DISCLAIMER : Naruto dan HighschoolDxD bukan punya author.
"BlaBlaBlaBla..." human talking.
"BlaBlaBlaBla..." human thinking
"BlaBlaBlaBla..." biju/summoned talking
"BlaBlaBlaBla..." biju/summoned thinking
Paginya, di mansion keluarga phenex, terlihat lord dan lady phenex, ialah lord Minato phenex dan istrinya lady Kushina sedang di hadapkan dengan pertanyaan penuh ke-ingintahuan dari anak bungsu mereka, yaitu Ravel phenex.
"tou-sama, tolong ceritakan semua tentang Naruto nii-sama, Ravel sangat penasaran dengan Naruto nii-sama"
"ya ampun ravel-chan, bukan kah semalam nii-sama mu sudah menceritakan semuanya?" ujar lady Kushina sambil tersenyum mendengar pertanyaan dari Ravel.
"huh, Ruval nii-sama hanya menceritakan sedikit kaa-sama"
"baiklah Ravel-chan, mungkin tousan akan sedikit menceritakan tentang nii-sama mu itu" lord minato memutuskan untuk sedikit menceritakan kisah anak sulungnya tersebut untuk mengobati rasa ingin tahu yang besar dari Ravel.
"arigatou tou-sama" ujar Ravel penuh antusias.
"klan kita phenex adalah klan pengendali api, di tambah dengan kemampuan regenerasi yang cepat, klan kita menjadi salah satu clan yang di segani di underworld, kebanyakan klan phenex memiliki warna api kuning ataupun keemasan, berbeda dengan Naruto, dia memiliki api yang unik berwarna putih, dan panasnya pun tiga tingkat lebih panas dari pada api dari anggota klan yang lain, termasuk api tousan sendiri, juga kemampuan regenerasi super cepat melebihi yang lain, dulu saat di medan perang, nii-sama mu itu dengan gagah beraninya memimpin pasukan kita bersama teman-temannya, dengan percaya diri tinggi dia maju ke tengah medan pertempuran dan akhirnya berhadapan dengan para pemimpin dari setiap fraksi"
FLASHBACK
Di sebyah tanah lapang yang luas, terlihat sekelompok orang[?] yang saling berhadapan satu sama lain.
"hosh, hosh, akhirnya kita sampai di penghujung perang ini, bukan begitu, hai sang pertama, Satan Lucifer?" ujar sosok iblis dengan perawakan yang tinggi, berambut pirang emas jabrik dengan tiga guratan halus di pipinya yaitu Naruto phenex sambil tersenyum kepada sosok lelaki yang ada di depannya.
"cih, sombong sekali kau anak muda, jangan kira hanya dengan api kecilmu itu kau bisa mengalahkanku dan mengambil tahta di underworld" balas sosok lelaki yang ternyata adalah sang raja iblis pertama,Satan Lucifer.
"hahaha, apa aku tidak salah lihat?, dua ekor kelelawar kecil tengah mengumbar bualan konyol, sungguh membosankan" tak jauh dari dua sosok di atas,terlihat pula sosok lain yang ada di sana.
"wah, wah, ternyata kau masih hidup gagak tua?, ku kira kau sudah gugur di awal perang ini,tak kusangka ternyata kau masih bisa bernafas walau terlihat kepayahan" Naruto menyunggingkan senyum meremehkan yang membuat sosok yang ternyata adalah pemimpin malaikat jatuh tersebut menggeram kesal.
"Naruto, bagaimana ini?, seluruh pasukan kita yang tertinggal di belakang sepertinya kesusahan tanpa adanya yang memimpin" sosok lain yang sedari tadi berdiri di belakang Naruto barbisik.
"kau lebih baik mundur Sirzech, bantu Ajuka, Falbi dan Sera-chan di belakang, di sini biar aku yang ambil alih" sosok yang ternyata adalah Sirzech gremory tersebut hanya mengangguk dan segera menghilang dengan sihir teleport.
"jadi, bisa kita mulai?" ujar Naruto sambil memasang kuda-kuda bertarung.
Sejenak hening mencekam di antara ketiga makhluk yang akan memulai pertarungan hidup-mati tersebut, hembusan angin bahkan terasa membelai sekujur badan mereka, seakan membujuk untuk menghentikan pertarungan itu.
"Druakh..."
Tanah pijakan di kaki Naruto seketika retak akibat dari menahan kepalan tinju yang secara tiba-tiba dari pamimpin malaikat jatuh.
"cih, tinjumu lumayan juga pak tua, tapi,sepertinya tenagamu jauh berkurang akibat tubuh bau tanahmu itu,heh?"
"brengsek kau iblis rendahan,,,!"
Belum sempat Naruto membalas umpatan tersebut, insting bertarungnya berteriak memberitahukan ada bahaya yang datang, tak mau mengambil resiko, Naruto segera melompat sekuat tenaga ke arah belakang, begitu juga dengan pemimpin malaikat jatuh, sepersekian detik kemudian, sebuah laser hitam pekat menghancurkan tanah tempat Naruto dan pemimpin malaikat jatuh tadi beradu pukulan.
"sepertinya aku sedikit di lupakan di sini" tak jauh dari asap hasil dari ledakan laser, terlihat Satan Lucifer yang berdiri angkuh menantang, terlihat sisa-sisa lingkaran sihir di depannya.
"wah, bahaya sekali tadi, sepertinya akurasi tembakan mu perlu di perbaiki lagi lucifer"
"kau dan mulut besar mu bocah tengik"
Satan melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Naruto yang terlihat membuat sebuah segel
"RAGING FIRE BULLETS" Naruto menembakkan peluru-peluru api putih ke arah satan yang melaju ke arahnya.
Satan yang melihat banyak peluru api yang di tembakkan ke arahnya dengan lincah berkelit hingga tidak satupun peluru yang mengenainya.
"makan ini bocah sialan!, DEMONIC PUNCH" Naruto yang tak menyangka Satan dapat mengindari peluru-pelurunya pun terkena pukulan telak dari sang Lucifer, Naruto terlempar ke arah pemimpin malaikat jatuh yang ternyata sudah menyiapkan serangkaian segel sihir.
"hahahaha, sepertinya kau tidak bisa ikut serta di ronde berikutnya bocah, LIGHT CRUSHER" dari tangan sang pemimpin malaikat jatuh tiba-tiba muncul cahaya berbentuk laser yang melesat ke arah Naruto yang masih terlempar akibat tinjuan dari Satan.
"celaka..." Naruto segera mengeluarkan sebuah kunai dari balik kantong perlengkapan di pinggang nya, dan melempar kunai tersebut ke arah samping.
"DHUAR..."ledakan besar terdengar setelah laser yang di tembakkan pemimpin malaikat jatuh itu mengenai Naruto.
"hahahahaha, rasakan itu iblis sombong" pemimpin malaikat jatuh tersebut tertawa melihat sihirnya yang telak mengenai naruto.
"that was close,huh..?" sebuah suara sentak menghentikan tawa pemimpin malaikat jatuh itu, dengan segera dia melihat ke arah asal suara, di mana tampak Naruto yang berdiri sambil menyeka setetes darah yang ada di bibirnya.
"kau,bagaimana mungkin?" pemimpin malaikat jatuh tampak kaget melihat Naruto yang masih hidup setelah terkena serangan telaknya.
"semua orang pasti punya rahasia kan, pak tua?"
"sudah kuduga,kau tak akan mati dengan serangan selemah itu iblis tengik" Satan menyeringai sadis melihat Naruto masih hidup, darah bertarungnya semakin mendidih, meminta pertarungan naik ke level berikutnya.
"cih, sepertinya ini waktunya serius, akan ku bunuh kalian berdua, iblis sialan" pemimpin malaikat jatuh memasang kuda-kuda bertarung.
"jadi, bisa kita segera selesaikan ini?, aku rindu masakan kaa-san ku di rumah" Naruto ikut memasang kuda-kuda bertarung terkuatnya.
Pertarungan pun semakin seru, berhari-hari mereka bertarung dan terus bertarung menyebab kan kehancuran tak terkira, hasil dari ledakan jurus masing-masing.
hingga di mana tuhan pun akhirnya ikut dalam pertarungan itu,pertarungan yang menjadi akhir dari perang terhebat sepanjang sejarah para makhluk spiritual, pertarungan yang menjadi saksi akan dahsyatnya perang itu.
FLASHBACK END
"pertarungan mereka menyebabkan berhentinya perang, sejak saat itu, nii-sama mu tak pernah terlihat, ada yang menyebutkan bahwa nii-sama mu gugur dalam pertempuran itu, tetapi tousan dan kaasan mu percaya bahwa dia masih hidup" lord Minato mengakhiri cerita nya.
"tapi tou-sama, kalau benar Naruto nii-sama masih hidup, kenapa dia tak kembali ke underworld?"
"kami juga tidak mengerti Ravel-chan, mungkin ada sesuatu yang membuat nii-sama mu itu belum bisa kembali, kaasan percaya, suatu saat nanti dia akan kembali berkumpul bersama kita" lady kushina membelai rambut Ravel dengan lembut.
"t, tapi, apakah Naruto nii-sama akan mengenali Ravel kelak jika dia pulang kaa-sama?"
"dia pasti akan mengenalmu Ravel-chan, kau pikir, siapa yang mengirimi mu setangkai mawar putih dan kartu ucapan selamat di hari ulang tahun mu?"
"b, benarkah itu kaa-sama?" Ravel memandang kaasan nya dengan terkejut.
"ya, mawar itu kaasan temukan di tumpukan kado ulang tahun mu, entah kapan nii-sama mu meletakkan nya di sana"
"tapi itu bisa jadi kado dari Ruval nii-sama ataupun Raiser nii-sama bukan?"
"tidak mungkin Ravel-chan, tousan sangat mengenal tulisan tangan dari Naruto" kali ini lord Minato yang menjawab.
"sekarang kau pergilah istirahat Ravel-chan, tousan dan kaasan harus segera bersiap ke mansion keluarga gremory, tousan ingin membahas masalah pertunangan nii-sama mu, Raiser, dengan putri dari keluarga gremory, Rias gremory" ujar lady gremory sambil mengecup kening putri bungsu kesayangannya tersebut.
"baiklah kaa-sama" Ravel kemudian beranjak menuju ke arah kamarnya, begitu pula dengan lord dan lady phenex yang bersiap-siap untuk segera berangkat ke mansion gremory.
TBC
Hallo minna,ketemu lagi dengan author dengan kemampuan pas-pasan ini.
Kali ini author datang dengan Chapter baru,yang mungkin masih memiliki banyak sekali kekurangan,tapi author harap minna sekalian sudi untuk meluangkan waktu buat me-review Fic gaje author ini.
Author mengucapkan terimakasih buat senpai-senpai yang mau me-review dan memberi saran pada author,jujur author sangat terharu.
Dan di Chapter kali ini author membuat scene pertarungan,ternyata sangat sulit untuk menuang kan ide yang sudah tergambar di kepala author ke dalam bentuk tulisan,author harap ada komentar untuk scene pertarungan yang telah author buat.
O iya,sekalian author minta saran nama chara yang pas untuk menjadi peerage dari Naruto nanti,atau senpai sekalian ingin meminjam kan OC nya kepada author?
Kalau misal nya senpai sekalian ingin memasukkan OC,silakan PM atau coret-coret di kolom review tentang kemampuan,ciri-ciri dan nama dari OC senpai sekalian.
Mungkin sekian curhatan author gaje kali ini, jangan lupa Review minna, Jaa-nee.
Author log-out.
