Zitao Corner Fanfiction©
~Teen Life ~
Huang Zi Tao, Oh Sehun, etc
HunTao! Don't Like don't Read!
GS, Life, Family, Romance, Friendship, Comedy etc.
...
Memasuki tingkat Sekolah menengah atas, dimana semuanya ingin ia tahu, mencoba segala hal yang tak pernah ia coba. Zitao baru saja memasuki jenjang yang lebih dewasa itu, dari ulat Zitao ingin menjadi kupu-kupu. Dari hanya gadis polos Zitao ingin terlihat menjadi wanita yang menarik.
Mengenal lawan jenis, Berpacaran, tapi sikap ayahnya yang overprotective malah membuatnya semakin penasaran, ditambah lagi teman yang salah.
.
.
.
Wajah Zitao benar-benar kusut saat memasuki rumahnya, ditambah lagi sang ayah yang kini sedang berdiri sambil menggenggam gagang telfon rumahnya, sepertinya ayahnya habis menerima panggilan dari seseorang.
"Kau dari mana Zi? "Ucap Junmyeon meletakan kembali gagang telfon itu di tempatnya, wajah pria paruh baya itu benar-benar mengeras.
"A—aku habis main ke mall... "Bohong Tao, Tao benar-benar ketakutan ayahnya yang selama ini selalu bersikap lembut kali ini terlihat sangat marah.
"Jangan bohong... "
"Zi—zitao tak bohong... "
"AYAH BILANG JANGAN BOHONG! "Triak Junmyeon, Tao ketakutan. Ini pertama kali ayahnya membentaknya, dan Tao benar-benar ketakutan jika ayahnya mengetahui apa yang baru saja dilakukannya.
"Paman Do bilang, sekertaris pribadinya melihatmu bersama Kyungsoo sedang jalan-jalan bersama laki-laki! "
"A—ayah i—itu... "
"Itu apa?! Kenapa kau jadi susah diatur begini Zi— "
"Iya! Zitao pergi bersama teman-teman dan pacar mereka! Zitao juga ingin tahu rasanya main-main setelah pulang sekolah! Zitao juga ingin tahu rasanya punya pacar! "Triak Zitao mengeluarkan semua unek-uneknya, Zitao kesal. Karna ayahnya ini selalu bersikap berlebihan dalam menjaganya.
"Zi... "Raut wajah Junmyeon melembut, pria itu menyentuh bahu Zitao, menuntun gadis dengan mata menahan tangis itu agar duduk di sofa agar lebih tenang.
"Tapi kenapa Zitao membohongi ayah? Orang tua Kyungsoo tadi menghubungi ayah, kau tahu ayah tak terima Nyonya Do menyalahkan anak ayah karna putrinya pergi denganmu "jelas Junmyeon.
"Apa jika Zitao jujur ayah akan mengizinkannya? Tidak 'kan? Zitao malu dianggap anak cupu yang tak tau pergaulan! Zitao juga ingin tau rasanya punya pacar "Air mata gadis itu sudah tumpah, dan Junmyeon tak tega melihat anaknya.
"Kau dan Sehun sendiri yang pernah bilang jika nanti jika sudah besar kalian ingin berpacaran, tapi nanti Zi, bukan sekarang... "
"Aku tak mau dengan Sehun! Sehun jahat ayah! Bahkan tadi dia memarahiku! "Adu Tao, memang benar Sehun dan Zitao dari dulu sudah saling menyukai bahkan kedua orang tua mereka sudah tahu, tapi semenjak masuk sekolah menengah atas sifat Sehun berubah, dan Zitao tak suka dengan sifat Sehun yang sekarang datar dan dingin.
"Sehun tak mungkin memarahimu jika kau tak berbuat salah, ayah tau Sehun... "Ucap Junmyeon membela Sehun.
"Terserah! Aku benci ayah dan Sehun! "Triak Zitao kesal. Gadis itu bahkan berlari menuju kamarnya dan membantingnya kasar membuat Junmyeon menghembuskan nafasnya, Pria itu benar-benar bingung harus seperti apa ia menyikapi Zitao.
"Kau lihat putrimu Xing, mungkin jika kau masih ada di sini aku tak akan kerepotan mengurusi Zitao ... "Ucap Jumyeon menatap langit-langit rumahnya.
.
.
.
.
Sudah dua bulan lebih semuanya berjalan, baik ayah Zitao dan orang tua Kyungsoo benar-benar semakin overprotective.
Zitao sering beralasan Ke rumah Kyungsoo sedangkan sebaliknya Kyungsoo beralasan ke rumah Zitao untuk mengerjakan PR. Tapi kenyataan yang sebenarnya mereka ketemuan dengan Seunghyun dan Jongin di taman dekat gerbang masuk perumahan dan seringkali mereka bermain di flat milik Chanyeol.
Zitao dan Kyungsoo sudah biasa melihat adagan bercumbu Minseok dan Luhan, sebenarnya mereka tak nyaman, tapi Minseok dan Luhan tetap teman mereka, dan baik Kyungsoo dan Zitao tak mau ambil pusing dengan hal tersebut.
Seperti malam ini Zitao berlari kecil ke taman, di sana sudah ada Kyungsoo, Jongin dan Seunghyun yang menunggu.
Hubungan Kyungsoo dan Jongin masih berjalan baik—baik saja sedangkan Seunghyun dan Zitao masih sekedar berteman, tapi jika di fikir-fikir skinship antara Zitao dan Seunghyun sudah lebih daripada teman, bahkan pemuda itu pernah mencium pipinya.
Zitao sedang duduk berbincang dengan Seunghyun, sedangkan sekitar satu setengan meter dari bangku yang di dudukinya ada Jongin yang sedang bersandar di bahu Kyungsoo.
"Apa yang bocah-bocah ini lakukan?! Kau membohongi Mamah Kyung! "Semuanya berjengit keget, tubuh Kyungsoo bahkan bergetar ketakutan saat melihat ibunya kini berdiri berkacak pinggang di hadapannya.
"Ma—mamah... "
"Harusnya mamah tau bahwa kau dan putri Huang ini sudah berskongkol! "
"Anak muda, aku tak tahu hubungan macam apa antara kau dan putriku! Tapi aku mohon jauhi Kyungsoo mulai saat ini, dan kau Huang. Tak perlu main lagi dengan Kyungsoo atau aku akan melaporkan semua ini ke ayahmu! "Ucap Nyonya Do lalu menarik pergelangan tangan putrinya.
Zitao meremas ujung jacketnya, gadis itu benar—benar ketakutan sekarang.
"Sial! Sudah aku bilang sebaiknya tadi kita ke flat Chanyeol... "Dengus Jongin kesal.
"Kita pulang saja, kami pamit Zi, semuanya pasti baik-baik saja... "
'Cup
Seunghyun mengecup sekilas pipi Zitao, lalu pemuda berwajah sangar itu segera pergi bersama Jongin melajukan mobilnya.
"Bahkan dia tak mengantarmu pulang... "Zitao yang masih dalam posisi ketakutan itu mendongak saat melihat ada Sehun yang sedang bersandar di batang pohon tiga meter di hadapannya.
"Cukup Sehun, suasana hatiku sedang buruk saat ini... "Ucap Tao lemas, entah ini kebetulan atau memang Sehun selalu mengikutinya.
Pasti setiap Zitao dan Kyungsoo habis pergi bersama Seunghyun setelahnya pasti ada Sehun yang berada di depan gerbang perumahan ataupun di persimpangan rumah Kyungsoo.
"Apa kau mengikutiku lagi? "Tanya Zitao.
"Untuk apa aku mengikutimu? Aku hanya jalan—jalan sebentar, em sudahlah ayo pulang bersama... "Tawar Sehun, Zitao yang memang tak pernah bisa benar—benar benci dengan Sehunpun mengangguk.
Zitao tersentak saat Sehun menggenggam jemarinya saat gadis itu tepat di samping Sehun.
"Maaf aku hanya bisa seperti ini, aku tau aku membosankan. Aku tetap akan memenuhi janjiku untuk jadi kekasihmu kelak. Itupun jika kau masih mau... "Ucap Sehun mengeratkan genggaman tangannya.
Zitao menghentikan langkahnya, gadis itu menatap Sehun sedih.
"Tolong jangan bahas ini sekarang... "Lirih Zitao, Sehun menghembuskan nafasnya pasrah, lalu pemuda itu tersenyum lembut dan keduanya kembali melanjutkan langkahnya tanpa melepaskan tautan tangan mereka.
~000~
Tiga minggu berlalu semenjak kejadian ketahuan oleh ibu Kyungsoo itu, kini hubungan Zitao sudah tidak terlalu dekat dengan Kyungsoo, bahkan terkesan Kyungsoo juga menjauhi Zitao, Baekhyun, Luhan dan Minseok.
Kenapa jadi Zitao yang di jauhi Kyungsoo? Padal Kyungsoo yang selalu meminta Zitao menemaninya untuk bertemu Jongin. Zitao juga kesal dengan ibu Kyungsoo yang menganggapnya anak urakan, padahal putri kesayangannya itu yang selalu mengajaknya.
"Semuanya aku punya gosip! Kyungsoo yang duduk dengan Zitao itu keluar sekolah! Dan kalian tau kenapa? "Itu suara Yi seul yang memang memiliki suara yang sangat keras, gadis itu berdiri di depan kelas untuk mengumumkan gosip tentang Kyungsoo itu, membuat semuanya menatap Yi Seul meminta jawaban.
Termaksuk Zitao, mata pandanya membola tak percaya, sebegitu bencikah Nyonya Do padanya sampai mengeluarkan Kyungsoo agar tak satu sekolahan lagi bersama Zitao.
"Kyungsoo kenapa? "Tanya Tao penasaran.
"Kau 'kan temannya masa tak tahu? Ah memang Kyungsoo itu dasarnya pendiam sih, Kyungsoo keluar karna hamil dengan anak Universitas Yonsei! "Ucap Yi Seul mencebikan bibirnya mengejek.
Zitao kaget, tentu saja. Awalnya Zitao memang mengira setelah kejadian itu Kyungsoo akan putus dengan Jongin, tapi toh buktinya Zitao pernah beberapa kali melihat Kyungsoo bertemu dengan Jongin sepulang sekolah.
"Dasar! Aku bahkan sempat sakit hati mendengar ceritamu tentang Ibu Kyungsoo yang mengataimu, tapi lihat sendiri anaknya yang di banggakan itu, diam-diam menghanyutkan! "Ejek Baekhyun
"Asal kalian tahu, Kyungsoo masih sering jalan dengan Jongin. Bahkan saat aku ke tempat Chanyeol aku melihat Jongin dan Kyungsoo keluar dari flat Chanyeol... "Gosip Minseok.
Zitao kaget mendengarnya, sekaligus sedih, bagaimanapun Kyungsoo itu temannya.
Tapi Zitao sendiri juga sakit hati karna ibu Kyungsoo sempat menuduhnya bahwa Zitao yang memberi pengaruh buruk untuk putrinya, tapi memang benar putrinya yang pendiam dan di banggakan itu ternyata menghanyutkan.
~000~
Sehun baru saja membeli buah pesanan ibunya di minimarket sebrang kompleks perumahannya.
Sehun menaikan sebelah alisnya saat melihat gadis dengan gaun tidur yang sudah Sehun hafal itu berlari dan memasuki mobil sport warna merah yang segera melesat pergi.
Mata Sehun membola, itu mobil Seunghyun, dan gadis dengan gaun tidur terbuka itu adalah Zitao.
Sehun yang kebingungan segera berlari ke pos satpam, pemuda itu bahkan meminjam motor sport milik satpam muda yang sedang berjaga di pos untuk mengejar mobil Seunghyun dengan sebelumnya menitipkan kantung belanjaannya kepada si satpam. Masa bodoh dengan surat izin mengemudi yang tidak Sehun miliki, yang penting ia harus segera membawa Zitao pulang.
.
.
.
.
.
Zitao bingung saat Seunghyun mengajaknya ke tempat karaoke, ini pertama kali Zitao memasuki tempat karaoke dengan ruangan tertutup seperti ini mengingat biasanya Zitao hanya bemain di tempat Karaoke keluarga.
Zitao duduk di sofa empuk yang tersedia, mata gadis itu mengedar tak nyaman, sedangkan Seunghyun sedang keluar untuk membeli minuman katanya.
Ternyata tak hanya mereka berdua, di depannya ada Baekhyun yang sedang bernyanyi dan berteriak—triak tak jelas di pangkuan Chanyeol, bahkan tangan pemuda bertelinga besar itu dengan santai meremas dada Baekhyun. Zitao merasa ngilu sendiri melihatnya, apa Baekhyun tak risih?
"Hei anak daddy, jangan melamun... "Ujar Minseok tertawa melihat ekspresi Tao yang seperti sapi bodoh.
"Seunghyun kemana sih? Bawa anak gadis orang malah di biarkan seperti ini... "Ucap Baekhyun keras karna microphone yang masih menempel di bibirnya.
"Hei Luhan, cukup memakan bakpaomu. Lihat, Zitao memerah melihatnya... "Ini suara Chanyeol, pemuda itu terkikik melihat ekspresi Tao yang terlihat sangat tak nyaman melihat apa yang sedang Minseok dan Luhan lakukan.
"Apa kau terganggu Zi? "gumam gadis itu sambil menggigiti mainannya.
"Yak! Kau kira tak sakit hah? Aku benar-benar merasa seperti ibu yang menyusuimu, padahal seingatku aku belum pernah melahirkan! "Dengus Minseok karna ulah Luhan yang membuat dadanya sakit. Luhan hanya tersenyum miring lalu menyamankan posisinya di atas Minseok yang sedang berbaring di sofa big size ini.
"Nah Zi, dari pada kau hanya melongo begini bergabung saja dengan kami. Aku tak keberatan membagi Luhan denganmu, em— rasanya tidak buruk... "Ujar Minseok santai, bahkan gadis dengan kemeja putih yang sudah terbuka semua kancingnya itu tersenyum menggoda Tao.
"Ah— Tidak, Seunghyun gege bilang tadi pergi untuk beli minuman... "Tolak Tao.
"Apa salahnya terima ajakan Minseok? Itu tak buruk, atau mau mencobanya bersamaku dan Chanyeol? Ahahaahh "Baekhyun tertawa dengan ucapanya, menurut Tao, Baekhyun terlihat berbeda, wajah gadis itu terlihat memerah apalagi mata sipitnya yang terlihat sayu.
"Kau itu jangan terlalu polos Zi, polos dan tolol itu beda tipis... "Entah nasehat atau mengejek ucapan Chanyeol membuat Tao terdiam.
"Waktu itu Kyungsoo pernah bilang... bahwa kalian ingin tahu rasanya berciuman, jika kau malu mencobanya dengan laki-laki, kau bisa mencobanya dengan perempuan... "Ucap Minseok kesusahan karna Luhan terus saja mengerayangi dadanya.
Zitao terdiam, gadis itu memandang kedua teman perempuannya yang sedang menumpuk jadi satu itu. Dapat ia lihat raut wajah Minseok yang sangat menikmatinya.
Tao sendiri memang ingin tahu rasanya berciuman, tapi Tao malu. Bahkan Tao pernah mendorong dada Seunghyun yang hendak menciumnya. Tapi masa ia harus berciuman dengan perempuan sih.
"Nah Lu, cium Tao... "Ucap Minseok sambil mengusap surai pendek Luhan, gadis itu mendongak dari sandarannya di dada Minseok.
"Ide bagus, aku merasa gemas sendiri dengan Zitao! Masa kau kalah dengan burung hantu itu! "Ucap Luhan, gadis itu bangkit dari posisinya dan berjalan mendekati Tao, melewati meja pendek yang membatasi tampat duduknya dengan tempat duduk Zitao.
Tao memundurkan punggungnya saat Luhan yang sudah duduk disampingnya itu mendekatkan wajahnya.
"Tu—tunggu aku... "
'Sret
"Eitss jangan kau hasut Zitao untuk masuk duniamu... "
Tao menghembuskan nafas lega saat tangan pemuda itu menahan bibir Luhan yang hendak menyentuh bibir Tao, membuat gadis bermata rusa itu mendengus kesal dan kembali ke tempat duduknya semula bersama Minseok.
Seunghyun meletakan kantung kresek yang berisikan minuman botol berwarna hijau itu di meja sampingnya.
Pemuda itu tersenyum dan duduk di samping Tao, mengusap pipi merona alami Tao yang memandang Seunghyun takut.
Mata dan wajah Seunghyun persi seperti Baekhyun, apalagi aroma yang memusingkan hinggap di indra penciuman Tao.
Tao kenal aroma ini, ayah dan pamannya pernah meminumnya saat tahun baru China saat itu, dan bibinya bilang itu memabukan.
"Kenapa gugup begini santai saja Zi... "Ucap Seunghyun merengkuh pinggang Zitao agar mendekat kearahnya.
"Gaun tidur panda ini lebih bagus jika tak di tutupi jacket, kau benar-benar cantik malam ini Zi.. "Seunghyun mengusap pipi Zitao.
Zitao tak nyaman, biasanya memang gadis itu membiarkan skinship yang Seunghyun lakukan, tapi menurutnya, nada suara saat Seunghyun berbicara kali ini berbeda. Terdengar berat. Zitao takut mendengarnya.
"Matamu bengkak, apa kau habis menangis? "Ucap Seunghyun mencium kedua mata Zitao.
"Ge, Zitao ingin pulang, Aku tak nyaman disini.. "Ucap Tao bergerak gelisah, gadis itu benar-benar menyesal tak menuruti printah ayahnya.
"Nanti saja Zi, aku bahkan belum menciummu. Ciuman yang sesungguhnya bukan kecupan biasa, kau ingin merasakannya 'kan? "Goda Seunghyun, Zitao menunduk. Zitao memang ingin tahu seperti apa rasanya berciuman.
"T—tapi... "
'Chu~
Mata Zitao membola saat bibir Seunghyun meraup bibir tipisnya, Zitao gelagapan saat dengan kasar Seunghyun mengacak-acak isi mulutnya, Ini sakit, Ini tak terlihat menyenangkan seperti ekspresi yang teman-temannya tunjukan saat berciuman. Zitao takut, Zitao ingin mengakhiri ini.
Sekarang Zitao benar-benar ketakutan saat tangan Seunghyun menurunkan dengan paksa tali spageti gaun tidur Zitao, membuat baju dengan bahan licin itu langsung turun sampai sebatas perutnya.
Sedangkan teman-temannya yang lain terlihat tak peduli, semuanya asik dengan aktivitasnya masing—masing.
Zitao berusaha menutupi dadanya yang ter—ekspose, Zitao memang tak pernah menggunakan bra saat malam hari. Membuat dada yang tak pernah ia tunjukan pada siapun semenjak masa pubernya itu tertampang.
Zitao meronta ketakutan saat dengan kasar sebelah tangan Seunghyun meremas dadanya, membuat Zitao mengerang kesakitan.
'BRAK!
Sehun meringis miris saat melihat keadaan ruang yang baru saja di tendang kasar olehnya, Seunghyun menatap Sehun kesal, bocah ini benar-benar selalu mengganggu kesenangannya.
"Jangan macam-macam hyung! Brengsek! "Kesal Sehun.
"Kau yang jangan macam-macam! Kau mengangguku bocah! "Ucap Seunghyun bangkit dari posisi duduknya hendak menghajar Sehun.
"Jangan Seunghyun! Jangan buat ribut di sini! "Cegah Chanyeol bangkit dari posisinya.
Mata Sehun terlihat memerah bahkan nafas pemuda itu terlihat tak beraturan, dengan sadis mata Sehun memandang tajam Baekhyun, Luhan dan Minseok.
"Kalian ini bagaimana?! Jika kalian temannya tak seharusnya kalian menjerumuskannya! "Maki Sehun.
"Menjerumuskannya?! Aku tahu kalau kami ini brengsek! Tapi aku tak pernah memaksa Tao mengikuti apa yang kami lakukan! "Maki Baekhyun balik.
"Oke... maafkan kami, maafkan kami Zi jika kami membawa pengaruh buruk untukmu. Sungguh semua ucapan kami itu hanya untuk menggodamu saja. Asal kau tahu semua yang kami lakukanpun tak semuanya bisa kau tiru... "Ucap Baekhyun melembut.
"Aku harap kita masih bisa berteman, tak apa walau tak sedekat dulu. Aku juga berjanji, kami akan mengontrol tingkah urakan kami dan tak melakukannya seenaknya... "Ucap Luhan, memandang Tao yang masih menunduk ketakutan.
"Lebih baik kau bawa pulang Zitao Sehun, Maafkan kami Zi... "Lirih Minseok, wajah gadis tembam itu terlihat menyesal.
"Baik—baik ini salahku juga yang bermain— main dengan gadis polos sepertinya, aku mundur"Ucap Seunghyun merapihkan penampilannya dan pergi meninggalkan ruang yang baru dipesannya itu.
Sehun menatap Zitao cemas, Sehun memejamkan matanya saat tak sengaja melihat yang tak seharusnya ia lihat itu.
Zitao sedang menangis di pojokan sambil menutupi dadanya, dada yang terakhir Sehun lihat saat kelas tiga sekolah dasar karna mereka sering berenang bersama.
"Pakai ini... "Ucap Sehun melempar jacketnya, setelah mengatur emosinya, dengan hati-hati Sehun merengkuh Zitao, membantu gadis itu berdiri.
.
.
.
.
Sehun mengembalikan motor yang dipinjamnya, tak lupa pemuda itu mengambil belanjaan yang tadi dititipnya.
Kini keduanya sedang berjalan menuju rumah mereka dalam diam, suasana sudah sangat sepi karna sekarang sudah pukul sepuluh malam, bahkan gesekan alas kaki keduanya terdegar bersahutan. Di sebelah Sehun Zitao yang masih shock terlihat bergetar sambil mengeratkan jacket Sehun di tubuhnya.
"Zi... "Ucap Sehun menghentikan langkahnya, keduanya kini berhenti di persimpangan antara jalan menuju rumah mereka dan rumah Kyungsoo
"Apa harus dengan kejadian buruk menimpamu kau baru akan berhenti melakukan hal tak benar itu... "Ucap Sehun.
"Terserah jika kau jalan dengan laki-laki lain Zi, tapi pastikan bahwa orang itu dengan baik-baik menjemputmu dan meminta izin pada paman Junmyeon... "
"Segalak apapun ayahmu, jika dia lelaki baik-baik pasti ia akan berani untuk menjemputmu di rumah dan meminta izin ayahmu, bukan bertemu di pinggir jalan. Kau bukan pelacur yang di beli di pinggir jalan Zi... "Lanjut Sehun.
"Se—sehun... "Gugup Zitao, Zitao kesal jika Sehun sudah mulai menyamakannya dengan pelacur.
"Dengarkan aku dulu! "Tegas Sehun.
"Aku tak masalah jika kau berteman dengan Baekhyun, Luhan dan Minseok! Tapi tidak untuk mengikuti semua yang mereka lakukan, kau lihat bahkan teman-temanku ada yang merokok dan meminum—minuman keras, tapi aku tahu batasanku dalam berteman. Kau bebas berteman Zi, tapi kau harus pandai memilah—milah mana yang harus kau ikuti dan kau hindari... "
"Se—sehun, aku hanya gadis yang ingin tahu rasanya menjadi lebih dewasa, aku ingin merasakan punya pacar, berteman dengan banyak orang, berciu— "
'Cup~
Mata Zitao membola saat bibir itu membelai sudut bibirnya, hanya menempel, tak ada pergerakan dari bibir Sehun.
Mata Sehun terpejam, tangan pemuda itu mengusap surai hitam Zitao.
Semuanya terasa melambat, hanya ada perasaan nyaman. Sesuatu yang mengelitik seperti kupu—kupu berterbangan di perutnya, membuat dadanya bergemuruh tapi dengan tempo yang lambat, jantungnya berdebar senang, Zitao hanyut dalam suasana ini, permata bening gadis itupun perlahan memejam menikmati rasa nyaman ini disertai angin malam yang bahkan terasa melambat melewati celah antara wajah keduanya.
"Kau ingin berciuman? Aku sudah menciummu. Tapi hanya seperti itu Zi, aku bisa saja melakukan yang lebih, tapi aku tak mau karna aku menyayangimu. Aku pernah berjanji pada diriku bahwa aku akan menjagamu, termaksuk menjagamu dariku "Mata keduanya masih terpejam, bahu Zitao terlihat naik turun karna nafasnya yang tak beraturan. Idengan lembut ibu jari Sehun meraba pipi Zitao, mengusap lebut pipi bayi itu memberikannya ketenangan
" Kau ingin mempunyai pacar? Jadilah pacarku, aku akan bilang pada ayahmu... "Ucap Sehun membuka matanya diikuti Zitao.
"K—kau serius? "Ucap Zitao tak percaya, mata panda itu berkaca-kaca hendak menangis.
"Tapi hanya seperti ini Zi, pacaran yang baik untuk seorang pelajar adalah untuk saling menyemangati. Bukan pacaran seperti yag sering kau lihat, tak ada dampak positivenya Zi, kecuali positive hamil seperti Kyungsoo "
"Hun! "Zitao kesal lalu gadis panda itu memukul dada bidang Sehun yang malah membuat Sehun gemas dengan tinggah Zitao.
"Aku ingin kita tubuh dewasa dengan baik, jadi ayo kita sama –sama belajar menjadi lebih baik. Bersama-sama belajar menjadi dewasa. Dewasa bukan berarti melakukan adegan dewasa... "Ucap Sehun lembut, Sehun menatap tepat di manik mata Zitao yang berjaca-kaca, membuat gadis itu tak bisa lagi menahan perasaan yang membuncah di hatinya.
'Grep~
Zitao menagis, gadis itu menghambur ke pelukan Sehun.
"Ayo kita pulang, aku ingin minta maaf pada ayah. Dan kau harus menepati janjimu untuk minta izin pada ayah untuk menjadi pacarku! "manja Tao.
"Jika ayahmu tak mengizinkan aku akan membawamu pergi... "Goda Sehun.
"Yak! Aku tak mau mempunyai pacar tak benar sepertimu! "Rengek Tao.
"Aku hanya bercanda, bagus ternyata pacarku ini sudah tau mana yang baik dan mana yang buruk... "Ucap Sehun gemas menarik hidung bangir Zitao hingga memerah.
~000~
Junmyeon kelabakan, tadi pria itu sempat bertengkar dengan Zitao saat gadis itu minta izin keluar malam ini.
Tentu saja Junmyeon tak mengizinkan, apalagi ini malam minggu. Banyak anak muda di luar sana yang berkeliaran dan malah berbuat tak jelas.
Junmyeon bahkan tadi membanting ponsel pintarnya karna Zitao yang mengamuk bersih keras ingin keluar malam ini.
Junmyeon yang sempat sesak nafas itu memutuskan untuk ke dapur mengambil minum untuk menenangkan fikirannya, tapi setelah kembali pria itu malah tak menemui Zitao di setiap sudut rumahnya.
"Selamat malam, Junmyeon? Zitao? Apa ada orang di dalam? "
Junmyeon melangkah menuju pintu depan, pria itu menghembuskan nafasnya saat ia lihat Sungmin, ibu Sehun sedang berdiri di ruang tamunya sambil menenteng sebuah kotak.
"Aku membawakan kue buatanku untuk mu dan anakmu, tu—tunggu kenapa kau terlihat kacau sekali Myeon? "Tanya Sungmin khawatir.
"A—aku salah, ini memang salahku Nonna.. "gumam Junmyeon dengan tampang linglungnya.
"Ceritakan ada apa sebenarnya? "Tanya Sungmin, dan Junmyeonpun menceritakan semuanya. Mulai dari pertengkaran pertamanya dengan Zitao sampai yang baru saja terjadi, bahkan sampai gadis itu pergi dari rumah.
Sungmin menghembuskan nafasnya berat setelah mendengar cerita Junmyeon, kini keduanya sedang duduk di sofa milik Junmyeon.
"Zaman mereka bukan seperti zaman kita lagi Myeon, anak sekarang cenderung lebih susah di atur.. "Ucap Sungmin.
"Maka dari itu aku lebih Overprotective pada Zitao, aku ingin yang terbaik untuknya, di putriku satu-satunya.. "
"Aku tahu, tapi kau salah Myeon. Melarang anak-anak malah membuat mereka semakin penasaran. Anak sekarang semakin dilarang malah semakin menantang untuk dicoba "Ucap Sungmin.
"Kau lihat seperti apa putri tuan Do, gadis manis yang terlihat pendiam dan pandai itu malah sekarang keluar dari sekolahnya karna hamil. Kau tahu sendiri 'kan seperti apa orang tuanya mendidik, les di mana—mana, bahkan tak boleh keluar jika ada laki-laki walaupun untuk tugas sekolah. Tapi ya itu, semakin di larang semakin penasaran! apa kau mau anakmu seperti itu? "Lanjut Sungmin.
"No—nonna, jangan menakutiku! "Ucap Junmyeon ketakutan.
"Kau lihat bagaimana anakku, aku memberinya kebebasan selama itu di batas wajar. Aku membebaskannya selama ia bisa menjaga kepercayaanku! padahal Sehun itu laki-laki, tapi dia gampang di atur. Kau juga seharusnya seperti itu. Membebaskan Zitao dan memberi tahu mana yang boleh ia lakukan dan mana yang tidak, ajaklah bicara seperti kau temannya agar ia terbuka untuk menceritakan semuanya dan bertanya apa yang ingin dia tau! Dari pada ia cari tau tak jelas di luar sana! "Ucap Sungmin gemas, wanita itu benar—benar gregetan dengan tetangganya ini yang jika nanti jadi, akan berbesan.
Junmyeon menghembuskan nafasnya berat, pria itu bersandar di headrest sofanya dan memijat keningnya yang terasa berdenyut.
"Aku salah, terimakasih atas nasehatnya Nonna... "Lirih Junmyeon yang dibalas senyum hangat Sungmin.
"Ayah! "
Junmyeon menegakan bahunya dari posisi bersandarnya, mata pria itu terlihat memerah menatap gadisnya yang sedang berlari menuju ke arahnya.
"Hikss, maaf.. Zitao jadi anak nakal... "Gadis itu bersimpuh di hadapan sang ayah yang sedang duduk, kepala gadis itu bersandar di paha ayahnya, membuat celana panjang coklat berbahan kain itu basah karna titik—titik air mata Zitao.
Sehun berdiri di belakang ibunya, pemuda itu menyentuh bahu Sungmin yang sedang tersenyum menatapnya.
"Apa yang terjadi? "Lirih Sungmin yang masih dapat di dengar Sehun.
"Aku hanya menasehatinya Ma... "Ucap Sehun di akhiri senyumnya.
"Zi, sudah.. ayo bangun... "Junmyeon terlihat menahan air matanya, dengan lembut pria yang menginjak kepala empat itu mengangkat bahu anak gadisnya agar duduk di sebelahnya.
"Ayah, maaf... Zitao salah... "
"Ayah juga salah, maafkan ayah Zi... "Ucap Junmyeon mengusap surai hitam anaknya yang kini sedang bersandar manja di bahunya.
"Kau habis dari mana? Kenapa pakai acara kabur? "Tanya Junmyeon.
"A—aku... "
"Tadi aku bertemu Zitao di taman depan sedang menangis, dan setelah berbicara dengannya aku mengajak Zitao pulang "Jawab Sehun, keduanya sebelumnya sudah berjanji tak akan mengungkit masalah ini, bisa gawat jika Junmyeon tau apa yang baru saja terjadi dengan putrinya.
"Maaf ayah, Zitao janji tak akan mengulanginya... "Ucap Zitao dengan manja masih bersandar di bahu ayahnya, membuat Junmyeon gemas dan menarik pipi kanan anaknya.
"Untung kau bertemu Sehun, dan dengan baik hati Sehun membawamu pulang... "Ucap Junmyeon memandang Sehun penuh terimakasih.
"Itu memang harus, pacar yang baik itu harus mengantar pacarnya pulang dengan selamat sampai di rumahnya "Gumam Zitao tanpa dosa.
"A—apa? Pacar? "Ucap Junmyeon dan Sungmin bersamaan, kedua orang tua itu menmandang bingung anak-anak mereka, sedangkan bibir Zitao sudah berkomat—kamit menuntut Sehun untuk mengatakan sesuatu.
"Ahahahah I—itu... "Sial kenapa Sehun jadi gugup begini karna dipandangin ayah Zitao dan ibunya sendiri yang menuntut jawaban.
"Ka—kami berdua memutuskan berpacaran, em tolong restui kami... "Ucap Sehun lalu membungkukan badannya.
Sungmin menarik dengan lembut tangan putranya, membawa sosok jagoannya itu agar duduk di sampingnya, berhadapan langsung dengan Junmyeon yang sedang melotot dan Zitao yang menunduk malu.
"Mamah sih mengizinkan, bagaimana dengan mu Myeon? "Tanya Sungmin menatap Junmyeon yang masih melotot seperti patung itu.
"Putriku? Pu—punya pacar? Ta—tapi ba—bagaimana kalau nan— "
"Ekhem! Kau lupa dengan ucapanku hah? Kau mau jika anakku ini malah membawa anakmu untuk kawin lari hah?! "Kesal Sungmin, menurtutnya Junmyeon itu sangat kolot.
"Baiklah... "Junmyeon menghembuskan nafasnya.
"Ayah mengizinkan... "Ucap Junmyeon akhirnya, membuat Zitao terpekik girang sedangkan Sungmin dan Sehun hanya tertawa.
"Ada tapinya! "ucap junmyeon tiba-tiba.
"Kalian tidak boleh macam—macam! Jika ingin kencan di rumah saja! Harus dengan izin ayah! Biar ayah yang mengawasi kalian! "Ucap Junmyeon tanpa jeda.
"Tak apa, tadi Sehun sudah menciumku ini... "Ucap Tao santai dan membuat Sehun meringis mendengarnya.
"A—apa? "Junmyeon melotot.
"Ci—cium? ber—ciuman? Sehun! Mamah memang membebaskanmu tapi Mamah tak pernah membebaskanmu untuk mencium sembarangan anak gadis orang! "Omel Sungmin, bahkan wanita yang menggunakan daster pink itu dengan gemas menjewer kuping Sehun, membuat Zitao tertawa melihat kekasihnya itu yang sedang di siksa.
"Ini tidak bisa! Kalau begini, berarti Jika kalian kencan harus ada ayah dan Paman Kyuhyun yang mengawasi! "Cetus Junmyeon.
"Nah aku setuju! "Ucap Sungmin.
"Tidak! Jangan Ayah! Siapapun jagan Ayah! "Triak Sehun dramatis, ia tak bisa membayangkan jika Ayahnya itu yang mengawasinya kencan.
"Lihat! Seharusnya kau tak perlu bilang—bilang soal ciuman tadi! "Maki Sehun kepada Zitao yang kini mengrucutkan bibirnya.
"Maaf... "Ucap Tao merasa bersalah.
"Tapi 'kan masih bisa di sekolahan, tak ada Ayah dan paman Kyuhyun! Kekeke "Triak Tao semangat.
"Nah ide bagus! "
"TIDAK! "Kedua orang tua itupun menjerit histeris, sedangkan anak—anak mereka malah tertawa karna berhasil menggoda orang tuanya.
.
.
.
END
Yeyeyeyeyey Akhirnya END juga.
Gimenong ceritanya? semoga gak muak ya :v
Oh ya, aku sedikit emosional di bagian Kyungsoo ahahah.
Soalnya aku pernah sih nemenin temen aku ketemuan dan ketauan sama emaknya temen aku, eh tapi malah akunya yang dikira gak beres! Padahal kan anaknya :3 .
Dan itu rasanya kesel banget! Apalagi abis itu malah temen aku yang ngejauhin aku dan keluarga si temen aku itu malah nganggepaku bengseng! Kan muak!
Ada yang pernah begini?
Dan yang aku bikin Kyungsoo hamil, entah bener atau kagak. Berdasarkan pengamatan aku yang pendiem malah ujung—ujungnya menghanyutkan dan bikin geleng—geleng kalo tau yang sebenernya, sedangkan malah yang udah keliatan urakan masih aman—aman aja walau sebenernya ujung—ujungnya paling juga begitu tapi jaraknya lama IYKWIM lah :3
Tapi ya sekali lagi berdasarkan pengamatan aku, anak yang dari orang tuanya protective banget malah di luarnya tuh amberegul emeseyu, karna penasaran mungkin...
Oke, sekali lagi ini pengamatanku.
Gak tau dah kalo menurutmu sama atau enggak.
Oh ya bagi yang nanya itu Seunghyun si TOP atau bukan? iya sayang...
Pas aku ngetik sih bayangan aku si TOP, dan soal rambut pirang emang favorite aku dari style rambutnya TOP itu pas pirang sama yang ijo, cakep menurut gua :v
Sorry typos, dan penulisan yang berantakan dan mengganggu.
Aku sih udah nge—edit sebelum posting tapi ya mungkin ada yang kelewat saat proses editing sowwrryyy yak :D .
Oke review aja kalo sudi.
See you next time di FF HunTao selanjutnya dari aku...
Kiss~
