First Problem (KaiFany)
.
.
.
Review nya jangan lupa yah! Lanjut ke chap 3 kalo udh ada 10 review^^ bagi yang punya instagram bisa follow exo acc aku exo_verdose88 dan personal acc aku nabol88. Gomawo chingu^^
.
Balesan review :
ega. = gomawo udah review^^ ini udah di lanjut~ enjoy yakss! Kalo mau request ff boleh ya chinguuu
Genieaaa = jadi semangat banget gara2 udah di review makasih banyak ya chingu~ waahh xiuhan shipper ternyata^^ kalo mau request ff juga boleh ko chinguuu
DeXiu98 = udah di lanjut reader-ssi^^ makasih banyak udah mau review dan baca ff aku yaa~ kalo mau request ff boleh koo
RenChoi = wkwkwkwk terus baca aja sampe chap akhir chingu~ nanti ke ungkap semua ini udah di lanjut yaaa makasih banyak udh mau baca dan review! Kalo mau request ff boleh yaahhh
Kaihunshipper = waduhhh kaihun shipper nongol ini wkwkwkwk INI UDAH DI LANJUT YA SAYANG~ makasih banyak udah mau review dan baca^^ kalo mau request ff bisa kooo
overdose88 = MENJAUH KAU CHAGI! Udah di lanjut ya beb muah *kiss/cuih-.-
CINTA KALIAN YANG UDAH MAU REVIEW~ MUAHHH
.
.
.
"Yoona-ah! Lihat! Ini pasti sangat cocok untuk Sehun oppa!" Tiffany menunjukan jaket berwarna hitam yang terlihat sanga swag juga cool, sangat cocok dengan sifat sehun yang dingin juga cuek. "Iya! Ayo kita beli yang ini saja!" Yoona mengambil jaket tersebut dan pergi ke kasir dengan semangat. Tiffany hanya tertawa, pada saat ia akan menyusul Yoona, ia menyadari seseorang yang berada tak jauh dari nya. Pria dengan celana pendek selutut, kaos polo berwarna biru dongker, sepatu converse casual berwarna putih dan... duduk di kursi roda. Tiffany memicingkan mata nya lalu ia terkejut setelah melihat jelas wajah pria tersebut.
"Kai..?" Tiffany terkejut sendiri dan menggumamkan nama Kai dengan pelan.
Apa yang akan terjadi selanjut nya? Dan ada hubungan apa diantara Kai dengan Tiffany?
.
.
.
"Fany-ah!" Yoona memanggil Tiffany yang masih menatap namja bernama Kai –kata Tiffany- tersebut. Tiffany sadar dari lamunan nya dan menoleh ke arah Yoona "Ne?" Yoona mendekati Tiffany. "Kau melihat apa?" Yoona bertanya dan ikut mencari hal yang menarik perhatian Tiffany. "A-aniyo... bagaimana? Apa jaket nya sudah di bungkus?" Tiffany mengalihkan topik. Ia sedikit menghela nafas lega pada saat melihat Kai pergi dengan 4 pengawal nya yang mengenakan tuxedo hitam. Yoona mengangguk semangat "Ne! Semua nya sudah selesai!".
"Baiklah... kalo begitu aku telepon Lu ge dulu ne?" Tiffany mengeluarkan handphone Samsung Galaxy S5 putih nya dan menelepon Luhan. (Hape idaman aku iniiii!)
.
#Xiuhan's Side
.
Someone call the doctor nal butjapgo malhaejwo
Sarangeun gyeolguk jungdok overdose
Sigani jinalsurok tongjedo hindeureojyeo
Jeonjeom gipsugi ppajyeoganda E~
Oh too much, neoya, your love, igeon Overdose
Too much, neoya~ your love, igeon Overdose
Luhan menatap layar ponsel Samsung Galaxy S5 hitam nya dan mengangkat telepon tersebut. "Yeoboseyo Fany-ah? Waegeuraeyo?" Luhan bertanya sambil menyeruput jus strawberry yang ia pesan. Xiumin tengah pergi ke toilet jadi Xiumin tidak tahu kalau Tiffany menelepon Luhan sekarang.
"Eodiga?" Tiffany bertanya. "Aku sedang di cafe bersama Xiumin... wae? Apa kalian ada masalah?" Luhan mulai panik. "Aish aniyo! Kami baik-baik saja... aku hanya ingin memberi tahu mu bahwa sekarang sudah pukul 4 sore, kartu keluarga sudah selesai di proses dari satu jam yang lalu dan kami berdua sudah membeli kado untuk Sehun... apa sebaik nya kita pulang saja ge? Aku khawatir dengan keadaan Chan oppa dan Sehun oppa... Ah tapi jika kau ingin pergi berkencan dulu dengan Xiuppa tidak apa-apa, kami pulang naik taksi saja..." Tiffany menjelaskan. "Hmm! Andwae! Kita pulang bersama! Dimana kalian sekarang? Kami berdua menyusul ke sana," Luhan menolak dan menanyakan keberadaan Tiffany dan Yoona.
"Arrasseo... kami berdua ada di Factory Outlet dekat Big Fountain,"
"Ok, jangan kemana-mana kami segera kesana, bye love~" Luhan menggoda Tiffany dan langsung memutuskan sambungan telepon nya.
.
#YoonFany's side
.
"Woah!? Berani-berani nya rusa gila itu memanggil ku Love! Awas saja, akan ku habisi kau di apartemen!" Tiffany menggerutu. Yoona hanya tertawa. "Eh! Ayo kita beli ayam goreng untuk Sehun oppa, Chanyeol oppa, Hyo unnie dan Lay ge! Mereka pasti belum makan..." Yoona mengingat anggota keluarga nya yang di rumah. "Ayo! Lagi pula... aku sudah belanja keperluan rumah tadi, jadi Hyo unnie tidak perlu belanja lagi" Tiffany tersenyum lebar. "C'mon Love~!" Yoona menggoda Tiffany lalu menarik nya ke restaurant kesukaan keluarga mereka.
-SKIP-
"ANNYEONG HASEYO!" Xiuhan, Tiffany dan Yoona datang. Hyoyeon tengah menyiapkan kue ulang tahun untuk Sehun, Chanyeol menonton TV di ruang TV. Lay dan Sehun? Ya. Mereka berdua pergi ke tempat Lay mengajar dance. Lay sengaja mengajak Sehun –sebenar nya memaksa- agar saudara nya yang lain dapat mempersiapkan kejutan untuk ulang tahun Sehun.
Tiffany menghampiri Chanyeol, memeluk nya dan mencium kepala Chanyeol sayang. "Oppa sudah baikan?" Tiffany bertanya lembut sambil memijat pundak Chanyeol pelan. Chanyeol tersenyum, menarik kepala Tiffany lalu mencium pipi sang adik. "Sudah chagi..." Chanyeol menatap Tiffany yang tersenyum menampakan eye-smile nya. "Sudah makan?" Tiffany kembali melontarkan pertanyaan. "Sudah~" Chanyeol menjawab manja. "Minum obat?" Lagi-lagi bertanya. "Sudah yeobo..." Chanyeol menggoda Tiffany. "Ish! Berarti kau belum mandi," Tiffany pergi menjauh dari Chanyeol dan berniat mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur.
"YAK! SOK TAHU KAU BOCAH!" Mereka kembali tidak akur seperti biasa nya. "AKU BUKAN BOCAH PARK DOBI! UMUR KU SUDAH DI ATAS 17 TAHUN! CAMKAN ITU!" Terdengar suara Tiffany dari dalam kamar nya. "KAU TETAP BOCAH! BOCAH TIDAK TAHU MALU YANG KERJAAN NYA KENTUT SEMBARANGAN!" Chanyeol membalas. Ke-6 saudara nya hanya terkikik mendengar pertengkaran dua sejoli itu. "Sehun-ah... jangan percaya dengan apa yang Chanyeol kata kan ne? Tiffany itu wanita sopan seperti ke-2 saudara perempuan nya yang lain, dan semua pertengkaran mereka sudah menjadi adat istiadat bagi kami hahaha" Lay memberi pengertian kepada Sehun. "Hahaha tentu Lay hyung, aku tahu kalau mereka hanya bercanda dan tidak serius..." Sehun menjawab.
BRAK!
Pintu kamar Tiffany terbuka. "Oppa..." Ia berjalan mendekati Sehun dengan wajah kusut nya. Sehun sedikit takut jadi ia melangkah mundur selama Tiffany berjalan mendekati nya. "N-ne...?" Sehun mencicit. Tiffany terdiam menatap Sehun. Lama-lama ia tersenyum lebar.
GREP
"Saengil Chukka hamnida!" Tiffany berteriak senang. Sehun yang tadi nya kaget langsung tersenyum lebar dan membalas pelukan Tiffany.
"Saengil chukka hamnida~ saengil chukka hamnida~ sarangahaneun uri Sehun~ Saengil chukka hamnida~! Yeaaaayyy!" Semua nya bersorak senang. Hyoyeon berdiri di depan Sehun yang masih memeluk Tiffany dan ia membawa kue cheesecake di tangan nya. "MAKE A WISH!" Semua nya berteriak. Sehun memejamkan mata nya dan membuat suatu permintaan.
'Aku sangat sangat berharap bisa menjadi bagian dari keluarga malaikat ini... jangan pisah kan aku dari mereka sedetik pun, jaga mereka selalu, bahagia kan lah mereka, sehat kan mereka, kuat kan mereka dan selalu rukun seperti biasa nya...' FIUH!/niup lilin cerita nya,
"Yeahhh~!" Semua nya bertepuk tangan senang. "Ayo kita makan-makan!" Yoona mengajak. "OHYEAH!" Luhan dan Sehun berteriak senang. Lalu mereka makan di ruang TV dengan bahagia. Selama mereka makan, Lay sedikit menjauh dari anggota keuarga nya lalu ia menatap layar ponsel nya dengan wajah yang... entah lah... diantara tengah merindukan seseorang, kecewa atau sedih... mungkin campur. Xiumin yang melihat nya menyendiri, memilih untuk menghampiri sang hyung berniat untuk menanyakan keadaan nya.
Xiumin berdiri tepat di belakang Lay yang asik menatap ponsel nya sampai-sampai tidak menyadari kehadiran Xiumin. Xiumin tersenyum namun senyuman nya luntur seketika saat melihat foto seseorang yang terpampang di layar ponsel milik Lay. Nafas nya tercekat dan ia mengerut kan dahi nya sambil terus berusaha memastikan bahwa mata nya tidak rabun atau salah lihat. 'I-itu kan...' Saat Xiumin tengah bergelung dengan pikiran nya, Lay menoleh dan terkejut saat melihat Xiumin yang berdiri tepat di belakang nya. Dengan segera ia menyembunyikan ponsel nya dan tersenyum kikuk ke arah Xiumin.
Xiumin juga terkejut dan langsung tersenyum ke arah Lay, berusaha menunjukan senyum yang biasa saja. "E-eh... Lay hyung... maaf kan aku... aku hanya ingin memastikan keadaan mu, apa hyung baik-baik saja?" Xiumin bertanya dan mengelus lembut pundak Lay, ia berjongkok di dekat Lay. "Aku baik-baik saja Xiu..." Lay menjawab sambil tersenyum. "Kau yakin?" Xiumin kembali bertanya namun kali ini agak menggoda Lay. Mereka berdua tertawa kecil.
"Sangat yakin." Lay menjawab dengan santai. "Kalau begitu... apa kau lapar? Akan ku ambilkan kue atau mungkin snack dari dalam," Xiumin menawari Lay dengan begitu perhatian. Lay menggeleng lalu menjawab. "Aku ingin susu stroberi hangat buatan Tiffany," Lay meminta. Xiumin mengangguk-anggukan kepala nya dengan lucu lalu bangkit dari posisi jongkok nya. "Susu stroberi ala Chef Hina Tiffany akan segera siap sir!" Xiumin menghormat ke arah Lay lalu pergi ke dalam.
Lay tertawa cukup lama mengingat kata-kata 'Chef Hina Tiffany' terlontar dari mulut Xiumin begitu saja. Tiffany, Yoona dan Hyoyeon memang sangat aneh saat bertingkah. Mereka bukan lah adik kakak kandung namun entah bagaimana cara nya sifat, sikap dan kebiasaan mereka sama.
.
#XiuFany's side
.
Kali ini Tiffany dan Xiumin tengah berbincang hangat di dapur. Sekali-kali mereka bertengkar namun di akhiri dengan tawa. Xiumin membuka pembicaraan serius. "Fany-ah..." Xiumin memanggil Tiffany yang masih mengaduk susu stroberi di dalam panci kecil. "Hm?" Yeoja itu menjawab lalu menatap Xiumin. "Seperti nya... aku mengenal adik Lay hyung yang bernama Kim Jongin itu..." Xiumin membuat Tiffany menoleh dengan wajah terkejut nya. Buru-buru ia mematikan kompor lalu bertanya. "Jjinja!?" Tiffany berbisik. Xiumin mengangguk. "Aku tidak sengaja melihat foto nya pada saat Lay hyung tengah menatap foto adik nya itu dari ponsel," Xiumin menjelaskan. Tiffany mengerut kan dahi nya. "Oppa... kenal dengan Kim Jongin-ssi dari mana?" Tiffany kembali bertanya. Entah bagaimana cerita nya kini mereka sudah duduk di kursi meja makan dengan posisi berhadapan.
"Euh... bagaimana yah... jadi begini, dulu saat oppa berada di kelas 3 SD, oppa mempunyai sahabat yang bernama Kim Jongin. Ya oppa tau orang yang bernama Kim Jongin itu tidak hanya adik nya Lay hyung saja, tapi... saat melihat foto nya tadi... seperti nya dia Kim Jongin sahabat kecil ku... aku masih ingat wajah nya, bahkan sangat ingat. Sebelum ia pindah ke Jepang, dia pernah menitipkan pesan pada ku..." Xiumin memotong cerita nya. Tiffany penasaran.
"Dia menitipkan pesan apa...?" Tiffany bertanya. "Hmm... dia bilang..." Belum sempat Xiumin melanjutkan cerita nya, Sehun dan Luhan datang. "Hey yo~!" Luhan duduk di sebelah Xiumin dan merangkul pundak sang kekasih dengan mesra, Xiumin tersipu. Tiffany terkikik melihat nya. Sehun duduk di sebelah Tiffany dan tersenyum lebar ke arah Tiffany. "Bagaimana perasaan mu B'day Boy?" Tiffany menonjok ringan lengan Sehun. Sehun tertawa pelan dan menjawab. "Ulang tahun terbaik yang pernah aku alami setelah ulang tahun ke-17 tahun ku, hahahaha!" Semua nya tertawa senang.
"Oh ya! Diam disini!" Tiffany beranjak dari kursi meja makan dan berlari ke dalam kamar nya. Ia kembali bersama Lay, Hyoyeon, Chanyeol dan Yoona. Tiffany terlihat menyembunyikan sesuatu di belakang punggung nya. "Hana! Dul! Set! Tadaaaa~!" Mereka semua berteriak sambil menunjukan sebuah kertas. Kartu Keluarga.
Dengan perlahan Sehun mengambil kertas nya dan ia sangat terkejut melihat nama nya tercantum di kartu keluarga tersebut. Ia menatap ke-7 saudara baru nya yang tersenyum lebar. Ia tersenyum sambil menitikan air mata. "Aigoo~ uljima~" Hyoyeon memeluk Sehun. "Group hug~" Yoona dan yang lain ikut memeluk Sehun.
-SKIP-
.
Hari ini, Yoona, Tiffany, Chanyeol dan Sehun akan pergi ke sekolah. Lay mempunyai tabungan yang cukup untuk menyekolahkan Sehun di sekolah baru. Selama perjalanan mereka bernyanyi bersama dan tertawa. "Aku yakin oppa akan di banjiri penggemar rahasia seperti Chan oppa," Yoona menebak. Tiffany mengangguk tanda setuju. Sehun hanya tersenyum malu. Chanyeol merangkul Sehun dengan senyuman bangga. "Nanti akan ku perlihat kan loker ku pada mu ne?" Sehun hanya mengangguk.
.
.
#Di kelas
.
Yoona dan Tiffany berada satu tahun di bawah Chanyeol dan Sehun. Kelas mereka cukup berjarak jauh karena jumlah kelas nya sangat banyak. Di waktu istirahat, Yoona dan Tiffany selalu datang ke kelas Chanyeol dan mengajak nya makan bersama di kantin.
Setiap datang ke kelas Chanyeol, anak-anak di kelas nya pasti langsung ribut terutama laki-laki. Sedangkan Yoona dan Tiffany tidak menggubris nya. Pemandangan biasa melihat Yoona dan Tiffany mencium pipi Chanyeol. Namun melihat 2 yeoja itu mencium pipi Sehun, cukup menggempar kan satu sekolah. Sejujur nya, banyak murid di SOPA bingung dengan status ke-4 orang itu. Sudah berulang kali mereka bilang kalau mereka adalah adik-kakak namun tetap tidak ada yang percaya.
"Abaikan pandangan dan bisikan dari orang sekitar. Mereka penggemar mu oppa kkk" Tiffany memeluk lengan Sehun dan Sehun tidak keberatan. Malah kadang Sehun yang merangkul atau menggandeng tangan Tiffany duluan. "Kau tau, banyak orang mengira kalau kita ber-4 itu pacaran. Aku berpacaran dengan mu, Yoona berpacaran dengan Chan oppa. Kau merasa seperti itu atau tidak?" Tiffany bertanya sambil membuka kan bungkus sandwich untuk Sehun. Sehun mengangguk dan memakan sandwich tersebut.
"Ya. Bahkan hampir 7 laki-laki di kelas ku menanyakan hal itu," Sehun menjawab santai. Tiffany menoleh dan bertanya. "Jjinja!?" Sehun kembali mengangguk. "Lalu oppa jawab apa?"
"Aku bilang kalau kami ber-4 bersaudara, tapi sikap kami memang seperti orang yang tengah menjalin hubungan. Mereka sempat tidak percaya, akhir nya aku perlihatkan foto kartu keluarga kita, baru lah mereka percaya hahaha!" Sehun dan Tiffany tertawa berdua di meja kantin. Terlihat Chanyeol tengah berjalan ke arah meja Tiffany dan Sehun berada. Yoona dengan anteng nya memeluk Chanyeol dari belakang dan mengikuti langkah Chanyeol. Ckckck, sangat kekanakan.
"Yoong! Duduk sini!" Tiffany menepuk tempat kosong di sebelah nya. Yoona menujukan kepala nya dari balik tubuh Chanyeol lalu duduk di sebelah Tiffany. Chanyeol duduk di hadapan Sehun. "Bagaimana hari pertama mu di sekolah Hun?" Chanyeol bertanya sambil menyeruput jus jambu yang ia pesan. "Sangat baik. Itu juga karena selama di sekolah aku selalu di temani Tiffany..." Sehun dan Chanyeol tertawa sedangkan Tiffany dan Yoona asik mendengarkan musik, berbagi ear-phone dan menyanyi bersama, kadang tertawa.
"Kau akan terbiasa nanti! Sudah ada yang menaruh surat di loker mu, hm?" Chanyeol menggoda Sehun yang tertawa. Sehun mengangguk pelan lalu tertawa lagi bersama Chanyeol. "Yap. Ada," Sehun menjawab. "Berapa banyak!? Beri tahu aku!" Chanyeol mendesak. "Eung... sekitar..." Chanyeol memotong dan menebak, "5?". Sehun mengerutkan dahi nya lalu menjawab ragu. "Seperti nya... lebih dari 5..." Sehun menjawab. Chanyeol berdecak lalu bertepuk tangan. "Kau hebat... bangga mempunyai adik seperti mu, dalam satu hari bisa menerima 5 surat dari penggemar rahasia! Bagaimana satu tahun!? Tiffany dan Yoona harus rajin membersihkan loker kita berdua," 2 namja itu kembali tertawa.
"Hey hey..." Yoona menepuk-nepuk paha Tiffany sambil memandangi sesuatu. Tiffany masih asik bernyanyi, Yoona yang kesal akhir nya menginjak kaki Tiffany yang sekarang mengerang sakit. "AW! YAK!" Tiffany menjitak Yoona. "Aw! Habis nya aku panggil-panggil tidak menjawab!" Yoona protes. "Ya kan kau tau aku sedang mendengarkan musik!" Tiffany membela diri. "Ah! Ya sudah! Lupakan! Aku ingin bertanya..." Yoona sedikit berbisik.
"Namja itu... murid baru di SOPA kah?" Yoona bertanya sambil melirik ke arah namja yang ia maksud. Tiffany mengerut kan dahi nya dan mencari namja yang Yoona maksud. "Hey! Di sini banyak namja! Namja mana yang kau maksud!?" Tiffany bertanya. "Ish! Yang itu! Yang duduk di kursi roda!" Yoona menunjuk. Tiffany menyipitkan mata nya dan ia kembali terkejut. "O-oh... nan molla... tanya saja pada Chan oppa!" Tiffany menghindari tapapan menyelidik dari mata Yoona. "Ya sudah! Chan oppa!" Yoona memanggil Chanyeol yang tengah tertawa bersama Sehun.
Chanyeol dan Sehun menoleh lalu mendekatkan diri dengan 2 yeoja tersebut. "Ada apa Yoona?" Chanyeol bertanya. "Namja yang duduk di kursi roda itu... apa dia murid baru di SOPA?" Yoona bertanya. Chanyeol dan Sehun menatap namja yang Yoona maksud. "Iya benar... dia juga murid baru seperti Sehun. Dia masuk ke SOPA hari ini dan duduk di kelas yang sama dengan kami berdua. Nama nya Kim Jongin namun ia meminta kami untuk memanggil nya dengan panggilan Kai. Wae?" Chanyeol menjelaskan dengan wajah bodoh nya. Sedangkan Yoona dan Tiffany sudah membuka mulutnya lebar-lebar.
"Kau bilang... Kim Jongin?" Tanya Yoona memastikan setelah menarik nafas dalam-dalam. Chanyeol mengangguk dan di susul dengan anggukan dari Sehun. "Kau bilang... Kai?" Kali ini Tiffany yang bertanya. Lagi-lagi ChanHun mengangguk seperti orang idiot. Hampir 10 menit Yoona dan Tiffany memandang 2 namja di hadapan nya dengan tatapan terkejut dan berharap menyadari sesuatu. "Wae?" Sehun bertanya.
.
1
.
2
.
3
.
"OMO!" ChanHun sedikit berteriak dan cukup membuat seluruh penghuni kantin memandang nya heran. Dengan cepat Yoona dan Tiffany membekap mulut 2 oppa nya itu dan memberi kan isyarat jangan keras-keras saat berbicara. "Aku baru menyadari nya!" Chanyeol berbisik. "Aish! Memang pintar sekali kalian!" Tiffany menatap 2 kakak nya jengah. "Ayo pindah dari sini! Istirahat masih ada 30 menit lagi, kita ke atap sekolah. Aku ingin menceritakan sesuatu pada kalian," Yoona menyarankan.
-SKIP-
Sesampai nya di atap sekolah, mereka duduk melingkar dan menunggu Yoona memulai cerita nya.
"Ekhem... baiklah, aku mulai cerita nya. Jadi begini... Kim Jongin atau Kai itu adalah... mantan... pacar ku..." Ke-3 yang ada di hadapan nya terkejut, terutama Tiffany. "J-jadi... kau...?" Tiffany bertanya dengan tampang bodoh nya saking terkejut. "Ya, aku mantan pacar nya... kami menjalin hubungan hampir 1 tahun dan memilih untuk berpisah karena... ya dia mempunyai pacar lagi..." Yoona bercerita. "Seperti nya... pacar Kai yang kau maksud adalah aku Yoong..." Tiffany angkat bicara. Yoona membelalakan mata nya, sangat terkejut. "YAK! Bagaimana bisa!? Kenapa aku tidak tahu!?" Chanyeol mulai mengomeli Tiffany.
"Dengarkan aku dulu! Bahkan aku baru tahu kalau ternyata nama asli nya adalah KIM JONGIIN. Dia tidak pernah memberi tahu nama asli nya pada ku dan hanya memberi tahu marga nya saja. Kami menjalin hubungan hampir 1 tahun, ya kalian tau kan, aku dan Yoona tidak tahu kalau dia menyatakan perasaan nya pada 2 yeoja sekaligus dan bodoh nya kami berdua menerima. Pada saat itu aku berada di kelas 2 SMP," Tiffany menatap Yoona. "Ya! Begitu juga aku! Aku satu kelas dengan nya di kelas menari, dari situ kami dekat dan... ya begitu lah..." Yoona menjelaskan. Tiffany tertawa.
"Aku juga satu kelas dengan nya di kelas menari. Aku dan Yoona berbeda sekolah, jadwal kelas menari kami pun berbeda... ya begitu lah... dulu kami hanya tau nama dan tidak pernah berbincang karena kami bertemu hanya pada saat kelas menari mengadakan flash mob, biasa nya di adakan 4 tahun sekali, benar kan? Hahahaha! Sekarang kami menjadi saudara~" Tiffany dan Yoona berpelukan. ChanHun masih menunjukan ekspresi konyol nya.
"K-kalian...?" Sehun menunjuk wajah YoonFany bergantian. Yoona dan Tiffany tertawa lalu mengangguk. "Aku juga putus dengan nya karena aku memergoki moment kalian berdua. Detik-detik dimana kau memutuskan nya di dekat sungai Han! Hahahahaha!" Tiffany tertawa lepas. Yoona yang malu langsung mencekik Tiffany. "Diam kau!" Yoona mengancam dan Tiffany hanya mengangguk sambil menahan tawa.
"Nah... setelah putus dari Kai, kami berdua jadi lebih sering bertemu dan mengobrol. Kami tidak tahu kalau ternyata kami adalah korban dari kebohongan Kai, maka dari itu kami sangat santai jika bertemu. Kami bersahabat hingga sekarang dengan menyandang status saudara tiri..." Yoona menjelaskan.
"Nah ini yang aku pikirkan dan belum bisa mendapatkan jawaban nya sampai sekarang..." Tiffany memotong cerita nya. "Apa?" Chanyeol bertanya. "Kai... punya pacar baru... setelah 3 hari berpisah dengan kami berdua," Tiffany menatap Yoona. "Jjinja!?" Yoona bertanya. "Lelaki macam apa dia, mudah sekali mendapatkan yang baru tanpa memikirkan perasaan kalian," Sehun bergumam. Chanyeol tertawa lalu menepuk pundak Sehun. "Berarti dia sangat berbeda dari kita berdua Hun. Dia tipe pria brengsek," Sehun mengangguk tanda setuju dan ber high-5 ria dengan Chanyeol.
"Sehun oppa mungkin iya, tapi kau Chan oppa? Kau sama brengsek nya dengan si Kkamjong," Tiffany mendapat jitakan keras dari Chanyeol. "Enak saja!" Yoona dan Sehun hanya tertawa melihat kakak-beradik yang selalu bertengkar itu. "Tapi itu fakta! Kau memacari 4 perempuan dalam sehari! Kurang gila apa,eoh!?" Tiffany memeletkan lidah nya saat Chanyeol tidak bisa menjawab karena itu memang benar. "Diam kau!" Chanyeol ikut mengancam Tiffany seperti Yoona.
"Siapa perempuan nya Tiff?" Yoona bertanya penasaran. "Dengar-dengar dari anak kelas menari sih, pacar baru nya si Kai itu juga anak kelas menari. Tapi di tempat yang berbeda, dan skill menari perempuan itu juga sudah jauh lebih profesional di banding Kai," Tiffany menjelaskan.
"Oh! Itu sebab nya kenapa Kai pindah tempat les menari..." Yoona menebak. "Kau keluar dari kelas menari bukan?" Yoona bertanya pada Tiffany yang mengangguk. "2 hari setelah kau keluar, Kai juga ikut keluar dan pindah tempat les. Ia pindah ke Gangnam. Mungkin pacar Kai adalah salah satu dari murid kelas menari di sana," Yoona memberi tahu.
"Sungguh... kenapa masalah ini semakin rumit, membingungkan dan... berkaitan? Dari mulai konflik keluarga Sehun yang tidak sengaja menabrak nya hingga lumpuh, lalu kalian yang ternyata mantan pacar nya, dan... dia juga adik kandung dari Lay hyung?" Chanyeol menjabarkan semua nya. Sehun, Tiffany dan Yoona mengangguk. "Tapi... pastikan jangan ada yang tahu tentang ini. Hanya kalian berdua. Berjanji lah," Yoona memastikan. ChanHun mengangguk dan berjanji. Bel masuk kelas berbunyi, mereka memilih untuk masuk kelas.
-SKIP-
Ke-esokan hari nya, Chanyeol baru keluar dari kamar mandi. Rambut nya yang basah menandakan diri nya baru selesai mandi. Ia berjalan dengan santai ke dapur dan menepukan 3 notes menempel di pintu kulkas.
.
#XiuHunHan
Kami pergi ke Lotte World! Tenang saja, kami membawa oleh-oleh nanti^^ JAGA RUMAH!
.
#YoonFany
Kami berdua pergi ke kelas menari~ mungkin kami akan pulang nanti sore... titipan dari Tiffany "Jangan lupa minum vitamin nya Park Dobi! Saranghae~"
.
#Hyorengi
Yo yo yo~! Aku pergi ke Gangnam karena ada panggilan mendadak dari guru les menari ku! Akan ku bawakan es krim green tea yang banyak untuk kalian! Jika lapar... panaskan makanan yang ada di lemari ne^^? Annyeong~
.
Chanyeol tersenyum sendiri membaca pesan-pesan tersebut. "Berarti... Lay hyung masih tidur," Chanyeol menempelkan kembali notes nya ke pintu kulkas dan membuka kulkas tersebut untuk mengambil botol susu vanila milik Yoona. Saat ia mengambil botol susu, ia menyadari sesuatu dan menutup pintu kulkas dengan cukup keras. 'GANGNAM!?' Chanyeol memelotot kan mata nya. Ia kembali memasang wajah normal nya lalu pergi ke ruang TV. Di saat diri nya fokus menatap layar TV, tiba-tiba benda kotak yang berada di atas meja dekat sofa bergetar.
Chanyeol menolehkan kepala nya dan menatap layar ponsel milik Lay. Ada sebuah pesan. 'Kim Jongin...' Chanyeol yang penasaran, menatap pintu kamar Lay dan mengambil ponsel Lay dengan hati-hati. Ia membuka pesan tersebut.
'Temui aku di Cafe Thunder pukul 6 sore.' Chanyeol mengernyit kan dahi nya. Lama dia bergumul dengan pikiran nya, giliran ponsel nya yang bergetar. Hyoyeon menelepon nya.
.
"Yeoboseyo noona?"
"Ne Chanyeol-ah, aku mau titip pesan untuk Lay oppa, dia masih tidur kan?"
"Ne, dia masih tidur," Chanyeol menjawab sambil menatap pintu kamar Lay yang tertutup rapat.
"Sudah ku duga, bilang pada nya aku pulang pukul 5 sore, karena aku akan pergi makan dengan teman ku di Cafe Thunder siang ini, okay? Gomawo~ annyeong!"
PIP!
Sambungan telepon nya langsug terputus dari satu pihak. Chanyeol hanya menghela nafas dan mmenyenderkan tubuh nya di senderan sofa dengan bosan. "Ah! Aku telepon Fany saja!" Chanyeol menelpon Tiffany.
.
"Yeoboseyo oppa?"
"Fany-ah! Kapan kau pulang? Oppa kesepian disini..."
"Hahaha! Aku dan Yoona sedang mencari sepatu dance baru, mungkin kami pulang sore. Jika kau mau, kita tunggu di Cafe Thunder untuk makan siang! Setelah makan siang kita pergi membeli topi baru untuk mu!" Ajakan Tiffany membuat Chanyeol senang dan lupa akan sesuatu.
"Baiklah! Tunggu aku di Cafe Thunder pukul 2 siang ne? Aku akan bersiap-siap dulu!" Chanyeol memutuskan sambungan telepon nya lalu bersiap-siap untuk pergi.
.
Sebelum berangkat, Chanyeol menulis notes untuk Lay dan menempelkan nya di pintu kulkas bersama dengan notes yang lain.
#Chanyeol
Hyung! Aku pergi makan siang dengan 2 yeoja-chingu ku, ne? Annyeong! Jangan tanya siapa karena kau pasti tau siapa 2 yeoja yang ku maksud
.
Lalu ia berangkat menaiki mobil sport merah nya yang tidak beratap.
.
TBC
.
[READ]
Bakal lanjut ke chap 3 kalau udah ada 15 review^^ gomawo~ XOXO
