Title : Love Without Marriage

Author : Initial D

Cast :
- Wu YiFan a.k.a Kris
- Kim Minseok
- Kim Jongin a.k.a Kai
- and others

Rating : T

Genre : Family, Romance, Hurt/Comfort

Warning : GS, Gender-Switch, typo merajalela(?), OOC, don't bash, don't like don't read..

Don't CTRL+A - CTRL+ C - CTRL+V ..

Don't be plagiarism..

Summary : Mereka berdua saling mencintai, namun pada akhirnya mereka tak dapat bersatu karena satu hal.

a/n :

thanks to : deerbaozi, elfishminxiu, .7, yang udah sempet review dan menjerumuskan cerita ini pada fav kalian, serta mengikuti cerita ini /deep bow/ XD

- deerbaozi : okay, ini lanjut thor-nim XD

- elfishminxiu : hahaha Jongdae? ayo lihat apa yang terjadi antara Jongdae dan Minseok

- .7 : ini dilanjut kok, dan lihat apa hubungan mereka LOL XD

- : hahaha maaf, saya kurang bisa menciptakan one shot kkkk.. imajinasi saya keterlaluan soalnya LOL

- HAPPY READING -

«« Preview

Minseok telah berdandan rapi hendak menemui Suho, sang adik. Sebuah mini dress berwarna gelap yang kontras dengan warna kulitnya telah membalut tubuh rampingnya yang menawan. Sebuah makeup tipis nan natural telah menempel pada wajah cantiknya yang ramah. Ia telah siap dengan persiapannya. Ia melangkah menuju pintu utama rumahnya kemudian membuka pintunya cepat.

CKLEK

"Minseok.." Sontak mata indahnya membulat. Dengan segenap keberaniannya, ia mendongak.

"Wu YiFan.." Lirihnya.

CHAPTER 2

Minseok menatap gugup sosok namja yang duduk berseberangan tak jauh dengannya. Rencana untuk menemui Suho kandas ketika ia mendapati namja tampan yang berstatus mantan kekasihnya itu datang mengunjunginya.

"K-Kris.." Mulai Minseok gugup. Namja tampan itu tersenyum tipis.

"YiFan, Minseok.. YiFan.." Ralatnya terkekeh pelan.

"A-ah.. Iya.. YiFan.." Minseok mengangguk kaku. "K-kenapa kau ada di sini YiFan?" Tanyanya menatap sang namja malu. Penampilan cantiknya kini tertutupi dengan aura keraguan, malu dan sebagainya. Ia tak yakin ini benar atau salah. Namja itu tersenyum hangat.

"Alasanku berada di sini adalah.. Kau.." Ucapnya kalem. "Kim Minseok.." Lanjutnya. "Aku merindukanmu.."

"A-apa?!" Minseok memekik pelan. "YiFan.. Tapi.. Bukankah ini terlalu berbahaya jika kau mendatangiku? Ma-maksudku.. Kau tahu? Risikonya besar YiFan.. Kau adalah super model dan.. Kau mendatangi aku yang notabene adalah-"

"Ssstttt.. Minseok.." YiFan memotong ucapan Minseok cepat. "Minseok.. Ayolah.. Aku merindukanmu dan aku ke sini tanpa siapapun.. Jadi tolong tenanglah.." Ucap namja itu menenangkan.

"Tap-tapi YiFan.. Bagaimana dengan istri dan anakmu?" Minseok berucap sedikit frustasi kali ini. "Kasihan mereka jika kau ke Korea hanya ingin menemui mantan kekasihnya.." Lanjutnya terdengar lirih. Minseok menghembuskan napasnya pelan sementara YiFan memutar bola matanya bosan.

"Minseok.. Kau tahu? Pernikahan kami hanya omong kosong.. Agensi menginginkan aku dan Jessica Noona bersatu hanya karena satu alasan.. Pamor.." Jelasnya. "Lagipula.. Sica Noona juga memiliki seseorang di belakangku.." Lanjutnya. Minseok menatapnya heran.

"YiFan.. Tapi setidaknya.. Bagaimana nasib anakmu? Krystal? Bagaimana dengan nasibnya?" Namja bermarga Wu itu menatap sosok yeoja di hadapannya dalam.

"Jika kau menanyakan nasib Krystal.. Bagaimana dengan nasib anakku sendiri? Kai.."

.

- Light Saber Academy

- 13.00 KST

Kedua namja bermarga Kim itu berjalan dengan tenang menuju tempat makan siang favorit mereka, atap sekolah. Namun ketenangan mereka mungkin sedikit terusik karena kehadiran beberapa siswi yeoja yang menghambat langkah mereka. Keduanya terhenti.

"Apa maumu?" Tanya salah satu namja Kim itu -Kai- dingin. Ia menatap wajah para yeoja itu tanpa minat.

"Apa yang aku mau?" Salah satu yeoja diantar kumpulan siswi itu mulai bersuara. "Yang aku mau itu kau Kim Jongin.. Hanya KAU.." Ucapnya penuh penekanan. Kai memutar bola matanya bosan. "Aku bisa membuatmu menjadi apa yang kau impikan Kai.. Itu adalah sesuatu yang mudah bagiku.. Namun ada satu syarat.." Lanjut yeoja itu. Ya. Dia cantik. Namun lihatlah sikapnya. "Kau HARUS menjadi KEKASIHKU.."

"Haha.." Jongdae tertawa hambar. Sementara Kai terkekeh pelan.

"Maaf.. Sungguh.. Maaf.. Tapi aku lebih baik bekerja keras sekuat tenagaku walaupun itu sulit untuk meraih impianku daripada memiliki kekasih manja sepertimu yang selalu menganggap remeh seseorang.." Ucap Kai kalem. "Lagipula.. Aku namja keberapa yang kau incar huh?" Namja Kim iu menatap sang yeoja di hadapannya tajam. "Aku ingat siapa saja listmu Nona.. Mulai Jonghyun Hyung, Minho Hyung, Taemin Hyung.. Dan Aku.. Siapa lagi yang akan kau iming-imingi dengan fasilitas kekayaanmu itu huh?"

"Kim Jongin.." Yeoja itu menggeram. "Kau akan menyesal setelahnya Kim Jongin.. Kau akan lihat apa yang akan terjadi pada keluargamu.." Yeoja itu menyeringai penuh kelicikan sementara Kai dan Jongdae membulatkan matanya tidak percaya.

"Kau nekat Nona.." Tanggap Jongdae lemah. Ia khawatir pada sosok Eomma Kai yang ia kagumi itu. Ia takut hal-hal buruk akan menimpa yeoja cantik yang berstatus ibu kandung Kai. Hatinya berteriak khawatir, sementara sorotan matanya harus mampu berbohong dengan yeoja licik yang sangat Jongdae benci itu. "Hey Nona.. Tolong jangan bawa orang-orang yang tak bersalah.." Ucapnya. Sang yeoja mendelik tajam.

"Siapa kau? Tolong tutup mulutmu dan jauhilah Kim Jongin KU.." Ucap yeoja itu tajam. Kai menghela napasnya pelan.

"Astaga.. Seharusnya aku yang bertanya seperti itu Nona.. Siapa kau hingga kau dapat menyuruh sahabatku agar menjauh huh?" Kai mulai jengah rupanya. "Dan kau tak berhak atas apapun menyangkut-pautkan ini pada keluargaku.." Dan setelah kalimat terakhir dari seorang Kim Jongin, kedua namja Kim itu kembali melanjutkan langkah mereka untuk menemui seseorang di atap sana.

.

- Kim's Family House

- 13.01 KST

"Minseok.." Namja bermarga Wu itu akhirnya membuka suara setelah sekian lama ia terdiam dan dengan sabar menanti kudapan yang tengah dimasak oleh yeoja penyita perhatiannya itu. YiFan mulai bosan duduk menanti di meja makan tanpa kegiatan apapun yang ia lakukan. Ia bangkit dari duduknya kemudian beranjak mendekati counter tempat di mana Minseok berada. "Minseok.." Ucapnya lembut ketika ia tepat berada di belakang tubuh mungil yeoja manis itu. Ia tersenyum hangat.

"Ya YiFan.. Ada apa hmm?" Minseok tak berniat membalik tubuhnya. Ia lebih memilih fokus pada masakannya dibanding sosok namja yang satu itu. Ia terus mengaduk masakan yang sebentar lagi masak dengan telaten dan hati-hati.

"Minseok.. Aku merindukanmu.."

GREP

YiFan melingkarkan lengan kokohnya pada pinggang ramping seorang Kim Minseok. Ia meletakkan dagu lancipnya di puncak kepala sang yeoja. Jujur. Minseok sempat tersentak kaget. Pikirannya mengatakan jika menerima apa yang YiFan berikan adalah salah. Namun hatinya berontak dan meminta lebih. Jika memang Minseok jujur. Ia sangat merindukan rasa hangat ini. Kehangatan yang sama ketika ia bersama dengan Kai. Namun berbeda. Katakanlah jika Minseok adalah orang yang munafik. Namun apa boleh buat. Ia hanya berpikir agar tidak menjadi perusak rumah tangga seseorang walau rumah tangga itu hanya sebuah skenario belaka. Dengan ragu salah satu tangannya yang bebas tergerak mengusap lembut permukaan kulit sang namja penuh kehangatan.

"YiFan.. Ingat.. Aku ini adalah man-"

"Sssstt Minseok.. Tolonglah.. Aku adalah Appa Kai.. Dan kau akan segera menjadi istriku Kim Minseok.."

"A-apa?!"

.

- Light Saber Academy

- 13.08 KST

"Hyung.." Namja berkulit tan di sana membuka suaranya lantang ketika ia mulai melangkah menuju sosok seseorang yang telah menunggunya sejak beberapa saat lalu.

"Hey Kai.." Sosok namja yang Kai maksud tersenyum ke arahnya. "Kau ke mana saja eoh? Aku sudah menyiapkan bekal makan siang untukmu Kai.." Lanjut namja itu -Kyungsoo- riang. "Tapi maaf.. Aku hanya membawa satu untukmu saja.. Aku tidak membawa bekal untuk Jongdae Hyung.." Tersirat nada sesal di sana. Kai tersenyum simpul.

"Gwenchana Hyung.. Eommaku membawakan bekal untuknya.." Tanggap Kai santai seraya mendudukkan tubuhnya di lantai atap sekolah yang relatif sepi. Namja itu tersenyum ke arah Kai.

"Dan.. Di mana Jongdae Hyung?" Tanya namja bermata bulat itu penasaran. Ia melirik ke arah pintu penghubung atap sekolah dengan sebuah ruangan kecil yang berhubungan dengan lantai sebelumnya. Kai terkekeh pelan.

"Ya.. Kau tahu Jongdae Hyung.. Katakanlah Eommaku membawakan bekal untuknya.. Namun kau tahu Hyung? Ketika kami sampai di lantai tujuh.. Ia baru ingat kalau kotak makan siangnya tertinggal di kelas kami.." Jelas Kai tertawa kecil sementara namja yang duduk berseberangan dengan Kai hanya mampu menahan tawa sebisanya.

"Jadi.. Jongdae Hyung kembali lagi?" Namja bermata bulat itu menatap penuh tanya pada namja berkulit tan itu. Kai mengangguk.

"Ya.. Kembali untuk mengambil kotak makan.. Atau tidak makan siang sama sekali.."

.

- Kim's Family House

- 14.06 KST

Namja bermarga Wu di sana menatap sosok yeoja yang duduk berseberangan dengannya penuh harap. Ia melamarnya beberapa menit tepat setelah yeoja manis itu telah usai merapikan meja makannya. Namja itu berharap banyak walau cemas. Cemas jika ia ditolak oleh 'mantan' kekasihnya yang telah melahirkan darah dagingnya sendiri.

"Minseok.." Mulainya. "Aku akan keluar agensi dan bercerai dengan Sica Noona agar ia dapat menikah dengan kekasihnya.." Ia menghembuskan napasnya pelan. "Aku akan melakukan apapun untukmu dan Kai, Minseok.."

"YiFan.." Minseok menatapnya sendu. "Maaf.. Tapi aku bingung harus berbuat apa.." YiFan mengangkat sebelah alisnya bingung.

"Apa maksudmu?" Tanyanya.

"Haaah.." Minseok menghela napasnya perlahan. "YiFan.. Jika kau keluar dari agensi dan berhenti menjadi super model.. Lalu bagaimana dengan kelanjutan kariermu Tuan Wu?"

"Huh?" YiFan menatap yeoja di hadapannya dengan sorot mata yang penuh dengan kesungguhan. "Minseok.. Jika memang aku keluar dari agensi.. Aku akan berusaha membuat agensiku sendiri.." Ucapnya. "Aku ingin mendirikan agensi dengan peraturan yang tidak mencekik para anggotanya.." Jelasnya. "Jujur.. Aku ke Korea selain untuk menemuimu, aku juga ingin bertemu dengan seseorang yang ahli dan berpengalaman dalam bidang ini.." YiFan tersenyum kecil, sementara Minseok menatapnya penuh perhatian. "Oleh karena itu.. Aku ingin kau dan aku bersatu dan merintis usaha kita Minseok.." Kedua bola mata Minseok membulat penuh. "Jadi.. Maukah kau menikah denganku Kim Minseok?" Tanyanya lembut. Minseok terdiam. Ia menundukkan wajahnya yang berubah sendu karena mengingat suatu hal. Yeoja manis itu menggigit bibir bawahnya bimbang.

"YiFan.." Minseok mengangkat wajahnya yang menyiratkan keraguan di sana. "Maaf.. Tapi.. Aku telah dijodohkan oleh seorang pengusaha asal China, Wu YiFan.."

"Apa?!"

To be continued..

- review juseyo

MONGGO~

a/n : review anda sangat berarti bagi kelanjutan cerita ini /bow/