~Choice~

Maaf banget….. gomen, sorry… w bener-bener minta maaf atas keterlambatan update dan kesalahan di chapter 1….

Huweeeeee~ ada yang salah seharusnya kemaren tuh pilihan nya DI LUPAKAN ama MELUPAKAN. Tapi karna w nya bakayarou jadi salah nulis, padahal dah di baca ulang… gomen gomen gomen~ (bungkukin badan 10x).


Disclaimer: Masashi kisimoto

Genre: Fantasy, Mistery

Warning! miss-typho, typho, AU, OOC dkl (dan kekurangan lainnya) XP DLDR...

summary: vokalis nya Sasuke?# "Apa maksud mu mengganti ku dengan dia?!"# kau ini siapa?# Dilupakan… tidak mungkin!


Di Lupakan….

"Ummh…"

Emerald itu akhirnya terbuka, Gaara tau dia sekarang ada di rumah sakit. Suster dan dokter pun mulai memeriksanya. Tidak ada yang serius terluka dari tubuhnya, semua terlihat normal. Dia pun di bolehkan untuk pulang ke esokan harinya.

Gaara P.O.V

Aneh, seingat ku truk itu menabrak ku sangat kencang, tapi kenapa aku tidak apa-apa? Dan perkataan malaikat aneh itu, apa maksudnya? Semua pertanyaan-pertanyaan memenuhi pikiran ku. Ah, mungkin aku akan menemukannya nanti, pikir ku. Aku pun melangkah keluar rumah sakit itu, menyelusuri jalan yang mulai ramai oleh pejalan kaki yang akan memulai kesibukannya beraktivitas.

Pikiran ku kembali ke teman-teman se-Band ku. Aku sedikit kesal dengan mereka, aku kecelakaan tapi mereka sama sekali tak peduli pada ku. Apa-apaan mereka, walaupun aku tidak apa-apa, setidaknya datang itu sudah lebih baik. Ya, memang aku bukan orang yang terlalu suka diperhatikan tapi terkadang aku juga butuh teman.

Lampu merah menghentikan ku menyebrang, aku melihat pemandangan sekitar ku. Seingat ku poster konser kami sudah terpajang di sekitar sini, karna memang Konoha Record, tempat kami rakaman, tidak jauh dari jalan ini. Mata ku pun akhirnya bertemu dengan poster itu, poster besar dengan tulisan nama band kami, SUKANO BAND. Tapi tunggu, kenapa personilnya hanya 4 orang? Dimana foto ku? Dan apa itu vokalis nya adalah sasuke? Yang benar saja, suara sasuke mungkin tidak bisa di bilang buruk tapi tidak bisa juga di bilang bagus!Pasti ada kesalahan! Aku harus ke Konoha Record sekarang!

~Choice~

Saat aku mau memasuki gedung rekaman, dua satpam langsung mencegat ku.

"Minggir!"perintah ku, tapi mereka hanya diam dan menatap ku.

"Maaf, tapi selain petugas dan pegawai dilarang masuk." Ucap salah satu satpam itu. Ck! Mereka pasti orang baru.

"Kalian jangan bercanda, aku ini vokalis Sukano Band"ucap ku datar dan memaksa masuk. Tapi mereka malah mendorong ku keluar.

"Kau yang jangan bercanda, vokalis Sukano Band? Vokalis Sukano Band itu Sasuke-san. Kau ini penggemar gila ya! Sudah sana pergi jangan mencari keributan disini!"ucap satpam yang lain, mereka pun menertawakan ku sambil berjalan meninggalkan ku yang terduduk di luar.


Sial! Lagi-lagi Sasuke. Ini tidak lucu sama sekali. Aku harus masuk dan berbicara pada Naruto!. Aku menerobos masuk dan berlari menuju ruangan tempat biasa kami rekaman di lantai 3. Setelah sampai ku dobrak pintu ruangan itu, semua anggota band langsung berhenti bermain musik. Sepertinya mereka terkejut melihat kehadiran ku yang tiba-tiba, tapi itu urusan nanti sekarang ada yang harus menjelaskan apa maksudnya posisi ku di ganti. Ku hampiri Naruto dan mencengkram kerah kaos yang ia kenakan.

"Apa maksud mu mengganti ku dengan dia?!"bentak ku di mukanya sambil menunjuk Sasuke.

"Aku tau kau marah kemarin, tapi bukan begini caranya!"lanjut ku. Naruto terlihat syok, dia menatap ku dengan sapphire nya yang membesar.

"Lepaskan dia!" Neji melepaskan cengkraman ku dan menjauhkan ku dari Naruto. "kau tidak apa kan Naruto"lanjutnya.

Buk! Tiba-tiba seseorang memukul ku, Sasuke? Dia menatap ku tajam yang terduduk di bawah.

"Ck! Mendokusei, siapa kau? sebaiknya kau pergi itu lebih baik!"ucap si rambut nanas Shikamaru sambil menguap.

"Ya siapa kau hah? Jangan seenaknya mengacau!" bentak Neji.


Satpam-satpam tadi pun datang dan menyeret ku keluar. Apa-apaan ini? Kenapa? Kenapa mereka tidak mengenali ku? Sepintas ku lihat Naruto, dia menatap ku. Tapi dengan wajah bingung? Sepertinya dia juga lupa pada ku.

Bruk! Tubuh terjatuh menyetuh aspal di depan gedung Konoha Record, dua satpam tadi melempar ku keluar. Sial! Apa yang sebenarnya terjadi kenapa semuar orang melupakan ku?

Dilupakan…

Tunggu, di lupakan? Malaikat itu berkata begitu bukan? Tidak, tidak mungkin! Itu hanya mimpi. Tidak mungkin nyata! Aku pun berdiri dan menyetop taksi dan pergi menuju apartement ku. Ku banting pintu apartement ku setelah memasukinya dan berlari menuju telepon rumah ku raih gagang telpon dan langsung memencet angka-angka yang sangat ku hapal,nomor HP Kankuro-niisan.

"Halo, siapa ya?"Tanya suara di sebrang, Kankuro.

"Ini aku Gaara."ucap ku singkat.

"Gaara? Gaara siapa?"

Eh? Bohong, dia juga lupa? Tak mungkin bahkan kakak ku sendiri melupakan ku?

"Jangan bodoh! Aku ini adik mu"ucap ku, masih datar walau jantung ku berdetak kencang.

"Hey! Siapa yang kau sebut bodoh hah? Kau ini mabuk ya! Sudah mengaku-ngaku jadi adik ku! Aku tidak punya adik tau! Yang ku punya hanya kakak perempuan, Temari! Dasar orang gila!" Tut.. tut.. tut… Kankuro menutup telpon ku.

Tidak punya adik katanya? Yang benar saja, baru kemarin dia mengatakan menyayangi ku! Walaupun aku selalu kesal dikatakan begitu tapi untuk sekarang entah kenapa aku ingin dia berkata begitu lagi. Ah! Sudahlah, sebaiknya aku tak mengharapkan Kankuro. Lebih baik aku telpon Temari-neesan, dia tidak mungkin melupakan ku kan?

"Ya, Halo! Siapa?"langsung seperti biasa.

"Ini aku Gaara"

"Gaara? Aku tidak kenal, maaf salah sambung."

"Hei tuggu!"ucap ku saat ia hendak menutup telponnya.

"Nee-san juga melupakan ku huh?"ucap ku lirih. Entah kenapa ada rasa sakit yang menjalar di dada ku.

"Bagaimana aku bisa jika aku bahkan tak mengenal mu. Maaf kau ini salah sambung!"ucapnya dan langsung menutup telponnya.

~Choice~

Benarkah ini bukan mimpi? ku tamparkan tangan ku ke pipi ku, sakit. Jadi ini bukan mimpi huh? Semua orang melupakan ku? Ku ringkukan kakiku dan bersandar di sisi tempat ranjang. Aku masih ingin tidak percaya semua ini. Baru kemarin semua berjalan seperti biasa kenapa hari ini jadi begini? Apa yang sebenarnnya terjadi? Kenapa malaikat itu membuat semua nya menjadi begini? Sial! Sial! Sial!

Ting tong!

Suara bel? Ku tengokan kepala ku ke arah pintu kamar ku.

Ting tong!

Nyata, itu benar suara bel. Apakah masih ada yang ingat padaku tapi siapa? Ayah? Tidak mungkin! Semenjak kematian ibu dia jadi sangat sibuk, walau tanpa malaikat itu pun ku yakin dia sudah lama melupakan ku. Ku langkah kan kaki ku menuju pintu depan.

Krek! Ku buka pintu itu dan…

"Naruto?"

"Eh?" dia tampak kaget saat ku memanggilnya.

"Ma,maaf! Apa yang aku lakukan di sini! Sekali lagi aku minta maaf!"di pun berlari pergi tapi aku menahan tangan nya.

"Tunggu!" dia menoleh, ku lihat pipinya sedikit merona, mungkin malu.

Aku pun mempersilahkannya masuk, baru ku sadari bajunya basah kuyup. Ku rasa dia berjalan ke sini tanpa menyadari di luar sedang hujan. Tapi… kenapa dia tau dimana apartemen ku? Mungkinkah dia…

"Ma,maafkan aku! Aku tidak tau apa yang aku lakukan tiba-tiba aku sudah di sini, ini aneh… tapi, aku seperti mengenal mu…"ucapnya sambil melihat ku dengan blue saphirenya.

Tidak dia lupa, namun mungkin dia sedikit mengingat ku. Yah, ku hargai itu, setidaknya ada yang masih sedikit mengingat ku.

"Tidak apa-apa. Nama ku Gaara, tunggulah aku akan mengambilkan baju kering untuk mu, kau bsia menggantinya dikamar ku." Ucap ku dan meninggalkannya.


Aku mencari baju yang akan ku berikan padanya di lemari ku, baju ku pasti kebesaran untuknya. Tubuhnya kurus dan mungil, jadi aku harus menemukan baju yang lebih kecil.

Eh? Bukankah ini baju naruto? Pikir ku saat menemukan sebuah kaos orange dengan gambar lemon di tengahnya dan tulisan LEMON. Oh ya aku ingat teman se-band ku pernah menginap di tempat ku saat kami akan menyelesaikan lagu baru tahun lalu. Yah aku berikan ini saja, toh ini juga bajunya.


Naruto masih pada tempatnya dia masih berdiri di depan pintu, tanpa berpikir akan melangkah masuk atau duduk d shofa. Baka! Mungkin dia takut mengotori lantai ku, atau dia tak terbiasa di rumah orang "asing"?

"Ini."ku berikan kaos tadi padanya, dia melihat ku dengan wajah betanya.

"Pakai saja, baju ku mungkin kebesaran. Tapi tenang itu baju teman ku, aku yakin dia tidak akan keberatan aku meminjamkannya pada mu"ucap ku.

Itu memang bajunya kan? Jadi siapa yang akan keberatan…

"terimakasih Gaara-san" ucapnya formal, sedikit aneh dan menyebalkan.

Dia pun permisi dan menuju kamar ku, dan lagi dia seperti hapal dimana letaknya. Ku rasa dia memang mengingat ku, tapi kenapa?

TBC…

Akakakakak…. dikit lagi... di gebukin reader, udah update lama dikit pula minta di geplak... hehehe... peace! ^o^v

Gomeeeeeeennnnnn! Telat sangat….

Huhuhuhu…. TwT

W nya males,,, hehehe… rada sibuk juga sih… (halah so sibuk!) peace… ^o^v

oh ya thank yang udah review yaw...

for Guest: gomeeeeeeeennn~ itu salah harus nya melupakan bukan terlupakan... ToT gomen~...

for NgalorNgidol12: iya thanks kakak... maaf telat update... hehehe... XD

for kanginbrother : iya udah kayanya w dah hampir baca semuanya... tapi jadi silent reader... akakakak... dilampar bakwan# X)

for Aoi Ko Mamoru: iya, mungkin bakal jadi shonen-ai... tapi ga tau yaw... akakakak...

Ya udah ya, see you next time…

Gaara & Naruto: maafkan kebodohan author baka ini yaw... ^^

Jangan lupa review please,,,, m(_"_)m