Azu : Cerita ini hanya fiksi belaka, karakter yang di dalamnya pun semuanya milik Amano Akira-sensei, bukan saya. *Menyalakan kipas angin untuk menghilangkan asap Jin Goku…*

? : Herbivore! Kenapa kau menyuruhku pakai detergen aroma sakura? Lagian apa-apaan itu yang kau pajang di etalase? Waring? Warning kali... Malu-maluin aja...

Azu : Oroooo! Hibari-san! *mundur* Anoo… itu… *Lirik-lirik cari bantuan*

Hibari : Kamikorosu! *mengacungkan tonfa*

*glek*

? : Anoo… Manusia awan…

(Hibari & Azu menoleh)

Chrome: Itu permintaan spesial dari Mukuro-sama. Katanya ini semua adalah terapi terhadap penyakit mematikan yang kau idap…

Hibari : Hn? Penyakit apa?

Chrome: Katanya kau kena penyakit Sakura-kura yang membuatmu pingsan setiap melihat kelopak sakura…

Hibari : Aku tidak separah itu, tahu! Aku tidak pernah pingsan gara-gara melihat Sakura.

Chrome: Ngomong-ngomong… Author-san, ini beneran cerita Snow Wait ya? Aku dengar dari Zoealya-san begitu.

Azu : Eh? Oh! Zoealya-san arigato gozaimasu buat reviewnya… *baru sempet bilang makasih…*

Oh… soal parodi itu… bagaimana ya… *garuk-garuk*

Hibari : Woi…

Azu : Sebenarnya ini parodi dari parodinya Snow White X Cinderella X Chara1 X Chara2 XXXXX….

Chrome: Maksudnya?

Hibari : Woi.

Azu : Singkatnya… ini adalah parodi dari drama kelasku yang… Entahlah…

Hibari : Woi! Jangan acuhkan aku! Kamikorosu!

Azu : Oro…*sweatdrop*

Yama : Maa… Maa… Asapnya sudah hilang… Ayo kita syuting lagi *grin*

Azu : Ahaha…Benar sekali Yamamocchi! Ayo syuting lagi!

Hibari : Tu…

Yama : Ayo! Ayo! *dorong Kyouya*

Goku : Yakyuu BAKA! Ngapain kamu pegang-pengang dia?! *cemburu* Author! Urus makhluk itu! *nunjuk Hibari*

Azu : O…osu!

Jyaa! Action!


-ENTAHLAH-

Chapter 2: Kalau Rumahmu Sempit Pindahlah ke Rumah yang Lebih Luas

.

.

"Ehm… Gantilah permintaan itu nona~… Pliisss" ujar Jin Yamamoto sambil memohon-mohon.

"Ogah!" Kyouya berbalik dan meninggalkan mereka.

"Nonaaaaaaa~!" Jin Yamamoto meratapi kepergian Kyouya.

"Woi Yakyuu-baka! Biarkan saja cewek itu! Untung dia bego. Nggak minta apa-apa. Kan enak kita, ngga usah capek-capek mengabulkan permintaannya. Hemat energi tau!"

"Tapi Gokudera, ini tidak sesuai dengan estetika Jin. Apa jadinya nanti kalau Jin sudah dianggap nggak guna lagi? Rumah kita bakal dibuang-buang ke sumur lagi kayak kemarin..."

"Huh, dasar manusia! Habis manis, sepah dibuang…"

"Hmmmm…"

"Ada apa Yakyuu-baka? Kenapa tiba-tiba wajahmu serius begitu?"

"Gokudera-kun... Jangan-jangan cewek barusan itu kena diabetes…"

"Eh? Kok bisa?"

"Lha, biasanya manusia itu, 'habis manis, sepah dibuang'. Nah, dia… 'belum manis udah dibuang'. Dia takut gula darahnya naik kali ya?"

"Buh… Buhahahahahahahhaahhahaahaha ! Tak kusangka kau itu jenius Yakyuu-baka! Meskipun kau 'BAKA' tapi kau 'JENIUS'. Buhahahahaa!" Jin Gokudera tertawa sampai berguling-guling. Hampir saja dia tercebur lagi ke sumur kalau Jin Yamamoto tidak memeganginya.

"Hati-hati Gokudera-kun…" katanya sambil tersenyum innocent

-entahlah-

Di halaman depan mansion yang ditinggali oleh Kyouya, berhentilah sebuah mobil berwarna biru dengan pola bergurat-gurat seperti kulit semangka. Dari dalam mobil itu muncullah sepucuk jambul nanas berwarna biru, ditambah dua guratan mirip kulit semangka juga. Ternyata itu adalah kepala si pemilik mansion, Daemon Spade. Ia beralih ke jok belakang dan mengambil sebuah benda besar berbungkus kertas koran. Dengan penuh semangat, ia melangkahkan kakinya ke pintu depan mansion. Benda besar berbungkus kertas koran itu ia pegang erat-erat di tangan kirinya.

"Mukuro-chan~, Chrome-chan~, Papa pulang…"

"Papa!" suara Chrome terdengar dari lantai atas, disusul suada langkah kaki menuruni tangga. Chrome terlihat duluan, setengah berlari menuju ke arah Daemon. Mukuro menyusul beberapa langkah di belakangnya, namun ia tidak berlari seperti Chrome.

"Eh? Papa bawa apa itu?" Tanya Mukuro.

"Oh ini…" ia melirik ke arah bawaannya yang terbungkus kertas koran, "Papa baru saja membeli barang antik. Konon, ada jin seksi yang tinggal di dalamnya."

"Eh? Jin seksi?" tanya Mukuro dan Chrome bersamaan.

Daemon mengangguk-angguk penuh semangat. "Kalian mau lihat?"

Kedua Nanas muda itu pun mengangguk dengan penuh semangat. Mereka mengamati lekat-lekat ketika Daemon merobek koran pembungkus 'benda antik berisi jin seksi' itu. Ketika benda antik itu terbuka. Mereka sweatdropped.

"Papa, berapa uang yang kau keluarkan untuk membeli barang antik itu?" tanya Chrome pelan.

"Ehm… cuma 1 milyar kok"

Mereka berdua tambah sweatdropped.

"Papa yakin kau tidak ditipu sama penjualnya?" kali ini giliran Mukuro bertanya.

"Eh? Tentu saja tidak. Mana ada orang yang bisa menipu Daemon Spade. Nufufufufu…"

"Tapi dilihat dari sudut manapun juga… …" hening selama beberapa detik, "Itu galon! GALON! GALON KOSONG Papa!"

"Nufufufu… kalian tidak percaya kalau galon itu ada Jin-nya? Kata Mammon, yang jual galon ini, kalau galon ini digosok tiga kali, ntar bakal keluar Jin-nya."

"Sudah dicoba?"

"Ehm… belum sih… Tapi Papa yakin, pasti benar-benar ada Jin seksinya. Coba dekatkan telingamu! Ada suara gadis dari dalam galon ini Muku-chan. Dan lihat asap warna-warni yang ada di dalamnya. Itu pasti kekuatan magis yang ada di dalamnya." Daemon menyodorkan galon itu ke putranya yang masih tidak percaya. Mukuro mengambil galon itu dengan kasar. Ia malah menggosok galon itu dengan keras tiga kali.

"Mana? Gak ada apa-apa tuh?"

"Nufufu… Perlakukanlah seorang gadis dengan lembut Muku-chan. Sini!" Daemon mengambil galon itu dari tangan Mukuro dengan lembut. Kemudian ia menggosoknya tiga kali dengan penuh kasih sayang dan harapan. Tapi…

*siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing*

"Kufufufu… Tuh kan tidak terjadi apa-apa… Papa pasti tertipu!"

"Nufufufu… Papa tidak tertipu Muku-chan…" Daemon mulai merasa tersudut, tapi ia lebih memilih menolak kenyataan bahwa ia tersudut.

"Tertipu! Kufufufu"

"Tidak! Nufufufu"

"Kufufufu~…"

"Nufufufu~…"

"Kufufufu~…"

"Nufufufu~…"

Sementara dua nanas lelaki itu sedang adu '–fufufu…', Chrome mengambil galon itu. Iseng-iseng, dia menggosoknya seperti cerita sang Papa.

DUARRRRR!

Galon itu pun mengeluarkan ledakan keras…

"Hahiii!"

"Extreeme~~"

Terdengar dua suara cute(?) yang menggema di ruangan itu. Asap tebal masih menghalangi pandangan Trio Nanas yang ada di sana.

"Nee, Kyoko-chan. Itu catchphrase kakakmu kan? Kenapa kau pakai?" suara itu berubah jadi bisikan.

"Habisnya aku tidak menemukan catchphrase yang lucu sih. Eh, asapnya sudah mulai menghilang. Saatnya berpose Haru-chan"

Perlahan asap mulai menipis. Trio Nanas itu melihat sosok dua orang gadis dengan pakaian seperti Sailor M**n. Merekapun ber-jawdrop ria.

"Dengan kekuatan galon, Kami akan menghukummu!" teriak mereka berdua kompak, dibarengi dengan pose khas ala anime favorit author waktu masih TK dulu. Dan mulut mereka yang terbuka pun, terbuka lebih lebar lagi.

"Kyaa~ Haru-chan, lihat! Gadis ini memang manis sekali. Nggak salah kita keluar dari rumah kita!" kata Jin berambut coklat dengan pakaian beraksen pink itu.

"Kau benar Kyoko-chan!" Jin berambut hitam dengan pakaian beraksen biru itu menimpali, "Hei gadis manis, maukan kau menjadi tuan kami? Kami akan mengabulkan 3 permintaanmu!"

"Eh?" Chrome memang agak lola alias loading lambat. Ia masih belum bisa mencerna apa yang terjadi barusan. Sementara otak dua Nanas lainnya sudah bekerja sejak ada ledakan tadi. Mereka sibuk merangkai permintaan untuk diajukan pada sang Jin seksi (?)

"Wahai Jin seksi! Kabulkanlah permintaanku! Aku ingin Kyouya mencintaiku dan bersikap lembut padaku!" ujar Mukuro dengan mata berbinar-binar.

"Ah tidak Jin yang manis, jangan kabulkan permintaan itu. Kabulkan saja permintaannku. Tolong hidupkan lagi istriku, Elena. Aku suaangat kuaangen suekali padanya!"

"Kufufufu… jangan dengarkan Nanas busuk bau tanah itu wahai Jin! Dengarkanlah saja pintaku. Kabulkan permintaanku!"

"Nufufufu… kau tidak boleh begitu Mukuro-kun. Aku yang membeli galon itu dari Mammon!"

"Kufufufufu… sebagai ayah yang baik kau harus mendengarkan permintaan anakmu dulu. Baru permintaanmu Nanas tua!"

"Hahiii! Kyoko-chan, sepertinya kita jatuh ke rumah keluarga Nanas! Kemarin kita dibawa bayi mata duitan. Sekarang malah jatuh ke rumah keluarga Nanas… Betapa malangnya nasib kita…"

"Tak apa Haru-chan, dengan begitu kan kita bisa bertemu dengan Chrome-chan. Iya kan?" ujar Kyoko dengan senyum secerah mentari.

"Eh? Dari mana kalian tahu namaku?"

"Kami kan Jin. Jadi kami sakti. Jadi kami tahu segala hal. Ahahahaha…"

"Anu Jin, Jin…" Daemon menarik baju Kyoko, meminta perhatian karena telah diacuhkan oleh kedua Jin itu.

"Ah, maaf, tapi kami tidak menerima permintaan dari orang yang tidak cute." Kyoko dengan senyum khasnya.

"Apaaa?! Hei, aku sudah membayar 1 milyar untuk membeli galon ini tau!" Daemon mulai emosi.

"Hahi! Kau pasti ditipu! Harga galon itu gak sampai 50 ribu tau. Itu aja sudah ada airnya."

"Tapi kan aku membeli kalian!"

"Kami tidak diperjualbelikan. Kalo rumah kami sih iya. Waktu sama Mammon-san, kami menemukan galon bekas pakai punya Mammon ini. Jadi kami pindah. Habis kalau di dalam botol terlalu sempit sih kalau hidup berdua. Mau hidup sendiri kami kesepian. Ngomong-ngomong… Aku nggak habis pikir sama Jin-Jin yang tinggal berdua dalam botol sempit itu… Kok betah ya?" ujar Kyoko.

-entahlah-

Jin Gokudera dan Yamamoto pun duduk-duduk santai di bibir sumur, menikmati angin sepoi-sepoi dan cahaya matahari musim semi yang hangat. Mereka tidak bisa pergi kemana-mana karena tidak ada yang mau memindahkan botol mereka.

"Hatsyiiiiii!"

"Eh, kau kenapa Gokudera? Kau sakit flu?"

"Ehm… rasanya ada yang menggosip tentang kita…"

"Ah masa sih?"

Gokudera hanya mengangguk tak peduli.

-entahlah-

Sementara dua Nanas lelaki itu berusaha membujuk Jin-Jin Galon, tanpa sengaja, Kyouya mendengar pembicaraan mereka. Rahangnya menegang. Terbersit suatu keinginan di benaknya.

"Aku ingin menghidupkan ibuku kembali…"

Ia pun bergegas pergi dari tempat itu.

[TBC]

-ENTAHLAH-


Azu : Hibari-san, mau kemana?

Hibari : Bukan urusanmu!

Azu : Kok ngambek sih?

Chrome : Anoo… Author-san, kenapa aku merasa yang bagian akhir itu jadi agak mellow ya?

Azu : Oh ya…? entahlah… Ahahahaha…

Goku : Woi! Kalau bikin fanfiksi yang bener dong! Kalo lucu ya lucu! Kalo mellow ya mellow!

Azu : Sudahlah Gokudera-kun, toh sejak awal memang benda ini geje. Lagian yang geje cuma bagian akhirnya doang (?)…

Mukuro : Kufufufufu…

Daemon : Nufufufufu…

Azu : Oro….

Mukuro : Author gila... aku tahu kenapa Kyouya pergi…

Azu : Kenapa?

Mukuro : Karena dia hanya bicara dua kali dalam chapter ini… Kufufufu… Selain ocehan geje kita di awal dan akhir cerita tentunya. Padahal dia kan karakter utama (maunya author).

Azu : Benar juga… Aku keasyikan mempermainkan kalian… *pundung*

Daemon : Ngomong-ngomong, author-san? Kenapa kami jadi OOC begini? Nufufufuu…

Mukuro : Kufufu … Kenapa kau jadikan aku dan my dear Chrome anak nenek moyang Vongola ini? Kami kan masih muda... Kami ini sepantaran Guardian generasi ke-10, bukan generasi ke-2 tau!

Daemon : Mukuro-kun, aku ini laki-laki, bukan perempuan. Siapa yang kau bilang nenek moyang, huh? Nufufufufu…

Mukuro : *smirk* Kufufufufu… Kurasa otakmu cukup cerdas untuk mengerti maksudku…

Daemon : Nufufufufu…

Mukuro : Kufufufufu…

Daemon : Nufufufufu…

Mukuro : Kufufufufu…

Daemon & Mukuro : Bagaimana ini author? Eh? *sigh* Dia menghilang…

Chrome : Anoo… Review onegaishimasu yo, minna-san…