#CHAPTER 2: MEET THE PAST
Mark dan Jaebum menyambut musim semi dengan berjalan-jalan di taman kota. Mumpung akhir pekan sehingga mereka libur dari pekerjaan mereka. Mereka menghabiskan waktu dengan berfoto-foto dan bercanda sambil berkejar-kejaran. Sungguh pemandangan yang sangat manis dan hangat. Hingga suasana yang hangat itu menjadi menegangkan saat-
"Sayang!"
Mark menoleh ke sumber suara yang sangat dikenalinya itu setelah mendengar teriakan seperti suara-
"Kau kemana saja beberapa bulan ini? Kenapa ponselmu tak bisa dihubungi? Kenapa kau pergi tiba-tiba?"
-Jackson, pria kejam itu tiba-tiba saja ada di hadapan Mark, dan pria cantik itu tak tahu harus berkata apa. hatinya terasa masih begitu perih saat melihat Jackson. Lalu tiba-tiba Jaebum datang dan merangkul pundak Mark.
"Mark, sedang apa k-"
Belum sempat melanjutkan kalimatnya, Jaebum terlihat syok melihat pria yang ada di hadapan Mark-
"K-kau kan?"
-Hanya itu yang bisa dikatakan Jaebum.
"Aku kekasih Mark."
Jackson dengan sangat percaya diri diiringi senyum lebar menunjukkan wajah tak berdosanya saat mengucapkan kalimat itu.
Mendengar itu, Jaebum yang awalnya syok menjadi geram dengan pernyataan pria yang merebut Junior darinya dan mengklaim Mark sebagai pacarnya. Tapi sebelum Jaebum melayangkan tinju ke wajah pria berengsek itu, Mark sudah terlanjur memegang erat tangannya sebagai petunjuk agar Jaebum tak melakukan hal bodoh itu.
Tentu saja Mark tak tahu bahwa Jaebum hampir memukul pria itu bukan hanya karena pria itu adalah pria yang meninggalkan Mark, tapi dia juga pria yang merebut Junior darinya, dan bahkan sekarang masih mengklaim Mark sebagai pacarnya. Sungguh Jaebum ingin memberi pelajaran pada pria berengsek ini.
Tapi akhirnya jaebum berhasil menguasai dirinya dan mengatakan-
"Mark kekasihmu? Sorry to say dude, tapi Mark sekarang adalah tunanganku."
"A-apa?"
Jackson sangat kaget dan speechless,lalu ia melihat Mark dengan pandangan –tolong-jelaskan-semua-ini-
"Benar, Jack. Dia Im Jaebum, tunanganku."
Mark menjawab dengan jelas namun tak berani menatap wajah Jackson secara langsung. Ia menjawab sambil menunduk.
"Tapi kenapa bisa kau begitu saja bertunangan dengan orang lain sementara kita masih—"
Jackson tak mau kalah. Ia ingin memastikan bahwa ini adalah lelucon Mark.
"Kita sudah berakhir!"
"Kita belum pu-"
"Kita sudah berakhir semenjak kau berciuman begitu dalam dengan Junior di klub malam itu di akhir musim panas!"
Mark menjawab dengan tegas. Tiba-tiba ia merasa jengkel pada Jackson yang tak pernah mau kalah. Maka ia mengatakan kalimat itu dengan tatapan tajam tepat ke mata Jackson.
"K-kau melihatnya?"
Dan tatapan tajam dari Mark itu sukses membuat Jackson merasa terintimidasi.
"Aku melihat semua bahkan rasanya aku hampir mati karena tak sanggup melihatnya. Tahukah kau Jack, semenjak itu aku tahu kau benar-benar telah membuangku, sehingga saat itu aku memutuskan untuk bunuh diri dengan minum alkohol sebanyak mungkin juga tapi akhirnya aku malah berakhir bertemu dengan Jaebum, yang sekarang menjadi orang terbaik di hidupku."
Mark yang awalnya tegas, kini pertahanannya hampir roboh mengingat betapa sakitnya perasaannya saat melihat kejadian itu. Ia mengucapkan kalimat itu dengan mata berkaca-kaca, dan ia kembali membuang pandangannya ke arah lain asal ia tak bertemu dengan mata bulat Jackson.
Jaebum dan Jackson sama-sama tersentak. Jackson merasa malu karena tertangkap basah hingga Mark meninggalkannya. Mark meninggalkannya berarti Jackson sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal. Karena sebelum itu, Mark selalu memaafkannya sebesar apapun kesalahannya.
Sedangkan Jaebum tersentak karena orang yang menjadi biang masalah dalam hubungan Mark dan Jackson adalah Junior, mantan kekasihnya sendiri. Ia tak menyangka bahwa hidupnya dipermainkan seperti ini. Mereka terlibat dengan orang yang sama sehingga membuat semuanya semakin rumit.
"Bukankah kau sendiri yang bilang Mark, bahwa kau bisa menerima hubunganku dengan Junior?"
"Lalu kenapa kau meninggalkanku?"
"Tidakkah kau tahu bahwa sejauh apapun aku pergi, aku akan selalu kembali padamu?"
"Kenapa kau tak bisa menunggu lebih lama lagi jadi kau tak perlu meninggalkanku, huh?"
"Kau sangat tahu bagaimana aku Mark, bagaimana bisa kau bertindak tergesa-gesa dengan bertunangan dengan orang lain?!"
Kalimat-kalimat Jackson terdengar begitu menghakimi di telinga Mark dan Jaebum. Tapi Jaebum tak bisa berbuat apa-apa karena ia merasa belum berhak mengurusi urusan Mark.
"A-aku.. aku sudah lelah."
-jawab Mark dengan mata berkaca-kaca dan terdengar pahit. Kemudian ia melanjutkan dengan nada suara yang lemah dan putus asa-
"Jack, kau bahkan tak mencariku selama ini, kan? Jadi kenapa kau marah? Bukankah dulu kau yang memberiku pilihan untuk tetap tinggal atau memilih pergi? Awalnya aku memang memilih tinggal tapi akhirnya aku memilih pergi karena aku lelah selalu menjadi pilihan terakhir disaat kau tak punya pilihan apapun."
"Mark, ini tidak seperti -"
"Jackson sayang, kau disini rupanya!"
Belum selesai Jackson mengklarifikasi, tiba-tiba terdengar suara yang sangat familiar di telinga mereka bertiga. Suara yang membuat Mark semakin putus asa. Suara yang membuat hati Jaebum kembali berdenyut sakit. Dan suara yang membuat Jackson sedikit kesal karena datang disaat yang tidak tepat.
Suara itu, berhasil membuat Jackson dan Jaebum mengalihkan pandangannya kepada sosok yang memanggil Jackson dengan mesranya.
"Oh, Mark, ternyata kau disini. Pantas saja selama beberapa bulan ini aku tak melihatmu di apartemen Jackson. Apa kau sudah pindah?"
Junior tiba-tiba nyeletuk tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu.
For the God sake! Jaebum bingung dengan kalimat yang diucapkan Junior. Apa dia benar-benar tidak tahu bahwa Mark adalah kekasih Jackson? Atau dia pura pura tidak tahu?
" hyung..kau disini juga.. sedang apa kau di-"
Belum sempat Junior melanjutkan kalimatnya, ia melihat tangan Mark dan Jaebum bertaut satu sama lain.
Junior mulai merasa sedikit terganggu dengan tangan yang saling bertaut itu. Ia berpikir bagaimana bisa Jaebum melupakannya dan begitu cepat menemukan penggantinya.
"Oh jadi kalian berpacaran? Jadi ini alasan mengapa kau meninggalkan apartemen Jackson, Mark? Harusnya kau mengatakan kepadaku siapa kekasih barumu, Karena aku tahu banyak tentang dia. Dia kan mantan kekasihku."
Pungkas Junior sambil sedikit menabrakkan bahunya dengan bahu Mark. Memang itulah tujuan Junior. Membuat dirinya terlihat berkuasa di mata orang lain, dalam hal ini, ia ingin terlihat bahwa ia menguasai Jaebum dan juga Jackson.
Dan kalimat Junior itu benar-benar membuat Mark terpukul. Seketika ia melepaskan pegangan tangannya nya pada Jaebum. Bagaimana bisa dia-Jaebum-Jackson-Junior saling terkait seperti ini? Apa takdir telah mempermainkannya?
"Ma-maaf? Dia mantan kekasihmu?"
Tanya Mark dengan kalimat terbata-bata karena tenggorokannya terasa tercekat saat mengucapkan itu.
"Ya. Dia mantan kekasihku."
Jawab Junior dengan mantab. Pandangan Junior terlihat begitu meremehkan Mark. Lalu ia mengalihkan pandangannya pada Jaebum.
"Selamat ya Hyung, kukira kau tak bisa melupakanku. Tapi sekarang kau sudah punya kekasih. Selamat!"
Meskipun memberikan selamat, namun kalimat Junior terdengar begitu pedas di telinga Mark dan juga Jaebum. Dan Junior hanya tersenyum sinis kepada mereka berdua.
"Jadi dia itu mantan kekasihmu, Junior?"
Jackson bertanya seolah-olah ia tak mempercayai apa yang ia dengar barusan.
"Sayang, katanya hari ini kita memilih baju untuk pertunangan kita di Maldives?"
Junior mulai mengalihkan pembicaraan. Ia sangat malas untuk menjawab pertanyaan Jackson karena baginya hal itu bukankah hal yang penting untuk diketahui oleh Jackson.
"Ah baiklah, ayo kita pergi."
Akhirnya Jackson mengajak Junior pergi dari situ dengan memeluk pundak Junior. Sejenak ia menengok ke belakang sebelum beranjak pergi dari situ.
Jackson tak akan begitu saja membiarkan Mark jatuh ke pelukan pria lain. Mark harus kembali padanya dan menikah dengannya suatu saat. Bukan dengan orang lain. Sedangkan Junior, ia tak mungkin rela kalau Jaebum mencintai orang lain, karena Jaebum hanya boleh mencintainya dan sama sekali tak boleh melupakannya. meskipun ia sudah memiliki Jackson, tapi ia harus selalu ada di pikiran Jaebum. Junior tipikal orang serakah, mungkin.
Pertunangan yang akan Jackson lakukan dengan Junior sebenarnya hanyalah untuk menyenangkan Junior saja. Karena baginya sebelum ia benar-benar menikah ia bisa melakukan apapun, termasuk meninggalkan Junior seperti ia meninggalkan Mark dulu. Tapi karena ia masih menyukai Junior, maka ia menuruti semua kemauan Junior.
To be Continued
Halo readers-nim, perkenalkan aku adalah penulis baru di FFn dan ini adalah Yaoi pertamaku.
Jadi maafkan kalau feel-nya kurang dan ceritanya random. Biasanya aku nulis FF non yaoi di forum lain.
Oiya, sebenarnya mau ngasih spoiler di chapter pertama, tapi lupa nulis, dan ngeditnya susah jadi aku tulis disini aja yaa..
Ini fanfic ada tiga chapter, jadi next chap is last chap.
Sebenernya udah jadi, tapi aku jarang sekali login FFn via desktop, kalo pegang desktop bawaannya yutub-an mulu.. dan lupa buka FFn.. hehe Mian ^^v
Buat Rin Rizawa dan Mark uke Jackson (dua orang yang bersedia meluangkan waktunya untuk mereview ff abal ini, terima kasih banyak kakak! Kalian membuatku bersemangat untuk mengedit dan ngepost chap selanjutnya. yeey!)
BY THE WAY. THANKS FOR YOU ALL THAT REVIEW, FAV, AND FOLLOW MY STORY.. KEEP IN TOUCH YAA.. I WILL UPDATE SOON~~~ Much Love For You,
-Salvia Im-
