Jongmal Saranghae

.

.

.

Cast :

Cho Kyuhyun

Cho Sungkyu

Lee Sungmin

Cho Heechul

And other..

.

.

.

Summary:

11 tahun sejak kepergian sang terkasih

.

.

.

Rate T

.

.

.

Genre

Drama, Family

.

.

.

Warning

YAOI, GS, Typo (S)

.

.

.

Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^

.

.

.

Kyumin is Real

.

.

.

Enjoy

.

.

.

Tepukan ringan di bahunya menyadarkan Kyuhyun akan keterkejutannya melihat sosok yang ada di hadapannya. Bagaimana pun wajah itu lah yang selama ini selalu berada di hatinya.

Kyuhyun menoleh pada Eunhyuk dengan tatapan sendunya. Eunhyuk menggeleng. "Bukan dia" gumamnya.

Kyuhyun enggan mengakuinya, tapi kenyataan memang begitu pahit. Ia tahu sosok di hadapannya itu hanya salah satu orang yang berwajah mirip dengan Sungmin. Kyuhyun tahu jika di dunia ini, Tuhan menciptakan 7 wajah yang sama seperti pinang di belah dua, tapi pria itu tidak menyangka jika dia akan bertemu dengan salah satu sosok yang berwajah sama dengan Sungmin.

Eunhyuk berdehem sebelum memulai wawancara. "Eum. Jadi namamu Sheng Min benar?"

"Nde"

Pria bergummy smile itu melirik Kyuhyun dengan ekor matanya yang masih saja menatap intens Sheng Min. Ia menyenggol kaki Kyuhyun dengan kakinya. Ia mengangkat map di genggamannya sedikit berusaha mengatakan jika dia harus tetap focus.

"Sheng Min-ssi. Sebelum kita memulai interview, saya melihat anda belum melengkapi beberapa syarat lamaran. Seperti foto dan kartu identitas. Bisa anda melengkapinya?"

"Ah Cwesonghamnida" ujar Sheng Min. Ia membuka tas selempangannya lalu mengambil persyaratan yang belum di lengkapi. Karena itu juga Sheng Min tidak bisa tenang, takut hal itu mempengaruhinya melamar di salah satu perusahaan terbesar itu yang tengah mencari karyawan untuk di tempatkan menjadi seorang sekertaris.

Sheng Min dengan sopan menyerahkan foto copy kartu identitasnya dan 2 lembar foto kemudian kembali duduk di tempatnya semula.

Eunhyuk menyikut Kyuhyun. Pria berkulit pucat itu berdeham. "Baiklah kita mulai intervewnya" kata Kyuhyun.

.

.

.

Sheng Min bersandar di pintu yang baru saja ia tutup. Tanganya terulur menyentuh dadanya yang berdegup kencang. Bukan hanya sesi wawancara yang membuatnya berdebar tapi sedari tadi ia gugup karena sang presdir sendiri yang mewawancara langsung para pelamar. Ia tidak mau terlalu percaya diri, tapi ia merasa pemimpin perusahaan ini, terus saja menatapnya.

Perempuan itu mengakui jika seorang Cho Kyuhyun memang benar tampan luar biasa seperti apa yang ia dengar dari beberapa teman se-pelamarnya dan ia pun sudah mendengar sebelumnya tentang sepak terjang pria itu.

Sheng Min menegakkan tubuhnya. Ia sedikit membungkukan badannya pada seorang penjaga pintu lalu melangkah pergi.

"Kenapa dengan orang-orang ini?" gumam Sheng Min, ia menggaruk tengkuknya lalu berlari sedikit ketika ia melihat toilet.

Splash

Air dingin itu membasahi wajah cantiknya. Ia menumpu tangannya di pinggiran westafel sembari melihat bayangan nya sendiri. Ia menggerakkan wajahnya ke kiri dan kekanan berusaha mencari jika ada seseuatu yang salah, setelah itu beralih menggerakkan tubuhnya.

"Tidak ada yang aneh" ucapnya lagi. "Tapi kenapa orang-orang di perusahaan ini menatapku dengan tatapan kaget"

Yeoja bergigi kelinci itu memang merasa orang-orang melihatnya ketika ia baru saja menginjakan kaki di perusahaan ini. Ia sendiri mencoba tidak peduli. Tapi itu kembali terjadi sekarang. "Ah! Cho sajangnim juga menatapku dengan kaget" ia teringat kembali ketika ia tengah di wawancara.

"Ah! Sudahlah. Mungkin hanya perasaanku saja" dengan itu Sheng Min melangkah kakinya keluar dari toilet dan pulang.

.

.

.

Sungkyu melirik pada halmonie dan bojienya dengan tatapan bertanya. Heechul dan Hangeng mengendikan bahunya bertanda tidak tahu, pemuda yang duduk di bangku kelas 3 Senior High School itu menatap sang Daddy yang sedari acara makan malam di mulai, hanya menyuapkan beberapa makanan kemudian di lanjutkan dengan melamun sembari mengaduk-aduk makanan.

"Apa ada masalah di kantor?" tanya Hangeng.

"..." Sungkyu melirik Daddynya yang tidak merespon pertanyaan Hangeng.

"Kyuhyun-ah" panggil Heechul.

"..."

Sungkyu menatap Heechul dan membuat gerakan tangannya mengisaratkan untuk memangil Daddynya dengan intonasi lebih keras. Heechul menganguk, wanita cantik itu berdehem untuk merilekskan otot-otot pita suaranya. Hanggeng dan Sungkyu langsung menyelamatkan kuping mereka dengan cara menutupnya dengan kedua tangan.

"CHO KYUHYUN"

Grebek

Kyuhyun tersentak kaget, reflek mengelus dadanya yang berdegup kencang dengan wajah yang bertanya 'ada apa' pada Umma, Appa dan putranya yang di jawab dengan gelengan oleh ketiga orang itu.

"Apa ada masalah di kantor?" Hangeng mengulang pertanyaanya yang tak di jawab Kyuhyun tadi.

Pria berkulit pucat itu menggeleng pelan. "Ani" jawab Kyuhyun singkat.

"Lalu apa yang sedang kau pikirkan?" kini giliran Heechul yang bertanya.

"Bukan apa-apa" Kyuhyun menatap ibunya lalu kembali merunduk.

"Daddy melamun lagi" ujar Sungkyu.

"Tidak" singkat Kyuhyun.

Sungkyu menyuapkan makan malamnya dengan wajah yang berpikir. Pemuda itu menumpu dagunya dengan tangan. Sebuah pemikiran terlintas di kepalanya dan ia pun langsung menolehkan wajahnya untuk melihat paras sang ayah.

"Daddy sedang jatuh cinta?" terka Sungkyu membuat Heechul dan Hangeng menatap putra dan cucu mereka yang duduk bersebelahan.

Kyuhyun melihat putranya dengan pandangan yang sulit di artikan. Ia menyunggingkan senyum tipisnya. Sungkyu membelakkan matanya. Jangan bilang jika tebakkannya benar.

"Anak muda" ucap Kyuhyun pelan.

"Ja-jadi-"

Pletak

Sungkyu memejamkan matanya ketika merasa panas menjalar dari dahinya setelah Kyuhyun dengan tega menyentil dengan keras.

"Eum.." hanya itu yang keluar dari mulut Sungkyu ketika pemuda itu mengusap dahinya. Dengan menahan emosi yang naik ke kepala. Padahal di dalam hati pemuda itu sudah sibuk menggerutu.

"Bicaramu sembarangan" sambung Kyuhyun sembari mengulum senyumnya menahan tawa.

Sungkyu menatap sang Daddy dengan tajam. "Aku tidak bicara sembarangan. Ketika aku sedang jatuh cinta pada Minhyun dan berpikir bagaimana untuk mendapatkan hatinya. Aku sibuk melamun seperti yang Daddy lakukan tadi"

"Oh! Ternyata putraku bisa melamun juga dan lamunannya itu karena seorang yeoja" ejek Kyuhyun. Sungkyu menyuapkan sesendok makanannya lagi, sebal.

"Apa yang di katakan Kyunie benar?" Heechul memandang Kyuhyun.

Kyuhyun memutar bola matanya malas. "Umma jangan terpengaruh oleh pemikiran anak muda yang di sentil begitu saja sudah memanyunkan bibirnya" ejek Kyuhyun melirik pada Sungkyu yang mendeathglarenya. "Aigoo. Aku takut sekali" Kyuhyun mengacak rambut Sungkyu yang di tepis oleh sang empu rambut.

"Jadi apa yang sedang kau pikirkan jika bukan tengah jatuh cinta" Hanggeng menaik turunkan kedua alisnya sembari melirik Sungkyu. 'Bojie di pihakmu' mungkin itu maksud dari lirikan Hangeng pada cucunya.

"Bukan apa-apa, Appa. Hanya masalah kecil" ucap Kyuhyun sembari memasukkan makan malamnya.

"Oh ya! Aku yakin, saking kecilnya hingga membuat putra tampanku ini melamun sampai aku panggil namamu kau tak menyahut" sindir Heechul.

"Um terserah Umma" Kyuhyun menyenggol bahu putranya yang tak di hiraukan Sungkyu. "Yah! Kau marah"

"Molla" ucap Sungkyu dingin.

Kyuhyun mencebikkan bibirnya. "Tsk! Yang benar saja, baru juga di sentil seperti itu sudah marah. Oh My God bagaimana selama 1 tahun ini Minhyun bertahan dengan pemuda yang kekanak-kanakan ini"

"Memangnya aku mendapatkan sifat ini dari siapa ya~?" ujar Sungkyu mendayu sembari melirik Kyuhyun.

"Mwo? Jadi kau maksud, Daddy kekanak-kanakan?"

"Iya"

"Apa aku ke kanak-kanakan?" tanya Kyuhyun pada Hangeng. Pria setengah abad itu mengangukkan kepalanya pasti. "Dan sifat itu bukan turunan dariku" ujar Hangeng.

"Buah jatuh tidak jauh dari pohon" kata Sungkyu datar.

Kyuhyun menatap Sungkyu. "Lalu kau pikir aku menadapatkan sifat ini dari siapa ya~?" Kyuhyun mengikuti gaya Sungkyu tadi sembari melirik wanita satu-satunya di mension Cho itu yang tepat berada di hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun, Sungkyu dan Hangeng meneguk ludahnya kasar ketika mendapat aura mencekam dari Heechul. Wanita itu menatap satu persatu namja yang berada di meja makan itu.

"Bagus" desis Heechul sembari memijit pelan jemarinya. "Silahkan kalian bertiga rundingkan, siapa orang pertama yang merasakan ini" Heechul mengajungkan kepalan tangannya.

.

.

.

Eunhyuk tersenyum dan mengecup pipi gembul putrinya yang sudah terlihat mengantuk. "Cha, pergilah tidur" ucapnya.

Haeeun menganguk, mengecup pipi ayahnya. "Umma~" rengek anak kecil itu.

"Arraso. Kajja" Donghae bangun dari duduknya, mengengam tangan putrinya lalu melangkah meniggalkan Eunhyuk sendiri di ruang tv. Ia meraih ponselnya yang bergetar di meja, ia melihat siapa gerangan yang menelponnya ini.

"Hm" Eunhyuk berdehem menjawab panggilan tersebut.

'...'

Eunhyuk menatap ponselnya, memastikan jika yang menelponnya memang orang yang selama ini ia kenal. "Kau perhatian sekali hingga menanyakanku sedang apa. Sudahlah Kyuhyun-ah katakan apa masalahnya" ujar Eunhyuk. "Ck! Basa-basi sekali" guraunya.

Disebrang sana, Kyuhyun menghembusakan nafasnya. Sejak pulang dari kantor satu hal yang membuatnya tidak berselera untuk melakukan apapun. "Hyung, menurutmu bagaimana Shengmin?" tanya Kyuhyun.

'Wae? Kau berniat untuk menggugurkannya?' tebak Eunhyuk. Kyuhyun terdiam. 'Kyuhyun-ah dengarkan aku. Shengmin bukan Sungmin hyung'

"Arra" kata Kyuhyun pelan.

'Nah! Itu kau tahu, jadi menurutku buang jauh-jauh pikiranmu untuk mengeleminasi Shengmin menjadi kandidat calon sekertarismu' terdenger Eunhyuk menarik nafasnya. 'Ku lihat dari pengalamannya bekerja, Shengmin orang yang bisa mengimbangimu walau dia yeoja yang sedikit ceroboh. Tapi aku yakin ia calon sekertaris yang bisa diandalkan.'

"Aku tahu itu"

'Lalu apa lagi masalahnya?'

Eunhyuk menunggu Kyuhyun menjawab. "Kyuhyun-ah" panggil Eunhyuk.

'Hm'

"Apa kau takut jatuh cinta pada Shengmin karena wajahnya sama seperti Sungmin Hyung?" tebak Eunhyuk. Terdengar suara kekehan Kyuhyun dari ponselnya. "Kenapa kau tertawa?" tanyanya.

'Hyung, aish jinja kau lucu sekali. Aku bukan pria seperti itu'

"Arraso arraso jadi berhenti tertawa. Jadi apa masalahnya?"

Diam beberapa saat. ' Aku memikirkan Sungkyu'

"Kenapa dengan keponakanku?"

"Jika aku menerima Shengmin bekerja, ada hari dimana Sungkyu pasti melihatnya. Dan aku tidak tahu reasksi apa, jika Sungkyu melihat Shengmin' ujar Kyuhyun pelan.

Eunhyuk ikut terdiam. Ia tahu apa yang di pikirkan Kyuhyun. Setelah Sungmin tiada yang menjadi prioritas Kyuhyun adalah Sungkyu. Ia masih ingat ketika Sungkyu tidak sadarkan diri selama 3 hari pasca pemakaman Sungmin. Eunhyuk mengerti, Kyuhyun tidak mau terjadi apa-apa pada putranya.

Jujur saja, dirinya sendiri terkejut ketika pertama kali melihat wajah Shengmin yang benar-benar duplikat dari wajah Hyungnya. Ada rasa rindu yang mendalam, ia ingin memeluk sosok yang mirip Sungmin. Itu yang ia rasakan.

Entah apa yang dirasakan Kyuhyun waku itu pasti lebih dari yang ia rasakan. Apalagi jika Sungkyu yang melihat sosok yang mirip dengan Mommynya.

Tapi jika membiarkan gadis muda yang berbakat seperti Shengmin hingga tidak di terima di perusahaan. Itu tampak tak adil hanya karena ia memiliki wajah seperti mantan istri pemilik perusahaan itu.

'Sungkyu sangat sensitif mengenai Sungmin. Aku hanya takut'

"Jangan seperti itu. Sungkyu anak yang pintar, percayalah jika tak akan terjadi apa-apa pada Sungkyu"

'Entahlah'

"YA! Kau berharap sesuatu yang buruk terjadi pada keponakanku eoh?"

'Apa kau gila?'

Eunhyuk terkekeh. "Cukup percaya. Dan aku yakin jika kau percaya tidak akan terjadi apa-apa. Sudahlah aku ingin tidur aku tutup"

Plip

Kyuhyun mencebikkan bibirnya ketika Eunhyuk memutus panggilan dengan sepihak padahal ia belum selesai bicara. Pria berkulit pucat itu meraih figura di nakasnya. Ia mengelus potret wajah istrinya. "Bisakah kau hadir di mimpiku sayang? Aku membutuhkanmu" lirih Kyuhyun.

.

.

.

Senyum merekah terkembang di wajah cantik Shengmin ketika keputusan terakhir mengatakan jika ia resmi bekerja di perusahaan Cho Corp mulai besok. Yeoja bergigi kelinci itu membungkukan badannya tanpa melepas senyum senangnya.

"Selamat ya" pria berkulit pucat selaku sang presedir itu mengulurkan tangannya.

Shengmin tanpa membuang waktu membalas jabatan tangan bos nya itu. "Ne, khamsahamnida sajangnim. Khamsahamnida" ujarnya dengan sedikit berpekik senang.

Bagaimana tidak senang, dari sekian pelamar ia masuk dan lolos menjadi 3 besar. Hari ini keputusan terakhir dan ia terpilih menjadi sekertaris. Bukan hanya gaji perbulan yang menggiurkan tapi ia bisa meningkatkan karirnya disini. Untuk dirinya yang merantau dari negara tirai bambu ke Seoul ini ia tak perlu lagi susah untuk mencari pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tidak sedikit.

"Ku harap kau tidak setengah hati bekerja di sini"

Shengmin menggeleng kuat. "Aniyo Cho sajangnim"

Kyuhyun tersenyum tipis melihat semangat yeoja bergigi kelinci itu. Ia berjalan menuju meja kerjanya lalu menekan line telpon perusahaan. "Hyorin masuk keruanganku" ujarnya.

'Ne Sajangnim'

Tak menghabiskan waktu 5 menit pintu terbuka dan muncul seorang wanita bertubuh seperti gitar spanyol dengan rambut panjang yang bergelombang ia membungkuk sebentar pada Kyuhyun.

"Ne sajangnim" katanya.

"Shengmin ini Hyorin. Dia yang akan menjelaskan apa-apa saja tugasmu" Hyorin menoleh pada Shengmin lalu tersenyum.

"Apa kalian tidak pegal berdiri saja?" intrupsi Kyuhyun.

"Ck!"

Kyuhyun membelakkan matanya. "Ya! Dasar tidak sopan pada atasan" ucap Kyuhyun ketika mendengar Hyorin berdecak. Membuat Shengmin membulatkan matanya tidak percaya. "Hyorin-ssi kenapa kau seperti itu?" cicit Shengmin.

Kyuhyun dan Hyorin menoleh lalu tertawa. "Ada yang salah?" tanya Shengmin.

"Hyorin jelaskan" titah Kyuhyun.

"Nanti saja. Kajja Shengmin-ah" yeoja berpenampilan sexy itu menggandeng Shengmin keluar ruang presider.

"Yaish! Jangan lupa makan siangku" Kyuhyun sedikit berteriak.

"Ne arraso sajangnim yang tampan" kata Hyorin, gadis itu melambai sebelum menutup pintu.

Blam

"Hyorin-ssi kenapa kau bicara tidak sopan seperti itu?" tanya Shengmin.

Hyorin tersenyum. "Aku tahu itu tidak sopan tapi jangan salahkan aku. Cho sajangnim sendiri yang memulainya" Hyorin membela diri.

"Nde?" Shengmin mengerjapkan matanya tidak mengerti. Hyorin yang melihat tingkah polos Shengmin terkekeh, ia mendudukan Shengmin di kursi yang akan menjadi tempat kerja yeoja cantik itu.

"Cho sajangnim itu orang yang tidak mau jika hubungannya dengan para karyawan itu kaku. Jadi itu kenapa aku bisa seperti itu. Dan bukan aku saja tapi hampir semua karyawan juga"

"Aneh sekali" Shengemin menggaruk kepalanya.

"Memang, tapi ada saja karyawan yang masih menjaga jarak. Kyuhyun Oppa juga tidak mengekang karyawannya. Aku jamin kau tidak akan menyesal kerja disini"

"K-kau memanggil Cho sajangnim dengan O-Oppa?"

Hyorin menganguk. "Hum. Kadang Cho sajangnim kadang Oppa. Wae? Heran?" Hyorin terkekeh. "Apa kau tadi mendengar Kyuhyun Oppa memanggilku dengan embel ssi?" Shengmin menggeleng. Hyorin tersenyum lalu mengacak rambut Shengmin gemas. Entah mengapa ia seperti melihat adik perempuannya yang baru saja duduk di kelas 1 High School. "Nanti juga kau terbiasa"

"Aku baru mengetahui ada juga perusahaan seperti ini" gumam Shengmin pelan. "Sudah berapa tahun kau bekerja disini?" tanyanya.

"4 tahun"

Hyorin pun menceritakan tentang presedir mereka.

Ceklek

Pintu ruang presedir di buka. "Hah! Sudah kutebak"

Shengmin dan Hyorin menoleh. "Wae?" tanya Hyorin pada sosok yang bersender di ambang pintu.

Kyuhyun menunjuk pada jam yang bertengger di pergelangan tangannya. "Waktunya makan siang. Kau sibuk menggosip dan melupakan makan siangku. Tega sekali"

"Omona, mian. Mau pesan apa hari ini?" tanya Hyorin.

"Seperti biasa" Kyuhyun hendak masuk ke ruangannya kembali namun ada sesuatu yang ia lupakan hingga menghentikannya dan menoleh pada Hyorin. "Ah! Sexy lady" panggil Kyuhyun.

"Hm?" Hyorin yang hendak menelpon layanan delevery tertunda dan melihat pada bosnya itu.

"Pesankan juga untuk mu dan Shengmin. Aku yakin kau belum menjelaskan apa-apa tentang pekerjaan pada Shengmin bukan?" yeoja berambut gelombang itu menyengir. "Aku yang traktir" lanjut Kyuhyun sembari menaik turunkan kedua alisnya.

"Kyuhyun Oppa gomawo" girang Hyorin lalu langsung menghubungi layanan delevery.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Ia beralih melihat pada sekretaris barunya yang akan bekerja mulai besok. "Khamsahamnida sajangnim" kata Shengmin. Kyuhyun tersenyum lalu kembali masuk keruangannya.

"Kau lihat sendiri kan. Sexy lady. Ah ! aku suka panggilannya yang satu itu" Shengmin hanya tersenyum mendengar ocehan Hyorin yang ternyata sudah selesai memesan makanan.

Hyorin menyerahkan sebuah map pada Shengmin. "Kita mulai penjelasan tentang kerjamu oke" ujar Hyorin, Shengmin mengacungkan jempolnya. Yeoja bergigi kelinci itu membuka map tersebut.

.

.

.

Shengmin pov

Aku merebahkan tubuhku di sofa ruang tamu. Aku mendudukan tubuhku dan meraih map yang di berikan Hyorin tadi.

Ternyata dia adalah sekretaris stay in tuan Cho sedangkan aku sendiri adalah sekertaris yang akan mendampingin tuan Cho ketika meeting baik itu di kantor, di luar kota maupun luar negeri.

Aku bertanya pada Hyorin kenapa dia di jadikan sekretaris stay in ,di kantor oleh tuan Cho, dan Hyorin menjawab 'Karena Kyuhyun oppa percaya padaku' katanya. Tuan Cho percaya penuh pada Hyorin untuk meninggalkan tugasnya jika tuan Cho tidak ada di tempat. Memang kepercayaan itu mudah di dapat tapi sulit untuk di pertahankan. Aku salut sekali pada rekan kerja baruku itu.

Hyorin juga orang yang ramah ya kadang juga selalu bertinggah genit pada tuan Cho. Ia bilang padaku untuk jangan terlalu kaku. Ya! Aku akan berusaha.

Aku juga tahu sekarang jika tuan Cho ternyata duda beranak satu. Oh god! Padahal dia tidak terlihat jika sudah menikah apalagi sudah mempunyai anak. Hyorin bilang istri tuan Cho itu sangat cantik, dua tahun lebih tua dari tuan Cho.

Aku bertanya pada Hyorin pernahkan ia bertemu dengan istri tuan Cho, dan Hyorin bilang ia belum pernah karena istri tuan Cho sudah meninggal 11 tahun yang lalu. Wajahnya pun Hyorin tidak tahu.

Dan yang paling aku salut selama 11 tahun dan Cho sajangnim tidak terdengar berdekatan dengan wanita manapun. ah! Benar-benar pria sejati. Hyorin bercerita jika anak tuan Cho berumur 18 tahun. Omona! Umur berapa ia menikah hingga putranya kini berumur 18 tahun?

Sebentar. Umur tuan Cho sekarang 39 tahun aku mengetahuinya sudah pasti dari Hyorin. Oke lanjut.

Tuan Cho berumur 39

Putranya berumur 18

39-18 = 21

Omo! 21. Jadi jika di kurangi dengan masa kehamilan..

Mwoya 20 tahun.

Ya tuhan! Muda sekali padahal aku saja sudah 25 tahun belum menikah. Wah! Deabaknya bosku sekarang.

Shengmin pov end

.

.

.

2 bulan kemudian

Seorang pemuda tampak lelap tertidur dengan duduk di lantai, kedua tangannya yang di letakkan di atas meja sangat pas untuk bantalan kepalanya.

Heechul menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang cucu yang bisa tidur dengan keadaan duduk. Ia mengambil remote tv di atas meja dan memamatikan televisi yang menyala.

"Kyunie ireona" Heechul menggoyangkan bahu Sungkyu pelan. "Kyunie" ia mencoba lagi ketika tak ada respon yang berarti. "Aish dasar kerbau" dengusnya.

"Yah! Kyunie ireona. Ini sudah jam 10" Heechul menggoyangkan bahu cucunya lebih kencang lagi.

"Ishh Halmonie aku masih ngantuk" gumam Sungkyu masih memejamkan matanya.

Seharian kemarin Sungkyu habiskan bersama Minhyun dan teman2 sekelasnya termasuk Eunhae berdiskusi dan mencari barang apa saja yang akan di gunakan untuk acara bazar dan perpisahan sekolah minggu depan. Hanya tinggal mengurus beberapa document untuk persyaratan masuk universitas selebihnya anak tingkat 3 bebas pelajaran sekolah. Jadi jangan heran kenapa pemuda tampan itu bisa berada di rumah.

Sungkyu pulang larut malam, ia sampai rumah pukul 23.45 karena terlebih dulu mengantar sang pujaan hati hingga sampai selamat di rumah.

"Cepat bangun, mandi trus sarapan. Lalu antar Halmonie"

Dengan malas Sungkyu menegakkan badannya, menggosok matanya. "Memangnya Halmonie mau kemana?"

"Rahasia" ujar Heechul tersenyum pada Sungkyu. "Ck! Kenapa diam, cepat sana mandi"

"Iya, bawel" dengus Sungkyu sembari berdiri melangkah menuju kamarnya untuk membersihkan diri.

30 menit Sungkyu sudah beres dengan mandi, berpakaian dan sarapan. Tak membuang waktu Heechul langsung menyeret cucunya. "Kyunie yang menyetir" Heechul melempar kunci mobilnya yang berhasil Sungkyu tangkap lalu segera masuk mobil.

.

Sungkyu menyenderkan tubuh lelahnya sedangkan nenek cantiknya masih bersemangat memilih baju. 2 jam pasangan nenek dan cucu itu berada di mall super besar ini, dan Sungkyu harus merutuk kenapa ia tidak bisa membuat halmonienya buka mulut kemana mereka akan pergi. Huft, sangat melelahkan.

'Hyperactivenya nenekku' batin Sungkyu.

Sudah lebih memilih pakaian dari padanya, neneknya pun menjadikannya pelarian ketika sang Bojie tak ada untuk menemani neneknya itu belanja. Maklum sudah seminggu ini Hangeng tengah berada di China. Jadilah Heechul mengajak Sungkyu untuk menemaninnya.

Setelah menghabiskan minuman dinginnya, Sungkyu beranjak menghampiri Heechul. "Monie, pulang" kata Sungkyu pelan.

"Sebentar ne" Heechul berkata tanpa melihat cucu tampannya itu.

Wajah Sungkyu langsung tertekuk mendengar jawaban sang halmonie. "Halmonie" Sungkyu menarik pelan lengan Heechul dan kali ini wanita energik itu menatap Sungkyu. "Pulang" kata Sungkyu. Dalam hati Heechul tersenyum ia seperti melihat Sungkyu kecil yang tengah merengek. Aigoo.

Heechul menghembusakn nafasnya, baiklah ia akan mengalah kali ini. "Baiklah-baiklah, senyum dong" Sungkyu menampakkan gigi-gigi putih dan rapihnya, tersenyum dipaksa. "Sudah, kajja" Sungkyu menarik tangan Heechul, jika tidak begitu sampai malam pun Heechul bisa bertahan di dalam butik.

"Kita ke suatu tempat dulu ne" ujar Heechul.

"Kemana lagi?" sungut Sungkyu sambil merengut.

"Aish, sensitif sekali, ke kantor Daddymu, sebentar lagi jam istirahat kita makan siang bersama"

"Oh" Sungkyu tidak memprotes apapun untuk satu itu.

Setiap karyawan membungkuk sembari melempar senyum pada Heechul dan Sungkyu yang di balas ramah oleh nenek dan cucu itu. Ramah kan? Siapa yang akan menolak jika memiliki atasan aka Cho Kyuhyun yang memerintahkan mereka agar bertingkah seperti biasa dan keluarga atasan pun memiliki sifat ramah. Wah! Membuat iri bukan.

Sungkyu mengedarkan pandangannya, sudah lama ia tidak mengunjungi perusahaan ayahnya ini, entah kapan terakhir kali ia kemari. 2 bulan yang lalu? Ah ani 3-4 bulan mungkin. Sungkyu mengendikan bahunya tidak peduli.

Sungkyu memang malas bepergian. Aktivitasnya hanya sekolah, rumah Minhyun, rumah Eunhae, gaem center and home sweet home. Jika pergi ke tempat lain, hanya dalam keadaan ia tengah berkencan atau Eunhae dan teman-temannya mengajak hangout itu pun tidak sering.

Teng

Heechul dan Sungkyu keluar dari lift ketika sudah sampai pada lantai teratas di mana ruangan presedir berada.

Tak banyak ruangan di lantai paling atas ini, hanya beberapa ruangan yang di khususkan untuk maneger dan pihak-pihak yang penting dalam perusahaan.

Heechul membuka pintu besar itu dan langsung di sambut oleh Hyorin. (Bayangin aja ruangannya kaya di pilem Kim Tak Gu. Jadi ruangan dalam ruangan gitu loh, arra? #plak abaikan)

"Oh, apa kabar Nyonya" sapa Hyorin sembari cipika cipiki, menyentuhkan pipinya pada Heechul. "Sungkyunnie juga" sambungnya.

"Kabar baik. Aigoo, kau bertambah cantik saja" puji Heechul.

"Dan bertambah sexy" tambah Sungkyu nakal dan karena ucapannya itu berhasil membuat sang nenek melayangkan jitakan andalan lebih dari jitakan ibu Shinchan pada kepalanya. Sungkyu menggerutu sembari mengelus kepalanya yang berdenyut. Pandangannya tak sengaja melihat meja kerja yang telah terisi, setahu Sungkyu posisi sekretaris ayahnya yang satunya itu masih kosong, ternyata sudah mendapat sekretaris baru.

"Sekretaris baru?" tanya Sungkyu.

Hyorin menganguk. "Ne sudah 2 bulan terisi. Namanya Shengmin"

"Arra, itu ada papan namanya dimeja" jawab polos Sungkyu membuat semburat merah Hyorin muncul karena malu.

"Putraku ada bukan?" tanya Heechul.

"Ne Nyonya"

"Lalu kemana sekretaris baru itu?" kini Sungkyu yang bertanya.

Hyorin hendak akan menjawab tapi pintu terbuka memotongnya dan seorang yeoja cantik dengan ramput panjanganya yang di biarkan terurai keluar sembari menggerutu tidak jelas. Ia belum menyadari jika ada orang selain Hyorin di sana karena posisinya membelakangi.

"Shengmin"

Yeoja itu berbalik. "Ne?"

Deg

Heechul dan Sungkyu mematung melihat yeoja yang baru saja memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan mereka.

"Beri salam pada Nyonya Chullie, beliau Umma dari Cho sajangmin" kata Hyorin, Shengmin mengerti, ia tersenyum pada Heechul lalu membungkukan tubuhnya.

Heechul seperti membatu mendapat salam dari Shengmin. Sungguh jantungnya hampir berhenti berdetak karena terkejut. Ya tuhan! Wajah itu sungguh sangat mirip dengan wajah menantunya.

"Dan pemuda tampan ini adalah Cho Sungkyu, putra Cho sajangnim"

'Tampan, seperti Appanya' batin Shengmin.

"Annyeong haseyo" sapa Shengmin dengan senyum manis hingga menampakkan gigi putihnya.

Tes

Grep

Shengmin dan Hyorin terkejut ketika Sungkyu berjalan perlahan mendekat pada Shengmin lalu memeluk yeoja bergigi kelinci itu yang sebelumnya Sungkyu terlihat meneteskan air mata.

Shengmin melirik pada Hyorin bermaksud bertanya. Hyorin menggeleng, karena ia pun tidak tahu. Shengmin dan Hyorin melihat pada Heechul tapi wanita paruh baya itu menunduk dengan tangan yang menutup mulutnya. Dan perkataan Sungkyu sukses membuat Shengmin dan Hyorin membulatkan matanya.

"Mommy~" lirih Sungkyu. Pemuda itu mengeratkan dekapannya.

.

.

.

TBC

Kekekeke~~ chapter 2 eotte eotte chingudeul?

Aku mau langsung jawab pertanyaan chingudeul yang udah review kemarin, sebelumnya mian ne jika jawabannya kurang memuaskan oke langsung aja..

Mingiesmilee92 iya ini sequel MAS. Untuk Ff ini jadi GS hum #pegangdagu kamu bakal tahu kalo ngikutin FF ini sampe akhir muehehe #maksa *plak/abaikan. Makasih banget kamu udah ngeluangin waktu buat baca MAS #bow jongmal gomawo ^_^

Ryesungminkyu18 iya ini sequelnya chingu eotte? aku juga terlalu mencintai uri Minnie 3 ^_^

Zoldyk Jongmal Gomawo ^_^

Chominhyun ne gwenchana, Kyu sama Shengmin? Hum gimana ya? Kekek ^_^

Allea1186 chengmin kan nama Sungmin oppa yang cinanya aku ganti jadi Shengmin aja soalnya kalo menurut aku nama chengmin itu cowok. Sungkyu, Minhyun dan satu lagi Sunghyun aku paling suka nama gabungan Kyu ma Ming heheh kalo masalah marga aku ga berpikir sampe sana heheh ^_^

Kyuminsaranghae iya shengmin cewe, bakalan jadi GS engganya? Pantengen aja FF ini kekek entar aku temenin kok #bawapopcorn ^_^

Akika akika 96 emang sih Kyu ma Sungkyu udah hidup normal cuman ga 100% sama kayak dulu waktu masih ada Mommy Ming. Yup Shengmin mirip ma Sungmin. Sungmin ga punya kembaran kok cuman mirip aja ^_^

Abilhikmah mukanya aja yang mirip kok. Sungmin ga punya kembaran ^_^

Cho Meihwa iya chingu ini sequel MAS. No no! Shengmin bukan Sungmin kok, mukanya aja yang sama. Ne ini udah di lanjut ^_^

Gyumin4ever bukan hanya di kehidupan Kyu tapi Sungkyu juga #tunjukatas ^_^

Nova137 iya eon aku juga iri liat Sungkyu ma Minhyun. Shengmin bakalan gantiin Sungmin ga ya? #tampangmikir ^_^

anieJOYer sesuju #angkattangan Mommy Ming emang ga bisa tergantikan ^_^

santiyani febby ne ini udah di lanjut ^_^

mandakyumin kamsahamnida #bow ^_^

kiran theacyankEsa cup cup uljima ne. Eoh renkarnasi? Aku ga kepikiran kesana chingu. Kalo Daddy jatuh cinta ama yang lain? wah kalo gitu si daddy cari perkara ma Mommy Ming kekek. Kamu penasaran chingu? Mentengin terus ya FF ini dijamin penasaran kamu bakal hilang kalo baca sampe end #promosimodeon ^_^

5351 iya, sungkyu juga udah gede. Shengmin itu emang aku bikin yeoja chingu. ne ini udah di lanjut ^_^

babyMing tapi di sini ada GS chingu. GS for Donghae wwkwkwk ^_^

evilpumkin sad ending. Aku jamin ga akan ^_^

dadayu jinja? Ah syukur kalo gitu ternyata MAS bisa ngefeel buat yang baca ^_^

adekyumin joyer wah telepati, pikiran kamu sama aku sama chingu #senyumlebar. Ne ini udah di lanjut ^_^

ouhji Sungmin udah pasti lelaki, nah buat shengmin aku bikin jadi yeoja. reaksi Sungkyu? #tunjukatas buat reaksi Sungkyu ^_^

PRISNA SPARKYU iya ada yeoja yang mirip Sungmin. Ne Prisna ga apa-apa kok makasih ya udah nyempetin baca MAS #hug #bow ^_^

angeLeeteuk annyeong eonn. Yey asmara dua Kyunie wkwk aku suka aku suka kata-katanya ^_^

guest ga Sungmin ga renkarnasi kok itu kebetulan aja ada cewe yang mirip sama ming chingu. Sungkyu-Minhyun cute? Aku sesuju sama kamu ^_^

LiveLoveKyumin ne ini aku bikin berchapter tapi ga bakalan panjang2, jangan tanya sampe berapa chapter ya.. itu rahasia #pede ^_^

Kyukyu omo omo siapa yang nikah chingu? ga daddy ga nikah kok ^_^

Kim ryeosung342409 hai juga Ryeo. Eh emang iya ya kalo sequel cuman 1 chapter #ketawageje aku ga tahu. Tapi intinya cerita ini emang kelanjutan dari MAS. Iya ini berchapter dan pasti ada kelanjutannya ^_^

Oke semua udah aku jawab. Jongmal mianhae kalo jawabannya garing atau terkesan kaku kekek. Buat chingudeul yang tanya ini bakalan jadi GS engga mending ikutin terus kelanjutan FF Jongmal Saranghae ini kekek~ Makasih buat chingudeul yang udah review, fav sama follow.

So see next chapter semua #lambaitangan