A/N : wahahaha.. gara-gara banyak yang protes jadinya terpaksa kulanjutin secepatnya deh.. (sebenernya dengan senang hati tuh..XD), kebetulan lagi liburan jadi banyak waktu luang, tapi mungkin chapter selanjutnya akan terhambat karena aku udah mau masuk sekolah dan pastinya tugas menumpuk, chap ini juga ngebut bikinnya, hehehe... bayangkan 1 chapter dalam 1 jam.. (Hemione : pantesan isinya ancur.. Author : Jiah tau aja nih.. Harry : Iya dong, pacar gw gitu loh.. wkwkwk)
Balasan Untuk Review:
Choco : hahaha.. bagus.. ada tmn yg sama2 suka pair ini... kalo si Ron aku bener2 bingung mau dipasangin ma siapa, jd ma Lavender aja
Nami : Wahahaha.. tuh dah kulanjutin.. :D
Chels : hehehe, kata siapa gak penting, berkat reviewmu ffnya jd kulanjutin dlm 2 hari deh... ^^
Syifa : Yey! akhirnya ada yg suka ma Ron x Lavender.. nih kulanjutin..
Fikri : Jiah.. frontal gimana? aih.. ada yg se-akut aku ternyata..wkwkwkwkwk
Rissa'uchiha : thanks ya.. :)
Intan-chan : thanks... hehe nih hermione-nya, justru ron yg gak nongol disini (Ron : awas lu kalu chap dpn gw gak nongol lagi! Author : Tenang.. nanti gw tonggolin deh)
Nyms : nih dah kuapdated n banyak hermione-nya..wkwkwkwk, sebenernya dak ku-chack kok, tp pas terbit banyak kata-kata yang ilang, kok bisa ya?
.dramione : wah.. ada fans dramione disini, tenang q juga salah 1 fansnya kok.. (jiah, knp malah bkn Hp/Hr), tp dramione rada gak mungin bersatu jadi aku lebih suka Harry/Mione soalnya lbh cocok n cute... XD
Disclaimer : Bukan aku! Hp itu punya si J.K.R kalo fic ini punya aku...
Is It Love : Back To Hogwarts
Hermione Granger
-Normal POV-
Sekarang Hermione adalah seorang wanita dewasa yang sangat cantik. Ia memiliki tubuh yang tinggi dan langsing dan Rambut panjang merah yang sedikit keriting (berombak), tidak diragukan lagi ia adalah idola semua pria. Hermione berkerja sebagai guru sejarah dan asisten guru ramuan sihir di Hogwarts. Ia dikenal sebagai penyihir wanita terkuat di Dunia dan penyihir terkuat ke-2 di dunia (setelah Harry Potter). Ia memiliki otak yang sangat jenius dan pribadi yang menyenangkan. Waupun sedikit diam, akan ada saatnya dimana Hermione akan meulucu dan tertawa. Semua muridnya sangat menyukai pelajarannya yang terkenal menyenangkan dan sama sekali tidak membosankan.
Hermione hidup di asrama Hogwarts, ia diberikan sebuah tempat khusus untuk ia dan putranya. Ya, Hermione memliki seorang putra bernama James Granger. Putranya yang berusia 7 tahun memiliki rambut merah sepertinya dan mata hijau yang indah seperti ayahnya. James terkenal jenius untuk anak seumurannya, ia bisa menguasai sihir-shir yang bahkan sulit dikuasai orang dewasa. Ia juga sangat berbakat dibidang Quiditch terutama sebagai seeker. James memiliki sifat yang pendiam. Walaupun masih kecil tapi ia sangat tampan dan cukup tinggi, mengingat ke-2 orang tuanya yang juga tinggi.
Hermione sangat menyayangi putranya dan selalu meluangkan waktunya untuk mengajari ataupun bercerita pada Jjames setiap hari. James sendiri mengerti kalau ibunya sangat sibuk, ia tidak pernah menuntut agar Hermione selalu menemaninya dan itulah yang membuatnya mandiri dan terkenal sangat berani. Hermione selalu mengatakan kalau ayah James sedang pergi ke suatu tempat, ia tidak pernah memberitahukan siapa ayah dari putranya tersebut, James juga mengerti bagaimana ibunya sangat merindukan ayahnya, walaupun sebenarnya ia sangat ingin tahu siapa ayahnya tapi setiap kali ia bertanya ibunya akan terlihat sedih dan mengatakan kalau ia tidak mau membahas hal tersebut.
(1 hari setelah Ron menerima surat, hari dimana Harry akan kembali ke Hogwarts)
-Hemione POV-
"JAMES! Bagun! sudah jam 8! mum harus mengajar di kelas ramuan sihir!"
Yah.. seperti inilah rutinitas pagiku, bangun pagi dan meneriaki putraku, James, dan sialnya hari ini aku harus membantu Severus di kelas ramuan sihir, hah.. aku yakin dia pasti akan marah-marah sepanjang hari jika aku telat datang, dan sepertinya aku akan telat. Aku mengguncangkan badan James untuk membangunkannya, ia memang sulit sekali bangun dipagi hari, sebenarnya ia belum masuk sekolah, tapi hari ini dia memaksa agar aku membawanya ke Hogwarts untuk belajar Quditch.
"JAMES! Cepat! atau kau mau mum membawamu ke sekolah beserta kasurmu!" Sekali lagi aku berteriak, paling tidak kalau sudah ditakut-takuti biasanya dia pasti akan bangun.
"Ya.. aku tau, aku Tau..." James bangun dari tempat tidurnya dengan malas. Anak ini benar-benar menguji kesabaranku.
"REMUSA!" teriaku sambil menunjukkan jariku kearahnya, ya, sekarang aku tidak memerlukan tongkat sihir lagi, aku dapat menggunakan tanganku udengan bebas, sebenarnya sihir seperti ini sangatlah jarang, setauku yang bisa menggunakannya hanyalah aku , Minerva , Draco Malfoy dan... Harry. Entah kenapa hatiku sakit tiap kali mengigat nama atau wajahnya, selama ini aku berusaha keras untuk melupakannya, namun ternyata tidak seharipun aku bisa melupakannya, apalagi jika aku melihat wajah James, yang persis dengannya, namun berambut merah. Yah, untuk sekarang aku harus benar-benar melupakannya dulu, atau Severus akan membunuhku.
Seketika itu juga aku menerbangkan badan James ke kamar mandi dan membuat shower menyiram wajahnya dan dalam sekejab mengganti bajunya. Bisa kulihat wajah shock James, ia membuka mulutnya untuk protes, tapi tentu saja aku tak membiarkannya dan langsung menggendongnya dan pergi secepat kilat ke Hogwarts.
Setiba disana aku menurunkan James di depan lukisan wanita gendut (yang masih ada dari dulu sampai sekarang) dan menyuruhnya masuk dulu ke dalam ruang gryffindor, biasanya James diajarkan Quiditch oleh Peter Brook, salah seorang murid tingkat 6 di Hogwart dan merupakan kapten sekaligus seeker terbaik Gryffindor.
"James, masuklah dulu dan tunggu sampai Peter kembali, mungkin ia masih di kelasnya, Mum akan mengajar dulu, nanti jika kau sudah selesai temui mum di depan kelas ramuan sihir, dan jangan lupa berhati-hatilah, mum tidak mau melihat kau kembali dengan luka disekujur tubuhmu, kau mengerti?" Kataku panjang lebar sambil memeluknya erat.
"Ya, tenang saja, aku ini yang terhebat soal terbang, sampai jupa mum.." Katanya sambil mencup pipiku lembut, aku pun bergegas pergi setelah melambaikan tanganku segera aku membuka pintu kelas ramuan sihir dan... Yap! Severus melotot ke arahku seakan-akan ingin membunuhku ditempat. aku pun segera berdiri disampingnya dan tersenyum (walaupun dibalas dengan tatapan iblis).
"Ehm.. maaf semuannya, hari ini saya datang terlambat karena.. yah... kalian pasti sudah tau dan sudah bosan mendengarnya, dan sepertinya jika saya berbicara sedikit lagi saja Severus akan membunuhku." kataku sambil tersenyum dan melihat ke arah Severus yang.. kelihatannya sangat marah. Anak-anak tertawa tapi langsung diam seketika ketika melihat wajah Severus yang tidak tidak berbeda jauh dengan jenggot Hagrid 'upss... maaf itu tidak ada hubungannya'.
-Normal POV-
Harry Potter sekarang sedang berdiri di depan pintu gerbang Hogwarts 'Wow.. Kastil ini benar-benar tidak berubah sedikitpun. Tidak kusangka aku akan kembali lagi kesini' . Harry segera masuk. Ia berjalan sambil melihat anak-anak yang baru saja keluar dari kelasnnya dan menatapnya dengan heran. ' Tentu saja , aku memakai jubah hitam dan dan pakaian muggle,siapa yang tidak heran melihatku' pikirnya.
Harry berjalan menuju kantor McGonnal (mulai sekarang bakal kutulis dengan Minerva, soalnya gak yakin ma tulisan McGonnal-nya), dan menyebutkan password-nya. (Harry sudah diberitahu lewat surat).
"Prof, McGonnal? ini aku Harry Potter" Harry berjalan dan melihat Minerva sedang duduk dikursinya, begitu melihat Harry Minerva langsung berdiri dan memeluknya.
"Oh.. Harry..lihat kau sudah sangat besar, kau tidak tahu betapa aku dan teman-temanmu merindukanmu" Minerva melepas pelukannya dan melihat ke arah Harry yang tersenyum.
"Maaf, proffesor, aku betul-betul minta maaf karena sudah membuat anda khawatir" Harry membungkuk dan Minerva tersenyum.
"Harry, jangan meminta maaf padaku, kekhawatiranku tidak sebanding dengan teman-temanmu, terutama dan " Harry tersentak kaget saat mendengar nama belakang Hermione, matanya pun langsung menyratkan kesedihan dan penyesalan yang dalam, Minerva yang mengetahui hal ini segera meminta Harry untuk untuk berkeliling.
" lebih baik anda berkeliling dulu sebentar, saat ini saya harus mengurus beberapa hal dulu, dan panggil saja saya Minerva" Harry menangguk dan memutuskan untuk pergi. Ia berjalan-jalan di lorong Hogwarts dan menyadari kalau tempat tersebut hampir tidak berubah, kecuali beberapa tempat yang sepertinya sudah diperbaiki karena mengalami kerusakan setelah perang dulu.
Saat sedang berjalan di dekat kelas ramuan sihir, Harry melihat seseorang yang sangat ia rindukan...
Hemione segera membereskan peralatan setelah kelas selesai, ia tidak sabar ingin melihat putrannya, karena biasanya James akan terluka disegala tempat setelah ia berlatih Quiditch. Walapun Hermione ingin sekali melarangnya untuk tidak berlatih lagi tapi ia tau kalau James sangat menyukai Quitich dan ia tidak bisa menghentikannya, mungkin itu sudah mengalir dalam darahnya kalau ia harus bermain Quiditch, sama seperti ayahnya.
Hermione menghela nafas dan segera keluar setelah semua beres (Severus menyuruhnya untuk membereskan semuanya karena ia datang terlambat).Namun langkahnya terhenti saat ia melihat pria dengan Kemeja putih , celana hitam panjang dan jubah hitam berdiri tidak jauh darinya. Jantungnya berdegup kencang dan nafasnya memburu.
' Pria itu.. kenapa aku merasa pernah melihatnya.. jangan-jangan dia.. tidak! Itu tidak mungkin! Ia sudah pergi 7 tahun yang lalu, jangan berharap yang tidak-tidak Hermione, lagipula untuk apa ia kembali ke sini' pikir Hermione, namun nafasnya tercekat saat ia mendengar pria itu memanggil namanya.
"Hermione...Mione'..."
Harry sendiri sangat kaget melihat wanita didepannya. Ia tidak yakin apakah itu adalah Hermione atau bukan, tapi melihat mata coklatnya yang indah, ia langsung saja menyebur nama wanita yang ia cintai. ' Sial! bagaimana bisa aku menyebut namanya pada orang tidak dikenal, tapi, matanya mirip sekali dengan mione, dan wajahnya sangat cantik' pikir Harry. Jangtungnya berdegup keras saat ia melihat mata lembut wanita itu, namun tiba-tiba setelah ia mengucapkan nama Hermione, wanita itu kelihatan hampir menangis dan kata-kata yang diupkannya membuat Harry berhenti bernafas.
"Harry.."
Hemione tidak bisa mempercayai telinganya, 'Ia memanggil namaku! dan hanya ada 1 orang yang memanggilku Mione.. apakah mungkin.. ia benar-benar Harry?' Sekarang mata Hermione benar-benar dipenuhi air mata, ia menatap Harry dengan tidak percaya, egitu juga harry yang yang juga kelihatan tidak percaya.
Harry sangat shock saat wanita didepannya memanggil namanya. "Hermione! jadi ia benar-benar Mione'" pikir harry tidak percaya. Saat melihat mata Hermione yang berkaca-kaca dan mendadak sebutir air mata turun ke pipinya, Harry segera maju dan memeluk wanita itu.
"Mione... ini benar-benar kau, apakah aku tidak bermimpi?" Harry berbisik di telinga Hermione.
Hermione terisak dalam pelukan. "Harry.. Harry... ya.. ini aku..." Harry pun memeluk Hemione seerat mungkin dan air mata menetes dipipinya. 'Harry kembali, ia kembali' Pikir Hermione sambil balas memeluk Harry lebih erat. Beberapa saat kemudian tiba-tiba Hermione pun sadar.' Tidak! Harry sudah meninggalkanku, ini tidak boleh terjadi' Hermione segera melepaskan pelukan Harry, sedangkan Harry kelihatan kebingugan.
"Mione? ada apa?" Tanya Harry yang masih bingung dengan tindakan tiba-tiba Hermione.
"Harry... maaf, tapi kau seharusnya tidak ada disini, dan aku tidak seharusnya bersamamu," Kata Hermione dengan tegas. Ia segera melap air matanya dan menatap Harry dengan dingin.
"Huh? Apa maksudmu Mione?" Harry kelihatan sangat kebingungan dan hatinya seperti disilet saat Hermione menatapnya dengan tatapan sedingin es.
"Apa kau tidak mengerti Harry? Kau sudah meninggalkanku dan Ron! Kau tidak seharusnya berada disini!" teriak Hermione marah. Matanya merah dan kelihatan seperti ingin menangis. Harry kaget sekali mendegarnya.
"Mione.. aku" Belum sempat Harry menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba ia melihat seorang anak laki-laki berlari ke pelukan Hermione.
"Mum!" James berteriak dan langsung berlari memeluk ibunya, sedangkan Harry terlihat shock.
-Continue-
Hahahahaha... ternyata kulanjutin dalam 2 hari... mumpung lagi bebas n gak ada kerjaan.. hehehe... pokoknya review & terus baca ff ini.. OK?
