SEVEN WISHES
CHANBAEK
BoyxBoy
_
Dengan tampang bermalas-malasan Luhan membawa segelas jus strawberry serta semangkok mie ayam pesanan sahabatnya.
"Silahkan tuan putri!"
"Hehehe bebeb yang terbaik emang! Nanti pulang sekolah baekkie traktir makan!"
'Heleh kintil omong doang bisanya'
"Ayaangg!!"
"Elaahh! Banyak amat cobaan gw! Untung ganteng!"
"Pfftt"
Baekhyun menahan tawa mendengar ucapan Luhan. Sahabatnya itu memiliki pacar yang terbilang unik. Bersifat dingin pada orang lain tapi bersifat gila saat bersama pacar serta sahabatnya.
Namun manik indah Baekhyun terfokuskan pada sosok tinggi yang amat membuat hatinya dongkol. Bagaimana bisa sosok menyebalkan itu datang bersama kedua sahabat tingginya.
"Lahh lo ?!/ ngapain lo!"
Ketiga namja lainnya disana hanya menatap heran kearah Baekhyun dan Chanyeol yang sepertinya sudah saling kenal.
"Laahh kalian udah saling kenal ?"
Kim Jongin, namja berkulit tan itu mulai menyuarakan pikirannya. Bagaimana bisa mereka saling kenal. Bahkan Chanyeol saja baru pindah ke sekolah hari ini.
"Luhann!! Dia yang jatohin eye liner lo! Gara-gara dia gw jatoh!!"
"Hehh! Cebol! Otak lo kecil juga apa gimana sih ?! Jelas-jelas lo yang nabrak gw tadi pagi kenapa jadi gw yang disalahin!"
"Yeehh! Si caplang! Lo tuh yang kegedean badannya! Udah gede!! diri ditengah koridor!! ngga nyadar badan dasar!"
"Bantet!"
"Gorbon!"
Merasa jengah dengan kedua namja yang berbeda tinggi itu saling melempar cacian, Luhan lebih memilih melanjutkan acara makannya yang tertunda tadi.
"Gw doain lo berdua jodoh!"
"Ogahh!!/Embung!!"
...
"Jadi gimana kalian bisa saling kenal ?"
Sehun berusaha memecah suasana mencekam yang terjadi antara Chanyeol dan Baekhyun.
"Kan gw udah bilang dia nabrak gw dan bikin eye liner pacar lo tumpah"
"Gw bilangin sekali lagi! Lo yang nabrak gw!"
"Lo ngalangin jalan!!"
"Emang jalan punya lo ?!"
"Iyaaa emang punya gw!"
"Aghhh diem lo berdua! bacot banget sih!!"
Luhan menutup mulut Baekhyun yang udah mau ngeluarin sumpah serapahnya ke Chanyeol.
"Hisshh! Bete! Gw duluan!"
Baekhyun membanting sumpit mie ayamnya dan berjalan keluar kantin dengan langkah yang dihentak-hentakan. Sementara sahabatnya disana hanya menggeleng melihat tingkah laku Baekhyun yang menggemaskan.
...
"Dasar tiang! Gorbon! Yodaa! Hishh!"
Kaki mungilnya menendang udara melampiaskan kekesalannya pada sosok tinggi itu.
"Aghhh! Gara-gara tu anak pala gw nyut-nyutan"
Karena pusing yang tak kunjung hilang, baekhyun memutuskan untuk beristirahat di UKS. Baru beberapa langkah menuju UKS pandangannya mulai mengabur. Saat itu yang tertangkap hanya suara derap kaki yang berjalan kearahnya.
...
Sinar matahari senja menerobos pengelihatannya. Manik indah itu menatap langit-langit ruangan yang tak asing bagi dirinya. Sekelebat ingatan kejadian tadi siang muncul dan baru menyadari ruang tersebut adalah UKS.
"Udah bangun ?"
"Hnn, berapa lama ?"
"Sekitar 6 jam"
Baekhyun berusaha mendudukan badannya dengan bantuan sang penjaga UKS.
"Rahasiakan ini"
Namja mungil itu bangkit dari ranjang dan berjalan menuju pintu.
"Sampai kapan kamu mau ngerahasian ini hmm ?"
Tidak ada jawaban. Baekhyun hanya melirik melalui celah bahunya dan berjalan keluar.
...
Drrt drrtt
Baekhyun berdecak kesal melihat nama pemanggil yang tertera dalam handphonenya.
"Woii!! Dimana lo ?!"
"Bisa kagak si lo ngga teriak-teriak, siput telinga gw bisa mati lama-lama!"
"Aissh! Jawab pertanyaan gw!"
"Ngaso dulu!"
"Kurang ajar!! Lo kalo mau ngaso ngajak dong! Tega lo yak ninggalin gw didalem kela-"
Baekhyun mematikan sambungan telpon itu. Malas mendengar ocehan Luhan yang melebihi ocehan bundanya.
Drrtt drrtt
Panjang umur, itulah yang terlintas dipikirannya. Baru saja dirinya membandingkan Luhan dengan sang bunda, tiba-tiba sosok yang ia sayangi itu menelpon.
"Baekkie-yaa~~"
"Bunda~ ada apa ?"
"Hari ini langsung pulang eum ?"
"Nee~~"
"Cepatlah pulang kita akan kedatangan tamu spesial malam ini"
"Arasseo~~"
Baekhyun mematikan sambungan tersebut. Pikirannya menerka-nerka siapa tamu spesial yang akan datang ke kediamannya malam ini. Apakah kolega Ayahnya ? Atau kolega Bundanya ? Entahlah dirinya tidak mau dipusingkan dengan menebak siapa tamunya itu.
...
"Kita udah sampai den"
Baekhyun yang sempat tertidur pulas itu sontak terbangun mendengar ucapan supir pribadinya.
Awalnya Baekhyun ingin pulang menggunakan bus, namun sang bunda berkata bahwa mang Ujang sudah menunggu didepan gerbang.
"Ahh nee, makasih banyak ya mang"
Baekhyun keluar dari mobil tersebut dan melangkah menuju pintu utama kediamannya. Disana sudah berjajar beberapa maid yang menyambut kedatangannya.
"Mbak"
Sosok wanita yang dipanggil baekhyun pun menoleh.
"Iyaa den, ada yang bisa mbak bantu ?"
"Siapa yang mau dateng mbak ?"
Tadi katanya ngga mau mikirin siapa tamunya, sekarang malah kepo sampe ngerumpi sama mbak-mbak maid.
"Aduh den, mbak juga kurang tau tapi sedenger mbak si katanya kolega tuan besar"
"Hmmm, ganteng kagak ya mbak ? Kali aja sugar daddy gitu"
"Alaah si den bagus bisa aja hahaha"
"Yaudah mbak, aku kedalem dulu"
Setelah puas ngerumpi dengan para maid, baekhyun berjalan masuk kedalam.
"Baekkie pulang~~"
"Lohh baby bee udah pulang"
Byun Minho, kakak kesayangan Baekhyun. Namja tinggi bak model itu berjalan menghampiri sang adik.
Baekhyun mencium kening kakaknya tersebut. Hal itu sudah menjadi suatu kebiasaan dalam keluarga Byun.
"Kak Minho makin cakep aja ahh~"
"Hishh kamu tuh ngardus aja kerjaannya, masuk gih bunda udah nungguin dikamar kamu"
"Ciumm dulu~~"
"Aigoo~~"
Cup cup cup
Tiga buah kecupan hangat melayang di pipi kanan, pipi kiri, serta dahi Baekhyun.
...
"Bundaa~~"
Byun Yoona, wanita paruh baya yang memiliki paras begitu cantik. Bahkan diusianya yang menginjak kepala empat, wanita itu tidak memiliki sedikitpun keriput diwajahnya. Pantas saja anaknya begitu indah dan mempesona. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
Wanita itu merupakan seorang pemilik perusahan fashion ternama di Paris. Tidak heran penampilannya begitu modis dan trendy.
Baekhyun menubruk badan bundanya yang sedang asik berdandan didepan meja rias. Yaa walaupun Baekhyun itu seorang namja yang terkenal dengan sikap urakannya, ternyata dikamarnya itu masih terdapat meja rias layaknya seorang putri kerajaan. Penampilan nomor satu, itulah prinsip Baekhyun.
"Aigoo~~ kesayangan bunda udah nyampe eoh ? Uhh kamu bau apek ih, mandi sana buruan biar cantik"
Sang bunda membelai lembut pucuk kepala sang anak. Merasa gemas dengan wajah manis anaknya itu.
"Ishh bunda~~ aku kan cowo masa cantik"
"Tapi kamu manis banget sayang, gula aja kalah"
"Ishh gombal!"
"Yaa siapa tau aja nanti anak kolega ayah kamu ganteng, kan bisa digebet"
Mendengar ucapan sang bunda, Baekhyun refleks bangun dari pelukan tersebut dan berbinar ceria.
"Sii bunda yaa kalo ngomong suka bener! Cuss lah ah bun aku mau mandi biar ganteng!"
"Biar manis!"
"Serah bunda aja~~"
Baekhyun berlari menuju kamar mandi sambil melempar asal baju seragamnya. Membuat sang Bunda menggelengkan kepala melihat tingkah asal-asalan anaknya itu.
...
Kini keluarga Byun sudah bersiap diruang tamu menantikan sang undangan spesial. Sesekali mereka bercanda membuat suasana rumah itu semakin hangat. Hal itulah yang menjadi alasan para pekerja dirumah tersebut betah berlama-lama berkerja.
Tingg tongg
Setelah sekitar satu jam suara bel pintu akhirnya terdengar. Byun Yunho sang kepala keluarga dirumah itu beranjak dari sofa dan berjalan menuju pintu untuk menyambut tamu spesialnya tersebut.
Terdengar gelak tawa dari arah tempat tuan Byun pergi. Baekhyun yang mulai penasaran dengan sang tamu akhirnya memutuskan untuk menghampiri ayahnya.
Dan betapa terkejutnya Baekhyun saat melihat sang tamu, bukan, dirinya tidak terkejut dengan siapa kolega ayahnya namun lebih terkejut dengan kehadiran sosok yang amat menyebalkan. Namja tinggi berbadan besar itu, yaa si gorila kebon.
'Kayak setan! Dimana-mana ada!'
*
TBC
Don't Forget to Leave a Comment
Salam Eirmoza
