Disclaimer © Masashi Kishimoto

Rate : M

Genre's : Friendship/ Romance

Warning: DON'T LIKE DON'T READ

~Bukan Harapku Chapter 2: Jadilah Tunanganku~

'Kringgg Kringgg'

"Ada paket!" teriak seseorang di luar kediaman Haruno. Sakura yang mendengarnya merasa tidak peduli, dan akhirnya ia hanya membiarkan para pelayannya mengambil paket tersebut.

Sakura masih terbayang akan kejadian kemarin, hari jadiannya dengan salah satu sahabatnya. Perlahan kepalanya menoleh pada foto yang terpajang di meja, di samping ranjangnya. Menampilkan sosok tiga remaja yang berpose menghadap kamera.

'Aku melupakan Naruto-kun...' batin Sakura panik, segera ambil posisi duduk dan mencari-cari handphonenya untuk menghubungi Naruto. Tapi nihil.

"Sakura-sama, ada paket untuk anda." seorang pelayan menghampiri Sakura, dengan kotak kecil di tangannya.

"Kau boleh pergi." gumam Sakura setelah menerima kotak itu. Penasaran, ia membukanya dan matanya berbinar ceria menatap ternyata ada kotak cincin dan sebuah surat di dalamnya.

"Mau kah kau menikah denganku? Bila kau menerimanya, pakailah cincin itu dan menjadi tunanganku. Aku akan mempersiapkan pernikahan kita."

Tidak ada nama pada surat itu, dan tulisan tangan itu begitu rapih. Sakura segera memakai cincin itu pada jari manis kirinya. Menghempaskan tubuhnya pada ranjang dan memeluk bantalnya dengan erat. Perasaannya bahagia sekali, tapi seperti ada yang kurang.

"Aku tidak menyangka, baru kemarin kita jadian, kau melamarku Sasuke-kun, dengan cara yang lumayan romantis hihi..." Sakura terkikik geli, wajahnya merona merah membayangkan sosok pria yang akan menikah dengannya.

"Ah! Hanphoneku!" Sakura langsung teringat pada handphonenya yang tiba-tiba menghilang entah kemana.

.

.

"Sakura-sama." seorang pelayan berusaha membangunkan Sakura.

"Engh?" Erang Sakura masih bergemul di balik selimutnya.

"Ada telepon dari Sasuke-sama." dan seketika itu juga Sakura bangun terduduk.

"Dimana?" tanyanya antusias, dan segera berlari ke lantai bawah, sebelum pelayan itu sempat menjawab pertanyaannya. "Berikan padaku!" seru Sakura tampak histeris.

"Moshi-moshi Sasuke-kun." Sakura menempelkan gagang telepon itu pada telinganya.

'Hn. Aku minta maaf karena ini mendadak sekali, aku harus pergi ke Suna sekarang.' ucap Sasuke di sebrang sana.

"Haaah? Kita bahkan belum kencan satukali pun!" protes Sakura.

'Aku minta maaf... Pagi-pagi sekali aku di bangunkan dan disuruh bersiap-siap untuk ke Suna, aku tidak bisa menolak.' ucap Sasuke di sebrang sana dengan suara yang agak di buat menyesal.

"..." Sakura terdiam, ia merasa memang Sasuke sedang sibuk mengingat ia sudah mulai di latih untuk ikut pertemuan antar perusahaan, tapi disisi lain ia menolak Sasuke pergi.

"Haaah~ Jangan nakal di Suna ya? Aku menunggumu, oh iya handphoneku hilang, jadi kalau ingin menghubungi, pakai telepon rumah saja, bagaimana? Aku pasti akan merindukanmu! Ingat lho jangan nakal!" ucap Sakura, dan segera menutup teleponnya setelah mendengar Sasuke menggumamkan 'Hn'.

Sakura masih terdiam pada tempatnya. Ada perasaan aneh di dalam hatinya. 'Ini aneh!' batin Sakura, segera berlari kembali ke kamarnya dan menangis sepuasnya.

Ada yang aneh pada dirinya, ya ada yang aneh. Kenapa hatinya terasa sakit? Rasanya ia merasa akan di pisahkan dengan pangerannya.

.

.

.

Sakura masih bergemul pada ranjangnya, ia baru saja bangun setelah menangis berjam-jam pagi tadi. Matanya terlihat sembab, tapi perasaannya masih tak kunjung menbaik. Mengingat ini adalah liburan musim panas, ia bahkan tak sabar untuk menunggu musim semi tiba. Dilihatnya jari manis yang tersemat cincin indah pemberian Sasuke.

"Sasuke-kun, I Lo-"

"Sakura-chaaan~"

Sakura terdiam, bukankah itu suara Naruto? Dengan cepat Sakura berlari ke kamar mandi, dan segera mencuci mukanya berharap mata sembabnya segera menghilang.

.

.

"Kenapa tidak bilang-bilang padaku, kalau handphonemu hilang." ucap Naruto, matanya terfokus kedepan.

"Maaf..." gumam Sakura, memejamkan matanya karena ternyata matanya benar-benar membengkak.

"Lagipula kenapa menangis? Bagaimana kalau aku belikan satu handphone untukmu?" tawar Naruto, ia membelokan mobilnya tepat ke arah gedung elektronik. Sakura membuka matanya yang tampak berat, menatap Naruto. "Aku ikut." gumam Sakura.

.

.

.

"Naruto-kun, apa kau tahu Sasuke-kun pergi ke Suna hari ini?" ucap Sakura, matanya menerawang kedepan.

"Tidak, dia tidak memberitahuku!" ucap Naruto terdengar kesal.

Sakura menyenderkan kepalanya pada bahu Naruto, menatap sunset dari pinggir pantai, terlihat romantis. Sakura merasa nyaman dengan bau tubuh Naruto yang manis. Naruto menempatkan tangan kirinya untuk merangkul Sakura. "Nyanyikan aku sebuah lagu, Naruto-kun~" pinta Sakura.

"Lagu apa?" tanya Naruto, suara Naruto memang indah dan enak di dengar.

.

.

.

.~Tsuzuku~

A/N: Minna~ back

Kurasa kalian akan protes ini kurang deskripsi ne? Sengaja desu (o~.o)~

Boleh minta review? And Gomen ini abal-abal :3