Haha update kilat -_- Mianhae untuk ketypo-annya dan tatanan, sudah B6 ganti~ Happy Reading. oh, ya ini waktunya Nc~
.
.
.
.
Prang!
Yixing tersentak mendengar suara pecahan tersebut, ia segera berlari keluar kamar Yifan, "Ada apa?" ia menemukan Sehun dengan dibawahnya terdapat pecahan cangkir teh.
"Sini, ge!" Sehun melambaikan tangannya agar Yixing mendekat, "Lihat ini gambar Incubus, mahluk ini dikatakan bernafsu sangat besar," jelas Sehun,
"Lalu?" Yixing memandang Sehun,
"Incubus biasanya memiliki darah dingin itu juga termasuk oleh bagian-bagian tubuhnya, itu jelas ge. Kalau Incubus adalah mahluk gaib, dan tentu selalu memiliki tubuh sedingin es. Ciri-ciri Incubus biasanya mereka tampan dan ber-IQ sangat tinggi," lanjut Sehun.
Yixing terdiam, "Apa dia.." Sehun lalu menurunkan kursor PC-nya agar dapat menampilakan bagian yang selanjutnya.
"Ini lukisan dari Incubus," tunjuk Sehun. "Dan selalu berjumlah 6, dan salah satu dari mereka akan mejadi raja. Dan asal gege memperhatikannya dengan baik, ke-2 lelaki dalam lukisan ini.. menyerupai lelaki yang kita temui saat itu, dan berarti gambar mahluk ini yang ini tepatnya! Benar-benar persis dengan Yifan-ge!" Sehun menunjuk lukisan dimana seorang Incubus tengah meniduri korbannya, berambur pirang cukup panjang.
"Dan mereka meminum darah, sama seperti vampire dan drakula," lanjut Sehun. Yixing terdiam,
"Lalu apa arti tanda ini?" gumam Yixing, Sehun memandang Yixing,
"Tanda apa?" Sehun berdiri menyamakan tingginya dengan lelaki manis dihadapannya tersebut.
"Hanya, tanda.." Ucapan Yixing terpotong saat merasakan Sehun mendekati lehernya, "Gege, wangi sekali.." ujar Sehun. Wajah Yixing merona merah, "Se-Sehun, hentikan.." Yixing mendongakkan kepalanya saat merasa ada benda kenyal nan basah tengah menyapu lehernya, "Se-Sehun-ah..." Yixing menjambak pelan rambut Sehun,
"Sedang apa kalian?!"
Yixing terkejut dan segera menjauhkan wajah Sehun dari lehernya, "Kau! Kami.. kami tak melakukan apapun," Yixing menggeleng kuat, seraya memengangi lehernya, takut jika Yifan menggunakan kekuatannya.
"Rupanya kau ingin mempercepat segalanya, hum?" Yifan berjalan mendekati Yifan,
"STOP! Jangan mendekat! A-aku," belum sempat Yixing menyelesaikan ucapanannya, Yifan telah memberhentikan waktu,
"A-apa yang terjadi?" Yixing menyentuh wajah Sehun. "Apa yang kau lakukan?!" Yixing berusaha memukul Yifan,
"Kau yang memintaku melakukan ini, dan Zhang Yixing perkenalkan namaku Kris Wu, I am Prince of Incubus," Yifan membungkuk, mata Yixing melebar seketika, pakaian Yifan berubah menjadi jas hitam, iris matanya pun berubah. Yixing hanya dapat menganga saat Kris -Yifan- menghampirinya,
"Kita percepat saja ritualnya, kita pergi sekarang, ne?" tawar Kris. Yixing berjalan mundur dan sampai punggungnya menabrak tembok, "Sial," umpat Yixing, "Bersiaplah merasakan kenikmatan dunia yang menyenangkan, baby," Kris menjilat tempat di mana simbol lingkaran dengan tulisan kecil itu terbentuk, "Agk.. kau.. ssh!"
Yixing terdiam, "Ini bukannya kastil di mana aku saat itu?" Yixing menolehkan pandangnnya disebuah sudut gelap diruangan tersebut, "Tidak ada siapapun, jangan-jangan mahluk itu yang, membawaku," Yixing menyapu pandangannya ke seluruh ruangan luas tersebut, diluar hanya terpampang pemandangan hutan yang gelap dan bunyi gesekan antara ranting pohon-pohon tersebut.
"Kau sudah sadar?" Yixing melebarkan matanya, "Biarkan aku kembali, Kris.." pinta Yixing,
"Setelah kau melakukan suatu hal padaku," Yixing terkejut saat melihat dirinya sudah berdiri dengan keadaan telanjang dan dirinya tepampang di kaca besar itu
"Kau tau? Kau begitu manis, lihatlah betapa indahnya lekukan tubuh ini, bagian-bagian tubuhmu juga.." Yixing terkejut saat tangan dingin Kris menyentuh bagian bawahnya. Yixing terdiam, suara bahkan gerakan tubuhnya terhenti
"Aku menyukaimu," lirih Kris. Setelah mengucapkan hal itu Kris mengucapkan sebuah mantra pendek,
"Jika kau memang menyukaiku, lepaskan aku. Lepaskan aku agar aku dapat hidup tenang," Yixing mulai terisak, dan tersungkur ke bawah.
"Kau benar, tetapi aku menyukaimu, bagaimanapun juga aku mencintaimu dan aku ingin kau menjadi milikku dalam malam ini," lanjut Kris lalu membawa Yixing terbaring ke kasur berukuran King Size tersebut.
"Akan kubuat kau mencintaiku, menyukaiku, menyebut namaku dalam desahanmu, dan akan kubuat malam ini kau melayang tanpa henti," bisik Kris lalu melumat bibir Yixing,
"Mmh! Nggh.." Yixing menggelengkan kepalanya kuat-kuat,
"Kumohon lepaskan aku," Yixing menatap mata biru shappire menenangkan milik Kris.
"Setelah malam ini, chagi." Jawab Kris, Yixing menunduk dia takut dengan mata merah Kris, dia takut Kris yang bertindak kasar. Ia hanya ingin pulang,
"Nikmati ini, baby. Ah, tunggu sebentar, sekarang aku sedang lapar, chagi. Aku ingin mengambil roti dulu," Kris menghilang sebentar dan sedetik kemudian ia muncul membawa sepiring roti,
"Selamat menikmati," ucap Kris, mata Yixing membelalak, Kris sudah telanjang bulat, benda dibawahnya masih melemas, suhu Kris yang dingin menguar dan membuat tubuh panas Yixing merinding. "Aku akan makan dulu, bolehkan?" Yixing pasrah akan segalanya, ia tau pasti Kris akan mengembalikannya setelah semua ini.
Kris merangkak kebawah. Dia mengendus bagian bawah Yixing yang mulai menegang tersebut, "Hmm, lihat ini bahkan lebih nikmat daripada makanan lain," wajah Yixing memanas pujian bahkan kalimat vulgar tersebut dapat membuat milik Yixing langsung berdiri tegak.
"Saatnya makan," Kris perlahan mengecup ujung benda tersebut, "Nggh.. jangan Kriss..," bisik Yixing,
"Hoo, kenapa kau membencinya? Aku hanya ingin menggodamu dulu, walaupun aku tau kau ingin." lidah Kris hanya berasa dingin sekarang, tak ada rasa panas pada lidah tersebut. Lidah dingin tersebut, membuat Yixing mendongak menikmati sensasi tersebut,
"Lanjutkan.. ssh!" Yixing mencengkram kuat rambut Kris saat Kris menjilat batang Yixing sampai pangkalnya,
"Berapa banyak yang dapat kau hasilkan nanti?" gumam Kris seraya menyeringai. Kris tersenyum sebentar pada Yixing lalu melahap seluruh junior bersih tersebut,
"Ahh! Omohhh.." Yixing menggelengkan kepalanya cukup kuat. Kris memaju-mundurkan junior tersebut, sedikit membuat bunyi kecipak saliva yang tercipta.
"Hisaphh! Gghh.." Yixing mencengkram kuat sprei disekitarnya, hisapan Kris sungguh kuat dan membuat pipi Kris tampak tirus, "Ahh! Akh... Errssh.. Krissh... akuuhh.." Yixing memejamkan matanya dengan kuat, tangannya menarik seprai dengan kuat dan, "Argk!"
Kris menghambat lubang milik Yixing dengan ibu jarinya, "Tunggu sebentar, Baby." Kris mengambil sehelai roti, dan..
croot..
"Okhhh..." Yixing mendesah panjang saat merasakan berjuta-juta spermanya berusaha keluar,
"Keke, lihat selai putih menggemaskan ini baby. Pasti rasanya benar-benar menakjubkan," puji Kris seraya mencolek sperma pada roti tersebut, kemudian Kris mengambil sehelai roti lainnya untuk menumpuk roti pertamanya.
Sperma Yixing bercecer disekitar sprei, dan membuatnya lengket. "Menggiurkan." Kris menjilat bibirnya, "Ah, aku tak tahan.." Kris segera melahap roti tersebut,
"Uwa, rasanya nikmat. mau mencobanya?" tawar Kris, Yixing menggeleng, juniornya kembali menegang mendengar ucapan vurgal milik Kris, "Cicipilah sedikit," pinta Kris.
Yixing akhirnya mengangguk, lalu membuka mulutnya. Yixing mengernyitkan dahinya saat merasa roti berselai sperma sendiri tersebut masuk ketenggorokannya, ia merasa ingin muntah.
"Sssh, aku belum puas. Aku ingin yang manis sekarang," Kris berdiri dan meninggalkan Yixing, Yixing menghela nafas berat, ia tidak ingin di sentuh, tetapi sekarang ia tengah horny,
"Mau madu, honey?" Kris muncul dengan setoples madu,
"U-untuk apa madu itu?" Yixing berusaha berucap, "Tentu untuk memuaskanmu, hum.." Kris menindi Yixing, sedetik kemudia dia mencium Yixing dengan kasar, melumat dan bahkan menggigit bibir tersebut.
Tangan kiri Kris menahan berat tubuhnya, sedangkan tangan kanan Kris asyik memelintir nipple milik Yixing. Yixing terkejut saat merasakan sama sekali tak ada detakan jantung yang memburuh seperti dirinya didalam diri Kris. Hanya bunyi detakan ringan seperti manusia normal lainnya. Dada tersebut seperti berisi timah.
Kris melepas ciumannya, "Kenapa? Apa kau menyukai tubuhku, hum?" Kris memandang mata Yixing dengan dalam, wajah Yixing merona, lalu menarik bahu Kris agar dia dapat memedamkan wajahnya di sana.
"Kau mulai menyukaiku rupanya?" Kris menarik wajah Yixing agar melihatnya,
"Benar?" Kris mengecup pelan pipi Yixing
"Kulit yang dianugrahi kehalusan yang luar biasa, mata kecoklatan yang tampak lembut memandangku sedalam lautan diluar sana. Bibir yang merah merekah, apa kau tau? Tubuhmu itu lebih hebat dari kami," puji Kris.
Wajah Yixing merona mendengar ucapan Kris, "Lanjutkan Kris, jangan membuatku melemas.." Yixing mengelus pelan garis wajah indah milik Kris.
"Kau yang meminta," tunjuk Kris pada wajah Yixing, Kris menjilat cuping telinga Yixing,
"Aku belum selesai makan, belum untuk minuman atau makanan utama bahkan dessert saja belum," Kris membuka toples madu tersebut.
"Kau tau? Madu memiliki manfaat yang luar biasa, termasuk untuk kegiatan ini," Kris mencolek madu tersebut,
"Rasanya masih lebih manis selai yang kau hasilkan tadi, baby." Kris tersenyum kemudian menduduki perut Yixing, Kris menumpahkan madu disana, di dada dan perut Yixing, kemudian turun ke bagian bawahnya setelah hal itu selesai Kris bersiul melihat hasil karyanya
"Wah, makanan yang menarik juga," Yixing menutup wajahnya dengan bantal disebelahnya,
"Jangan di tutupi, aku tak dapat melihatmu," ujar Kris menarik bantal tersebut.
"Selamat makan," Kris menghisap pelan madu di dada Yixing, dan hal tersebut meninggalkan tanda kebiruan yang kuat,
"Sssh, pelan-pelan Kriss. Ahh.. aku tak mau kalau sampai kulitku robek karena ulahmu.." ucap Yixing di sela desahannya,
"Aku tak akan berani merusak kulit ini," jawab Kris, lalu melanjutkan aktivitasnya. "Kau tau, ini menyenangkan," timpal Kris lagi.
Setelah cukup lama Kris menghisap semua madu tersebut, tiba saat di bagian bawah milik Yixing,
"Wah-wah.. lihat banyak sekali madu disini," Kris menggeleng kepalanya, sedetik kemudian dia menghisap milik Yixing tanpa memasukkannnya,
"Ahhh.. ahhh.. hha... Masukkan Kriss.." pinta Yixing, Kris tersenyum dalam kegiatan kecilnya itu. Lidah Kris menjulur, mengelilingi benda yang tengah berdiri tersebut, tanpa berniat memasukkannnya kembali.
"Ahh.. Ahhh..!" Yixing menjambak rambut acak-acakkan milik Kris.
"Ouuhh.." Yixing memejamkan matanya saat mulut Kris menelungkupi miliknya,
"Kyaaahh... Ahhh.. Sshhh... Terus.." Pinggul Yixing kali ini ikut bekerja memaju-mundurkan miliknya dalam mulut Kris. "Aku.. Aku.. Ngggh.." Yixing mempercepat gerakan tubuhnya dan,
"Akhhh.. Sshahh," Yixing menghela nafas berat saat ia mengeluarkan cairannya lagi,
"Kris tersenyum kemudian menyerang bibir Yixing, Yixing terkejut mendapati di dalam mulut Kris masih terdapat cairan dari miliknya.
"Uphuk.. Uhuk.." Yixing terduduk saat dia tersedak oleh cairannya sendiri.
"Sekarang makanan utamanya," ucap Kris, Yixing penasaran dengan apa yang akan Kris kerjakan selanjutnya, tiba-tiba mata Yixing menangkap 2 yeoja cantik masuk membawa sebuah nampan berisi makanan,
"Si-siapa mereka?" lirih Yixing, saat kedua yeoja tersebut mengendus diri Yixing lalu muncul taring dari mulut mereka,
"Cukup! Pergilah, dia Sucubus, dia pasangan kami. Tetapi pasanganku adalah kau," jawab Kris. Kedua mahluk tersebut pergi menghilang setelah membungkuk pada Kris.
"Pasangan?" Gumam Yixing.
"Kali ini aku harus membuatmu menghasilkan cairan cukup banyak, Baby.." Kris menindurkan kembali tubuh Yixing.
"Kau mendesah sangat sedikit tetapi itu cukup bagiku." Ujar Kris kemudian mengambil mangkuk. Kemudian dia mengambil handuk yang tadi tercelup dalam mangkuk berisi es batu tersebut.
"Seharusnya tak usah ditaruh di dalam es, pasti ini ulah Leo, dasar usil." Gumam Kris.
"Kau tau fungsi kedua benda ini, kan?" Yixing mengangguk mendengar pertanyaan Kris.
"Ini bukan untuk menyantapmu ataupun mengelap ataupun membersihkan tubuhmu, tetapi untuk ini!" Kris menyeringai lalu memijat junior Yixing dengan handuk dingin tersebut,
"Ahh! Ahh.. Dingin.. Nggh.. Ah.." erangan Yixing menjadi merasakan sensasi tersebut, juniornya bagai beku. Padahal hanya dicelupkan di es batu, dan biasanya tak akan menimbulkan efek dingin seperti ini. "Ooohh.. Ahhhssh.." Tubuh Yixing menggelinjang, "Datang? Cepat sekali, ckck.." Kris segera menaruh mangkuk tersebut di selangkangan Yixing.
Croot.. Croot..
Cairan kental tersebut masuk ke dalam mangkuk terebut, "Hah, kenapa ini sedikit sekali? Harus melakukan lagi," ucap Kris. Kemudian ia mencium wajah Yixing, tangannya asyik meremas-remas benda di bawah milik Yixing tersebut, Kris tetap melumat dan bermain dengan lidah Yixing, ia tahu Yixing benar-benar horny sekarang.
"Mmh.. Ammph.." erangan Yixing masih dapat lolos dari ciuman tersebut. Yixing mendorong pelan dada Kris, dan itu tak berhasil, "Ampph! Mmmh!" Yixing memukul punggung Kris. Dan akhirnya Kris melepaskan ciuman tersebut,
"Ahh.. Ah.. Kau mau membunuhku hah? Hah.. ha.." Yixing mulai protes tetapi Kris yang mendengar itu hanya tersenyum, kemudian meremas dengan keras milik Yixing,
"Arggkh! Ahhh.." Yixing kembali mengeluarkan isinya. Tentu Kris sudah siap dengan mangkuk tersebut.
"Ini cukup mungkin." Gumam Kris.
"Saatnya makanan utama," ujar Kris.
"Kau siap? Mungkin agak sakit tapi inilah, aku tengah lapar sekarang dan aku harus melengkapi hasratku sekarang." Kris berucap kemudian mengambil sebuah sosis berukuran cukup besar.
"Kau tau untuk apa ini? Fungsinya tentu untuk dimakan, tetapi tentu ini bisa menjadi makanan yang menyenangkan jika digunakan dengan baik dan benar," lanjut Kris, kemudian menjilat sosis tersebut. Yixing hanya dapat meneguk salivanya sendiri melihat tingkah –konyol- pasangannya malam ini.
"Kriss.. ssh.." Yixing menggoda Kris dengan menjilat jarinya dengan sensual, "Kau horny, hum? Dan itu belum cukup untuk menaikkan milikku," jawab Kris. Kris kemudian mencelupkan sosis tersebut dicairan milik Yixing tadi,
"Un-untuk apa itu?" Yixing melihat Kris menggesek-gesekkan sosis tersebut di lubang milik Yixing,
"Untuk membuat sebuah sosis menjadi lebih nikmat," Kris menekan sosis itu agar masuk kedalam lubang Yixing,
"Ough! Ssakit!" Yixing meronta, kakinya menendang-nendang, merasa Kris sedikit kesusahan dengan kaki Yixing, Kris mendiamkan sosis tersebut didalam lubang Yixing.
"Mianhae, jika ini menyakitkan.." ucap Kris mengusap perut Yixing, "Lanjutkan ngghh," balas Yixing seraya memejamkan matanya. Kris lalu mendorong masuk ke dalam object berkerut tersebut,
"O-o-ouuh.. tolong.. ssh.. tolong carih!" pinta Yixing, ia menarik sprei putih tersebut hingga jari-jarinya memutih. Kris menyeringai lalu berusaha mencari titik dimana dapat membuat seorang Zhang Yixing dapat melayang
"Akh! Ahh.. ahh..! Teruss... yaaahh!... itu.." erang Yixing, Kris tersenyum setelah menemukan titik nikmat milik Yixing, kemudian ia menumbuk titik tersebut dengan cepat. "Hyaaahh.." Yixing membusungkan dadanya merasakan kalau sosis tersebut makin cepat bergerak. "Ouh.. Aku... Ahhh! Argkh!" Semburan lahar putih itu kembali keluar melewati tangan Kris.
"Ah, mayonaise yang memuaskan.." Kris menjilati tangannya kemudian memakan sosis tersebut.
"Hah.. Hah.. Kriss.." Yixing menarik kepala Kris agar menciumnya, Yixing mengajak lidah Kris bermain dengannya.
"Ngahh.. Kris percepatlah.. Aku sudah capek.." Ujar Yixing.
"Dasar tak sabaran, untunglah aku termasuk Incubus yang sabar dalam melakukan ini, jika kau merasakan bagaimana menikmati ini dengan Alex, kau pasti akan menangis," balas Kris.
"Siapa Alex itu?" Yixing mendudukkan dirinya membiarkan kedua buah benda yang berada di selangkangan mereka saling bergesekan.
"Alex saudaraku, kapan-kapan jika kau ingin akan kuperkenalkan kau pada semuanya, termasuk pada Sucubus tadi," jawab Kris lalu mengusap rambut basah Yixing. Yixing tersenyum lalu memeluk erat Kris.
"Bagaimana kita teruskan? Aku sudah tak tahan, karena kau terus menggesek-gesekkan benda kecil itu pada milikku," Yixing merasa tersinggung mendengar ucapan Kris,
"Punyaku tak kecil, Kris! Punyamu saja yang terlalu besar!" Yixing mengubah posisi duduknya, agar duduk di kasur tersebut.
"Benarkah? Wah, jadi kau mengakui kalau milikku besar? Mau mercobanya?" tawar Kris. Wajah Yixing merona,
"M-masukkan saja!" Yixing membuang mukanya agar menghadap ke arah lain, "Wajahmu sungguh indah," Kris langsung melumat diri Yixing dan membuatnya tertidur kembali, sesekali tangan Kris memelintir nipple milik Yixing,
"Kau siap, huh?" Kris mengusap peluh Yixing,
"Tentu!" jawab Yixing mantap. Kris tersenyum kemudian, mengocok junior-besar menurut Yixing- tersebut. "Maaf jika akan membuatmu sakit, baby.." Ujar Kris, lalu memposisikan juniornya tersebut pada lubang berkerut milik Yixing,
"Ouf! Lihat ini, berkerut dan tampak sangat sempit, padahal sudah aku lebarkan dengan sosis tadi." puji Kris. Wajah Yixing makin memanas mendengar hal itu.
"Akan aku masukkan," lirih Kris. Kris menggesek-gesekkan kepala benda miliknya di pintu masuk tersebut. "Hhh,"
Kris tersenyum lalu memasukkan benda besar tersebut kedalam lubang milik Yixing, "Arrgh! KRISS!" Yixing menjambak rambut Kris dengan kasar. Kris hanya dapat meringis dan terus memasukkan miliknya,
"Shit! It's so tight!" Baru setengah dari junior Kris yang masuk. Dan Yixing sudah menangis.
"Sssh, mianhae jika ini menyakitkan untukmu.. aku berjanji setelah ini kau pasti akan suka," Kris mengecup kedua pipi Yixing. Yixing mengangguk. Kris mengerti lalu meneruskan memasukkan benda tersebut.
"Errghh..! Ough! Be-besar.. ngghh" Yixing membusungkan dadanya saat benda milik Kris menusuk titik kenikmatan miliknya.
"Ssh, sempit sekali.." Kris mendongak menikmati pijatan lembut dari lubang milik Yixing. Kris menumbuk titik tersebut dengan keras dan berulang.
"Ahh! Akh! SSh... Ouuhhff.." Yixing memejamkan matanya merasakan bagaimana besar, keras dan panjangnya benda yang dimiliki Kris yang sekarang tengah menusuknya.
"AH!" Yixing menyemburkan cairannya ke dada dan perut Kris. "Hah.. Ahh! Terusshh.." Yixing menarik bahu Kris agar menciumnya, membiarkan suara desahan dan erangan Yixing terpendam dan menciptakan suara kecipak saliva yang keras.
"Mmhhah.. Ahh! Ahh.." Tubuh Yixing berguncang hebat, tak dipungkiri dengan kasur yang sekarang sedang mereka tiduri sekarang. Berdecit dengan hebat.
"K-kriss.. Ahh! Ahh! Pelanh.. SShh! Omo.." Yixing menarik rambut Kris, karena ia mencapai puncaknya kembali.
"Ssh, ubah posisinya, honey.." Kris membuat posisi Yixing menghadap kesamping, tentu menguntungkan dengan Kris,
"Sshh.. Makin sempit.." erang Kris. Kris memukul bott(?) Yixing dengan cukup keras. "Akh.. Ahh.. Cepatlahh.. ahh.." pinta Yixing, Yixing benar-benar merasa lemas sekarang. Kekuatannys seperti dihisap habis oleh Kris. "Oh ayolah. Ini baru permulaan hh.." Kris mempercepat gerakannya, "Arrgkh... Akhh.."
Entah karena sudah capai atau bagaimana, Yixing mulai memejamkan matanya. Yang pasti Kris terus memanfaatkan tubuh Yixing yang tengah melemas itu.
Tbc- RnR Juseyo
