua turun dan mengeluarkan barang-barang dari bagasi. Mereka disambut hangat oleh para anak-anak dipanti asuhan.
"Halo kakak!" Anak-anak itu berkata dengan ceria dan sangat polos.
"Halo semua~" ucap Rin dan Len.
Mereka 'pun membagi-bagikan makanan, pakaian, dan obat serta uang tunai kepada mereka. Semua terlihat sangat senang. Kecuali SeeU yang sedang berdiri didekat mobil, wajahnya kelihatan gelisah. Kaito menghampirinya.
"Hei, SeeU."
"Hm?"
"Loe kenapa? Kelihatannya gelisah banget?"
"Gak. Gue ngerasa punya firasat buruk aja."
"Emang ada ap-"
WIUW! WIUW! (?)
"S-sial!" SeeU dan Kaito langsung berlari masuk.
SeeU membisikkan ke Rin bahwa ada polisi disini. Rin membisikkan ke Len, dan seterusnya sampai ke Kaito yang paling ujung.
"Kalian semua! Cepat berlindung! Bawa masuk barang-barangnya!" Luka berteriak dengan tegas.
Mereka hanya menurut saja dan langsung bergerak masuk. Gakupo, Rin, dan Len membantu mereka membawakan barang-barang kedalam. SeeU dan yang lainnya sudah mengeluarkan senjata. Luka dan Guminia mengambil sniper mereka dan bersiap-siap diatas gedung diseberang panti asuhan itu.
Gakupo, Rin, dan Len sudah selesai membantu mereka.
"Jangan kemana-mana," ucap Gakupo kepada para anak-anak panti asuhan.
Mereka menggangguk. Gakupo, Rin, dan Len langsung pergi dan bersiap-siap untuk kabur. SeeU dan yang lain menembaki para polisi dan masuk kedalam mobil. Gakupo langsung injak pedal gas dan mobil itu langsung bergerak cepat. Para polisi menembaki dan mengejar mereka.
Luka dan Guminia menembak beberapa polisi dari atas. Guminia 'pun begitu. Mereka berdua langsung turun dari sana dan memasukkan sniper mereka ke dalam sarung gitar. Sarung gitar tersebut sudah dirancang khusus untuk senjata itu. Mereka menaiki motor polisi yang ditembak mereka. Dan langsung mengikuti SeeU dkk.
Sementara itu ditempat lain...
SeeWoo POV
"Hmm..." Aku melihat mereka kejar-kejaran dari LCD Projector yang terpasang diruang meeting kami.
"Rencana ini mungkin akan berjalan dengan lancar," ucapku.
"Bagaimana anda bisa yakin?" tanya Lenka.
"Entahlah... Hanya saja, kupikir, pasti akan terjadi pertumpahan darah disana," ucapku (lagi).
"Mikuo, Siapkan pasukkan elite command untuk dikerahkan ke markas 'Lady Crime'," perintahku.
"Baik, pak," balasnya dan langsung berlari.
"Aku akan mengadakan gebrakkan besar-besaran part one untukmu SeeU," gumamku.
TuBerColosis(?) E-eh?! ToBeContinue maksud saya
Kamus :
(1)= Saya (dalam bahasa Jepang), biasanya digunakan oleh laki-laki.
(2)= Setuju (dalam bahasa Korea)
(3)Shota atau Cowo yang mukanya kayak cewe (dalam bahasa Korea)
(4) = Tembakan tepat dikepala (dalam bahasa Inggris)
(5) = Saya Bersalah (dalam bahasa Korea)
(6) = Kakak Perempuan (dalam bahasa Korea)
(7) Sudah selesai (dalam bahasa Korea)
(8)= Iya / ya (dalam bahasa Korea)
(9) = Kakak laki-laki (dalam bahasa Korea)
(10)= Nona/Saudari untuk menghormati orang (dalam bahasa Korea). Ex/ SeeU-ssi. Dalam bahasa Indonesia artinya : Saudari SeeU, Nona SeeU
Author : AKHIRNYAA!
SeeWoo : napa bagian gua dikit amat?
Author : maaf, soalnya gak ada ide lagi.. FF yang lain juga jadi Hiatus (TwwT)
Miku : bagian gua jugaaa!
Author : *naik pitam* GAK USAH PADA BERISIK! GUA LINDES LOE LOE PADA PAKE ROAD ROLLER GUEE! *ngidupin road roller*
SeeWoo+Miku : KYAAAAA! KAMI-SAMAAAAA! *lari-lari gaje*
Len=Rin : kata terakhir...
PLEASE REVIEW IN THIS BOX
THANK YOU
