ITU SEMUA KARENA JERAWAT

Author: fearlessrei

Pairing : ChanBaek – KaiSoo

Genre: Comedy, Romance, Fluff

Rating: T

Length: One shoot

Pairing: ChanBaek, KaiSoo

Boys Love/Boy x Boy/Shounen-ai

Disclaimer: Semua member yang kupakai disini milik Tuhan, aku hanya meminjam nama dan sedikit karakter mereka. Fanfiction/cerita ini milikku, cerita awal (previous chapter) asli dari teenlit buatan sahabatku, Melinda (thanks a lot for her), aku remake jadi fiction ChanBaek dan KaiSoo. Dan sekarang semua tulisan dari cerita sekuel ini asli hasil tulisanku. So, do NOT copy!

HAPPY READING

.

ITU SEMUA KARENA JERAWAT

.

.

.

"By the way, kau lembut juga ya. Kau ini kan lelaki dan juga otaku, jarang sekali aku menemukan sesama otaku sepertimu. Rata-rata otaku lain orangnya menyebalkan." Chanyeol mengubah topik pembicaraan.

"Oya?" tanya Baekhyun penasaran.

"Iya, terakhir aku melakukan chatting dengan seorang otaku. Ia sudah berjanji padaku akan menjual artbook One Piece-nya padaku. Tetapi tak lama setelah proses deal, orang itu malah menjualnya kepada orang lain, hanya karena aku kalah cepat mentransfer uangnya dan ia bilang ia memutuskan menjualnya pada orang lain karena bayaran yang lebih mahal dariku. Padahal aku yakin hanya berbeda beberapa won saja. Dasar memang menyebalkan." Jelas Chanyeol panjang lebar seakan ia tengah curhat.

Disisi lain wajah Baekhyun memucat.

"Ma…maksud mu?" Tanya Baekhyun.

Chanyeol melirik keheranan kearah Baekhyun yang memucat.

"K… kau… real_pcy?" Baekhyun yang sungguh sekarang sedang terkejut tiba-tiba bertanya.

"Eh, darimana kau tahu uname sns-ku?" Chanyeol terlihat sangat heran. Sedetik kemudian ia menyadari penyamarannya sudah diketahui.

"A.. aku... akun bbh_04, yang menjual artbook itu. Yang sudah kujanjikan untukmu…" jelas Baekhyun yang sekarang benar-benar gugup.

"HAH?"

Flashback

real_pcy : bagaimana sih? Katamu art book One Piece-mu itu akan dijual kepadaku!?

bbh_04 : tadinya sih begitu, tapi kau kalah cepat dari orang lain. Sudah begitu ia berani membayar lebih mahal dari dirimu.

real_pcy : tapi aku yang lebih dulu memesan art book itu padamu, dan kau sudah berjanji! Dasar, kalau saja aku tahu mukamu sudah kuhabisi kau mentah-mentah!

bbh_04 : hey! Kenapa jadi sewot begitu? Untung saja aku belum pernah bertemu denganmu. Pasti wajahmu sangat jelek!

real_pcy : wajahmu itu yang jelek!

Baekhyun yang kesal menutup tab chattingnya dengan sembarang. Wajahnya benar-benar masam. "Apa itu, mengatai wajahku jelek segala. Awas saja jika ternyata kau yang lebih jelek!"

Baekhyun pun melangkahkan kakinya menuju dapur. Membuka lemari pendingin dan mengambil sekaleng orange juice, lalu meminumnya sekali teguk. Setelah habis ia lempar kaleng itu ke tempat sampah dengan kesal. Iya, Baekhyun sungguh kesal.

Flashback end

Teringat lagi kejadian minggu lalu, ketika Baekhyun chatting dengan seseorang ber-uname real_pcy. Yang berakhir dengan makian "wajah jelek" yang keluar dari tulisan mereka masing-masing. Masih ingat jelas ia melempar kaleng bekas orange juice dengan kesalnya karena baru saja dikatai berwajah jelek. Dan Baekhyun bersumpah akan menampar orang ini jika suatu saat ia bertemu dengannya dan menemukan bahwa orang yang mengatainya ini berwajah lebih jelek dari dirinya.

Namun sungguh diluar dugaan. Hari ini tepat dihari ia menggantikan posisi Kyungsoo, sahabatnya, untuk menemui kencan butanya, ia benar-benar bertekuk lutut – oke ini perumpamaan – ketika melihat wajah tampan ditambah tubuh tinggi menjulang yang sempurna milik Kim Jongin palsu alias Park Chanyeol, yang baru saja Baekhyun ketahui bahwa orang inilah yang mengatainya "berwajah jelek".

"Sebentar, apa maksudmu?" Chanyeol masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Ia terlalu shock mendengarnya secara tiba-tiba.

"Kau, benar kan kau yang punya uname sns real_pcy? Dari ceritamu tadi sepertinya aku tidak salah." Baekhyun yang awalnya gugup kini memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing. Iya pusing karena ini terlalu tiba-tiba.

Lalu Chanyeol mulai curiga kalau yang ia ajak mengobrol dari tadi ini bukanlah Do Kyungsoo. "Tunggu dulu, sebenarnya namamu siapa? Kau pasti bukan Do Kyungsoo kan?

Matilah sudah.

Penyamaran Baekhyun sudah terbongkar.

"Ehm.. i.. itu.." Baekhyun mulai bingung mencari alasan apa untuk menjawab pertanyaan Chanyeol. Namun sedetik kemudian ia bertanya. "Setahuku Jongin bukanlah seorang otaku, ya, Kyungsoo tidak mungkin suka itu. Lalu kalau bukan Jongin, kau ini siapa?"

Chanyeol menutup mulut dan matanya karena ini sungguh juga membuatnya shock setengah mati.

"Annyeong.." tiba-tiba dua orang pemuda mendekati meja mereka dan menyapa dua orang yang sedang sama-sama pusing menghadapi apa yang sebenarnya terjadi.

Baekhyun dan Chanyeol menoleh kearah sumber suara yang menyapa mereka berdua. Dan wajah mereka sekali lagi terlihat begitu kaget.

"K..kyung…" Baekhyun memanggil Kyungsoo dengan memasang wajah heran.

"Chanyeol, sepertinya sudahi saja aktingmu." Kali ini Kim Jongin asli yang berbicara.

"Ada apa ini? Aku sungguh pusing." Chanyeol memegang kepalanya dan sedikit mengacak rambutnya.

"Aku jelaskan ne…" kini Kyungsoo mulai alih bicara. Sekarang duduklah empat orang pemuda di meja tadi.

"Jadi begini, aku menyuruh Baekhyun untuk menggantikan kencan butaku dengan Jongin. Aku sungguh tidak ingin seperti ini, tapi jerawat ini membuatku jadi menggunakan cara ini. Namun ternyata nasib yang sama juga dialami Jongin. Dan itu membuat kalian berdua duduk disini dan berakting. Aku sungguh minta maaf" Kyungsoo meletakan kedua tangannya diatas meja dan membungkuk, keningnya mencium tangannya, seolah-olah ia sedang bersujud.

"Iya, maafkan kami" giliran Jongin yang angkat bicara. "Pada awalnya aku cukup tenang karena semua rencana berjalan dengan lancar. Namun aku sungguh terkejut karena sosok yang berbicara dengan Chanyeol bukanlah Kyungsoo, karena Kyungsoo yang asli malah bertemu denganku di meja seberang sana tadi."

"Itu benar." Kyungsoo menambahkan.

Baekhyun dan Chanyeol masih sama-sama memegang kepala masing-masing. Baekhyun kini sudah memasang wajah masamnya, dan Chanyeol pun tidak jauh berbeda. Melihat itu Kyungsoo berinisiatif memeluk Baekhyun.

"Baekhyunnaaaa…! Mianhaeeee…" Kyungsoo mulai merengek. Oh, baiklah, satu lagi kelemahan Baekhyun adalah tidak suka mendengar rengekan Kyungsoo. Namun Baekhyun masih pada posisinya. Kyungsoo yang menyadari orang yang kini sedang dipeluknya ini masih tidak bergeming malah makin menjadi merengek dan mulai sedikit menangis. "Baekkieee….. jeongmal miaaanhaaeee"

"Aahhhh Do Kyungsoo! Diamlah! Aku pusing!" Baekhyun memegang kepalanya dengan kedua tangannya yang masih bisa terbebas dari pelukan Kyungsoo.

"Tidak apa Jongin, aku jadi tahu sosok orang yang menyebalkan yang tempo hari pernah kuceritakan padamu." Tiba-tiba Chanyeol berbicara.

"Kyungsooya, ayo kita pulang saja. Kau sudah bertemu Jongin kan, kepalaku mendadak pusing." Pinta Baekhyun.

"Eh, jadi kau tak marah padaku Baek?" tanya Kyungsoo hati-hati dan mulai merenggangkan pelukannya.

"Sudahlah ayo pulang!"

"Kita juga sebaiknya pulang, kepalaku pun pusing sekali. Aku sungguh kurang tidur." Chanyeol meminta hal yang sama juga pada Jongin.

"Kenapa jadi begini?" Jongin yang tidak tahu masalah Baekhyun dan Chanyeol mulai menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Sama halnya dengan Kyungsoo, ia pun tidak tahu menahu soal mengapa tiba-tiba sahabatnya ini tidak marah tapi juga malah ingin pulang. Padahal Kyungsoo baru saja ingin mengajak Baekhyun, ataupun Chanyeol yang notabene adalah sahabat Jongin, untuk mengobrol lebih lama lagi disini.

Flashback

"Kau… kau yang kemarin memberikanku obat jerawat kan?" sapanya.

"Eh!" Kyungsoo terkejut melihat seorang pemuda yang kemarin baru saja ia puji sebagai pemuda lucu dan tampan, yang ia beri obat jerawat. "Iyaa… Kita bertemu lagi. Perkenalkan, namaku Kyungsoo, Do Kyungsoo. Apa yang sedang kau lakukan disini?"

"Namaku Kim Jongin. Eh, eh, apa!? Kyungsoo!?" jawab Jongin sedikit berteriak, karena jujur saja ia baru menyadari ia baru saja mendengar nama yang tidak asing baginya.

"Kenapa?" jawab Kyungsoo keheranan.

"Ah, tidak apa-apa." Jawab Jongin sedikit menutupi kegugupannya.

"Tapi tunggu sebentar, namamu seperti nama pasangan kencan butaku. Ahahaha, tapi tidak mungkin karena orang yang kumaksud sedang mengobrol disana." Terang Kyungsoo yang juga sedikit gugup, menunjuk kearah meja dimana Do Kyungsoo dan Kim Jongin palsu sedang duduk.

Tiba-tiba Jongin memucat.

"Sepertinya kita perlu bicara, Kyungsoo." Ajak Jongin

"Eh…..? Memangnya ada apa?"

"Kalau kau Do Kyungsoo, lalu yang duduk disana itu siapa?" tanya Jongin hati-hati.

Kyungsoo yang masih bingung dan belum menyadari sepenuhnya keadaan sebenarnya menjawab dengan benar pertanyaan Jongin "Itu sahabatku, Baekhyun."

"Maaf sebelumnya, tapi kau juga jangan marah, ne." pinta Jongin.

"Sebenarnya ada apa sih?"

"Aku Kim Jongin, orang yang seharusnya duduk disana denganmu, Do Kyungsoo."

Kyungsoo mencerna apa yang baru saja Jongin katakan. Lalu…. "APA?"

"Kau janji tidak akan marah kan?"

"Ah, baiklah, baiklah. Jadi kau benar-benar Kim Jongin, my blind date?"

"Iya, maafkan aku ya Kyung… tapi ngomong-ngomong kemarin kita bertemu di apotek kan? Lalu kenapa hari ini kau tidak menemuiku, ah, maksudnya, ah… kau mengerti kan?"

"Kau tidak lihat tiga buah jerawat diwajahku ini?"

"Kalau begitu alasan kita sama Kyung! Aku pun ada disini dan tidak menemuimu karena… eoh… jerawat."

"Hahahaha…" Kyungsoo tertawa renyah dan mulai mengerti tentang keadaan apa yang kini tengah dihadapinya.

Flashback end

Baekhyun berdiri dari tempat duduknya. Melirik Kyungsoo yang masih terheran-heran, lalu dengan cepat menarik tangannya dan mengajaknya pergi dari meja itu. Kyungsoo yang terkejut akhirnya pasrah ditarik oleh Baekhyun dan kini mengikutinya dari belakang. Sekejap Kyungsoo menoleh kearah Jongin yang juga masih dengan tampang herannya, lalu menempelkan tangannya kedekat telinga mengisyaratkan untuk menelponnya nanti.

Jongin yang bingung bertanya pada Chanyeol "Sebenarnya kenapa ini?"

Pada akhirnya mereka semua keluar dari café dan pulang kerumah masing-masing.

.

.

ITU SEMUA KARENA JERAWAT

.

.

Matahari pagi sudah mulai beranjak. Jam sudah menunjukkan pukul delapan. Baekhyun yang masih meringkuk dibalik selimutnya menggeliat imut. Ia masih ingin tidur. Tapi begitu ia menarik selimutnya sampai menutupi mukanya, pintu kamarnya tiba-tiba terbuka. Baekhyun dengan kaget membuka matanya dan menurunkan selimutnya lagi dengan kilat.

"Yaaa! Kau mengagetkanku saja Kyungsooya!" pekik Baekhyun yang menangkap sosok kecil dan berisi dari tubuh Kyungsoo yang baru saja membuka pintu kamarnya dengan kasar.

"Bangun Baekkieya! Sudah siang. Lihat eomma-mu dibawah sudah masak enak untuk sarapan kita."

"Eoh? Untuk kita? Jadi pagi ini kau menumpang sarapan lagi dirumahku? Yang benar saja?"

"Ya! Eomma dan appa-ku pergi pagi buta tadi keluar kota, aku terpaksa kemari. Sepertinya eomma-ku juga sudah menelpon eomma-mu, jadi tadi pagi eomma-mu menelponku untuk datang sarapan kemari." Jelas Kyungsoo panjang lebar.

"Terserah, aku masih ingin tidur. Eooohhh, biarkan aku tidur, jebaaaal"

"Eh…. Tunggu… apa itu di wajahmu?"

"Apa lagi?"

"Itu, di pipi kirimu…." Kyungsoo mencoba mencolek sesuatu yang berada di pipi kiri Baekhyun. Warnanya kemerahan.

"Awww!"

"Sakit kah? Jadi ini bukan bentol karena digigit nyamuk?"

"Apa maksudmu Kyung? Heooohhh…"

Kyungsoo tidak langsung menjawab melainkan mencari cermin kecil di nakas sebelah tempat tidur Baekhyun. Lalu memberikannya pada Baekhyun.

"Lihatlah sendiri."

"APA INIIIIII?!"

"Itu jerawat." Jawab Kyungsoo enteng.

.

.

Baekhyun baru saja selesai mandi, ia masih memakai bathrobe, berjalan menuju lemari pakaiannya yang terletak tak jauh dari tempat tidurnya. Kyungsoo masi duduk di karpet kamar Baekhyun sambil memainkan smartphone-nya.

"Kenapa ini bisa terjadi?" Baekhyun masih tidak percaya diwajahnya kini tengah tumbuh sebuah jerawat, warnanya kemerahan dan sepertinya sebentar lagi akan matang.

Baekhyun sedang memakai boxernya, lalu mengambil selembar kaos berwarna soft purple dari tahapan paling atas lemari pakaiannya. Ia menyimpan bathrobenya di gantungan sebelah lemarinya dan mulai memakai kaosnya. Lalu Kyungsoo menghentikan perhatian pada smartphone-nya.

"Beli saja obat salep yang waktu itu pernah kubeli di apotek. Punyaku kemarin baru saja habis. Hasilnya ini!" sambil menunjuk bangga wajahnya yang kini sudah bersih kembali tanpa jerawat.

"Tapi aku masih tidak mengerti kenapa bisa jerawat begini muncul, padahal aku tidak pernah lupa membersihkan wajahku, hfff…"

"Apa kau stress?"

"Mungkin…"

"Kau rindu seseorang?"

"Hah? Apa?"

"Atau kau benci seseorang?"

"Sepertinya iya… eohhh! Aku benci sekali orang yang kemarin mengaku sebagai pasangan kencan butamu!"

"Nah itu penyebabnya!"

"Apa kau bilang?"

"Ya itu, kau ini terlalu benci terhadap seseorang, lalu lama-lama jadi stress, dan munculah jerawat." Jelas Kyungsoo.

"Oh, yang benar saja Kyung… Apa hubungannya?"

"Sudahlah ceritakan masalahmu dengan orang kemarin, eh, siapa, Chanyeol ya namanya, karena kalau terus dipendam itu akan menimbulkan jerawat semakin merajalela diwajahmu itu."

"Kyungsooya, jangan bercanda. Sudah jangan sebut namanya. Aku malas menceritakannya."

"Awas lho, dari benci nanti lama-lama jadi cinta." Jawab Kyungsoo sambil memutar bola matanya yang besar itu.

"Yaaaaa!"

.

.

Dilain tempat….

"What the hell is this?" Chanyeol memekik di depan cermin kamar mandinya. Ia baru saja membuka pakaiannya dan akan menyalakan shower. Namun pandangannya terhenti ketika melewati cermin.

Ia mendapati bentolan kecil berwarna kemerahan di pipi kirinya. Iya, jerawat.

"Oh My God! Ini tidak boleh terjadi! Hari ini gathering para otaku dan mana bisa aku datang dengan wajah seperti ini? Oh Noooo!"

"Chanyeora, ada apa teriak-teriak begitu? Menemukan tikus lagi di kamar mandi?" tanya ibunya dari luar kamar mandi.

"Eomma! Wajahku!"

Ibunya yang kaget segera mendekatkan dirinya ke balik pintu kamar mandi dimana putranya tengah didalam dan berteriak membuat ibunya ini khawatir. "Ada apa jagiya? Wajahmu kenapa?"

"Jerawat eomma!" teriak Chanyeol.

"Yaampun, kau mengkhawatirkan eomma-mu ini nak! Cepat mandi! Nanti eomma beri obat."

Chanyeol yang dari luar terlihat dewasa, manly dan terkesan intelek ini sebenarnya adalah anak mami yang cukup manja jika sedang dirumah dan berdua saja dengan ibunya. Seperti hari minggu ini, ayahnya sedang pergi ke acara memancing dari kantornya ke pulau Jeju, otomatis hari ini Chanyeol bisa mengeluarkan sifat kekanakannya dirumah. Bahkan Jongin yang notabene sahabatnya itu tidak pernah tahu sifat Chanyeol yang ini.

Setelah kurang lebih lima belas menit Chanyeol pun keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi dari bagian pinggang hingga lututnya. Ia lagi-lagi mendekati cermin dan merengek. "Apa-apaan ini, kenapa bisa begini, eohhh"

"Sudah, tidak usah merengek seperti anak kecil begitu, malu dengan tubuhmu yang seperti raksasa itu Yeora" ibunya datang ke kamar Chanyeol sambil membawa sebuah tube kecil, salep obat jerawat.

"Eomma, lihatlah, bagaimana aku bisa pergi dengan wajah seperti ini?" sambil menunjuk pipi kirinya.

"Itu masalah kecil, mungkin kau kurang memperhatikan kebersihan wajahmu. Ini, oleskan salep ini, lalu nanti kau bisa tutupi warna merahnya dengan concealer eomma, bagaimana?" tawar ibunya.

"Baiklah. Tapi sungguh eomma, aku tidak pernah melewatkan sekalipun acara membersihkan wajahku ini."

"Lalu kenapa bisa timbul jerawat begitu? Kau stress soal pelajaran di sekolah?"

"Sepertinya tidak…"

"Ah, eomma tahu, kau sedang menyukai seseorang dan memendamnya ya?" tanya ibunya menggodanya.

"Tidak ada yang kusukai saat ini eomma, yang ada orang yang kubenci."

"Jangan begitu, tidak baik."

"Ah sudahlah eomma, aku tidak ingin membahasnya." Jelas Chanyeol sambil mengoleskan salep ke jerawat di pipi kirinya itu.

"Aih, anak eomma sudah besar dan tidak lagi sering bercerita pada eomma, eomma jadi sedikit sedih." Ibunya Chanyeol beranjak ke luar, bermaksud mengambil concealer yang ia maksud tadi.

"Eomma. Aku hanya malas menceritakannya."

Lalu tak lama ibunya kembali masuk ke kamar Chanyeol. Chanyeol sudah lengkap memakai kaos hitam bergambarkan logo dari anime favoritnya 'One Piece' dan jeans abu. Ibunya duduk disebelah Chanyeol dan mengoleskan kembali sesuatu diwajahnya – concealer. Setelah itu ibunya mengambil sebuah cermin.

"Lihat, sudah tidak kelihatan kan jerawatnya" jelas ibunya.

"Heheh, terimakasih eomma.." Chanyeol memeluk ibunya. "Eomma memang yang paling mengerti, hehehehe"

"Kau ini sudah besar Chanyeol, tapi masih saja manja pada eommamu ini, apa kau tidak malu?"

"Aku hanya manja padamu ketika tidak ada siapa-siapa kan"

"Oh, baiklah. Kkkk…. Lalu, apa eomma boleh dengar cerita kenapa kau membenci seseorang?"

"Eomma, sudah kubilang aku hanya malas menceritakannya. Nanti saja ketika aku pulang, sekarang aku harus pergi eomma."

"Ya, ya… tapi jangan dipendam sendiri, setidaknya ceritakanlah, jika kau tak mau jerawatmu bertambah. Kkk…" ibunya menahan tawanya.

"Eomma!"

.

.

ITU SEMUA KARENA JERAWAT

.

.

Yah, Chanyeol dan Baekhyun membenci satu sama lain dimulai dari pertemuan mereka kemarin dan kejadian terbongkarnya penyamaran mereka sebagai orang pengganti di kencan buta Jongin dan Kyungsoo. Tapi lebih dari itu sebenarnya. Mereka membenci karena.. (haruskah aku ulangi lagi karena apa, yang chatting itu lho *baiklah ini author malas menjelaskannya kembali* kkkk).

Namun mereka sama sekali belum memberitahukan alasan mereka saling membenci kepada masing-masing sahabat terdekatnya. Jadi selama satu hari satu malam penuh masing-masing dari mereka sama sekali tidak mau membicarakan lagi soal berbagai kejadian di kencan buta itu, baik Baekhyun kepada Kyungsoo ataupun Chanyeol kepada Baekhyun.

Kenyataannya, setiap kali Baekhyun mengingat lagi tentang bagaimana si pemuda jangkung alias Chanyeol ketika memujinya lembut, atau ketika Chanyeol mengingat ketika Baekhyun memujinya tampan itu semua membuat wajah mereka berdua tanpa sadar merona. Tapi ketika kembali ingat tentang apa yang membuat mereka saling membenci, mereka akan langsung melupakan kenangan baiknya. Karena itu mereka malas menceritakannya pada Jongin maupun Kyungsoo.

Namun…

Adakah hubungannya antara memendam suatu perasaan dengan munculnya jerawat di wajah kita?

.

.

.

.

TBC

.

.

Footnote:

Kyaaah~ terimakasih karena kalian sudah membaca ff ini dan mereview, untuk siders pun terimakasih karena sudah membacanya, kuharap kalian menyukai ff ini dan lain kali sempatkanlah untuk menulis review, dan lebih banyak lagi terimakasih untuk yang bersedia mereview, krn sesungguhnya ff ini tidak akan aku teruskan jika tidak ada review dari kalian.

Maaf banget buat chapter ini rasanya aku kurang puas sama bagian chanyeolnya. Ya, disini chanbaeknya belum keluar, tp di chapter depan akan mulai ada. Dan aku berjanji akan membuat jalan cerita di ff ini dengan situasi yang ringan, fluff dan romantis.

Untuk character, ini baru saja kubuat setelah cerita utama selesai kemarin:

Chanyeol : 17 tahun, tinggi badan 180 cm, rambut berwarna gelap dengan potongan yang sedikit seperti jamur, kekanakan, manja (hanya pada ibunya, atau orang yang benar-benar dekat dengannya – kecuali ayahnya – ia malu sebenarnya karena sudah umur 17 tapi masih kekanakan dan manja), dingin dan terkesan cuek, terutama pada Jongin, tapi sebenarnya dia sayang pada sahabatnya itu.

Baekhyun : 17 tahun, tinggi badan 170 cm, rambut berwarna cokelat gelap, cuek, hanya tertarik pada apa yang ia sukai, tidak terlalu cerewet tapi bisa juga jadi sangat cerewet ketika sifat manjanya keluar atau ketika kekhawatirannya terhadap suatu hal memuncak, sering mengerucutkan bibirnya dengan tidak sadar jika ada yg tidak ia sukai atau ketika sedang berpikir keras.

Kyungsoo : 16 tahun, tinggi badan 168 cm, rambut berwarna hitam mengkilat, mempunyai warna kulit putih seputih susu, ceria, innocent, cerewet, terutama terhadap sahabatnya, Baekhyun, punya sifat penyayang, bahkan terhadap Baekhyun ia sudah menganggapnya sebagai kembarannya sendiri, suka sekali warna biru langit, selalu tersenyum dan orangnya ramah, tapi bisa menjadi sangat jahil, dan kalau sudah marah tidak ada yang bisa menghentikan amukannya kecuali Baekhyun, walau umurnya lebih muda setahun dari Baekhyun tapi mereka satu angkatan di sekolah, ini dikarenakan dahulu Kyungsoo masuk sekolah lebih cepat.

Jongin : 17 tahun, tinggi badan 177 cm, rambut berwarna gelap dan sedikit bergelombang, easy going, gampang berbaur dan ceria, tipe lelaki yang sering menggoda sana-sini tetapi ketika ia menemukan seseorang yang pas dan nyaman ia akan benar-benar memusatkan seluruh perhatiannya terhadap orang itu, terkadang menyebalkan terutma bagi sahabatnya, Chanyeol, tapi sebenarnya ia sangat baik.

Thanks to all reviewers *hug*, let me reply w

qie kaisoo 2: yehet! Sequel udah jadi, semoga gak ngerasa gantung lg kkk.. review lagi ya..

caramelatte: makasih bgt! I'll keep writing!

nindi: iya, author aslinya konyol juga sih orangnya xD

BYUN06: hahaha.. eh, please, ini bukan pengalaman pribadi author (bahkan author aslinya) wkkk

syukaaaa: makasih udah suka!

Guest 1: makasih udah suka!

Guest 2: udah g penasaran ama nasib baek lagi kan? Kkkk

purnama: maaf, tp aku udah kenal kamu sejak lama wkkk.. maap, abis aku pgn kyungsoo yg lebih imut dan cerewet centil aja gitu, bosen kalo kyungsoo nya kaya karakter seperti biasanya kkkkk

hunhankid: makasih! Dan akhirnya ff ini berlanjut~

dandelionleon: makasih! Yehet! Aku bakal nerusin terus sequel ff ini~

beng beng max: yehet! Siap dilanjut kkkkk

HeeKyuMin91: bisa bikin ff yg bikin readers ketawa itu kepuasan tersendiri buat para author. Makasih udah suka sama ff ini ya! Siap dilanjut! kkkk

cici fu: krn cerita aslinya hanya segitu dan memang gantung kkk.. akhirnya aku nulis sequelnya~

: iya, aslinya cuma segitu sih.. kkk.. sequelnya ini akan aku lanjutin terus. Keep reading ya~

galaxy hanhan: maru! Makasih banget udah baca! Hahaha, aslinya aku juga ngakak banget pas ngeremake cerita ini ke karakter chanbaek n kaisoo. Dan di sequel ini giliran chanbaek yg kompakan jerawatan, wkkk~

pcyproperties: makasih! Hihihi, emang di cerita aslinya gak dikasi tau reaksi dr masing2 karakter, jd gantung. N akhirnya aku putusin bikin sekuel. Semoga suka ya~

RiKyungie: yehet! Aku bakal lanjutin ff ini~ thankyu ya~