MONSTER

M

bagian satu

.

.

.

Sehun membanting remote yang sedari tadi dipegangnya sekuat tenaga ke lantai hingga baterai dan casing terpisah dari keutuhan remote. Wajahnya memanas menahan air mata yang selalu muncul ketika mengingat segala tentang wanitanya.

Luhan adalah lebih dari segalanya untuk Sehun, 9 tahun mereka telah menjalin kasih, berbagi air mata dan tawa bahagia, bertengkar dalam prasangka dan segala warna dari abu-abu hingga merah muda pernah pernah mereka rasa.

Setahun setelah mereka berpisah, Sehun jatuh depresi dalam bayang-bayang Luhan hingga membuat karir band nya kacau. Ia tidak bisa membuka hatinya untuk orang lain walaupun management dan teman-teman satu band nya sudah mencoba hingga kali yang tak terhitung.

Ia selalu menangis setiap malam dan merengek di depan foto Luhan, menggenggamnya erat dan meracau dalam ketidak sadaran berharap agar pria itu kembali.

Kembali menyelami iris coklat gelapnya yang semakin berkilau indah jika bertemu dengan coklat terang Luhan.

Kembali memeluk tubuhnya erat yang akan tenggelam dalam kenyamana yang diberikan oleh kasih sayang Luhan.

Kembali mengukir senyuman Sehun yang kini telah tergantikan oleh dan selalu dengan senyum palsu yang akan menyakitkan hati orang lain ketika menatapnya.

Sehun ingin Luhan kembali mengukir senyuman di wajah tanpa harapannya, mengembalikan cahaya di matanya dan menumpahkan kembali cat warna ke dalam mendung langit dunianya.

Sehun sangat mencintai Luhan. Tetapi Luhan meninggalkannya.

"Sehun, kau sudah makan?" Suho yang mendengar suara keras bantingan remote muncul secara tiba-tiba dari dapur membawa sekotak pizza, makanan favorite Sehun dan sering dia santap saat menonton film bersama Luhan.

Duduk berdua saling memeluk di ruang tamu, ditemani sebungkus popcorn, pizza, makanan ringan, alcohol, soda dan lainnya. Dengan selimut tebal yang membalut tubuh keduanya. Menghangatkan aura cinta yang menguar dari keduanya dengan lampu yang dimatikan dan gelak tawa saat mereka menangkap unsur humor yang mereka suka dari film yang disaksikan.

Sesekali ciuman dan sentuhan-sentuhan kecil yang meraba daerah intim masing-masing menjadi bonus kebahagiaan Sehun yang semakin merekah jika bersama Luhan.

Hanya dan selalu Luhan.

"Aku tidak lapar hyung," sahut Sehun seraya mengusap air mata di pipinya dan melenggang melewati Suho.

Pria tertua di band itu tidak bisa menahan diri untuk tidak terlarut dalam kekhawatiran dengan kondisi fisik dan mental sahabatnya. Ini sudah keterlaluan. Sehun tidak bisa terus-menerus tenggelam dalam kepedihan.

Suho dan management sudah mencoba berbicara dengan Luhan ratusan kali, namun tetap Luhan tidak pernah mau ditemui dengan alasan tidak ada cinta lagi untuk Sehun.

Jika Sehun tidak bisa lepas maka mau tidak mau adalah Suho harus memilih untuk melepaskannya dari band. Ia ingin yang terbaik untuk Sehun, begitupun Kai dan Chanyeol yang melihat kelakuan Sehun dari lantai atas saat ini.

.

.


.

.

a/n: jangan lupa kasih tau gue perasaan kalian pas baca ini ya guuuys

xoxo, Josie