Hate or Love?
Genre: Romance, and Drama
Category: Multi-chapter
Pairing: Len x Reader!
Vocaloid © Yamaha
Author: Oceana Queen
Warning: OOC, OC, OOT, AU, Bad, and Miss Typo
*Nb: garis bawah '_' menunjukkan namamu
.
.
.
Chapter 2: Bad Day for You
.
.
.
#At Your House 05.00 am
Kau terbangun dari tempat tidurmu. Sinar matahari yang cerah menerobos masuk ke kamarmu lewat sebuah jendela yang (mungkin) dibuka oleh Okaa-sanmu. Tampak sinar mentari itu sedikit menyilaukan mata beriris coklat tua milikmu.
Kau menatap sebuah cermin yang berada tidak jauh dari tempat tidurmu berada. Di cermin itu terlihat jelas pantulan dirimu yang memiliki kantung mata di wajahmu akibat kamu yang terlalu lama memikirkan cara untuk menjahili Kagamine Len. Namun sayangnya kamu masih tidak dapat menemukan cara untuk menjahilinya.
"_-chan, kau sudah bangun?" tanya Okaa-sanmu dari luar kamarmu.
"Sudah, Okaa-san," jawabmu sambil beranjak dari tempat tidur berukuran Queen Size milikmu.
"Kalau begitu, cepatlah mandi dan turun ke bawah untuk segera sarapan. Nanti sarapannya keburu dingin loh," kata Okaa-sanmu lagi.
"Hai', Okaa-san. I will take a bath and go to kitchen," balasmu sambil segera memasuki kamar mandi yang berada di kamarmu.
Selesai mandi, kamu segera mengenakan seragam sekolahmu. Mata beriris coklat gelap milikmu memandang sejenak pantulan dirimu yang berada di sebuah cermin berukuran sedang. Menurutmu, kau cukup sempurna. Mulai dari rambut hitam gelapmu yang telah di sisir dengan rapi sampai wajahmu yang telah di beri bedak tipis.
"Lumayan," katamu sambil menyematkan sebuah jepitan berwarna coklat terang di rambut hitammu.
Lalu, kamu segera mengambil tas sekolahmu dan pergi ke ruang makan. Nampaknya Okaa-sanmu telah menunggu.
"Ohayou, Okaa-san," sapamu kepada Okaa-sanmu.
"Ah, ohayou, _-chan," balas Okaa-sanmu sambil memberikan sarapanmu.
Kamu tersenyum sejenak sambil menatap sarapanmu. Menu sarapan kali ini adalah makanan kesukaanmu. Yah, setidaknya itu dapat membuatmu melupakan sejenak tentang betapa pusingnya dirimu hanya karena memikirkan cara untuk menjahili seorang Kagamine Len.
"Otou-san kemana?" tanyamu sedikit berbasa-basi dengan Okaa-sanmu.
"Ng … sudah berangkat dari jam setengah 6," jawab Okaa-sanmu sambil mencuci piring.
"Kalau Onii-chan?"
"Baru saja berangkat kuliah."
Kemudian kamu menyendok makananmu. Setelah itu, sarapan pagimu selesai. Kini waktunya kamu pergi ke sekolah. Walaupun kemungkinan kelas masih sepi sih, maklum anak kelasmu banyak yang tukang ngaret.
"Aku pamit dulu ya, Okaa-san," pamitmu sambil meletakkan piringmu disebuah tempat cuci piring.
"Hati-hati di jalan, ya," balas Okaa-sanmu.
Kamu mengangguk mengerti. Kini kakimu melangkah menuju pintu. Setelah memakai sepatu hitam-putih milikmu, kamu segera membuka pintu rumahmu. Yup, sekarang waktunya sekolah!
#At Street 07.00 am
Kamu berjalan tergesa-gesa menuju sekolahmu. Sebentar lagi gerbang sekolah akan ditutup dan kamu sangat tidak ingin dengan yang namanya 'telat'! Hey, seorang murid teladan sudah pasti harus mencontohkan hal yang baik, bukan? Setidaknya, itulah pikiranmu untuk saat ini.
Karena sempat menolong seorang anak kecil yang tersesat, kau jadi telat. Tapi yah, enggak apa-apa kan? Entar juga dapet pahala.
Bruk! Byurr!
Saat kamu sedang berlari dengan tergesa-gesa, tiba-tiba kamu tersandung dan secara refleks mendorong seseorang yang memiliki rambut berwarna pirang. Lelaki berambut pirang itu jatuh dan secara kebetulan di depannya terdapat selokan sehingga lelaki itu nyebur ke dalamnya.
"Keparat! Kalau jalan lihat-lihat dong," bentak lelaki itu.
Kamu berjalan pelan tanpa menghiraukannya. Seolah-olah kamu tidak tahu apa yang kamu lakukan dengan tidak sengaja itu.
"Eh, ada apa ya?" tanyamu dengan muka innocent dan watados sambil menoleh ke arah lelaki itu.
Lelaki itu menatapmu kesal. Terlihat perempatan di dahinya. Okay, nampaknya di pagi hari yang cerah bersinar ini kau telah membuat seseorang kesal.
Kamu menatap lelaki itu sejenak. Sepatu dan celananya yang kebetulan berwarna putih kini sudah berwarna hitam. Tak lupa juga dengan bau khas dari selokan yang berada di dekat sebuah tempat sampah.
"Ada apa, hah? Kau telah membuat pakaianku kotor tau!" jawab lelaki itu dengan ketus.
Kamu menatap lelaki itu. Kau berpikir sejenak, perasaanmu mengatakan kalau kau pernah bertemu dengan lelaki itu. Lalu setelah cukup lama berpikir, kau baru ingat kalau nama lelaki tersebut ialah Kagamine Len, lelaki yang menurutmu sangat menyebalkan itu.
"Ayolah, hanya sepatu dan celana saja yang kena, kan?" tanyamu malas.
Malas? Tentu saja! Kau malas meladeni lelaki yang kemarin membuat mood-mu tambah hancur. Apalagi kemarin ia berhasil meminjam komik kesukaanmu yang sangat langka di perpustakaan sekolahmu.
"Itu sepatu dari Amerika tau!" balas Len dingin.
Kamu menatapnya sinis. Bagimu sepatu tetaplah sepatu, tidak peduli mau dimana kamu membeli sepatu itu. Mungkin, orang yang di hadapanmu itu adalah orang (yang sangat) kaya sehingga selalu menuntut yang namanya 'ganti rugi'.
"Yah elah, sepatu doang! Emangnya berapaan sih?" tanyamu dengan nada menantang.
"Harganya 95 dollar tau! Soalnya ini di buat dari kulit harimau putih dan di lapisi dengan bahan plastik yang kuat serta tebal. Tak lupa juga dengan karet sepatunya yang sangat elastis dan tidak licin saat tanah becek. Selain itu jahitan sepatunya juga sangat rapi. Tidak bisa disamakan dengan sepatu 'rakyat biasa' semacam kamu," jawab Len dengan nada tinggi.
Kamu menguap bosan. Kamu melipat tanganmu di depan dadamu. Mata coklat tua milikmu menatap tajam mata biru jernih miliknya.
"Hello, aku itu nanya harganya bukan komposisi sepatunya. Lagian 95 dollar itu berapa sih? Paling juga cuma 950 yen," balasmu sok tahu.
"Sok tau banget sih jadi orang! Sepatu begini di bilang 950 yen? Hello, sepatu kamu kali!"
"Apa katamu? Sepatu ini enggak semurah itu kali."
"Yah elah, sepatu dibawah 1000 yen aja bangga!"
Kamu menatap sinis ke arah Len. Sementara Len hanya menatap dingin ke arahmu. Tatapan kalian saling beradu seolah-olah terdapat kilatan kebencian diantara kalian.
"Kalau begitu ayo tanding lari sampai sekolah!" tantangmu.
"Oke, siapa takut! Ingat ya, begini-begini aku pernah juara lomba lari marathon se-Junior High School waktu di Amerika," balas Len dengan nada sombong.
Kamu berlari secepat yang kamu bisa. Jarak dari tempatmu dan Len berdiri masih sekitar 1 km dari sekolah. Namun secepat apapun kamu berlari, Len masih tetap memimpin balapan. Apalagi kakimu terasa lelah karena sebelum beradu mulut dengan Len, kau sudah berlari dengan secepat yang kamu bisa.
#At School 07.30 am
"Aku menang," ujar Len sambil berdiri di depan gerbang sekolah.
Aku mengatur nafasmu yang masih tersenggal-senggal. Ah, padahal sebentar lagi kau bisa mengalahkan Len, namun rupanya nasibmu sedang tidak baik untuk beradu lari dengan Len.
"Hey, kalian! Kalian pikir sekarang jam berapa, hah?" tanya seorang penjaga sekolah dengan nada tinggi.
"Ng … sekarang memangnya jam berapa?" tanyamu balik.
"Sekarang itu sudah jam setengah 8 tau!" jawab penjaga sekolah dengan nada tinggi.
"Hah? Jam 8?" pekikmu kencang.
"Cih, jadi cewek berisik banget sih! Kayak nenek lampir tau gak," cibir Len.
"Apaan sih? Ini semua salahmu tau," katamu ketus.
"Salahku? Kalau tadi kamu enggak dorong aku juga enggak bakalan begini jadinya," balas Len tidak mau kalah.
"Kalau tadi kamu enggak celoteh tentang sepatumu itu juga enggak bakalan begini juga. Pokoknya ini salahmu!"
"Salahmu!
"Ih, itu salahmu!"
"Salahmu!"
"Pokoknya salahmu!"
Kamu dan Len saling tuduh menuduh dan tidak mau mengalah. Sementara itu, tampak penjaga sekolah kesal dengan kalian berdua.
"Pokoknya, sekarang kalian taruh tas kalian di pos keamanan sekolah dan kalian segera bersihkan gudang sekolah serta halaman belakang sekolah," kata penjaga sekolah dengan tegas.
"APA?" pekikmu dengan kencang lagi. "Nanti aku bisa ketinggalan pelajaran, pak."
"Tenang saja, ini sudah jadi peraturan sekolah. Jadi, kalian tidak bisa membantah dan berpikirlah betapa sialnya nasib kalian padahal seminggu lagi akan diadakan ujian semester. Hahahaha …," balas penjaga sekolah sambil tertawa kejam.
"Penjaga sekolahnya pasti sadistic," umpatmu kesal.
Kamu menghela nafas. Kakimu kini melangkah menuju pos keamanan untuk menaruh tasmu. Sementara Len tampak sedikit melirik ke arahmu.
"Apa lihat-lihat?" tanyamu emosi.
"Aku kagak lihat kamu, kok! Geer banget," jawab Len cuek.
"Jelas-jelas kamu tadi melirik ke arahku."
"Enggak tuh!"
"Pokoknya tadi kamu ngelirik."
"Geer banget sih jadi orang!"
"Dasar Shota!"
"Dasar aneh!"
Kamu menatap tajam ke arahnya, begitu juga sebaliknya. Mungkin kalau di anime-anime pasti terdapat background petir menyambar-nyambar ataupun kilatan petir diantara kedua mata kau dan Len.
"Kau menantangku heh, Kagamine Len?" tanyamu dingin.
Len menguap lebar. Nampaknya ia malas menghadapi tantangan yang diberikan olehmu.
"Malas ah," jawab Len seenaknya.
Tuh, kan! Len pasti malas menanggapimu. Yah, mungkin kau terlihat tidak begitu normal untuk ukuran perempuan yang normal.
Sejam kemudian, kamu selesai menyapu koridor sekolah. Sementara Len mengepel dan mengelap sebagian kaca disana.
"Capek," keluhmu sambil mengelap peluhmu.
"Jiahh, gitu aja udah ngeluh," sindir Len sambil mengepel lantai.
"Capek tau!" katamu emosi. Maklum, ngomong sama Len itu cukup susah dan menyebalkan.
Kringg! Kringg! Kringg!
Bel sekolah berbunyi dengan nyaring. Tandanya, sekarang adalah waktunya istirahat pertama.
"Akhirnya terbebas juga dari hukuman ini," katamu lega sambil merenggangkan otot lenganmu.
Len hanya memandang datar kearahmu. Kemudian ia mengembalikan alat pel dan embernya ke tempat semula.
Kau menatap Len sejenak. Kemudian, kau mengambil tas milikmu.
"Aku ke kelas dulu ya, Kagamine-san," pamitmu sambil melambaikan tangan kearah Len. Setidaknya, saat ini kau ingin mencoba lebih ramah kepada Len.
"Hn."
Sebenarnya, kau cukup kesal dengan tanggapan yang diberikan oleh Len. Tapi kalau kau pikir-pikir lagi, jawaban itu masih mending karna artinya Len masih peduli dengan kata-katamu –setidaknya. Dibandingkan Len tidak menanggapi perkataanmu sama sekali bukan?
"Hei, kau yang namanya _, ya?" tanya seorang gadis dengan nada angkuh.
Kau melonggo bingung. Ada apa kenapa dengan kau dan gadis itu? Seingatmu, kau tidak kenal dengan gadis berambut pirang pendek dengan ikat rambut putih berbentuk telinga kelinci yang kesannya rada 'norak' gitu.
"Maaf, anda siapa ya?" tanyamu bingung. Bagaimana tidak? Tadi kamu telat masuk kelas, dihukum, dan sekarang gadis yang entah berantah darimana menanyakan kepastian namamu seperti ngajak ribut sekarang.
"Kenalin, namaku Kagamine Rin, anak baru dikelasmu," kata gadis bernama Rin itu dengan tampang judes. "Aku sepupunya Len-kun."
Kau hanya mangut-mangut mengerti. Toh, ujung-ujungnya Len dan Rin memang tidak jauh berbeda bukan? Hanya saja yang paling membedakan adalah jenis kelamin mereka –yang sudah tentu berbeda.
"Ng … lalu ada apa anda mencari saya, ya?" tanyamu dengan nada formal.
"Aku ingin ngomong kalau kau enggak boleh deket-deket sama Len-kun!" jawabnya ketus.
Oke, hari ini cukup menyebalkan. Pertama, kau telat sekolah dan dihukum oleh penjaga sekolah. Lalu berikutnya, gadis bernama Kagamine Rin menyuruhmu menjauhi Len? Hello, bukankah kau dan Len hanya kebetulan selalu terlihat bersama kan? Kok, Rin malah bersikap seperti itu padamu? Emangnya Rin itu Okaa-sannya Len apa?
"Siapa juga yang mau deket-deket sama Kagamine-san," katamu ketus. Habisnya, Rin membuatmu emosian sih.
"Denger ya! Kamu tuh mirip Miku-chan, jadi wajar saja kalau suatu saat kalian akan sangat dekat," balas Rin tidak mau kalah.
Nah, loh! Sekarang Miku itu siapa lagi coba? Membuatmu makin bingung saja! Benar-benar enggak masuk dipikiranmu deh!
"Hah, terserah kau saja!" katamu acuh tak acuh pada Rin dan berjalan meninggalkan gadis itu sendirian dikoridor sekolah.
Kau berjalan sampai ke kelas. Rupanya semenjak kedatangan Kagamine Len itu, hidupmu akan jauh lebih berwarna dan lebih ekstrim dari sebelumnya
.
.
.
To be Continue
.
.
.
Gaje? Wkwkw, maaf ya, saya memang tidak berbakat bikin reder insert. Mana fanfic-nya pendek banget lagi! Maklum saya sedang buntu ide XD
Oya, maaf juga ya kalau Len-nya kurang Tsundere gitu! Habisnya, saya lebih berbakat bikin karakter yang Yandere gitu :3
Akhir kata, thanks for reading all! ^^
