Pagi hari. Dan suasana tetap belum membaik, malah semakin panas dengan adanya 'proposal' pisah kamar dari Yixing buat Kris semalam. Sang mama pilih tidur bareng anaknya yang paling putih, alasannya masih ingin melepas rindu(yang langsung dijawab decihan oleh Kris). Jadi berbekal guling, selimut, dan Ace, si papa tinggi mengungsi kekamar sebelah yang kosong. Hal ini dilihat sebagai peluang besar-besaran bagi Tao untuk tetap menjaga Kris dipihaknya, karena itu Tao menawarkan diri menemani gege-nya tidur. Dengan kalimat super manis nan menyentuh yang berbunyi 'Aku ga mau gege sendirian ditengah gelapnya malam' yang tentu saja disambut anggukan kepala tanda setuju. Kris sudah terbiasa dengan sikap manis dan manja milik maknae tertua EXO itu. Dia hanya belum tau saja seberapa licik pikiran dibalik kemanjaan disana. Jaman sekarang maknae bukan lagi identik dengan sikap polos. Tao dan Sehun sering berterimakasih pada sunbae mereka Kyuhyun, yang jadi pelopor evil maknae di dunia yang mengutamakan sopan santun pada orang tua.
.
Untung malamnya, sesudah makan malam dan sebelum pengajuan 'proposal' dari Yixing, mereka semua sudah membicarakan rencana untuk liburan kali ini. Sudah bisa ditebak sempat terjadi perdebatan sengit antara yang termuda disana, karena memang itu tujuan Sehun datang, membuat Tao kesal dengan membantah semua ucapannya. Yang lain hanya diam mendengarkan saja pendapat masing-masing maknae mereka mungkin hanya Jongdae yang sesekali ikut memberikan suaranya.
"Kita ke taman bermain yang paling terkenal di China saja, hyung."
"Ga mau! Mainstream sekali idemu itu. Mending kita ke pantai lagi saja, ge."
"Ih, nanti kulitku jadi hitam sepertimu bagaimana? Jangan pantai! Aku bilang juga kita ke taman bermain saja. Nanti kita ke rumah hantu atau naik rollercoster. Pasti seru~"
"Ngga akan!"
"Tenang saja aku akan menemanimu lagi seperti waktu itu kok, Panda. Yang waktu kamu nangis itu loh, terus aku ketawain deh. Hahaha"
"Oh Sehun!"
"Hahahahaha"
Yah seperti itu lah. Memang pada dasarnya mereka akan saling membantah, jadi tidak ada kata setuju disana. Untungnya lagi disana masih ada orang normal yang bisa berpikir lurus, Minseok misalnya. Si tetua mengajukan pendapat tentang tidak berlibur ditempat-tempat yang ramai, karena resiko ketauan fans akan sangat besar. Lalu Jongdae menambahkan dengan pekikan suara lengkingnya.
"PIKNIK!"
Beberapa saat mereka terdiam, memikirkan satu kata yang diteriakan lead vocal mereka. Dan Yixing jadi orang pertama yang menyetujuinya.
"Tidak buruk. Ada taman dekat sini yang bagus tapi tidak terlalu ramai, aku dan Kris sering kesana."
"Nah kan, ketauan sering kencan diam-diam." Itu Luhan yang bicara, dengan tampang menggoda. Alisnya yang dinaikturunkan. Langsung disambut lemparan tisu dari Yixing.
Sehun melihat ini sebagai peluangnya untuk tetap jadi maknae manis kesayangan mama disini. Ia cepat-cepat mengangkat tangan dan dengan semangat berteriak, "Aku setuju!" disusul Minseok dan Luhan yang meneriakkan hal yang sama.
"Jadi kita akan piknik ditaman saja untuk liburan kali ini? Kau bagaimana, Taozi? Setuju?"
Sang leader lagi-lagi yang membuat kesimpulan dari hasil rapat malam ini. Tapi dirasa masih ada member yang belum menyumbangkan suara, ia masih harus mempertanyakan lagi. Tao menganggukan kepalanya, meski wajahnya masih tertekuk kesal. Oh Sehun itu benar-benar..
"Baiklah. Kita piknik ditaman besok."
.
.
Yixing dan Minseok sedang membuat makanan yang akan jadi bekal piknik mereka, saat Tao dengan mata yang nyaris masih terpejam berjalan memasuki dapur untuk mendudukan dirinya di kursi meja makan. Ia hampir tertidur lagi jika saja Yixing tidak meletakkan segelas penuh susu vanilla dihadapannya.
"Minum susumu dan cepat cuci muka. Lalu tolong gege bangunkan Sehunie ya, Tao."
Merasakan rambutnya yang diacak lembut, Tao mengangguk kecil. Meraih gelas didepan dan mulai menikmati susu pagi buatan 'mama'nya. Masih belum sepenuhnya menyadari semua ucapan yang tadi ia dengar.
Baru setelah susu digelas itu sudah tak tersisa, ia memastikan lagi apa yang tadi diperintah oleh Yixing, "Gege menyuruhku apa tadi?"
"Bangunkan Sehunie, Tao." Jawaban lembut dari Yixing, maklum dengan keadaan maknae-nya yang masih setengah sadar tadi. Tangannya mulai bergerak menggulung nasi isi untuk dijadikan kimbab. Sementara Minseok berkutat dengan makanan yang semalam sempat membuat heboh, ttaekboki.
Tao sudah akan menolak perintah gege-nya itu, sebelum sebuah ide tentang 'cara membangunkan sang rival' muncul diotaknya. Tanpa bicara lagi ia segera melesat kekamar Kris-Yixing yang semalam menjadi tempat Sehun bergelung mimpi.
"Semoga tidak ada keributan lagi karena suruhanmu itu, Xing."
Minseok dengan firasat buruknya yang jarang meleset.
.
"Apa kita harus membawa bola basket?"
Kemunculan sang leader didapur membuat dua orang disana terlonjak kaget, makanan yang sedang serius mereka susun dalam wadahnya nyaris saja jatuh. Hal itu menyebabkan Kris mendapatkan death glare pertamanya pagi ini.
"Ga bisa permisi dulu ya, Kris?" member tertua yang biasanya diam dan sabar saja sampai galak begitu, yang ditegur hanya menggaruk ujung kepalanya salang tingkah.
"Bawa saja. Disana memang ada lapangan basket kan? Kita bisa sekalian bermain nanti."
"Oke."
Dan dengan begitu, Kris langsung pergi begitu saja. Tanpa menatap Yixing yang sudah memberikan jawaban padanya. Yixing yang memang cuek ya biasa saja, tapi tidak dengan Minseok yang orangnya cukup peka. Biasanya dari pagi juga Kris sudah mengeluarkan jurus genitnya pada Yixing, misalnya merengek dengan menggelikannya untuk diberi morning kiss dari pacarnya itu. Ieuw..
"Kalian masih bertengkar?"
"Tidak tau. Mungkin dia marah aku minta tuker kamar dengan Sehunie. Kekanakkan."
"SIAPA YANG TIDAK MARAH DIUSIR SAMA PACAR SENDIRI!"
Suara berat yang menggelegar seantero dorm itu tentu saja bukan milik Minseok yang bertanya tadi. Kris yang diam-diam menguping pembicaraan didapur, kehilangan kesabarannya juga. Dan kali ini berhasil merubuhkan susunan kimbab yang sudah hampir tertata rapi. Minseok sweetdrop, sementara Yixing melangkah cepat untuk menemukan si tinggi berambut pirang yang menurutnya cari masalah pagi-pagi.
BRUK
Mendadak hening setelah suara sesuatu yang jatuh dengan keras. Yixing yang sudah hampir menjambak rambut pirang Kris juga terdiam. Kini malah melempar pandangan pada sang calon korban. Yang Kris artikan sebagai pertanyaan 'apa itu?'
"GEGE SEHUN TERPELESET DIKAMAR MANDI!"
Firasat buruk tetua disana nyatanya benar. Keributan benar-benar terjadi dikamar yang semalam Sehun tempati. Awal saat semua member masuk, Tao sudah ribut dengan kalimat-kalimat penjelasan yang menyatakan jika ini bukan ulahnya beserta kronologi kejadiannya. Lalu disusul rintihan memilukan korban saat Kris dan Minseok membantunya keluar kamar mandi yang memang ada dikamar ini, untuk berbaring diranjang (Sehun sudah memakai pakaian lengkap). Setelah itu berlanjut dengan kepanikan Yixing yang terus menanyakan keadaan Sehun, kecepatannya sampai enam pertanyaan per tiga puluh detik.
"Sehunie, gapapa? Ada yang sakit? Dimana yang sakit? Kepalamu terbentur tidak? Apa kita perlu langsung ke dokter? Ini berapa, Sehun?" lengkap dengan jari telunjuknya yang berdiri tegak tepat didepan mata Sehun. Tangan satunya yang bebas menggenggam tangan kanan milik Sehun erat.
Dari enam pertanyaan hanya pertanyaan terakhir yang mampu dijawab karena Sehun yang terus meringis, "Satu, Hyung."
"Kakimu terkilir ya?" Luhan yang pertama kali menyadari pandangan Sehun yang mengarah pada pergelangan kaki kirinya. Karena posisinya yang paling dekat dengan kaki kiri Sehun, mendengar pertanyaan Luhan, Jongdae segera meraihnya dan sudah pasti menghasilkan jerit kesakitan dari Sehun.
"Pelan-pelan, Kim Jongdae." Mendengar Sehun menjerit seperti itu, membuat Yixing ikut meringis juga. Dia yang paling hapal bagaimana rasanya cedera.
"Ada memarnya, hyung." Rona biru kehijauan memang terlihat jelas dikulit Sehun yang sangat putih. Sehun mengeratkan genggamannya pada tangan Yixing saat kakinya kembali tersentuh. Ia mengerahkan semua tenaganya lebih untuk menahan tangis, mengingat rivalnya masih ada disini. Meski suaranya sudah tidak terdengar lagi sejak penjelasan buru-burunya tadi.
"A aku akan mengambil krim pereda nyeri, ge."
Tao yang hanya menatap cemas di sudut ruangan, dengan cepat menghilang dibalik pintu kamar. Seolah memang mengerti jika Sehun yang manja dan cengeng itu tak ingin dilihat sedang menangis olehnya.
Dan benar saja real maknae EXO menyembunyikan wajahnya dibahu Yixing untuk menumpahkan airmatanya disana, ketika Luhan yang memang sempat belajar fisioterapis saat bermain bola dulu, mulai memijat pergelangan kakinya.
"Ssss.. Yixing hyung, pikniknya jangan dibatalkan."
"Kenapa memang? Kamu terluka gini."
"Tao bilang dia sangat senang dan bersemangat buat piknik hari ini."
.
.
.
...
?
disini akan lebih fokus kehubungan sehun-tao yang khas saudara, ribut tapi saling membutuhkan ya gitu (hanya brothership, ga lebih)
dan karna saya hard shippernya KRAY yg udah pasti ga tahan kalo tuh momen orang dua dianggurin..
terus sebenernya inspirasi utamanya bukan dari EXO loh tapi dari keposesifan kim himchan sama moon jongup-nya dan bang yongguk sama choi junhong-nya..
ga kenal mereka? coba search di mbah gugel -_-
hubungan mereka sama banget kaya yixing dengan sehun terus kris dengan tao.. semacam orangtua dengan anak kesayangan masing-masing..
masih mau dilajut?
