Disclaimer: Kuroshitsuji punya Yana Toboso,

Kuroko no basuke punya Tadatoshi Fujimaki,

Free! (Anime) bukan punya saya. Yang paling jelas fanfc ini adalah punya saya.

Note: Maaf alurnya kecepatan hehehehe:D

Enjoy...


Chapter 2

At Midnight
xxxxxxxxxxxxxx

Di sebuah ruangan persembahan, terdapat banyak mayat yang berceceran. Di sebuah tempat, beberapa orang dewasa yang memakai topeng mata berwarna hitam dan berjubah hitam sedang memegangi seorang bocah lelaki

"Lepaskan aku! Lepaskan! Lepaskan akuuuuu!" berontak seorang bocah lelaki berumur 13 tahun

"Hahahahahaahahaha!" para orang-orang dewasa itu tertawa bahagia.

Sungguh tertawa keras dan bahagia. Senyuman yang mengerikan. Tawa yang menakutkan.

"LEPASKAN AKUUUUUU!"

STAB!

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

"AAAAAAHHHHHHH!"

"Ojou!" ujar panik Sebastian membuka pintu kamar Akane dengan cepat

Tadi Sebastian mendengar suara teriakan Akane yang sangat amat keras di ruangan Sebastian

"Hah...hah...hah..."Akane terbangun duduk. Dia mimpi buruk. Nafasnya terengah-engah. Kulitnya yang putih porselen mengeluarkan keringat dingin

"Ojou..." ujar pelan Sebastian, tapi ekspresinya wajahnya mengeluarkan khas panik Sebastian

"Mereka semua mati kan...Sebastian?" tanya pelan Akane sambil menundukan kepala dan meremas keras selimutnya

"Ya, mereka semua mati ojou" ujar khas Sebastian yang tau maksud ucapan majikannya itu

"Di sini...tak ada siapapun kan...Sebastian?" tanya pelan Akane lagi

"Ya, tak ada siapapun. Hanya Saya dan Anda saja" ujar khas Sebastian

Akane kembali tidur berselimut. Dia membelakangi Sebastian.

"Sebastian" panggil pelan Akane

"Ya, ojou?" tanya Sebastian

"Tetap di sini sampai aku tertidur" perintah pelan Akane

Sebastian tersenyum lembut khasnya

"Yes, my lord" ujar patuh khas Sebastian.

Sebastian berdiri seperti biasa di samping ranjang Akane. Tangannya memegang lilin. Hanya beberapa menit Akane sudah tertidur lelap.

Sebastian menoleh ke Akane. Dia tersenyum lembut khasnya lagi. Kemudian, Sebastian mencium lembut pipi Akane yang tertutupi oleh rambutnya meskipun Akane tetap tidur membelakangi Sebastian.

"Selamat malam, my lord" bisik lembut khasnya Sebastian.

At Morning
xxxxxxxxxxxxxxxx

KRIIING

KRIING

KRIING

TAK!

Renshi memukul tombol alarmnya untuk berhenti berdering. Tapi Renshi bukannya bangun malah tidur lagi.

'Makoto-saaaan...hehehehhehe...Murasakibara-san...hehehehhe' igau Renshi dalam tidurnya.

xxxxxxxxxxxxxxxxxx

Mimpi Renshi adalah...

Renshi sedang berkumpul bersama Murasakibara dan Makoto di taman.

"Renshi, ini es krim untukmu" ujar lembut Murasakibara sambil tersenyum lembut

"Waah, makasih Murasakibara-san" ujar senang nan lembut Renshi

Renshi memakan es krimnya.

"Murasakibara-san...ini sungguh enak..." ujar lembut bahagia Renshi

"Renshi, wajahmu kotor" ujar lembut Makoto sambil mengelap sisa es kkrim di ujung bibir Renshi

"Makasih Makoto-san..." ujar lembut bahagia Renshi

Renshi terlihat begitu so sweet dengan Makoto dan Murasakibara. Sampai-sampai Makoto dan Murasakibara berbarengan mencium pipi Renshi

xxxxxxxxxxxxxxxxxx

Waktu sudah jam 07.45 tapi Renshi masih belum bangun juga. Ponsel Renshi terus berdering tapi Renshi tidak menyadarinya juga. Hingga...

BAM!

"Renshi! Ayo bangun!" omel ibunya Renshi

Renshi tidak dengar. Dia masih mengingau tentang Murasakibara dan Makoto.

'Makoto-san...Murasakibara-san...hehehehehe...'

Ibunya Renshi kesal. Wajahnya merah. Termometernya sudah pecah.

"Ayo bangun kau! Hari ini kau harus sekolah Renshi!" bentak keras ibu Renshi

Renshi masih enak bermimpi.

'Ini anak!' pikir ibunya yang sudah nggak tahan lagi untuk...

"CEPAT BANGUN RENSHI!" bentak keras ibunya yang mengeluarkan taring sambil membalikkan tubuh Renshi hingga jatuh ke ranjang

DUAAAK!

"Itteeee..." lirih Renshi yang kesakitan sambil memegang kepalanya

"CEPAT GANTI BAJU! LIHAT INI SUDAH JAM BERAPA RENSHI!" ganas ibunya

"Ibu! Kan bisa lembut bangunin aku! Kepalaku jadi sakit nih!" omel balik Renshi

"JANGAN CEREWET! CEPAT GANTI BAJU!" ganas ibunya Renshi

"Iyaiya!" omel balik Renshi

xxxxxxxxxxxxxx

Jika Renshi bangun jam 07.45, berbeda dengan Akane. Pukul 07.00 Sebastian sudah membawa troli makanan seperti biasa ke kamar Akane. Sebastian masuk, dia menaruh troli di depan meja kecil Akane yang sekaligus di samping ranjangnya Akane. Sebastian membuka horden.

"Ojou, waktunya bangun" ujar ramah Sebastian sambil tersenyum khasnya

Cahaya matahari yang masuk membuat Akane membuka matanya karena silau.

Sebastian menuangkan teh ke dalam gelas kecil.

Ketika Akane duduk, Sebastian menyerahkan teh itu.

Akane menerima dan meminum teh itu

"Teh kayu Aron, huh?" tebak Akane

"Anda memang hebat, ojou" puji khas Sebastian

"Hari ini saya menyiapkan Nikkei Sangyo Shimbun" ujar khas Sebastian

Sebastian memberikan Koran pada Akane. Dia membaca Koran itu.

HATI-HATI PADA PRIA PSIKOPAT GILA YANG KABUR DARI RUMAH SAKIT JIWA.

"Huh, ternyata meskipun jaman sudah berubah tapi sifat manusia tak ada yang berubah" ujar dingin Akane yang kembali menyerahkan korannya ke Sebastian

"Memangnya Anda tidak?" tanya goda khas Sebastian yang sudah menaruh korannya di troli

"Ha?" Akane merasa tersinggung dan sebal atas ucapan Sebastian

Semastian smirk. Sebastian memegang wajah Akane dengan satu tangan dan menggerakan jempolnya tepat di kelopak bawah mata Akane yang terdapat simbol kontrak Akane dengan Sebastian.

"Meskipun Anda terlahir kembali, tapi tidak ada yang berubah pada diri Anda. Anda tetap membuat perjanjian denganku" ujar ledek khas Sebastian

"Hah. Itu bukankah keinginanmu?. Kau membunuhku karena kau ingin aku terlahir kembali kan?. Kau belum memakan jiwaku pada saat itu" ujar angkuh Akane dengan senyuman angkuhnya

"Ya, itu memang benar. Aku belum memakan jiwamu. Kali ini aku tidak akan membiarkanmu direbut oleh iblis lain lagi. Selama kita terhubung dengan kontrak, aku akan mengikutimu kemanapun." Ujar Sebastian sambil tersenyum khasnya

"Aku akan tetap menganggapmu sebagai Ciel Phantomhive." Ujar Sebastian yang kini kedua telapak tangannya memegang pipi Akane dengan senyuman khas Sebastian

Akane menutup matanya sambil perintah, "Keluar aku mau ganti baju"

"Yes, my lord" ujar patuh khas Sebastian dengan gaya khasnya

xxxxxxxxxxxxxx

Kira bete. Akane dan Renshi masih belum datang juga. Padahal 10 menit lagi bel masuk akan berbunyi. Kira menyanggah kepalanya dengan satu tangannya sambil melihat ke arah luar jendala. Kebetulan Kira, Renshi dan Akane duduk dalam satu barisan yang sama. Dekat jendela.

Kira melihat Akane dan Renshi datang bersamaan. Akane tampak terlihat biasa, dingin. Sedangkan Renshi tampang bad mood.

"Kau kenapa Renshi?" tanya Kira pada Renshi yang mau duduk di bangkunya

"Jangan ditanya. Dia lagi bad mood" ujar Akane yang telah duduk di bangkunya

"Bad mood kenapa?" tanya Kira

"Entahlah. Biarin aja kaya gitu. Tunggu redaan dulu emosinya" ujar Akane

"Yaudah" ujar Kira

Bel masuk berbunyi.

Saat ini pelajaran Sejarah. Guru mengoceh di depan membacakan materi yang dimana para murid menyimak di buku masing-masing. Guru itu juga jalan-jalan di kelas.

Kira melihat buku, tapi pikirannya bukan Sejarah melainkan ucapan Kise kemarin.

Kira mengeluarkan ponselnya yang di laci, lalu secara diam-diam Kira SMS Akane.

To : Akane

Akane kau suka sama Akashi-san nggak?

Ponsel Akane bergetar. Secara diam-diam Akane membukanya dalam laci. Akane membaca SMS Kira dan langsung membalasnya

To :Kira

Nggak.

Kira membaca SMS Akane. Kira tersenyum secara diam-diam di bibirnya.

At Noon
xxxxxxxxxxxxx

Jam makan siang. Para Kiseki no Sedai mengundang Renshi, Akane dan Kira makan siang bersama di tempat klub mereka. Mereka duduk melingkar di tengah lapangan basket. Mereka makan siang sambil berbincang-bincang

"Aahahahaha, nanti lain kali kita nonton 22 Jumpstreet. Itu lucu banget sumpah haha" ujar Momoi

"Iya bener itu lucu banget, satu bioskop pada ngakak semua" ujar ceria Renshi

"Sabtu minggu ini nonton bareng yuk yuk" ujak Kise

"Ayo ayo. Kita nonton di bioskop Menya aja. Itu dia kalo gerombolan jatuhnya murah banget" ujar Kira

"Oke fix! Kita nonton!" ujar senang Momoi

"Aaah, Kirachin, ada makanan kaaan" ujar males khas Murasakibara

"Tentu. Malah kalo beli banyak, suka dapat gratisan atau diskon. Tergantung kapan membelinya" jelas Kira

"Iya bener banget. Aku pernah ke sana pas SMP, karena bergerombol dan semuanya beli cemilan kami malah gratis 3 minuman dan 2 cemilan bungkus" jelas Renshi

"Hmmmm Wakatta" ujar khas malas Murasakibara

"Akane, bagaimana denganmu? Kau bisa di Hari Sabtu?" tanya gentle Akashi

"Tergantung. Kadang aku mempunyai acara sendiri di Hari Sabtu" ujar Akane

"Terus kamu nggak ikuut?" ujar sedih Renshi

"Abu-abu" ujar Akane

"Yaaah Akane-chan maaaah" ujar sedih Momoi

"Permisi maaf mengganggu" ujar seseorang entah sejak kapan dia datang

Semuanya menengok ke arah suara itu.

"Rin-san?" ujar Akane yang mengenali sosok pria itu

"Bisa aku pinjam Akane sebentar?" tanya Rin

"Untuk apa?" tanya balik Akashi

"Ada yang ingin aku bicarakan padanya. Sebentar saja" ujar Rin

"Baiklah, tapi jangan lama-lama. Aku sedikit tidak suka ada yang menganggu pertemuan kami" ujar ramah Akashi sambil tersenyum -palsu-

"Akane kemarilah" pinta Rin

"Ha'i" Akane berdiri dan menghapiri Rin.

Mereka berdua ke luar ruangan klub basket sebentar.

'Dia bukannya Rin-san dari klub renang ya? Ada urusan apa dia sama Akane?' pikir Renshi

"Renshichin, aku boleh minta udangmu nggak?" tanya males khas Murasakibara

"Ambil aja" ujar ramah Renshi

Murasakibara mengambil udang Akane.

Renshi tersenyum melihat betapa lahapnya Murasakibara walaupun ekspresi mukanya beler.

"Anuu Kira, apa Akane orang luar?" tanya Kuroko

"Iya, dia orang luar. Dia dari London" jawab Kira

"Hee? Seriusan?!" tanya kagum Kise

"Iya, dari London. Dulu namanya Ciela, tapi sekarang karena dia pindah ke sini jadi namanya Akane" jelas Kira

"Huoooh pantes ya, dia nggak terlihat Japanese!" ujaar kagum Kise

"Sejak kapan kalian berteman?" tanya Kagami

"SMP kelas 3" jelas Renshi

Akane kembali

"Ada apa Akane?" tanya Renshi

"Klub renang mengajak kita datang ke acara pribadi mereka" ujar Akane sambil duduk kembali

"Kapan?" tanya Kira

"Hari minggu" ujar Akane

"Yeyy!" Renshi keceplosan

"Wah wah senang banget ya diundang sama klub renang" ujar Kise yang ikutan senang

"Iya dong kan ada Ma-!" Renshi langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya

"Ada siapa hayooo?" goda Momoi

"Nggak ada siapa-siapa kok haha! Cuman ada Amakata-sensei kok hehe. Dia guru yang paling baik di sini" ujar boong Renshi

"Hmmm masaaa?" goda Momoi

"Iya kooook" ujar Renshi yang ada garis merah tipis di wajahnya

"Hahahaha" Momoi tertawa

Semuanya ikut senang.

"Akane, kenapa matamu? Kok pake eyepatch?" tanya khas Aomine

"Ah ini, karena kecelakaan" ujar boong Akane sambill menyentuh eyepatchnya

"Yang benar?! Kapan?!" tanya kaget Kise

"Iya. Waktu umurku 10 tahun. Aku bersama kedua orangtuaku mengalami kecelakaan, hanya aku yang selamat dan mata ini jadi korban" ujar boong Akane

"Hmmm turut bersedih Akane" ujar berduka Momoi

"Terimakasih" ujar singkat Akane

"Terus sekarang kau tinggal sama siapa?" tanya gentle Akashi

"Butlerku" ujar singkat Akane

"Kau punya butler?!" ujar kagum Kise

"Iyaa! Dia hebat kaan?!" ujar bangga Renshi sambil merangkul Akane

"Waah, tampangnya gimana?" tanya Momoi

"Biasa aja" ujar cuek Akane

"Hmmmm" Momoi hanya bergumam

At Afternoon
xxxxxxxxxxx

Bel pulang telah berbunyi

"Baiklah anak-anak. Pelajaran kita cukup sampai di sini. Sampai jumpa di pertemuan berikutnya" ujar sang guru yang menutup pelajarannya

"Haaa'i" ujar seluruh murid

"Akane, Kira ayo cepaaaat! Nanti kita terlambat!" buru Renshi yang sudah siap dari tadi gara-gara semangat akan mendaftar di klub renang yang di luar sekolah

"Iyaiya bentar" ujar Kira

Setelah Akane, Kira dan Renshi siap, mereka ke daerah kelas 2 karena mau bareng dengan para senior.

xxxxxxxxxxxx

Makoto, Rei, Nagisa dan Nanase serta Rin sedang melakukan pemanasan sebelum nyemplung ke kolam renang.

"Hey hey, kau sudah dengar belum katanya ada psikopat gila kabur dari rumah sakit. Katanya dia sedang berkeliaran di sini" ujar Nagisa sambil melakukan pemanasan

"Itu mengerikan. Ya aku sudah mendengarnya. Ayahku tadi juga menelpon, ayahku malah akan menjemputku." ujar Rei sambil melakukan pemanasan

"Yang penting kita sekarang harus waspada. Psikopat adalah sangat berbahaya. Lebih baik kita berjalan banyak orang daripada sendiri, karena biasanya jika banyak orang psikopat itu kemungkinan kecil menyerang kita" ujar Makoto

Ponsel Rin berbunyi

"Aku angkat telpon dulu" izin Rin sambil mengambil ponselnya di meja

Ketika Rin mengangkat telponya, Rin terhenyak habis-habisan

xxxxxxxxx

"Gou-saaan!" panggil Renshi yang melihat Gou baru saja keluar dari kelasnya sambil melambaikan tangan

Gou berbalik. Ketika melihat Akane, Gou langsung ceria

"Akane!" ujar senang Gou

"Kon'nichiwa Gou-san" sapa Akane

"Hm! Mereka berdua pasti teman-temanmu itu ya!" ujar senang Gou

"Iya. Ini Renshi"

"Kon'nichiwa!" ujar semangat Renshi sambil membungkuk hormat

"Ini Kira"

"Doomo" ujar Kira

"Hmm! Selamat datang kalian semua! Akane kemarin mendaftarkan kalian loh!" ujar senang Gou

"Yang benar?!" ujar semangat Renshi

"Iya! Tapi sayang, Akane nggak mau jadi apa-apa" ujar sedih Gou

"Hee?! Akane kamu kenapaaa?!" rengek sedih Renshi

"Aku cuman ikutan aja" ujar Akane

"Sonnaaa" rengek sedih Renshi

"Kalian, apa yang ingin kalian mau di sini?" tanya senang Gou

"Aku mau jadi manajer!" ujar semangat Renshi

"Aku asistan manajer aja" ujar Kira

Gou berbinar bahagia

"Huaaa! Akhirnya aku mempunyai partner dan asistaaan!" ujar senang nan semangat Gou

"Tapi Gou-san kami hanya bisa mengikuti klub luar" ujar sedih Renshi

"Nggak papa nggak papa. Nggak masalah" ujar senang Gou sambil mengibas-ngibaskan tangan

Tiba-tiba...

"Akane! Gou!" panggil panik seseorang dari arah belakang Akane

"Nii chan! Nanase-senpai!" ujar senang Gou melihat kedatangan mereka

"Gou gawat! Aku dapet kabar dari pelatih katanya...klub renang kita di datangi polisi. Sekarang pelatih sedang ada di kantor polisi" ujar sedih Rin

"He?"

"Gou, kolam renang di klub kita berbau darah dan ada berceceran potongan tangan manusia dimana-mana" ujar sedih Rin

Akane, Renshi, Kira dan Gou terkejut habis-habisan

"Ni-nii chan..." Gou nggak bisa berkata apa-apa karena terlalu syok mmendengar kabar berita ini

"Dan ini ada kotak untukmu" ujar Nanase yang menyerahkan sebuah kotak perak ke Akane

Ketika menerimanya Akane melihat simbol di pembuka kotak perak

'Ini kan!' pikir Akane yang tau akan simbol itu

"Siapa yang memberikan ini?!" desak Akane

"Hmmm paman-paman berjas hitam" ujar Nanase

Akane makin terhenyak

"Maaf aku harus pergi!" ujar buru-buru Akane sambil pergi meninggalkan mereka semua

"Akanee!" tahan Renshi

Tapi Akane tidak mendengar. Dia tetap berlari buru-buru membawa kotak itu

"Gou-san terus bagaimana ini?" tanya sedih Renshi

Gou terlihat sedih di mukanya.

"Kira, Renshi apa rumah kalian jauh dari sini?" tanya Rin

"Aku jauh tapi kalo Kira deket" ujar Renshi

"Kalian lebih baik pulang sekarang. Tadi ada berita katanya psikopat gila sedang berkeliaran di sekitar sini. Dia kabur dari rumah sakit" ujar Rin

"P-psikopat?!" tanya Renshi

"Iya. Aku akan suruh Makoto mengantarmu pulang. Nanase, kau antar pulang Kira" pinta Rin

"Baik" ujar Nanase

TBC