Raitokuriētā to Mohō-sha

Masashi Kishimoto And Ichie Ishibumi

Writer : Sheita

Summary : Aku tidak tau darimana asal kekuatan ini...Namun aku merasa tidak akan tunduk pada siapapun... Perasaan ingin mengasihi dan arogan pada diriku. Sebenarnya siapa aku? Siapa ayah dan ibuku?

Warning : Banyak Typo. Bahasa tidak baku. Masih kurang pengalaman. Mohon Review yang bermanfaat. Flame juga boleh. Yang penting kalau gak suka jangan ngehina. Karna belum tentu kalian bisa :)

Chapter 2

Jam istirahat makan siang di Academy. Terlihat di luar kelas 2-A didekat pintu, beberapa siswa yang berdiri disana sedang melihat sesuatu di dalam kelas.

Yang dilihat adalah seorang pemuda bersurai perak yang sedang memakan bekal di tempat duduknya. Sekilas tidak ada yang aneh dan mencolok darinya kecuali wajah yang tampan yang ia miliki.

Teman-teman sekelasnya juga melihat ke arahnya namun ia hanya menghiraukan. Apa yang membuat ia diperhatikan?

"Aahh~ Onii-sama~ buka mulutmu!"

Haup.

Naruto memakan karage yang disodorkan kemulutnya. Didepannya yaitu adalah Tohka, adik kesayangan Naruto yang dengan senang hati datang ke kelas Onii-sama-nya untuk memberikan bekal untuknya.

Naruto hanya menerima dengan senang hati dan sesekali tersenyum tipis yang membuat para siswi merona.

"Kenapa kau repot-repot kesini Tohka?"tanya Naruto

Tohka terdiam memandang Naruto dan menjawab.

"Karena aku tidak bisa pisah dari Onii-sama.. Tehe~"jawab Tohka dengan di akhiri cengiran serta tanda dua jari di mata kanannya.

""Uwahhh!! Megami~""

Naruto tidak menghiraukan teriakan gaje yang memasuki telinga nya dan memilih tersenyum.

"Ayo kita habiskan Onii-sama!"ucap Tohka

"Ha'i!"

Ting~Tong~

"Uwah~ lelahnya!" ucap Tohka

"Besok kita akan menaiki Motor saja, sudah cukup meneliti kota hari ini"

Saat ini Naruto dan Tohka berjalan di trotoar. Tadi saat pulang sekolah, mereka berdua memutuskan berkeliling kota untuk membiasakan diri.

"woah! Langit jingga sore hari memang menakjubkan!"ucap Tohka sambil mendongak keatas dengan cengiran cerianya.

Naruto yang melihatnya juga ikut mendongak. Ah~ memang indah..

Naruto menyipitkan matanya karena merasa ada yang aneh dilangit. Apa itu? Orang? Dengan mesin mekanik bercahaya biru di punggung nya.

Deg!

Mata Naruto melebar dan kemudian bercahaya biru. Waktu seakan berhenti sesaat.

[Copy : Succes]

Tiba-tiba suara aneh berdengung dikepalanya.

Deg!

"Ittai!" Naruto nenunduk dan memegang kepalanya.

Tohka yang melihat Naruto kesakitan pun panik.

"Onii-sama kenapa?"tanya Tohka

Naruto mengangkat tangan kanannya..

"Tidak apa-apa Tohka, hanya pening sesaat"jawab Naruto

Naruto menegapkan tubuhnya dan tersenyum, iris merah tersebut sangat mempesona.

"Ayo pulang!"

Naruto berbaring dikasur kamar miliknya. Ia memejamkan mata kemudian membukanya lagi.

"Jadi itu salah satu benda supranatural, tubuh ku bereaksi dengan sendirinya, seperti kata pak tua itu"gumam Naruto

Mengangkat tangan kanannya melindungi cahaya lampu kamar dari matanya.

"Divine Dividing, Longinus, Albion, Hakuryuuko?"

Bangkit dari kasur dan berdiri, memesang celana jeans dan jaket berhodie warna hitam. Naruto berjalan ke arah pintu kamar, membuka keluar dan menutupnya lagi.

Naruto berjalan ke arah ruang tamu yang disana terdapat ibunya Yatogami Harumi sedang menonton Televisi.

"Kau mau kemana Naruto?"tanya Ibunya

Naruto tersenyum dan berjalan ke arah ibunya. Mencium pipi ibunya dan berucap.

"Aku akan berjalan-jalan sebentar, mencari suasana di kota"

Naruto berjalan ke arah pintu keluar. Memasang sepatu Vans biru putih miliknya.

"Jangan terlalu malam ya. Hati-hati!" ucap ibunya

Membuka pintu dan ia pun keluar sambil berucap.

"Ha'i Okaa-sama"

Harumi tersenyum dan bergumam.

"Ia tidak berubah"

Naruto mampir di beberapa cafe dan toko-toko. Penampilannya yang cool seperti biasa membuatnya mudah berkomunikasi dan mendapat keramahan. Anting di kedua telinganya berkelap-kelip terpantul cahaya lampu jalan.

Saat ini ia sedang berjalan di trotoar samping Taman Kota sambil meminum Kopi kaleng yang ia beli. Ia merasa tempat disini terasa lebih sunyi bahkan senyap.

Jam masih menunjukkan pukul setengah 8 malam dan masih ada sedikit waktu bersantai. Ia memutuskan berbelok ke arah taman kota sekat air pancur. Ia hanya berjalan sambil memasukkan tangan kirinya kesaku jaket. Berjalan terus kedepan kearah air pancur tersebut.

Ia merasakan pandangan nya sedikit memburam seperti habis melewati sesuatu. Mengedipkan matanya dan mengerutkan kening saat melihat dua orang di taman tersebut. Seorang gadis dengan sayap hitam dibelakangnya dan seorang siswa Kuoh Academy yang perutnya berdarah terbaring ditanah.

Tap! Wush~

Naruto dengan tepat dan akurat menangkap sebuah tombak bercahaya merah yang melaju kearahnya. Angin saat ia menangkapnya membuat rambutnya terhembus.

Menyingkirkan tombak tersebut dari wajahnya dan ia pun melihat gadis bersayap tersebut menatapnya tidak suka. Naruto coba mengingat sesuatu di otaknya.

'Elemen cahaya, sayap gagak hitam. Datenshi!'

"Datenshi!"ucap Naruto

Gadis Datenshi tersebut mendecih.

"Jangan menghalangiku Hakuryuuko!"ucap gadis tersebut.

Naruto mengernyitkan dahinya. 'Aku bahkan belum menggunakan kekuatan tersebut dan ia sudah mengiraku Hakuryuuko'

"Aku bukan Hakuryuuko!"ucap Naruto

Gadis tersebut memasang wajah seolah Naruto itu aneh.

"Jangan bercanda. Vali!"ucap nya.

'Vali?'

"Cih!" gadis tersebut mendecih.

Ia kemudian menciptakan lagi tombak di tangan kanannya dan melempar ke arah Naruto.

Boom!

Gadis tersebut memasang wajah tidak suka karena melihat apa yang ada diatas ledakan tersebut. Sayap mekanik putih dengan bagian sayap nya berwarna biru terang transparan.

Naruto bersedikap dada dan menatap gadis tersebut dengan mata merah miliknya dengan pandangan merendahkan.

Gadis tersebut merentangkan sayapnya dan pergi dari situ tanpa meninggalkan sepatah kata dan menghiraukan pemuda yang terbaring kaku ditanah.

Naruto memasang wajah bingung melihatnya. 'Ia tidak menyerangku lagi. Bukankah mereka tidak suka saat direndahkan. Itu kata pak tua'

Mengalihkan pandangannya kearah pemuda ditanah dan ia pun merendahkan terbangnya.

"Cukup sampai disitu, Hakuryuuko!" sebuah suara menghentikan niatnya. Dan tiba-tiba dari dalam saku pemuda dibawah keluar kertas dan terbang kesamping tubuhnya. Kertas tersebut berubah menjadi lingkaran bercahaya merah dengan lambang unik.

'Lingkaran sihir, seperti yang diajarkannya, tapi berbeda dengan punya ku'

Naruto masih memperhatikannya dan tiba-tiba dari lingkaran tersebut keluar seorang gadis yang sangat cantik bersurai merah darah sepunggung dengan tubuh yang sangat sexy, dilihat dari pakaiannya ia adalah salah satu siswa di Academy Kuoh.

'masih banyak misteri yang belum aku ketahui' batin Naruto

Swush~

Untung ia sempat menghindar kesamping. Kalau tidak ia pasti sudah terkena lemparan energi berwarna merah kehitaman yang melayang kearahnya.

Gadis sexy dibawah menatap nya tajam dan kelihatan di tangan kanannya energi merah kehitaman yang tadi.

Naruto menatap aneh gadis tersebut dan iapun terbang menjauh dari sana.

Sambil terbang Naruto pun bergumam...

"Siapa Vali?"

...

..

.

..

...

To be Continued