Disclaimer:

Naruto © Masashi Kishimoto

Danmachi © Fujino Ōmori

.

.

.

Pairing: Naruto x Hestia

Genre: romance/adventure/mystery/humor

Rating: T

Setting: canon (anime Naruto)

Scene battle/Editor: Mahmud Khem

.

.

.

HIDDEN BODY IN THE SNOW VILLAGE

By Hikasya

.

.

.

Sabtu, 12 Maret 2016

.

.

.

CHAPTER SEBELUMNYA:

Dalam sedetik, partikel-partikel cahaya putih itu berubah menjadi sosok gadis berambut putih panjang diikat twintail dengan pita berwarna putih. Bermata putih kebiruan saat telah terbuka sempurna. Mengenakan kimono putih terusan sampai menutupi kakinya. Di bawah dadanya, terdapat obi atau kain putih yang mengikat kimononya agar tidak lepas dan dibentuk simpul di belakangnya. Ia tersenyum pada Naruto. Senyuman yang manis.

Kaget dan syok sekali yang tercetak pada diri Naruto. Kedua matanya membulat sempurna. Mulutnya ternganga lebar.

"Si-Siapa kau? Ka-Kau adalah yuki-onna. Ha-Hantu wanita salju!" sahut Naruto dengan tampang pucatnya yang sangat parah.

.

.

.

Chapter 2. Antara Naruto dan Hestia

.

.

.

Ia gemetar. Tubuhnya membeku seperti es. Tidak dapat bergerak sama sekali dari tempatnya berdiri sekarang. Nanar memandang gadis misterius yang diduga adalah yukionna karena penampilannya serba putih. Gadis itu hanya terus tersenyum lembut ke arah Naruto. Kedua matanya berkedip-kedip beberapa kali saat memperhatikan wajah Naruto.

Hawa dingin berdesir pelan dari tubuh gadis itu. Wajahnya pucat tapi kelihatan cantik. Lalu ia mengangkat tangan kanannya yang tersembunyi di balik lengan kimono yang sangat panjang. Diulurnya tangannya itu tepat ke arah Naruto.

"Apakah kamu mengingatku, ninja yang tampan?" tanyanya dengan nada yang juga dingin tapi lembut.

Naruto yang masih syok di tempat, tidak mampu menjawab pertanyaan gadis itu lewat mulutnya. Memutuskan menanggapi pertanyaan gadis itu lewat kepalanya yang menggeleng. Menandakan ia tidak mengenal gadis itu.

Hening sejenak.

Senyuman gadis itu menghilang sesaat. Tangannya terus terulur ke arah Naruto. Kemudian gadis itu berjalan pelan ke arah Naruto. Naruto tersentak ketika gadis itu mulai datang mendekatinya.

SET!

Begitu dekat dengan Naruto, tangan gadis itu menempel erat di salah satu pipi Naruto. Terasa dingin sekali. Apalagi aura tubuh gadis ini terasa dingin seperti es sehingga membuat tubuh Naruto merinding karena kedinginan plus ketakutan.

"Tidak apa-apa jika kamu tidak mengingatku. Aku yang akan mengingatkanmu ...," kata gadis itu dengan nada dingin tapi lembut."Namaku Shinju Hestia. Aku adalah orang yang sudah kamu selamatkan dari longsoran salju saat di desa Yuki. Kamu ingat, kan? Sewaktu kamu dan teman-temanmu melewati tebing perbukitan itu, tiba-tiba ada longsoran salju yang jatuh tepat ke arahku. Kemudian kamu datang secepatnya untuk menyelamatkan aku. Kamu membawaku ke tempat yang aman. Aku begitu ketakutan saat itu. Tapi, kamu pun berusaha untuk menghiburku. Jadinya aku tidak takut lagi. Aku terpukau dengan kebaikan hatimu, ninja yang tampan. Aku sangat berterima kasih padamu."

Pandangan mata gadis yang diketahui adalah Hestia, begitu dalam dan lembut sekali. Membuat Naruto membeku sekali lagi saat memandang Hestia dari jarak dekat seperti ini. Tubuhnya masih kaku untuk digerakkan. Mulutnya pun terkunci rapat. Dia benar-benar membeku habis akibat efek hawa dingin dan kecantikan gadis ini.

Setelah itu, tangan Hestia yang semula memegang salah satu pipi Naruto, menjauh lalu digerakkannya untuk memeluk pinggang Naruto. Naruto terperanjat. Kedua pipinya merona merah.

"Eh?" Naruto tercengang. Dia tidak bisa berbuat apapun. Entah mengapa dia masih membeku begitu. Apalagi tubuh gadis ini berdekatan erat dengan tubuhnya. Sehingga hawa dingin tubuh gadis ini membuat tubuh Naruto semakin menggigil karena kedinginan.

"Aku jatuh cinta padamu, ninja yang tampan. Aku ingin sekali menikah denganmu sekarang juga di sini," Hestia membelit pinggang Naruto dengan erat. Rona merah tipis hinggap di dua pipinya.

Mendengar perkataan Hestia yang mendadak begitu, membuat Naruto benar-benar kaget lagi. Kali ini, rasa syok dan rasa ketakutannya mendadak hilang dari dirinya. Digantikan dengan kekesalan yang akan meledak sekarang juga.

"LEPASKAN AKU!" bentak Naruto sekeras mungkin sambil melepaskan tangan Hestia yang merangkul pinggangnya dengan kasar."APA-APAAN INI? KAU ITU SIAPA, HAH? KENAPA KAU MENGIKUTIKU SAMPAI KE SINI? KATAKAN DENGAN JELAS TUJUANMU ITU, YUKIONNA!"

Naruto benar-benar marah pada Hestia. Kedua matanya menajam. Wajahnya mengeras. Ia menatap Hestia dengan pandangan yang sangat dingin.

Membuat Hestia tersentak, terdiam, dan mundur beberapa langkah setelah dibentak keras oleh Naruto. Lalu ia memasang wajah yang sedih. Kepalanya sedikit tertunduk. Kebalikannya, kini Hestia yang takut pada Naruto.

"Maaf ... Jika perkataanku yang tadi, sudah membuatmu marah. Tapi, perasaanku itu benar kalau aku menyukaimu. Aku benar-benar ingin selalu di dekatmu. Makanya aku mengikutimu sampai ke sini ...," ucap Hestia yang berdiri kaku dan berbicara dengan nada yang parau."Aku sudah memperkenalkan namaku, kan tadi? Namaku adalah Shinju Hestia. Aku juga bukan yukionna. Aku adalah manusia biasa sepertimu. Wujudku yang berdiri di depanmu ini, bukanlah wujudku yang sebenarnya. Aku adalah jiwa yang berasal dari tubuhku yang masih hidup. Tubuh yang kugunakan saat ini adalah tubuh buatan yang tercipta dari elemen es sehingga aku bisa menunjukkan rupaku yang sebenarnya padamu. Tubuhku yang asli terkurung di suatu tempat. Aku tidak tahu di mana tubuhku itu disembunyikan oleh seseorang yang jahat. Aku berusaha mencari tubuhku ke semua tempat yang ada di desa Yuki. Tapi, belum juga kutemukan. Aku sangat putus asa dan tidak tahu lagi harus berbuat apa. Yang kuinginkan saat ini, aku ingin tubuhku ditemukan. Aku berusaha mencari seseorang yang bisa membantuku untuk mencari tubuhku yang hilang. Tapi ..."

Perkataan Hestia terputus sejenak. Kedua matanya menjadi berkaca-kaca. Sepertinya dia ingin menangis. Tubuhnya bergetar sedikit.

Hening lagi.

Keduanya terdiam selama beberapa menit. Tidak ada yang berbicara lagi.

Naruto yang semula marah, mendadak menjadi iba karena cerita Hestia. Ia pun menatap Hestia dengan lirih.

Beberapa detik kemudian, Naruto yang memecahkan keheningan di tempat itu.

"Aku tidak mengerti. Tubuhmu yang asli disembunyikan di suatu tempat oleh seseorang yang jahat. Memangnya apa yang terjadi padamu?"

Naruto sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Hestia. Karena itu, dia bertanya pada Hestia.

Hestia mengangkatkan kepalanya untuk memandang wajah Naruto lagi. Ia masih berwajah sedih begitu.

"Ceritanya sangat panjang, ninja yang tampan. Aku tidak bisa menceritakannya sekarang. Kejadian itu berlangsung sekitar 100 tahun yang lalu."

"A-APA? SERATUS TAHUN YANG LALU?"

Naruto berteriak keras karena kaget lagi. Suaranya menggema di tempat itu.

Gadis berambut putih itu mengangguk pelan.

"Ya, itu memang benar. Aku tidak bohong. Ini nyata. Aku memang pernah hidup pada masa seratus tahun yang lalu. Tapi, karena tubuhku disembunyikan di suatu tempat, membuat jiwaku penasaran selama seratus tahun. Aku belum sepenuhnya mati. Mungkin bisa dibilang aku dalam keadaan koma sekarang. Umurku mungkin diperkirakan sekitar seratus tahun lebih karena sewaktu aku dinyatakan mati, umurku sekitar enam belas tahun. Itu yang kuingat untuk saat ini."

Mulut Naruto benar-benar ternganga habis. Kedua matanya membulat sempurna. Ia syok lagi.

"Ja-Jadi, kau adalah ... Seorang wanita tua?"

Giliran Hestia yang ternganga. Dia pun menatap Naruto dengan sewot. Dia tidak sedih lagi.

"A-Apa? Bu-Bukan ... Aku bukan wanita tua. Aku masih muda, tahu. Umurku baru enam belas tahun saat diserang waktu itu. Itu berarti aku masih muda. Sama sepertimu."

"Tapi, umurku masih delapan belas tahun. Tidak mungkin aku bisa disukai oleh gadis yang pernah hidup sejak seratus tahun yang lalu. Itu berarti kau adalah wanita tua."

Muncul sudut perempatan yang hinggap di kepala Hestia. Wajahnya memerah padam karena kesal.

"SUDAH KUBILANGKAN KALAU AKU INI BUKAN WANITA TUA! AKU MASIH MUDA SEPERTIMU! KAU INI SUSAH DIKASIH TAHU YA!"

Mendadak Hestia berteriak keras karena kesal dengan tanggapan buruk yang dipikirkan Naruto padanya. Sehingga membuat Naruto terperanjat mendengarnya. Ditambah Hestia berjalan mendekat ke arahnya sambil menunjuk ke arah wajahnya. Raut wajah Hestia benar-benar kelihatan kesal.

Naruto terdiam sejenak ketika wajahnya ditunjuk oleh Hestia. Hestia memasang gaya marah yang sangat lucu. Meskipun dia kelihatan marah begitu, tapi wajahnya masih kelihatan cantik. Tinggi badannya yang sekitar 140 cm. Tubuhnya juga langsing dan sempurna. Ditambah dengan sesuatu hal yang mengingatkan Naruto pada Tsunade.

DZING!

Wajah Naruto memerah padam saat memperhatikan Hestia dengan seksama. Entah mengapa dia merasa tubuhnya gemetar hebat seperti disengat listrik. Pikirannya mulai meracau kemana-mana. Dia merasa jantungnya berdebar-debar sangat kencang. Tidak seperti biasanya. Dia merasakan perasaan yang aneh di hatinya.

'Apa yang terjadi padaku? Mendadak aku berpikiran yang tidak-tidak ... Gadis ini memang aneh. Tapi, dia juga cantik. Sayangnya cuma jiwanya yang sekarang menjelma di hadapanku. Jika dia hidup dengan tubuh aslinya, maka aku akan ...' batin Naruto yang sudah mengeluarkan keringat dingin seiring Hestia semakin mendekatinya secara perlahan-lahan.

BETS!

Tanpa disangka-sangka, Naruto malah mundur beberapa langkah. Lalu dia pun berbalik dan segera kabur begitu saja dari hadapan Hestia. Meninggalkan Hestia yang terbengong-bengong melihat kepergian Naruto.

"Lho ... Ninja yang tampan. Kenapa kamu lari sih?" Hestia menurunkan tangannya dengan wajah yang keheranan. Sedetik kemudian, dia tersenyum manis dengan paras yang lembut.

"Biarpun kamu pergi menjauhiku, kemanapun kamu pergi. Aku akan selalu mengikutimu, ninja yang tampan," lanjut Hestia yang kemudian berubah menjadi partikel-partikel cahaya putih. Ia pun menghilang dari tempat itu dalam sekejap mata. Mengikuti Naruto yang sudah keluar meninggalkannya.

.

.

.

Di jalanan desa yang dipenuhi pagar-pagar kayu tepat di dua sisinya, Naruto berjalan dengan gontai. Wajahnya kusut dan lesu begitu. Sudah beberapa kali, ia menghembuskan napas beratnya. Keadaannya sudah stabil seperti semula. Rasanya lega tanpa pikiran yang aneh.

Dengan perasaan yang tidak menentu, Naruto berusaha mengontrol dirinya saat berdekatan dengan Hestia. Entah mengapa Hestia memancarkan pesona kecantikan yang tidak bisa dibilang dengan kata-kata. Daya tariknya begitu kuat seperti magnet. Seperti terpesona dengan kecantikan yukionna yang sebenarnya. Meskipun Hestia bukan yukionna yang sesungguhnya, tapi penampilannya yang serba putih dan memancarkan hawa dingin seperti salju. Bisa dikatakan juga jika Hestia adalah yukionna. Karena jiwa Hestia yang kini mengikuti dan menjelma di hadapan Naruto. Tubuh asli Hestia tersembunyi di suatu tempat yang lain, tepatnya di desa Yuki.

Setelah kabur dari rumahnya beberapa saat yang lalu, Naruto merasa sedikit tenang. Dia merasa terganggu dengan kehadiran gadis itu. Hestia sangat agresif dan telah memeluknya begitu saja. Bahkan telah menyatakan cinta padanya secara langsung tanpa mengenal rasa malu. Naruto tidak menyukainya dan berharap Hestia segera pergi darinya.

Namun, harapan itu sia-sia saja. Hestia memang nekad dan terus mengikuti Naruto kemanapun Naruto pergi. Dia akan terus berusaha untuk meluluhkan hati laki-laki ninja itu. Tidak akan menyerah sampai kapanpun. Itulah prinsip yang dipegang teguh oleh Hestia.

Sedang asyik-asyiknya berjalan dengan pikiran yang tidak menentu, tiba-tiba gadis itu muncul lagi di depannya seperti hantu begitu. Otomatis membuat Naruto kaget setengah mati dan menghentikan langkahnya secara mendadak. Alhasil, dia pun bertabrakan dengan Hestia.

DUK!

Hestia pun kehilangan keseimbangan saat Naruto tidak sengaja menabraknya. Ia akan tumbang ke belakang.

"AAAAAAH!" teriak Hestia yang sangat menggelegar.

"WAAAAH!" Naruto ikut-ikutan berteriak saat menyadari Hestia akan jatuh ke belakang.

Naruto pun panik dan langsung menangkap tangan Hestia. Lalu menarik tangan Hestia dengan cepat sehingga Hestia terseret tepat ke arahnya.

GREP!

Pundak Hestia dipegang erat oleh tangan Naruto. Mereka pun saling berdekatan sambil berpelukan. Mereka juga saling menatap lama dalam jarak yang sangat dekat.

DEG! DEG! DEG!

Terdengar debaran jantung yang memuncak dari dalam tubuh Hestia. Rona merah pun hinggap di dua pipi Hestia. Begitu juga dengan Naruto.

Mereka terdiam dalam kebisuan yang sementara di tempat hening ini. Kebetulan juga muncul seorang gadis berambut merah muda, lewat di jalan itu. Lalu melihat adegan mesra antara Naruto dan Hestia.

SET!

Gadis berambut merah muda yang ternyata adalah Sakura, melewati pasangan yang tidak jelas itu. Ia pun melongo sambil menghentikan langkahnya tepat di dekat Naruto dan Hestia.

Segera saja Sakura menyapa Naruto.

"Lho, Naruto? Sedang apa kamu di sini?" tanya Sakura yang sangat heran.

Lamunan Naruto yang tidak jelas, buyar begitu saja. Kemudian menyadari suara Sakura yang menyapanya. Ia langsung menoleh ke arah Sakura.

"Heh, ada Sakura rupanya di sini!" jawab Naruto yang sangat kaget.

Lalu Sakura melihat ke arah Hestia yang dirangkul oleh Naruto.

"Terus gadis ini siapa, Naruto? Apa dia adalah pacarmu?"

Spontan, Naruto tersentak dan mengarahkan pandangannya tepat ke arah Hestia.

Hestia menampilkan senyumannya yang sangat manis dengan semburat merah di dua pipinya. Wajahnya berbinar-binar karena senang dianggap sebagai pacarnya Naruto oleh Sakura.

BETS!

Dengan cepat, Naruto melepaskan rangkulannya dari pundak Hestia. Ia syok dan mundur beberapa langkah dari hadapan Hestia.

"Bu-Bukan ... Di-Dia bukan pacarku, Sakura. Di-Dia bukan manusia, tahu!" sembur Naruto yang kini berdiri di samping Sakura dengan tubuh yang sedikit gemetaran.

Sakura pun menjadi bingung dengan arah pembicaraan Naruto. Keningnya mengerut. Ia pun menatap ke arah Naruto.

"Bukan manusia? Maksudmu apa? Sudah jelas dia itu manusia. Kau bisa memeluknya, kan?"

Naruto menatap balik ke arah Sakura. Wajahnya memucat pasi.

"Di-Dia adalah hantu. Hantu yang mengikutiku. Hantu wanita salju yang kuselamatkan saat longsoran salju pas di tebing bukit di desa Yuki. Kau ingatkan, Sakura?"

Kedua mata Sakura membulat sempurna. Lalu ia mengangguk cepat seraya memandang ke arah Hestia.

"Iya, aku ingat kok. Tapi, mana mungkin dia adalah yukionna, Naruto? Kau pasti asal menebak saja. Sudah jelas dia itu orang, tahu!"

"Aku tidak asal menebak. Coba kau perhatikan penampilannya. Serba putih, kan?" Naruto berbisik ke telinga Sakura."Mana mungkin dia bisa mengikuti kita sampai di sini. Lagipula kakinya tidak menjejak di tanah lho."

Mendengar bisikan Naruto yang terkesan menakutkan itu, mata Sakura terfokus pada kaki Hestia. Kaki Hestia tertutup dengan kimono putih yang dipakainya. Tapi, di bagian bawah kimono putih itu, melayang-layang tepat di udara. Sakura juga merasakan hawa dingin yang kini menusuk kulitnya. Seketika tubuhnya merinding karena kedinginan.

Seketika wajah Sakura memucat pasi dan syok di tempat. Dia membeku karena ketakutan.

"Ternyata benar. Dia adalah wanita salju. Hantu wanita salju. Yukionna!" jerit Sakura sambil mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat."Naruto ... Kau benar. Jika ada hantu yang mengikutimu sekarang. Tapi ..."

Tiba-tiba, terjadilah sesuatu yang tidak disangka-sangka.

Apakah itu?

.

.

.

SAATNYA MEMBALAS REVIEWMU:

rozi N: ini udah lanjut. Maaf, lama updatenya.

Neko Twins Kagamine: terima kasih buat neko ya.

Sederhana: terima kasih. Semoga fic-nya seru ya. Ini udah lanjut kok.

Arata: terima kasih. Ini udah lanjut.

hutamara senju: ya, akhirnya yang ditunggu, update juga.

hendraflash: oke, ini udah lanjut kok, bro. Terima kasih udah baca fic ini.

Morfheus: thank you.

AoiKishi: iya, ini fic baru AoiKishi. Terima kasih udah mau baca.

julianto merry: hehehe ... Naruto memang kasihan. Tapi, nggak ada akan ada masalah buat Naruto kok. Lihat aja kelanjutannya di chapter 3.

Fleuris Saya: terima kasih udah mau baca. Ini udah lanjut kok ke chapter 2. Boleh-boleh aja kok request. Request apa? Salam kenal juga buatmu ya.

nawawim451: terima kasih. Ini udah lanjut.

kizami namikaze: terima kasih kizami. Hehehe ... Maaf jika updatenya telat.

Y P: terima kasih. Ini udah update.

uchiha rei nara: terima kasih buat uchiha. Ini udah lanjut.

Iwas: terima kasih, iwas. Ini udah lanjut kok.

dianrusdianto39: terima kasih, dian. Sudah lanjut nih.

shella utama 3: terima kasih buat shella. Ini udah lanjut.

lanjut...

Senju-nara shira:

Jawabannya:

1. Chapter 2 udah lanjut nih.

2. Karena yukionna itu menyukai naruto dan ingin meminta bantuan naruto menemukan tubuhnya yang hilang di desa yuki. Supaya nanti naruto bisa menikah dengannya dan menguak misteri kenapa tubuh yukionna itu disembunyi oleh seseorang yang jahat. Nah, itu alasannya.

3. Untuk fic feeling, belum ada kepastian kapan updatenya. Yang pasti ditunggu aja ya.

Terima kasih kembali.

Guest: buat guest, terima kasih.

.

.

.

A/N:

CHAPTER 2 UPDATE!

Terima kasih buat yang udah membaca, memfollow, mengavoritkan dan mereview fic ini. Maaf, jika saya bisa membalas review kalian melalui halaman chapter cerita ini karena saya nggak sempat membalasnya satu persatu lewat PM. Saya harap kalian memakluminya. Terima kasih kembali.

Sampai jumpa lagi di chapter 3

TERTANDA ...

HIKASYA

Sabtu, 26 Maret 2016